Anda di halaman 1dari 31

SAP PERAWATAN LUKA PERINEUM

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Pokok Bahasan

: Asuhan Masa Nifas

Sub Pokok Bahasan

: Perawatan Luka Perineum dan Vulva Hygiene

Hari/Tanggal

: Jumat, 16 Nopember 2012

Waktu

: 15 menit

Sasaran

: Ny. T

Tempat

: Puskesmas PONED Cicurug Kabupaten Sukabumi

A. Tujuan Intruksional Umum


Setelah diberikan penyuluhan, ibu mampu melakukan perawatan perineum dan vulva
secara mandiri sehingga resiko infeksi dapat terhindari.
B. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, diharapkan ibu dapat :
Menyebutkan pengertian perawatan luka perineum dan vulva hygiene.
Menyebutkan tujuan perawatan luka perineum dan vulva hygiene.
Menyebutkan alat-alat untuk perawatan luka perineum dan vulva hygiene.
C. Materi

: Terlampir

D. Metode

: Ceramah dan tanya jawab.

E. Sumber

Kusyanti, Eni, dkk. 2003. Keterampilan dan Prosedur Keperawatan Dasar. Semarang: Kilat
Press.
Potter, Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Edisi 4 Vol. 2. Jakarta: EGC.
F. Kegiatan
Waktu

Tahap

Kegiatan

Kegiatan
Pembukaa

Penyuluh
Membuka pembicaraan.

menit

Menyampaikan topik dan Mendengarkan


tujuan penkes kepada Ny.T

Sasaran
Menjawab salam.
penyuluh

Kontrak

waktu

kesepakatan

untuk menyampaikan topik

pelaksanaan dan tujuan.

penkes dengan Ny.T

Menyetujui
kesepakatan

10

Kegiatan

Apersepsi

menit

inti

Ny.T

pengetahuan

tentang

pelaksanaan penkes.
Menyampaikan

materi pengetahuannya

penyuluhan.

tentang

Menjelaskan

materi

materi penyuluhan.

penyuluhan kepada Ny.T


Memberikan
kepada

waktu

Menyimak

penyuluh

kesempatan menyampaikan

Ny.T

untuk materi.

menanyakan hal-hal yang Menanyakan


belum

dimengerti

materi

yang

dari yang tidak dimengerti

dijelaskan dari

penyuluh.

materi

penyuluhan.

Menjawab pertanyaan yang Menyimak


diajukan.

jawaban

dari pertanyaan yang


diajukan.
pertanyaan Menjawab pertanyaan

Evaluasi

Memberikan

menit

dan

kepada Ny.T tentang materi yang

penutup

yang

sudah

diajukan

disampaikan penyuluh.

penyuluh.

Menyimak

Menyimpulkan
penyuluhan

hal-hal

yang

materi penyampaian
telah kesimpulan.

disampaikan kepada Ny.T

Mendengarkan

Menutup acara.

penyuluh

menutup

acara dan menjawab


salam.
G. Evaluasi
Apakah yang dimaksud dengan perawatan perineum dan vulva hygiene?

Apakah tujuan perawatan perineum dan vulva hygiene?


Bagaimanakah langkah-langkah perawatan perineum dan vulva hygiene?

PERAWATAN LUKA PERINEUM DAN VULVA HYGIENE


1. Pengertian
Perawatan perineum adalah pemenuhan kebutuhan untuk menyehatkan daerah antara
paha yang dibatasi vulva dan anus pada ibu yang dalam masa antara kelahiran plasenta sampai
dengan kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil.
Vulva hygiene adalah membersihkan daerah kemaluan dan sekitarnya pada wanita.
Daerahnya meliputi daerah genital dan perineal.
2. Tujuan
Rasa nyaman terpenuhi/ bersih
Tidak terjadi infeksi
Nyeri berkurang
3. Alat-alat
Kapas
Air bersih
Tisu kamar mandi
Cairan pembersih kemaluan khusus wanita
4. Langkah-langkah
a.

Ambil kapas yang sudah direndam

b. Buka bibir vagina


c.

Bersihkan dari bibir vagina terluar kanan dari atas ke bawah lalu bibir vagina terluar kiri dari
atas ke bawah juga. Kemudian bibir vagina kecil kanan lalu kiri, dari arah atas ke bawah dan
selanjutnya bagian tengah sampai ke daerah anus.

d. Basuh dengan air, kemudian keringkan dengan tisu kamar mandi


Hal-hal yang harus diperhatikan
a.

Pelihara kebersihan sehari-hari

b. Hindari pemakaian sabun, karena jika tidak cocok akan terjadi iritasi.
c.

Bersihkan sekali usap untuk setiap bagian.

d. Ganti kapas atau ulangi denga kapas baru jika terlihat sangat kotor.
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan

: Asuhan masa nifas

Sub pokok bahasan

: Perawatan luka perineum

Waktu

: 1 x 15 menit

Tempat

: Ruang nifas

Sasaran

: Ibu Iim

A. Tujuan Penyuluhan Umum ( TPU )


Setelah di berikan penyuluhan, ibu mampu melakukan perawatan perineum secara
mandiri sehingga resiko infeksi dapat terhindari.
B. Tujuan Penyuluhan Khusus ( TPK )
-

Setelah diberikan penyuluhan selama 1 menit 30 detik pertama, ibu dapat menyebutkan

pengertian perawatan luka perineum dengan benar,


Setelah diberikan penyuluhan selama 1 menit 30 detik kedua , ibu dapat menyebutkan tujuan

perawatan luka perineum dengan benar,


Setelah diberikan penyuluhan selama 1 menit 30 ketiga, ibu dapat menyebutkan kapan saja

melakukan perawatan luka perineum dengan benar,


Setelah diberikan penyuluhan selama 1 menit 30 detik keempat, ibu dapat menyebutkan alat-

alat yang di gunakan saat melakukan perawaan luka perineum dengan benar,
Setelah diberikan penyuluhan selama 1 menit 30 detik kelima, ibu dapat menyebutkan langkahlangkah perawatan luka perineum dengan benar.

