Anda di halaman 1dari 47

Perbedaan Reaksi Fisi dan Fusi, Reaksi Inti, Reaktor Nuklir, Contoh Soal, Energi,

Pengertian, Pembelahan, Penggabungan, Materi, Jawaban, Radioaktif, Manfaat, Berantai,


Fisika.

1. Reaksi Inti

Reaksi inti sangat berbeda dengan reaksi kimia, karena pada dasarnya reaksi inti ini terjadi
karena tumbukan (penembakan) inti sasaran (target) dengan suatu proyektil (peluru). Secara
skematik reaksi inti dapat digambarkan:

Pada reaksi inti ini terjadi perubahan unsur karena ditumbuk zarah nuklir atau zarah radioaktif
yang dapat dinyatakan oleh persamaan reaksi:
A + a B + b + Q ............................................. (1)
atau
A (a, b) B
dengan A adalah unsur semula, B adalah unsur yang terjadi, a dan b adalah zarah yang
ditumbukkan dan yang terpental, dan Q adalah energi panas yang mungkin timbul dalam reaksi
inti tersebut.
Apabila b = a, dan B = A, maka pada reaksi tersebut adalah hamburan. Misalnya:
26

Mg + p 26Mg + p +

dengan p adalah proton.

Dalam hal ini, hamburannya tidak elastis dengan energi kinetik proton yang terdisipasi untuk
mengeksitasi inti Mg yang pada deeksitasinya mengeluarkan sinar gamma.
Pada reaksi inti berlaku hukum:
a. kekekalan momentum linier dan momentum sudut,
b. kekekalan energi,
c. kekekalan jumlah muatan (nomor atom),
d. kekekalan jumlah nukleon (nomor massa).
Dengan demikian, momentum, energi, nomor atom, dan nomor massa inti-inti sebelum reaksi
harus sama dengan momentum, energi, nomor atom, dan nomor massa intiinti setelah reaksi.
James Chadwick menemukan neutron dengan mendedahkan berillium logam ke partikel. Ia
menemukan jenis partikel baru yang keluar dari intinya, yaitu neutron. Selanjutnya, dia meneliti
deugerium (hidrogen berat). Isotop ini ditemukan pada tahun 1932 dan digunakan untuk reaktor
nuklir.

2. Energi Reaksi Inti

Suatu reaksi inti bisa menghasilkan atau memerlukan energi. Besarnya energi Q bisa dihitung
berdasarkan reaksi pada persamaan (1). Dalam perhitungan energi reaksi inti, semua massa inti
dinyatakan dalam satuan sma (satuan massa atom). Menurut Einstein, energi total yang dimiliki
suatu massa m adalah:

E = m . c2 ........................................................ (2)
dengan c adalah kelajuan cahaya (3 108 m/s).
Dari persamaan (2) untuk 1 sma, energi yang dimiliki adalah 931,5 MeV. Dengan demikian,
persamaan energi (berdasarkan hukum kekekalan energi) dapat dituliskan:

(mA + ma) 931,5 MeV = (mB + mb) 931,5 MeV + Q


atau

Q = {(mA + ma) (mB + mb)} 931,5 MeV......... (3)


Dari persamaan (3), jika diperoleh nilai Q > 0, maka reaksinya disebut reaksi eksoterm, yaitu
reaksi di mana terjadi pelepasan energi. Sebaliknya, jika Q < 0, maka reaksinya disebut reaksi
endoterm, yaitu reaksi yang memerlukan energi.
Persamaan (3)menunjukkan bahwa pada prinsipnya, energi reaksi adalah sama dengan perubahan
massa inti sebelum reaksi dan sesudah reaksi. Hal inilah yang dinyatakan Einstein sebagai
kesetaraan massa-energi.
Contoh Soal 1 :
Hitunglah energi yang dibebaskan pada reaksi (1 sma = 931,5 MeV) :

Jika,
mBe = 9,012 sma,
mn = 1,008 sma,
m = 4,002 sma,
mc = 12,000 sma!
Pembahasan :
Reaksi inti :

Q = {(mBe + m ) (mc + mn)} 931,5 MeV


Q = {(9,012 + 4,002) (12,000 + 1,008)} 931,5 MeV
Q = {13,014 13,008} 931,5 MeV
Q = 0,006 931,5 MeV
Q = 5,589 MeV

3. Reaksi Fisi

Reaksi fisi (pembelahan inti) adalah reaksi nuklir yang melibatkan pembelahan sebuah inti berat
(seperti uranium) menjadi dua bagian (hasil fisi), yang kemudian memancarkan dua atau tiga
neutron, sambil melepaskan sejumlah energi yang setara dengan selisih antara massa diam
neutron dan hasil fisi dengan jumlah massa diam inti awal. Fisi dapat terjadi spontan atau sebagai
akibat irradiasi neutron. Misalnya, fisi inti uranium-235 oleh sebuah neutron lambat akan
berlangsung sebagai berikut:
235

U + n 148La + 85Br + 3n

Energi yang dilepaskan kira-kira 3 10-11 J per satu inti 235U. Untuk 1 kg 235U, energi yang
dihasilkan setara dengan 20.000 megawatt.jam, sama dengan jumlah energi yang dihasilkan oleh
pembakaran 3 106 ton batubara.
Fisi nuklir n merupakan proses yang digunakan di dalam reaktor nuklir dan bom atom.

Gambar 1.Reaksi fisi berantau uranium. [1]

Pada suatu reaktor nuklir, reaksi fisi dapat dimanfaatkan sebagai pusat pembangkit tenaga listrik,
karena reaksinya bisa dikendalikan. Sebaliknya, reaksi fisi yang tidak terkendali akan
menghasilkan ledakan energi, seperti pada bom atom.
Contoh Soal 2 :
Perhatikan reaksi fisi berikut!

Hitunglah energi yang dibebaskan pada fisi 1 kg atom!


Penyelesaian:
Diketahui:

mu = 235,0439
mn = 1,0087
mBa = 137,9050
mNb = 92,9060
me = 0,00055
Ditanya: Energi = ...?
Pembahasan :
Q = {(mu + mn) (mBa + mNb + 5mn + 5me)} 931 MeV/sma
Q = {(235,0439 + 1,0087) (137,9050 + 92,9060 + (5 1,0087) + (5 0,00055)} 931
Q = 181,87085 MeV

4. Reaksi Fusi

Reaksi fusi (penggabungan inti) adalah reaksi nuklir yang melibatkan penggabungan inti-inti
atom dengan nomor atom kecil untuk membentuk inti yang lebih berat dengan melepaskan
sejumlah besar energi. Dalam reaksi fisi, sebuah neutron dipergunakan untuk membelah sebuah
inti yang besar, tetapi dalam reaksi fusi nuklir, dua inti yang bereaksi harus saling bertumbukan.
Karena kedua inti bermuatan positif, maka timbul gaya tolak yang kuat antarinti, yang hanya
dapat dilawan bila inti yang bereaksi memiliki energi kinetik yang sangat besar.

Gambar 2. Reaksi fusi deuterium dan tritium, menghasilkan helium -4 dan neutron serta melepaskan energi sebesar 17,59 MeV. [2]

Pada temperatur tinggi, reaksi fusi berlangsung sendiri, reaktan pada temperatur ini berada dalam
bentuk plasma (dengan kata lain inti dan atom bebas) dan inti memiliki energi yang cukup untuk
melawan gaya tolak elektrostatik. Bom fusi dan bintang-bintang menghasilkan energi dengan
cara seperti ini.

Gambar 3. Tokamak reaktor fusi percobaan.

Diharapkan metode ini akan digunakan dalam reaktor termonuklir, sebagai sumber energi untuk
kepentingan manusia. Berikut ini adalah contoh reaksi fusi yang terjadi pada bintang, matahari,
serta pada atom hidrogen.

Contoh Soal 3 :
Reaksi fusi berikut ini berlangsung di Matahari dan menghasilkan sebagian besar energinya:

Berapa besar energi yang dilepaskan ketika 1 kg hidrogen dikonsumsi? Massa 1H adalah
1,007825 u; 4He adalah 4,002604 u; dan 0e + 1 adalah 0,000549 u.
Penyelesaian:
Diketahui:
mH = 1,007825 u
mHe = 4,002604 u
me = 0,000549 u
Ditanya: Energi = ...?
Pembahasan :
Q = {(4 mH) (mHe) + 2 me)} 931 MeV/sma
Q = {(4 1,007825) (4,002604 + (2 0,000549))} 931
Q = 24,872596 MeV
4 atom H = 4 1,007825 = 4,0313 sma

5. Reaktor Nuklir

Reaktor nuklir merupakan sebuah peralatan sebagai tempat berlangsungnya reaksi berantai fisi
nuklir terkendali untuk menghasilkan energi nuklir, radioisotop, atau nuklida baru.

Gambar 4. Skema dasar reaktor.

