Anda di halaman 1dari 16

Pasca Kasus Beras Vietnam, Impor dan

Ekspor Beras Diperketat

Jakarta -Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerbitkan Peraturan Menteri


Perdagangan (Permendag) Nomor 19/M-DAG/PER/3/2014 Tentang Ketentuan Ekspor dan
Impor Beras pada 28 Maret 2014 yang berlaku 3 April 2014. Aturan ini terbit setelah adanya
kasus temuan beras impor ilegal asal Vietnam beberapa waktu lalu.
Permendag ini diterbitkan mengingat beras merupakan barang kebutuhan pokok bagi
masyarakat Indonesia sehingga kegiatan pengadaan dan distribusi beras menjadi sangat
penting dalam menciptakan stabilitas ekonomi nasional, menjaga ketahanan pangan,
meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, serta melindungi kepentingan
konsumen," kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Bachrul Chairi dalam keterangan
tertulisnya, Selasa (15/04/2014).
Bachrul menjelaskan ada beberapa pokok pengaturan dalam Permendag tersebut yang
terkait dengan ekspor beras yaitu ekspor beras hanya dapat dilakukan bila persediaan beras
di dalam negeri telah melebihi kebutuhan.
Adapun jenis beras yang dapat diekspor adalah beras yang tidak diproduksi melalui sistem
pertanian organik, beras ketan hitam, dan beras organik dengan tingkat kepecahan paling
tinggi 25%.
Selain itu, ekspor beras hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan ekspor
dengan memperhatikan rekomendasi dari Kementerian Pertanian, kecuali untuk ekspor
beras yang dilakukan oleh Perum Bulog, persetujuan ekspornya dengan memperhatikan
rekomendasi dari Tim Koordinasi.

Impor beras dapat dilakukan untuk keperluan stabilisasi harga, penanggulangan keadaan
darurat, masyarakat miskin, dan kerawanan pangan, keperluan tertentu guna memenuhi
kebutuhan industri sebagai bahan baku/penolong yang tidak atau belum sepenuhnya
dihasilkan di dalam negeri, keperluan tertentu dapat dilakukan dengan ketentuan yang
terkait dengan kesehatan/ dietary dan konsumsi khusus/segmen tertentu, serta beras yang
bersumber dari hibah.
"Impor beras untuk keperluan kesehatan/ dietary dan konsumsi khusus/segmen tertentu
hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang telah mendapatkan penetapan sebagai
(Importir Terdaftar) IT-Beras," katanya.
Sedangkan impor beras untuk keperluan tertentu guna memenuhi kebutuhan industri
sebagai bahan baku/penolong yang tidak atau belum sepenuhnya dihasilkan di dalam
negeri, dapat dilakukan oleh perusahaan yang telah mendapatkan pengakuan sebagai IPBeras dengan memperhatikan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian.
Jenis beras yang dapat diimpor meliputi beras dengan tingkat kepecahan paling tinggi 25%,
beras pecah dengan tingkat kepecahan 100%, beras ketan pecah dengan tingkat
kepecahan 100%, beras Japonica dengan tingkat kepecahan paling tinggi 5%, beras ketan
utuh dan beras Thai Hom Mali dengan tingkat kepecahan paling tinggi 5%, serta beras
kukus dan beras Basmati dengan tingkat kepecahan paling tinggi 5%.
Ia menjelaskan persyaratan untuk mendapatkan IT-Beras, antara lain fotokopi Angka
Pengenal Importir Umum (API-U) yang mencantumkan bagian/ section II, bukti penguasaan
gudang sesuai dengan karakteristik produknya berupa fotokopi Tanda Daftar Gudang (TDG),
dan surat pernyataan bermaterai cukup yang menyatakan tidak memiliki afiliasi atau
hubungan kepemilikan dengan perusahaan lain yang bergerak di bidang perberasan.
IT-Beras yang akan melakukan impor beras harus mendapatkan persetujuan impor dari
Kemendag dengan memperhatikan rekomendasi dari Kementerian Pertanian. Setelah
memperoleh persetujuan impor, IT-Beras wajib merealisasikan impor beras paling sedikit
80% dari persetujuan impor.
Jika kewajiban realisasi impor beras paling sedikit 80% dari persetujuan impor tidak
dilaksanakan, maka IT-Beras akan dicabut, tegas Bachrul.
Pokok-pokok pengaturan lainnya yang disampaikan oleh Bachrul yaitu bahwa pada setiap
pelaksanaan ekspor dan impor beras wajib dilakukan verifikasi atau penelusuran teknis di
pelabuhan muat untuk ekspor dan di negara asal untuk impor.
Selain itu, beras yang diimpor harus memenuhi persyaratan kemasan dan pada saat
memasuki Indonesia wajib berlabel dalam Bahasa Indonesia. Dirjen Bachrul juga
menyebutkan adanya penyesuaian Pos Tarif/HS pada Lampiran Permendag dari Buku Tarif
Bea Masuk Indonesia (BTBMI) Tahun 2007 ke Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI)
Tahun 2012.