I.

MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian perawatan luka perineum
2. Tujuan perawatan luka perineum
3. Waktu melakukan perawatan luka perineum
4. Alat-alat yang di gunakan untuk perawatan luka perineum
5. Langkah langkah perawatan luka perineum

II.

KEGIATAN PENYULUHAN
Kegiatan Pembuka
(3 Menit)
Penyuluhan

Peserta

1.Memberikan salam
2.Perkenalan
3.Apersepsi
Kegiatan Inti
(9 Menit)
Penyuluhan
1.Menjelaskan materi
2.Memberikan

kesempatan

1.Menjawab salam
2.Merespon
3.Menyimaknya
Peserta
1.Memperhatikan

materi

disampaikan
untuk 2.Bertanya apabila ada materi yang

bertanya
kurang dimengerti
3.Memberikan pertanyaan balik ke post 3.Menjawab pertnyaan penyuluh
test
Kegiatan Penutup
(3 Menit)
Penyuluh
1.Menyimpulkan seluruh materi
2.Mengucapkan salam

III.
A.
1.
2.
B.
1.
IV.

Peserta
1.Memperhatikan penjelasan
2.Menjawab salam

MEDIA PENYULUHAN
Alat penyuluh
Bolpoin
Buku catatan
Media penyuluhan
Leaflet
METODE PENYULUHAN
Adapun metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah:

a. Metode Ceramah
b. Metode Tanya Jawab
V.

SUMBER

yang

VI.
a.
1.
2.
3.
4.
5.

Kusyanti, Eni, dkk 2003. Keterampilan dan Prosedur Keperawatan Dasar. Semarang:kilat press.
Potter, Perry, 2005.Buku Ajar Fundamental Keperawatan Edisi 4 Vol.2 Jakarta:EGC
EVALUASI
Pertanyaan
Pengertian perawatan luka perineum ?
Tujuan perawatan luka perineum ?
Waktu melakukan perawatan luka perineum ?
Alat-alat yang di gunakan untuk perawatan luka perineum ?
Langkah langkah perawatan luka perineum ?

b. Jawaban
1. Pengertian perawatan luka perineum
Perawatan perineum adalah pemenuhan kebutuhan untuk menyehatkan daerah antara paha yang
di batasi antara lubang dubut dan bagian alat kelamin (kemaluan) sebelah luar pada masa pasca
persalinan (melahirkan).
2. Tujuan perawatan luka perineum
1) pencegahan terjadinya infeksi pada saluran reproduksi setelah kelahiran anak
2) Untuk penyembuhanluka perineum jahitan perineum
3) Menjaga kebersihan daerah kemaluan
4) Mengurangi nyeri
5) Meningkatkan rasa nyaman pada ibu
3. Waktu melakukan perawatan luka perineum
1) saat mandi
2) Setelah buang air kecil
3) Setelah buang air besar
4. Alat-alat yang di gunakan untuk perawatan luka perineum
1) Kapas
2) Air bersih
3) Tisu kamar mandi
4) Cairan pembersih kemaluan khusus wanita
5. Langkah langkah perawatan luka perineum
1) Ambil kapas yang sudah di rendam
2) Buka bibir vaginabersihkan dari bibir vagina terluar kanan dari atas ke bawah lalu bibir vagina
terluar kiri dari atas ke bawah juga,kemudian bibir vagina kecil kanan lalu kiri, dari arah atas ke
3)
a)
b)
c)
d)

bawah dan selanjutnya bagian tengah sampai ke daerah anus


Basuh dengan air, kemudian keringkan dengan tisu kamar mandi
Hal-hal yang harus di perhatikan
Pelihara kebersihan sehari-hari
Hindari pemakaian sabun,karena jika tidak cocok akan terjadi iritasi.
Bersihkan sekali usap untuk setiap bagian
Ganti kapas atau ulangi dengan kapas baru jika terlihat sangat kotor.

Bandung, 26 juni 2014

Yuniar Putri Anggraeni

0 komentar on "SAP perawatan luka perineum"


Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Beranda

SAP perawatan luka perineum

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan

: Asuhan masa nifas

Sub pokok bahasan

: Perawatan luka perineum

Waktu

: 1 x 15 menit

Tempat

: Ruang nifas

Sasaran

: Ibu Iim

A. Tujuan Penyuluhan Umum ( TPU )


Setelah di berikan penyuluhan, ibu mampu melakukan perawatan perineum secara
mandiri sehingga resiko infeksi dapat terhindari.
B. Tujuan Penyuluhan Khusus ( TPK )
-

Setelah diberikan penyuluhan selama 1 menit 30 detik pertama, ibu dapat menyebutkan
pengertian perawatan luka perineum dengan benar,

Setelah diberikan penyuluhan selama 1 menit 30 detik kedua , ibu dapat menyebutkan tujuan

perawatan luka perineum dengan benar,


Setelah diberikan penyuluhan selama 1 menit 30 ketiga, ibu dapat menyebutkan kapan saja

melakukan perawatan luka perineum dengan benar,


Setelah diberikan penyuluhan selama 1 menit 30 detik keempat, ibu dapat menyebutkan alat-

alat yang di gunakan saat melakukan perawaan luka perineum dengan benar,
Setelah diberikan penyuluhan selama 1 menit 30 detik kelima, ibu dapat menyebutkan langkahlangkah perawatan luka perineum dengan benar.

I.

II.

MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian perawatan luka perineum
2. Tujuan perawatan luka perineum
3. Waktu melakukan perawatan luka perineum
4. Alat-alat yang di gunakan untuk perawatan luka perineum
5. Langkah langkah perawatan luka perineum
KEGIATAN PENYULUHAN
Kegiatan Pembuka
(3 Menit)
Penyuluhan

Peserta

1.Memberikan salam
2.Perkenalan
3.Apersepsi
Kegiatan Inti
(9 Menit)
Penyuluhan
1.Menjelaskan materi
2.Memberikan

kesempatan

1.Menjawab salam
2.Merespon
3.Menyimaknya
Peserta
1.Memperhatikan

materi

disampaikan
untuk 2.Bertanya apabila ada materi yang

bertanya
kurang dimengerti
3.Memberikan pertanyaan balik ke post 3.Menjawab pertnyaan penyuluh
test
Kegiatan Penutup
(3 Menit)
Penyuluh
1.Menyimpulkan seluruh materi
2.Mengucapkan salam

yang

Peserta
1.Memperhatikan penjelasan
2.Menjawab salam

III.
A.
1.
2.
B.
1.
IV.

MEDIA PENYULUHAN
Alat penyuluh
Bolpoin
Buku catatan
Media penyuluhan
Leaflet
METODE PENYULUHAN
Adapun metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah:

a. Metode Ceramah
b. Metode Tanya Jawab
V.
VI.
a.
1.
2.
3.
4.
5.

SUMBER
Kusyanti, Eni, dkk 2003. Keterampilan dan Prosedur Keperawatan Dasar. Semarang:kilat press.
Potter, Perry, 2005.Buku Ajar Fundamental Keperawatan Edisi 4 Vol.2 Jakarta:EGC
EVALUASI
Pertanyaan
Pengertian perawatan luka perineum ?
Tujuan perawatan luka perineum ?
Waktu melakukan perawatan luka perineum ?
Alat-alat yang di gunakan untuk perawatan luka perineum ?
Langkah langkah perawatan luka perineum ?

b. Jawaban
1. Pengertian perawatan luka perineum
Perawatan perineum adalah pemenuhan kebutuhan untuk menyehatkan daerah antara paha yang
di batasi antara lubang dubut dan bagian alat kelamin (kemaluan) sebelah luar pada masa pasca
persalinan (melahirkan).
2. Tujuan perawatan luka perineum
1) pencegahan terjadinya infeksi pada saluran reproduksi setelah kelahiran anak
2) Untuk penyembuhanluka perineum jahitan perineum
3) Menjaga kebersihan daerah kemaluan
4) Mengurangi nyeri
5) Meningkatkan rasa nyaman pada ibu
3. Waktu melakukan perawatan luka perineum
1) saat mandi
2) Setelah buang air kecil
3) Setelah buang air besar

4.
1)
2)
3)
4)
5.
1)
2)

Alat-alat yang di gunakan untuk perawatan luka perineum


Kapas
Air bersih
Tisu kamar mandi
Cairan pembersih kemaluan khusus wanita
Langkah langkah perawatan luka perineum
Ambil kapas yang sudah di rendam
Buka bibir vaginabersihkan dari bibir vagina terluar kanan dari atas ke bawah lalu bibir vagina
terluar kiri dari atas ke bawah juga,kemudian bibir vagina kecil kanan lalu kiri, dari arah atas ke

bawah dan selanjutnya bagian tengah sampai ke daerah anus


3) Basuh dengan air, kemudian keringkan dengan tisu kamar mandi
Hal-hal yang harus di perhatikan
a) Pelihara kebersihan sehari-hari
b) Hindari pemakaian sabun,karena jika tidak cocok akan terjadi iritasi.
c) Bersihkan sekali usap untuk setiap bagian
d) Ganti kapas atau ulangi dengan kapas baru jika terlihat sangat kotor.
Midwife Of Kediri

"Menjadi Sahabat Wanita, menyelamatkan dua nyawa"


Rabu, 08 Januari 2014
Perawatan luka Perinium

Di susun oleh:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Nias Devi Kristanti


Aulya Wanda Octaviana
Devi Firdausi Nuzula
Rizquna Nadia Rahayu
Tean Yuni Metari
Binti Qudsiyah
Agustin Habib Aulya
Elok Puspa Merdeka
Yafenty Faladi Aulyandini

(1202200092)
(1202200093)
(1202200094)
(1202200095)
(1202200096)
(1202200097)
(1202200098)
(1202200099)
(1202200100)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG

JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI KEBIDANAN KEDIRI
2013

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masalah kesehatan pada ibu pasca persalinan menimbulkan dampak yang dapat
meluas keberbagai aspek kehidupan dan menjadi salah satu parameter kemajuan
bangsa dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Infeksi masih
menyumbangkan angka kematian ibu pada masa nifas jika infeksi tidak tertangani
akan menimbulkan komplikasi seperti infeksi pada kandung kemih maupun infeksi
pada jalan lahir, infeksi ini tidak bisa dibiarkan karena menyebabkan kematian pada
ibu nifas.
Masa Nifas (puerpurium) adalah masa dimulai setelah plasenta keluar dan
berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan semula (sebelum
hamil). Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu. Salah satu infeksi yang
terjadi pada masa nifas adalah infeksi pada luka jahitan, perawatan luka bekas
jahitan penting dilakukan karena luka bekas jahitan jalan lahir ini bila tidak dirawat
dapat menjadi pintu masuk kuman dan menimbulkan infeksi, ibu menjadi panas,
luka basah dan jahitan terbuka, bahkan ada yang mengeluarkan bau busuk dari
jalan lahir (vagina). Karenanya penting dilakukan perawatan luka perineum agar
tidak terjadi infeksi, komplikasi bahkan kematian ibu post partum.
Oleh karena itu kami membuat makalah yang berjudul "Perawatan Perineum
pada Ibu Nifas agar dapat mengetahui cara perawatan luka perineum sehingga
dapat memberikan asuhan yang tepat pada ibu nifas agar tidak terjadi infeksi,
komplikasi bahkan kematian ibu post partum.
1.2
1.2.1
1.2.2
1.2.3
1.2.4
1.2.5
1.2.6
1.2.7
1.2.8

Rumusan Masalah
Apa pengertian dari masa nifas?
Apa pengertian dari perawatan perineum?
Apa tujuan dilakukan perawatan perineum?
Apa saja bentuk-bentuk luka perineum?
Bagaimana lingkup perawatan luka perineum?
Kapan waktu yang tepat untuk perawatan luka perineum?
Bagaimana penatalaksanaan luka perineum?
Apa faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum?

