Anda di halaman 1dari 10

TUGAS INDIVIDU

FISHFINDER

Disusun Oleh
BOBBY DWI KUSUMA NABABAN
11/318082/PN/12400

JURUSAN PERIKANAN FAKULTAS PERTANIAN


UNIVERSITAS GADJAH MADA
2014

Fish finder adalah jenis sonar khusus yang dirancang untuk mendeteksi ikan (atau
makhluk biologis lainnya) di dalam air. Prinsip kerjanya sama persis dengan sonar, tetapi
karena targetnya makhluk hidup yang relatif lebih kecil dan dapat bergerak ada beberapa
penyesuaian pada fish finder Frekuensi suara yang dihasilkan lebih tinggi (20-200kHz)
Mampu membedakan target individu Gelombang suara dipantulkan oleh tubuh ikan,
utamanya dipantulkan oleh gelembung renang jadi dengan penelitian lebih lanjut dan bank
data akustik dapat ditentukan jenis ikan tersebut.
I. SEJARAH
Fish finder jaman dahulu bukanlah sebuah alat untuk mencari lokasi keberadaan ikan
seperti sekarang ini, dan bahkan alat ini sama sekali bertujuan bukan untuk bidang perikanan.
Fish finder jaman dahulu adalah alat perang untuk mencari musuh yang berupa kapal perang
yang berada di dalam laut. Kegunaan alat ini memang sebagai alat pengintai dari musuh yang
berada di dalam air. Dan kemampuan fish finder jaman dahulu hanya mampu mendeteksi
benda-benda dalam laut hanya sampai kedalaman beberapa puluh meter saja.
Setelah berakhirnya perang yang berkecamuk di dunia barat, teknologi persenjataan
dan alat alat canggih digunakan dalam bidang komersil, termasuk fish finder ini. Beberapa
pabrik mengembangkan teknologi pengintaian bawah laut untuk mendapatkan informasi
tentang aneka benda baik hidup maupun benda mati yang berada di dalam laut untuk
komersil. Teknologi fish finder semakin hari semakin diperbarui . penggunaan suara yang
dipantulkan untuk menampilkan citra di dasar laut dikembangkan sekaligus sehingga bisa
mencapai dasar samudra yang kedalamannya bisa sampai ratusan meter untuk mencari lokasi
berkumpulnya ikan.
II. PERKEMBANGAN FISHFINDER
Jika fish finder pada awal pembuatannya hanya mampu menampilkan warna hitam dan
putih dan printernya juga demikian, sekarang fish finder bisa memunculkan gambar secara
warna, sehingga keakuratan sebuah pencarian menjadi lebih baik. Dengan fish finder modern
anda akan bisa membedakan manakah sebuah obyek benda hidup ataukah itu adalah sebuah
sampah di laut.
Fish finder memang menjadi peralatan modern bagi pemancing-pemancing berduit.
Dengan dana yang melimpah, mereka bisa saja mencari gerombolan ikan yang berada di
lautan dan memancing di sana, namun jika anda pemancing sejati, kejelian membaca alam

adalah modal utama untuk mengetahui keberadaan ikan, ditambah pengetahuan arus laut serta
pengalaman memancingyang memadai. Tanda-tanda alam seperti adanya lokasi yang
dipenuhi camar laut diatasnya, pastilah anda tahu bahwa di sana pasti terdapat ikan kecil
seperti ikan teri dan tentu saja terdapat ratusan ikan besar yang berada di dalamnya.
III. FUNGSI
Fishfinder digunakan untuk mendeteksi besarnya gerombolan ikan pada lokasi yang
ditunjukkan pada peta zona potensi ikan. Dengan peralatan canggih berupa fish finder dan
perlengkapan Global Positioning System (GPS) dapat memudahkan nelayan mengetahui
posisi ikan. Alat tersebut dimungkinkan dapat mengurangi beban nelayan akibat kenaikan
Bahan Bakar Minyak (BBM).
Hasil kerja dari sebuah instrument Fish Finder sendiri juga dipengaruhi oleh beberapa
faktor eksternal, seperti diantaranya suhu air, kemurnian air dan kekentalan air. Faktor
eksternal tersebut dapat mengubah kecepatan suara yang akan dikirimkan ke objek. Pada
gambar 1 akan ditunjukan gambaran sederhana dari proses tracking ikan menggunakan Fish
Finder.

