Anda di halaman 1dari 15

KEPERAWATAN KOMUNITAS II

MANAJEMEN LAKTASI PADA IBU PEKERJA

Oleh :
Kelompok 4
Kelas A-1 Angkatan 2013
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Hurinin Aisy Baridah


Ade Bayu Santika
Novia Dwi Andriani
Febyana Dwi Cahyanti
Dewi Permata Lestari
Ragil Rizky Atviola
Maulidatur Roqmah
Fildzah Cindra Yunita

131311133007
131311133036
131311133042
131311133051
131311133075
131311133102
131311133108
131311133117

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2015
SATUAN ACARA PENYULUHAN
BIDANG STUDI

: KEPERAWATAN KOMUNITAS 2

Topik

: Manajemen Laktasi pada Ibu Pekerja

Sasaran

: Ibu dan Balita di Surabaya

Tempat

: Posyandu Darmahusada Surabaya

Hari/ Tanggal

: Senin/ 06 Oktober 2015

Waktu

: Pukul 08.00 selesai

1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Pada akhir proses penyuluhan, ibu dapat mengetahui manajemen laktasi
dengan benar dan tetap bisa bekerja
2. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan, ibu dapat :
a. Menjelaskan pengertian ASI dan ASI eksklusif
b. Menjelaskan manajemen laktasi
c. Menjelaskan komposisi gizi dalam ASI
d. Menjelaskan manfaat ASI
e. Menjelaskan tentang menyusui pada ibu pekerja
f. Menjelaskan manajemen laktasi pada ibu pekerja
g. Menjelaskan ASI perah
h. Menjelaskan cara yang dianjurkan untuk memberikan ASI perah
i. Menjelaskan cara penyimpanan ASI
j. Menjelaskan tehnik yang dianjurkan untuk pemberian ASI perah
3. MATERI
a. Pengertian ASI dan ASI eksklusif
b. Manajemen laktasi
c. Komposisi gizi dalam ASI
d. Manfaat ASI
e. Menyusui pada ibu pekerja
f. Manajemen laktasi pada ibu pekerja
g. ASI perah
h. Cara yang dianjurkan untuk memberikan ASI perah
i. Cara penyimpanan ASI
j. Tehnik yang dianjurkan untuk pemberian ASI perah
4. METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
5. MEDIA
1. Powerpoint Presentation
2. Leaflet
6. ORGANISASI KEGIATAN
Pembimbing Akademik : Sylvia Dwi Wahyuni,S.Kep.Ns.,M.Kep
Moderator
: 1. Dewi Permata Lestari

Penyuluh
Observer
Fasilitator
Dokumentasi

: 1. Novia Dwi Andriani


2. Febyana Dwi Cahyanti
: 1. Ragil Rizki Atviola
2. Hurinin Aisy Baridah
: 1. Fildzah Cindra Yunita
2. Ade Bayu Santika
: 1. Maulidatur Roqmah

7. SETTING
1. Setting
NO.
1.

WAKTU
5 menit

KEGIATAN PENYULUHAN
Pembukaan :
1. Membuka kegiatan dengan
mengucapkan salam.
2. Memperkenalkan diri
3. Kontrak waktu
4. Menjelaskan tujuan dari

KEGIATAN PESERTA

PELAKSANA

1. Menjawab salam
2. Mendengarkan
3. Memperhatikan

Moderator

1. Mendengarkan
2. Memperhatikan
3. Berinteraksi

Penyuluh

penyuluhan
5. Menyebutkan materi
penyuluhan yang akan
2. 1 Jam

diberikan
Pelaksanaan :
1. Pengertian ASI eksklusif
2. Manajemen laktasi
3. Komposisi gizi dalam ASI
4. Manfaat ASI
5. Menyusui pada ibu pekerja
6. Manajemen laktasi pada ibu
pekerja
7. ASI perah
8. Cara yang dianjurkan untuk
memberikan ASI perah
9. Cara penyimpanan ASI

dengan penyuluh.