Israel lakukan Pembantaian Massal di Kota Gaza

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Israel meluncurkan serangan terbaru di distrik timur Kota Gaza, Shujaiyya,
Ahad (20/7) pagi. Israel juga mengatakan telah memperluas serangan darat di Jalur Gaza.
Sebanyak 44 orang tewas dan ratusan terluka di wilayah timur Kota Gaza tersebut. Petugas medis
mengatakan jumlah korban tewas diperkirakan dapat meningkat, mengingat masih banyak korban yang
belum ditemukan.
Warga Gaza menyebut serangan Israel saat ini sebagai pembataian terparah yang mereka lakukan.
Selama 13 hari mengintensifkan serangan dan dalam tiga hari meluncurkan operasi darat, ratusan warga
Palestina telah tewas.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina Ashraf al-Qidra mengatakan sebanyak 400 orang korban
luka-luka di Shujaiyya telah dibawa ke Al-Shifa, rumah sakit terbesar di Kota Gaza. Puluhan korban tewas
dalam serangan di wilayah itu hingga saat ini dilaporkan belum teridentifikasi seluruhnya. Seorang
wartawan foto bernama Khalid Hamid dan paramedis Fuad Jabir diketahui berada di antara korban yang
tewas.
Korban dalam serangan kali ini juga diketahui adalah keluarga dari salah satu pemimpin senior Hamas,
Khalil al-Hayya. Istri serta anak-anak Khalil menjadi korban dalam serangan yang diintensifkan Israel.
Selain itu, Osaman Khalil al-Hayya yang juga anggota keluarga Khalil diidentifikasi sebagai korban.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina, Ashraf al-Qidra mengkonfirmasi nama-nama para korban
yang telah disebutkan sebelumnya. Ia mengatakan, sejak Ahad dini hari Israel semakin mengintensifkan
serangan ke rumah-rumah penduduk Palestina di Jalur Gaza.
Dalam serangan di Shujaiyaa ini, Israel juga dilaporkan telah mempersulit petugas medis untuk melakukan
evakuasi kepada para korban. Kementerian Kesehatan Palestia yang berkoordinasi bersama Komite
Palang Merah Internasional mengaku kesulitan untuk menyelamatkan para korban yang berada di wilayah
tersebut.
"Pasukan Israel mengatakan pada Komite palang Merah bahwa Shujaiyya adalah zona tertutup karena
operasi militer mereka," ujar Al-Qidra, dilansir Maan News, Ahad (20/7).
BBC melaporkan, kepanikan melanda warga di Kota Gaza setelah Israel terus menggempur wilayah
tersebut melalui serangan udara. Ratusan warga pergi meninggalkan rumahnya dengan berjalan kaki.
Sebagian juga melarikan diri dengan menaiki truk dan mobil-mobil yang ada. Mereka bahkan menaiki atapatap mobil agar bisa mengangkut mereka.