1.2.9

Bagaimana dampak dari perawatan perineum?

1.3 Tujuan

Tujuan Umum
Untuk mengetahui cara perawatan luka perineum sehingga dapat memberikan
asuhan yang tepat pada ibu nifas agar tidak terjadi infeksi, komplikasi bahkan
kematian ibu post partum.

1.3.1
1.3.2
1.3.3
1.3.4
1.3.5
1.3.6
1.3.7
1.3.8
1.3.9

Tujuan Khusus
Untuk mengetahui pengertian dari masa nifas.
Untuk mengetahui pengertian dari perawatan perineum.
Untuk mengetahui tujuan dilakukan perawatan perineum.
Untuk mengetahui bentuk-bentuk luka perineum.
Untuk mengetahui lingkup perawatan luka perineum.
Untuk mengetahui waktu yang tepat untuk perawatan luka perineum.
Untuk mengetahui penatalaksanaan luka perineum.
Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum.
Buntuk mengetahui dampak dari perawatan perineum.

BAB II
PEMBAHASAN
1.2.1

Pengertian Masa Nifas


Masa nifas (puerpurium) dimulai sejak plasenta lahir dan berakhir ketika alatalat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung
kira-kira 6 minggu. Puerpurium (nifas) berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari,
merupakan waktu yang diperlukan untuk pulihnya alat kandungan pada keadaan
yang normal (Ambarwati dan Wulandari, 2010).
Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan
selesai sampai alatalat kandungan kembali seperti pra hamil (Rustam Mochtar,
2002).
Masa nifas atau post partum disebut juga puerpurium yang berasal dari
bahasa latin yaitu dari kata Puer yang artinya bayi dan Parous berarti
melahirkan. Nifas yaitu darah yang keluar dari rahim karena sebab melahirkan atau
setelah melahirkan (Anggraeni, 2010).
Masa nifas (Puerperium) adalah mulai partus selesai, dan berakhir setelah kirakira 6 minggu. Akan tetapi, seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti
sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan. (Prawirohardjo, 2005).
Jadi masa nifas adalah masa yang dimulai dari plasenta lahir sampai alat-alat
kandungan kembali seperti sebelum hamil, dan memerlukan waktu kira-kira 6
minggu.

1.2.2

Pengertian Perawatan Luka Perineum


Perawatan adalah proses pemenuhan kebutuhan dasar manusia (biologis,
psikologis, sosial dan spiritual) dalam rentang sakit sampai dengan sehat (Aziz,
2004). Perineum adalah daerah antara kedua belah paha yang dibatasi oleh vulva
dan anus (Danis, 2000). Post Partum adalah selang waktu antara kelahiran placenta
sampai dengan kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil
(Mochtar, 2002). Perawatan perineum adalah pemenuhan kebutuhan untuk
menyehatkan daerah antara paha yang dibatasi vulva dan anus pada ibu yang
dalam masa antara kelahiran placenta sampai dengan kembalinya organ genetik
seperti pada waktu sebelum hamil.

1.2.3

Tujuan Perawatan Perineum

Tujuan perawatan perineum menurut Hamilton (2002), adalah mencegah


terjadinya infeksi sehubungan dengan penyembuhan jaringan.
Sedangkan menurut Moorhouse et. al. (2001), adalah pencegahan terjadinya
infeksi pada saluran reproduksi yang terjadi dalam 28 hari setelah kelahiran anak
atau aborsi.
Tujuan perawatan luka perineum menurut APN adalah sebagai berikut:
a. Menjaga agar perineum selalu bersih dan kering.
b. Menghindari pemberian obat trandisional.
c. Menghindari pemakaian air panas untuk berendam.
d. Mencuci luka dan perineum dengan air dan sabun 3 4 x sehari.
1.2.4

Bentuk Luka Perineum


Bentuk luka perineum setelah melahirkan ada 2 macam yaitu :

1.

Rupture
Rupture adalah luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya jaringan
secara alamiah karena proses desakan kepala janin atau bahu pada saat proses
persalinan. Bentuk rupture biasanya tidak teratur sehingga jaringan yang robek sulit
dilakukan penjahitan. (Hamilton, 2002).
2.

Episotomi
Episiotomi adalah sebuah irisan bedah pada perineum untuk memperbesar
muara vagina yang dilakukan tepat sebelum keluarnya kepala bayi (Eisenberg, A.,
1996).
Episiotomi, suatu tindakan yang disengaja pada perineum dan vagina yang
sedang

dalam

keadaan

meregang.

Tindakan

ini

dilakukan

jika

perineum

diperkirakan akan robek teregang oleh kepala janin, harus dilakukan infiltrasi
perineum dengan anestasi lokal, kecuali bila pasien sudah diberi anestasi epiderual.
Insisi episiotomi dapat dilakukan di garis tengah atau mediolateral. Insisi garis
tengah mempunyai keuntungan karena tidak banyak pembuluh darah besar
dijumpai disini dan daerah ini lebih mudah diperbaiki (Jones Derek, 2002).

Menurut Syaifuddin (2007) indikasi episiotomi adalah:


a.

