Anda di halaman 1dari 3

Analisis PICO

Kriteria

Jawab

Pembenaran & Critical Thingking

YA

Dalam jurnal ini, Population atau Problem yang ditemukan yaitu pasien yang
terdiagnosa malaria oleh karena infeksi Plasmodium falciparum dan P. vivax

(Populatio

tanpa komplikasi

n/
Problem)

YA

Intervensi yang dilakukan pada jurnal ini adalah dipilih 1271 pasien usia 3

(Intervens

dan 60 tahun dari Asia (81,3%) atau Afrika (18,7%) yang telah dikonfirmasi

ion)

secara mikroskopis, mengalami malaria P. falciparum tanpa komplikasi.


1.271 pasien; 848 dengan pyronaridine-artesunate, dan 423 dengan
mefloquine dan artesunate
Kriteria eksklusi adalah keadaan komplikasi atau ditandai dengan malaria
berat,

13

anemia (Hb <8 g/dl), muntah-muntah hebat, diare, kehamilan

atau menyusui, setiap penyakit klinis yang signifikan selain malaria,


kerusakan hati atau ginjal, hipersensitivitas atau alergi terhadap obat studi
Semua peserta atau kerabat atau wali telah diberi persetujuan tertulis
untuk memahami penelitian. Pyronaridine - artesunate yang digunakan
dalam studi merupakan tablet 180 mg Pyronaridine dan 60 mg artesunat .
Tablet meflokuin ( 250 mg ) dan tablet artesunate ( 100 mg ). Distribusi
obat kepada pasien dilakukan oleh petugas yang telah ditentukan.
Pasien kemudian diacak untuk mendapat pengobatan dengan dosis

kombinasi fixed dose berupa 180 mg pyronaridine dan 60 mg artesunat


atau dengan 250 mg meflokuin dan 100 mg artesunat.
Dosis dihitung menurut berat badan dan diberikan sekali sehari selama 3
hari.
Pasien tetap dirawat di rumah sakit selama pengobatan, dengan follow up
di hari 7, 14, 21, 28, 35, dan 42
Apusan darah diperiksa oleh dua microscopists pada saat screening (untuk
menentukan kelayakan studi), pada hari 0 (sebelum pemberian dosis), dan
setiap 8 jam setelah itu sampai 72 jam atau lebih atau sampai tercatat
dua bacaan negatif berturut-turut setidaknya 7 sampai 25 jam, pada akhir
terapi, saat follow up, dan saat terjadi kegagalan terapi.

YA

Estimasi Kaplan-Meier dari tingkat kekambuhan di Kamboja sampai hari

(Comparati

ke 42 lebih tinggi pada kelompok yang menerima pyronaridine-artesunate

on)

dibandingkan kelompok yang menerima mefloquine ditambah artesunate


(10,2% [95% CI, 5,4-18,6] vs 0% ; P = 0,04).
Keamanan dari kedua obat, juga dibandingkan, mengingat efek samping
obat malaria yaitu sakit kepala dan mialgia sementara efeksamping
berupa sakit kepala dan pusing ditemukan pada kelompok dengan
meflokuin ditambah artesunate.
Nilai hematologi, EKG, dan

observasi

dibandingkan antara kedua kombinasi obat ini.

terhadap

kejang

juga

YA

Analisis

Kaplan-Meier

dari

populasi

intention-to-treat

menunjukkan

bahwa sampai hari ke 28, risiko kambuhnya lebih tinggi dengan

(Outcome)

meflokuin ditambah artesunate. Namun, setelah melewati hari ke 42,

risiko kekambuhan lebih tinggi dengan pyronaridine-artesunate.


Dua pasien yang menerima mefloquine ditambah artesunate mengalami kejang (satu pasien
pada hari 2 dan yang lain pada hari 3). Dari waktu kejadian menunjukkan bahwa kejang
disebabkan oleh mefloquine, Kejang diketahui terjadi karena meflokuin, dan biasanya

terjadi karena penggunaan secara prophylaxis.29,30


Terapi kombinasi pyronaridine dan artesunate ampuh untuk mengobati P.falciparum pada

malaria tanpa komplikasi.


Meskipun waktu klirens parasit yang memanjang,pada pasien di
menunjukkan

Kamboja yang

adanya resistensi artemisinin, terapi terapi kombinasi artemisinin tetap

diperlukan untuk pengobatan malaria.