PENYIKSAAN PRT MEDAN

Liputan6.com, Jakarta - Kasus penyiksaan pembantu rumah tangga (PRT) kerap terjadi
akhir-akhir ini. Salah satunya di Medan, Sumatera Utara. Kemarahan warga tak terbendung
saat polisi membawa tersangka Syamsul Anwar ketika tiba di lokasi olah TKP kasus
penganiayaan PRT di Jalan Angsa.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Sabtu (20/12/2014), satu persatu korban
penganiayaan PRT ditemukan. Jenazah pertama ditemukan 31 Oktober lalu di Desa Barus
Jahe, Karo, Sumatera Utara, dikenali sebagai Cici.
Korban tewas kedua jenazahnya ditemukan di aliran Sungai Deli 9 November lalu.
Jenazahnya dikenali oleh rekannya sebagai Yanti yang sama-sama bekerja pada keluarga
Syamsul Anwar.
3 Pembantu lainnya yang berhasil diselamatkan yakni Anis Rahayu asal Malang, Rukmiani
asal Jawa Tengah, dan Endang asal Madura, ketiganya juga kerap disiksa.
Sebelumnya, kasus penganiayaan PRT juga dilakukan oleh istri penegak hukum di Bogor,
Jawa Barat. Istri Brigjen Polisi Purnawirawan Mangisi Situmorang dan keluarganya
menyekap 17 PRT termasuk pekerja anak-anak di kediamannya di Bogor.
Pada tahun 2012-2013, LSM Jaringan Advokasi PRT (Jala PRT) melaporkan 653 kasus
kekerasan terhadap PRT. Lebih dari 65 persen kasus yang dilaporkan mandek di kepolisian.
Di tengah situasi ekonomi dan lapangan pekerjaan yang masih sulit, PRT menjadi salah
satu pilihan pekerjaan bagi kalangan tak mampu. Namun masih ada kalangan yang
merendahkan profesi ini sementara perlindungan dari pemerintah belum maksimal. (Vra/Ali)

STOK BERAS DI KOTA-KOTA INDONESIA MENURUN

Tangerang (AntaraBanten) - Stok beras di Kota Tangerang, Banten, mengalami


penurunan pascaterjadinya kenaikan harga.
Asisten Daerah 1 Bidang Pemerintahan Kota Tangerang, Syaeful Rohman di Tangerang,
Kamis, mengatakan, penurunan terjadi akibat proses distribusi dari produsen terhambat
banjir.
"Stok beras terjadi penurunan tetapi dipastikan tidak mengalami kelangkaan. Karena,
kenaikan harga beras merupakan mekanisme pasar," ujarnya.
Penyebab lainnya yakni karena distribusi beras dari Perum Bulog mengalami
penurunan. Sebab, agen beras di Kota Tangerang tidak memenuhi kriteria yang telah
ditetapkan.
Maka itu, Pemkot telah meminta Perum Bulog untuk memberikan dispensasi atau
kemudahan bagi agen dalam memenuhi kriteria mendapatkan pasokan beras. "Bila itu
terjadi maka dapat menekan harga," ujarnya. Ia mengatakan, pasokan beras di Kota
Tangerang berasal dari Demak, jawa Tengah. Karena jauhnya jarak sehingga membuat
distribusi terhambat terutama saat banjir.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Tangerang akan mengalihkan pasokan beras dari
Produsen di Jawa Barat dan Banten karena baru saja melakukan panen raya.
Dengan demikian, maka stok beras pada bulan Maret akan stabil dan tidak ada
kelangkaan maupun penurunan pasokan. "Maret akan stabil kembali," ujarnya.
Ia pun memastikan bila tidak ada kasus penimbunan beras di Kota Tangerang karena
akan merugikan agen mengingat pergerakan harga yang fluktuatif.

