Anda di halaman 1dari 13

KUIS

ETIKA BISNIS

1. Ada
hubungan yang sinergis antara etika bisnis dan
laba
perusahaan.
Bagaimana dengan Perusahaan yang berhasil membohongi konsumennya dan
berhasil meraup keuntungan yang tinggi? Apa penjelasan anda dalam
memandang fenomena ini?
2. Moral yang tinggi terbukti membawa sukses perusahaan dalam jangka panjang
atau sukses yang berkelanjutan. Apakah ini bukan hanya slogan saja. Adakah
perusahaan yang sudah sukses menerapkan hal tersebut? (berikan contoh)
3. Di dunia yang berteknologi tinggi, Babi, Sapi dan Ayam seringkali hidup di
kandang yang kecil dan lingkungannya yang terpisah. Di Perusahaan Premium
Standard Farm Inc, Babi betina dibuat hamil dan harus menunggu 40 hari di
kandang besi yang sangat kecil sampai-sampai mereka tidak bisa bergerak.
Setelah dilakukan pengetesan, Babi itu menunggu 67 hari lagi di kandang yang
sama sampai mereka melahirkan 10 sampai 11 anak babi. Dua minggu setelah
melahirkan, Babi betina dikembalikan lagi ke ruang penyuntikan untuk satu siklus
kelahiran lagi. Setelah 3 tahun, Babi betina dibunuh.
Pembela kesejahteraan binatang menyatakan bahwa hal ini menimbulkan
keresahan di kalangan Babi. Tapi Premium Standar Farm Inc membantah
bahwa Babi-babi mereka tidak resah karena hanya 1% dari babi itu yang mati
sebelum dibunuh.
Bahas bisnis Premium Standar Farm Inc ini, dan implikasi etika dari industrinya
serta dua pendapat yang berbeda tersebut.

Answer No 1.
Etika bisnis adalah standar-standar nilai yang menjadi pedoman atau acuan
sebuah perusahaan dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis yang
etik. Pelanggaran etika bisnis adalah penyimpangan standar standar nilai (moral)
yang menjadi pedoman atau acuan sebuah perusahaan (manajer dan segenap
karyawannya) dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis yang etik.
Paradigma etika dan bisnis adalah dunia berbeda yang sudah saatnya dirubah
menjadi paradigma etika terkait dengan bisnis atau mensinergikan antara etika dengan
laba. Justru di era kompetisi yang ketat ini, reputasi perusahaan yang baik yang
dilandasi oleh etika bisnis merupakan sebuah competitive advantage yang sulit ditiru.
Oleh karena itu, perilaku etik penting untuk mencapai sukses jangka panjang dalam
sebuah bisnis. Perilaku etik penting untuk mencapai sukses jangka panjang dalam
sebuah bisnis. Pentingnya etika bisnis tersebut berlaku untuk kedua perspektif, baik
lingkup makro maupun mikro, yang akan dijelaskan sebagai berikut:
Perspektif Makro: pertumbuhan suatu negara tergantung pada market system
yang

berperan

lebih

efektif

dan

efisien

daripada

command

system

dalam

mengalokasikan barang dan jasa. Beberapa kondisi yang diperlukan market system
untuk dapat efektif, yaitu:
a. Hak memiliki dan mengelola properti swasta
b. Kebebasan memilih dalam perdagangan barang dan jasa
c. Ketersediaan informasi yang akurat berkaitan dengan barang dan jasa.
Jika salah satu subsistem dalam market system melakukan perilaku yang tidak etis,
maka hal ini akan mempengaruhi keseimbangan sistem dan menghambat pertumbuhan
sistem secara makro. Pengaruh dari perilaku tidak etik pada perspektif bisnis makro
adalah sebagai berikut:
1. Penyogokan atau suap: hal ini akan mengakibatkan berkurangnya kebebasan
memilih dengan cara mempengaruhi pengambil keputusan.