10. Tehnik
4. 25 menit

yang

dianjurkan

untuk pemberian ASI perah


Diskusi :
1. Memberikan kesempatan

Mengajukan pertanyaan

Moderator
dan fasilitator

Menjawab setiap

Moderator dan

pertanyaan yang

fasilitator

kepada ibu untuk


mengajukan pertanyaan,
kemudian didiskusikan
bersama dan menjawab
pertanyaan.
Evaluasi :
1. Menanyakan kepada ibu
tentang materi yang telah
diberikan, dan reinforcement

diberikan oleh moderator


tentang materi yang
diberikan sebelumnya

kepada ibu karena dapat


5. 5 menit

menjawab pertanyaan.
Terminasi :
1. Mengucapkan terimakasih
kepada ibu/ peserta
2. Mengucapkan salam

Mendengarkan dan
membalas salam

Moderator

2. Setting Tempat

Keterangan

: Peserta Penyuluhan

: Penyuluh

: Moderator

: Observer

: Fasilitator
8. JOB DESCRIPTION
1. Moderator
Uraian Tugas :
a. Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada
b.
c.
d.
e.

peserta
Mengatur proses dan lama penyuluhan
Memotivasi peserta untuk bertanya.
Memimpin jalannya diskusi dan evaluasi
Menutup acara penyuluhan.

2. Penyuluh
Uraian tugas :

a. Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan bahasa yang mudah


dipahami oleh peserta.
b. Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses
penyuluhan.
c. Menjawab pertanyaan peserta.
3. Fasilitator
Uraian tugas :
a.
b.
c.
d.

Ikut bergabung dan duduk bersama diantara peserta.


Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.
Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas
Menginterupsi penyuluh tentang istilah atau hal hal yang dirasa kurang
jelas bagi peserta.

4. Observer
Uraian tugas :
a. Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta, serta menempatkan diri
sehingga dapat mengamankan jalannya acara penyuluhan. Mencatat
b.

pertanyaan yang diajukan peserta.


Mengamati perilaku verbal dan nonverbal peserta selama proses

penyuluhan.
c. Mengevaluasi hasil penyuluhan dengan rencana penyuluhan.
d. Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang dirasa tidak
sesuai dengan rencana penyuluhan.
9. EVALUASI
1. Struktur
a. Kesiapan materi
b. Kesiapan SAP
c. Kesiapan media : Powerpoint presentation
d. Peserta hadir ditempat penyuluhan minimal 12 orang

e. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan.


2. Proses
a. Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan.
b. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
c. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar.
d. Suasana penyuluhan tertib dan tenang
e. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan sebelum acara
selesai.
f. Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 12 orang.
3. Hasil
Peserta dapat :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Menjelaskan pengertian ASI dan ASI eksklusif


Menjelaskan manajemen laktasi
Menjelaskan komposisi gizi dalam ASI
Menjelaskan manfaat ASI
Menjelaskan tentang menyusui pada ibu pekerjan
Menjelaskan manajemen laktasi pada ibu pekerja
Menjelaskan ASI perah
Menjelaskan cara yang dianjurkan untuk memberikan ASI perah
Menjelaskan cara penyimpanan ASI
Menjelaskan tehnik yang dianjurkan untuk pemberian ASI perah
Peserta menjelaskan dengan metode tanya jawab dengan moderator
dan juga dengan diberikannya pre test dan post test untuk menguji
pemahaman dari peserta.

MATERI PENYULUHAN MANAJEMEN LANKTASI PADA IBU


PEKERJA
A. Pengertian ASI dan ASI Eksklusif

ASI dalam istilah kesehatan adalah dimulai dari proses laktasi. Laktasi
adalah keseluruhan proses menyusui mulai dari ASI diproduksi sampai proses
bayi menghisap dan menelan ASI. Laktasi merupakan bagian integral dari
siklus reproduksi mamalia termasuk manusia. Masa laktasi mempunyai tujuan
meningkatkan pemberian ASI ekslusif dan meneruskan pemberian ASI sampai
anak umur 2 tahun secara baik dan benar serta anak mendapatkan kekebalan
tubuh secara alami. ASI diproduksi oleh organ tubuh wanita yang bernama
payudara. (Weni,2009)
Pemberian ASI ekslusif adalah dimana bayi hanya diberi ASI saja selama
6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh,
dan air putih, serta tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, bubur susu,
biskuit, bubur nasi, dan nasi tim. Setelah 6 bulan baru mulai diberikan
makanan pendamping ASI (MPASI). ASI dapaat diberikan sampai anak berusia
2 tahun atau lebih. (Weni,2009).
B. Manajemen Laktasi
a. Pengertian
Manajemen laktasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk menunjang
keberhasilan meyusui. Ruang lingkup manajemen laktasi dimulai dari
masa kehamilan, setelah persalinan, dan masa menyusui selanjutnya.
Ruang lingkup Manajemen Laktasi periode postnatal pada ibu bekerja
meliputi ASI Eksklusif, teknik menyusui, memeras ASI, memberikan ASI
peras, menyimpan ASI peras, dan memberikan ASI peras (Weni,2009)
b. Fisiologi Laktasi
menyusui merupakan cara terbaik dalam menyediakan makanan ideal
untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi yang sehat. Dengan
menyusukan lebih dini terjadi perangsangan putting susu, terbentuklah
prolaktin dan hipofisis, sehingga sekresi ASI semakin lancar. Pada ibu ada
dua macam refleks yang menentukan keberhasilan dalam menyusui, reflek

