Anda di halaman 1dari 12

Referat

FISIOLOGI PENGECAPAN

Oleh:
M. HADRIAN PRIATNA

Pembimbing:
dr. Ariman Syukri, Sp.THT-KL

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR BAGIAN THT-KL


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU /
RSUD ARIFIN ACHMAD
PEKANBARU
2015

FISIOLOGI PENGECAPAN
I. ANATOMI LIDAH
Lidah merupakan massa jaringan ikat dan otot lurik yang diliputi oleh
membran mukosa. Membran mukosa melekat erat pada otot karena jaringan
penyambung lamina propia menembus ke dalam ruang-ruang antar berkas otot.
Pada bagian bawah lidah membran mukosanya halus. Lidah juga merupakan suatu
kartilago yang akarnya berada pada bagian posterior rongga mulut dekat dengan
katup epiglotis yang menuju ke laring.1
Mukosa lidah sebagian besar terdiri dari dua kelompok otot. Otot intrinsik
lidah melakukan semua gerakan halus, membuat kita mampu mengubah bentuk
lidah (memanjang, memendek atau membulat), sementara otot ekstrinsik
mengaitkan lidah pada bagian-bagian sekitarnya, membuat lidah dapat bergerak
mengelilingi rangga mulut dan faring serta melaksanakan gerakan-gerakan kasar
yang sangat penting pada saat lidah mengunyah dan menelan. Lidah mengaduk
makanan, menekannya pada langit-langit dan gigi yang akhirnya medorong
masuknya faring.2

Gambar 1. Anatomi Lidah3


1

Lidah terletak pada dasar mulut, ujung serta pinggiran lidah bersentuhan
dengan gigi-gigi bawah, sementara dorsum merupakan permukaan melengkung
pada bagian atas lidah. Bila lidah digulung ke belakang, maka tampaklah
permukaan bawahnya yang disebut frenulum linguae, sebuah struktur ligamen
halus yang mengaitkan bagian posterior lidah pada dasar mulut. Bagian anterior
lidah bebas tidak terkait Bila dijulurkan maka ujung lidah meruncing, dan bila
terletak tenang di dasar mulut, maka ujung lidah berbentuk bulat.1

Gambar 2. Papilla Lidah3


Lidah merupakan bagian tubuh yang penting untuk pengecapan, terdapat
reseptor untuk merasakan respon rasa manis, asam, asin, dan pahit. Reseptor ini
peka terhadap stimulus dari zat-zat kimia, sehingga disebut kemoreseptor.
Reseptor tersebut ada yang tersebar di rongga mulut, faring, dan laring, serta ada
pula yang berkelompok dalam tonjolan-tonjolan epitel permukaan lidah yang
disebut papilla, akibatnya pemukaan lidah menjadi tidak rata.

Gambar 3. Papilla-papilla lidah1


Tiap zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon rasa pada lidah
pada papilla di tempat yang berbeda. Terdapat empat jenis papilla (gambar 2 dan
3), yaitu1,4,5:
o Filiformis, terdapat di bagian posterior lidah. Papilla ini sangat banyak
diseluruh permukaan lidah dan tidak mengandung vili pengecap Papilla
filiformis lebih berfungsi untuk menerima rasa sentuh, daripada rasa
pengecapan yang sebenarnya.
o Fungiformis di bagian anterior lidah dan diantara filiformis, menyebar pada
permukaan ujung dan sisi lidah. Menyerupai jamur karena mempunyai tangkai
yang sempit, permukaan halus, bagian atas melebar, mengandung vili
pengecap, tersebar di permukaan atas lidah, dan epitel berlapis pipih tidak
bertanduk.
o Foliata, pada pangkal lidah bagian lateral dan terdapat beberapa tonjolantonjolan padat.
o Sirkumvalata, papilla yang sangat besar dengan permukaan pipih meluas di
atas yang papilla lain, susunan seperti parit, tersebar di daerah "v" bagian

