Anda di halaman 1dari 11

1

PENGALAMAN BELAJAR LAPANGAN


I

IDENTITAS PASIEN
Nama

: SS

Jenis kelamin

: Perempuan

Tanggal lahir

: 20-9-1960

Usia

: 52 tahun

Suku/Bangsa

: Timor/Indonesia

Agama

: Kristen Katholik

Status

: Menikah

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

Alamat

: Jalan Pesraman Kedonganan No. 4 Jimbaran

Tanggal pemeriksaan : 19 Maret 2013


LAPORAN KASUS
3.1 Identitas Penderita
Nama

: IDMS

Umur

: 16 Tahun

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Alamat

: Jln. Gempol No.83 Banyuning - Singaraja

Suku

: Bali

Bangsa

: Indonesia

Agama

: Hindu

Pekerjaan

: Pelajar

Status

: Belum menikah

Tanggal Pemeriksaan

: 22 April 2013

3.2 Anamnesis
Keluhan Utama : Gatal pada perut kiri bawah dan kedua lipatan paha
Perjalananan Penyakit :
Penderita mengeluh gatal pada lipatan paha kanan dan kiri sejak satu bulan
yang lalu. Keluhan gatal menetap sepanjang hari dan semakin memberat
pada saat berkeringat. Pada awalnya di lipatan paha muncul bintik kecil
merah yang makin lama makin melebar hingga mencapai perut kiri bawah.

Penderita mengaku mandi dalam dua kali sehari, namun pakaian dalam
baru diganti tiga hari sekali. Panderita juga mengaku tidak pernah
bergantian pakaian dengan orang lain.
Riwayat Pengobatan

Penderita sudah pernah berobat sebelumnya dengan menggunakan obat yang


diberikan oleh dokter, pengobatan telah dijalani dan keluhan berkurang
sejak 3 bulan yang lalu. Namun keluhan muncul lagi sejak 1 bulan yang lalu
dan penderita belum mendapat pengobatan.

Riwayat Penyakit Terdahulu :


Penderita pernah mengalami penyakit yang sama sebelumnya.
Riwayat Penyakit dalam keluarga

Di keluarga tidak ada yang mengalami kelainan yang sama dengan penderita
Riwayat atopi

Tidak ada keluarga yang menderita asma maupun dermatitis alergika, rhinitis
alergika maupun asthma.
3.3 Pemeriksaan Fisik
Status Present
Keadaan Umum : Baik
Nadi

: 80 kali permenit

Respirasi

: 18 kali permenit

Temperatur aksila

: 36,5C

Status General
Kepala

: Normocephali

Mata

: anemia -/-, ikt -/-

THT

: dalam batas normal

Thorax

: Cor
Pulmo

: S1S2 tunggal regular, murmur (-)


: vesikuler +/+, ronkhi -/-, wheezing -/-

Abdomen : distensi (-), bising usus (+) normal, hepar dan lien tidak teraba
Ekstremitas

: dalam batas normal.

Status Dermatologi
1
Effloresensi

Lokasi: perut kiri bawah, lipatan paha kanan dan kiri


: plak eritema multiple, ukuran bervariasi dengan batas tegas,

bentuk geografika, distribusi bilateral, tampak central healing dan tepi lesi
aktif dengan papul papul eritema diatasnya, disertai skuama putih tipis yang
menutupi hampir seluruh permukaan yang eritematus.
2

Mukosa

: dalam batas normal

Rambut

: dalam batas normal

Kuku : dalam batas normal

Fungsi Kelenjar Keringat

: dalam batas normal

Kelenjar Limfe

: dalam batas normal

Saraf

: dalam batas normal

Gambar 3.1 Gambaran Lesi Tinea Kruris dan Tinea Korporis


3.4 Diagnosis Banding
1. Tinea Kruris
2. Tinea Korporis
3. Dermatitis Kontak
4. Kandidiasis ingunalis
5. Eritrasma
3.5 Pemeriksaan Penunjang
KOH 10% didapatkan hasil positif, yaitu ditemukan hifa panjang terbagi oleh
septum-septum dan bercabang.

