Anda di halaman 1dari 10

NORTH AMERICAN FREE TRADE AGREEMENT

Disusun Oleh:
Tiara Amalia Puteri
1306398926

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Indonesia

STATEMENT OF AUTHORSHIP

Saya yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah terlampir adalah murni
hasil pekerjaan saya sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya gunakan tanpa
menyebutkan sumbernya.
Materi ini tidak/belum pernah disajikan dan/atau digunakan sebagai bahan untuk tugas pada mata
ajaran lain kecuali saya menyatakan dengan jelas bahwa saya menggunakannya.
Saya memahami bahwa tugas yang saya kumpulkan ini dapat diperbanyak atau dikomunikasikan
untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.

Mata Ajaran

: Ekonomi Internasional

Judul Paper

: North American Free Trade Agreement

Tanggal

: 18 Juni 2015

Dosen

: Dr. Maddaremmeng A. Panennungi, S.E

Nama/NPM

: Tiara Amalia Puteri/1306398926

NORTH AMERICAN FREE TRADE AGREEMENT (NAFTA)

NAFTA adalah sebuah organisasi kerja sama perdagangan bebas internasional yang
diikuti oleh Negara-negara Amerika bagian utara, yaitu Amerika Serikat (AS), Kanada, dan
Meksiko. Organisasi ini didirikan secara resmi pada tanggal 1 Januari 1994 oleh tiga Negara
tersebut. NAFTA membentuk area perdagangan bebas terluas di dunia (gabungan luas wilayah
AS, Kanada, dan Meksiko) dengan 444 juta orang memproduksi barang dan jasa seniilai $17
triliun . (Office of the United States Trade Representative, 2010)
NAFTA berfungsi dalam mempermudah kerja sama dan koordinasi kegiatan ekonomi,
termasuk hubungan niaga, komunikasi, kebudayaan, kewarganegaraan, paspor dan visa, kegiatan
sosial, dan kegiatan kesehatan.
Markas NAFTA terdapat di setiap Negara anggotanya, yaitu di Washington, D.C.,
Amerika Serikat; Ottawa, Kanada; dan Mexico City di Meksiko. Setiap markas dikepalai oleh
sekretaris yang ditunjuk oleh pemerintah negaranya masing-masing sebagai pihak yang
bertanggung jawab dalam operasional markas. NAFTA meggunakan tiga bahasa resmi, yaitu
bahasa Inggris, Perancis, dan Spanyol.
NAFTA terdiri dari institusi-institusi yang bekerja untuk memastikan kelancaran
implementasi serta pengawasan dari ketentuan dari perjanjian ini. Institusi itu terdiri dari:
1. Free Trade Commission yang bertugas sebagai perwakilan dari rekan kerja sama NAFTA
dan melakukan pengawasan atas implementasi Perjanjian serta kinerja anggota komite
NAFTA, dan badan di bawahnya

2. NAFTA Coordinators yang bertanggung jawab dalam manajemen sehari-hari dari


implementasi NAFT
3. NAFTA Working Groups and Committees yang bertugas memfasilitasi perdagangan dan
investasi dan memastikan keefektifan implementasi dan administrasi NAFTA
4. NAFTA Secretariat yang bertanggung jawab atas setiap markas di masing-masing Negara
anggota
5. Commission for Labor Cooperation yang bertugas menjalin kerja sama ketenagakerjaan
di antara anggota NAFTA dan menegakkan hukum ketenagakerjaan domestik yang
efektif
6. Commission for Environmental Cooperation yang bertugas menjalin kerja sama di antara
anggota NAFTA dalam mengatasi masalah-masalah lingkungan yang berkaitan dengan
terjadinya perdagangan bebas.
I.

Kronologi NAFTA
NAFTA yang merupakan sebuah kesepakatan dalam perdagangan bebas internasional
antara tiga Negara, AS, Kanada, dan Meksiko, secara resmi berlaku pada tahun 1994. Setelah
kesepakatan tersebut berlaku, hambatan perdagangan (trade barrier) berupa tarif dan non tarif
sebagian besar tidak lagi berlaku di antara Negara-negara anggotanya. NAFTA juga telah
membangun iklim investasi yang baik dan stabil. Awal mula terbentuknya NAFTA adalah
perjanjian perdagangan bebas antara AS dan Kanada pada tahun 1985 yang berujung pada
penghilangan hambatan perdagangan, tarif dan non tariff di antara kedua Negara tersebut.
Kronologi terbentuknya NAFTA bermula pada 10 Juni 1990, Kanada, AS, dan Meksiko
setuju untuk mengadakan kesepakatan perdagangan bebas. Pada 5 Februari 1991, negosiasi
NAFTA dimulai. Pada 17 Desember 1992, NAFTA ditandatangani oleh pemimpin-pemimpin
dari Kanada, AS, dan Meksiko. Pada Agustus 1993, negosiasi kesepakatan-kesepakatan
tambahan dalam ketenagakerjaan dan lingkungan dimulai. Pada 1 Januari 1994, NAFTA secara
utuh mulai berlaku.

