Anda di halaman 1dari 102

DAFTAR ISI

Bagian A : DESKRIPSI UMUM RENCANA PROYEK

1. Pendahuluan

A.2

2. Tinjauan Struktur Atas

A.3

3. Tinjauan Jenis Tanah untuk Perencanaan Gempa

A.25

4. Gaya-gaya Reaksi Struktur Atas dan Kombinasi Pembebanan

A.26

5. Resume Hasil Analisa Pondasi dan Analisa Galian Dalam

A.36

Bagian B : PERHITUNGAN STRUKTUR BAWAH

1. Pendahuluan

B.1

2. Kondisi Tanah

B.2

2.1 Profil Tanah

B.2

2.2 Muka Air Tanah dan Pumping Test

B.6

2.3 Parameter Tanah

B.7

2.3.1 Parameter Kuat Geser

B.9

2.3.2 Parameter Konsolidasi untuk Analisa Settlement

B.13

2.3.3 Parameter Deformasi

B.16

 

2.3.3.1 Parameter Deformasi Untuk Analisa Lateral Tiang

B.16

2.3.3.2 Parameter Deformasi Untuk Settlement Dengan Modulus

Tanah Es

B.17

2.4 Klasifikasi Tanah untuk Beban Gempa

B.20

3. Perencanaan Sistem Pondasi

B.24

3.1 Umum

B.24

3.1.1

Tahapan untuk mendapatkan beban terbesar dan menghitung gaya aksial dan lateral terbesar

B.24

3.2 Daya Dukung Tiang

B.26

3.2.1 Analisa Daya Dukung Aksial Tiang Tunggal Bore Pile

B.26

3.2.2 Daya Dukung Tarik Tiang

B.30

3.2.3 Daya Dukung Lateral Tiang

B.31

 

3.2.3.1 Profil dan Parameter Tanah

B.31

3.2.3.2 Kurva p-y

B.32

3.2.3.3 Daya Dukung Lateral Tiang Tunggal

B.32

3.3 Analisa Daya Dukung Aksial Kelompok Tiang

B.36

3.3.1

Pengelompokan Grup Tiang

B.36

B.32 3.3 Analisa Daya Dukung Aksial Kelompok Tiang B.36 3.3.1 Pengelompokan Grup Tiang B.36 Daftar Isi
B.32 3.3 Analisa Daya Dukung Aksial Kelompok Tiang B.36 3.3.1 Pengelompokan Grup Tiang B.36 Daftar Isi

Daftar Isi

3.3.2

Efisiensi Grup Tiang

B.37

3.3.2.1 Efisiensi Aksial Grup Tiang

B.37

3.3.2.2 Efisiensi Aksial Grup Tiang

B.37

3.3.3 Daya Dukung Aksial Kelompok Tiang

B.39

3.3.4 Daya Dukung Lateral Kelompok Tiang

B.40

3.3.5 Evaluasi Gaya yang Bekerja Pada Pondasi

B.47

3.3.5.1

Gaya Tarik akibat Potensi Uplift pada Area Pdoium Luar yang dipikul oleh Grup Bore Pile dia. 80 tipe PC3

B.47

3.4 Penurunan (Settlement) Kelompok Tiang

B.61

3.4.1 Beban Grup Tiang

B.61

3.4.2 Parameter Tanah untuk Analisa Settlement

B.62

3.4.3 Analisa Penurunan Konsolidasi Grup Tiang dengan Metode Sederhana Untuk Penyebaran Tegangan

B.63

3.4.4 Analisa Penurunan Elastic (Short Term Settlement)

B.69

3.4.5 Analisa Lama Penurunan Blok Pondasi

B.70

3.5 Rencana Program Uji Pembebanan Tiang

B.71

4. Perencanaan Contiguous Pile (L=21m) Dan Galian

B.75

4.1 Galian Kombinasi Slope H:V = 2:1 & Contiguous Pile (Area A)

B.75

4.1.1. Tahap Perhitungan Manual Menentukan Kedalaman Turap (D) dan Gaya Anchor serta Panjang Penjangkaran

B.75

4.2 Galian Full Contiguous Pile (Area B)

B.83

4.2.1 Tahap Perhitungan Manual Menentukan Kedalaman Turap (D) dan Gaya Anchor serta Panjang Penjangkaran

B.83

4.2.2 Tahap Penentuan Gaya-Gaya Dalam dan Deformasi

B.92

4.2.2.1

Analisa dengan Program SAP

B.92

4.2.2.2

Analisa dengan Program Plaxis

B.96

4.2.2.3

Analisa Stabilitas Jangka Panjang (Long Term Stability)

B.97

4.3 Dewatering

B.109

4.4 Dinding Basement

B.114

Lampiran Bab B Tabel Daya Dukung Pondasi Borepile

4.3 Dewatering B.109 4.4 Dinding Basement B.114 Lampiran Bab B Tabel Daya Dukung Pondasi Borepile Daftar
4.3 Dewatering B.109 4.4 Dinding Basement B.114 Lampiran Bab B Tabel Daya Dukung Pondasi Borepile Daftar

Daftar Isi

BAGIAN A

DESKIPSI UMUM RENCANA PROYEK

BAGIAN A. DESKRIPSI UMUM RENCANA PROYEK

1. PENDAHULUAN Nama Gedung

:

Cempaka Putih Village

Lokasi Gedung

:

Jl. Letjen Suprapto, Cempaka Putih – Jakarta PusaT

Deskripsi Gedung

:

Bangunan Cempaka Putih Village yang terletak di Jl. Letjen Suprapto, Cempaka Putih - Jakarta Pusat terdiri dari 4 tower dengan 40 lantai Apartment 1, 40 lantai Apartment 2, 30 lantai Office, Rumah Sakit 18 lantai, dan 3 basement.