posterior lidah. Terdapat delapan hingga dua belas buah dari papilla ini yang
terletak pada bagian dasar lidah. Banyak kelenjar mukosa dan serosin, serta
banyak vili pengecap yang terdapat di sepanjang sisi papilla.
II. HISTOLOGI LIDAH
Mukosa lidah terdiri atas epitel berlapis gepeng dan lamina propia tipis
berpapil. Permukaan dorsal lidah ditandai tonjolan-tonjolan mukosa yang disebut
papilla. Papila yang paling banyak adalah papilla filiformis dengan ujung yang
mengalami pertandukan dan yang kurang banyak adalah papilla fungiformis yang
memiliki permukaan bulat tanpa lapisan tanduk. Semua papilla terdapat pada
permukaan dorsal lidah dan tidak terdapat pada permukaan ventral.
Bagian pusat lidah terdiri atas berkas-berkas otot rangka yang melintang.
Akibatnya, otot lidah terlihat terpotong memanjang, melintang dan oblik pada
suatu potongan. Didalam jaringan ikat di sekitar berkas otot, terdapat banyak
pembuluh darah dan saraf.
Taste bud adalah end-organ atau reseptor dari pengecapan. Setiap bud
berbentuk labu, dengan dasar yang luas dan lubang (pori) pengecapan.
Didalamnya terdapat sel gustatory dan sustentakuler. Permukaan apeks sel
sustentakular maupun gustatory memiliki mikrovili panjang (rambut pengecapan)
yang meluas ke dalam dalam dan terjulur keluar melalui pori pengecapan ke
dalam alur yang mengelilingi papilla sirkumvalata (gambar 4 dan 5). Lamina
propia di sekitarnya terdiri atas jaringan ikat longgar dan banyak pembuluh darah.
Terdapat tiga jenis sel pada kuncup kecap, yaitu: sel sustentakular
(penyokong), sel gustatory (pengecap) dan sel basal. Sel sustentakuler tampak
panjang dengan sitoplasma lebih gelap dan inti langsing gelap. Sel gustatory
tampak pucat dengan sitoplasma lebih terang dan inti lebih lonjong. Sel basal
terdapat pada tepi taste bud di dekat membrane basal (gambar 4).2

Gambar 4. Kuncup Kecap3


Saat ini belum ada konsesnsus mengenai fungsi gustatory spesifik pada
jenis sel tertentu. Namun, karena serat saraf tanpa myelin berhubungan dengan sel
sustentakular maupun sel gustatory, maka mungkin kedua jenis sel itu berfungsi
sebagai reseptor pengecapan. Sel basal menghasilkan sel sustentakuler dan sel
gustatory.2

Gambar 5. Taste bud yang menunjukkan microvili5


Substansi yang akan dikecap perlu dilarutkan terlebih dahulu di dalam liur
yang pada umumnya terdapar di rongga mulut dan meningkat selama makan.

Selain liur, kuncup kecap pada epitel papilla sirkumvalata juga dibilas oleh secret
yang dihasilkan kelenjar von Ebner (serosa) yang terdapat di jaringan ikat lidah.
Sekret ini memasuki alur di dasar papilla, melarutkan berbagai substansi dan
memungkinkan substansi tersebut memasuki pori pengecap pada taste bud untuk
merangsang sel pengecap atau sel gustatory untuk persepsi pengecapan. Selain
pada lidah, kuncup kecap juga ditemukan di membrane mukosa palatum mole,
faring dan epiglotis.3

Gambar 6. Inervasi dan lokasi pengecap pada lidah2


Empat sensasi kecap utama yang direspon kuncup kecap: asam, asin,
pahit, manis. Sensai kecap lain adalah kombinasi keempat ini. Ujung lidah paling
peka terhadap manis dan asin, bagian posterior lidah peka terhadap pahit, dan tepi
lateral peka terhadap sensasi asam (gambar 6).3
III. FISIOLOGI PENGECAPAN
Kemoreseptor pengecapan terdapat pada taste buds di dalam rongga
mulut, tenggorokan dan paling banyak di atas lidah. Di dalam sebuah taste bud
terdapat sekitar lima puluh sel reseptor pengecap. Setiap taste bud memiliki
sebuah lubang kecil yang dinamakan pori-pori pengecap, yang berfungsi sebagai
tempat berkontaknya cairan dalam mulut dengan permukaan sel reseptor.
Sel-sel reseptor pengecapan adalah sel epitel termodifikasi dengan banyak
lipatan permukaan, atau disebut juga mikrovili yang sedikit menonjol melalui
pori-pori pengecap untuk meningkatkan luas permukaan sel yang terpajan ke isi