Dia pun menjelaskan bila beras yang kini beredar di pasaran merupakan beras lokal
yakni Sulawesi sebab memiliki harga lebih murah dibandingkan dari Thailand.
KEDUTAAN BESAR INDONESIA

Merdeka.com - PT Multi Bintang Indonesia berharap agar para kedutaan besar


Indonesia mulai mempromosikan produk minuman beralkohol Indonesia. Produsen
minuman bir bintang tersebut melihat adanya potensi produk tersebut berkembang
di pasar asing.
Presiden Komisaris PT Multi Bintang Indonesia, Cosmas Batubara mengungkapkan
pihaknya kini bakal melakukan eksportasi ke dua negara Asia, yakni Korea Selatan
dan Jepang.
"Kita sedang lihat pasar ekspor. Untuk langkah awal baru ke Jepang dan Korea
Selatan. Ini baru tahap mengenalkan," ujar Cosmas di Kantor Kementerian
Perindustrian, Jakarta Selatan, Senin (10/11).
"Kita akan ekspor secara bertahap. Kita minta juga kedutaan untuk berpromosi,"
tambahnya.
Namun, Cosmas enggan membeberkan jumlah ekspor yang pihaknya lakukan.

Meski demikian, Cosmas menilai produk minuman beralkohol Indonesia telah


diminati di negara lain.
"Ada indikasi bahwa nantinya ekspor kita akan bisa ditingkatkan. Ini membuktikan
bahwa produk Indonesia juga diminati di negara lain," tandasnya.
Guru JIS Divonis, Kedubes AS Kecewa

VIVA.co.id - Jatuhnya vonis terhadap dua guru Jakarta International School (JIS) ditanggapi
dengan kekecewaan oleh Kedutaan Besar Amerika di Indonesia. Menurut mereka, bukti-bukti
yang kredibel sangat kurang dihadirkan dalam proses sidang.
Pihak Kedutaan, seperti dikutip dalam keterangan resminya, Kamis, 2 April 2015, mengatakan
bahwa mereka senantiasa mengikuti dengan seksama kasus yang menimpa warganya ini. Bagi
mereka, kasus apapun yang menyangkut dugaan pelecehan terhadap anak adalah isu yang
sensitif.
"Banyak pertanyaan-pertanyaan serius muncul dalam kasus ini, terkait dengan proses
penyelidikan dan kurangnya bukti-bukti yang kredibel. Dalam hal ini, kami sangat kecewa dengan
putusan ini," ujar juru bicara Kedubes AS di Jakarta.
Oleh karena itu, mereka berharap, dalam proses hukum selanjutnya, semua fakta yang ada bisa
dipertimbangkan. Dengan demikian, kata mereka, proses hukum sebagaimana yang dijamin
dalam UUD di Indonesia dapat dilaksanakan secara adil dan tidak memihak.
Pasalnya, dipaparkan Kedubes, komunitas internasional mengikuti kasus ini dengan seksama.
Bahkan hasil putusan sidang akan sangat berpengaruh terhadap reputasi Indonesia di luar
negeri.
"Hasil putusan terhadap proses hukum tersebut, yang juga mencerminkan aturan hukum di
Indonesia, akan sangat berpengaruh terhadap reputasi Indonesia di luar negeri," kata mereka.

Sebelumnya, Neil Bantleman dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp100 juta. Niel
dijerat dengan Pasal 80 dan Pasal 82 Undang-Undang (UU) nomor 23 tahun 2002 tentang
Perlindungan Anak.
Sementara malam ini, sidang masih dilanjutkan untuk pembacaan vonis terhadap Ferdinand
Tjiong.