Keterangan :
1. Bahan bakar
2. Teras reaktor
3. Moderator
4. Batang kendali
5. Pompa pemindah
6. Generator uap
7. Shielding (perisai)

Berikut ini beberapa komponen dasar reaktor.


a) Bahan bakar reaktor nuklir merupakan bahan yang akan menyebabkan suatu reaksi fisi
berantai berlangsung sendiri, sebagai sumber energi nuklir. Isotop fisi adalah uranium-235,
uranium-233, plutonium-239. Uranium-235 terdapat di alam (dengan perbandingan 1 : 40 pada
uranium alam), dan yang lainnya harus dihasilkan secara buatan.
b) Teras reaktor, di dalamnya terdapat elemen bahan bakar yang membungkus bahan bakar.
c) Moderator adalah komponen reaktor yang berfungsi untuk menurunkan energi neutron cepat
(+ 2 MeV) menjadi komponen reaktor normal (+ 0,02 - 0,04 eV) agar dapat bereaksi dengan
bahan bakar nuklir. Selain itu, moderator juga berfungsi sebagai pendingin primer. Persyaratan
yang diperlukan untuk bahan moderator yang baik adalah dapat menghilangkan sebagian besar
energi neutron cepat tersebut dalam setiap tumbukan dan memiliki kemampuan yang kecil untuk
menyerap neutron, serta memiliki kemampuan yang besar untuk menghamburkan neutron.
Bahan-bahan yang digunakan sebagai moderator, antara lain:
1) air ringan (H2O), c) grafit, dan
2) air berat (D2O), d) berilium.
d. Setiap reaksi fisi menghasilkan neutron baru yang lebih banyak (2 - 3 neutron baru), maka
perlu diatur jumlah neutron yang bereaksi dengan bahan bakar. Komponen reaktor yang
berfungsi sebagai pengatur jumlah neutron yang bereaksi dengan bahan bakar adalah batang
kendali. Dalam reaktor dikenal faktor pengali (k), yaitu perbandingan jumlah neutron yang
dihasilkan setiap siklus dengan jumlah neutron pada awal siklus untuk:
k = 1, operasi reaktor dalam keadaan kritis,
k > 1, operasi reaktor dalam keadaan super kritis,
k < 1, operasi reaktor dalam keadaan subkritis.

Bahan yang dipergunakan untuk batang kendali reaktor haruslah memiliki kemampuan tinggi
menyerap neutron. Bahan-bahan tersebut antara lain kadmium (Cd), boron (B), atau haefnium
(Hf ).
e. Perisai (shielding), berfungsi sebagai penahan radiasi hasil fisi bahan agar tidak menyebar
pada lingkungan.
f. Pemindah panas, berfungsi untuk memindahkan panas dari pendingin primer ke pendingin
sekunder dengan pompa pemindah panas.
g. Pendingin sekunder, dapat juga berfungsi sebagai generator uap (pembangkit uap) yang
selanjutnya dapat digunakan untuk menggerakkan generator listrik.

Gambar 5. Batangan bahan bakar reaktor nuklir magnox. [3]

Batangan bahan bakar ini digunakan untuk reaktor nuklir magnox. Batangan ini terbuat dari
uranium alami, dibungkus magnox (aloi campuran magnesium).
Pengawetan Makanan

Makanan, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan daging dapat diiradiasi dengan sinar gamma.
Radiasi memperlambat pemasakan buah-buahan, sayur-sayuran, dan membunuh bakteri-bakteri
di dalam daging, sehingga memungkinkan makanan itu tetap segar untuk jangka waktu yang
lebih lama.
Anda sekarang sudah mengetahui Reaksi Fisi dan Fusi, Reaksi Inti, dan Reaktor Nuklir.
Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.
Referensi :
Budiyanto, J. 2009. Fisika : Untuk SMA/MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 298.
Referensi Lainnya :
[1] http://chemwiki.ucdavis.edu/Physical_Chemistry/Kinetics/Complex_Reactions/Chain_Reacti
ons
[2] https://en.wikipedia.org/wiki/File:Deuterium-tritium_fusion.svg
[3] http://en.wikipedia.org/wiki/File:Magnoxfulerodsciencemuseam.jpg

Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga


Nuklir
Jumat 11 Maret 2011 kemarin terjadi gempa 8.4 sekala ritcher di Jepang,
mengingatkan kita pada bencana tsunami di Nangroe Aceh Darrusalam
Indonesia. tapi yang paling membuat penasaran aku adalah jumlah korban
dan bahaya kebocoran Nuklir di salah satu PLTN di Jepang.
Untuk jumlah korban meninggal di Jepang koq cuman sedikit yaa
dibandingkan di Aceh padahal dampak air laut yang menerjang daratan di
Jepang hampir cama seperti yang ada di Aceh 7 tahun silam. Korban di
Aceh lebih dari 150.000 jiwa sedangkan di Jepang cuman g sampe 20.000
jiwa. pendidikan bencana alam di Jepang sudah diajarkan di usia dini
menyebabkan masyarakat Jepang lebih aware terhadap bencana alam. nah
bukan maksud ane membandingkan jumlah korban di Jepang ma di Aceh
walaupun dalam hati ane kurang seru klo jumlah korban di jepang cuman
sedikit...hahahahahahahahahahah.......haha
Yang lebih berbahya lagi adalah adanya kebocoran reaktor nuklir di PLTN
Fukushima Jepang. Untuk orang Indonesia mungkin merupakan hal baru,
untuk itu ane akan jelaskan tentang prinsip kerja Pembangkit Listrik
Tenaga Nuklir (PLTN)
Apa itu PLTN?
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau PLTN adalah sebuah pembangkit
daya thermal yang menggunakan satu atau beberapa reaktor nuklir sebagai
sumber panasnya. Prinsip kerja sebuah PLTN hampir sama dengan sebuah
Pembangkilt Listrik Tenaga Uap, menggunakan uap bertekanan tinggi
untuk memutar turbin. Putaran turbin inlah yang diubah menjadi energi
listrik. Perbedaannya ialah sumber panas yang digunakan untuk
menghasilkan panas. Sebuah PLTN menggunakan Uranium sebagai
sumber panasnya. Reaksi pembelahan (fisi) inti Uranium menghasilkan
energi panas yang sangat besar.
Daya sebuah PLTN berkisar antara 40 Mwe sampai mencapai 2000 MWe,
dan untuk PLTN yang dibangun pada tahun 2005 mempunyai sebaran

daya dari 600 MWe sampai 1200 MWe. Sampai tahun 2006 terdapat 443
PLTN yang beroperasi di dunia, yang secara keseluruhan menghasilkan
daya sekitar 1/6 dari energi listrik dunia.
Bagaimana Prinsip Kerja PLTN?
Prinsip kerja PLTN sebenarnya mirip dengan pembangkit listrik lainnya,
misalnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Uap bertekanan tinggi
pada PLTU digunakan untuk memutar turbin. Tenaga gerak putar turbin
ini kemudian diubah menjadi tenaga listrik dalam sebuah generator.

Perbedaan PLTN dengan pembangkit lain terletak pada bahan bakar yang
digunakan untuk menghasilkan uap, yaitu Uranium. Reaksi pembelahan
(fisi) inti Uranium menghasilkan tenaga panas (termal) dalam jumlah yang
sangat besar serta membebaskan 2 sampai 3 buah neutron.

Apa tugas utama Keselamatan Reaktor?


Tugas utama keselamatan reaktor adalah mencegah terlepasnya zat-zat
radioaktif ke lingkungan baik dalam keadaan operasi normal, gangguan
maupun kecelakaan. Tugas ini dilakukan oleh sistem keselamatan raktor.
Filosofi keselamatan reaktor adalah gagal selamat artinya bila reaktor
beroperasi tidak normal sistem keselamatan segera mematikan reaktor dan
mengambil tindakan pengamanan secara otomatis. Tujuannya adalah
elemen bakar selalu memperoleh pendinginan yang cukup sehingga
integritasnya selalu terjaga dan pelepasan zat radioaktif terhindarkan. Oleh
karena itu sistem keselamatan reaktor harus mempunyai keandalan yang
tinggi. Dia harus berfungsi dalam setiap saat dan setiap keadaan termasuk
keadaan bila terjadi bencana alam seperti gempa bumi.
Keandalan yang tinggi ini dicapai dengan jalan:
1.
Kontrol kualitas yang ketat setiap komponen reaktor dari pembuatan
sampai pemasangan dengan pengesetan berulang-ulang dengan berbagai
cara.
2.

Inspeksi kontinyu selama beroperasi

3.
Didesain dengan prinsip ganda yaitu diversiter dan redudan
Diversiter artinya beberapa sistem yang berbeda tetapi mempunyai tugas
yang sama. Redudan artiya perangkap sistem dan komponen

4.
Analisis keselamatan yang berisi tanggapan reaktor terhadap
gangguan dan kecelakaan yang mungkin terjadi termasuk resikonya.
Analisis ini harus menunjukkan bahwa reaktor hanya akan memberikan
resiko dibawah batas yang diijinkan meskipun dalam keadaan kecelakaan.
Apa sih tuh Sistem Keselamatan Berlapis?
Dalam teknologi reaktor dikenal istilah sistem keselamatan berlapis yaitu
lapisan penghalang terlepasnya zat radioaktif ke lingkungan. Sebagai
gambaran disajikan sistem penghalang pada suatu reaktor daya, yaitu:

Kristal bahan bakar

Kelongsong elemen bakar

Bejana tekan

Bejana keselamatan

Sistem penahan gas dan cairan aktif

Perisai biologis

Gedung reaktor

Sistem tekanan negatif


Bila prisisp-prisip keselamatan ini digunakan dalam pembangunan reaktor,
niscaya keselamatan operasi reaktor akan terjamin. Untuk reaktor kecil
seperti reaktor riset sistem keselamatannya tidak selengkap reaktor daya.

Apa saja sih jenis PLTN itu?