2. Coercive act: mengurangi kompetisi yang efektif antara pelaku bisnis dengan
ancaman atau memaksa untuk tidak berhubungan dengan pihak lain dalam
bisnis.
3. Deceptive information
4. Pecurian dan penggelapan dan unfair discrimination.
Perspektif Bisnis Mikro: dalam Iingkup ini perilaku etik identik dengan kepercayaan
atau trust. Dalam Iingkup mikro terdapat rantai relasi di mana supplier, perusahaan,
konsumen, karyawan saling berhubungan kegiatan bisnis yang akan berpengaruh pada
Iingkup makro. Tiap mata rantai penting dampaknya untuk selalu menjaga etika,
sehingga kepercayaan yang mendasari hubungan bisnis dapat terjaga dengan baik.
Dalam menciptakan etika bisnis, Dalimunthe (2004) menganjurkan untuk
memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
a. Pengendalian Diri
Pelaku-pelaku bisnis mampu mengendalikan diri mereka masingmasing
untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun.
Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan
main curang atau memakan pihak lain dengan menggunakan keuntungan
tersebut. Walau keuntungan yang diperoleh merupakan hak bagi pelaku bisnis,
tetapi penggunaannya juga harus memerhatikan kondisi masyarakat sekitarnya.
Inilah etika bisnis yang "etik".
b. Pengembangan Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility)
Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan
hanya dalam bentuk "uang" dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan
lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh
pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya
excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis
dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang

berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu
mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap
masyarakat sekitarnya. Tanggungjawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian
terhadap masyarakat di sekitarnya, terutama dalam hal pendidikan, kesehatan,
pemberian latihan keterampilan dan lain lain.
c. Mempertahankan Jati Diri
Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang - ambing oleh
pesatnya perkembangan informasi dan teknologi adalah salah satu usaha
menciptakan etika bisnis. Namun demikian bukan berarti etika bisnis anti
perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus
dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan
tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan
teknologi.
d. Menciptakan Persaingan yang Sehat
Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan
kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya
harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan
menengah kebawah, sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar
mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Untuk itu
dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang
dalam dunia bisnis tersebut.
e. Menerapkan Konsep Pembangunan Berkelanjutan
Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat
sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa datang.
Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-ekspoitasi lingkungan
dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan
lingkungan dan keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan
kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar.

Contoh kasus:
Bahan kosmetik yang disita BPOM Semarang di Purwokerto, Rabu (15/5),
diperkirakan mengandung obat terlarang. Kepala BPOM Semarang, Dra Zulaimah MSi
Apt, menyebutkan hasil uji laboratorium krim kecantikan yang disita dari satu satu
rumah produksi di Kompleks Perumahan Permata hijau tersebut, memang masih belum
selesai. ''Tapi dari daftar bahan baku yang sudah disita, kosmetik tersebut kami
perkirakan mengandung berbagai jenis obat-obat keras yang peredarannya sangat
kami batasi,'' kata Zualimah, saat ditelepon dari Purwokerto, Kamis (16/5).
Bahkan baku yang dipergunakan sebagai bahan baku krim tersebut, antara lain
berupa Bahan Kimia Obat (BKO) seperti obat-obatan jenis antibiotik, deksametason,
hingga hidrokuinon. ''Kami belum tahu, apakah obat-obatan BKO tersebut, dimasukkan
dalam krim kosmetik atau tidak, karena masih dilakukan penelitian. Namun untuk bahan
kimia hidrokuinon, kami perkirakan menjadi salah satu bahan utama pembuatan
kosmetik,'' jelasnya.
Di

Indonesia,

kata

Zulaimah,

bahan

aktif

Hidrokuinon

sangat

dibatasi

penggunaannya. Bahan aktif tersebut, hanya diizinkan digunakan dalam kadar yang
sangat sedikit, dalam bahan kosmetik pewarna rambut dan cat kuku atau kitek. Untuk
pewarna rambut, maksimal kadar hidrokuinon hanya 0,3 persen sedangkan untuk cat
kuku hanya 0,02 persen. ''Sedangkan untuk krim kulit, sama sekali tidak boleh
digunakan,'' jelasnya.
Ia mengakui, di masa lalu zat aktif hidrokuinin ini memang banyak digunakan untuk
bahan baku krim pemutih atau pencerah hulit. Namun setelah banyak kasus warga
yang mengeluh terjadinya iritasi dan rasa terbakar pada kulit akibat pemakaian zat
hidrokuinon dalam krim pemutih ini, maka penggunaan hidrokuinon dibatasi.
''Pemakaian jangka panjang bisa menyebabkan pigmen kulit yang terpapar zat ini
menjadi mati. Bahkan, setelah sel pigmen mati, kulit bisa berubah menjadi biru kehitamhitaman,'' ujarnya menjelaskan. Sementara mengenai adanya obat antibiotik dan
deksametason yang ikut disita, Zulaimah menyebutkan masih belum tahu penggunaan
obat ini. Obat-obatan tersebut, mestinya merupakan obat oral atau yang dikonsumsi

