Anda di halaman 1dari 1

PROSEDUR

Dididihkan 100 mL aquadest didalam gelas kimia 500 mL. Lalu dihaluskan bahan simplisia
menjadi serbuk kasar (ukuran ayakan no. 1250) dan kemudian ditimbang dengan tepat
sebanyak 1 gram. Dimasukkan simplisia ke dalam gelas kimia 500 mL yang berisi 100 mL
aquadest mendidih, dibiarkan mendidih selama 30 menit. Setelah itu didinginkan kemudian
disaring. Ditampung filtrate ke dalam labu takar 100 mL, kemudian digenapkan volume
hingga 100 mL dengan penambahan aquadest melalui kertas saring. Dibuat satu seri
pengenceran dalam tabung reaksi bertutup sebagai berikut :
No. Tabung
Rebusan Simplisia (mL)
Aquadest (mL)

1
1
9

2
2
8

3
3
7

4
4
6

5
5
5

6
6
4

7
7
3

8
8
2

9
9
1

10
10
-

Lalu ditutup tabung reaksi dan dikocok kearah memanjang selama 15 detik dengan frekuensi
2 kocokan per detik. Dibiarkan selama 15 menit dan diukur tinggi busa. Kemudian dilakukan
analisis sebagai berikut :
a) Jika tinggi busa pada setiap tabung kurang dari 1 cm, maka indeks busanya kurang
dari 100
b) Jika tinggi busa 1 cm terdapat pada salah satu tabung, maka volume dekokta (rebusan)
bahan tumbuhan dalam tabung tersebut ditetapkan sebagai parameter a yang
nantinya akan digunakan untuk menentukan indeks busa
c) Namun jika terpilih merupakan tabung nomor satu atau nomor dua dari seri tersebut,
maka harus dilakukan pengenceran kembali yang lebih rinci untuk mendapatkan hasil
yang lebih akurat
d) Jika tinggi busa pada setiap tabung lebih dari 1 cm, maka indeks busanya lebih dari
1000. Dalam hal ini ulangi pengujian dengan menggunakan rangkaian seri baru dari
dekokta untuk mendapatkan hasil
Setelah dilakukan analisis, dihitung indeks pembusaan.