tersebut adalah reflekprolaktin dan reflex aliran (let down reflex). (Weni,
2009).
C. Komposisi Gizi dalam ASI
Air susu ibu mengandung lebih dari 100 zat. Pada dasarnya air susu
merupakan emulsi lemak dalam fase cairan isotonik dengan plasma. ASI
mature mengandung 3-5% lemak, 1% protein, 7% laktosa, dan 0,2% mineral.
Serta emmberikan kalori sebesar 60-75 kkal/dL. Kelompok lemak utama pada
ASI adalah trigliserida, yang memiliki kadar asam palminat dan asam oleat
yang paling banyak. Protein-protein yang utama pada ASI adalah kasein, laktoalbumin, laktoferin, Imunoglobulin A, lisozim dan albumin. Kasein dan albumin merupakan protein susu yang spesifik, -albumin merupakan bagian
dari kompleks enzim laktosa sintetase. Laktosa merupakan jenis gula utama
pada ASI. Asam amino bebas, urea, kreatinin, dan kreatin juga trdapat dalam
ASI. Mineraal yang dikandung meliputi natrium, Kalium, kalsium, magnesium,
fosfor, dan klorida. (Linda J, 2006)
Komposisi ASI tidak sama dari waktu ke waktu, hal ini berdasarkan
stadium laktasi. Komposisi ASI dibedakan menjadi 3 macam :
1. Kolostrum
Kolostrum merupakan ASI yang dihasilkan pada hari pertama sampai hari
ketiga setelah bayi lahir. Kolostrum merupakan cairan yang agak kental
berwarna kekuning-kuningan, lebih kuning dibanding dengan ASI mature,
bentuknya agak kasar karena mengandung butiran lemak dan sel-sel epitel,
dengan khasiat kolostrum sebagai berikut :
a) Sebagai pembersih selaput usus BBL sehingga saluran pencernaan
siap untuk menerima makanan.
b) Mengandung kadar protein yang tinggi terutama gama globulin
sehingga dapat memberikan perlindungan tubuh terhadap infeksi.
c) Mengandung zat antibody sehingga mampu melindungi tubuh bayi
dari berbagai penyakit infeksi untuk jangka waktu s/d 6 bulan.
2. ASI transisi
ASI yang dihasilkan mulai hari keempat sampai hari kesepuluh.
3. ASI Mature
ASI yang dihasilkan mulai hari kesepuluh sampai seterusnya.
D. Manfaat ASI