dengan cara minum. Selain itu, penggunaannya juga dibatasi karena merupakan
golongan obat keras. ''Karena itu, kami masih belum tahu untuk apa obat-obatan itu.
Kita masih melakukan pengujian, apakah obat-obatan tersebut digunakan sebagai
campuran krim tersebut atau tidak,'' katanya. Petugas BPOM sebelumnya menyita
ribuan kemasan krim pemutih kulit di salah satu rumah di perumahan Permata Hijau
yang merupakan komplek perumahan elite di Kota Purwokerto. Di rumah yang diduga
menjadi rumah tempat pembuatan krim kosmetik, petugas dari BPOM juga menemukan
berbagai bahan baku pembuatan krim.
Penggerebekan rumah produksi krim kecantikan itu, dilakukan karena rumah
produksi tersebut belum memiliki izin produksi dari BPOM. Sementara penggunaan
bahan baku kosmetik harus mendapat pengawasan ketat, karena penggunaan bahan
baku yang tidak semestinya bisa membahayakan konsumen.
Penggerebekan dilakukan, setelah petugas BPOM mendapat banyak keluhan dari
konsumen yang mengaku kulitnya terasa terbakar dan mengalami iritasi setelah
menggunakan krim yang dibeli dari salon kecantikan. Setelah dilakukan pengusutan,
ternyata krim tersebut diperoleh dari rumah produksi di Purwokerto. Zulaimah
menyebutkan, krim pemutih hasil produksi warga Purwokerto ini, dijual ke klinik klinik
dan salon kecantikan di seluruh wilayah Tanah Air. "Dari hasil catatan transaksi yang
kita peroleh, krim pemutih itu banyak dijual di Semarang, Banyumas, Bali, Jabodetabek
dan terbesar di Jabar hingga Bandung,'' jelasnya.
Ia menyebutkan, pemilik rumah produksi yang berinisial S, sudah dalam
pengawasan petugas BPOM. ''Mulai besok akan kami periksa. Bukan tidak mungkin
nantinya akan ada tersangkalain dalam kasus ini,'' jelasnya. Ditambahkannya,
pelanggaran dalam bidang POM, sesuai UU No 35 tahun 2009 bisa dikenai sanksi
pidana maksimal 15 tahun atau denda Rp 1,5 miliar
Kesimpulan:
Bahwa sebagian kita akan setuju bila standar etika yang tinggi membutuhkan
individu yang punya prinsip moral yang kokoh dalam melaksanakannya. Namun,

beberapa aspek khusus harus dipertimbangkan saat menerapkan prinsip etika ke


dalam bisnis.
Pertama, untuk bisa bertahan, sebuah bisnis harus mendapatkan keuntungan. Jika
keuntungan

dicapai melalui perbuatan yang

kurang terpuji,

keberlangsungan

perusahaan bisa terancam. Banyak perusahaan terkenal telah mencoreng reputasi


mereka sendiri dengan skandal dan kebohongan.
Kedua, sebuah bisnis harus dapat menciptakan keseimbangan antara ambisi untuk
mendapatkan laba dan kebutuhan serta tuntutan masyarakat sekitarnya. Memelihara
keseimbangan seperti ini sering membutuhkan kompromi atau bahkan barter.
Tujuan etika bisnis adalah menggugah kesadaran moral para pelaku bisnis dalam
menjalankan good business dan tidak melakukan monkey business atau dirty
business. Etika bisnis mengajak para pelaku bisnis mewujudkan citra dan manajemen
bisnis yang etis agar bisnis itu pantas dimasuki oleh semua orang yang mempercayai
adanya dimensi etis dalam dunia bisnis.
Pelanggaran Prinsip Etika Bisnis yang dilakukan oleh para pengusaha kosmetik
berbahaya yaitu pelanggaran terhadap undang-undang kesehatan dan undang-undang
perlidungan konsumen dimana perusahaan tidak memberikan peringatan kepada
konsumen mengenai kandungan yang ada didalam produk mereka yang sangat
berbahaya untuk kesehatan. Melakukan apa saja untuk mendapatkan keuntungan pada
dasarnya dapat dilakukan asalkan tidak merugikan pihak manapun. Seharusnya para
produsen kosmetik lebih mementingkan keselamatan konsumen diatas kepentingan
perusahaan maka tentunya perusahaan itu sendiri akan mendapatkan laba yang lebih
besar atas kepercayaan masyarakat terhadap produk tersebut.
Etika bisnis tidak akan dilanggar jika ada aturan dan sanksi. Kalau semua tingkah
laku salah dibiarkan, lama kelamaan akan menjadi kebiasaan. Repotnya, norma yang
salah ini akan menjadi budaya. Oleh karena itu bila ada yang melanggar aturan
diberikan sanksi untuk memberi pelajaran kepada yang bersangkutan. Ada tiga sasaran
dan ruang lingkup pokok etika bisnis. Pertama, etika bisnis sebagai etika profesi
membahas berbagai prinsip, kondisi, dan masalah yang terkait dengan praktek bisnis