Penyebab Maternal

1)

Partus precipitatus yang tidak dikendalikan dan tidak ditolong,

2)

Pasien tidak mampu berhenti mengejan,

3)

Partus diselesaikan secara tergesa-gesa dengan dorongan fundus yang berlebihan,

4)

Edema dan kerapuhan pada perineum.

b.

Faktor Janin

1)

Bayi besar,

2)

Posisi kepala yang abnormal,

3)

Kelahiran bokong,

4)

Ekstraksi forsep yang sukar

5)

Distosia bahu.
Pada gambar berikut ini dijelaskan tipe

episotomi dan rupture yang sering dijumpai dalam proses persalinan yaitu :

Gambar 1. Tipe-Tipe Episiotomi


1. Episiotomi medial
2. Episiotomi mediolateral
Sedangkan rupture meliputi
1. Tuberositas ischii
2. Arteri pudenda interna
3. Arteri rektalis inferior
1.2.5

Lingkup Perawatan
Lingkup perawatan perineum ditujukan untuk pencegahan infeksi organ-organ
reproduksi yang disebabkan oleh masuknya mikroorganisme yang masuk melalui
vulva yang terbuka atau akibat dari perkembangbiakan bakteri pada peralatan
penampung lochea (pembalut) (Feerer, 2001).
Sedangkan menurut Hamilton (2002), lingkup perawatan perineum adalah

1. Mencegah kontaminasi dari rektum


2. Menangani dengan lembut pada jaringan yang terkena trauma
3. Bersihkan semua keluaran yang menjadi sumber bakteri dan bau.
1.2.6

Waktu Perawatan
Menurut Feerer (2001), waktu perawatan perineum adalah

1.

Saat mandi
Pada saat mandi, ibu post partum pasti melepas pembalut, setelah terbuka maka
ada kemungkinan terjadi kontaminasi bakteri pada cairan yang tertampung pada
pembalut, untuk itu maka perlu dilakukan penggantian pembalut, demikian pula
pada perineum ibu, untuk itu diperlukan pembersihan perineum.

2.

Setelah buang air kecil


Pada saat buang air kecil, pada saat buang air kecil kemungkinan besar terjadi
kontaminasi air seni padarektum akibatnya dapat memicu pertumbuhan bakteri
pada perineum untuk itu diperlukan pembersihan perineum.

3.

Setelah buang air besar.

Pada saat buang air besar, diperlukan pembersihan sisa-sisa kotoran disekitar anus,
untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri dari anus ke perineum yang
letaknya bersebelahan maka diperlukan proses pembersihan anus dan perineum
secara keseluruhan.
1.2.7

Penatalaksanaan Perawatan Perineum

1. Persiapan
a. Ibu Pos Partum
Perawatan perineum sebaiknya dilakukan di kamar mandi dengan posisi ibu
jongkok jika ibu telah mampu atau berdiri dengan posisi kaki terbuka.
b. Alat dan bahan
Alat yang digunakan adalah botol, baskom dan gayung atau shower air hangat
dan handuk bersih. Sedangkan bahan yang digunakan adalah air hangat, pembalut
nifas baru dan antiseptik (Fereer, 2001).
2. Penatalaksanaan
Perawatan khusus perineal bagi wanita setelah melahirkan anak mengurangi
rasa ketidaknyamanan, kebersihan, mencegah infeksi, dan meningkatkan
penyembuhan dengan prosedur pelaksanaan menurut Hamilton (2002) adalah
sebagai berikut:
Perawatan perineum 10 hari
1.
2.
3.

4.
5.

6.
7.

8.

Ganti pembalut wanita yang bersih setiap 4-6 jam. Letakkan dengan baik sehingga
tidak bergeser.
Lepaskan pembalut dari muka ke belakang untuk menghindari penyebaran bakteri
dari anus ke vagina.
Alirkan atau bilas dengan air hangat atau cairan antiseptik area perineum setelah
buang air kecil atau besar. Keringkan dengan kain pembalut atau anduk dengan
cara tepuk-tepuk, selalu dari arah muka ke belakang.
Jangan dipegang sebelum area tersebut pulih.
Rasa gatal pada area sekitar jahitan normal dan merupakan tanda penyembuhan.
Namun, untuk meredakan rasa tidak enak, atasi dengan merendam air hangat atau
kompres dingin dengan kain pembalut yang telah di dinginkan.
Berbaring pada sisi tubuh, hindari berdiri atau duduk lama, untuk mengurangi
tekanan pada daerah tersebut,
Lakukan latihan kegel sesering mungkin guna merangsang peredaran darah
disekitar perineum. Dengan demikian, akan mempercepat penyembuhan dan
memperbaiki otot-otot.
Jangan terkejut jika anda tidak merasakan apa-apa saat pertama kali berlatih
karena area tersebut akan tebal setelah persalinan. Dan pulih secara bertahap
dalam beberapa minggu.

Parameter yang digunakan dalam evaluasi hasil perawatan adalah:


1. Perineum tidak lembab
2. Posisi pembalut tepat
3. Ibu merasa nyaman
1.2.8

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka menurut


Smeltzer (2002) :
1. Faktor Eksternal

a.

Lingkungan
Dukungan dari lingkungan keluarga, dimana ibu akan selalu merasa
mendapatkan perlindungan dan dukungan serta nasihat nasihat khususnya orang
tua dalam merawat kebersihan pasca persalinan.

b.

Tradisi
Di Indonesia ramuan peninggalan nenek moyang untuk perawatan pasca
persalinan masih banyak digunakan, meskipun oleh kalangan masyarakat modern.
Misalnya untuk perawatan kebersihan genital, masyarakat tradisional menggunakan
daun sirih yang direbus dengan air kemudian dipakai untuk cebok.

c.

d.