Rupiah Ambruk, Pengusaha Desak DPR Revisi


UU Lalin Devisa

Liputan6.com, Jakarta- Pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda


Indonesia (Hipmi) mendesak parlemen untuk melanjutkan revisi Undang-Undang (UU) Lalu
Lintas Devisa No.24 Tahun 1999. Pasalnya, revisi ini sangat penting untuk menopang rupiah
agar tetap perkasa dan berdaulat di negaranya sendiri.
Hipmi menilai, pelemahan rupiah terus terulang sebab belum terdapat regulasi yang mampu
memperkuat posisi rupiah selama ini.
Mata uang kita sangat rentan terombang-ambing oleh arus keluar-masuk modal. Makanya,
UU Lalin Devisa ini harus segera direvisi, ujar Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia di
Jakarta, Senin (23/3/2015).
Bahlil mengatakan, draft revisi UU ini sudah digarap DPR periode sebelumnya. Namun,
revisi tersebut terhenti dan belum dilanjutkan pengesahannya ke rapat paripurna.
Sebab itu, Hipmi mendorong agar revisi UU ini dilanjutkan. Bahlil mengatakan, dunia usaha

memerlukan stabilitas nilai tukar untuk kepentingan rencana investasi dan proyeksi biaya
operasional perusahaan. Hal ini disebabkan ketergantungan bahan baku impor bagi industri
di dalam negeri masih sangat kuat.
Bahlil mengatakan, UU Lalin Devisa sudah saatnya direvisi. Selain paling liberal sedunia,
UU ini merupakan salah satu UU Devisa peninggalan era IMF (International Monetery
Fund).
Hal ini membuat pasar valas dan pasar modal Indonesia mudah terpukul. UU ini
konteksnya dulu era liberalisasi. Kita butuh sekali memperkuat pasar modal dan menaikkan
kepercayaan asing. Sekarang konteksnya sudah lain. Kita butuh stabilisasi nilai tukar, papar
Bahlil.
Hipmi mengatakan, saat ini pengaturan devisa hanya sebatas Peraturan Bank Indonesia
(PBI). PBI ini dinilai masih sangat lemah sebab tidak mampu menahan lajunya capital
outflow.
Akibatnya, liberalism UU Devisa ini hanya dinikmati oleh para pemodal besar dan pihak luar.
Sebagaimana diketahui, saat ini Bank Indonesia memiliki PBI No.13/20/PBI/2011 dan Surat
Gubernur BI no.14/3/GBI/SDM tanggal 30 Oktober 2012.
Di sana diwajibkan devisa hasil ekspor komoditas tambang, serta minyak dan gas yang
diparkir di luar negeri ditarik ke dalam negeri paling lambat 90 hari setelah tanggal
pemberitahuan ekspor barang (PEB). Namun, PBI tersebut terbukti tidak cukup kuat menarik
dan menahan devisa hasil ekspor ke dalam negeri.
Berdasarkan data yang diolah, Hipmi memperkirakan larinya devisa ke luar negeri akan
terus meningkat dan menguntungkan bagi negara tetangga seperti Singapura.
Pada 2016, dana orang kaya Indonesia dengan aset finansial di atas US$ 1 juta yang
diparkir di luar negeri diperkirakan akan mencapai sekitar US$ 250 miliar. Dana tersebut
dalam bentuk deposito, saham, dan fixed income maupun aset properti real estate.
Bayangkan kalau dana-dana ini masuk ke sistem keuangan kita. Tentu akan
memaculending rate yang lebih kompetitif dan memperkuat likuiditas perbankan kita, ujar
dia. (Nrm)

Banyak Devisa 'Parkir' di Luar Negeri, Kadin


Imbau Pemerintah

Ketua KADIN Suryo Sulisto (kiri) Chairman EuroCham Indonesia, on behalf of the
Joint European Chambers Jakob Friss Sorensen (tengah) dan Ketua APINDO Sofjan
Wanandi berbincang usai menandatangani Joint Statement dalam acara "EUIndonesia Business Dialogue (EIBD) 2014" di Jakarta, Rabu (19/11). (ANTARA
FOTO/Fanny Octavianus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia
mengimbau pemerintah untuk memodifikasi sistem devisa bebas yang tertuang di
dalam UU no. 24 tahun 1999. Alasannya karena banyak yang berada di luar negeri
dan rentan akan resiko depresiasi mata uang, sehingga cadangan devisa bisa
berkurang.
"Banyak sekali pengusaha yang memarkir devisanya di luar negeri akibat kebijakan
devisa bebas ini. Demi kepentingan nasional, sudah waktunya pemerintah

memodifikasi masalah devisa bebas" ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo
Bambang Sulisto di Jakarta, Kamis (22/1).
Pilihan Redaksi
Kadin Bentuk Satgas Pengawasan dan Perlindungan TKI
Cadangan Devisa Indonesia Naik US$ 0,8 Miliar
Meski Cadangan Devisa Naik, Rupiah Masih Dihantui
Pelemahan