yang baik dan etis. Dengan kata lain, etika bisnis pertama-tama bertujuan untuk
menghimbau para pelaku bisnis untuk menjalankan bisnis secara baik dan etis.
Kedua, menyadarkan masyarakat, khususnya konsumen, buruh, atau karyawan dan
masyarakatluas pemilik aset umum semacam lingkungan hidup, akan hak dan
kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh praktik bisnis siapapun juga. Pada
tingkat ini, etika bisnis berfungsi menggugah masyarakat bertindak menuntut para
pelaku bisnis untuk berbisnis secara baik demi terjaminnya hak dan kepentingan
masyarakat tersebut.
Ketiga, etika bisnis juga berbicara mengenai sistem ekonomi yang sangat
menentukan etis tidaknya suatu praktek bisnis. Dalam hal ini, etika bisnis lebih bersifat
makro atau lebih tepat disebut etika ekonomi. Dalam lingkup makro semacam ini, etika
bisnis bicara soal monopoli, oligopoli, kolusi, dan praktik semacamnya yang akan
sangat mempengaruhi, tidak saja sehat tidaknya suatu ekonomi, melainkan juga baik
tidaknya praktik bisnis dalam sebuah negara.
ANSWER NO 2
Suatu organisasi bisa bertahan panjang bukan dibentuk oleh manajemen yang
hebat, tidak juga oleh orang-orang yang hebat, ataupun sistem, melainkan dibangun
oleh kekuatan nilai-nilai (values). Corporate culture selalu menekankan bottom up,
menggali segala sesuatu mulai dari bawah, bukan dari atas ke bawah. Dengan
demikian, semua orang harus ditanya apa yang sebenarnya mereka inginkan.
Corporate culture itu seperti bongkahan es, yang tampak hanyalah yang di atas berupa
simbol-simbol seperti logo, cara berpakaian. Padahal yang harus dibangun adalah yang
di bawah, yang tidak kelihatan, yaitu nilai-nilai baru. Manusia itu berkomunikasi secara
simbolik, simbol sebagai identitas.
Bahwa sesungguhnya banyak perusahaan besar telah mengambil langkah yang
tepat kearah penerapan prinsip-prinsip etika bisnis ini, kendati prinsip yang dianut bisa
beragam. Pertama-tama membangun apa yang dikenal sebagai budaya perusahaan
(corporate culture). Budaya perusahaan ini mula pertama dibangun atas dasar Visi atau
filsafat bisnis pendiri suatu perusahaan sebagai penghayatan pribadi orang tersebut

mengenai bisnis yang baik. Visi ini kemudian diberlakukan bagi perusahaannya, yang
berarti Visi ini kemudian menjadi sikap dan perilaku organisasi dari perusahaan tersebut
baik keluar maupun kedalam. Maka terbangunlah sebuah etos bisnis, sebuah
kebiasaan yang ditanamkan kepada semua karyawan sejak diterima masuk dalam
perusahaan maupun secara terus menerus dievaluasi dalam konteks penyegaran di
perusahaan tersebut. Etos inilah yang menjadi jiwa yang menyatukan sekaligus juga
menyemangati seluruh karyawan untuk bersikap dan berpola perilaku yang kurang lebih
sama berdasarkan prinsip yang dianut perusahaan.
Contoh 1:
Perusahaan dunia Johnson & Johnson. Pada tahun 1943, jauh sebelum
perusahaan tersebut menjadi besar dan go public, Robert Wood Johnson yang saat ini
menjabat sebagai Chairman mendeklarasikan 'Credo', suatu komitmen yang disepakati
bersama dengan seluruh aspek perusahaan tersebut dan menjadi kompas mereka
dalam setiap keputusan ataupun terobosan-terobosan yang mereka hasilkan. Credo,
yang mereka percaya sebagai 'recipe of our business success' merupakan komitmen
untuk menjadikan perusahaan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi stakeholder, tapi
juga bermanfaat bagi supplier dan distributor mereka, para staf dan buruh, customer
dan juga lingkungan. Komitmen ini secara konsisten terus mereka jadikan pegangan,
sehingga Johnson & Johnson tidak hanya menghasilkan produk bermutu yang
mendunia, tetapi juga aktif dalam melestarikan alam, melindungi hak-hak pekerjanya
dan aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
Contoh 2:
AQUA memiliki program CSR yang disebut WASH (Water Access, Sanitation,
Hygiene Program) yang bertujuan untuk meningkatkan lingkungan bagi masyarakat
pra-sejahtera. Melalui program WASH, AQUA berkontribusi secara aktif dan
berkelanjutan untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang berkaitan
dengan penyediaan air bersih di Indonesia. Salah satu program WASH adalah
program Satu untuk Sepuluh ini. Program Satu untuk Sepuluh sejalan dan mendukung
program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan oleh PBB guna