Gambar 1
IV. KONSTRUKSI ALAT
1. Transmitter
Transmitter adalah bagian dari fish finder yang memproduksi pulsa listrik untuk
dikirimkan ke transducer, namun sebelum sampai di transducer, pulsa listrik tadi diperkuat
terlebih dahulu dari hanya beberapa watt (W) menjadi ribuan Watt (Kw). Transmitter dalam
sistem Sonar Unit berfungsi untuk memancarkan impuls listrik. Sonar Unit yang baik,
seharusnya memiliki Transmitter berdaya tinggi (High Power Transmitter) di dalamnya. Hal
tersebut dikarenakan, Transmitter berdaya tinggi akan meningkatkan probabilitas pantulan
(echo) pada zona air yang lebih dalam ataupun jika kondisi air sangat buruk. Oleh karenanya

Transmitter berdaya tinggi menjadi salah satu parameter baik tidaknya suatu Sonar Unit.
Pada sistem Sonar Unit, seperti sudah dijelaskan sebelumnya output dari Transmitter akan
diproses oleh Transducer.

2. Transducer.
Bagian alat yang berfungsi merubah pulsa listrik menjadi pulsa suara yang kemudian
memancarkannya kedalam media air untuk mengenai obyek (sasaran/ target), dimana setelah
suara tersebut mengenai sasaran maka akan dipantulkan kembali dan kemudian akan diterima
kembali oleh transducer receiver. Disini pulsa suara diubah kembali menjadi pilsa listrik.
3. Receiver
Receiver adalah sebuah perangkat elektronika yang memiliki fungsi sebagai
penerima/penangkap. Receiver dalam sistem Sonar Unit berfungsi untuk menerima /
menangkap signal gelombang suara pantul dari objek. Sonar Unit yang baik, seharusnya
memiliki Receiver dengan tingkat kepekaan yang baik (Sensitive Receiver). Alasan
diperlukanya Receiver dengan tingkat kepekaan yang baik ialah agar gelombang suara pantul
dari objek dapat di terima dengan baik. Secara teori gelombang pantul pastinya tidak sekuat
gelombang datang. Mengurangi probabilitas hilangnya informasi yang diterima dapat
dilakukan dengan menggunakan Sensitive Receiver Pada sistem Sonar Unit, hasil yang
diterima oleh Receiver (berupa gelombang suara) kemudian kembali akan diproses oleh
Transducer untuk diubah kedalam bentuk impuls listrik.
4. Recorder
Alat ini berfungsi menggambarkan informasi pulsa listrik dalam bentuk goresan pada
kertas pencatat dengan menggunakan stylus. Dalam penggunaan kertas pencatat ini ada dua
jenis, yaitu kertas basah dan kering.

V.

PRINSIP KERJA FISHFINDER

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwasanya Fish Finder menggunakan sistem
kerja dari SONAR. SONAR UNIT (transducer, transmitter, receiver dan display) menjadi
bagian-bagian penting dalam menjelaskan prinsip kerja dari sebuah Fish Finder. Secara
sederhana, dapat dijelaskan mengenai prinsip kerja dari sebuah Fish Finder sebagai berikut :
1. Transmitter mengeluarkan impuls listrik (electric impulse).
2. Transducer mengubah impuls listrik tersebut kedalam bentuk gelombang suara.
3. Ketika gelombang suara tersebut menabrak sebuah objek, maka gelombang suara
tersebut akan dipantulkan kembali.
4. Pantulan gelombang suara tersebut kemudian diterima lagi oleh Receiver dan
signalnya dikuatkan (amplified).
5. Gelombang suara yang telah di-amplified melalui

Receiver

tersebut kembali

dikirimkan ke Transducer untuk diubah lagi kedalam bentuk impuls listrik.


6. Terakhir, setelah diubah dalam bentuk impuls listrik, informasi tersebut akan
diterjemahkan dalam bentuk string data yang kemudian hasilnya akan ditampilkan
pada Display.

PRINSIP KERJA FISH FINDER

VI. PENGOPERASIAN ALAT


Fishfinder merupakan teknologi suatu teknologi pendeteksian bawah air dengan
menggunakan perangkat akustik (acoustic instrument). Teknologi ini menggunakan suara
atau bunyi untuk melakukan pendeteksian. Sebagaimana diketahui bahwa kecepatan suara di
air adalah 1.500 m/detik, sedangkan kecepatan suara di udara hanya 340 m/detik, sehingga
teknologi ini sangat efektif untuk deteksi di bawah air.

Beberapa langkah dasar pendeteksian bawah air adalah adanya transmitter yang
menghasilkan listrik dengan frekwensi tertentu. Kemudian disalurkan ke transducer yang
akan mengubah energi listrik menjadi suara, kemudian suara tersebut dalam berbentuk pulsa
suara dipancarkan. Suara yang dipancarkan tersebut akan mengenai obyek (target), kemudian
suara itu akan dipantulkan kembali oleh obyek (dalam bentuk echo) dan diterima kembali
oleh alat transducer. Echo tersebut diubah kembali menjadi energi listrik; lalu diteruskan ke
receiver dan oleh mekanisme yang cukup rumit hingga terjadi pemprosesan dengan
menggunakan echo signal processor dan echo integrator.
Prosesnya didukung oleh peralatan lainnya; komputer; GPS (Global Positioning System),
Colour Printer, software program dan kompas. Hasil akhir berupa data siap diinterpretasikan
untuk bermacam-macam kegunaan yang diinginkan. Bila dibandingkan dengan metode
lainnya dalam hal estimasi atau pendugaan, teknologi ini memiliki kelebihan, antara lain:
informasi pada areal yang dideteksi dapat diperoleh secara cepat (real time). Dan secara
langsung di wilayah deteksi (in situ). Kelebihan lain adalah tidak perlu bergantung pada data
statistik. Serta tidak berbahaya atau merusak objek yang diteliti (friendly), karena
pendeteksian dilakukan dari jarak jauh dengan menggunakan suara (underwater sound).
Untuk mengoperasikan fish finder, perlu mengetahui fungsi dari berbagi tombol yang
tersedia pada display unit. Berbagai merk pabrikan fish finder yang mempunyai versi sendirisendiri, namun secara garis besar fungsinya hampir sama. Macam dan fungsi tombol-tombol
tersebut, antara lain:
1. Power On Off, berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan fish finder.
2. Gain, berfungsi untuk mengatur kepekaan gambar pada recorder
3. White Line, tombol ini berfungsi untuk memperjelas garis dasar peraian serta untuk
membedakan antara garis dasar perairan dengan benda-benda yang berada didekat
dasar perairan seperti ikan atau udang.
4. Depth Range, untuk mengatur range kedalaman yang akan dideteksi.
5. Phase Range, tombol untuk memilih tingkatan jarak atau lapisan kedalaman, dimana
setiap lapisan kedalaman disesuaikan dengan jumlah kelompok jarak kedalaman.
6. Paper speed, untuk mengatur kecepatan kertas perekam. Biasanya ada pilihan lambat,
sedang dan cepat.

VII.

Manfaat Dalam Pelayaran Maupun Non Pelayaran

Fishfinder digunakan untuk mendeteksi besarnya gerombolan ikan pada lokasi yang
ditunjukkan pada peta zona potensi ikan. Dengan peralatan canggih berupa fish finder dan
perlengkapan Global Positioning System (GPS) dapat memudahkan nelayan mengetahui
posisi ikan. Alat tersebut dimungkinkan dapat mengurangi beban nelayan akibat kenaikan
Bahan Bakar Minyak (BBM).
Teknologi ini juga dapat digunakan dalam mengukur dan menganalisa hampir semua
yang terdapat di kolom dan dasar air, aplikasi teknologi ini untuk berbagai keperluan antara
lain adalah; eksplorasi bahan tambang, minyak dan energi dasar laut (seismic survey), deteksi
lokasi bangkai kapal (shipwreck location), estimasi biota laut, mengukur laju proses
sedimentasi (sedimentation velocity), mengukur arus dalam kolom perairan (internal wave),
mengukur kecepatan arus (current speed), mengukur kekeruhan perairan (turbidity) dan
kontur dasar laut (bottom contour).
Saat ini, fishfinder memiliki peran yang sangat besar dalam sektor kelautan dan
perikanan, salah satunya adalah dalam pendugaan sumberdaya ikan (fish stock assessment).
Teknologi dengan perangkat echosounder ini dapat memberikan informasi yang detail
mengenai kelimpahan ikan, kepadatan ikan sebaran ikan, posisi kedalaman renang, ukuran
dan panjang ikan, orientasi dan kecepatan renang ikan serta variasi migrasi diurnal-noktural
ikan. Saat ini instrumen akustik berkembang semakin signifikan, dengan dikembangkannya
varian yang lebih maju, yaitu Multibeam dan Omnidirectional. Perangkat Echosounder
memiliki berbagai macam tipe, yaitu single beam, dual beam
Negara-negara yang maju pada sektor kelautan-perikanan (Norwegia, Jepang, Amerika
Serikat, China dan Peru) menggunakan teknologi ini untuk melakukan eksplorasi sumberdaya
dengan cepat, sehingga dapat mengeksploitasi dengan optimal, efisien dan ekonomis karena
biaya eksplorasi yang murah dan waktu eksplorasi yang cukup singkat.

DAFTAR PUSTAKA

Dirjen Perikanan. 1999. Petunjuk Teknis untuk Nelayan Tradisional jilid 2. BPPI.
Semarang.
Johan.Ismail, 2010. Identifikasi Material Dasar Perairan Menggunakan
Fish Finder Berdasarkan Nilai Target Strength.

Perangkat

Suwardiyono, 1975. Ilmu Navigasi untuk Universitas. Media Pustaka. Jakarta.

Beberapa contoh gambar Fish Finder


Gambar Fishfinder merk Garmin

Beri Nilai