Cegah Devisa Kabur, Ekspor Empat Komoditas Diperketat


Ia menjelaskan bahwa kebijakan devisa bebas ini menyebabkan kerugian negara
karena jika terdapat kondisi eksternal yang mampu menyebabkan depresiasi nilai
tukar rupiah, maka akan mengakibatkan nilai cadangan devisa menjadi lebih kecil
karena menggunakan denominasi mata uang dollar Amerika Serikat.

"Kalau kita tidak ambil devisa yang diparkir di luar negeri itu, kalau ada depresiasi,
nilai devisa kita jadi kecil. Makanya kita perlu kaji ulang masalah devisa bebas,
sekaligus bisa mendorong perluasan investasi asing di Indonesia" tambahnya.
Kadin menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan
pemerintah mengenai rekomendasi ini. Bahkan Kadin mengatakan bahwa usulan
Kadin ini bertentangan dengan keinginan para pengusaha pada umumnya.
"Kalau pengusaha sih inginnya kita tetap sistem devisa bebas, tapi kan kita juga
tidak mau devisa kita nangkring di negara tetangga. Di Singapura saja ada US$ 100
hingga 170 miliar devisa kita diparkir di sana" tambahnya.
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, cadangan devisa Indonesia tercatat
sebesar US$ 111,9 miliar pada Desember 2014. Angka ini naik sebesar US$ 0,8
miliar dibandingkan angka November 2014.
Kadin berharap semoga dengan adanya modifikasi devisa bebas ini dapat membuat
angka cadangan devisa lebih stabil dan tak rentan akan tekanan ekonomi global.
"Kita tidak mau Indonesia dijadikan ladang keuntungan saja. Kita juga inginkan
adanya pelaporan ekspor seluruh sektor secara teratur agar cadangan devisa kita
terjaga" tambahnya. (gir/gir)

Modus Malaysia Kuasai Desa di Perbatasan


Indonesia

TEMPO.CO , Jakarta: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes),
Marwan Jafar, mengatakan pemberian identitas penduduk kepada warga desa di sejumlah wilayah
perbatasan Indonesia oleh Malaysia adalah modus yang harus disikapi dan perlu diawasi.
"Bayangkan jika semua penduduk desa Indonesia mempunyai identitas Malaysia, desa itu ibarat desa
siluman," ujar Marwan, Ahad, 16 November 2014. Disebut siluman karena tanahnya milik Indonesia, tapi
penduduknya orang Indonesia berwarga negara Malaysia. (Baca: Lumrah, Jual Beli Tanah di Perbatasan
Malaysia)
Setelah memberikan identitas kependudukan sebagai warga negara, kata Marwan, Malaysia selanjutnya
akan mengklaim desa perbatasan sebagai wilayah negara mereka. "Karena menganggap mendapat
dukungan dari masyarakat setempat," kata dia.
Sebelumnya, tiga desa di Kecamatan Lumbis Ongong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, diklaim
oleh Malaysia sebagai wilayah negara tersebut. Tiga desa itu adalah Sumantipal, Sinapad, dan Kinokod.

(Baca: Seperti Apa Masalah di Perbatasan Indonesia?)


