Anda di halaman 1dari 3

BONDING vs GROUNDING

Kita sudah tahu Refueller/Dispenser tidak lagi menggunakan grounding,


baik saat Refuelling maupun Loading (Topping). Melainkan hanya
menggunakan bonding. Alasannya dikatakan bahwa grounding lebih tidak
aman dibandingkan penggunaan bonding.
Referensi bonding dan grounding dapat dilihat di NFPA 407 Aircraft
Fuel Servicing, dimana sejak tahun 1990 informasi mengenai
penggunaan grounding sendiri sudah didelete.
Berikut akan sedikit dibahas mengenai bonding dan grounding pada
kendaraan untuk dapat sedikit memberikan gambaran kepada kita.
Bonding digunakan untuk meminimalkan perbedaan potensial (jumlah
muatan) antara 2 objek. Grounding (contohnya earthing), di sisi lain,
menyamakan perbedaan potensial (jumlah muatan) antara objek dan
bumi (earth).
Ketika pesawat sedang refuelling, muatan listrik statis terbentuk dan
dapat lepas dan menimbulkan api jika terkena uap minyak. Penyebab
muatan listrik statis pada refuelling pesawat ada pada gesekan minyak
dengan pipa, meter, dsb. Namun penyebab paling utama ada pada filtrasi
kendaraan pengisian.
Listrik Statis dan Arus Listrik
Listrik statis terjadi ketika suatu benda memiliki muatan listrik dan tidak
ada gerakan muatan yang masuk maupun keluar benda tersebut.
Sementara arus listrik terjadi ketika ada aliran gerakan muatan listrik.
Contoh ekstrim bahya dari pelepasan muatan listrik statis adalah petir.
Dimana petir terjadi ketika awan mempunyai akumulasi muatan listrik
statis yang sangat besar.
Pada dasarnya setiap benda mempunyai muatan yang terdiri dari muatan
positif (+ + +) dan muatan negatif (- - -). Jika ada 2 benda dengan besar
muatan berbeda dimana salah satunya mempunyai muatan positif lebih

besar bertemu dengan yang mempunyai muatan negatif lebih besar dan
kita hubungkan dengan konduktor (kabel), maka akan ada arus yang
melewati kabel tersebut sampai muatan di kedua benda tersebut sama
besarnya (netral), muatan negatif pada suatu benda yang muatan
negatifnya lebih besar akan menuju ke benda lain dengan muatan negatif
yang lebih kecil, sampai keduanya seimbang.
Akumulasi Muatan Listrik
Muatan listrik statis akan terakumulasi ketika muatan terlepas dan
berkumpul pada satu benda. Contoh akumulasi listrik dapat dilihat pada
gambar berikut :

Bahaya dari listrik statis adalah ketika :


- Ada uap minyak atau gas atau konsentrasi oksigen yang tinggi. Percikan
listrik statis dapat menyalakan api dan menyebabkan ledakan.
- Ketika kita menyentuh suatu benda dengan muatan listrik statis yang
besar. Muatan tersebut akan melalui tubuh kita menyebanbkan kejutan
listrik. Hal ini dapat menyebabkan efek terbakar atau bahkan
mengganggu detak jantung.

Bayangkan ketika sedang refuelling, kelebihan muatan (postif / negatif)


akan mengalir ke pesawat melalui minyak dan mengakibatkan perbedaan
muatan antara truk dengan pesawat.

Kita dapat saja meng-ground pesawat untuk menghilangkan muatan


tersebut. namun ada cara yang lebih baik yaitu dengan melakukan
bonding, dimana kelebihan muatan pada truk yang dikirimkan ke pesawat
dapat kembali ke truk dan menetralkan muatannya.

Dahulu, prosedur refuelling adalah bonding dan grounding. Tapi menurut


NFPA 407 jika pesawat dan truk telah dihubungkan kabel bonding, kabel
grounding tidak membawa muatan sama sekali. Hal inilah yang
menyebabkan kenapa NFPA 407 tidak lagi mensyaratkan grounding
untuk safety refuelling pesawat. Selain itu, kabel grounding biasanya
terlalu kecil untuk memenuhi kebutuhan grounding listrik truk.
NFPA 407 A5.4 mengatakan bahwa grounding selama refuelling pesawat
ataupun loading refueller tidak lagi dipersyaratkan karena sbb:
(1) Grounding tidak mencegah percikan (sparking) pada permukaan
minyak (lihat NFPA 77)
(2) Grounding tidak dipersyaratkan oleh NFPA 77
(3) Kabel grounding (statis) mempunyai tahanan (resistansi) yang
tinggi, dan karenaya tidak cocok untuk grounding.
Untuk lebih jelasnya mengenai listrik statis kita dapat melihat referensi
NFPA 77 Static electricity.
- wisnu fajar baskoro -