II

Hal-hal Pokok dalam Kesepakatan NAFTA

NAFTA adalah sebuah kesepakatan yang mengatur perdagangan bebas dan investasi antar
Negara anggotanya, yaitu Kanada, AS, dan Meksiko, yang didalamnya membahas tentang:
1. Aksees Pasar untuk Barang-barang, meliputi:
a. Penghapusan bea atas ribuan barang yang melewati perbatasan antar Negara anggota
b. Pengurangan tarif secara bertahap hingga keseluruhan dan pengaturan khusus untuk
produk pertanian, otomotif, tekstil, dan pakaian jadi
c. Hak-hak penting bagi penyedia dan pengguna jasa pelayanan NAFTA lintas sector
d. Komitmen khusus mengenai telekomunikasi dan jasa keuangan
e. Proses penyelesaian sengketa formal yang membantu menyelesaikan masalah
perbedaan interpretasi tentang aplikasi dari peraturan-peraturan NAFTA
2. Perlindungan Penanaman Modal Asing
a. Komitmen untuk memperlakukan para investor dari ketiga Negara anggota dan
investasi mereka secara adil sama dengan perlakuan yang didapat investor domestic
Negara tersebut
b. Komitmen untuk memperlakukan investor di Negara Amerika Utara dengan
perlakuan terbaik
c. Mekanisme penyelesaian sengketa yang transparan dan mengikat dan dirancang
khusus untuk menangani investasi
3. Perlindungan Kekayaan Intelektual (termasuk paten, merek dagang, hak cipta, dan desain
industri) dan memastikan bahwa penegakkan hak-hak tersebut tidak menghambat
perdagangan bebas
4. Kemudahan Akses bagi Wisatawan Bisnis dari ratusan profesi yang berbeda
5. Kemudahan akses pengadaan oleh pemerintah di tingkat federal di Kanada, AS, dan
Meksiko
6. Ketentuan Asal (Rules of Origin) NAFTA digunakan untuk menetukan apakah sebuah
barang telah memenuhi syarat untuk dapat diperdagangkan di bawah perlakuan khusus
NAFTA.

7. Komitmen terhadap Lingkungan membahas tentang penegakkan hukum lingkungan dan


kerja sama mengatasi masalah lingkungan dalam rangka mencegah konflik perdagangan
dan lingkungan yang dapat terjadi (potensial).
8. Komitmen dalam Kerjasama Ketenagakerjaan membahas tentang cara efektif dalam
penegakkan hukum ketenagakerjaan dan regulasi dalam kerja sama Negara-negara
NAFTA dan masalah ketenagakerjaannya. Komitmen tersebut tercermin dalam beberapa
program dalam ketenegakerjaan seperti perlindungan keamanan kerja dan kesehatan
pekerja, pelatihan kerja, penegakkan hukum tentang ketenagakerjaan, dan pemenuhan
hak-hak pekerja, serta peningkatan produktivitas pekerja.
III.

Pengaruh Kesepakatan NAFTA terhadap Dunia


NAFTA merupakan sebuah organisasi perdagangan bebas internasional yang bersifat

diskriminatif bagi pihak lain yang bukan anggotanya. Negara-negara NAFTA yang memiliki
peran besar dalam perdagangan dunia telah menyebabkan terjadinya perubahan struktur
perdagangan dunia. Arus perdagangan intraregional telah meningkat secara signifikan selama
dua dekade, dari sekitar $290 milyar pada tahun 1993 menjadi lebih dari $1,1 triliun pada tahun
2012. Investasi lintas batas Negara dan perjalanan juga melonjak.
Negara-negara anggota NAFTA cenderung lebih sering berdagang dengan sesama Negara
anggota NAFTA dan mengurangi volume perdagangan ke/dari Negara lainnya, contohnya AS
yang berdagang barang dan jasa dengan Meksiko dan Kanada dalam volume perdagangan yang
lebih besar daripada saat AS berdagang dengan Jepang, Korea Selatan, Brasil, Russia, India, dan
China setelah digabungkan. Secara keseluruhan, pertumbuhan perdagangan intraregional ini
diindikasi karena adanya peningkatan perdagangan antara AS dan Meksiko di mana saldo selisih
perdagangan antara ekspor dan impor yang tadinya surplus sebesar $1,7 milyar di tahun 1993
menjadi $61,4 milyar di tahun 2012 (worldaffairs.org).

Sifat protektif NAFTA mempengaruhi pihak yang melakukan perdagangan. Pihak yang
akan diuntungkan adalah pihak yang dapat berdagang karena sesuai dengan aturan NAFTA,
menggantikan posisi pihak yang tidak dapat melakukan perdagangan dan investasi karena tidak
memenuhi persyaratan NAFTA.
Pengaruh NAFTA terhadap Amerika Utara dan Dunia
Pertumbuhan perdagangan regional meningkat signifikan semenjak berlakunya NAFTA.
Perdagangan antara AS, Meksiko, dan Kanada menjadi tiga kali lipat sejak NAFTA mulai
berlaku, mencapai US$949,1 milyar.