Informasi yang diterima Marwan sebenarnya adalah tidak terjadi pencaplokan wilayah, tetapi pemberian
identitas kenegaraan oleh Malaysia ke sebagian besar warga desa perbatasan. "Sehingga warga punya
dua identitas," ujar Marwan.
Dengan kondisi seperti ini, Marwan mengatakan, masalah desa perbatasan menjadi skala prioritas yang
harus dilakukan kementeriannya. Selain soal infrastruktur antardesa yang kemudian terhubung dengan
kota terdekat, memberikan pemahaman nasionalisme juga harus dilakukan. (Baca: Pembangunan di
Perbatasan Lambat, Ini Penyebabnya)
Kasus tapal batas itu menjadi lampu merah agar negara tidak menghiraukan daerah perbatasan. Kasus ini
juga akan memperburuk citra Indonesia yang dituding tidak memberi perhatian. "Mereka juga warga
Indonesia yang patut dan sangat perlu diberi haknya untuk diperhatikan oleh negara," ucap Marwan.

Tiga Butir Kakao Membawa Minah ke


Pengadilan

Purwokerto (ANTARA News) - Nenek bernama Minah (55) itu tampak terdiam
menghadapi meja hijau Pengadilan Negeri Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa
Tengah, Kamis (19/11), tanpa didampingi seorang penasihat hukum.
Hari itu merupakan sidang yang ketiga kalinya dia jalani atas dakwaan terhadap dirinya,
yakni mencuri tiga butir buah kakao seberat tiga kilogram.
Warga Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang ini berusaha tetap tegar saat
menyampaikan pembelaan atas dakwaan tersebut karena dia merasa tidak mencuri
buah kakao sebanyak tiga kilogram di kebun milik PT Rumpun Sari Antan (RSA) 4 pada
pertengahan Agustus silam seperti yang dituduhkan.
"Saya `namung` (hanya, red.) memetik tiga butir buah kakao," kata dia dalam bahasa
Banyumasan bercampur Indonesia.

Dia pun meminta Hakim PN Purwokerto Muslich Bambang Luqmono untuk tidak
menghukumnya. "Inyong (saya, red.) tidak mau dihukum, Pak Hakim," katanya.
Kendati demikian, majelis hakim tetap menjatuhkan vonis kepada Minah karena mencuri
tiga butir buah kakao.
"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama satu bulan 15 hari dengan ketentuan
tidak usah terdakwa jalani kecuali jika terdakwa dijatuhi pidana lain selama tiga bulan
masa percobaan," kata Hakim PN Purwokerto Muslich Bambang Luqmono yang terlihat
meneteskan air mata.
Menurut hakim, hal-hal yang meringankan terdakwa antara lain Aminah telah lanjut usia.
Selain itu, kata dia, terdakwa merupakan petani kakao yang tidak punya apa-apa.
"Tiga butir buah kakao sangat berarti bagi petani untuk dijadikan bibit dan bagi
perusahaan jumlah tersebut tak berarti," kata dia yang tampak terharu dan menahan
tangis.
Dia mengaku tersentuh dengan yang dialami Minah karena teringat kehidupan orang
tuanya yang juga petani. Bahkan menurut dia, perkara nenek Minah yang dinilai kecil
tersebut sudah melukai banyak orang.
Mendengar putusan hakim ini, para pengunjung sidang yang sengaja datang untuk
memberi dukungan dan semangat kepada Minah pun menyambutnya dengan bersorak
gembira.
Pengunjung pun segera mengumpulkan uang menggunakan kardus untuk diberikan
kepada Minah.
Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Noor Haniah hanya memandang ke arah
Minah dan mengaku pikir-pikir.
Sebuah kejadian menarik pun muncul seusai persidangan karena Muslich
menyempatkan diri bersalaman dan mencium tangan Minah.

Kakao Pembawa Petaka


Kisah sedih Minah ini berawal dari pencurian tiga butir buah kakao seberat tiga kilogram
di kebun PT RSA 4 yang dituduhkan kepadanya.
Saat itu Minah berkeinginan menambah tanaman kakao miliknya yang berjumlah 200
batang sehingga dia memetik tiga butir kakao di kebun PT RSA dan meletakkannya di
atas tanah.