Pressurized Water Reactor (PWR)
PWR adalah jenis reaktor daya nuklir yang menggunakan air ringan biasa
sebagai pendingin maupun moderator neutron. Reaktor ini pertama sekali
dirancang oleh Westinghouse Bettis Atomic Power Laboratory untuk
kepentingan kapal perang, tetapi kemudian rancangan ini dijadikan
komersial oleh Westinghouse Nuclear Power Division. Reaktor PWR
komersial pertama dibangun di Shippingport, Amerika Serikat yang
beroperasi sampai tahun 1982.

Selain Westinghouse, banyak perusahaan lain seperti Asea Brown BoveriCombustion Engineering (ABB-CE), Framatome, Kraftwerk Union,
Siemens, and Mitsubishi yang mengembangkan dan membangun reaktor
PWR ini. Reaktor jenis ini merupakan jenis reaktor yang paling umum.
Lebih dari 230 buah reaktor digunakan untuk menghasilkan listrik, dan
beberapa ratus lainnya digunakan sebagai tenaga penggerak kapal.

Gambar Skema Reaktor Pressurized Water Reactor (PWR)


Pada reaktor jenis PWR, aliran pendingin utama yang berada di teras
reaktor bersuhu mencapai 325oC sehingga perlu diberi tekanan tertentu
(sekitar 155 atm) oleh perangkat pressurizer sehingga air tidak dapat
mendidih. Pemindah panas, generator uap, digunakan untuk
memindahkan panas ke aliran pendingin sekunder yang kemudian
mendidih menjadi uap air dan menggerakkan turbin untuk menghasilkan
listrik. Uap kemudian diembunkan di dalam kondenser menjadi aliran
pendingin sekunder. Aliran ini kembali memasuki generator uap dan
menjadi uap kembali, memasuki turbin, dan demikian seterusnya
Boiling water reactor (BWR)

Reaktor jenis BWR merupakan rancangan reaktor jenis air ringan sebagai
pendingin dan moderator, yang juga digunakan di beberapa Pembangkit
Listrik Tenaga Nuklir. Reaktor BWR pertama sekali dirancang oleh AllisChambers dan General Electric (GE). Sampai saat ini, hanya rancangan
General Electric yang masih bertahan. Reaktor BWR rancangan General
Electric dibangun di Humboldt Bay di California. Perusahaan lain yang
mengembangkan dan membangun reaktor BWR ini adalah ASEA-Atom,
Kraftwerk Union, Hitachi. Reaktor ini mempunyai banyak persamaan
dengan reaktor PWR; perbedaan yang paling kentara ialah pada reaktor
BWR, uap yang digunakan untuk memutar turbin dihasilkan langsung oleh
teras reaktor.

Gambar Skema Reaktor Boiling Water Reactor (BWR)


Pada reaktor BWR hanya terdapat satu sirkuit aliran pendingin yang
bertekanan rendah (sekitar 75 atm) sehingga aliran pendingin tersebut
dapat mendidih di dalam teras mencapai suhu 285oC. Uap yang dihasilkan
tersebut mengalir menuju perangkat pemisah dan pengering uap yang
terletak di atas teras kemudian menuju turbin. Karena air yang berada di

sekitar teras selalu mengalami kontaminasi oleh peluruhan radionuklida,


maka turbin harus diberi perisai dan perlindungan radiasi sewaktu masa
pemeliharaan. Kebanyakan zat radioaktif yang terdapat pada air tersebut
beumur paro sangat singkat, misalnya N-16 dengan umur paro 7 detik
sehingga ruang turbin dapat dimasuki sesaat setelah reaktor dipadamkan.
Uap tersebut kemudian memasuki turbin-generator. Setelah turbin
digerakkan, uap diembunkan di kondenser menjadi aliran pendingin,
kemudian dipompa ke reaktor dan memulai siklus kembali seperti di atas.
Reaktor Air Didih Lanjut (Advanced Boiling Water Reactor, ABWR)
ABWR adalah reaktor air didih lanjut, yaitu tipe modifikasi dari reaktor air
didih yang ada pada saat ini. Perbaikan ditekankan pada keandalan,
keselamatan, limbah yang rendah, kemudahan operasi dan faktor ekonomi.
Perlengkapan khas ABWR yang mengalami perbaikan desain adalah (1)
pompa internal, (2) penggerak batang kendali, (3) alat pengatur aliran uap,
(4) sistem pendinginan teras darurat, (5) sungkup reaktor dari beton pratekan, (6) turbin, (7) alat pemanas untuk pemisah uap (penurun
kelembaban), (8) sistem kendali dijital dan lain-lain.
Reaktor CANDU
Reaktor CANDU atau CANada Deuterium Uranium adalah jenis reaktor air
berat bertekanan yang menggunakan Uranium alam oksida sebagai bahan
bakar. Reaktor ini dirancang oleh Atomic Energy Canada Limited (AECL)
semenjak tahun 1950 di Kanada. Karena menggunakan bahan bakar
Uranium alam, maka reaktor ini membuthkan moderator yang lebih efisien
seperti air berat

Gambar Skema Reaktor CANDU atau CA Nada Deuterium Uranium


Moderator reaktor CANDU terletak pada tangki besar yang disebut
calandria, yang disusun oleh tabung-tabung bertekanan horisontal yang
digunakan sebagai tempat bahan bakar, didinginkan oleh aliran air berat
bertekanan tinggi yang mengalir melewati tangki calandria ini sampai
mencapai suhu 290oC. Sama seperti Reaktor PWR, uap dihasilkan oleh
aliran pendingin sekunder yang mendapat panas dari aliran pendingin
utama. Dengan digunakannya tabung-tabung bertekanan sebagai tempat
bahan bakar, memungkinkan untuk mengisi bahan bakar tanpa
memadamkan reaktor dengan memisahkan tabung bahan bakar yang akan
diisi dari aliran pendingin.
Reaktor tabung tekan
Reaktor tabung tekan merupakan reaktor yang terasnya tersusun atas
pendingin air ringan (ada juga air berat) dan moderator air berat atau
pendingin air ringan dan moderator grafit dalam pipa kalandria. Bahan
pendingin dan bahan moderator dipisahkan oleh pipa tekan, sehingga
bahan pendingin dan bahan moderator dapat dipilih secara terpisah. Pada
kenyataannya terdapat variasi gabungan misalnya pendingin air ringan
moderator air berat (Steam-Generating Heavy Water Reactor, SGHWR),

pendingin air berat moderator air berat (Canadian Deuterium Uranium,


CANDU), pendingin air ringan moderator grafit (Channel Type Graphitemoderated Water-cooled Reactor, RBMK). Teras reaktor terdiri dari
banyak kanal bahan bakar dan dideretkan berbentuk kisi kubus di dalam
tangki kalandria, bahan pendingin mengalir masing-masing di dalam pipa
tekan, energi panas yang timbul pada kanal bahan bakar diubah menjadi
energi penggerak turbin dan digunakan pada pembangkit listrik. Disebut
juga rektor nuklir tipe kanal.
Pebble Bed Modular Reactor (PBMR)
Reaktor PBMR menawarkan tingkat keamanan yang baik. Proyek PBMR
masa kini merupakan lanjutan dari usaha masa lalu dan dipiloti oleh
konglomerat internasional USA berbasis Exelon Corporation
(Commonwealth Edison PECO Energy), British Nuclear Fuels Limited dan
South African based ESKOM sebagai perusahaan reaktor.

Gambar Skema PBMR

PBMR menggunakan helium sebagai pendingin reaktor, berbahan bakar


partikel uranium dioksida yang diperkaya, yang dilapisi dengan Silikon
Karbida berdiameter kurang dari 1mm, dirangkai dalam matriks grafit.
Bahan bakar ini terbukti tahan hingga suhu 1600oC dan tidak akan meleleh
di bawah 3500oC. Bahan bakar dalam bola grafit akan bersirkulasi melalui
inti reaktor karena itu disebut sistem pebble-bed.
Reaktor Magnox

Gambar Skema Reaktor Magnox


Reaktor Magnox merupakan reaktor tipe lama dengan siklus bahan bakar
yang sangat singkat (tidak ekonomis), dan dapat menghasilkan plutonium
untuk senjata nuklir. Reaktor ini dikembangkan pertama sekali di Inggris
dan di Inggris terdapat 11 PLTN dengan menggunakan 26 buah reaktor
Magnox ini. Sampai tahun 2005 ini, hanya tinggal 4 buah reaktor Magnox
yang beroperasi di Inggris dan akan didekomisioning pada tahun 2010.
Reaktor Magnox menggunakan CO2 bertekanan sebagai pendingin, grafit
sebagai moderator dan berbahan bakar Uranium alam dengan logam
Magnox sebagai pengungkung bahan bakarnya. Magnox merupakan nama
dari logam campuran yaitu dengan logam utama Magnesium dengan

sedikit Aluminium dan logam lainnya, yang digunakan sebagai


pengungkung bahan bakar logam Uranium alam dengan penutup yang
tidak mudah teroksidasi untuk menampung hasil fisi.
Advanced Gas-cooled Reactor (AGR)
Advanced Gas-Cooled Reactor (AGR) merupakan reaktor generasi kedua
dari reaktor berpendingin gas yang dikembangkan Inggris. AGR
merupakan pengembangan dari reaktor Magnox. Reaktor ini menggunakan
grafit sebagai moderator netron, CO2 sebagai pendingin dan bahan
bakarnya adalah pelet Uranium oksida yang diperkaya 2,5%-3,5% yang
dikungkung di dalam tabung stainless steel. Gas CO2 yang mengalir di
teras mencapai suhu 650oC dan kemudian memasuki tabung generator
uap. Kemudian uap yang memasuki turbin akan diambil panasnya untuk
menggerakkan turbin. Gas telah kehilangan panas masuk kembali ke teras.

