Anda di halaman 1dari 22

ANTITUSIF,

EKSPEKTORAN,
MUKOLITIK DAN
OLEH
NASAL
Dr. LILIAN B, MKES
DEKONGESTAN

RINITIS
RINITIS AKUT
RINITIS ALERGI
RINITIS VASOMOTOR

RINITIS AKUT DISEBABKAN


INFEKSI OLEH VIRUS ATAU
BAKTERI
RINITIS ALERGIKA MERUPAKAN
MANIFESTASI KLINIK REAKSI
HIPERSENSITIVITAS TIPE I DG
MUKOSA HIDUNG SBG SASARAN.
ADA 2 JENIS :
1. MUSIMAN (seasonal, hay fever,
pollinosis )
2. SEPANJANG TAHUN (perennial)

PATOFISIOLOGI
PADA REAKSI ALERGI
DILEPASKAN BERBAGAI
MEDIATOR TERUTAMA
HISTAMIN DILATASI PBLH
DARAH, PERMIABILITAS
KAPILER MENINGKAT, IRITASI
UJUNG-UJUNG SARAF SENSORIS,
AKTIVASI KELENJAR EKSOKRIN
GEJALA : BERSIN, RINOREA,
HIDUNG TERSUMBAT, HIDUNG
DAN MATA GATAL.

RINITIS VASOMOTOR
TERDAPAT GGG FISIOLOGI
MUKOSA HIDUNG KRN AKTIVASI
PARASIMPATIS
PATOFIOLOGI
PARASIMPATIS ASETILKOLIN
DILATASI PBL PD KONKA,
PERMIABILITAS KAPILER ,
SEKRESI KELENJAR
GEJALA : HAMPIR SAMA DG
RINITIS ALERGIKA, GEJALA
BERSIN KURANG

BATUK
ADALAH MEKANISME FISIOLOGIS UTK
MEMBERSIHKAN DAN MELINDUNGI
SAL NAPAS DARI SEKRET, BENDA
ASING, DAN ZAT LAIN
MEK BATUK : RANGSANGAN R/ DI
MUKOSA SAL NAPAS SERAT AFEREN

MEDULA OBLONGATA SERAT EFEREN


EFEKTOR
BATUK ADA 2 JENIS : PRODUKTIF
( BERDAHAK ) DAN NON PRODUKTIF
( KERING )

1. ANTITUSIF
MEKANISME KERJA :
MENINGKATKAN AMBANG
RANGSANG BATUK
ADA 2 JENIS : BEKERJA SENTRAL
DAN PERIFER
BEKERJA SENTRAL : NARKOTIK
DAN NON NARKOTIK

ANTITUSSIF NARKOTIK
1. KODEIN
- MEMPUNYAI EFEK ANTITUSIF,
ANALGESIK DAN SEDATIF
- POTENSI ADIKSI KECIL
F. KINETIK;
- ABSORBSI ORAL BAIK, EFEK
TIMBUL 12 JAM, DURASI 4-6 JAM
- JML KECIL DITEMUKAN DLM ASI
- METAB T/U DI HEPAR
- EKSRESI T/U MEL URIN

EFEK SAMPING
- DLM DS TERAPI JARANG TIMBUL
EFEK SAMPING
- KONSTIPASI TIMBUL PD DS 100150 MG
- DEPRESI PERNAPASAN TIMBUL
PD DS 60 MG
- DS FATAL 800-1000 MG
INDIKASI : BATUK KERING

2. DIHIDROKODEIN
CARA KERJA DAN EFEK
SAMPING HAMPIR SAMA DG
KODEIN
3. FOLKODIN
GEJALA PUTUS OBAT LEBIH
RINGAN DARI KODEIN

ANTITUSIF NON NARKOTIK


1. DEKSTROMETORFAN
- POTENSI ANTITUSIF SAMA DG
KODEIN
- TDK MEMPUNYAI EFEK
ANALGESIK, SEDASI DAN ADIKSI
- EFEK SAMPING: MUAL, MUNTAH,
SAKIT KEPALA, PENEKANAN
AKTIVITAS SILIA PD DS BESAR