Akan tetapi, apa yang dilakukan Minah diketahui mandor PT RSA 4, Tarno alias Nono.
Dia pun menegur Minah dan menanyakan perihal kakao yang dicurinya.
Minah pun mengatakan jika buah kakao yang dipetiknya akan dijadikan bibit.
Setelah mendengar penjelasan Minah, Tarno mengatakan, kakao di kebun PT RSA 4
dilarang dipetik oleh masyarakat. Dia juga menunjukkan papan peringatan yang
terpasang pada jalan masuk perkebunan.
Dalam papan tersebut tertulis petikan Pasal 21 dan Pasal 47 Undang-Undang Nomor 18
Tahun 2004 Tentang Perkebunan, yang menyatakan bahwa setiap orang tidak boleh
merusak kebun maupun menggunakan lahan kebun hingga mengganggu produksi
usaha perkebunan.
Minah yang buta huruf itupun segera meminta maaf kepada Tarno sembari
menyerahkan tiga butir buah kakao tersebut untuk dibawa mandor itu.
Kendati telah meminta maaf, dia sama sekali tidak menyangka jika perbuatannya justru
berujung ke pengadilan.
Akhir Agustus 2009, Minah dipanggil Kepolisian Sektor Ajibarang untuk menjalani
pemeriksaan terkait tiga butir buah kakao yang dipetiknya di kebun PT RSA 4.
Atas tuduhan tersebut, Minah dijerat Pasal 362 Kitab Undang-undang Hukum Pidana
dengan ancaman hukuman enam bulan penjara.
Terhitung sejak 19 Oktober 2009, kasus itu ditangani Kejaksaan Negeri Purwokerto
setelah dilimpahkan oleh kepolisian dan Minah pun ditetapkan sebagai tahanan rumah.
Sejak saat itu pula, Minah harus mondar-mandir dari rumahnya di Dusun Sidoharjo,
Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, untuk menjalani pemeriksaan di
Kejaksaan Negeri Purwokerto.
Setiap kali menjalani pemeriksaan, Minah harus mengeluarkan ongkos hingga Rp50 ribu
untuk ojek dan angkutan umum dari rumahnya menuju Purwokerto yang berjarak sekitar
40 kilometer tersebut.
Dia mengaku kesulitan mencari uang untuk ongkos karena kehidupannya sebagai
petani sangat pas-pasan.
"Kadang anak saya memberi ongkos ke Purwokerto. Bahkan, Bu Jaksa juga pernah
`nyangoni` (memberi uang saku, red.) saya sebesar Rp50 ribu," kata nenek tujuh anak
dan belasan cucu ini.
Kendati demikian, hal itu bukan penghalang bagi Minah untuk menjalani pemeriksaan
hingga persidangan di pengadilan karena hal itu demi melepaskan diri dari jeratan

hukum.
Kasus yang dihadapi Minah hanya segelintir permasalahan hukum yang dihadapi rakyat
kecil. Hanya karena tiga butir buah kakao, Minah harus menghadapi vonis pengadilan.
Vonis yang dihadapi Minah tak sebanding dengan harga kakao yang konon dicurinya.
Harga satu kilogram kakao basah saat ini sekitar Rp7.500. "Itu kalau biji kakao telah
dikerok dari buahnya," kata Amanah (70), kakak Minah.
Menurut dia, dari tiga butir buah kakao hanya menghasilka tiga ons biji kakao basah.
"Jika dijual, harganya sekitar Rp2.000," katanya.
Akan tetapi dalam dakwaan yang ditujukan kepada Minah, jumlah kerugiannya
mencapai Rp30 ribu atau Rp10 ribu per butir.
Dia mengaku heran terhadap dakwaan yang ditujukan kepada adiknya karena selama
ini dalam pemberitaan di televisi, banyak pelaku tindak pidana korupsi yang
menggerogoti keuangan negara ratusan juta hingga miliaran rupiah, hanya dituntut
hukuman maupun vonis yang ringan.