Gambar Skema Advanced Gas-cooled Reactor (AGR)


Russian Reaktor Bolshoi Moshchnosty
RBMK merupakan singkatan dari Russian Reaktor Bolshoi Moshchnosty
Kanalny yang berari reaktor Rusia dengan saluran daya yang besar. Pada
tahun 2004 masih terdapat beberapa reaktor RMBK yang masih

beroperasi, namun tidak ada rencana untuk membangun reaktor jenis ini
lagi. Keunikan reaktor RBMK terdapat pada moderator grafitnya yang
dilengkapi dengan tabung untuk bahan bakar dan tabung untuk aliran
pendingin.

Gambar Skema RBMK


Pada rancangan reaktor RBMK, terjadi pendidihan aliran pendingin di
teras samapi mencapai suhu 290C. Uap yang dihasilkan kemudian masuk
ke perangkat pemisah uap yang memisahkan air dari uap. Uap yang telah
dipisahkan kemudian mengalir menuju turbin, seperti pada rancangan
reaktor BWR. Masalah yang dihadapi pada BWR yaitu uap yang dihasilkan
bersifat radioaktif juga terjadi pada reaktor ini. Namun, dengan adanya
pemisahan uap, maka terdapat waktu jeda yang menurunkan radiasi di
sekitar turbin. Dengan menggunakan moderasi netron yang sangat
bergantung pada grafit, apabila terjadi pendidihan yang berlebihan, maka
aliran pendingin akan berkurang sehingga penyerapan netron juga
berkurang, tetapi reaksi fisi akan semakin cepat sehingga dapat
menimbulkan kecelakaan.
PLTN DI DUNIA?

NEGARA
Amerika Serikat
Perancis
Jepang
Rusia
Inggris
Korea Selatan
Kanada
Jerman
Ukraina
India
Swedia
Spanyol
Cina
Belgia
Taiwan
Republik Ceko
NEGARA
Slowakia
Swiss
Bulgaria
Finlandia
Hungaria
Brazil
Afrika Selatan
Meksiko
Argentina
Pakistan
Lithuania
Slovenia
Rumania
Belanda
Armenia
Iran
Jumlah

STATUS PLTN DI DUNIA


PLTN Beroperasi
PLTN Dalam Konstruksi
Jumlah Unit
Total GW(e)
Jumlah Unit
Total GW(e)
104
99.21
0
0.00
59
63.36
0
0.00
56
47.84
1
0.87
31
21.74
4
3.78
23
11.85
0
0.00
20
16.81
0
0.00
18
12.60
0
0.00
17
20.34
0
0.00
15
13.11
2
1.90
15
3.04
8
3.60
10
8.92
0
0.00
9
7.59
0
0.00
9
6.60
2
2.00
7
5.80
0
0.00
6
4.88
2
2.60
6
3.53
0
0.00
PLTN Beroperasi
PLTN Dalam Konstruksi
Jumlah Unit
Total GW(e)
Jumlah Unit
Total GW(e)
6
2.44
0
0.00
5
3.22
0
0.00
4
2.72
0
0.00
4
2.68
1
1.60
4
1.76
0
0.00
2
1.90
0
0.00
2
1.80
0
0.00
2
1.31
0
0.00
2
0.94
1
0.69
2
0.43
1
0.30
1
1.19
0
0.00
1
0.66
0
0.00
1
0.66
1
0.66
1
0.45
0
0.00
1
0.38
0
0.00
0
0.00
1
0.92
443
369.73
24
18.91

Setelah Chernobyl, apakah orang kapok membuat PLTN?


Penambahan jumlah PLTN setelah kecelakaan Chernobyl di tahun 1986
hingga tahun 2006 ada 104 buah. Dan sejak 2006, dunia sedang
membangun 25 buah PLTN.

Wilayah
Eropa Barat
Eropa Timur
Amerika
Afrika
Ex Uni Sovyet
Asia Selatan
Asia Timur
JUMLAH

JUMLAH PLTN DI DUNIA


Jumlah pada
Beroperasi 2006 Dibangun 2006
1996
*)
135
1
150
22
1
20
**)
128
1
135
2
0
0
48
6
49
17
10
11
91
0
71
443
25
438

Jumlah pada
1986
152
16
120
2
50
7
48
395

di-shutdown 38 unit PLTN karena sudah tua, daya kecil. Ada tambahan 21
unit PLTN baru.
**)
di-shutdown 8 unit PLTN karena sudah tua, daya kecil. Ada tambahan 26
unit PLTN baru.
*)

Apakah orang Asia mampu mengoperasikan PLTN?


Hingga tahun 2006, di Asia Selatan telah beroperasi 16 PLTN dan di Asia
Timur 91 PLTN. Sementara yang sedang dibangun ada 9 PLTN di Asia
Selatan dan 6 PLTN di Asia Timur. Sedangkan RRC masih membutuhkan
30 PLTN lagi.

Wilayah
India
Iran
Pakistan

JUMLAH PLTN DI ASIA SELATAN


Beroperasi 2006
Dibangun 2006
14
8
0
1
2
0

Jumlah pada 1996


6
0
1

Jumlah

Wilayah
Cina
Korsel
Jepang
Taiwan
Jumlah

16

JUMLAH PLTN DI ASIA TIMUR


Beroperasi 2006
Dibangun 2006
Jumlah pada 1996
9
3
0
20
0
7
56
1
35
6
2
6
91
6
48

Sasaran
30
30

Berapa korban kecelakaan nuklir selama ini?


Selama 64 tahun terakhir terjadi 31 kecelakaan yang merenggut korban 539
orang, 186 diantaranya meninggal. Dalam 18 tahun terakhir ada 14
kecelakaan di Industri Kimia yang merenggut korban 64.652 orang, 4.287
diantaranya meninggal. Khusus di Indonesia dalam 5 tahun terakhir ada
76.866 orang korban kecelakaan lalu lintas, 54.733 diantaranya meninggal
(30 orang/hari).
Kenapa PLTN di Eropa Barat & Amerika ada yang ditutup?
Eropa telah menutup 38 buah PLTN dan Amerika 18 buah PLTN karena
sudah tua (kira-kira 20 thn) dan daya kecil (di bawah 100 MW).
Perancis: 11 GCR dimatikan, usia di atas 20 tahun, daya 43 MW s/d 500
MW.
Jerbar dan Jertim setelah bergabung kembali: 6 PLTN ditutup dengan daya
13, 15, 17,23 dan 52 MW dan usia 10 thn keatas. Ada yang menarik 1 PLTN
daya 1219 MW hanya berusia 13 bulan ditutup, letaknya pada struktur
patahan.
Inggris: 10 PLTN ditutup, dengan daya 15, 41, 100, 166 (2), 173 (2) dan
200-230 (3) MW, usia 18-26 tahun.
Eropa Barat lainnya:
Italia: 4 di-shutdown
Swedia: memutuskan untuk menutup ke 12 PLTN-NYA
Swiss: tidak bergeming untuk menutup PLTN, sehingga tetap ada 5 PLTN.

Kenapa Indonesia merencanakan membangun PLTN, sementara


Indonesia kaya akan sumber daya alam yang belum maksimal
tergali?
Untuk meningkat pasokan daya listrik yang cenderung defisit, sedangkan
sumber daya alam jika digali terus akan habis juga, sedangkan uranium
cadangannya melimpah dan tak akan habis.
Jika Indonesia membangun PLTN bukankah itu akan lebih
menggantungkan diri kepada negara adidaya, karena bahan
bakar dipasok dari mereka?
Dalam jangka pendek benar, tetapi jangka panjang kita berupaya bisa
menambang uranium dalam skala produksi sendiri.
Penanganan Lumpur Panas Lapindo yang sudah 5 tahun terjadi
saja kita tidak mampu menangani, bagaimana jika bencana yang
lebih besar seperti bocornya PLTN menjadi kenyataan?
Sistem keamana reaktor nuklir itu berlapis-lapis dan menggunakan
teknologi tinggi, jadi kemungkinan bocor adalah kecil sekali.
Apa peranan BATAN dalam pembuatan PLTN?
Bisa sebagai pemasok tenaga profesional bidang nuklir.
(Catatan : Semua SDM yang terkait dengan pengelolaan zat radioaktif wajib
mengantongi sertifikasi kompetensi dan diawasi oleh BAPETEN, termasuk
untuk NDT dan PLTN.)
Apa dasar pemilihan tempat untuk pembangunan PLTN?
Berdasarkan tapak survey baik geologi, sosial budaya dan lain-lain
Bagaimana mengolah limbah radioaktif hasil PLTN tersebut?
Limbah nuklir diolah menggunakan teknologi tinggi dan dikemas dengan
aman dan dapat dikirim kembali ke negara pemasok bahan bakar nuklir
tersebut.

Bagaimana nuklir dapat menghasilkan listrik?


