Anda di halaman 1dari 60

I.

atmosfer

1. PENGERTIAN

2. STRUKTUR LAPISAN ATMOSFER


I. ATMOSFER

3. PERANAN ATMOSFER

4. PERUBAHAN IKLIM GLOBAL

r
e
f
s
o
Atm
lapisan gas yang menyelubungi bumi yang terisi
oleh partikel-partikel halus dan ringan yang terdiri
dari tiga kelompok bahan yaitu gas (udara kering
dan uap air), cairan ( butir-butir air atau awan)
dan aerosol (bahan padatan).

PROSES TERBENTUKNYA
ATMOSFER
. . . . . . . . .
Tingkat kerapatan
. . . . . . . . .
partikel bertambah
. . . . . . . . .
. . . . . . . . .
. . . . . . . . .
. . . . . . . . . .
. . .Gas/Partikel
. . . . . .
. . . . . . . . . .
. . . . . . . . .
. . . . . . . . .
. . . . . . . . . .
. . . . . . . . .
. . . . . . . . . .
. . . . . . . . .
. . . . . . . . . .
. . . . . .. . . . . . .
. . . . . . . .. . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . .
Gaya gravitasi
. . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . .
bumi
. . . . . . . . . . . .....
.................
. . . . . . . . .. . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . .
......................
. . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . .
. . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . .

....
...........................................
...........................................
...........................................

Proses
Pendinginan

Proses
Pemanasan
Kedaaan Atmosfer
Berubah menurut waktu dan tempat
Rotasi bumi
Perbedaan kondisi cuaca di kutub
dan khatulistiwa

Waktu :
Siang-malam
Musim dingin dan panas

Tempat :
Daratan-lautan
Daerah lintang tinggi rendah

STUKTUR ATMOSFER
berdasarkan sifat perubahan suhu
menurut ketinggian tempat

Ketinggian (Km)

90

Termosfer . . . . . .
. . . . . . Inversi
. suhu
. . .
. . . . . . . . .

80

Mesopause .

100

70
60
50
40
30
20
10
0

Mesosfer . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . .
Lapse rate
. . . . . . . . .suhu
. . . . .
. . . . . . . . . . . . . .
. . .
Stratopause . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . .
Sratosfer . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
.
. . . . . . . . . . . . . . . . Inversi
. . . . suhu
........
......................... ...
............................
. Tropopause
. . . . . . ... . ... . ... . ... . ... . ... . ... .
Lapse rate suhu
. Troposfer...
...........................
Gng
. ....
.
.

-80

-60

-40

-20

Suhu (oC)

+20

+40

Ciri ciri lapisan atmosfer

I. LAPISAN TROPOSFER

1. Merupakan lapisan paling bawah dari atmosfer dengan ketinggian 8 km


diwilayah kutub dan 16 km di daerah equator, mengapa ?
2. Satu-satunya lapisan atmosfer dengan campuran gas yang paling ideal
untuk menopang kehidupan di bumi.
3. Air, uap dan es terdapat pada lapisan ini.
4. Pembentukan dan perubahan cuaca seperti angin, awan, hujan, badai,
kilat dsb terjadi pada lapisan ini.
5. Kecepatan angin bertambah dengan naiknya ketinggian (why ?),
pemindahan energi juga berlangsung pada lapisan ini.
6.

Suhu udara turun sebesar 6oC di daerah sekitar khatulistiwa pada


setiap kenaikan ketinggian 1 km di permukaan bumi (hukum gradien
geothermis) (dt/dz < 0) atau pada keadaan lapse rate suhu. Gejala lapse
rate suhu berhenti pada ketinggian 8 km di atas kutub dan 16 km di atas
equator,
dan ketinggian tersebut disebut tropopause yaitu suatu ketinggian
lapisan atmosfer dengan dt/dz = 0, sehingga turbulensi udara tidak terjadi pada
lapisan ini.

II.

LAPISAN STRATOSFER

1.

Merupakan lapisan kedua dari atmosfer dengan ketinggian antara 12 50


km dpl

2.

Lapisan stratosfer terbagi menjadi 3 wilayah, yaitu :


a. Lapisan stratosfer bawah dengan ketinggian antara 12 20 km dpl,
merupakan wilayah isotherm
b. Lapisan stratosfer tengah dengan ketinggian antara 20 35 km dpl,
terjadi peristiwa inversi suhu ( dt/dz. > 0).
c. Lapisan stratosfer bawah dengan ketinggian antara 35 50 km dpl,
merupakan wilayah inversi suhu kuat

3.

