Anda di halaman 1dari 38

TUJUAN PEMBELAJARAN :

Memberikan
Pengetahuan mengenai
dasar-dasar penyebaran
tumbuhan
di
dunia,
dasar munculnya tipe
vegetasi,
karakteristik
morfologi
tumbuhan,
karakteristik penyusunan
vegetasi
berdasarkan
posisi
geografi
dan
berbagai tumbuhan di
bidang kehutanan.

Fitogeogra
f
Semester v (lima)
Tahun 2013

Pengertian Fitogeografi
DEFINISI
asal

kata dari bahasa yunani


phyto artinya tumbuhan
geographia artinya gambaran bumi
Shukla dan Chandel, 1996 fitogeografi
adalah Suatu kajian tentang migrasi dan
penyebaran tumbuh- tumbuhan di daratan
atau perairan

Ilmu tentang perbedaan fenomena distribusi


tumbuhan di bumi, mencakup semua hal yang
mengubah atau mempengaruhi permukaan bumi,
baik oleh pengaruh fisik, iklim atau interaksi dari
makhluk hidup ke lingkungannya (Potunin, 1994)

Jadi
Fitogeografi
merupakan
ilmu
yang
mempelajari sebaran makhluk hidup (tumbuhan)
atau distribusi vegetasi dibumi termasuk semua
faktor yang mengubah permukaan bumi oleh
faktor fisik,iklim atau oleh interaksi makhluk hidup
dengan lingkungannya. Singkatnya fitogeografi
kajian yang mempelajari sebaran makhluk hidup
di bumi pada masa yang lalu dan saat ini

Persebaran flora di permukaan bumi


Jenis flora berdasarkan iklim dan ketinggian tempat
di muka bumi ada empat macam, yaitu:
a. Hutan hujan tropis, terdiri atas berikut ini.
1. Hutan hujan tanah rawa, meliputi:
hutan rawa air tawar, terletak pada ketinggian
kurang dari 100m di atas permukaan air laut,
suhunya 26r C;
hutan rawa gambut, terletak pada ketinggian 100
m di atas permukaan air laut, suhunya 26r C;
hutan mangrove (bakau), terletak pada ketinggian
5 m di atas permukaan air laut, suhunya 26r C.

2. Hutan hujan tanah kering, meliputi:


hutan pantai, ketinggian 5 m, suhunya 26r C;
hutan penuh, ketinggian 700 m 1.000 m, suhunya 23rC
19rC;
hutan dipterocarpaceae, ketinggian 1.000 m, suhunya 26r
C 21r C;
hutan nondipterocarpaceae, ketinggian 1.000 m, suhunya
26r C 21r C;
hutan belukar, ketinggian 1.000 m, suhunya 26r C 21r C;
hutan fegaceal, ketinggian 1.000 m 2.000 m, suhunya
26r C 21r C;
hutan casuarina, ketinggian 1.000 m 2.000 m, suhunya
21r C 11r C;
hutan nothofagus, ketinggian 1.000 m 3.000 m, suhunya
21r C 11r C;
hutan agathis campuran, ketinggian 2.500 m, suhunya
26r C 13r C.

B. Hutan musim, terdiri atas berikut ini.


1. hutan musim gugur daun, ketinggian 800
m di atas permukaan air laut, suhunya
20r C
2. 2. hutan musim selalu hujan, ketinggian
1.200 m, suhunya 22r C.
C. Hutan savanna (sabana), terdiri atas
berikut ini.
1. hutan sabana pohon dan palma,
ketinggian kurang dari 900 m, suhunya 22r
C.
2. hutan sabana casuarina, ketinggian 1.600
m

d. Stepa (padang rumput), terdiri atas berikut ini.


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

stepa iklim kering, ketinggian kurang dari 900 m,


suhunya 22r C.
stepa iklim basah, terdiri atas:
rawa rumput, ketinggian kurang dari 100 m, suhunya
26r C;
stepa tanah rendah, ketinggian kurang dari 1.000 m,
suhunya 26r C 21r C;
stepa pegunungan, ketinggian 1.500 m 2.400 m,
suhunya 18r C 23r C;
stepa berawa gunung, ketinggian 1.500 m 2.400 m,
suhunya 10r C 23r C;
stepa Alpin, ketinggian 4.000 m 4.500 m (batas salju),
suhunya kurang dari 10r C;
komunitas rumput dan tundra (lumut), ketinggian lebih
dari 4.500 m, suhunya kurang dari 10r C.

