Anda di halaman 1dari 10

BAB III

METODE PENELITIAN

A.

Pendekatan dan Jenis Penelitian


1. Pendekatan Penelitian
Dalam penulisan karya tulis akhir ini penulis melakukan penelitian
dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pendekatan
penelitan kualitatif adalah metode yang lebih menekankan pada aspek
pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat
permasalahan untuk penelitian generalisasi. Metode penelitian ini lebih
suka menggunakan teknik analisis mendalam (in-depth analysis), yaitu
mengkaji masalah secara kasus perkasus karena metodologi kualitatif
yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan sifat dari
masalah lainnya. Tujuan dari metodologi ini bukan suatu generalisasi
tetapi pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah. Penelitian
kualitatif berfungsi memberikan kategori substantif dan hipotesis
penelitian kualitatif.
2. Jenis Penelitian
Dalam penulisan karya tulis akhir ini penulis menggunakan jenis
penelitian lapangan. Penelitian lapangan dilaksanakan dengan cara
penulis turun langsung ke lapangan (Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA
Magelang) serta mengamati langsung obyek penelitian. (Interaksi Wali

B.

Pemasyarakatan dengan narapidana).


Tempat dan Waktu Penelitian
Karya Tulis Akhir merupakan tulisan ilmiah dimana dalam rangkaian
penyusunannya didasarkan kepada data-data hasil penelitian di lapangan.
Data tersebut dapat diperoleh dengan melakukan penelitian terhadap obyek
yang telah ditetapkan, maka untuk memperoleh data-data yang diperlukan

dalam penyusunan karya tulis akhir penulis melaksanakan penelitian yang


berupa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan pada :
1. Tempat penelitian
Penelitian dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan di Unit
Pelaksana Teknis Pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA
Magelang.
2. Waktu Penelitian
Penelitian dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan mulai
dari tanggal...
C. Informan Penelitian
Informan penelitian adalah salah satu komponen dalam penelitian dimana
komponen tersebut menyediakan data atau informasi yang dibutuhkan
dalam suatu penelitian, informan penelitian juga dapat disebut narasumber.
Dalam penelitian ini penulis menentukan pihak-pihak yang terkait dengan
judul karya tulis akhir sebagai informan penelitian, yaitu Kepala Lembaga
Pemasyarakatan Klas IIA Magelang, Kepala Seksi Binadik, project
manager, konselor, dan narapidana (residen).
1. Identitas Informan
Dalam melakukan penelitian, penulis memilih 7 (tujuh) informan
berdasarkan berbagai pertimbangan yang terkait dengan permasalahan
yang penulis teliti. Penulis telah mewawancarai beberapa informan
yang memiliki keterkaitan dengan permasalahan yang penulis teliti.
Informan terdiri dari 3 (tiga) orang petugas, 3 (tiga) orang narapidana
dan Kepala Lembaga Pemasyarakatsan Kelas IIA Magelang. Adapun
informan petugas merupakan petugas yang bekerja di Seksi Bimbingan
Narapidana dan Anak Didik (Binadik) yang juga merangkap sebagai
project manager. Sedangkan informan

narapidana merupakan

narapidana narkoba yang senior dan dapat dijadikan panutan.


Kegiatan Informan
a. Informan Petugas
Adapun kegiatan dari informan petugas Lapas Kelas IIA Magelang
dimulai dari Senin sampai dengan Sabtu. Jam kerja untuk hari
Senin sampai dengan Selasa berlangsung pukul 07.00 14.30 WIB,
untuk hari Jumat berlangsung pukul 07.00 11.00 WIB, dan
untuk hari Sabtu berlangsung pukul 07.00 13.30 WIB. Sebelum
memulai dan mengakhiri tugas para petugas melakukan apel.
Kegiatan rutin lainnya yang dilakukan adalah senam kesegaran
jasmani dan aerobic yang dilaksanakan setiap hari Jumat pagi,
pertemuan rutin pegawai disertai siraman rohani agama Islam yang
dilanjutkan dengan briefing Kalapas. Selain itu juga mengadakan
upacara bendera setiap hari besar nasional.
b. Informan Narapidana
Adapun kegiatan dari informan narapidana Lapas Kelas IIA
Magelang secara garis besar sebagai berikut. Narapidana bangun
pukul 4.30 WIB ditandai dengan dibukanya pintu kayu tiap blok
oleh tamping blok. Kemudian kegiatan narapidana setiap hari
dimulai pada pukul 06.00 WIB yaitu pada saat pintu jeruji besi
dibuka oleh tamping blok. Kegiatannya adalah mandi pagi,
selanjutnya pada pukul 07.30 WIB kegiatannya adalah makan pagi
yang dimulai dengan apel penghuni. Setelah itu kegiatannya
adalah bersih-bersih lingkungan, kecuali hari Jumat kegiatannya

adalah senam kesegaran jasmani dan hari Sabtu kegiatannya


adalah Sholat Tasbih bagi narapidana yang beragama Islam. Pada
pukul 09.00 WIB, narapidana bekerja di bidang masing-masing,
untuk yang tidak bekerja tetap berkumpul di Balai Pertemuan.
Setiap hari Selasa, pukul 11.00 WIB diadakan kegiatan
penyuluhan atau Budi Pekerti. Selain hari Selasa, pada pukul 11.00
WIB diadakan pembinaan kerohanian, yaitu pengajian bagi
narapidana yang beragama Islam dan kebaktian bagi narapidana
yang beragama Nasrani. Pada pukul 12..00 WIB atau setelah
dzuhur kegiatannya adalah makan siang. Kemudian pada pukul
13.00 WIB dilaksanakan apel penghuni, setelah itu narapidana
dimasukkan ke kamar masing-masing. Pada pukul 15.00 WIB,
narapidana dikeluarkan dari kamar untuk mandi. Kemudian pukul
17.00 WIB masing-masing perwakilan kamar mengambil makan
malam di dapur, setelah itu narapidana kembali dimasukkan ke
kamar masing-masing dan menonton TV yang disediakan di aula
blok. Pada pukul 21.00 WIB, TV dimatikan seluruh narapidana
D.

harus beristirahat.
Prosedur Pengumpulan Data
Dalam penyusunan Karya Tulis Akhir ini, Pemecahan masalah dilakukan
secara

aktual,

dengan

cara

mengumpulkan

data,

menyusun

atau

mengklasifikasikannya. Adapun untuk menemukan data-data di lapangan


dengan menggunakan cara-cara sebagai berikut :
1. Wawancara

Teknik ini digunakan untuk mencari data dengan cara melakukan


wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara secara langsung
dengan beberapa pihak yang saling bersangkutan yaitu narapidana dan
petugas yang berhubungan dengan perwalian dan pembinaan. Penulis
melakukan wawancara terhadap 3 orang narapidana, 3 orang petugas,
dan kalapas. Wawancara tersebut dilakukan oleh penulis secara
berkelanjutan

selama

penulis

menjalani

KKN

di

Lembaga

Pemasyarakatan Kelas IIA Magelang.


2. Observasi
Teknik ini dilakukan dengan cara mengamati secara langsung obyek
penelitian untuk mengetahui informasi yang berhubungan dengan
keadaan serta kondisi obyek penelitian sebagai data penunjang dalam
melakukan pembahasan masalah serta pemecahan masalah. Penulis
melakukan pengamatan langsung melalui Kuliah Kerja Nyata selama
satu bulandi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Magelang. Penulis
mengamati kondisi dan keadaan pelaksanaan pemberian konseling wali
terhadap narapidana secara berkelanjutan sehingga diperoleh data
penunjang untuk melakukan pembahasan masalah.

3. Kepustakaan
Dalam penulisan ini penulis menggunakan buku-buku serta dokumen
sebagai referensi untuk menambah pemahaman tentang permasalahan
yang akan dibahas. Penulis mengambil beberapa referensi dalam
penyusunan teori.

E.

Teknik Analisis Data


Proses analisis data dalam penelitian kualitatif dimulai sejak sebelum
peneliti memasuki lapangan yang mana dilanjutkan pada saat peneliti berada
di lapangan sampai peneliti menyelesaikan kegiatan di lapangan. Sebelum
Peneliti memasuki lapangan, analisis dilakukan terhadap data hasil studi
pendahuluan atau data sekunder. Analisis data diarahkan untuk menentukan
fokus penelitian. Fokus penelitian yang ditentukan sebelum peneliti
memasuki lapangan masih bersifat sementara. Fokus penelitian ada
kemungkinan mengalami perubahan atau berkembang setelah peneliti
berada di lapangan.
Ketika Peneliti mulai memasuki kegiatan lapangan untuk mengumpulkan
data, peneliti melanjutkan analisis data. Misalnya, ketika peneliti melakukan
wawancara analisis dilakukan terhadap informasi hasil wawancara. Apabila
jawaban tersebut dirasakan belum memuaskan, peneliti melanjutkan
wawancara dengan mengajukan pertanyaan lanjutan sampai diperoleh data
yang memuaskan. Miles and Huberman (1984), mengemukakan bahwa
aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan
berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas, sehingga datanya jenuh.
Ukuran kejenuhan data ditandai dengan tidak diperolehnya lagi data atau
informasi baru. Aktivitas dalam analisis meliputi reduksi data (data reduc
tion), penyajian data (data display), serta penarikan kesimpulan dan
verifikasi (conclusion drawing/ verification).

