Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM PENENTUAN

ASTRONOMY DAY TAHUN 2017


MENGGUNAKAN STELLARIUM
Dosen Pembimbing :
Asih Melati, M.Sc.

Disusun Oleh :
Samsul Arifin 13620038

PROGRAM STUDI FISIKA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2015

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Astronomi ialah

cabang

ilmu

alam

yang

melibatkan

pengamatan benda-benda langit (bintang, planet, komet,


gugus bintang, atau galaksi) serta fenomena-fenomena alam
yang terjadi di luar atmosfer Bumi (radiasi latar belakang
kosmik (radiasi CMB)). Ilmu ini secara pokok mempelajari
berbagai sisi dari benda-benda langit seperti asal-usul, sifat
fisika atau kimia, meteorologi, dan gerak dan bagaimana
pengetahuan

akan

benda-benda

tersebut

menjelaskan

pembentukan danperkembangan alam semesta.


Ilmu astronomi, yang dalam khasanah ilmu pengetahuan
Islam dikenal dengan ilmu falak, yaitu ilmu yang mempelajari
tentang benda-benda langit, matahari, bulan, bintang dan
planet-planetnya.
Berbagai pertimabangan praktis, seperti menentukan arah
ketika melakukan perjalanan di waktu malam atau untuk
memahami korelasi antara musim satu dengan musim yang
lain setiap tahunnya dengan posisi planet, semakin menambah
minat dalam kajian astronomi.
Dalam sejarah islam, astronomi dikembangkan baik untuk
kepentingan praktis maupun teoritis. Kajian tentang bendabenda ruang angkasa didorong oleh anjuran al-Quran agar
memperhatikan

dan

merenungkan

ayat-ayat

kauniyyah,

sepertihalnya:




Dialah

yang

menjadikan

matahari

bersinar

dan

bulan

bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempattempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui

bilangan

tahun

dan

perhitungan

(waktu).

Allah

tidak

menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia


menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang
yang mengetahui. (Q.S. Yunus (10):5)
B. Tujuan
1. Mahasiswa mampu memahami pola bulan saat astronomy
day.
2. Menentukan astronomy day pada tahun 2017.

BAB II
DASAR TEORI
Masih ingat dengan Tahun Astronomi Internasional
2009 (International Year of Astronomy)? Selain perayaan
setahun penuh tersebut, setiap tahunnya para penikmat
astronomi di seluruh dunia juga merayakan Hari Astronomi.
Untuk tahun 2013 ini, Hari Astronomi tersebut jatuh pada
hari Sabtu tanggal 20 April. Di hari itu para astronom akan
mengajak semua orang untuk merayakan dan menikmati
astronomi dengan cara yang mudah, misalnya dengan
melakukan pengamatan langit malam di observatorium
dan planetarium terdekat, di taman-taman kota, atau
bahkan di trotoar.
Hari Astronomi ditetapkan dengan definisi hari Sabtu
antara pertengahan bulan April dan pertengahan bulan Mei
yang paling dekat dengan hari saat Bulan mengalami fase
setengah awal (kuartir awal, umur Bulan sekitar 7 hari).
Perayaan ini dimulai pada tahun 1973 oleh Doug Berger,
Presiden Asosiasi Astronomi California Utara. Saat itu ia
ingin merakit teleskop di lokasi yang dilalui oleh banyak

orang supaya mereka dapat ikut melakukan pengamatan.


Peristiwa tersebut akhirnya berkembang dan diikuti oleh
banyak organisasi/perkumpulan astronomi hingga
sekarang.
Sejak tahun 2007, Hari Astronomi tidak hanya
dirayakan di bulan April/Mei saja. Tetapi juga di bulan
September/Oktober atau saat musim gugur di Bumi
belahan utara. Penentuannya juga sama, yaitu hari Sabtu
terdekat dengan Bulan fase setengah awal.