Gambar 3.2 Gambaran Mikroskopis Hifa pada pembesaran 40 kali


3.6 Resume
Penderita laki-laki, 16 tahun, Bali, Hindu, mengeluh gatal pada lipatan paha
kanan dan kiri sejak satu bulan yang lalu. Keluhan gatal menetap sepanjang

hari dan semakin memberat pada saat berkeringat. Pada awalnya di lipatan
paha muncul bintik kecil merah yang makin lama makin melebar hingga
mencapai perut kiri bawah. Penderita mengaku mandi dalam dua kali
sehari, namun pakaian dalam baru diganti tiga hari sekali. Panderita juga
mengaku tidak pernah bergantian pakaian dengan orang lain.
Selama ini penderita sudah pernah berobat sebelumnya dengan menggunakan
obat yang diberikan oleh dokter, pengobatan telah dijalani dan keluhan
berkurang sejak 3 bulan yang lalu. Namun keluhan muncul lagi sejak 1
bulan yang lalu dan penderita belum mendapat pengobatan.
Status Dermatologi

Lokasi

: perut kiri bawah, lipatan paha kanan dan kiri

Effloresensi

: plak eritema multiple, ukuran bervariasi dengan batas tegas,

bentuk geografika, distribusi bilateral, tampak central healing dan tepi lesi
aktif dengan papul papul eritema diatasnya, disertai skuama putih tipis yang
menutupi hampir seluruh permukaan yang eritematus.
Pemeriksaan KOH 10% : didapatkan hasil positif, yaitu ditemukan hifa panjang
terbagi oleh septum-septum dan bercabang.
3.7 Diagnosis Kerja
Tinea kruris et korporis
3.8 Penatalaksanaan
1. Topikal :

As. Salisilat 3%

As. Benzoat 6%
Mycoderm cream gr 15
Vaselin album ad gr 10
(Kombinasi dari obat-obatan tersebut diatas digunakan selama 2 minggu)
2. Sistemik :
3. KIE

Fungoral (ketokonazol) 1x200 mg selama 2 minggu

:
a. Menjelaskan kepada pasien tentang penyakit ini adalah penyakit
yangdisebabkan oleh jamur.
b. Memberi tahu pasien untuk menggunakan obat secara teratur dan
tidak menghentikan pengobatan tanpa seizin dokter

c. Menghindari penggunaan pakaian yang panas (karet, nylon),


disarankan untuk memakai pakaian yang menyerap keringat.
d. Menghindari berkeringat yang berlebihan.
e. Meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan.
f. Memperbaiki status gizi dalam makanan.
g. Memperbaiki ventilasi rumah.
h. Kontrol setelah 2 minggu.
3.9 Prognosis
Prognosis dari kelainan ini adalah baik
V

DATA DEMOGRAFI KELUARGA


1. Nama Suami

: JT

Umur

: 60 tahun

Jenis kelamin

: Laki-laki

Pendidikan

: SMK

Pekerjaan

: Wirausaha

Agama

: Katolik

2. Nama Anak I

: AT

Umur

: 32 tahun

Jenis kelamin

: Laki - laki

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: Wirausaha

Agama

: Katolik

3. Nama Anak II

: KT

Umur

: 26 tahun

Jenis kelamin

: Perempuan

Pendidikan

: Strata I (Sarjana Sastra Inggris)