Nuklir diproses menghasilkan panas yang akan dipakai menggerakkan
turbin pembangkit listrik
Bagai manakah desain keamanan dari PLTN?
Desain PLTN berpedoman pada filosofi defense in depth (pertahanan
berlapis). Mampu mencegah insiden yang mungkin dapat menjalar
menjadi kecelakaan. Mampu mendeteksi dini adanya insiden dan
mematikan reaktor secara otomatis. Memiliki sistem keselamatan
terpasang yang mencukupi untuk mencegah terjadinya insiden dan untuk
menanggulangi konsekuensinya.
Apakah peranan Energi Nuklir dalam pembangkitan Listrik?
Diversifikasi:pasokan energi dalam bentuk listrik Konservasi:penghematan
penggunaan sumber daya energi nasional Pelestarian Lingkungan :
Mengurangi emisi gas rumah kaca (GHC) secara signifikan
Berapa jumlah PLTN sekarang didunia?
Berdasarkan data 2006, jumlah PLTN yang beroperasi sebanyak 443, dan
yang sedang dibangun sebanyak 25 buah
Berapa biaya untuk pengolahan limbah PLTN?
Sekitar 1- 3 persen dari biaya produksi listrik
UAN yang tiap tahun dilaksanakan saja bocor, bagaimana jika
itu terjadi pada PLTN?
Kemungkinan kebocoran ada, tetapi sistem keamanan PLTN yang memakai
teknologi tinggi dilakukan secara baik dan berlapis-lapis dan kemungkinan
bocor akan dapat diminimalisir.
Sudah siapkah bangsa Indonesia memiliki PLTN?
secara garis besar, teknologi dan SDM bangsa Indonesia sudah siap dengan

adanya kerjasama di bidang teknologi nuklir dengan bangsa-bangsa lain.


nah disinilah peran masyarakat untuk mendukung pembangunan PLTN di
Indonesia ini agar hasil yg kita dapatkan dapat dirasakan oleh bangsa
Indonesia ini.
Apakah pemerintah sudah memikirkan dampak negatif dari
didirikannya PLTN dan cara penyelesaiannya bila terjadi hal-hal
yg tidak diinginkan baik secara materi maupun non materi?
(jangan sampai seperti kasus Lapindo mereka hanya mendirikan
tanpa memikirkan lingkungan sekitar/penanganan yg lambat
bagi korban)
Misalkan ada dampak negatif yg merugikan masyarakat, disini sudah di
bentuk team penaggulangan bahaya baik untuk di lingkungan PLTN itu
sendiri maupun Lingkungan sekitar, dan dengan adanya kasus yg terjadi di
Lapindo itu menjadi bahan pembelajaran dalam penanggulangan dampakdampak negatif/bahaya yg mengancam masyarakat dan diharapkan
dengan adanya team yg sudah dibentuk(secara dini), maka masyarakat
tidak perlu khawatir.
Apakah pendirian PLTN sangat berguna bagi bangsa Indonesia
baik dilihat dari berbagai aspek bidang,jika iya bisakah
kekayaan alam kita ini tidak dikuasai orang asing ? (mengingat
sebagian besar di kuasai asing seperti emas, batubara, minyak
bumi dll)
Jika kita lihat dari segi teknologi itu sangat-sangat berguna kita
mempunyai teknologi yg baru dan dapat kita kembangkan serta menjadi
suatu trobosan baru bagi SDM bangsa Indonesia. dari segi ekonomi itu
sudah sangat jelas, berapa keuntungan yg akan kita dapatkan. dan untuk
masalah campur tangan pihak asing, jelas kita harus bekerjasama baik itu
materi maupun non materi,tapi kita berusaha jangan sampai SDA kita
dikuasai lagi oleh pihak asing yg jelas-jelas sangat merugikan bangsa
Indonesia, kita tidak akan mengulang kembali kesalahan-kesalahan yang

dulu.

ENERGI NUKLIR

Energi potensial nuklir adalah energi potensial yang terdapat pada partikel di dalam
nukleus atom. Partikel nuklir seperti proton dan neutron tidak terpecah di dalam proses
reaksi fisi dan fusi, tapi kumpulan dari mereka memiliki massa lebih rendah daripada
jika mereka berada dalam posisi terpisah/ sendiri-sendiri. Adanya perbedaan massa ini
dibebaskan dalam bentuk panas dan radiasi di reaksi nuklir (panas dan radiasinya
mempunyai massa yang hilang, tapi terkadang terlepas ke sistem, dimana tidak
terukur). Energi matahari adalah salah satu contoh konversi energi ini. Di matahari,
proses fusi hidrogen mengubah 4 miliar ton materi surya per detik menjadi energi
elektromagnetik, yang kemudian diradiasikan ke angkasa luar.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Energi_nuklir)
Energi Nuklir, Pengertian dan Pemanfaatannya
Masalah energi merupakan salah satu isu penting yang sedang hangat dibicarakan.
Semakin berkurangnya sumber energi, penemuan sumber energi baru, pengembangan
energi-energi alternatif, dan dampak penggunaan energi minyak bumi terhadap
lingkungan hidup menjadi tema-tema yang menarik dan banyak didiskusikan.
Pemanasan global yang diyakini sedang terjadi dan akan memasuki tahap yang
mengkhawatirkan disebut-sebut juga merupakan dampak penggunaan energi minyak
bumi yang merupakan sumber energi utama saat ini.
Dampak lingkungan dan semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi memaksa
kita untuk mencari dan mengembangkan sumber energi baru. Salah satu alternatif
sumber energi baru yang potensial datang dari energi nuklir. Meski dampak dan bahaya
yang ditimbulkan amat besar, tidak dapat dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah
satu alternatif sumber energi yang layak diperhitungkan.
Isu energi nuklir yang berkembang saat ini memang berkisar tentang penggunaan
energi nuklir dalam bentuk bom nuklir dan bayangan buruk tentang musibah hancurnya
reaktor nuklir di Chernobyl. Isu-isu ini telah membentuk bayangan buruk dan
menakutkan tentang nuklir dan pengembangannya. Padahal, pemanfaatan yang

bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali atas energi nuklir dapat meningkatkan
taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah kelangkaan energi.
Fisi Nuklir
Secara umum, energi nuklir dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu
pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi. Di
sini akan dibahas salah satu mekanisme produksi energi nuklir, yaitu reaksi fisi nuklir.
Sebuah inti berat yang ditumbuk oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah
menjadi dua inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain. Mekanisme semacam ini
disebut pembelahan inti atau fisi nuklir. Contoh reaksi fisi adalah uranium yang
ditumbuk (atau menyerap) neutron lambat.
Reaksi fisi uranium seperti di atas menghasilkan neutron selain dua buah inti atom yang
lebih ringan. Neutron ini dapat menumbuk (diserap) kembali oleh inti uranium untuk
membentuk reaksi fisi berikutnya. Mekanisme ini terus terjadi dalam waktu yang sangat
cepat membentuk reaksi berantai tak terkendali. Akibatnya, terjadi pelepasan energi
yang besar dalam waktu singkat. Mekanisme ini yang terjadi di dalam bom nuklir yang
menghasilkan ledakan yang dahsyat. Jadi, reaksi fisi dapat membentuk reaksi berantai
tak terkendali yang memiliki potensi daya ledak yang dahsyat dan dapat dibuat dalam
bentuk bom nuklir.
reaksi fisi berantai (sumber: www.scienceclarified.com)
Dibandingkan dibentuk dalam bentuk bom nuklir, pelepasan energi yang dihasilkan
melalui reaksi fisi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna. Untuk itu,
reaksi berantai yang terjadi dalam reaksi fisi harus dibuat lebih terkendali. Usaha ini
bisa dilakukan di dalam sebuah reaktor nuklir. Reaksi berantai terkendali dapat
diusahakan berlangsung di dalam reaktor yang terjamin keamanannya dan energi yang
dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih berguna, misalnya untuk
penelitian dan untuk membangkitkan listrik.
reaksi fisi berantai terkendali (sumber: www.atomicarchive.com)
Di dalam reaksi fisi yang terkendali, jumlah neutron dibatasi sehingga hanya satu
neutron saja yang akan diserap untuk pembelahan inti berikutnya. Dengan mekanisme

ini, diperoleh reaksi berantai terkendali yang energi yang dihasilkannya dapat
dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna.
Reaktor Nuklir
Energi yang dihasilkan dalam reaksi fisi nuklir dapat dimanfaatkan untuk keperluan
yang berguna. Untuk itu, reaksi fisi harus berlangsung secara terkendali di dalam
sebuah reaktor nuklir. Sebuah reaktor nuklir paling tidak memiliki empat komponen
dasar, yaitu elemen bahan bakar, moderator neutron, batang kendali, dan perisai beton.
skema reaktor nuklir (sumber: http://personales.alc.upv.es)
Elemen bahan bakar menyediakan sumber inti atom yang akan mengalami fusi nuklir.
Bahan yang biasa digunakan sebagai bahan bakar adalah uranium U. elemen bahan
bakar dapat berbentuk batang yang ditempatkan di dalam teras reaktor.
Neutron-neutron yang dihasilkan dalam fisi uranium berada dalam kelajuan yang cukup
tinggi. Adapun, neutron yang memungkinkan terjadinya fisi nuklir adalah neutron lambat
sehingga diperlukan material yang dapat memperlambat kelajuan neutron ini. Fungsi ini
dijalankan oleh moderator neutron yang umumnya berupa air. Jadi, di dalam teras
reaktor terdapat air sebagai moderator yang berfungsi memperlambat kelajuan neutron
karena neutron akan kehilangan sebagian energinya saat bertumbukan dengan
molekul-molekul air.
Fungsi pengendalian jumlah neutron yang dapat menghasilkan fisi nuklir dalam reaksi
berantai dilakukan oleh batang-batang kendali. Agar reaksi berantai yang terjadi
terkendali dimana hanya satu neutron saja yang diserap untuk memicu fisi nuklir
berikutnya, digunakan bahan yang dapat menyerap neutron-neutron di dalam teras
reaktor. Bahan seperti boron atau kadmium sering digunakan sebagai batang kendali
karena efektif dalam menyerap neutron.
Batang kendali didesain sedemikian rupa agar secara otomatis dapat keluar-masuk
teras reaktor. Jika jumlah neutron di dalam teras reaktor melebihi jumlah yang diizinkan
(kondisi kritis), maka batang kendali dimasukkan ke dalam teras reaktor untuk
menyerap sebagian neutron agar tercapai kondisi kritis. Batang kendali akan
dikeluarkan dari teras reaktor jika jumlah neutron di bawah kondisi kritis (kekurangan
neutron), untuk mengembalikan kondisi ke kondisi kritis yang diizinkan.