BAB III
METODE PERCOBAAN
A. Alat dan bahan
1. PC yang terinstal stellarium
1 buah
2. Kalender masehi 2017-2021
1 buah
3. Alat tulis
1 buah
B. Prosedur kerja
1. Praktikum diawali dengan membaca basmalah.
2. Hari sabtu diantara pertengahan april-mei,
september-oktober

tahun

2017

dan

di

serta

tentukan

tanggalnya.
3. Tanggal yang telah diketahui kemudian dicatat untuk
kemudian dilakukan pengujian menggunakan stellarium.
4. PC dinyalakan kemudian software stellarium di buka.
5. Setting lokasi (F6) untuk daerah Yogyakarta, Indonesia.
6. Setting jendela waktu/tanggal (F5) dengan tanggal yang
telah di tentukan pada poin 2 dan waktu diantara pukul
18.00-24.00.
7. F3 di tekan untuk menentukan obyek pencarian. moon
atau bulan di ketik untuk melihat obyek.

8. Medan sinaran atau iluminasi dicari untuk nilai yang


mendekati 50.
9. Hasil di catat dan di screen shoot.
10.
Praktikum diakhiri dengan membaca hamdalah.

BAB IV
HASIL ANALISA
Hasil screen shoot menggunakan Stellarium:

Gambar 1.

Gambar 2.
Gambar 1 dan 2 posisi saat bulan mendekati iluminasi 50% yaitu
sebesar 55.2% dan fase sebesar 0.55.

Gambar 3.

Gambar 4.
Gambar 3 dan 4 planet yang terlihat pada saat astronomy day
yaitu planet Saturnus, Merkurius, Uranus.

BAB V
PEMBAHASAN
Astronomy day atau hari astronomi tidak pasti
waktunya

seperti

hari-hari

yang

lain,

semisal

hari

kemerdekaan, hari kartini dan lain sebagainya. Karena


memang

para

pakar

astronomi

terdahulu

tidak

menentukan tanggal berapa. Akan tetapi ada cara-cara


tertentu yang bisa kita cari agar bisa mengetahui hari
astronomi.

Hari astronomi harus terjadi pada hari sabtu malam


minggu dengan rentan bulan april-mei dan septemberoktober dan dalam rentan waktu 18.00-24.00. Dan untuk
menetukannya kita lihat pola bulanya. Jatuhnya atau
ditetapkannya hari astronomi jika bulan berada pada
iluminasi/medan sinaran mendekati 50%. Selain hari sabtu
malam minggu walaupun bulan berada pada medan
sinaran mendekati 50% maka itu bukan hari astronomi.
Pada praktikum ini kelompok kami ditugaskan untuk
mencari hari astronomi pada tahun 2017. Saat praktikan
mencari medan sinaran bulan yang mendekati 50% pada
bulan april-mei yaitu pada tanggal 8, 15, 22, 29, 6, 13, 20,
27, pada tanggal tersebut posisi bulan tidak ada yang
mendekati

medan

sinaran

50%.

Kemudian

praktikan

mencari di bulan september-oktober yaitu pada tanggal 2,


9, 16, 23, 30, 7, 14, 21, 28, pada tanggal tersebut ada
tanggal dimana bulan berada pada medan sinaran 55.2%
dan fase bulan berada di 0.55 tepatnya pada tanggal 28
oktober 2017.
Dari

pernyataan

diatas

dapat

di

putuskan

bahwasanya hari astronomi jatuh pada tanggal 28 oktober


2017. Pada tanggal tersebut planet lain yang muncul atau
yang terlihat yaitu planet Satusrnus, Merkurius, dan
Uranus.

BAB VI
KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum maka dapat disimpulkan bahwa:


1. Pola bulan yang terjadi saat hari astronomi adalah pada
saat bulan berada pada medan sinaran yang mendekati
50% dan fase mendekati 0.50.
2. Hari astronomi pada tahun 2017 adalah jatuh pada hari
sabtu tanggal 28 oktober 2017 dengan medan sinaran
sebesar 55,2 dan fase 0,55.

BAB VII
DAFTAR PUSTAKA
A. E. Roy and D. Clarke, 2006,Astronomy, Principles
and Practice 4th Edition,Institute of PhysicsPublishing
Bristol and Philadelphia.
Winardi, 1984,Astrofisika - Mengenal Bintang,
Penerbit ITB, Bandung.
Suwitra, Nyoman, 2001, Astronomi Dasar, Institut
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Negri Singaraja, Singaraja