mulut. Membran plasma mikrovili mengandung reseptor-reseptor yang berikatan


selektif dengan molekul-molekul zat kimia di lingkungan. Hanya zat kimia dalam
larutanbaik cairan atau zat padat yang bisa larut dengan air liuryang dapat
berikatan dengan sel reseptor. Pengikatan suatu zat kimia dengan sel reseptor
menyebabkan perubahan channel-channel ion dan menimbulkan depolarisasi
potensial reseptor. Potensial reseptor ini kemudian memulai potensial aksi di
ujung-ujung terminal serat saraf aferen yang bersinaps dengan reseptor tersebut.
Ujung-ujung terminal aferen beberapa saraf kranial bersinaps dengan taste
buds di berbagai bagian mulut. Sinyal sensorik dikirimkan melalui perhentianperhentian sinaps di batang otak dan thalamus ke daerah gustatorik korteks, suatu
daerah di lobus parietal

yang

dekat dengan daerah lidah korteks

somatosensorik. Tidak seperti sebagian besar masukan sensorik lainnya, jalur


gustatorik sebagian besar todak menyilang. Batang otak juga memproyeksikan
serat-serat ke hipotalamus dan sistem limbik, mungkin untuk menambah dimensi
adektif, misalnya apakah rasa yang dikecap tersebut menyenangkan atau tidak,
dan untuk mengolah aspek-aspek perilaku yang berkaitan dengan pengecapan dan
penghidu.7
IV. SENSASI PENGECAPAN UTAMA
Belum diketahui semua bahan kimia spesifik yang dapat mengeksitasi
beragam reseptor pengecap. Namun, penelitian fisiologi dan neurofiologi telah
mengidentifikasi sedikitnya 13 kemungkinan reseptor kimiawi di dalam sel
pengecap, diantaranya: 2 reseptor sodium, 2 reseptor potassium, 1 reseptor klorid,
1 reseptor adenosine, 1 reseptor inosine, 2 reseptor rasa manis, 2 reseptor pahit, 1
reseptor glutamate dan 1 reseptor ion hydrogen.
Beberapa ilmuwan menyatakan kemampuan reseptor dibagi dalam
kelompok 5 kategori umum disebut juga sensasi pengecapan utama, yaitu: asam,
asin, manis, pahit dan umami.

Rasa Asam disebabkan oleh acids (asam). Sensasi rasa ini dipengaruhi
oleh jumlah konsentrasi ion hydrogen. Maka apabila terdapat lebih banyak
acid dalam suatu makanan, maka akan lebih asam makanan tersebut.

Rasa asin dipengaruhi oleh garam yang terionisasi, terutama konsentrasi


ion sodium. Kualitas rasa divariasikan dari garam dengan yang lain.
Kation garam, terutama kation sodium, mempunyai pengaruh besar
terhadap rasa asin, tetapi anion juga sedikit berpengaruh.

Rasa manis tidak disebabkan oleh kelompok bahan kimia apapun.


Beberapa jenis bahan kimia yang menyebabkan rasa manis termasuk gula,
glikol, alcohol, aldehid, keton, amida, ester, beberapa asam amino,
beberapa protein kecil, asam sulfonik, asam alogenasi dan garam inorganic
dari lead dan berilium. Catatan spesifik dari substansi terbanyak yang
menyebabkan rasa manis adalah bahan kimi organic. Perlu diketahui
bahwa sedikit perubahan struktur kimia seperti penambahan sedikit radikal
saja, sering dapat menyebabkan perubahan rasa dari manis menjadi pahit.

Rasa pahit, seperti layaknya rasa manis tidak dipengaruhi oleh agen
kimiawi. Ditambah lagi, substansi yang dapat memberikan rasa oahit
adalah hampir semua substansi organik. Dua kelas partikel atau substansi
yang menyebabkan sensasi pahit diantaranya: (1) subtansi organic rantai
panjang yang menganding nitrogen, dan (2) alkaloid. Alkaloid banyak
dipakai untuk obat-obatan, seperti quinine, kafein, strisnin dan nikotin.