OFFICE OFFICE APARTEMENT 2 RUMAH SAKIT
OFFICE
OFFICE
APARTEMENT 2
RUMAH SAKIT

Gambar 3D Bangunan

2, 30 lantai Office, Rumah Sakit 18 lantai, dan 3 basement. OFFICE OFFICE APARTEMENT 2 RUMAH
2, 30 lantai Office, Rumah Sakit 18 lantai, dan 3 basement. OFFICE OFFICE APARTEMENT 2 RUMAH

2.

TINJAUAN STRUKTUR ATAS

2.1KRITERIA PERANCANGAN STRUKTUR

2.1.1 Peraturan

a. Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung (SNI-1726-

2002).

b. Tata Cara Penghitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002).

c. Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (SNI-1727-1989-F).

d. Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung (SNI-1729-1989-F).

e. Standard dan Tata Cara Perhitungan Struktur untuk Bangunan Gedung, SKSNI T-15-

1991-03.

2.1.2 Peraturan Dan Ketentuan Lain Yang Relevan

a. Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Gedung (SKBI-1.3.53.1987).

b. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (NI-2).

c. Pedoman Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI-1987).

d. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Gedung, SKBI-1.3.53.1987.

e. Buku Pedoman Perencanaan untuk Struktur Beton Bertulang Biasa dan Struktur Tembok Bertulang untuk Gedung 1983, Ditjen Cipta karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan, DPU – 1983.

f. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia PUBI 1982.

g. ACI 318M-95, Building Code Requirements for Reinforced Concrete, American Concrete Institute, 1995.

h. ACI 318RM-95, Building Code Requirements for Reinforced Concrete, American Concrete Commentary, American Concrete Institute, 1995.

i. Manual of Steel Construction, Load & Resistance Faktor Design, AISC, 1994.

j. American Standard Testing Materials, American Society for Testing and Materials, USA.

k. Uniform Building Code 1997, Vol. 2, Structural Engineering Design Provisions, ICBO

l. American Welding Society (AWS) Structural Welding Code, USA.

2.1.3 Spesifikasi Bahan

a. Mutu Beton

- Bored Pile dan soldier pile

= K-250 (f’c = 20,75 MPa)

- Pile Cap, pelat, balok, dan dinding basement = K-350 (f’c = 29,05 MPa)

b. Mutu Baja Tulangan Baja tulangan polos U-24 (fy = 240 MPa) Baja tulangan deform U-40 (fy = 400 MPa)

= Ø8, Ø10, Ø12 = D10,D13,D16,D19, D22, D25, D28, D32

U-24 (fy = 240 MPa) Baja tulangan deform U-40 (fy = 400 MPa) = Ø8, Ø10,
U-24 (fy = 240 MPa) Baja tulangan deform U-40 (fy = 400 MPa) = Ø8, Ø10,

c.

Mutu baja profil : SS41 atau BJ37 (fy = 240 MPa)

d. Modulus Elastisitas Beton

Mutu Beton (Mpa)

Modulus Elastisitas (Mpa)

fc' = 20,75

21409.52

fc' = 29,05

25332.08

fc' = 37,35

28723,88

2.1.4.

Pembebanan

a. Beban Mati

- Beton bertulang

- Baja

- Pasir

- Tanah

- Tanah urug

- Dinding bata

- Dinding bata ringan (hebel)

- Plafond

- Ducting AC & ME

- Air

:

2400 kg/m 3

:

7850 kg/m 3

:

1800 kg/m 3

:

1600 kg/m 3

:

1700 kg/m 3

:

250

kg/m

2

:

135

kg/m

2

:

18

kg/m

2

:

15

kg/m

2

:

1000 kg/m 3

b. Beban hidup

Berikut ini ditampilkan besaran beban hidup sebelum direduksi dan setelah direduksi menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Gedung 1987 :

Ruangan

Beban Hidup untuk Analisa Pelat Lantai dan Balok Anak (kg/m 2 )

Beban Hidup untuk Analisa Beban Vertikal Balok Portal (kg/m 2 )

Beban Hidup Massa Lantai untuk Analisa Beban Gempa (kg/m 2 )

Hunian Apartment

200

150

(75%)

60

(30%)

Office

250

187.5 (75%)

75

(30%)

Parkir

400

360

(90%)

200 (50%)

Kolam Renang

1200

1200 (100%)

1200 (100%)

AHU, R. Mesin Lift, R. ME

400

400 (100%)

400 (100%)