Radiasi yang dihasilkan dalam proses pembelahan inti atom atau fisi nuklir dapat
membahayakan lingkungan di sekitar reaktor. Diperlukan sebuah pelindung di sekeliling
reaktor nuklir agar radiasi dari zat radioaktif di dalam reaktor tidak menyebar ke
lingkungan di sekitar reaktor. Fungsi ini dilakukan oleh perisai beton yang dibuat
mengelilingi teras reaktor. Beton diketahui sangat efektif menyerap sinar hasil radiasi
zat radioaktif sehingga digunakan sebagai bahan perisai.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Energi yang dihasilkan dari reaksi fisi nuklir terkendali di dalam reaktor nuklir dapat
dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Instalasi pembangkitan energi listrik
semacam ini dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
skema pembangkit listrik tenaga nuklir (sumber: http://reactor.engr.wisc.edu)
Salah satu bentuk reaktor nuklir adalah reaktor air bertekanan (pressurized water
reactor/PWR) yang skemanya ditunjukkan dalam gambar. Energi yang dihasilkan di
dalam reaktor nuklir berupa kalor atau panas yang dihasilkan oleh batang-batang bahan
bakar. Kalor atau panas dialirkan keluar dari teras reaktor bersama air menuju alat
penukar panas (heat exchanger). Di sini uap panas dipisahkan dari air dan dialirkan
menuju turbin untuk menggerakkan turbin menghasilkan listrik, sedangkan air
didinginkan dan dipompa kembali menuju reaktor. Uap air dingin yang mengalir keluar
setelah melewati turbin dipompa kembali ke dalam reaktor.
Untuk menjaga agar air di dalam reaktor (yang berada pada suhu 300 C) tidak mendidih
(air mendidih pada suhu 100 C dan tekanan 1 atm), air dijaga dalam tekanan tinggi
sebesar 160 atm. Tidak heran jika reaktor ini dinamakan reaktor air bertekanan.
o

foto:dancewithshadows.com
(http://netsains.com/2009/04/energi-nuklir-pengertian-dan-pemanfaatannya/)

Keuntungan dan kerugian dari Tenaga Nuklir


Pembangkit listrik tenaga nuklir tidak memakan banyak ruang. Hal ini memungkinkan
mereka untuk ditempatkan di lokasi yang telah dikembangkan dan kekuasaan tidak
harus ditransfer jarak jauh. Ini tidak mencemari dengan cara yang sangat langsung. Hal
ini bersih dari bentuk-bentuk lain dari produksi energi. Hal ini mengacu pada emisi gas

rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfir. Ada produk limbah seperti yang dijelaskan di
bawah ini.
Keuntungan lain tenaga nuklir adalah bahwa energi nuklir adalah jauh bentuk paling
terkonsentrasi energi, sehingga dapat diproduksi dalam jumlah besar selama jangka
waktu yang singkat.
Kemungkinan untuk produksi jangka panjang yang besar karena reaktor baru, di mana
mahal dapat dibuat ketika yang lama usang. cadangan Minyak dan jenis bahan bakar
fosil lainnya cenderung kehabisan di beberapa titik.
Salah satu manfaat paling signifikan dari energi nuklir adalah bahwa tanaman nuklir
akan menghasilkan energi bahkan setelah batubara dan minyak menjadi langka.
Dengan demikian, tanaman nuklir memainkan peran utama dalam produksi energi.
Kurang bahan bakar nuklir yang diperlukan oleh tanaman jika dibandingkan dengan
orang yang membakar bahan bakar fosil. Bahkan setelah membakar beberapa juta ton
batubara atau beberapa juta barel minyak, satu ton uranium menghasilkan lebih banyak
energi.
Produksi energi nuklir juga ramah lingkungan seperti batubara dan pembakaran
tanaman minyak mencemari udara. Di sisi lain, PLTN tidak mengotori lingkungan dan
karenanya, menurunkan ketergantungan pada penyebab polusi bahan bakar fosil.
Tanaman Nuklir membutuhkan ruang lebih sedikit dan maka juga dapat membangunup di ruang terbatas, jika dibandingkan dengan orang lain.
Bila dibandingkan dengan batubara dan minyak, energi nuklir adalah jauh
terkonsentrasi sebagian besar bentuk energi.
Kekurangan dari Tenaga Nuklir:
Salah satu kelemahan utama energi nuklir adalah bahwa ledakan menghasilkan
radiasi nuklir, radiasi ini merugikan sel-sel tubuh yang dapat membuat manusia sakit
atau bahkan menyebabkan kematian mereka. Penyakit dapat muncul atau memukul
tahun orang setelah mereka terkena radiasi nuklir.

Orang-orang yang rentan terhadap penyakit bahkan bertahun-tahun setelah mereka


terkena radiasi nuklir. Radioaktif tingkat tinggi dipancarkan dari energi nuklir sangat
berbahaya. Sekali dirilis, hal itu berlangsung selama puluhan ribu tahun sebelum
membusuk ke tingkat yang aman.
Untuk teroris, tanaman nuklir akan menjadi salah satu target yang paling sangat
mengganggu daerah untuk catu daya dan menghancurkan sebuah seluruh wilayah
dalam satu pergi.
Uranium adalah sumber daya yang langka, dan diharapkan untuk terakhir hanya untuk
tahun berikutnya 30-60 tergantung pada permintaan aktual.
Periode kehamilan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir yang cukup panjang.
Kerangka waktu yang diperlukan untuk formalitas, perencanaan dan pembangunan
generasi pembangkit listrik nuklir baru dalam kisaran 20 sampai 30 tahun.
Jenis bencana yang mungkin dikenal sebagai reaktor meltdown. Dalam meltdown,
reaksi fisi atom berjalan di luar kendali, yang menyebabkan ledakan nuklir melepaskan
radiasi dalam jumlah besar.
pembuangan limbah nuklir dapat terbakar spontan tanpa peringatan. Berikut adalah
beberapa contoh kebocoran yang terjadi sepanjang sejarah:: Pada tahun 1979, di
Three Mile Island dekat Harrisburg, Pennsylvania, sistem pendingin reaktor nuklir gagal.
Radiasi lolos, memaksa puluhan ribu orang untuk melarikan diri. itu masalah
dipecahkan menit Untungnya sebelum krisis total akan terjadi, dan tidak ada kematian.
Pada tahun 1986, yang lebih buruk banyak bencana melanda Rusia pembangkit listrik
tenaga nuklir Chernobyl. Dalam insiden ini, sejumlah besar radiasi melarikan diri dari
reaktor. Ratusan ribu orang terkena radiasi. Several dozen died within a few days.
Beberapa lusin meninggal dalam beberapa hari. Pada tahun-tahun mendatang, ribuan
lainnya mungkin akan mati dari kanker yang diinduksi oleh radiasi.
Reaktor menghasilkan produk limbah nuklir yang memancarkan radiasi yang
berbahaya, karena mereka bisa membunuh orang-orang yang menyentuh mereka,
mereka tidak bisa dibuang seperti sampah biasa. Saat ini, banyak limbah nuklir
disimpan di kolam pendingin khusus di pabrik nuklir. Amerika Serikat berencana untuk

memindahkan nuklirnya semua adalah sebuah dump bawah tanah terisolasi pada tahun
2010.
Pada tahun 1957, limbah nuklir dimakamkan di situs dump di Pegunungan Ural Rusia
itu, dekat Moskow, misterius meledak. Hal ini mengakibatkan kematian puluhan orang.
Kerugian lain adalah bahwa reaktor nuklir hanya berlangsung sekitar empat puluh
sampai lima puluh tahun.
(http://jefrigeophysics.wordpress.com/2011/03/15/keuntungan-dari-tenaga-nuklir/)
Energi Nuklir, sebagi salah satu sumber Energi, Energi Nuklir adalah Energi yang paling
ditakutkan. Yang di takutkan dari Energi Nuklir adalah bahayanya bagi keselamatan dan
kesehatan hidup manusia. Berikut ini adalah beberapa kelemahan dan kelebihan Energi
Nuklir sebagai sumber Energi
Kelebihan :Bahan bakarnya tidak mahal, Mudah untuk dipindahkan (dengan sistem
keamanan yang ketat), Energinya sangat tinggi, dan Tidak mempunyai efek rumah kaca
dan hujan asam
Kelemahan: Butuh biaya yang besar untuk sistem penyimpanannya disebabkan dari
bahaya radiasi energi nuklir itu sendiri, Masalah kepemilikan energi nuklir disebabkan
karena bahayanya massal dan Produk buangannya yang sangat radioaktif nuklir
sebagai senjata pemusnah
(http://blog-triks.blogspot.com/2010/11/energi-nuklir-kelebihan-dan-kelemahan.html)

Go Green Dengan Energi Nuklir


Selain krisis ekonomi dan energi, pemanasan global (global warming) adalah
problem nyata yang harus dihadapi dunia sejak awal abad 21 ini. Nuklir sebagai
sumber energi yang sedikit mengeluarkan gas rumah kaca bisa menjadi salah
satu pilihan dalam upaya kita menghadapi pemanasan global. Meski begitu aspek
keamanan dan keselamatan bagi masyarakat dan lingkungan tetap harus menjadi

prioritas

utama.