Pada lapisan stratosfer tidak terjadi turbulensi maupun sirkulasi

4.

Merupakan lapisan atmosfer yang mengandung ozon (O3)

5.

kandungan uap air dan debu hampir tidak ada pada lapisan ini
Mengapa pada lapisan ini terjadi peristiwa inversi suhu ?

III. LAPISAN MESOSFER


1.

Merupakan lapisan ketiga dari atmosfer yang terletak pada


ketinggian antara 50 80 km dpl

2.
3.

Terjadi peristiwa lapse rate suhu (dt/dz < 0)


Pada dasar lapisan, suhu udara sekitar 5oC dan

4.
5.

sekitar -95oC (lama) (-143oC (baru) pada bagian puncak lapisan


Tidak mengalami turbulensi/sirkulasi udara
O2 uv..>
O + O atom O
Merupakan daerah penguraian
O2 menjadi

6.

Pada daerah mesopause perubahan suhu terhadap


ketinggian mulai bersifat isothermal (dt/dz = 0)
Mengapa pada lapisan ini terjadi kembali peristiwa lapse rate suhu ?

IV. LAPISAN TERMOSFER


1.

Terletak pada ketinggian mulai 81 km 650 km. Pada wilayah ini


terjadi peristiwa inversi suhu yang sangat tinggi karena terjadi
penyerapan radiasi sinar uv. Radiasi ini mengakibatkan reaksi kimia
sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik.

2.

Pada lapisan ini terdapat aurora yang muncul pada saat fajar atau
petang ( aurora : adalah tampilan cahaya alami di langit terutama di
lintang tinggi ( Arktik dan Antartika ) yang disebabkan oleh tabrakan
partikel bermuatan energik dengan atom dalam suasana ketinggian
tinggi (termosfer ).

3.

Lapisan ini penting bagi komunikasi manusia karena memantulkan


gelombang radio ke Bumi sehingga gelombang radio pendek yang
dipancarkan dari suatu tempat dapat diterima di bagian Bumi yang
jauh.

4.

Umumnya pada lapisan ini batu meteor terbakar dan


terurai, dan apabila batu meteor tersebut sangat besar dan
tidak habis terbakar pada lapisan ini, maka akan jatuh
sampai kepermukaan bumi : meteorit.

5.

Pada lapisan ini tempat berlangsungnya proses ionisasi


gas N2 dan O2, O.K.I lapisan ini sering disebut dengan
lapisan ionosfer. Molekul oksigen akan terpecah menjadi
oksigen atomic sehingga menghasilkan panas, akibatnya
terjadi peristiwa inversi suhu

Mengapa peristiwa inversi suhu terjadi kembali pada lapisan ini ?

Pola Lapse Rate terjadi akibat naiknya udara


membutuhkan energi, sementara energi yang digunakan
adalah energi yang dikandung oleh udara itu sendiri
sehingga
terjadilah
pengurangan
energi
yang
menyebabkan turunnya nilai suhu udara.
Pada lapisan inversi bertambahnya nilai udara diduga
didapatkan dari proses yang terjadi pada kedua lapisan
yakni stratosfer dan termosfer. Pada lapisan stratosfer
terjadi penguraian ozon (O3) oleh radiasi ultra violet
menjadi O2 + O, sehingga terjadi hamburan energi yang
menyebabkan udara mengalami peningkatan dan hal ini
terjadi dengan peningkatan ketinggian.
Pada lapisan termosfer banyaknya kejadian kelistrikan
sehingga setiap gas di udara berwujud ion-ion sehingga
dikenal
sebagai
proses
ionisasi.
Proses
ini
menghamburkan banyak energi yang menyebabkan
bertambahnya nilai suhu udara dengan semakin
bertambanya ketinggian

PEMBAGIAN LAPISAN IONOSFER


1. Lapisan udara yang terletak pada ketinggian antara 80 150 km dpl,
ciri-ciri :
Pada lapisan ini tempat terjadinya peristiwa ionisasi tertinggi
Suhu udara berkisar antara 70oC sampai + 50oC
Lapisan udara ini dikenal dengan nama lapisan udara KENNELY
dan HEAVISIDE dan mempunyai sifat memantulkan gelombang radio.
2. Lapisan udara F atau APPLETON terletak pada ketinggian antara
150 400 km
1.Pada lapisan ini materi-materi berada dalam bentuk atom,
2.terletak pada ketinggian antara 400 800 km.
3.Lapisan ini menerima panas langsung dari matahari dan
diduga suhunya mencapai 1200oC.