Kolam Renang 1200 1200 (100%) 1200 (100%) AHU, R. Mesin Lift, R. ME 400 400 (100%)
Kolam Renang 1200 1200 (100%) 1200 (100%) AHU, R. Mesin Lift, R. ME 400 400 (100%)

Khusus dalam perhitungan untuk keperluan analisa kumulatif gaya axial kolom dan

pembebanan ke pondasi, dilakukan reduksi sebagai berikut :

Jumlah Lantai Yang Dipikul 1 2 3 4 5 6 7 8 atau lebih Koefisien

Jumlah Lantai Yang

Dipikul

1

2

3

4

5

6

7

8 atau lebih

Koefisien Reduksi Yang

Dikalikan Dengan Beban

Hidup Kumulatif

1,0

1,0

0,90

0,80

0,70

0,60

0,50

0,40

Beban hidup plat lantai atap = 100 kg/m 2 , jika tidak ada peralatan M/E.

c. Beban Gempa

Lokasi bangunan

Lokasi Bangunan terletak pada zona 3 peta wilayah gempa Indonesia dengan percepatan

puncak batuan dasar = 0,15 x g.

Jenis tanah merupakan “tanah sedang” dengan nilai 15 N SPT < 50 pada kedalaman 0 -

30 m, sehingga percepatan puncak muka tanah Ao = 0,23 x g.

Percepatan respons maximum :

Am = 2,5 x 0,23 x g = 0,55 x g.

Faktor respons gempa C ditentukan dari persamaan sebagai berikut :

T

1 detik,

C

= 1 x Am

 

C

= 1 x 0,55 x g = 0,55 x g.

T

> 1 detik, Ar = Am x Tc

 

Ar

= 0,55 x g x 0.6

Ar

= 0,33 x g

C = Ar = 0,33 x g

 

T

T

1 detik, Ar = Am x Tc   Ar = 0,55 x g x 0.6 Ar
1 detik, Ar = Am x Tc   Ar = 0,55 x g x 0.6 Ar
Jakarta
Jakarta

Peta Wilayah Gempa Indonesia

Jakarta Peta Wilayah Gempa Indonesia Grafik Respon Beban geser dasar (base shear) Beban geser dasar nominal

Grafik Respon

Beban geser dasar (base shear) Beban geser dasar nominal statik ekuivalen V yang terjadi di tingkat dasar dihitung dengan persamaan :

C1 x I x Wt

V

:

R

V

: Beban geser dasar nominal static ekuivalen akibat pengaruh gempa rencana.

C1

: Nilai faktor respons gempa yang didapat dari spectrum respons gempa rencana untuk waktu getar alami fundamental dari struktur gedung.

I

: Faktor keutamaan = 1,0 (hunian), 1,4 (rumah sakit)

Wt

: Berat total gedung, termasuk beban hidup yang sesuai.

R

: Faktor reduksi gempa, yaitu rasio antara beban gempa maximum akibat pengaruh gempa rencana pada struktur gedung elastik penuh dan beban gempa nominal akibat pengaruh gempa rencana pada struktur gedung daktail.

pada struktur gedung elastik penuh dan beban gempa nominal akibat pengaruh gempa rencana pa da struktur
pada struktur gedung elastik penuh dan beban gempa nominal akibat pengaruh gempa rencana pa da struktur

Untuk perhitungan struktur atas diambil faktor reduksi gempa R = 6,50 (Sistem ganda dinding geser beton bertulang dengan SRPMM beton bertulang) dan untuk perhitungan struktur bawah diambil faktor kuat lebih struktur f 2 = 1,51.

Gaya Gempa Beban gempa nominal statik ekuivalen F i yang menangkap pada pusat massa lantai tingkat ke-i menurut persamaan :

F

i

W

i

z

i

n

i 1

W

i

z

i

V

1

di mana :

W i

z i

: berat lantai tingkat ke-i, termasuk beban hidup yang sesuai. : ketinggian lantai tingkat ke-i diukur dari taraf penjepitan lateral menurut Pasal 5.1.2 dan Pasal 5.1.3.

N : nomor lantai tingkat paling atas.

Distribusi base shear menjadi gaya geser tingkat Fi Distribusi beban geser dasar (base shear) menjadi gaya geser tingkat, yaitu :

- Analisa statik :

Fi =

Wi . hi

wi . hi

n 1

dimana :

x 0,8 x V

w i = berat lantai tingkat ke-i struktur atas suatu gedung, termasuk beban hidup yang sesuai. h i = ketinggian lantai tingkat ke-i suatu struktur gedung terhadap taraf penjepitan lateral.

n = nomor lantai tingkat paling atas (lantai puncak); jumlah lantai tingkat struktur gedung; dalam subskrip menunjukkan besaran nominal. Analisis dinamik berdasarkan grafik spectrum respons gempa wilayah 3. Penjumlahan respons ragam yang disebut dalam Pasal 7.2.1 SNI 03-1726-2002 untuk struktur gedung tidak beraturan yang memiliki waktu getar alami berdekatan harus dilakukan dengan metode yang dikenal Kombinasi Kuadratik Lengkap (Complete Quadratic Combination atau CQC). Waktu getar alami harus dianggap berdekatan, apabila selisih nilainya kurang dari 15%. Untuk struktur gedung tidak beraturan yang memiliki waktu getar alami yang berjauhan, penjumlahan respons ragam tersebut

Untuk struktur gedung tidak beraturan yang memiliki waktu getar alami yang berjauha n, penjumlahan respons ragam
Untuk struktur gedung tidak beraturan yang memiliki waktu getar alami yang berjauha n, penjumlahan respons ragam

dapat dilakukan dengan metode yang dikenal dengan Akar Jumlah Kuadrat (Square

Root of the Sum of Squares atau SRSS).