2. NOSKAPIN
- EFEK ANTITUSIF SAMA DG KODEIN
- TDK MEMILIKI EFEK ANALGESIK
DAN ADIKSI
EFEK SAMPING : T/U KONSTIPASI
RINGAN.
DEPRESI JANTUNG PD DS BESAR
3. LEVOPROPOKSIFEN
- ISOMER DARI PROPOKSIFEN
-TDK MEMP EFEK ANALGESIK
- EFEKTIVITAS SAMA DG
DEKSTROMETORFAN
4. DIFENHIDRAMIN

ANTITUSIF PERIFER
ANESTESI LOKAL : LIDOKAIN,
LIGNOKAIN
- MEK KERJA : ANESTESI LOKAL
DI
MUKOSA SAL NAPAS.
- BIASANYA DIGUNAKAN SECARA
INHALASI
- EFEKTIF PD BATUK YG BANDEL
EFEK SAMPING : ASPIRASI,
ALERGI, ARITMIA DAN KEJANG

EKSPEKTORAN
- Obat yg merangsang pengeluaran dahak
Mek kerja : Merangsang mukosa lambung N.
vagus sekresi kel sal napas , dahak
mudah dikeluarkan
1. Amonium klorida
- Biasa digunakan sbg kombinasi dgn obat
lain
- Dpt menyebabkan asidosis metabolik pd ds
besar
- Ds lazim 300 mg tiap 4 jam

2. Gliseril Guaiakolat
- Pemakaian hanya berdasarkan
pengalaman empiris
- Ds 2-4 kali 200-400 mg

Mukolitik
Mek Kerja: Mengencerkan sekret
sal napas dgn memecah
mukoprotein dan
mukopolisakarida.
1. Bromheksin
- digunakan sbg mukolitik pd
bronkitis dan lainnya.
- Bersifat iritatif thd lambung
- KI: Tukak lambung

2. Ambroksol
- Suatu metabolit dari bromheksin
- Cara kerja dan penggunaannya
seperti bromheksin
3. Asetilsistein
- Cara kerja: melepaskan ikatan
disulfida Viskositas
- Sekret encer dlm 1 menit.
ES: spasme bronkus, sekret
berlebihan

ANTIHISTAMIN
- YG DIGUNAKAN AH-1
- MEK KERJA: HAMBAT REESPTOR H-1
- EFEK :
MENGHAMBAT BRONKOKONSTRIKSI
OLEH HISTAMIN
MENGHAMBAT SEKRESI KELENJAR
BRONKUS

- ADA 7 GOLONGAN AH-1


- SEDATIF DAN NON SEDATIF

F. KINETIK
- ABSORBSI ORAL BAIK
- EFEK TIMBUL 15-30 MENIT DAN
MAX STLH 1-2 JAM, DURASI 4-6
JAM
- KADAR TERTINGGI TERDAPAT DI
PARU-PARU
- METABOLISMA T/U DI HATI
- EKSRESI T/U MELALUI URIN

EFEK SAMPING
1.SEDASI
2.VERTIGO, TINITUS, LELAH,
INKOORDINASI, INSONIA DAN
TREMOR
3.MULUT KERING, DISURIA
4.GANGGUAN SAL CERNA: MUAL,
MUNTAH, NYERI EPIGASTRIUM.
5.TORSA DE POINTES

NASAL DEKONGESTAN
- Menghilangkan kongesti hidung
- Digunakan sbg sistemik dan tetes
hidung
1. Fenilefrin
- Mek Kerja: agonis reseptor alfa-1
selektif
2. Fenilpropanolamin
- Efeknya mirip efedrin, kecuali efek SSP
(kecil)
3. Oksimetazolin
4. Efedrin

ANTIBIOTIK
PENISILIN
SEFALOSPORIN
MAKROLID
KUINOLON