Pengurangan emisi CO2, salah satu jenis gas rumah kaca penyebab pemanasan global
adalah merupakan tantangan utama peradaban modern. Efisiensi penggunaan energi,
pengurangan eskploitasi energi fosil (batubara, minyak dan gas) dan optimalisasi energi
baru terbarukan merupakan langkah nyata yang harus kita lakukan bersama.
Energi nuklir sebagai sumber energi yang sedikit mengeluarkan gas rumah kaca
menjadi salah satu pilihan guna mendukung upaya pelestarian lingkungan. Namun
berkaca dari pengalaman terkini pemanfaatan energi nuklir, upaya peningkatan standar
keselamatan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir akan tetap menjadi prioritas
utama guna menjaga keselamatan lingkungan dan manusia, sekaligus menjawab
tantangan pemanasan global. Berbagai fenomena yang muncul, seperti perubahan
cuaca yang sangat dinamis, kenaikan permukaan air laut, penurunan hasil panen
pertanian dan perikanan, serta perubahan keanekaragaman hayati, secara nyata telah
mempengaruhi kehidupan manusia, mulai dari kesehatan, perubahan standar
kehidupan, kesejahteraan/ekonomi dan keselamatan. Kini komunitas global menyadari
perlunya tindakan nyata untuk mengatasi pemanasan global melalui berbagai aktivitas
yang dikenal dengan semboyan Go Green. Aktivitas Go Green didasarkan pada konsep
pengurangan emisi gas CO2 sebagai salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan
global.
Berbicara tentang konsep Go Green di Indonesia sangat erat kaitannya dengan sektor
energi yang merupakan sektor dengan kontribusi terbesar emisi Gas Rumah Kaca
(GRK). Saat ini sektor energi menyumbangkan 2/3 dari total GRK yang 30 persennya
bersumber dari penggunaan pembangkit listrik yang menggunakan energi fosil. Hingga
saat ini, pasokan energi di tanah air masih bergantung pada sumber energi fosil.
Namun begitu, sebagai negara besar Indonesia akan menjadi bagian dalam upaya
bersama warga dunia mengatasi masalah pemanasan global. Dalam forum G-20 di
Pittsburgh, Amerika Serikat serta dalam pertemuan COP 15 di Copenhagen tahun
2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa hingga 2020
Indonesia bisa menurunkan emisi GRK sebesar 26% dan bahkan bisa mencapai
sebesar 41% dengan bantuan negara maju. Pernyataan serupa disampaikan kembali
pada kunjungan Presiden ke Norwegia akhir bulan Mei 2010. Hal itu bisa dicapai

tentunya dengan cara optimalisasi pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang
rendah emisi gas rumah kaca, atau dikenal dengan istilah Green Energy.
Nuklir, Green Energy?
Berdasarkan data IAEA (International Atomic Energy Agency) polusi yang dihasilkan
oleh pembangkit listrik paling banyak bersumber dari pembangkit yang menggunakan
bahan bakar fosil yakni batu bara, minyak bumi atau solar dan gas alam. Sebagai
ilustrasi, setiap kWh energi listrik yang diproduksi oleh penggunaan energi fosil
menghasilkan gas rumah kaca sebesar 974 gr CO2, 962 mg SO2 dan 700 mg NOX,
sementara energi nuklir hanya menghasilkan 9 21 gram CO2/kWH. Studi ini disusun
berdasarkan metode Life Cycle Analysis, suatu analisis yang menyeluruh dari hulu
sampai hilir, mulai penambangan, transportasi, konstruksi pembangkit sampai operasi.
Karena itu saat ini PLTN di dunia telah berhasil menurunkan pembakaran CO2 sebesar
2 gigaton per tahunnya.
Ini menunjukkan bahwa diantara berbagai jenis pembangkit listrik yang ada saat ini,
nuklir merupakan pembangkit yang bersih dan ramah lingkungan, sehingga dapat
digolongkan ke dalam green energy bersama dengan EBT lainnya, seperti energi surya,
angin dan air. Sebagai sumber energi yang (hampir) bebas karbon, energi nuklir
berpotensi untuk dijadikan salah satu opsi energi alternatif.
Keselamatan Lingkungan dan Masyarakat adalah Prioritas
Belajar dari pengalaman terkini kecelakaan PLTN Fukushima Daiichi Jepang pasca
gempa dan tsunami yang menimpa negara tersebut, sedianya industri nuklir terus
melakukan pengembangan sistem keselamatan operasional PLTN untuk menjamin
keselamatan masyarakat dan lingkungan.
Pelajaran terpenting yang bisa dipetik dari kejadian tersebut adalah desain PLTN masa
depan harus mengutamakan sistem keselamatan pasif dan Inhern Safety Fiture yang
menjamin keselamatan reaktor nuklir dalam keadaan apapun, termasuk bencana alam
yang dahsyat. Selain itu harus dipilih calon lokasi PLTN yang paling aman (probabilitas
terjadinya bencana minimal) dan disertai kajian antisipasi kejadian yang paling buruk
yang dapat terjadi (Design Basic Accident).
Pengembangan teknologi keselamatan ini akan mendukung pemanfaatan energi nuklir
sebagai energi hijau untuk mencegah pemanasan global sekaligus menjamin
keselamatan lingkungan dan masyarakat. Go Green dengan energi nuklir.

(http://ads2.kompas.com/layer/batan/)
~ Energi Nuklir Menjadi Salah Satu Isu
Energi Nuklir, Siapa Takut?
Masalah energi merupakan salah satu isu penting yang sedang hangat dibicarakan.
Semakin berkurangnya sumber energi, penemuan sumber energi baru, pengembangan
energi-energi alternatif, dan dampak penggunaan energi minyak bumi terhadap
lingkungan hidup menjadi tema-tema yang menarik dan banyak didiskusikan.
Pemanasan global yang diyakini sedang terjadi dan akan memasuki tahap yang
mengkhawatirkan disebut-sebut juga merupakan dampak penggunaan energi minyak
bumi yang merupakan sumber energi utama saat ini.
Dampak lingkungan dan semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi memaksa
kita untuk mencari dan mengembangkan sumber energi baru. Salah satu alternatif
sumber energi baru yang potensial datang dari energi nuklir. Meski dampak dan bahaya
yang ditimbulkan amat besar, tidak dapat dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah
satu alternatif sumber energi yang layak diperhitungkan.
Isu energi nuklir yang berkembang saat ini lebih banyak berkisar tentang penggunaan
energi nuklir dalam bentuk bom nuklir dan bayangan buruk tentang musibah hancurnya
reaktor nuklir di Chernobyl. Isu-isu ini telah membentuk bayangan buruk dan
menakutkan tentang nuklir dan pengembangannya. Padahal, pemanfaatan yang
bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali atas energi nuklir dapat meningkatkan
taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah kelangkaan energi.
Sekilas tentang Energi Nuklir
Secara umum, energi nuklir dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu
pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi. Di
sini akan dibahas salah satu mekanisme produksi energi nuklir, yaitu reaksi fisi nuklir.
Sebuah inti berat (misalnya uranium) yang ditumbuk oleh partikel (misalnya neutron)
dapat membelah menjadi dua inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain dengan
menghasilkan energi. Mekanisme semacam ini disebut pembelahan inti atau fisi nuklir.

Reaksi fisi uranium seperti di atas menghasilkan neutron selain dua buah inti atom yang
lebih ringan. Neutron ini dapat menumbuk (diserap) kembali oleh inti uranium untuk
membentuk reaksi fisi berikutnya. Mekanisme ini terus terjadi dalam waktu yang sangat
cepat membentuk reaksi berantai tak terkendali. Akibatnya, terjadi pelepasan energi
yang besar dalam waktu singkat. Mekanisme ini yang terjadi di dalam bom nuklir yang
menghasilkan ledakan yang dahsyat. Jadi, reaksi fisi dapat membentuk reaksi berantai
tak terkendali yang memiliki potensi daya ledak yang dahsyat dan dapat dibuat dalam
bentuk bom nuklir.
Dibandingkan dibentuk dalam bentuk bom nuklir, pelepasan energi yang dihasilkan
melalui reaksi fisi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna. Untuk itu,
reaksi berantai yang terjadi dalam reaksi fisi harus dibuat lebih terkendali. Usaha ini
bisa dilakukan di dalam sebuah reaktor nuklir. Reaksi berantai terkendali dapat
diusahakan berlangsung di dalam reaktor yang terjamin keamanannya dan energi yang
dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih berguna, misalnya untuk
penelitian dan untuk membangkitkan listrik.
Di dalam reaksi fisi yang terkendali, jumlah neutron dibatasi sehingga hanya satu
neutron saja yang akan diserap untuk pembelahan inti berikutnya. Dengan mekanisme
ini, diperoleh reaksi berantai terkendali yang energi yang dihasilkannya dapat
dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna.
Reaktor Nuklir
Energi yang dihasilkan dalam reaksi fisi nuklir dapat dimanfaatkan untuk keperluan
yang berguna. Untuk itu, reaksi fisi harus berlangsung secara terkendali di dalam
sebuah reaktor nuklir. Sebuah reaktor nuklir paling tidak memiliki empat komponen
dasar, yaitu elemen bahan bakar, moderator neutron, batang kendali, dan perisai beton.
Elemen bahan bakar menyediakan sumber inti atom yang akan mengalami fusi nuklir.
Bahan yang biasa digunakan sebagai bahan bakar adalah uranium (rumus kimianya U).
elemen bahan bakar dapat berbentuk batang yang ditempatkan di dalam teras reaktor.
Untuk memungkinkan terjadinya fisi nuklir adalah neutron lambat sehingga diperlukan
material yang dapat memperlambat kelajuan neutron ini. Fungsi ini dijalankan oleh
moderator neutron yang umumnya berupa air. Jadi, di dalam teras reaktor terdapat air