Pengetahuan
Pengetahuan ibu tentang perawatan pasca persalinan sangat menentukan
lama penyembuhan luka perineum. Apabila pengetahuan ibu kurang telebih
masalah kebersihan maka penyembuhan lukapun akan berlangsung lama.
Sosial ekonomi
Pengaruh dari kondisi sosial ekonomi ibu dengan lama penyebuhan perineum
adalah keadaan fisik dan mental ibu dalam melakukan aktifitas sehari-hari pasca
persalinan. Jika ibu memiliki tingkat sosial ekonomi yang rendah, bisa jadi
penyembuhan luka perineum berlangsung lama karena timbulnya rasa malas dalam
merawat diri.

e.

Penanganan petugas
Pada saat persalinan, pembersihannya harus dilakukan dengan tepat oleh
penangan petugas kesehatan, hal ini merupakan salah satu penyebab yang dapat
menentukan lama penyembuhan luka perineum.

f.

Kondisi ibu

Kondisi kesehatan ibu baik secara fisik maupun mental, dapat menyebabkan
lama penyembuhan. Jika kondisi ibu sehat, maka ibu dapat merawat diri dengan
baik.
g.

Gizi
Makanan yang bergizi dan sesuai porsi akan menyebabkan ibu dalam keadaan
sehat dan segar. Dan akan mempercepat masa penyembuhan luka perineum.

2. Faktor Faktor Internal yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka menurut Smeltzer


(2002):
a. Usia
Penyembuhan luka lebih cepat terjadi pada usia muda dari pada orang tua.
Orang yang sudah lanjut usianya tidak dapat mentolerir stress seperti trauma
jaringan atau infeksi.
b.

c.

Penanganan jaringan
Penanganan yang kasar menyebabkan cedera dan memperlambat
penyembuhan.
Hemoragi
Akumulasi darah menciptakan ruang rugi juga sel-sel mati yang harus
disingkirkan. Area menjadi pertumbuhan untuk infeksi.

d.

Hipovolemia
Volume darah yang tidak mencukupi mengarah pada vasokonstriksi dan
penurunan oksigen dan nutrient yang tersedia utuk penyembuhan luka.

e.

Faktor lokal edema


Penurunan suplai oksigen melalui gerakan meningkatkan tekanan interstisial
pada pembuluh.

f.

g.

Defisit nutrisi
Sekresi insulin dapat dihambat, sehingga menyebabkan glukosa darah
meningkat. Dapat terjadi penipisan protein-kalori.
Personal higiene
Personal higiene (kebersihan diri) dapat memperlambat penyembuhan, hal ini
dapat menyebabkan adanya benda asing seperti debu dan kuman.

i.

Defisit oksigen

Insufisien oksigenasi jaringan : Oksigen yang tidak memadai dapat diakibatkan


tidak adekuatnya fungsi paru dan kardiovaskular juga vasokonstriksi setempat.
Penumpukan drainase : Sekresi yang menumpuk menggangu proses
penyembuhan.
j.

Over aktivitas
Menghambat perapatan tepi luka. Mengganggu penyembuhan yang diinginkan.

1.2.9

Dampak Dari Perawatan Luka Perineum


Perawatan perineum yang dilakukan dengan baik dapat menghindarkan hal
berikut ini :

1. Infeksi
Kondisi perineum yang terkena lokia dan lembab akan sangat menunjang
perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada
perineum.
2. Komplikasi
Munculnya infeksi pada perineum dapat merambat pada saluran kandung kemih
ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi
kandung kemih maupun infeksi pada jalan lahir.
3. Kematian ibu post partum
Penanganan komplikasi yang lambat dapat menyebabkan terjadinya kematian pada
ibu post partum mengingat kondisi fisik ibu post partum masih lemah (Suwiyoga,
2004).

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Masa pascapersalian adalah fase khusus dalam kehidupan ibu serta Bagi ibu
yang mengalami persalinn pertama kalinya, ibu menyadari terjadinya perubahan
kehidupan yang sangat bermakana selama hidupnya. Keadaan ini di tandai dengan
perubahan emosional, perubahan fisik secara dramatis, hubungan keluarga dan
aturan serta penyesuaian terhadap aturan baru. Ini semua mempengaruhi setiap
kegiatan yang berhubungan dengan perawatan luka perineum.
Infeksi masih merupakan salah satu penyebab kematian ibu
pascapersalinan. Maka itu perawatan luka perineum yang benar perlu di perhatikan.
Langkah awal untuk melakukan pencegahan adalah, melakukan pencegahan dasar
dengan cara mencuci tangan setiap akan melakukan tindakan serta tetap menjaga
kebersihan daerah luka. Infeksi yang terjadi pascapersalinan sering berasal dari
lingkungan.
Perawatan luka perineum sangatlah penting untuk menghindari
terjadinya infeksi guna menurunkan angka kematian ibu pascapersalian.
3.2 Saran
Perawatan luka perineum merupakan tindakan kesehatan yang di tujukan
pada ibu nifas yang mengalami ruptur saat persalinan. Aplikasi dalam perawatan
sangat di butuhkan keterampilan, pengetahuan serta prosedur kerja yang benar.
Maka dari itu ini dibutuhkan kerja sama antar keluarga dan tenaga medis agar
dapat berjalan lancara.
Maka dari itu bagi tenaga medis, keterampilan untuk merawat luka perineum
benar-benar dimiliki untuk mengurangi resiko infeksi. Serta bagi ibu ataupun
keluarga yang masih belum memahami tentang perawatn luka perineum dapat
mengaplikasikan isi makalah ini sehingga dalam aplikasi perawatan sesuai dengan
prinsip kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA
Ladewig,Praticia W,dkk.2006.Buku Saku Asuhan Ibu & Bayi Baru Lahir.Jakarta:EGC.
Stright, Barbara R.2004.Keperawatan Ibu-Bayi Baru Lahir.Jakarta:EGC.
WHO.2003.Perawatan Ibu dan Bayi.Jakarta:EGC.
Danuatmaja,Bonny dkk.2003.40 Hari Pasca Persalinan.Jakarta:Puspa Swara.
Wheeler,Linda.2004.Asuhan Perinatal&Pascapartum.Jakarta:EGC