Adapun

jenis, persebaran flora, dan kaitannya


dengan bentukan muka bumi di dunia akan
diuraikan berikut ini.

a. Persebaran Flora Darat Dunia


Para ahli geografi tumbuhan membagi dunia ini
dalam 6 bagian besar daerah kawasan flora.
Namun, di dalam kawasan-kawasan tersebut
terdapat pula beberapa variasi. Akhirnya, daerah
kerajaan itu dibagi lagi atas subkerajaan atau
provinsi-provinsi yang mencerminkan antara
hutan padang rumput, gurun, dan tundra.
Kawasan-kawasan flora tersebut adalah sebagai
berikut.

Kawasan-kawasan flora berdasarkan persebaran


tumbuh-tumbuhan tinggi
(varietas yang berbiji) atau persebaran spesies.
Kawasan

Australia
Kawasan Australia daerahnya di Benua Australia.
Kawasan Tanjung (Cape)
Kawasan Tanjung merupakan daerah yang kecil di
ujung sebelah selatan Afrika.
Kawasan Antartika
Kawasan Antartika berada dalam suatu
lingkungan yang mengelilingi bagian utara massa
daratan. Dimulai dari Patagonia dan Chili sebelah
selatan, melalui garis Pulau Oseania sampai
Selandia Baru.

Kawasan Paleotropis
Kawasan Paleotropis meliputi tiga subkerajaan
besar, yakni Afrika, Indo-Malaysia, dan Polinesia.
Masing-masing dibagi lagi atas beberapa provinsi.
Kawasan Neotropis
Kawasan Neotropis, meliputi hampir seluruh
wilayah Amerika Selatan.
Kawasan Boreal
Kawasan Boreal merupakan kerajaan yang
terbesar dari kerajaan-kerajaan lainnya, meliputi
Amerika Utara, Eropa, dan Asia Utara. Masingmasing kerajaan ini dibatasi penghalang yang
jelas, yakni samudera, rangkaian pegunungan atau
gurun.
Keenam kawasan itu dapat dilihat dalam peta,
menurut W.T. Neill dalam bukunya The
Geography of Life (1969).

Jenis Flora yang Hidup di Daratan


Hutan

hujan tropis (hutan equatorial)


Hutan hujan tropis berada antara garis lintang 0r
30r LU/LS. Hutan hujan tropis terdapat di
Sumatera, Kalimantan, India, Brasil, Florida, dan
Karibia.
Hutan musim
Hutan musim terdapat di Jawa Timur, Jawa Tengah,
Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
Hutan hujan daerah sedang
Hutan hujan daerah sedang terdapat di:
dataran tinggi zone ekuatorial dan tropis,
daerah lintang 25r 30r LU/LS, serta
daerah pantai barat antara lintang 35r 55r LU/LS.

Hutan berdaun jarum (konifer)


Hutan berdaun jarum ini terdapat di Siberia dan
Alaska.
Sabana (savanna)
Sabana terdapat di Nusa Tenggara, Aceh, Jawa
Timur, dan Venezuela.
Stepa (padang rumput)
Stepa terdapat di Australia, Argentina, Brasil,
Amerika Serikat, dan daerah sekitar Laut Kaspia.
Gurun
Gurun terdapat di pantai barat benua antara
lintang 35r 39r LU/LS.
Tundra (padang lumut)
Tundra terdapat di Rusia Utara, Kanada Utara,
Norwegia, Finlandia, dan Greenland.

Jenis Flora yang Hidup di


Air Tawar
Jenis

flora yang hidup di air tawar


adalah ganggang, teratai, eceng
gondok, dan lumut.