Menurut Weni Kritiyanari mengemukakan bahwa manfaat ASI adalah


sebagai berikut :
1. Bagi Bayi
a) Dapat membantu memulai kehidupannya dengan baik.
Bayi yang mendapatkan ASI mempunyai kenaikan berat badan
yang baik setelah lahir, pertumbuhan setelah periode perinatal baik,
dan mengurangi kemungkinn obesitas. Frekuensi menyusui yang
sering (tidak dibatasi) dibuktikan bermanfaat karena volume ASI
yang dihasilkan lebih banyak sehingga penurunan berat badan bayi
hanya sedikit.
b) Mengandung antibody
Mekanisme pembentukan antibody pada bayi adalah sebagai
berikut : apabila ibu mendapat infeksi maka tubuh ibu akan
membentuk antibody dan akan disalurkan dengan bantuan jaringan
limfosit. Antibody di payudara disebut mammae associated
immunocompetent lymphoid tissue (MALT). Kekebalan terhadap
penyakit saluran pernapasan yang ditransfer disebut Bronchus
associated immunocompetent lymphoid tissue (BALT) dan untuk
penyakit saluran pencernaan ditransfer melalui Gut associated
immunocompetent lymphoid tissue (GALT).
c) ASI mengandung komposisi yang tepat
Yaitu dari berbagai bahan makanan yang baik untukbayi yaitu
terdiri dari proporsi yang seimbang dan cukup kuantitas semua zat
gizi yang diperlukan untuk kehidupan 6 bulan pertama.
d) Mengurangi kejadian karies dentis
Insiden karies dentis pada bayi yang mendapat susu formula jauh
lebih tinggi dibanding yang mendapat ASI, karena kebiasaan
menyusui dengan botol dan dot terutama pada waktu akan tidur
menyebabkan gigilebih lama kontak dengan susu formula dan
menyebabkan asam yang terbentuk akan merusak gigi.
e) Memberi rasa nyaman dan aman pada
Hubungan fisik ibu dan bayi baik untuk perkembangan bayi,
kontak kulit ibu ke kulit bayi yang mengakibatkan perkembangan
psikomotor maupun social yang lebih baik.

f) Terhindar dari alergi


Pada bayi baru lahir system IgE belum sempurna. Pemberian susu
formula akan merangsang aktivasi system ini dan dapat
menimbulkan alergi. ASI tidak menimbulan efek ini. Pemberian
protein asing yang ditunda sampai umur 6 bulan akan mengurangi
kemungkinan alergi.
g) ASI meningkatkan kecerdasan bagi bayi
Lemak pada ASI adalah lemak tak jenuh yang mengandung omega
3 untuk pematangan sel-sel otak sehingga jaringan otak bayi yang
mendapat ASI eksklusif akan tumbuh optimal dan terbebas dari
rangsangan kejang sehingga menjadikan anak lebih cerdas dan
terhindar dari kerusakan sel-sel saraf otak.

2. Bagi Ibu
a) Aspek kontrasepsi
Hisapan mulut bayi pada puting susu merangsang ujung syaraf
sensorik sehingga post anterior hipofise mengeluarkan prolaktin.
Prolaktin masuk ke indung telur, menekan produksi estrogen akibatnya
tidak

ada

ovulasi.

Menjarangkan

kehamilan,

pemberian ASI

memberikan 98% metode kontrasepsi yang efisien selama 6 bulan


pertama sesudah kelahiran bila diberikan hanya ASI saja (eksklusif)
dan belum terjadi menstruasi kembali.
b) Aspek kesehatan ibu
Isapan bayi pada payudara akan merangsang terbentunya oksitosin
oleh kelenjar hipofisis. Oksitosin membantu involusi uterus dan
mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan. Penundaan haid dan
berkurangnya perdarahan pasca persalinan mengurangi prevalensi
anemia defisiensi besi. Kejadian karsinoma mammae pada ibu yang
menyusui lebih rendah disbanding yang tidak menyusui. Mencegah
kanker hanya dapat diperoleh ibu yang menyusui anaknya secara
eksklusif.
c) Aspek penurunan berat badan
Ibu yang menyusui eksklusif ternyata lebih mudah dan lebih cepat
kembali ke berat badan semula seperti sebelum hamil. Pada saat hamil,