LAPISAN EKSOSFER

Merupakan lapisan terluar yang mengandung


gas hidrogen dan kerapatannya makin tipis
sampai hampir habis di ambang angkasa luar.
Cahaya redup yaitu cahaya zodiakal dan
gegenschein muncul pada lapisan eksosfer
yang sebenarnya merupakan pantulan sinar
matahari oleh partikel debu meteor yang
banyak jumlahnya dan bergelantungan di
angkasa.

1.Sebagai sumber gas dan air presipitasi

PERANAN ATMOSFER

2.Sebagai filter (penyaring) radiasi surya,


terutama pada spectrum uv

3.Sebagai buffer (penyangga )

1. Sebagai sumber gas dan air presipitasi


Atmosfer merupakan sumber gas CO2 dan O2 yang berlimpah.
O2 diperlukan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme makluk hidup.
Pada proses fotosintesis, tumbuhan akan menambah kandungan O2 dan
mengurangi gas CO2, sedang respirasi adalah sebaliknya.
2. Sebagai filter (penyaring) radiasi surya,
terutama pada spectrum uv
Spektrum uv diserap oksigen dalam pemecahannya menjadi atom O,
serta oleh gas ozon setelah terbentuk. Akibat peristiwa ini, energi radiasi surya
yang mencapai permukaan bumi berkurang sekitar 3%. Umumnya penyerapan ini
terjadi pada lapisan stratosfer, mesosfer dan termosfer.
Pada Tabel 5 disajikan penyerapan radiasi surya oleh oksigen.
uv
O2 ---------------> O + O
uv
O3 -------------> O2 + O

Tabel 5. Penyerapan radiasi surya oleh oksigen


Gas
penyerap

Spektrum terserap

Keterangan

Oksigen (O2)

0,18 m
0,20 m

Terjadi pada ketinggian > 85 km


Pemecahan O2 terjadi pada
ketinggian < 85 km

Ozon (O3)

0,20 0,30 m

Terjadi pada lap. stratosfer

Tabel 6. Gas-gas yang berpotensi sebagai penyerap radiasi gelombang panjang


yang terjadi pada lapisan troposfer
Gas penyerap

Spektrum terserap

Keterangan

H2 O

5-8 m dan 17 24
m

CO2

4-5 m dan 11-17


m

Menyebabkan kenaikan suhu


atmosfer

O3

9-10 m

Berlangsung di lapisan stratosfer

Berlangsung di awan dan


sekitarnya

3. Sebagai buffer (penyangga)


Apabila tanpa adanya sifat penyanggaan ( penyerapan, pemantulan
dan penerusan) dari atmosfer tersebut, maka suhu di permukaan
bumi pada siang hari dapat mencapai >930C dan pada malam hari
dapat mencapai 184oC.

KOMPOSISI ATMOSFER

Udara kering
(Gas)

UAP AIR

atmosfer

AEROSOL

Udara kering (Gas)


Mencakup 96% dari volume gas di atmosfer. Gas ini terdiri dari dua kelompok :
(1) kelompok gas utama meliputi 99,99% dari volume udara kering, dan
(2) kelompok gas penyerta yaitu sebanyak 0,01%.
Sebagian dari gas penyerta bersifat permanen, karena tidak mudah mengurai,
sedang sebagian kecil lagi bersifat tidak permanen, karena mudah bereaksi
dengan gas lain. Pada Tabel 3 disajikan komposisi normal udara kering.
Tabel 3. Komposisi normal udara kering
Kelompok gas

Nama gas

Lambang
Kimia

Konsentrasi
1999

2006
78,17%
20,97%
0,98%
0,04%

Bobot
Molekul

Gas utama

Nitrogen
Oksigen
Argon
Karbon Dioksida

N2
O2
Ar
CO2

78,08%
20,94%
0,93%
0,03%

28,02
32,00
39,88
44,00

Gas
penyerta
permanen

Neon
Helium
Krypton
Xenon
Hidrogen
Nitrous Oksida

Ne
He
Kr
Xe
H2
N2O

18,0 ppm
5,20 ppm
1,10 ppm
0,086 ppm
0,52 ppm
0,25 ppm

20,18
4,06
2,02
-

Gas
penyerta
tidak permanen

Karbon Monoksida
Methane
Hydro Carbon
Nitric Oksida
Nitrogen Dioksida
Amoniak
Sulfur Dioksida