sebagai moderator yang berfungsi memperlambat kelajuan neutron dimana neutron


akan kehilangan sebagian energinya saat bertumbukan dengan molekul-molekul air.
Fungsi pengendalian jumlah neutron yang dapat menghasilkan fisi nuklir dalam reaksi
berantai dilakukan oleh batang-batang kendali. Agar reaksi berantai yang terjadi
terkendali dimana hanya satu neutron saja yang diserap untuk memicu fisi nuklir
berikutnya, digunakan bahan yang dapat menyerap neutron-neutron di dalam teras
reaktor. Bahan seperti boron atau kadmium sering digunakan sebagai batang kendali
karena efektif dalam menyerap neutron.
Batang kendali didesain sedemikian rupa agar secara otomatis dapat keluar-masuk
teras reaktor. Jika jumlah neutron di dalam teras reaktor melebihi jumlah yang diizinkan
(kondisi kritis), maka batang kendali dimasukkan ke dalam teras reaktor untuk
menyerap sebagian neutron agar tercapai kondisi kritis. Batang kendali akan
dikeluarkan dari teras reaktor jika jumlah neutron di bawah kondisi kritis (kekurangan
neutron), untuk mengembalikan kondisi ke kondisi kritis yang diizinkan.
Radiasi yang dihasilkan dalam proses pembelahan inti atom atau fisi nuklir dapat
membahayakan lingkungan di sekitar reaktor. Diperlukan sebuah pelindung di sekeliling
reaktor nuklir agar radiasi dari zat radioaktif di dalam reaktor tidak menyebar ke
lingkungan di sekitar reaktor. Fungsi ini dilakukan oleh perisai beton yang dibuat
mengelilingi teras reaktor. Beton diketahui sangat efektif menyerap sinar hasil radiasi
zat radioaktif sehingga digunakan sebagai bahan perisai.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Energi yang dihasilkan dari reaksi fisi nuklir terkendali di dalam reaktor nuklir dapat
dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Instalasi pembangkitan energi listrik
semacam ini dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Salah satu bentuk reaktor nuklir adalah reaktor air bertekanan (pressurized water
reactor/PWR). Energi yang dihasilkan di dalam reaktor nuklir berupa kalor atau panas
yang dihasilkan oleh batang-batang bahan bakar. Kalor atau panas dialirkan keluar dari
teras reaktor bersama air menuju alat penukar panas (heat exchanger). Di sini uap
panas dipisahkan dari air dan dialirkan menuju turbin untuk menggerakkan turbin
menghasilkan listrik, sedangkan air didinginkan dan dipompa kembali menuju reaktor.

Uap air dingin yang mengalir keluar setelah melewati turbin dipompa kembali ke dalam
reaktor.
Untuk menjaga agar air di dalam reaktor (yang berada pada suhu 300oC) tidak
mendidih (air mendidih pada suhu 100oC dan tekanan 1 atm), air dijaga dalam tekanan
tinggi sebesar 160 atm. Tidak heran jika reaktor ini dinamakan reaktor air bertekanan.
Siapa Takut?
Dengan adanya mekanisme pengendalian sebagaimana yang telah dijelaskan di atas,
tidak ada alasan untuk takut kepada energi nuklir. Bahkan, energi nuklir dapat menjadi
salah satu alternatif penyediaan energi di tengah krisis energi yang terjadi belakangan
ini. energi nuklir yang dapat dikonversi menjadi energi listrik di dalam sebuah PLTN
dapat menjadi salah satu penyuplai energi listrik di masa depan.
(http://www.alpensteel.com/article/54-111-energi-nuklir-pltn/1000energi-nuklir-menjadisalah-satu-isu.html)

Keuntungan

Biaya listrik nuklir hampir sama seperti batu bara, sehingga tidak mahal untuk
membuat.
Tidak menghasilkan asap atau karbon dioksida, sehingga tidak memberikan
kontribusi pada efek rumah kaca.
Menghasilkan sejumlah besar energi dari sejumlah kecil bahan bakar.
Menghasilkan jumlah kecil dari limbah.
Tenaga nuklir dapat diandalkan

Kekurangan

Meskipun tidak banyak sampah yang dihasilkan, sangat, sangat berbahaya.


Ini harus disegel dan terkubur selama ribuan tahun untuk memungkinkan
radioaktivitas mati pergi.

Untuk semua saat itu harus tetap aman dari gempa bumi, banjir, teroris dan segala
sesuatu yang lain. Ini sulit.
Tenaga nuklir dapat diandalkan, tetapi banyak uang harus dibelanjakan untuk
keselamatan jika tidaksalah, kecelakaan nuklir bisa menjadi bencana besar.
Orang-orang semakin khawatir tentang hal ini dalam tenaga nuklir 1990 adalah
sumber tercepat-berkembang kekuasaan di sebagian besar dunia. Pada tahun 2005
itu adalah yang kedua paling lambat tumbuh.

Bagaimana berinvestasi dalam tenaga nuklir?


Ditulis oleh kontributor tamu Jennifer Gorton dari Trader Forex, Juli 2010
Munculnya kekhawatiran pemanasan global di seluruh dunia selama sepuluh tahun
terakhir telah menyebabkan minat baru dalam apa yang pernah dianggap sebagai
pasar-mati energi nuklir . Setelah Perang Dingin, pengembangan energi nuklir itu
dilupakan selama bertahun-tahun sampai keinginan baru antara negara-negara
berkembang untuk sumber energi alternatif sekali lagi menyodorkan ide tenaga nuklir
ke dalam kesadaran utama. Sebagai harga minyak dan pemanasan global
kekhawatiran baik terus meningkat terus, minat baru dalam pembakaran yang bersih
sifat
tenaga
nuklir
menjadi
jauh
lebih
menarik.
Pasar energi nuklir diperkirakan akan tumbuh secara substansial selama 20 tahun ke
depan. Bahkan, Departemen Energi mengharapkan jumlah listrik AS digunakan untuk
naik 50% pada tahun 2030, dan konsumsi listrik di seluruh dunia diperkirakan dua kali
lipat
pada
2030.
Pandangan sangat bullish untuk pasar energi nuklir berarti akan ada peningkatan
permintaan untuk energi nuklir dan ini permintaan meningkat bertepatan dengan jumlah
pasokan agak lemah. Dan tentu saja, ekonomi dasar mengatakan kepada kita harga
yang meningkat dan menurun dalam kaitannya dengan dinamika penawaran dan
permintaan. Sebagai negara berkembang berkembang selama 20 tahun ke depan,
akan ada lonjakan besar permintaan untuk biaya rendah, ramah lingkungan sumber
energi alternatif, dan tenaga nuklir diharapkan untuk memenuhi permintaan ini. Brewin
Dolphin itu client manager investasi swasta, dan salah satu analis mereka, Nik
Stanojevic, baru-baru ini melaporkan, Banyak bagian dunia berkembang secara

struktural pendek kekuasaan dan membangun sejumlah besar pembangkit listrik tenaga
nuklir;
ini
akan
mengangkat
permintaan
uranium.
Sampai beberapa tahun terakhir, ia telah sulit bagi investor rata-rata untuk berinvestasi
di pasar energi nuklir sebagai peluang investasi yang sebagian besar lepas
pantai.Namun, hal ini telah berubah dan sekarang ada beberapa pilihan bagi para
investor rata-rata.
1. Pada tahun 2007, New York Mercantile Exchange (NYMEX) meluncurkan kontrak
berjangka pertama untuk uranium. Hal ini memungkinkan investor untuk berspekulasi
dalam pergerakan masa depan uranium. Harga meroket sebelum 2008 Kredit Krisis
Global dan uranium diperdagangkan di $ 140 s / pon, tapi harga saat ini duduk di area $
40/pound.
2. Investor juga dapat mengekspos bagian dari portofolio mereka untuk pertumbuhan
potensial dalam uranium dengan berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang saat ini
tidak memproduksi uranium, tetapi, pada kenyataannya, pertambangan di
dalamnya. Sering kali perusahaan-perusahaan memiliki biaya berbagi sangat rendah,
dan jika investor melakukan penelitian yang memadai dan menemukan sebuah
perusahaan dengan manajemen yang kompeten yang memang menemukan endapan
uranium, harga saham pasti akan meningkat tajam.
3. Investor juga bisa berinvestasi di perusahaan yang telah ada operasi uranium seperti
BHP Billiton dan Cameco. Ini adalah kedua perusahaan sangat besar yang merupakan
pemimpin terbukti di industri. Banyak perusahaan-perusahaan kecil di negara-negara
kaya uranium-peluang investasi juga, tetapi investor harus membeli saham di bursa
asing untuk mengambil keuntungan dari berinvestasi di perusahaan tersebut.
4. Investor dapat mempertimbangkan berbicara dengan Forex broker pada apakah
mata uang uranium-negara kaya diperkirakan akan meningkat.