Sejarah singkat klasifikasi tumbuhan


Theophrastus-Yunani (372-287): mendiskripsikan dan
menggolongkan 480 jenis tumbuhan berdasarkan tipe
berkayu dan tanpa kayu (herbaceous) bapak Botani.
Caesalpino-Italia (1519-1603) : Klasifikasi berdasarkan
sifat dan struktur biji tumbuhan.
Carolus Linnaeus-Swedia (1707-1778):
1. Klasifikasi dengan sistem generatif menggunakan
jumlah dan posisi benangsari dan putik.
2. Buku Genera Plantarum dan Species Plantarum
. Biologi Modern : Charles Darwin (1859): publikasi buku
origin of Species mengenai sistem filogenetik
berdasarkan evolusi tumbuhan dengan struktur bunga
sederhana dikenali dan digolongkan ke dalam jenis
primitif/kuno sedangkan tumbuhan dengan struktur
bunga yang lebih kompleks digolongkan kedalam jenis
tumbuhan saat ini.

Morfologi bagian vegetatif


Daun

(folium) adalah bagian dari tumbuhan


yang merupakan alat vegetatif berguna
untuk menegakkan kehidupan tumbuhan
tersebut.
Fungsi daun dibedakan menjadi 4 :
1. Alat fotosintesis/pengolahan zat-zat
makanan
2. Alat transpirasi/penguapan air
3. Alat respirasi/pernafasan
4. Alat resorpsi/pengambilan zat-zat makanan

.
.
.
.

Berdasarkan bagian-bagiannya, daun dapat dibagi


menjadi 2 yaitu daun lengkap dan daun tidak lengkap.
Dikatakan lengkap apabila memiliki helaian, tangkai
dan pelepah. Contoh bambu (Bambusa sp.) sedangkan
jika ada salah satu atau lebih bagian daun yang tidak
ada maka daun tersebut dikatakan tidak lengkap.
Daun tidak lengkap dapat berupa daun yang hanya
memiliki :
Tangkai dan helaian saja, contoh meranti (Shorea spp.)
Pelepah dan helaian saja, contoh jagung (Zea mays)
Helaian tanpa pelepah dan tangkai, contoh: Tempuyung
(Sonchus oleraceus)
Tangkai saja, umumnya bila terjadi hal ini tangkai
menjadi pipih dan melebar sehingga menyerupai
helaian. Daun semu seperti ini sering disebut dengan
filodia. Contohnya Acacia spp.

Daun Meranti
Lenggong
(Shorea
lepidota)

Tempuyung (Sonchus oleraceus)

Daun Jagung
(Zea Mays)

Daun Acacia crassicarpa

Selain bagian-bagian tersebut, daun pada suatu


tumbuhan
seringkali
mempunyai
alat-alat
tambahan atau pelengkap, antara lain berupa :
1. Daun penumpu
(Stipula), yang biasanya
berupa dua helai lembaran serupa daun kecil
dekat dengan pangkal tangkai daun yang
berguna untuk melindungi kuncup-kuncup
yang masih muda.
2. Selaput bumbung (Ocrea), selaput tipis yang
menyelubungi pangkal suatu ruas batang
3. Lidah-lidah (Ligula), suatu selaput kecil yang
terdapat pada batas upih dan helaian daun.

tunggal
Daun

tunggal adalah daun yang hanya


memiliki satu helaian pada satu tangkai
daun. Sifatnya-sifat daun tunggal yang
harus diperhatikan adalah :
1. Bentuk daun/bangun daun
2. Ujung daun
3. Pangkal daun
4. Tepi helaian daun
5. Pertulangan daun
6. Daging/ketebalan daun
7. Permukaan helaian daun

Bangun/

bentuk daun (Circumscription)


Berdasarkan letak daun yang tersebar maka
daun dibedakan empat golongan, yaitu :
1. Bagian
yang terlebar berada di
tengah-tengah helaian daun. Tumbuhan
yang memiliki daun yang terlebarnya
terletak di tengah-tengah helaian daun
kemungkinan bangun daunnya adalah
.. Bulat
atau
bundar
(orbicularis),
jika
panjang : lebar = 1 : 1
contoh :

contoh: teratai besar


(Nelumbium nelumba Druce)

Daun pegagan

Daun yg Bulat

Daun yang bulat (bentuk daun secara


teoritis)

Bangun

perisai (peltatus), mempunyai tangkai daun


yang tertanam pada bagian tengah helaian daun.

Contoh: Daun talas (xanthosoma)

Tangkai Daun Talas Tertanam


Dibagian Tengah Daun

Jorong

(opalis atau ellipticu), jika perbandingan panjang : lebar


1,5 - 2 : 1
contoh: daun nangka (Artocarpus
integra Merr.)