Pada tahun 2008, investasi langsung asing (Foreign Direct Investment/FDI) dari Negara
NAFTA di Kanada dan AS mencapai US$469,8 milyar. Meksiko telah menjadi salah satu
penerima FDI terbesar di antara Negara-negara dengan pasar berkembang dan menerima lebih
dari US$156 milyar dari Negara NAFTA lainnya dari tahun 1993-2008. Hal ini juga
menguntungkan Negara-negara lain yang ikut berinteraksi dengan Negara NAFTA dalam hal
perdagangan maupun investasi.

NAFTA juga telah meningkatkan total employmet sebesar 40 juta pekerjaan sejak 1993.
Negara NAFTA bernegosiasi dan mengimplementasikan kesepakatan dan kerja sama
ketenagakerjaan dalam North American Agreement on Labor Cooperation (NAALC) sehingga
dapat meningkatkan kondisi bekerja dan standar kehidupan, serta melindungi hak-hak pekerja.
Pekerja-pekerja dari luar Negara NAFTA yang bekerja di Negara NAFTA juga ikut diuntungkan
dengan kesepakatan ini.
Negara-negara NAFTA juga telah berperan dalam meningkatkan kualitas lingkungan
hidup dan menyelesaikan masalah-masalah lingkungan dengan kesepakatan kerja sama
lingkungan, North American Agreement on Environmental Cooperation (NAAEC).
NAFTA ikut berperan penting dalam arus barang dan jasa dunia dengan meningkatkan
kapabilitas ekspor setiap Negara anggotanya yang meningkatkan ekspornya ke Negara-negara
lain di luar NAFTA sehingga perdagangan internasional akan semakin luas dan akses warga
dunia terhadap barang-barang dan jasa menjadi lebih mudah. (Naftanow.org).
IV.

Pengaruh NAFTA terhadap Indonesia


Pengaruh kerja sama NAFTA terhadap Indonesia dapat dilihat dari sisi perdagangan
internasional, yaitu ekspor impor. Negara Indonesia yang memiliki tenaga kerja murah dan
mayoritas mengekspor barang-barang non migas seperti garmen, tekstil, pengolahaan karet, dan
bahan makanan dengan teknologi rendah dan labor-oriented secara tidak langsung dirugikan
karena adanya proteksi perdagangan oleh Negara NAFTA kepada Negara-negara di luar NAFTA.
Seperti Indonesia, Meksiko juga memiliki tenaga kerja dengan upah murah. Untuk barangbarang yang hampir sama jenis dan kualitasnya dengan Meksiko, pastinya AS dan Kanada akan
lebih memilih untuk berdagang dengan Meksiko, karena rendahnya hambatan perdagangan
antara sesama Negara anggota NAFTA dan keunggulan lainnya. Hal ini menyebabkan potensi
pasar komoditi ekspor Indonesia menjadi lebih sempit, padahal AS dan Kanada dengan
pertumbuhan perekonomian yang besar di dunia seharusnya dapat menjadi pasar komoditi

ekspor Indonesia yang potensial. Proteksi terhadap Negara-negara di luar NAFTA dengan
pemberlakuan standar-standar perdagangan tertentu juga cukup menyulitkan eksportir Indonesia
untuk dapat berdagang dan bersaing di pasar Negara NAFTA.
V.

Isu-isu terbaru NAFTA


NAFTA yang sedang memasuki dekade ketiganya menyediakan hal-hal penting
berkaitan dengan peningkatan arus barang dan tenaga kerja dan harmonisasi regulasi. Pilihanpilihan utama untuk dalam proses peningkatan tersebut adalah dengan cara perjanjian bilateral,
negosiasi, dan modus vivendi antara AS, Meksiko, dan Kanada; perjanjian bilateral antara Negara
NAFTA dengan pihak luar yang telah sepakat untuk berdagang, seperti Canada-European Union
Comprehensive Economic and Trade Agreement (CETA); perjanjian multilateral seperti TransPacific Partnership di mana akan dibentuk peraturan baru untuk Negara NAFTA dalam satu
gerakan; keputusan unilateral di antara Negara NAFTA dalam hal daya saing berupa dan efisiensi
internal pengurangan tarif dan peningkatan akses pasar yang nantinya juga akan meningkatkan
produktivitas dari NAFTA. (Report of Scotia Bank, 2014).
VI. Kesimpulan
NAFTA adalah sebuah kesepakatan perdagangan bebas internasional antara tiga
Negara di Amerika Utara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dengan NAFTA,
perdaganagn bebas internasional menjadi mudah dengan hambatan perdagangan yang rendah dan
akses barang dan jasa yang lebih luas di pasar Negara anggotanya. Selama 20 tahun terakhir,
sejak NAFTA diberlakukan, perdagangan dan

perekonomian di Negara anggota NAFTA

membaik dan meningkat signifikan. Para ekonom menilai NAFTA dapat bekerja efektif dalam
penerapannya meningkatkan perdagangan internasional antar Negara-negara anggotanya.
DAFTAR PUSTAKA
Kemenperin.go.id

law.harvard.edu
naftanow.org
nafta-sec-alena.org
gbm.scotiabank.com
worldaffairsjournal.org