CO
CH4
HC
NO
NO2
NH3

0,1 ppm
1,4 ppm
0,02 ppm
0,2-2,0 x 10-3 ppm
0,5-4,0 x 10-3 ppm
6,0-20 x 10-3 ppm
0,03-1,2 x 10-3ppm

UAP AIR

sifat

1. Mudah berubah menurut arah (horizontal dan vertikal ) maupun menurut


waktu, bagaimana mekanismenya ?
2. Di atas wilayah tropika kandungan uap air merupakan nilai tertinggi, yaitu
sekitar 4% dari volume atmosfer.
3. Di atmosfer, uap air terdapat pada lapisan terbawah yaitu pada lapisan
Troposfer.
4. Jumlah uap air selalu berubah karena terjadinya penguapan dan
kondensasi secara terus menerus, dan hasil kondensasi berupa awan
merupakan sumber berbagai peristiwa seperti hujan, badai dsb.
5. Sumber uap air utama adalah lautan.

AEROSOL

Istilah aerosol digunakan untuk menyebut partikel-partikel halus yang


tersebar di atmosfer bumi dengan ukuran yang berbeda-beda, antara
0.001 micrometer hingga 1000 micrometer (1 micrometer = satu per
sejuta meter).
aerosol yang dilepas ke atmosfer dapat dalam bentuk : (1) partikelpartikel sulfat, komponen organik instabil (serbuk sari, bakteri) , karbon
dsb, (2) akibat emisi alamiah (letusan gunung berapi, kebakaran hutan)
dan antropogenik (istilah yang mengacu pada aktifitas buatan manusia)
seperti pabrik
Dampak aerosol dapat mengurangi intensitas radiasi matahari yang
sampai ke permukaan bumi dalam ukuran 0.5 hingga 2 W/m2. Satuan
radiasi itu menyiratkan bahwa pada permukaan bumi seluas 1 m2,
intensitas cahaya matahari mengalami hambatan/terhalang aerosol di
atmosfir sebesar 0,5 hingga 2 Watt.

Sifat aerosol yang sangat dinamis karena senantiasa bergerak dan


berubah di atmosfer, baik secara fisis maupun kimiawi sehingga
menyebabkan para ahli mengalami kesulitan dalam mengukur
besaran radiasi
Partikel-partikel aerosol dapat menghamburkan (atau memantulkan)
dan menyerap radiasi sinar matahari.
Sifat menghambur radiasi (scattering) menyebabkan redistribusi
(penyebaran kembali) radiasi, termasuk membaliknya radiasi
matahari ke arah luar bumi (luar angkasa).

Sifat menyerap radiasi mengakibatkan memanasnya lapisan


atmosfer yang mengandung aerosol.
Efek radiasi langsung aerosol tergantung pada sifat fisis yang
disebut sebagai single scattering albedo (SSA) : sebagai
perbandingan antara radiasi yang dihambur dengan yang diserap
oleh partikel-partikel aerosol
Partikel-partikel yang berukuran 0.1 1 micrometer merupakan
partikel yang paling efektif menghambur radiasi, sehingga sangat
penting peranannya dalam mengatur cuaca global.

2 parameter fisis yang digunakan untuk mengukur sifat radiatif


aerosol, yaitu : (1) distribusi ukuran (size distribution) dan (2)
kepadatan (densitas).
Ukuran partikel aerosol yang sangat halus berkisar antara 1 nm
( 1 nanometer = satu per satu milyar meter) (disebut partikel
ultra-halus) terbentuk melalui proses-proses konversi gas kepartikel di atmosfir.
Partikel-partikel yang telah terbentuk akan berkumpul dalam
gugus-gugus (clusters) dalam ukuran yang lebih besar (antara
50-100 nm) sehingga bisa mempengaruhi secara langsung
bujet radiasi.
Asap (haze) dan kabut (smog) yang sering terlihat di kota-kota
besar diakibatkan efek radiasi aerosol ini.