Rasa Umami. Umami (Bahasa jepang, artinya: enak) adalah sensasi rasa
menyenangkan atau mengenakkan yang secara jualitatif berbeda dengan
asam, manis, asin atau pahit. Umami adalah rasa yang dominan pada
makanan yang mengandung L-glutamat, semerti kaldu daging dan keju.6

V. MEKANISME RANGSANG INDERA PENGECAP


Mekanisme reaksi antara substansi perangsang dengan vili pengecap untuk
memulai potensial reseptor adalah dengan pengikatan zat kimia kecap pada
molekul reseptor protein yang menonjol melalui membran vili. Hal ini kemudian
membuka saluran ion, yang membuat ion natrium masuk dan mendepolarisasi sel.
Selanjutnya, zat kimia kecap secara bertahap dibersihkan dari v pengecap oleh
saliva, yang menghilangkan rangsangan.
Jenis protein reseptor pada setiap villus menentukan jenis rasa yang akan
dirasakan. Untuk ion natrium dan hydrogen yang menimbulkan rasa asin dan
asam, secara berurutan, protein reseptor akan membuka saluran ion spesifik pada

permukaan membran sel pengecap. Namun, pada rasa manis dan pahit, bagian
dari protein reseptor yang menonjol di bagian permukaan sel mengaktifkan
second-messenger transmitter substances di dalam sel pengecap, dan second
messengers ini akan menyebabkan perubahan kimia seluler menimbulkan rasa
yang menimbulkan sensasi rasa.6

VI. TRANSMISI SINYAL PENGECAP KE SISTEM SARAF PUSAT


Pengecapan di mediasi oleh 3 saraf kranial, yaitu: N. Facialis (VII),
glossopharyngeal (IX), and vagus (X). Nervus Glossopharingeus adalah saraf
yang paling penting untuk pengecapan. Nervous ini

memberikan inervasi

sensorik di dasar lidah, serta memberikan inervasi motorik dan sensorik pada
faring. Cabang-cabang lingual N. glossopharingeus memediasi sensasi rasa pada
lokasi berikut:5
Papila sirkumvalata lidah, yang terletak di persimpangan antara dua pertiga
anterior dan posterior sepertiga lidah
Papila Foliata, terletak di tepi belakang lidah.
Impuls pengecap 2/3 anterior lidah mula-mula akan diteruskan ke N.
trigeminus, kemudian melalui korda timpani menuju ke N. facialis, dan akhimya
ke traktus solitarius pada batang otak. Sensasi pengecap dari papilla sirkumvalata
pada bagian belakang lidah dan dari daerah posterior rongga mulut yang lain akan
ditransmisikan melalui N. glossofaringeus ke traktus solitarius tetapi pada
ketinggian yang sedikit lebih rendah.

10

Gambar 7. Transmisi Sinyal Pengecep ke Sistem Saraf Pusat2

Akhirnya, beberapa sinyal pengecap akan ditransmisikan ke rakus


solitarius dari basis lidah dan bagian-bagian dari daerah faring melalui N. vagus.
Semua serabut pengecap bersinaps pada nukleus traktus solitarius dan
meneruskan neuron ke daerah thalamus.2,5

10

DAFTAR PUSTAKA
1. Snell RS. Anatomi klinik untuk mahasiswa kedokteran edisi 6. Jakarta:
EGC. 2007; 778-80.
2. Di fiore. Eroschenko VP. Atlas histologi di fiore edisi 9. Jakarta: EGC.
2001; 10: 150,152, 154,155.
3. Netter FH. Atlas of human anatomy Vol 5 [Internet]. Philadelphia: Elsevier;
2010
[cited
2015
May
26].
Available
from:
http://www.us.elsevierhealth.com/anatomy/spe-100056/
4. Pearce EC. Anatomi dan fisiologi untuk paramedik. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama. 2004; 310-13.
5. Tewfik TL. Taste system anatomy. Medscape reference [Internet]. June 2013
[cited 2015 May 26]; p2,8. Available from:
http://emedicine.medscape.com/article/1948599overview#showall
6. Guyton AC, Hall JE. Textbook of human physiology 11th edition [Internet].
Philadelphia: Elsevier; 2006 [cited 2015 May 26]. Available from:
http://jpkc.hactcm.edu.cn/2012yxslx/file/Textbook%20of%20Medical
%20Physiology.pdf
7. Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem edisi 2. Jakarta:EGC.
2001; 6:189-90.

10