badan bertambah berat, selain karena ada janin, juga karena ada
penimbunan lemak pada tubuh. Cadangan lemak ini disiapkan sebagai
sumber tenaga dalam proses produksi ASI. Dengan menyusui, tubuh
akan menghasilkan ASI lebih banyak sehinnga timbunan lemak yang
berfungsi sebagai cadangan tenaga akan terpakai. Jadi, jika timbunan
lemak menyusut, berat badan ibu akan cepat kembali ke keadaan
seperti sebelum hamil.
d) Aspek psikologis
Ibu akan merasa bangga dan diperlukan, rasa yang dibutuhkan oleh
semua manusia.
E. Menyusui bagi Ibu Bekerja
Setiap Ibu dapat menyusui anaknya sampai 2 tahun. Bekerja di luar rumah
bukanlah alasan untuk menghentikan menyusui bayi atau memberi susu
formula untuk bayi. ASI mengandung zat antiinfeksi, maka ASI dapat diperah
dan disimpan (biasa disebut ASIP = ASI Perahan). ASIP dapat diberikan
kepada Ibu selama bekerja. Tapi, tentu diperlukan manajemen laktasi yang baik
agar proses menyusui dapat dilakukan secara eksklusif selama 6 bulan pertama
dan dilanjutkan hingga 2 tahun.
Bekerja dan tetap memberikan ASI untuk bayi memiliki tantangan karena
menyusui memerlukan proses adaptasi antara Ibu dan bayi. Setelah bekerja, Ibu
harus berjuang keras untuk menyusui di rumah, memerah dan tetap bekerja
dengan baik di kantor. Akan lebih mudah menyusui bayi jika terus berada di
dekat bayi karena tingkat keberhasilan menyusui juga ditentukan oleh durasi
cuti setelah melahirkan. Di Indonesia, umumnya cuti melahirkan selama 3
bulan, bahkan sebagai PNS menurut UU Kepegawaian hanya diberikan 2 bulan
setelah melahirkan. Jadi, selama cuti melahirkan tersebut, Ibu harus
mempersiapkan diri untuk tetap menyusui setelah kembali bekerja.
Ibu bekerja yang memiliki tekad untuk tetap memberikan ASI kepada
bayinya harus memerah ASI di tempat kerja. Terkadang, kesibukan selama
bekerja ataupun kebijakan perusahaan yang tidak kooperatif tidak memberikan
waktu yang cukup untuk Ibu memerah ASI. Selain itu belum banyak tempat
bekerja yang menyediakan tempat khusus untuk memerah ASI. Fasilitas seperti

kulkas jarang tersedia untuk Ibu bekerja yang hendak menyimpan ASIP.
(Hubertin, 2008)
F. Manajemen Laktasi untuk Ibu Pekerja
Manajemen laktasi pada ibu bekerja adalah upaya yang dilakukan ibu
mencapai keberhasilan dalam menyusui bayinya khususnya pada ibu yang
bekerja
1. Menyusui kapanpun saat bersama bayi. Saat Ibu bersama bayi, susui bayi
sebanyak apapun bayi meminta. Hal tersebut akan menjaga produksi ASI.
2. Memerah di tempat kerja, mengatur waktu dan durasi memerah. Ibu harus
konsisten memerah di kantor agar stok ASIP dapat terjaga. Jadwalkan
waktu

untuk

memerah

ASI,

misalnya

setiap

2-3

jam

sekali.

Komunikasikan hal ini kepada atasan atau kolega.


3. Usahakan untuk memerah di rumah. Tubuh memberikan sinyal produksi
ASI pada saat payudara Ibu kosong. Produksi ASI meningkat jika sering
diperah dengan catatan tetap sesuaikan dengan waktu bayi menyusui.
Waktu yang baik untuk memerah di rumah adalah pada dini/pagi hari
karena kadar hormon oksitosin tinggi sehingga produksi ASI juga tinggi.
4. Memberikan ASIP dengan menjaga kualitas nutrisi dan stabilitasnya.
G. Tehnik yang Dianjurkan untuk Manajemen Laktasi Ibu Pekerja antara
lain:
I.
Bagi Ibu Bekerja
1. Sebelum berangkat kerja ibu tetap menyusui bayinya
2. ASI yang berlebihan dapat diperas atau di pompa, kemudian disimpan
dilemari pendingin untuk diberikan pada bayi saat ibu bekerja
3. Selama ibu bekerja ASI dapat diperas atau di pompa dan di simpan di
lemari pendingin di tempat kerja, atau diantar pulang.
4. Setelah ibu di rumah,perbanyak menyusui yaitu saat malam hari
5. Ibu dianjurkan untuk istirahat, minum cukup,makan dengan gizi cukup
untuk menambah produksi ASI (Taufan, 2011, p.65).
II.

