Anda di halaman 1dari 4

Nama : Exza Pratama

NPM : 1406609596

Kontur Tanah di Jakarta

a) Pengertian Kontur
Kountur disebut juga garis tinggi. Garis Kontur adalah tempat kedudukan titiktitik dipermukaan bumi yang mempunyai ketinggian yang sama.
Interval kontur adalah selisih tinggi antara suatu garis kontur dengan garis
kontur didekatnya.
Interval kontur pada aturan katografi adalah sbb :
ik = 1/20000 x skala
Indeks kontur adalah angka dalam garis kontur / yang tertera pada suatu
garis kontur.
Jadi, kontur tanah adalah kedudukan tanah diukur dari tempat kedudukan
titik-titik tertinggi tanah di permukaan bumi. Penghitungan terhadap garis
kontur tanah di Jakarta ini sangat diperlukan untuk memetakan daerahdaerah di Jakarta berdasarkan jenis-jenis tanahnya. Dan menjadi acuan
apakah suatu tanah/lahan mengalami penurunan atau degradasi tanah.
b) Kontur tanah di Jakarta
Peta Jakarta

Peta Topografi

Tanah lunak

ini tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan sebagian

Jakarta Pusat. Daerah Jakarta Utara misalnya, penurunan antara lain terjadi
meliputi daerah Sunter, Ancol, Kelapa Gading, Pluit, Cilincing, dan Kapuk.
Tanah lunak di Jakarta Pusat meliputi Jalan Gatot Subroto, Sawah Besar,
sebagian Bundaran HI, Sarinah, serta Cideng Barat dan Timur. Sementara
kawasan Jakarta Barat meliputi kecamatan Taman Sari, Tambora, Grogol,
Daan Mogot. Untuk wilayah dataran di Selatan dan Timur, kontur tanahnya
menurut Chaidir cukup bagus. "Stabil, karena berupa tanah padat,".
Keberadaan tanah lunak itu sendiri disebutkan Chaidir berasal dari endapan
bekas rawa, aliran sungai atau berbatasan dengan bekas aliran sungai, serta
timbunan sampah organik yang lama kelamaan membentuk lapisan tanah.
Dengan terus dibiarkan, tanah di atas lapisan lunak tersebut akan mengalami
penurunan jangka panjang dengan kecepatan yang bervariasi. Atau dalam
satu tahun berkisar 10 cm pertahunnya. "Cuaca diatas permukaan sangat

berpengaruh dalam proses,".


Akibat membangun diatas tanah lunak ini, kontur fondasi terancam turun,
yang menyebabkan keretakan pada tembok hingga merobohkan bangunan.
Banjir dan kekeringan adalah faktor dominan yang membuat struktur tanah
berubah drastis.
Pada musim penghujan ini, Chaidir memprakirakan debit air yang turun cukup
banyak. Air yang mengalir ke dalam tanah (resapan) akan sedikit. Kondisi ini
disebabkan, musim kemarau panjang yang telah membuat rongga-rongga
kosong dalam tanah akibat ditinggalkan air.
Efek bagi membangun di atas lapisan lunak adalah bangunan terancam turun
yang lama kelamaan akan menimbulkan keretakan pada tembok dan
akhirnya merobohkan bangunan.
Untuk mengantisipasi, Chaidir menjelaskan, tanah lunak tersebut harus
dipadatkan. "Jika lapisan lunaknya kurang dari tiga meter, sebaiknya
tanahnya diganti," katnya. Untuk gedung tinggi, mutlak harus menggunakan
tiang fondasi yang mencapai lapisan tanah keras.
Pemukiman di daerah Pluit,yang berdiri di atas tanah lunak, sebagian besar
dibangun dengan pondasi cerucuk. Tiang pancangnya cukup panjang tapi
tidak mencapai lapisan tanah keras. Akibatnya, menurut Chaidir, bangunan
akan tetap tidak stabil.
Secara Umum, dapat disimpulkan bahwa kontur tanah di Jakarta banyak
terdiri dari tanah lempung yang sangat tidak konstan hal ini dapat diakibatkan
karena daerah geografis Jakarta yang merupakan cekungan datarab rendah
dari dataran tinggi di daerah hulunya.
Daftar Pustaka

Buku
Banjir kanal Timur: karya anak bangsa Oleh Adhi Kusumaputra Adhi Ksp
Seminar Sistem Informasi Geografis Untuk Perkotaan dan Real Estat,
Jakarta, 28 Agustus 1997: Penerbit Lembaga Geomatika Perdana Internusa
Ilmu Dan Alat Ukur Tanah Oleh Heinz Frick
Website

http://www.merdeka.com/jakarta/4-prediksi-soal-jakarta-tenggelam-dan-gempadahsyat/jakarta-utara-diprediksi-paling-rusak.html
http://www.indosiar.com/ragam/permukaan-tanah-jakarta-turun-4-10-cm-pertahun_65909.html
http://www.ilmusipil.com/garis-kontur-adalah
http://mardiansyahuigm.blogspot.com
http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/15/01/21/nijcnupenyebab-utama-banjir-jakarta-terbongkar
http://jakarta.kompasiana.com/layanan-publik/2013/01/21/jakarta-butuh-peta-contour3-dimensi-untuk-kebijakkan-banjir-pak-jokowi-521653.html