Anda di halaman 1dari 6

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

Resensi Novel
IDENTITAS BUKU
Judul

: Kau, Aku dan Sepucuk


Angpau Merah

Penulis

: Tere Liye

Penerbit

: Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbitan : 2012


Cetakan ke III
Cetakan ke I : Januari 2012
Dimensi

: 20 cm

Tebal

: 512 halaman

ISBN

: 978-979-22-7913-9

Harga Buku

: Rp. 72.000,00

Organisasi Novel
Novel yang berjudul Kau, Aku, Dan Sepucuk Angpau Merah karangan Tere
Liye ini terdiri dari 37 bab, yaitu :

BAB. 1 RIWAYAT PEKERJAANKU


BAB. 2 PELAMPUNG VS SEPIT
BAB. 3 WASIAT BAPAK
BAB. 4 SEPIT BORNEO
BAB. 5 BARANG YANG TERTINGGAL DI SEPIT
BAB. 6 PERTEMUAN PERTAMA
BAB. 7 TURIS DARI KUCHING DAN ISTANA KADARIAH
BAB. 8 NAMAKU MEI, ABANG
BAB. 9 PERPISAHAN PERTAMA
BAB. 10 TETAP SEMANGAT, ABANG
BAB. 11 PETUAH CINTA ALA PAK TUA
BAB. 12 MONTIR BENGKEL
BAB. 13 UANG RECEH DAN BUKU TELEPON
BAB. 14 RUANG TUNGGU KLINIK ALTERNATIF
BAB. 15 JALAN-JALAN DI SURABAYA
BAB. 16 SATPAM RUMAH YANG GALAK

Syarifah Meutiah Eka Sari (11140162000060)

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

BAB. 17 KISAH CINTA BANG TOGAR


BAB. 18 TEMAN SEJATI
BAB. 19 KEJUTAN! MEI KEMBALI
BAB. 20 SEPOTONG COKLAT YANG TERTOLAK
BAB. 21 JANJI YANG TIDAK DITEPATI
BAB. 22 DOKTER SARAH DAN KENANGAN LAMA
BAB. 23 HADIAH BUKU SELALU SPESIAL
BAB. 24 TEMPAT DUDUK KOSONG DI SEPIT
BAB. 25 BERBAIKAN
BAB. 26 BANGKIT KEMBALI DAENG
BAB. 27 JAKET DAN STIKER
BAB. 28 BERHENTILAH MENEMUIKU
BAB. 29 TETAPI KENAPA?
BAB. 30 PESTA PERNIKAHAN
BAB. 31 BERASUMSI DENGAN PERASAAN
BAB. 32 LOMBA BALAB SEPIT
BAB. 33 PESAN SECARIK KERTAS
BAB. 34 MEI MEMUTUSKAN PERGI
BAB. 35 HAMPIR ENAM BULAN MEI PERGI
BAB. 36 HAMPIR SETAHUN MEI PERGI
BAB. 37 KAU, AKU, DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH

Syarifah Meutiah Eka Sari (11140162000060)

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

SINOPSIS NOVEL
Novel ini mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang pemuda
sederhana bernama Borno. Borno adalah seorang pengemudi sepit (perahu kayu
bermesin tempel yang berfungsi untuk menyebrangkan penumpang di Sungai
Kapuas),

setelah

sebelumnya

dia

mencoba

berbagai

pekerjaan.

Dari

mengemudikan sepit inilah dia bertemu dengan cinta pertamanya, Mei. Mei,
seorang gadis berwajah sendu yang cantik.
Semua berawal dari Angpau Merah yang terjatuh di sepit Borno yang
kemungkinan besar adalah milik Mei. Pertemuan mereka di sepit itu, merupakan
awal kisah cinta Borno dan Mei. Pertemuan pertama mereka berakhir Perpisahan.
Adalah saat Mei pulang ke Surabaya. Tapi Perpisahan itu mengantarkan pada
Pertemuan mereka yang lain. Mereka dipertemukan lagi oleh Takdir. Borno pergi
ke Surabaya untuk mengantar Pak Tua berobat. Mereka harus berpisah lagi. Borno
kembali ke Pontianak. Takdir, Kebetulan atau apalah namanya kembali
mempertemukan mereka berdua di kota kelahiran mereka, Pontianak. Pontianak
pula, yang membuat hubungan mereka semakin akrab. Hingga pada suatu saat,
Pontianak pula yang membuat hubungan mereka renggang. Mei mengingkari
janjinya sendri dan menghilang. Atau lebih tepatnya susah dan tidak ingin
ditemui.
Perpisahan itu datang dan mereka berdua benar-benar berpisah kali ini.
Yaitu saat Mei kembali lagi ke Surabaya entah dengan alasan apa, Mei belum bisa
menjelaskan. Mei membutuhkan waktu entah berapa lama untuk memberikan
penjelasan yang dibutuhkan Borno. Sebelumnya, Mei engatakan pada Borno
bahwa jangan temui dia lagi, karena pada akhirnya mereka berdua akan saling
menyakiti. Entahlah, Borno belum mengerti maksud Mei. Borno dibuat bingung
dengan sikap Mei. Mei benar-benar pergi disaat Borno telah berhasil
mengungkapkan perasaannya pada Mei. Mei menghilang lagi, untuk kesekian
kalinya. Menghilang dari kehidupan Borno. Sebelum pergi, Mei berpesan pada
Borno untuk menjalani hidupnya dengan bahagia, mengembangkan bengkelnya
dan membuka hatinya untuk gadis lain.

