Anda di halaman 1dari 1

MORAL SEBAGAI HUKUM

Pencabulan Anak Dibawah Umur


Pelaku tindak pencabulan terhadap anak laki-laki di bawah umur dibekuk polisi. Tersangka telah
memperdaya korban yang berusia 14 tahun selama satu tahun.
Kepolisian Sektor Denpasar Timur (Dentim) menangkap pelaku pencabulan I Putu Suamba (35).
Tersangka dibekuk di rumahnya tanpa perlawanan pada Senin (17/10/2011) lalu.
Kapolsek Denpasar Timur AKP I Gusti Nyoman Wintara mengatakan tersangka ditangkap
berdasarkan laporan orangtua korban. "Orangtua korban curiga anaknya yang sering datang ke
rumah tersangka," katanya, Selasa (18/10/2011) malam.
Wintara menjelaskan, tersangka mengakui telah melakukan perbuatan cabul terhadap korban
dengan cara sodomi sejak Juni 2010 hingga 15 Oktober 2011.
Tersangka melakukan aksinya dengan modus memberikan korban hadiah berupa tali layanglayang. Untuk menjerat korban, tersangka juga merekam aksinya. Tersangka mengancam akan
menyebarkan video jika korban menolak ajakanya.
"Korban diancam agar datang ke rumah tersangka setiap hari," ujar Wintara.
Tersangka yang telah beristri ini juga membuat perjanjian tertulis, jika perbuatan cabul itu
diketahui orang lain, maka akan menarik kembali semua barang yang telah diterima korban.
Dalam penangkapan, polisi menyita barang bukti berupa telepon genggam miliknya yang berisi
rekaman video pencabulan terhadap korban, surat perjanjian, dan pesan singkat tentang ancaman
tersangka kepada korban.
Tersangka dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan
anak-anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Solusi :
1. Tindakan aparat keamanan melakukan razia-razia dan pengawasan terhadap film-film
porno
2. Penanganan yang cepat dan tepat dari aparat penegak hokum apabila mendapat laporan
ataupun pengaduan atas terjadinya tindak pidana pencabulan
3. Memberikan hukuman pidana penjara terhadap pelaku tindak pidana pencabulan
diberikan seberat-beratnya agar dapat memberikan efek jera terhadap pelaku