Persyaratan menurut Pasal 7.1.3 SNI 03-1726-2002, maka gaya geser tingkat nominal

akibat pengaruh Gempa Rencana sepanjang tinggi struktur gedung hasil analisis

ragam spektrum respons dalam suatu arah tertentu, harus dikalikan nilainya dengan

suatu Faktor Skala :

Faktor Skala

0 8 V

,

1

V

t

1

dimana :

V 1 = gaya geser dasar nominal sebagai respons dinamik ragam yang pertama.

V t = gaya geser dasar nominal yang didapat dari hasil analisis ragam spektrum

respons.

Dari diagram atau kurva gaya geser tingkat nominal akibat pengaruh Gempa Rencana

sepanjang tinggi struktur gedung yang telah disesuaikan nilainya menurut Pasal 7.2.3

SNI 03-1726-2002 ditentukan beban-beban gempa nominal statik ekuivalen yang

bersangkutan (selisih gaya geser tingkat dari 2 tingkat berturut-turut), yang bila perlu

diagram atau kurvanya dimodifikasi terlebih dulu secara konservatif untuk

mendapatkan pembagian beban-beban gempa nominal statik ekuivalen yang lebih

baik sepanjang tinggi struktur gedung. Beban-beban gempa nominal statik ekuivalen

ini kemudian dapat dipakai dalam suatu analisis statik ekuivalen 3 dimensi biasa,

seperti diagram di bawah ini.

CQC 0.8V 1 CQC (disain) V t respons ragam pertama dimodifikasi 0.8V 1 0 V
CQC
0.8V
1
CQC (disain)
V
t
respons ragam pertama
dimodifikasi
0.8V 1
0 V t
Gaya geser tingkat
V 1
Tingkat

Diagram gaya geser tingkat nominal sepanjang tinggi struktur gedung

Eksentrisitas pusat massa terhadap pusat rotasi lantai tingkat

Pusat massa lantai tingkat suatu struktur gedung adalah titik rangkap resultante beban

mati, berikut beban hidup yang sesuai, yang bekerja pada lantai tingkat itu. Pada

adalah titik rangkap resultante beban mati, berikut beban hidup yang sesuai, ya ng bekerja pada lantai
adalah titik rangkap resultante beban mati, berikut beban hidup yang sesuai, ya ng bekerja pada lantai

perencanaan struktur gedung, pusat massa adalah titik tangkap beban gempa static

ekuivalen atau gaya gempa dinamik.

Pusat rotasi lantai tingkat suatu struktur gedung adalah suatu titik pada lantai tingkat itu

yang bila suatu beban horizontal bekerja padanya, lantai tingkat tersebut tidak berotasi,

tetapi hanya bertranslasi, sedangkan lantai-lantai tingkat lainnya yang tidak mengalami

beban horizontal semuanya berotasi dan bertranslasi.

Antara pusat massa dan pusat rotasi lantai tingkat harus ditinjau suatu eksentrisitas

rencana e d . Apabila ukuran horizontal terbesar denah struktur gedung pada lantai tingkat

itu, diukur tegak lurus pada arah pembebanan gempa, dinyatakan dengan b, maka

eksentrisitas rencana e d harus ditentukan sebagai berikut :

Untuk 0 < e 0,3 b :

Untuk

e

e

d

d

= 1,5 e + 0,05 b atau

= e - 0,05 b

e > 0,3 b :

e d

e d

= 1,33 e + 0,1 b atau

= 1,17 e - 0,1 b

dan dipilih diantara keduanya yang pengaruhnya paling menentukan untuk unsur atau

subsistem struktur gedung yang ditinjau.

Dalam perencanaan struktur gedung terhadap pengaruh gempa rencana eksentristias

rencana e d antara pusat massa dan pusat rotasi lantai tingkat harus ditinjau baik dalam

analisis static, maupun dalam analisis dinamik 3 dimensi.

2.1.5. Kekakuan Struktur

Karena dalam perencanaan struktur gedung terhadap pengaruh gempa rencana harus

memperhitungkan peretakan beton, maka momen inersia penampang unsur struktur dapat

ditentukan sebesar momen inersia penampang utuh dikalikan dengan suatu persentase

efektif.