Pekerjaan

: Pengajar di Lembaga Kursus Bahasa Inggris

Agama

: Katolik

VI STATUS SOSIAL EKONOMI


Penderita tinggal serumah dengan anggota keluarga yang lainnya. Selama ini,
penderita merupakan ibu rumah tangga yang tidak memiliki usaha sampingan
untuk menambah penghasilan. Pendapatan keluarga diperoleh dari usaha bengkel
sepeda motor yang dijalankan bersama-sama oleh suami dan anak pertama pasien,
dengan pendapatan rata-rata Rp 3.000.000,00 per bulan. Penghasilan tersebut
dimanfaatkan untuk kepentingan modal usaha dan tabungan. Sumber penghasilan
lain berasal dari pendapatan anak kedua pasien sebesar Rp 2.500.000,00 per bulan
dengan pemanfaatan rutin berupa kebutuhan pokok, pembayaran tagihan listrik,
PDAM serta tabungan. Berdasarkan wawancara, daya beli pasien dalam upaya
memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan pemeliharaan sanitasi lingkungan rumah
sudah cukup baik.
Aset utama yang dimiliki oleh keluarga penderita saat ini adalah rumah tinggal,
bengkel beserta produk otomotif dan peralatannya serta dua buah sepeda motor.
Penderita mengatakan bahwa keluarganya belum memiliki asuransi kesehatan
untuk kepentingan pengobatan jika ada anggota keluarga yang sakit. Untuk
pembiayaan kepentingan yang bersifat mendadak, terutama pengobatan, keluarga
penderita mengandalkan tabungan yang dimiliki dan pinjaman.
VII LINGKUNGAN FISIK
Areal rumah pasien seluas 2 are, terletak di tepi jalan raya dan berada di
pemukiman cukup padat serta jarang terdapat lahan hijau. Areal rumah pasien
berhimpitan dengan rumah tetangga di sebelah kanan, kiri serta belakang rumah.
Terdapat dua bangunan utama, meliputi bengkel di bagian depan yang berhadapan
langsung dengan jalan raya dan rumah tinggal di bagian belakang. Luas bengkel
sekitar 4 x 5 meter dengan dinding permanen. Limbah bengkel seringkali dibuang
ke selokan di depan rumah. Seringkali, suara menghidupkan motor yang keras
menimbulkan kebisingan. Asap kendaraan di bengkel juga kerap masuk ke
halaman hingga ke rumah tinggal. Antara bengkel dan rumah tinggal terdapat
halaman yang tidak terlalu luas, tidak terdapat tanaman dan sering digunakan
sebagai tempat menjemur pakaian.

Rumah tinggal sudah dibangun permanen dengan dinding batako yang diplester
dan dicat. Atap rumah terbuat dari genteng dengan bagian bawah ditutupi plafon.
Terdiri dari tiga kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur dan ruang keluarga.
Kamar tidur di rumah penderita cukup bersih dengan lantai ubin keramik, rapi dan
cukup pencahayaan. Hanya saja, kamar tidur pasien tidak memiliki ventilasi yang
cukup baik, sehingga kamar tidur pasien sedikit berbau tidak sedap. Selain itu,
lemari pakaian dan meja di kamar tidur pasien sedikit berdebu dan berjamur.
Lantai ruang keluarga pasien berupa ubin keramik tanpa karpet atau tikar, cukup
bersih dan tidak berdebu. Lemari dan peralatan elektronik di ruang keluarga
seperti televisi, radio dan kulkas sedikit berdebu.
Kamar mandi pasien dapat dikatakan memenuhi standar kesehatan, dengan
dinding, lantai dan bak mandi yang bersih, pencahayaan dan ventilasi cukup, tidak
bau, terdapat jamban leher angsa, serta tidak terdapat serangga maupun sisa
kotoran pada jamban.
Dapur pasien dipandang kurang bersih karena masih terlihat peralatan dapur yang
belum dicuci, pasien tidak mencuci peralatan dapur dengan air mengalir, masih
terdapat beberapa sisa makanan di lantai, drainase pembuangan limbah cuci piring
yang dikerumuni lalat, serta sejumlah onderdil bekas motor yang diletakkan di
dapur.

VIII RESUME

10

PENGALAMAN BELAJAR LAPANGAN


TINEA CORPORIS

Oleh :
I GEDE YUHANA DHARMA SASMITA
NIM. 0802005075

DALAM RANGKA MENJALANI KEPANITERAAN KLINIK


MADYA DI SMF ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
FK UNUD-RSUP SANGLAH
DENPASAR
2013

11

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...........................................................................................i
DAFTAR ISI.......................................................................................................ii
I.

IDENTITAS PASIEN................................................................................1

II.

ANAMNESIS............................................................................................1

III.

PEMERIKSAAN FISIK............................................................................3

IV.DIAGNOSIS..................................................................................................4
V.

DATA DEMOGRAFI KELUARGA.........................................................4

VI.

STATUS SOSIAL EKONOMI..................................................................5

VII. LINGKUNGAN FISIK.............................................................................6


VIII. RESUME...................................................................................................7
IX.

SARAN......................................................................................................8

ii