KEGUNAAN PENYELIDIKAN
ATMOSFER
1. Sebagai pedoman dalam pembuatan ramalan cuaca (prakiraan cuaca)
jangka pendek ataupun jangka panjang. Mengingat ramalan cuaca ini
sangat penting bagi kepentingan pertanian,penerbangan, pelayaran
dan peternakan
2. Sebagai dasar dalam penyelidikan ada tidaknya kemungkinan
kehidupan di lapisan udara bagian atas
3. Sebagai pedoman untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan
dilakukannya hujan buatan
4. Untuk mengetahui sebab-sebab gangguan yang terjadi pada gelombang
radio, televisi, dan menemukan cara untuk memperbaiki hubungan
melalui udara.

MAGNETOSFER

http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Magnetosphere_rendition.jpg

Magnetosfer adalah
lapisan medan magnet yang
benda angkasa. http://id.wikipedia.org/wiki

menyelubungi

Magnetosfer Bumi terjadi disebabkan oleh inti Bumi yang tidak stabil.
Molekul di dalam inti Bumi (yang umumnya berwujud ion) selalu bergerak
dengan sangat cepat karena suhu dan pengaruh medan gravitasi,
menimbulkan arus listrik yang menciptakan medan magnet raksasa yang
disebut magnetosfer.
Magnetosfer Bumi adalah suatu daerah di angkasa yang bentuknya
ditentukan oleh luasnya medan magnet internal Bumi ; plasma angin surya
dan medan magnet antarplanet.
Angin surya adalah atmosfer terluar dari matahari , terdiri atas atom dan
molekul, tetapi juga proton dan elektron (disebut plasma).

Di magnetosfer, campuran ion-ion dan elektron-elektron


bebas baik dari angin surya maupun ionosfer bumi dibatasi
oleh gaya magnet dan listrik yang lebih kuat daripada
gravitasi dan tumbukan.
Meskipun
bernama
:Magnetosphere, sphere =
berbentuk bulat.

magnetosfer
bulat), magnetosfer

(Ing
tidaklah

Pada sisi yang mengarah ke matahari, jarak ke batasnya


(yang bervariasi sesuai kekuatan angin surya) kira-kira
70.000 km (10-12 kali jari-jari Bumi atau RE, di mana 1 RE =
6371 km

semua jarak yang dimaksud di sini dihitung dari pusat bumi).


Secara kasar batas magnetosfer ("magnetopause") berbentuk
peluru, sekitar 15 RE dari sisi Bumi dan pada sisi malam
mendekati suatu silinder dengan jari-jari 20-25 RE. Daerah ekor
menjangkau sejauh 200 RE dan ujungnya tidak begitu diketahui.
Gas netral luar yang menyelimuti bumi (geokorona) terdiri atas
atom-atom paling ringan, hidrogen dan helium, dan berlanjut
melebihi 4-5 RE, dengan kerapatan yang berkurang.
Magnetosfer berfungsi sebagai penangkal petir bagi Bumi, yang
berarti lapisan ini menangkal radiasi berbahaya yang berasal
dari matahari (misalnya, partikel alpha, beta, atauangin surya
dan semburan massa korona (coronal mass ejection, CME).

Magnetosfer tidak memberikan pengaruh


apapun pada pesawat udara yang hanya
terbang sampai ketinggian mesosfer,
namun lapisan ini membangkitkan gaya
dan momen geomagnetik cukup berarti
untuk pesawat antariksa yang mengorbit
bumi pada ketinggian termosfer hingga
exosfer.
Ketika
radiasi
menghujani
Bumi,
magnetosfer akan memantulkan sebagian
besar radiasi dan menyerap sisanya dan
diarahkan menuju kutub, akibatnya terjadi
reaksi tumbukan dengan atmosfera dan
menjadi aurora.

Aurora adalah cahaya bercahaya dari atmosfer atas yang


disebabkan oleh partikel energik yang memasuki atmosfer dari
atas
aurora (jamak: aurora atau aurora ) adalah tampilan cahaya
alami di langit terutama di lintang tinggi ( Arktik dan Antartika )
yang disebabkan oleh tabrakan partikel bermuatan energik
dengan atom dalam suasana ketinggian tinggi (termosfer ).