Berikut ini besaran persentase penampang efektif :

- Kolom

:

70%

- Balok

:

35%

- Torsi balok

:

36,5%

- Dinding geser beton bertulang

:

70%

2.1.6. Pembatasan Waktu Getar Alami Fundamental

Untuk mencegah struktur gedung yang terlalu flexible, nilai waktu getar alami fundamental

T1 dibatasi dengan rumus :

Untuk mencegah struktur gedung yang terlalu fl exible, nilai waktu ge tar alami fundamental T1 dibatasi
Untuk mencegah struktur gedung yang terlalu fl exible, nilai waktu ge tar alami fundamental T1 dibatasi

T1 < x n Dimana :

: 0,18 (wilayah gempa zone 3)

n

: jumlah tingkat.

T1

: waktu getar maximum.

2.1.7. Pengaruh P-Delta

Pada waktu analisis model 3 dimensi, diperhitungkan juga pengaruh P-Delta, yaitu suatu gejala yang terjadi pada struktur gedung yang flexible, dimana simpangan ke samping yang

besar akibat beban gempa lateral menimbulkan beban lateral tambahan dan momen tambahan yang terjadi oleh beban gravitasi yang titik tangkapnya bergeser kesamping.

2.1.8 Arah Pembebanan Gempa

Dalam pembebanan gempa, arah utama pengaruh gempa rencana ditentukan sedemikian rupa, sehingga memberi pengaruh terbesar terhadap unsur-unsur subsistem dan sistem struktur gedung secara keseluruhan. Untuk mensimulasikan arah pengaruh gempa rencana yang sembarang terhadap struktur gedung, pengaruh pembebanan gempa dalam arah utama yang sudah ditentukan, harus dianggap efektif 100% dan harus dianggap terjadi bersamaan dengan pengaruh pembebanan gempa dalam arah tegak lurus pada arah utama pembebanan tadi, tetapi dengan efektifitas hanya 30%.

2.1.9. Kinerja Batas Layan

Kinerja batas layan struktur gedung ditentukan oleh simpangan antar tingkat akibat pengaruh gempa rencana, untuk membatasi terjadinya pelelehan dan peretakan beton yang berlebihan, disamping untuk mencegah kerusakan non struktur dan ketidaknyamanan penghuni. Simpangan antar tingkat dihitung dari simpangan struktur gedung akibat pengaruh gempa nominal yang telah dibagi factor skala. Untuk memenuhi persyaratan kinerja batas layan struktur gedung, dalam segala hal simpangan antar-tingkat yang dihitung dari simpangan struktur gedung menurut Pasal 8.1.1

SNI-1726-2002 tidak boleh melampaui

0,03 kali tinggi tingkat yang bersangkutan atau 30

R

mm, bergantung yang mana yang nilainya terkecil.

melampaui 0 , 0 3 kali tinggi tingkat yang bersangkutan atau 30 R mm, bergantung yang
melampaui 0 , 0 3 kali tinggi tingkat yang bersangkutan atau 30 R mm, bergantung yang

2.1.10

Kinerja Batas Ultimate

Kinerja batas ultimitee ditentukan oleh simpangan antar tingkat maksimum akibat pengaruh

gempa rencana dalam kondisi sturktur gedung diambang keruntuhan struktur gedung yang dapat menimbulkan korban jiwa manusia. Simpangan antar tingkat ini harus dihitung dari simpangan struktur gedung akibat pembebanan gempa nominal, dikalikan dengan suatu faktor pengali sebagai berikut:

0,7 R

Faktor Skala

Kinerja batas ultimate u = x . Untuk memenuhi persyaratan kinerja batas ultimite struktur gedung, dalam segala hal simpangan antar-tingkat yang dihitung dari simpangan struktur gedung menurut Pasal 8.2.1 SNI-1726-2002 , tidak boleh melampaui 0,02 kali tinggi tingkat yang bersangkutan.

2.1.11 Kombinasi Pembebanan

i. Beban tetap

U = 1,0 DL + 1,6 LL

ii. Beban sementara akibat gempa untuk struktur atas dengan R = 6,50

U

= 1,0 DL + LL

E

-

U

= 1,0 DL + LL

+ 1,0 E X

+ 0,3 E Y

-

U

= 1,0 DL + LL

+ 1,0 E X

- 0,3 E Y

-

U

= 1,0 DL + LL

- 1,0 E X

+ 0,3 E Y

-

U

= 1,0 DL + LL

- 1,0 E X

- 0,3 E Y

-

U

= 1,0 DL + LL

+ 0,3 E X

+ 1,0 E Y

-

U

= 1,0 DL + LL

+ 0,3 E X

- 1,0 E Y

-

U

= 1,0 DL + LL

- 0,3 E X

+ 1,0 E Y

-

U

= 1,0 DL + LL

- 0,3 E X

- 1,0 E Y

U

= 1,0 DL + LL

2*E

-

U

= 1,0 DL + LL

+ 2,0 E X + 0,6 E Y

-

U

= 1,0 DL + LL

+ 2,0 E X

- 0,6 E Y

-

U

= 1,0 DL + LL

- 2,0 E X

+ 0,6 E Y

-

U

= 1,0 DL + LL

- 2,0 E X

- 0,6 E Y

-

U

= 1,0 DL + LL

+ 0,6 E X + 2,0 E Y

-

U

= 1,0 DL + LL

+ 0,6 E X

- 2,0 E Y

-

U

= 1,0 DL + LL

- 0,6 E X

+ 2,0 E Y

-

U

= 1,0 DL + LL

- 0,6 E X

- 2,0 E Y

E Y - U = 1,0 DL + LL - 0,6 E X + 2,0 E
E Y - U = 1,0 DL + LL - 0,6 E X + 2,0 E

iii. Beban sementara akibat gempa dengan faktor kuat lebih struktur (f 2 = 1,51)