ASI Perah
ASI perah adalah ASI yang diambil dengan cara diperas dari payudara

untuk kemudian disimpan dan nantinya akan diberikan untuk bayi. Cara
memerah ASI antara lain :
A. Dengan Tangan

1. Cara yang pertama ibu dianjurkan untuk mengambil sebuah mangkuk atau
gelas yang bersih dan diisi dengan air mendidih kedalamnya, lalu biarkan
tertutup selama beberapa menit,setelah itu ditiriskan.
2. Mencuci tangan ibu dengan air dan sabun
3. Ibu dianjurkan untuk duduk dan berdiri di tempat yang terang dan nyaman
dan dekatkan mangkok ke payudara ibu
4. Memegang payudara dengan meletakkan ibu jari diatas areola sampai
putting susu, dan jari telunjuk tepat di bawahnya.
5. Menekan dengan lembut payudara diantara ibu jari dan jari telunjuk ke
belakang kearah tulang dada
6. Diteruskan dengan menekan ibu jari dan jari telunjuk serta melepaskannya
secara bergantian,setelah dilakukan berulang-ulang ASI akan mulai
mengalir.
B. Dengan Pompa/Pompa Listrik
1. Duduk dengan nyaman dan santai
2. Pegang corong pompa ASI antara telunjuk dan jari tengah, serta tekan
dengan lembut tapi kuat di atas aerola dan puting, posisi puting di tengah
corong (payudara di sangga dengan tangan yang sama)
3. Dengan tangan lainnya mulai menggerakkan piston perlahan-lahan
(manual), atau nyalakan pompa ASI dengan tingkat ispan yang terendah
(listrik)
4. Pilih tingkat isapan yang nyaman
III.

Cara Penyimpanan ASI


ASI adalah cairan hidup, selain makanan ASI mengandung zat anti infeksi,

cara penyimpanan ASI perah akan menentukan kualitas antiinfeksi dan


makanan yang di kandungnya. Anti infeksi yang terkandung dalam ASI
membantu ASI tetap segar dalam waktu yang lebih lama karena akan
menghambat pertumbuhan bakteri jahat dalam ASI perah yang disimpan.
Tempat penyimpanan
Dalam ruangan (ASI segar)

Temperatur
19o sampai 26oC

Di ruangan (ASIP beku yang dicairkan 19o sampai 26oC


atau ASIP dingin)
Di kulkas (ASI segar)

< 4o C

Lama Penyimpanan
Maksimum 4 jam (ideal)
ruangan tanpa AC dan 6 jam
ruangan ber AC.
Maksimum 4 jam
2 3 hari

Di kulkas (ASIP beku yang dicairkan)

< 4o C

24 jam

Di freezer (lemari es 1 pintu)

0 sampai -18

Maksimal 2 minggu

Di freezer (lemari es 2 pintu, disimpan di -18 sampai -20C


dalam freezer bukan di rak pintu)
Di deep freezer

3 4 bulan

Suhu
stabil
di 6 12 bulan
-20C atau kurang

IV. Cara Pemberian ASI Perah


1. Cara memberikan ASI perah dengan gelas ataupun sendok adalah:
a) Pangku bayi dengan posisi setengah duduk di pangkuan ibu
b) Tempelkan tepi cangkir/sendok kecil berisi ASI perah, pada bibir
bawah bayi sehingga ASI menyentuh bibir bayi dan akan meminum
dengan dorongan lidahnya
c) Jangan menuangkan ASI kedalam mulut bayi, pegang saja cangkir atau
sendok diatas bibir bayi dan biarkan bayi meminumnya sendiri
d) Jika bayi merasa cukup kenyang ia akan menutup mulutnya .
2. Cara Memberikan ASI yang sudah didinginkan pada bayi
a) ASI dipanaskan dengan cara membiarkan botol di aliri air panas yang
bukan mendidih yang keluar dari keran.
b) Merendam botol di dalam baskom atau mangkok yang berisi air panas
atau bukan mendidih.
c) Ibu tidak boleh memanaskan botol dengan cara mendidihkannya dalam
panci atau alat pemanas lainnya kecuali menggunakan alat khusus
untuk memanaskan botol berisi simpanan ASI.
d) Susu yang sudah di panaskan tidak bisa di simpan lagi.

DAFTAR PUSTAKA
Heffner, Linda J & Schust, Danny J. 2006. At a glance Sistem Reproduksi. Edisi
2. Jakarta.Erlangga.
Purwanti S hubertin.2008.Konsep Penerapan ASI Eksklusif.Jakarta.EGC
Kristiyansari, Weni.2009.ASI, Menyusui & Sadari.Yogyakarta: Nuha Medika.