1. Reduksi Data
Reduksi data adalah proses analisis untuk memilih, memusatkan
perhatian,

menyederhanakan,

mengabstraksikan

serta

mentransformasikan data yang muncul dari catatan-catatan lapangan


(Patilima, 2005).

Mereduksi data berarti membuat rangkuman, memilih hal-hal pokok,


memfokuskan pada hal-hal penting, mencari tema dan pola, serta
membuang yang dianggap tidak perlu. Reduksi data dilakukan dengan
pertimbangan bahwa data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya
cukup banyak, untuk itu perlu dipilih dan dipilah sesuai dengan
kebutuhan dalam pemecahan masalah penelitian. Dalam mereduksi data
setiap peneliti dipandu oleh pertanyaan penelitian yang harus dijawab
berdasarkan data. Bagi peneliti pemula, reduksi data dapat dilakukan
melalui diskusi dengan teman sejawat atau orang yang dipandang ahli
dalam bidangnya.
2. Penyajian Data (display Data) atau Transkip Data.
Penyajian data diarahkan agar data hasil reduksi terorganisasikan,
tersusun dalam pola hubungan, sehingga makin mudah dipahami.
Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian naratif, bagan,
hubungan antar kategori, diagram alur (flow chart), dan lain sejenisnya.
Penyajian data dalam bentuk-bentuk tersebut akan memudahkan

peneliti memahami apa yang terjadi dan merencanakan kerja penelitian


selanjutnya. Pada langkah ini, peneliti berusaha menyusun data yang
relevan sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan dan
memiliki makna tertentu. Prosesnya dapat dilakukan dengan cara
menampilkan dan membuat hubungan antar fenomena untuk memaknai
apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang perlu ditindaklanjuti untuk
mencapai tujuan penelitian.
3. Penarikan Kesimpulan
Langkah berikutnya dalam proses analisis data kualitatif adalah
menarik kesimpulan berdasarkan temuan dan melakukan verifikasi data.
Dalam penelitian ini penulis menemukan berbagai macam temuan
berkaitan dengan Peran Wali Pemasyarakatan dalam meningkatkan
motivasi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Magelang.
Berbagai temuan tersebut menggambarkan informasi yang jelas tentang
keadaan nyata pelaksanaan program perwalian di Unit Pelaksana Teknis
Pemasyarakatan. dalam penelitian penulis melakukan pengamatan dan
wawancara secara formal maupun non formal. Dari penelitian yang
dilaksanakan selama satu bulan tersebut penulis dapat mengidentifikasi
permasalahan yang ada. Permasalahan tersebut akan diangkat dalam
penulisan Karya Tulis Akhir penulis. Dalam KTA tersebut terdapat bab
Hasil Penelitian dan Pembahasan, dalam bab tersebut masalah yang
telah ditemukan akan dianalisis berdasarkan teori yang digunakan

penulis di bab kajian teori. Masalah tersebut akan di olah berdasarkan


hasil penelitian yang telah diperoleh selama KKN. Untuk menentukan
validasi data/ kebenaran data penulis menggunakan teknik triangulasi.
Adapun penjelasan teknik tersebut sebagai berikut :
N

Tahap

Penjelasan

Nama

Triangulasi

Definisi

Mencocokkan(Cross Check) hasil wawancara

o
1.

atau observasi, dengan bukti dokumen, pendapat


orang lain, atau kajian kepustakaan.
Uraian

Menentkan hal yang perlu dilakukan Triangulasi


cross check antara data yang diperoleh dilapangan
dengan kajian pustaka

Pedoman

Gunakan pertanyaan peneletian atau tujuan


masalah yang perlu di tangulasikan. Cross check
dengan hal yang relevan.

Contoh

Wali pemasyarakatan a tidak berperan aktif dalam


tugasnya. Hal tersebut di cross chek dengan
keterangan dari Kasi Binadik, Kasubsi Giatja
sebagai pimpinannya dan narapidana sebagai
kliennya.

Teknik triangulasi tersebut akan membantu kita untuk menentukan


kebenaran dari data yang kita peroleh sehingga hasil analisa penulis
dapat dipertanggungjawabkan.