U = 1,0 DL + LL

f 2 *E

- = 1,0 DL + LL + 1,51 E X + 0,453 E Y

- = 1,0 DL + LL + 1,51 E X – 0,453 E Y

- = 1,0 DL + LL - 1,51 E X + 0,453 E Y

- = 1,0 DL + LL - 1,51 E X – 0,453 E Y

- = 1,0 DL + LL + 0,453 E X + 1,51 E Y

- = 1,0 DL + LL + 0,453 E X – 1,51 E Y

- = 1,0 DL + LL - 0,453 E X + 1,51 E Y

- = 1,0 DL + LL - 0,453 E X – 1,51 E Y

U

U

U

U

U

U

U

U

iv. Beban uplift

U = 0,9 DL + 1,05 UP

v. Beban pondasi

U

= 1 DL

+

1 LL

vi. Beban sementara akibat gempa untuk Pondasi dengan R = 6,50

U = 1DL + LL

E

- U

= 1,0 DL + LL

+ 1,0 EX + 0,3 EY

- U

= 1,0 DL + LL

+ 1,0 EX

- 0,3 EY

- U

= 1,0 DL + LL

- 1,0 EX

+ 0,3 EY

- U

= 1,0 DL + LL

- 10, EX

- 0,3 EY

- U

= 1,0 DL + LL

+ 0,3 E X

+ 1,0 E Y

- U

= 1,0 DL + LL

+ 0,3 E X

- 1,0 E Y

- U

= 1,0 DL + LL

- 0,3 E X

+ 1,0 E Y

- U

= 1,0 DL + LL

- 0,3 E X

- 1,0 E Y

vii.Beban sementara akibat gempa kuat untuk Pondasi dengan R = 6,50

U = 1DL + LL

E

- U = 1,0 DL + LL + 2,8575 EX+ 0,8573 EY

- U = 1,0 DL + LL + 2,8575 EX- 0,8573 EY

- U = 1,0 DL + LL - 2,8575 EX+ 0,8573 EY

- U = 1,0 DL + LL - 2,8575 EX- 0,8573 EY

- U = 1,0 DL + LL + 0,8573 EY+ 2,8575 Ey

- U = 1,0 DL + LL + 0,8573 EY- 2,8575 Ey

- U = 1,0 DL + LL - 0,8573 EY+ 2,8575 Ey

- U = 1,0 DL + LL - 0,8573 EY- 2,8575 Ey

U = 1,0 DL + LL + 0,8573 EY- 2,8575 Ey - U = 1,0 DL
U = 1,0 DL + LL + 0,8573 EY- 2,8575 Ey - U = 1,0 DL

2.1.12

Pemodelan Struktur

Pada perancangan gedung Cempaka Putih Village dilakukan analisis struktur dengan model

3 dimensi dengan menggunakan program ETABS versi 9.7.4. Dimana struktur dimodelkan sebagai sistem struktur dengan kombinasi balok, kolom, dan shearwall (sistem ganda). Analisis struktur atas dan bawah dilakukan secara berbeda. Selain menggunakan perhitungan menggunakan program ETABS, program-progam lainnya yaitu seperti EXCEL untuk perhitungan-perhitungan yang lebih umum dan SPCoL digunakan juga untuk menghitung diagram interaksi kolom

EXCEL untuk perhitungan-perhitungan yang lebih um um dan SPCoL digunakan juga untuk menghitung diagram interaksi kolom
EXCEL untuk perhitungan-perhitungan yang lebih um um dan SPCoL digunakan juga untuk menghitung diagram interaksi kolom

PERHITUNGAN BEBAN GEMPA

Proyek

:

Cempaka Putih Village

 

T

1

C

 

IRW t

 

V

1

0.8 V 1

V dinamik

Faktor skala

 

V Used

Arah

(detik)

(Ton)

(KN)

(KN)

 

(KN)

(KN)

X

 

4.92

0.15

1

6.50

262233.8

6146.28

4917.02

x

4270.28

1.15

 

x 4917.02

Y

4.45

0.17

1

6.50

262233.8

6805.37

5444.30

y

4409.37

1.23

y 5444.30

   

STATIC EQUIVALENT ANALYSIS

   

DYNAMIC ANALYSIS

 

USED SEISMIC FORCE

 
     

lateral

         

Story

Level

Diaph

Hi

Mi

Wi*Hi

force

shear force

0.8

Vi

 

shear force

 

shear force

lateral force

 

Fi

Vi

0.8

Vi

Vi x (dyn) (Ton)

Viy (dyn) (Ton)

 

Vix (dyn) (Ton)

Viy (dyn)

Fix

Fiy

(m)