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


Hari / Tanggal
Waktu
Pokok Bahasan
Sub Pokok Bahasan
Sasaran
Penyuluh
Padang

: kamis, 26 september 2013


: Pukul 10.00 WIB
: Kebersihan Diri (Personal Hygiene) pada Ibu Nifas
: Menjelaskan Tentang Cara Perawatan Diri pada Ibu Nifas
:
Ibu-Ibu Nifas
:
Kelompok C, D III kebidanan STIKes Mercubaktijaya

GENA ALVIONITA ( 11211118 )

NURMADONA ANHAR ( 112111

RORI KARMILA SARI ( 112111

VERA LUCIANA PRATIWI ( 11211162 )

WASNA ( 11211163 )

Tempat

I.

Ruang rawat nifas ( KRZ )

Latar Belakang

Dalam masa nifas, alat-alat genitalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih
seperti keadaan sebelum hamil. Untuk membantu mempercepat proses penyembuhan pada masa
nifas, maka ibu nifas membutuhkan pendidikan kesehatan / health education seperti personal
hygiene.
Setelah dilakukan penyuluhan tentang Perawatan diri (personal hygiene) diharapkan ibu-ibu
dapat mengetahui dan mengerti teknik perawatan diri yang baik bagi dirinya sendiri pada masa
nifas atau masa pulih kembali yang berlangsung selama 40 hari atau 6 minggu.
II.

Tujuan Instruksional Khusus (TIK)

Setelah dilakukan penyuluhan tentang perawatan diri (personal hygiene), diharapkan ibu-ibu
dapat :
1. Mengetahui apa yang di maksud dengan masa nifas
2. Mengetahui apa saja perawatan diri yang diperlukan ibu dalam masa nifas
3. Mengetahui dan dapat melakukan teknik perawatan diri sendiri secara
mandiri ataupun di bantu
4. Mengajak Ibu-Ibu untuk selalu menjaga personal hygiene

III. Garis-garis Besar Materi


1. Pengertian Nifas
2. Sasaran penyuluhan Perawatan diri
3. Pengertian Personal hygiene (perawatan diri)
4. Cara melakukan perawatan diri
5. Dampak jika ibu tidak merawat diri dengan baik
6. Memahami dan dapat melakukan teknik perawatan diri

IV. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3.

Demonstrasi

V. Media dan Alat Peraga


1. Leaflet

2. Power Point: LCD

VI.

Proses Kegiatan Penyuluhan

No KEGIATAN

Respon Ibu Hamil

Waktu

Pendahuluan :

1.

Memberi salam pembuka dan


perkenalan diri

Menjelaskan tujuan

Kontrak waktu

Membalas salam

Mendengarkan

Memberi respon

Menit

Penjelasan :

2.
3.

Pengertian masa nifas

Sasaran penyuluhan

Pengertian personal hygiene


(perawatan diri)

Menjelaskan Kebutuhan Personal


Hygiene pada Ibu

Menjelaskan teknik melakukan


personal hygiene

Menjelaskan akibat kurangnya


melakukan perawatan diri

Penutup :

Tanya jawab

Mendengarkan dengan
penuh perhatian
20 Menit
5 Menit

Menyimpulkan hasil penyuluhan

Memberikan salam penutup

Menanyakan hal yang belum jelas

Aktif bersama menyimpulkan

Membalas salam

VII. Evaluasi

1. Mengajukan pertanyaan lisan

Tes awal

1. Apakah ada yang tahu bagaimana cara merawat diri yang baik setelah
melahirkan ?

Tes akhir

1. Apa yang dimaksud perawatan diri?


2. Sebutkan apa saja cara melakukan perawatan diri ?
3. Sebutkan dampak jika ibu tidak melakukan perawatan diri?

1. Observasi

Respon/tingkah laku ibu saat diberi pertanyaan: apakah mereka diam atau
menjawab (benar atau kurang tepat).

Ibu antusias atau tidak.

Ibu mengajukan pertanyaan atau tidak

MATERI :
PERSONAL HYGIENE (PERAWATAN DIRI) PADA IBU NIFAS
Pengertian Masa Nifas
Masa nifas atau puerperium adalah masa setelah plasenta lahir dan ketika alat-alat kandungan
kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung selama kira-kira 6 minggu.
Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, plasenta, serta selaput yang
diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu
kurang lebih 6 minggu atau 40 hari.
Sasaran
Ibu-Ibu Nifas antara hari pertama sampai 6 minggu
Pengertian Perawatan Diri (Personal Hygiene)
Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene
berarti sehat. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan
kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis.
Tujuan melakukan Personal Hygiene
1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
2. Memelihara kebersihan diri seseorang
3. Memperbaiki personal hyiene yang kurang
4. Mencegah penyakit
5. Menciptakan keindahan