memerangi kemiskinan dan kelaparan di berbagai belahan dunia dengan target di tahun
2015
ANSWER No 3.
Di dunia yang berteknologi tinggi, Babi, Sapi dan Ayam seringkali hidup di
kandang yang kecil dan lingkungannya yang terpisah. Di Perusahaan Premium
Standard Farm Inc, Babi betina dibuat hamil dan harus menunggu 40 hari di
kandang besi yang sangat kecil sampai-sampai mereka tidak bisa bergerak.
Setelah dilakukan pengetesan, Babi itu menunggu 67 hari lagi di kandang yang
sama sampai mereka melahirkan 10 sampai 11 anak babi. Dua minggu setelah
melahirkan, Babi betina dikembalikan lagi ke ruang penyuntikan untuk satu siklus
kelahiran lagi. Setelah 3 tahun, Babi betina dibunuh.
Pembela kesejahteraan binatang menyatakan bahwa hal ini menimbulkan
keresahan di kalangan Babi. Tapi Premium Standar Farm Inc membantah bahwa
Babi-babi mereka tidak resah karena hanya 1% dari babi itu yang mati sebelum
dibunuh.
Bahas bisnis Premium Standar Farm Inc ini, dan implikasi etika dari industrinya
serta dua pendapat yang berbeda tersebut.
Perkembangan teknologi telah meluas cakupannya meliputi pemanfaatan makhluk
hidup sebagai media bahkan produk invensi. Bioteknologi berkembang hingga tahap
merekayasa ataupun memodifikasi gen tertentu, sehingga tumbuh-tumbuhan ataupun
hewan tertentu memiliki keunggulan dibandingkan tanaman ataupun hewan sejenisnya.
Perkembangan bioteknologi telah mampu menghasilkan, seperti tomat yang mampu
melalui proses pematangan relatif lama setelah dipanen, sapi yang mampu
menghasilkan susu lebih banyak dan domba-domba yang memiliki bulu lebih tebal
untuk industri berbahan wol. Alasan kemajuan dalam kesejahteraan umat manusia,
peningkatan mutu sandang dan pangan melalui peningkatan kualitas ternak dan
pertanian menjadi alasan pembenarannya. Namun, ekses terhadap kemajuan teknologi
bersinggungan dengan isu moralitas, agama dan ketertiban umum.

Rekayasa genetika berpotensi untuk memperbaiki kesehatan kita dan menjadi


sesuatu yang lebih baik, revolusi cara hidup, membantu untuk menjaa sumber daya
yang terbatas, dan hasil kekayaan yang baru. Ketersediaan ini adalah pengaturan yang
tepat, sikap yang berfokus dengan pertimbangan etika untuk martabat, onsekuensi
bahaya, dan hukum, potensi manfaat lebih besar dari keruguan rekayasa genetik.
Penolakan terhadap rekayasa genetik tnpa alasan yang pasti merupakan kebohongan
yang tidak wajar. Teknologi dapat dimengerti sebagai suatu perpanjangan kombiasi
dengan pengetahuan tentang evolusi dan teknik genetika.
Sebagaimana revolusi teknologi, kegelisahan, ketakutan, dan keberatan moral
untuk produk rekyasa genetik. Orang ahli yang berpengalaman meberi kesan hati-hati,
sedankan pihak lainnya menentukan sikap berdasarkan dari informasi, prasangka
agama,

atau

ketakutan

tanpa

ilmu.