(Ton)

(Ton m)

(Ton)

(Ton)

(Ton)

(Ton)

(Ton)

(Ton)

ATAP

39

D1 + D2

148.6

2006.3

298135.0

117.40

117.40

93.92

 

149.83

168.83

 

172.52

208.46

172.52

208.46

39

38

D1 + D2

143.6

2259.5

324458.4

127.76

245.16

196.13

298.58

336.18

343.80

415.09

171.28

206.63

38

37

D1 + D2

140.3

2129.0

298704.3

117.62

362.78

290.22

425.72

478.44

490.20

590.74

146.40

175.65

37

36

D1 + D2

137.0

2129.0

291678.4

114.85

477.63

382.11

539.87

605.11

621.63

747.14

131.44

156.40

36

35

D1 + D2

133.7

2129.0

284652.6

112.09

589.72

471.78

641.10

716.12

738.20

884.20

116.56

137.07

35

34

D1 + D2

130.4

2129.0

277626.8

109.32

699.04

559.24

729.90

812.12

840.44

1002.73

102.25

118.53

34

33

D1 + D2 + D3

127.1

3766.3

478693.7

188.50

887.54

710.03

845.69

923.84

973.77

1140.68

133.33

137.94

33

32

D1 + D2 + D3

123.8

3936.2

487296.1

191.88

1079.42

863.54

972.38

1047.93

1119.65

1293.89

145.88

153.22

32

31

D1 + D2 + D3

120.5

3991.1

480924.6

189.37

1268.80

1015.04

1102.40

1176.07

1269.36

1452.11

149.71

158.22

31

30

D1 + D2 + D3

117.2

3991.1

467754.1

184.19

1452.98

1162.39

1230.19

1301.96

1416.50

1607.55

147.14

155.44

30

29

D1 + D2 + D3

113.9

3991.1

454583.5

179.00

1631.99

1305.59

1353.39

1423.03

1558.36

1757.03

141.86

149.49

29

28

D1 + D2 + D3

110.6

3991.1

441413.0

173.82

1805.80

1444.64

1470.48

1537.97

1693.19

1898.95

134.82

141.92

28

27

D1 + D2 + D3

107.3

3991.1

428242.4

168.63

1974.43

1579.55

1580.53

1646.25

1819.90

2032.64

126.72

133.69

27

26

D1 + D2 + D3

104.0

3991.1

415071.9

163.44

2137.87

1710.30

1682.95

1747.70

1937.84

2157.91

117.93

125.26

26

25

D1 + D2 + D3

100.7

3991.1

401901.3

158.26

2296.13

1836.91

1777.46

1842.40

2046.66

2274.83

108.82

116.93

25

24

D1 + D2 + D3

97.4

3991.1

388730.8

153.07

2449.20

1959.36

1864.04

1930.46

2146.35

2383.56

99.69

108.73

24

23

D1 + D2 + D3

94.1

3991.1

375560.2

147.88

2597.09

2077.67

1942.86

2012.01

2237.11

2484.25

90.76

100.69

23

22

D1 + D2 + D3

90.8

3991.1

362389.7

142.70

2739.79

2191.83

2014.32

2087.12

2319.39

2576.99

82.28

92.74

22

21

D1 + D2 + D3

87.5

3991.1

349219.1

137.51

2877.30

2301.84

2078.90

2155.89

2393.75

2661.90

74.36

84.91

21

20

D1 + D2 + D3

84.2

3991.1

336048.6

132.33

3009.62

2407.70

2137.19

2218.41

2460.87

2739.10

67.12

77.19

20

19

D1 + D2 + D3

80.9

3991.1

322878.0

127.14

3136.76

2509.41

2189.80

2274.90

2521.45

2808.85

60.58

69.75

19

18

D1 + D2 + D3 + D4

77.6

3991.1

309707.5

121.95

3258.72

2606.97

2237.29

2325.67

2576.13

2871.53

54.68

62.69

18

17

D1 + D2 + D3 + D4 + D5

74.3

5842.9

434126.2

170.95

3429.66

2743.73

2286.26

2369.42

2632.52

2925.55

56.39

54.02

17

16

D4 + D5

70.6

8402.9

593246.0

233.60

3663.27

2930.61

2380.17

2458.33

2740.65

3035.33

108.13

109.78

16

15

D4 + D5

66.1

9716.2

642240.9

252.90

3916.16

3132.93

2502.63

2578.54

2881.66

3183.75

141.01

148.42

15

14

D4 + D5

62.4

9019.8

562833.8

221.63

4137.79

3310.23

2623.20

2700.10

3020.49

3333.84

138.83

150.09

14

13

D6

58.7

8484.5

498042.9

196.11

4333.91

3467.12

2734.43

2814.47

3148.56

3475.06

128.08

141.21

13

12

D6

55.0

13017.1

715940.8

281.92

4615.82

3692.66

2892.89

2980.02

3331.02

3679.47

182.46

204.41

12

11

D6

50.5

11446.8

578064.8

227.63

4843.45

3874.76

3017.41

3110.17

3474.40

3840.16

143.38

160.70

11

10

D6

47.0

11283.6

530330.2

208.83

5052.28

4041.82

3137.11

3233.87

3612.23

3992.90

137.83

152.73

10

9

D6

43.5

10700.3

465462.0

183.29

5235.56

4188.45

3253.64

3351.21

3746.41

4137.78

134.18

144.88

9

8

D6

40.0

11255.6

450222.3

177.28

5412.85

4330.28

3383.53

3481.08

3895.97

4298.13

149.56

160.35

8

7

D6

36.5

10197.3

372201.2

146.56

5559.41

4447.53

3514.44

3611.03

4046.71

4458.58

150.74

160.45

7

6

D6

33.0

11192.1

369337.9

145.43

5704.84

4563.87

3668.17

3766.73

4223.72

4650.82

177.01

192.24

6

5

D6

29.5

11340.0

334528.6

131.73

5836.57

4669.26

3835.64

3939.62

4416.56

4864.29

192.83

213.47

5

4

D6

23.0

12685.2

291760.4

114.89

5951.46

4761.17

3999.92

4113.46

4605.72

5078.94

189.16

214.64

4

3

D6

17.5

13691.8

239605.7

 

94.35

6045.81

4836.65

4142.20

4268.01

4769.54

5269.76

163.83

190.82

3

2

D6

12.0

13774.8

165298.0

65.09

6110.90

4888.72

4233.63

4368.75

4874.82

5394.15

105.28

124.38

2

1

D6

6.5

13823.6

89853.5

35.38

6146.28

4917.02

4270.28

4409.37

4917.02

5444.30

42.20

50.15

 

262233.8

15608765.3

         

4917.02 5444.30

INPUT GAYA GEMPA BERDASARKAN PERBANDINGAN MASSA

Proyek

:

Cempaka Putih Village

   

Diapraghm

 

Lantai

 

D1

 

D2

 

D3

 

D4

 

D5

 

D6

 

D7

FX

FY

FX

FY

FX

FY

FX

FY

FX

FY

FX

FY

FX

FY

ATAP

92.66193

111.9623

79.86013

96.49404

                   

39

92.7107

111.8454

78.56778

94.78354

                   

38

78.94459

94.7202

67.45102

80.92986

                   

37

70.87875

84.34

60.55949

72.06091

                   

36

62.85638

73.91318

53.7051

63.15214

                   

35

55.13827

63.91916

47.11067

54.61315

                   

34

40.64273

42.04965

34.72554

35.92763

57.95836

59.96469

               

33

42.72699

44.87623

36.83828

38.69132

66.31218

69.64781

               

32

43.47273

45.94213

37.78759

39.93406

68.45147

72.33975

               

31

42.72712

45.13544

37.13949

39.23286

67.27744

71.06954

               

30

41.19243

43.40732

35.8055

37.73073

64.86095

68.34847

               

29

39.14953

41.20953

34.02976

35.82036

61.64422

64.88786

               

28

36.79568

38.82171

31.98373

33.74481

57.93789

61.12804

               

27

34.24455

36.37295

29.76623

31.61628

53.92093

57.27226

               

26

31.59981

33.95286

27.46735

29.51268

49.75656

53.46163

               

25

28.94838

31.57222

25.16267

27.44337

45.58166

49.71311

               

24

26.3538

29.23818

22.90738

25.41457

41.49627

46.03798

               

23

23.89295

26.92925

20.76835

23.40758

37.62146

42.40236

               

22

21.59259

24.65616

18.76883

21.43176

33.99935

38.8232

               

21

19.4895

22.41534

16.94077

19.48398

30.68786

35.29484

               

20

17.59037

20.2534

15.29

17.60477

27.69752

31.89068

               

19

15.87848

18.20261

13.80197

15.82216

25.002

28.66153

               

18

11.52697

11.04289

9.739855

9.330827

18.02795

17.27086

17.09183

16.37405

           

17

           

26.26208

26.66169

81.87077

83.11651

       

16

           

29.61728

31.17534

111.3895

117.2493

       

15

           

30.48534

32.95809

108.3452

117.1334

       

14

           

30.08257

33.16842

97.99344

108.0455

       

13

                   

182.4591

204.4065

   

12

                   

143.3788

160.6977

   

11

                   

137.8288

152.7338

   

10

                   

134.1787

144.881

   

9

                   

149.5621

160.352

   

8

                   

150.7366

160.4508

   

7

                   

177.0127

192.2446

   

6

                   

192.8337

213.4693

   

5

                   

189.1605

214.6423

   

4

                   

163.8286

190.8247

   

3

                   

105.2773

124.3848

   

2

                   

42.20072

50.15398

   

GF

                       

663.1167

663.1167

BS1

                       

344.4975

344.4975

BS2

                       

654.6572

654.6572

PERHITUNGAN EKSENTRISITAS DESAIN

 

Proyek

:

Cempaka Putih Village

 
   

center of mass

center of rigidity

eccentricity

 

GEMPA ARAH X

   

GEMPA ARAH Y

 

Koord 1

Koord 2

VECTOR 1

COM DESIGN

Story

D

x

y

x

y

ec (x)

ec (y)