Syarifah Meutiah Eka Sari (11140162000060)

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

Borno melanjutkan kehidupannya. Borno menjalankan semua pesan Mei,


kecuali satu, membuka hatinya untuk gadis lain. Kehidupan yang dijalani Borno
tidak hanya sebatas dunianya dengan Mei. Ada kisahnya menjadi seorang
pengemudi sepit, jatuh bangun mendirikan usaha bengkel, pertemuannya dengan
gadis lain bernama Sarah. Dia adalah seorang dokter gigi, putri dari penerima
donor jantung dari Bapak Borno, sebelum Bapaknya meninggal. Kisahnya
bersama Pak Tua, Bang Togar, Andi sahabat terbaiknya, Koh Acong, Cik Tulani,
Ibunya dan kawan-kawan sesama pengemudi sepit. Orang-orang yang peduli dan
sayang pada Borno. Yang sudah mengisi hari-hari Borno sebelum, saat maupun
setelah Mei datang dalam kehidupan Borno.
Kisah Borno dan Mei di awali dan di akhiri dengan Angpau Merah. Dari
Angpau merah yang memperkenalkan mereka berdua hingga Angpau Merah yang
mengakhiri hubungan mereka. Angpau Merah yang menurut Borno tidak sengaja
dijatuhkan Mei di sepit Borno, ternyata memang sengaja dijatuhkan Mei. Angpau
Merah itu juga yang memberikan jawaban yang belum bisa dijelaskan langsung
oleh Mei terakhir kali mereka bertemu. Kembali ke saat Borno berusia 12 tahun,
saat Bapaknya tercinta meninggal karena tersengat ubur-ubur. Mama Mei adalah
dokter yang mengoperasi bapak Borno waktu itu. Mamanya yang memutuskan
apakah Bapak Borno telah meninggal atau belum secara medis. Seharusnya,
Bapak Borno masih bisa diselamatkan. Namun, karena tergiur dengan prestasi,
tinta emas, pujian jika berhasil melakukan operasi donor jantung itu, akhirnya
Bapak Borno dioperasi. Mama Mei merasa bersalah dan depresi hingga akhirnya
meninggal. Kenangan masa lalu Mama Mei masih dibawa Mei sampai sekarang.
Mei pun ikut merasa bersalah pada keluarga Borno. Mei merasa tidak pantas
menerima Cinta Borno.
Cinta melakukan tugasnya dengan baik. Borno, pemuda sederhana dengan
hati paling lurus di sepanjang tepian sungai Kapuas, memutuskan untuk tetap
mencintai Mei bahkan jikalau Borno beribu kali membaca surat dalam Angpau
Merah itu. Cinta telah meleburkan kebencian. Kebencian telah melebur bersama
cinta. Kehidupan Borno menjadi jauh lebih baik. Bengkel Borno maju pesat.

Syarifah Meutiah Eka Sari (11140162000060)

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN NOVEL


KEUNGGULAN

Banyak kelebihan-kelebihan yang didapatkan dalam novel ini. Mulai dari segi
kekayaan bahasa hingga kekuatan alur yang mengajak pembaca masuk dalam
cerita hingga merasakan tiap latar yang terdeskripsikan secara sempurna. Hal
ini tak lepas dari kecerdasan penulis memainkan imajinasi berfikir yang
dituangkan dengan bahasa-bahasa intelektual yang berkelas. Penulis juga
menjelaskan tiap detail latar yang membackgroundni adegan demi adegan,
sehingga pembaca selalu menantikan dan menerka-nerka setiap hal yang akan
terjadi. Selain itu, kelebihan lain daripada novel ini yaitu kepandaian Tere
Liye dalam mengeksplorasi dan mencungkil hal-hal istimewa dari kehidupan
yang tidak menarik perhatian. Novel ini juga menceritakan cinta pertama
yang begitu memukau, mengajari tetapi tidak menggurui.
KELEMAHAN
Pada dasarnya novel ini hampir tiada kelemahan. Hal itu disebabkan karena
penulis dengan cerdas dan apik menggambarkan keruntutan alur, deskripsi
setting, dan eksplorasi kekuatan karakter. Baik ditinjau dari segi kebahasaan
hingga sensasi yang dirasakan pembaca sepanjang cerita, novel ini dinilai
cukup untuk mengobati keinginan pembaca yang haus akan novel yang
bermutu.
Jikapun ada kelemahan dari novel ini, mungkin dikarenakan konfilk yang
hampir bisa ditebak oleh pembaca yang umumnya sudah sering membaca
novel karya Tere Liye. Dan bagi para remaja yang mungkin lebih sering
membaca novel teenlit maka mungkin akan merasa kesulitan bahasa sastra
yang ada di dalam novel ini.

Syarifah Meutiah Eka Sari (11140162000060)

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

KRITIK DAN SARAN

KRITIK
Menurut saya sebagai penulis resensi, novel ini sesungguhnya sangat
bagus untuk para kalangan sastrawan ataupun remaja yang menyukai
sastra. Namun disisi lain seharusnya penulis juga memikirkan bahwa
minat baca biasanya dimulai dari membaca buku-buku sederhana seperti
komik maupun novel. Dan juga konfilk yang berbelit-belit pada novel ini
terkadang membuat pembaca harus memainkan otak. Sehingga mungkin
beberapa pembaca kesulitan untuk memahami isi novel.

SARAN
Sebaiknya penulis novel lebih menyederhanakan bahasa sartra yang
digunakan agar dapat dimengerti oleh banyak kalangan. Terutama bagi
kalangan remaja yang sedang senang-senangnya mencari kegemaran. Dan
sebaiknya juga penulis novel tidak terlalu membuat konfilk yang terlalu
rumit agar pembaca tidak berfikir keras dalam memahami maksud dari isi
novel.

Syarifah Meutiah Eka Sari (11140162000060)