Kemajuan

teknologi

untuk memperbaiki

kesejahteraan manusia, pertimbangan etika dengan didasari pemahaman mekanisme


rekayasa genetik menjamin peningkatan produk teknologi.
Kode etik dalam rekayasa genetika muncul sebagai hasil dari pengaplikasian hasil
rekayasa genetika yang masih menuai banyak pro dan kontra. Sebagai contoh Kloning
terhadap manusia banyak melahirkan persoalan bagi kehidupan manusia, terutama dari
sisi etika dan persoalan keagamaan serta keyakinan, namun di sisi lain adapula
beberapa manfaatnya. Namun, cloning juga bermanfaat dimana organ manusia dapat
dikloning secara selektif untuk dapat dimanfaatkan sebagai organ pengganti bagi
pemilik sel organ itu sendiri, sehingga dapat meminimalisir resiko penolakan.
Ada beberapa yang ingin mengklaim bahwa rekayasa genetika merupakan
penyalah gunaan dari kebebasan kita. Jadi, pengertian bahwa hal ini adalah sebuah
penyalah gunaan kebebasan dalam tantangan dari kepercayaan petunjuk takdir pada
interpretasi pada perkiraan petunjuk takdir. Ini merupakan masalah dengan semua teori
dasar moral pada petunjuk Tuhan: bahwa semua percaya untuk petunjuk selalu
percaya pada beberapa penafsiran manusia dari petunjuk ini. Menentang Kehendak
Tuhan selalu berarti menentang beberapa penafsiran manusia dari penafsiran
kehendak Tuhan. Kesulitan dari melihat sebuah anggapan ketuhanan dalam konteks
dari rekayasa genetika adalah hal tertutup dengan fakta bahwa tak ada dari sakral

agama kebanyakan ditulis pada isu ini. Pada Bibel, sebagai contoh, adalah diam
terhadap rekombinan DNA. Lainnya, bahwa ada anggapan bahwa rekayasa genetik
melanggar kehendak Tuhan harus juga termasuk dalam persilangan selektif dari hasil
pertanian, antara tanaman dan hewan, hal ini akan kontra dengan kehendak Tuhan.
Jika mereka tidak melakukan persilangan selektif sebagai pelanggaran kehidupan
sakral, lalu mereka harus menjelaskan bagaimana ini berbeda kualitatif dari rekayasa
genetika, dimana hal ini hanya merupakan hal kuantitatif atau proses metodologi.
Pintu budaya kita terbuka dengan kebaikan dari penemuan manusia dan modifikasi
dari alam. Sekalipun ada sebagian agama yang menolak tehnologi modern meskipun
mencakup beberapa tehnologi; dasar dari teknologi adalah untuk merubah hubungan
dengan alam. Busana, pertanian,dan persenjataan telah ada sejak sebelum permulaan
peradaban, dan perubahan lain pada hubungan kita dengan alam. Teknologi ini
menyatakan penolakan pada alam diantara yang lainnya, dan hasil dari kesadaran
dan kesengajaan.
Pada kenyataannya, cakupan teknologi ini merubah evolusi manusia, Teknologi ini
tidak hanya berakibat pada populasi manusia, tapi juga jumlah spesies dimana manusia
berhubungan dengan pengobatan, kontrasepsi, dan persilangan selektif. Ini adalah
upaya dari pengubahan dari genom dari manusia dan spesies lain yang didasarkan
pada beberapa negara yang merupakan proses alam yang harus sejalan dengan etika
hukum yang digunakan pada pengobatan, kontrasepsi, dan persilangan selektif dimana
beberapa mungkin bagian dari kesadaran, tujuan lebih dari perubahan pada level
genetika. Perbedaan tehnik antara rekayasa genetika dan mekanisme perubahan lain
pada evolusi alam dari variasi spesies adalah berbeda antara kesalahan dan latihan
Kesimpulan
Menurut saya dari kasus dengan teori sebagai acuan itu dapat diambil kesimpulan
dari Perusahaan Premium Standart Inc bahwa pelanggaran kasus etika bisinis pada
perusahaan ini adalah penggunaan tekhnologi genetik yaitu suntikan untuk para babibabi yang membuat babi tersebut lahir setelah 4 tahun para babi dibunuh.Dari segi
bisnis memang sangat menguntungkan tetapi secara etika perusahaan itu menomor

duakan etika tersebut. Pertama pelanggaran etika bisnis yang dilakukan perusahaan
yaitu hak sebagai makhluk hidup dan kedua memanipulasi bahwa babi tersebut hanya
dibunuh 1% saja oleh pembela kesejahteraan binatang.