6. Meningkatkan rasa percaya diri

Kebutuhan Personal Hygiene pada Ibu


Kebersihan diri ibu membantu mengurangi sumber infeksi dan meningkatkan perasaan nyaman
pada ibu. Anjurkan ibu unutuk menjaga kebersihan diri dengan cara mandi yang teratur minimal
2 kali sehari, mengganti pakaian dan alas tempat tidur serta lingkungan dimana ibu tinggal.
Ibu harus tetap bersih, segar dan wangi. Merawat perineum dengan baik dengan menggunakan
antiseptik (PK / Dethol) dan selalu diingat bahwa membersihkan perineum dari arah depan ke
belakang.
Jaga kebersihan diri secara keseluruhan untuk menghindari infeksi, baik pada luka jahitan
maupun kulit.
a. Pakaian
Sebaiknya, pakaian agak longgar di daerah dada sehingga payudara tidak tertekan dan kering.
Demikian juga dengan pakaian dalam, agar tidak terjadi iritasi (lecet) pada daerah sekitarnya
akibat lochea.
b. Kebersihan rambut
Setelah bayi lahir, ibu mungkin akan mengalami kerontokan rambut akibat gangguan perubahan
hormon sehingga keadaannya menjadi lebih tipis dibandingkan keadaan normal. Jumlah dan
lamanya kerontokan berbeda-beda antara satu wanita dengan wanita yang lain. Meskipun
demikian, kebanyakan akan pulih setelah beberapa bulan. Cuci rambut dengan conditioner yang
cukup, lalu menggunakan sisir yang lembut. Hindari penggunaan pengering rambut.
c. Kebersihan kulit
Setelah persalinan, ekstra cairan tubuh yang dibutuhkan saat hamil akan dikeluarkan kembali
melalui air seni dan keringat untuk menghilangkan pembengkakan pada wajah, kaki, betis, dan
tangan ibu. oleh karena itu, dalam minggu-minggu pertama setelah melahirkan, ibu akan
merasakan jumlah keringat yang lebih banyak dari biasanya. Usahakan mandi lebih sering dan
jaga agar kulit tetap kering.
d. Kebersihan vulva dan sekitarnya.
1. Mengajarkan ibu membersihkan daerah kelamin dengan cara membersihkan
daerah di sekitar vulva terlebih dahulu, dari depan ke belakang, baru
kemudian membersihkan daerah sekitar anus. Bersihkan vulva setiap kali
buang air kecil atau besar.

2. Sarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya dua
kali sehari. Kain dapat digunakan ulang jika telah dicuci dengan baik dan
dikeringkan di bawah matahari atau disetrika.
3. Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan
sesudah membersihkan daerah kelaminnya.
4. Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi, sarankan kepada ibu untuk
menghindari menyentuh luka, cebok dengan air dingin atau cuci
menggunakan sabun.

Perawatan luka perineum bertujuan untuk mencegah infeksi, meningkatkan rasa nyaman dan
mempercepat penyembuhan. Perawatan luka perineum dapat dilakukan dengan cara mencuci
daerah genital dengan air dan sabun setiap kali habis BAK/BAB yang dimulai dengan mencuci
bagian depan, baru kenudian daerah anus. Sebelum dan sesudahnya ibu dianjukan untuk mencuci
tangan. Pembalut hendaknya diganti minimal 2 kali sehari. Bila pembalut yang dipakai ibu
bukan pembalut habis pakai, pembalut dapat dipakai kembali dengan dicuci, dijemur dibawah
sinar matahari dan disetrika.

Akibat Kurangnya atau tidak Menjaga Personal Hygiene :


1. Ibu Mudah Sakit
2. Ibu terlihat kotor/ kurang bersih
3. Bayi ibu sakit
4. Ibu kurang percaya diri
5. Ibu mengalami infeksi

Personal hygiene pada ibu nifas post SC


Luka operasi merupakan luka bersih sehingga mudah untuk perawatannya, namun jika salah
dalam merawat, maka akan bisa berakibat fatal. Oleh karena itu pastikan Anda tidak salah dalam
merawat luka operasi.
1. Setiap satu minggu kasa harus di buka

Idealnya kasa yang dipakai diganti kasa baru setiap satu minggu sekali. Tidak terlalu sering agar
luka cepat kering, jika sering dibuka luka bisa menempel pada kasa sehingga sulit untuk kering.
Maka mintalah kepada keluarga Anda untuk membukanya selama satu minggu sekali.
2. Bersihkan jika keluar darah dan langsung ganti kasa
Jika luka operasi keluar darah, maka segeralah untuk mengganti kasanya agar tidak basah atau
lembab oleh darah. Kerena darah merupakan kuman yang bisa cepat menyebar ke seluruh bagian
luka.

3. Jaga luka agar tak lembab


Usahan semaksimal mungkin agar luka tetap kering karena tempat lembab akan menjadikan
kuman cepat berkembang. Misalkan suhu kamar terlalu dingin dengan AC yang membuat
ruangan lembab. Bisa jadi luka anda pun ikut lembab. Hindari ruangan lembab, dan atur suhu AC
Anda.
4. Menjaga kebersihan
Agar luka operasi tidak terkena kotoran yang mengakibatkan cepat berkembangnya kuman,
maka kebersihan diri dan lingkungan sekitar Anda semaksimal mungkin harus dijaga. Jauhkan
luka dari kotoran, untuk itu seprei dan bantal harus selalu bersih dari debu.
5. Gunakan bahan plastik atau pembalut yang kedap air (Opset)
Jika Anda mau mandi atau aktifitas yang mengharuskan Anda bersentuhan dengan air, gunakan
bahan plastik atau pembalut yang kedap air (opset) untuk melindungi luka bekas operasi agar
tidak terkena air. Upayakan agar luka tidak sampai basah, karena bisa mempercepat pertumbuhan
kuman.
SUMBER :
Saleha, Sitti.2009. Asuhan kebidanan pada Masa Nifas.Makasar : Salemba Medika
http://superbidanhapsari.wordpress.com/2009/12/14/health-education-personal-hygiene-istirahatdan-tidur-pada-ibu-nifas/
Hidayat, A. Aziz Alimul Hidayat, S.Kp dan Musrifatul Uliyah, S.Kp.2004.Kebutuhan Dasar
Manusia.Jakarta : EGC
http://yoedhasflyingdutchman.blogspot.com/2010/05/konsep-personal-hygiene.html