Daun jorong

Memanjang (oblongus) yaitu jika panjang : lebar = 2,5 - 3 : 1

Contoh: Daun Sirsat (Annon A


Muricata L)

Bangun

lanset (lanceolatus). yaitu jika panjang :


lebar = 3-5 : 1
Contoh: Daun Kamboja
(Plumiera Acuminata
Ait)

Daun Salak, Contoh Daun Lanset

Bagian terlebar di bawah tengah-tengah helaian


daun. Daun-daun yang mempunyai bagian yang
terlebar di bawah tengah-tengah helaian daunnya
dibedakan dalam dua golongan, yaitu :
a.Pangkal daunnya tidak bertoreh.
Dalam golongan ini didapati bentuk-bentuk daun
seperti :
1. Bangun bulat telur (ovatus), contoh : Daun kembang
Sepatu (Hisbiscus rosa-sinensis)

Gambar daun ovatus

Daun kembang sepatu

bangun

segitiga (triangularis), contoh: daun


bunga pukul empat (Mirabilis jalapa L)
Bangun delta (deltoideus)
contoh: daun air mata
pengantin (Antigon
leptopus)

daun bunga pukul empat

Bangun

belah ketupat (rhomboideus). contoh:


daun bangkuwang (Pachyrrhizus eresus Urb)

b.Pangkal daun bertoreh atau berlekuk.

Dalam golongan ini termasuk bentuk-bentuk daun seperti :


bangun jantung (cordatus), bangun ginjal atau kerinjal
(reniformis), bangun anak panah (sagittatus), bangun tombak
(hastatus), dan bangun bertelinga (auriculatus).

Bangun Jantung (Cordatus). Contoh:


Daun waru (Hibiscus tiliaceus L)

Bangun ginjal atau krinjal


(reniformis). contoh: daun
pegagan (Centella asiatica)

Bangun anak panah (sagittatus).


contoh: daun enceng

Bangun tombak (hastatus)

Bertelinga (auriculatus). contoh:


daun tempuyung(Sonchus asper Vill.)

Bagian

yang
terlebar
terdapat di atas tengahtengah helaian daun
Daun
dengan
bagian
terlebar terdapat di tengahtengah
helaian
daun
kemungkinan
bangun
daunnya adalah bulat telur
sungsang (abovatus), yaitu
seperti telur, tetapi bagian
lebar terdapat di ujung
daun. contoh: daun sawo
kecik (Manilkara kauki Dub.)

Daun jantung sungsang (obcordatus).


contoh: daun semanggi gunung (Oxsalis corniculata L)

Bangun segitiga Terbalik atau bangun pasak


(cuneatus)
coontoh: daun semanggi (Marsilea crenata Pres 1.)

Bangun sudip atau bangun spatel atau solet


(spathulatus)
contoh: daun tapak liman (Elephatopus scaber L)

Tidak

ada bagian terlebar atau dari


pangkal ke ujung dapat dikatakan sama
lebarnya.
Dalam golongan ini termasuk daun-daun
tumbuhan yang biasanya sempit, atau
lebarnya jauh berbeda jika dibandingkan
dengan panjangnya daun. Pada umumnya
bentuk daun yang dari pangkal ke ujung
sama lebarnya adalah bangun garis (linearis),
bangun pita (ligulatus), bangun pedang
(ensiformis), bangun paku atau dabus
(subulatus) dan bangun jarum (acerosus).

Bangun
garis
(Linearis).
pada
penampang melintangnya pipih dan
amat panjang. contoh: berbagai
macam rumput (Gramineae)
Bangun pita (ligulatus). serupa daun
bangun garis, tapi lebih panjang lagi
contoh: daun jagung (Zea mays L)

Bangun pedang
(ensiformis). seperti
bangun garis, tapi
daun tebal ditengah
dan tipis dikedua
tepinya.
contoh: daun nenas
sebrang (Agave
cantala)

contoh: daun Pinus markusii

Bangun Paku atau dabus


(subulatus). bentuk daun
hampir seperti silinder, ujung
runcing.
contoh: daun Araucaria
cunninghamii

Bangun jarum (acerosus). serupa


bangun paku, lebuh kecil dan
peruncing panjang.
contoh: daun Pinus markusii