Manuel auparay

VIDEO: NASA Tangkap Suara Aneh Bumi dari


Luar Angkasa
Suara mirip kicauan dan siulan itu dipancarkan
magnetosfer Bumi.
Jum'at, 21 September 2012, 15:56Elin Yunita Kristant

Gelombang bunyi yang dipancarkan bumi

Suara aneh mirip dengungan ditangkap oleh satelit kembar


Radiation Belt Storm Probe (RBSP) milik Badan Antariksa
Amerika Serikat (NASA) yang baru diluncurkan 30 Agustus 2012
lalu.
Dua satelit tersebut menangkap gelombang radio yang mirip
kicauan dan siulan yang dipancarkan magnetosfer Bumi pada
Rabu 5 September 2012 lalu. Menangkap suara "nyanyian"
Bumi.
Suara itu biasanya mudah didengar kala pagi, berbarengan
dengan suara burung. "Itu mengapa kadang-kadang
diumpamakan sebagai "nyanyian fajar".
Suara tersebut dipancarkan oleh partikel energik di tingkat atas
dari magnetosfer Bumi, sebelum akhirnya bunyi itu berbalik ke
sabuk radiasi yang mengelilingi Bumi

TUGAS UNTUK MAHASISWA ADALAH


MEMBUAT MAKALAH DENGAN POKOK
BAHASAN :
1.MAGNETOSFER BUMI DAN FUNGSINYA
2.MEKANISME TERBENTUKNYA
MAGNETOSFER BUMI
3.PROSES TERBENTUKNYA AURORA
4.KOMPOSISI AURORA
5.PEWARNAAN AURORA
6.KOMPOSISI ANGIN SURYA DAN FUNGSINYA

PEMANASAN GLOBAL

pengertian
Mengukur pemanasan global

PEMANASAN GLOBAL

Penyebab pemanasan
global

Dampak pemanasan global

Pengendalian pemanasan global

Persetujuan internasional

PEMANASAN
GLOBAL

IPCC
( Intergovermental Panel On
Climate Change, 2007)

aktivitas
manusia

suatu proses meningkatnya


suhu rata-rata atmosfer, laut
dan daratan Bumi.

meningkatnya
konsentrasi gas-gas rumah kaca

Mengukur pemanasan global

IPCC- PREDIKSI SUHU NAIK


1.1 -6.4 C antara th 1990 -2100

Gambar 1. Hasil pengukuran konsentrasi CO2 di Mauna Loa

Penyebab pemanasan global

1. Efek
rumah kaca

2. Efek
Umpan balik

1. APA GAS RUMAH KACA ITU ?


Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi
agar tetap hangat.
Disebut gas rumah kaca
karena
sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip
dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi
menahan panas matahari di dalamnya
agar
suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, sehingga
makluk hidup yang ada di dalamnya pun akan dapat
hidup dengan baik karena memiliki panas matahari
yang cukup.

MEKANISME
TERBENTUKNYA RUMAH
KACA

Matahari merupakan segala sumber energi di bumi, sebagian besar


dari energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk
cahaya tampak.

Ketika energi ini diterima permukaan bumi, energi tersebut berubah


dari energi cahaya menjadi energi panas sehingga menghangatkan
bumi.

Energi yang diterima oleh permukaan bumi, sebagian akan diserap


oleh permukaan bumi dan sebagian lagi akan dipantulkan ke angkasa
luar berupa radiasi infra merah gelombang panjang.

Mengingat atmosfer ini tersusun dari berbagai macam gas, dan satu
diantaranya adalah gas rumah kaca (uap air, karbon dioksida, Sulfur
dioksida dan metana ) maka energi panas yang diterima oleh
atmosfer akan terperangkap oleh adanya gas-gas tersebut.

Gas-gas ini mempunyai sifat menyerap dan memantulkan


kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi.
Akibatnya, panas tersebut akan tersimpan di permukaan bumi.
Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di
atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di
bawahnya.
Efek rumah kaca ini sangat diperlukan oleh segala makhluk
hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan
menjadi sangat dingin.
Jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 C
sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi.
Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah
berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.

Gambar 2. Mekanisme terbentuknya rumah kaca


Keterangan Gambar 2 :
1.Panas matahari sebagian diserap oleh bumi
2.Panas matahari sebagian dipantulkan kembali oleh atmosfer
3.Panas matahari sebagian dipantulkan kembali oleh bumi dan diteruskan oleh
atmosfer
4.Radiasi matahari yang dipantulkan 30 watt m-2

2. EFEK UMPAN
BALIK

Penguapan air
Karena Pengaruh awan
Hilangnya kemampuan memantulkan
cahaya ( albedo ) dari es.

1. Penguapan air
Bertambahnya gas
rumah kaca seperti
CO2 ke atmosfer
Pemanasan
berlanjut

Pemanasan

Merupakan
komponen gas
rumah kaca

Penguapan
meningkat

Jumlah uap air di


atmosfer meningkat

Jumlah uap air di atmosfer semakin


meningkat sampai tercapainya
kesetimbangan konsentrasi uap air

Dampak terhadap efek rumah kaca


masih lebih besar jika
dibandingkan dengan efek gas CO2 itu sendiri

2.Karena
Pengaruh awan

Apabila dilihat dari bawah


awan akan memantulkan kembali radiasi
infra merah ke permukaan bumi
sehingga
akan meningkatkan efek pemanasan.

3. Hilangnya kemampuan memantulkan cahaya


( albedo ) dari es.
suhu global meningkat

es di dekat kutub mencair


dengan kecepatan yang terus meningkat
daratan atau air di bawahnya akan terbuka

akibatnya kedua komponen


tersebut akan lebih banyak
menyerap radiasi matahari
Akibatnya pemanasan
meningkat sehingga berdampak
pada lebih banyaknya es yang
mencair

dua komponen ini mempunyai kemampuan


untuk memantulkan cahaya lebih sedikit
dari es
kemampuan lautan untuk menyerap karbon
menjadi berkurang bila airnya menghangat

Pertumbuhan diatom berkurang sebagai


akibat menurunnya tingkat nutrient pada
zona Mesopelagic sehingga penyerapan
karbon juga berkurang

1.Iklim mulai tidak stabil

2.Meningkatnya permukaan laut

Dampak
pemanasan
global

3. Suhu global cenderung meningkat

4. Gangguan ekologis

5. Dampak sosial dan politik

1.Iklim mulai tidak stabil, tandanya ..


2. Meningkatnya permukaan laut

akibatnya

Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan


lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya
akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut
Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub,
terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak
volume air di laut
Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 25 cm
(4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuwan IPCC
memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 88 cm (4 35
inchi) pada abad ke-21.

Perubahan tinggi muka laut akan sangat memengaruhi kehidupan


di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan
6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan
banyak pulau-pulau.
Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika
tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan
meningkat di daratan
Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar
untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara
miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah
pantai.

3. Suhu global cenderung meningkat,


dampaknya ..
Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat
akan menghasilkan lebih banyak makanan dari
sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di
beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh,
mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya
curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak,
lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian
Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian
gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung
yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju)
musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami,
akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam.
Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan
serangga dan penyakit yang lebih hebat.

4. Gangguan ekologis
Dalam pemanasan global, hewan
cenderung untuk bermigrasi ke arah
kutub atau ke atas pegunungan.
Tumbuhan akan mengubah arah
pertumbuhannya, mencari daerah baru
karena habitat lamanya menjadi terlalu
hangat. Akan tetapi, pembangunan
manusia
akan
menghalangi
perpindahan ini. Spesies-spesies yang
bermigrasi ke utara atau selatan yang
terhalangi oleh kota-kota atau lahanlahan pertanian mungkin akan mati.
Beberapa tipe spesies yang tidak
mampu secara cepat berpindah menuju
kutub mungkin juga akan musnah.

5. Dampak sosial dan politik

1. Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan


munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan
panas (heat stroke) dan kematian.
Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen
sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi.
Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan
air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat
menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan
bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian
akibat trauma.
Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan
perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian
dimana sering muncul penyakit, seperti diare, malnutrisi,
defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan
lain-lain.

2. Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada


penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun
penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases).
Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena
munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk untuk
berkembang biak
Adanya perubahan iklim mengakibatkan beberapa spesies vektor
penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi
lebih resisten terhadap obat tertentu
Diprediksi akan ada beberapa spesies yang secara alamiah akan
terseleksi ataupun punah karena perubahan ekosistem yang
ekstrim ini.
Dampak lain adalah terjadinya peningkatan kasus penyakit tertentu
seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan, DBD Kaitan
dengan musim hujan tidak menentu)

3. Gradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah


pada sungai , berkontribusi pada waterborne diseases dan
vector-borne disease.
Polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol
selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit
saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis,
penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

Pengendalian pemanasan global

Menghilangkan karbon

memelihara pepohonan
dan menanam pohon
lebih banyak lagi

Persetujuan internasional

Pada tahun 1992, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil, 150
negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan
setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian
yang mengikat.
Pada tahun 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan
yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto.