Anda di halaman 1dari 3

Sifat-Sifat Kebudayaan

1. Adaptif
Dalam banyak kebudayaan yang bertahan dan berkembang, terbukti bahwa
kebiasaan yang dimiliki oleh masyarakat disesuaikan dengan kebutuhan tertentu di
lingkungannya. Mengapa demikian? Tentu saja hal itu dilakukan agar masyarakatnya
dapat bertahan.
Kebudayaan bersifat adaptif artinya kebudayaan selalu mampu menyesuaikan diri.
Sifat adaptif ini akan melengkapi manusia pendukungnya dengan menyesuaikan diri
pada hal-hal seperti kebutuhan fisiologis badan mereka sendiri, lingkungan fisikgeografis, dan lingkungan sosial.
2. Integratif
Kebudayaan bersifat integratif, artinya kebudayaan memadukan semua unsur dan
sifat-sifatnya menjadi satu, bukan sekumpulan kebiasaan yang terkumpul secara acakacakan saja. Karena itulah kebiasaan yang dimiliki dalam suatu kebudayaan tidak
dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam kebudayaan lain.
Jika kita mendengar budaya yang tidak kita kenal, reaksi yang lazim adalah
mencoba membayangkan apakah budaya itu cocok untuk masyarakat kita.
Kebudayaan yang unsurnya bertentangan satu sama lain akan sulit,
bahkanmustihaluntuksecarabersamaanmempertahankan yang bertentangan.
Kebudayaan cenderung terdiri dari unsur-unsur yang dapat disesuaikan satu sama
lain. Perubahan pada satu unsure kebudayaan sering menimbulkan efek berantai pada
unsur lainnya dan kadang terjadi pada hal-hal yang tidak diduga sebelumnya.
Salah satucontohnya, RUU APP (Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi
dan Pornoaksi) yang hingga saat ini belum dapat disahkan karena masih banyak
pertentangan di dalam masyarakat. Pertentangan timbul karena ada perbedaan
pengertian di dalam masyarakat tentang apa yang dimaksud dengan pornoaksi.
Misalnya, apakah tradisi berpakaian seperti dalam budaya Papua, Jawa atau Bali
dianggap tidak sesuai dengan RUU APP?
3. Dinamis
Kebudayaan selalu berubah. Perubahan kebudayaan disebabkan karena sifat dari
kebudayaan itu sendiri yang sangat dinamis, terus bergerak, mengikuti dinamika
kehidupan social budaya masyarakat. Dinamika kehidupan social budaya terjadi
sebagai akibat dari interaksi manusia dengan lingkungan sekitar, penafsiranpenafsiran atau interpretasi yang berubah tentang norma-norma, dan nilai-nilai social
budaya yang berlaku.
Perubahan kebudayaan meliputi perubahan pada wujud budaya yang meliputi
tujuh unsur kebudayaan, yaitu bahasa, system pengetahuan, organisasi sosial, system
peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian, system religi, dan kesenian.
Yang paling spektakuler adalah perubahan yang terjadi di bidang teknologi. Hanya
dalam hitungan detik, teknologi terus berkembang. Kemajuan dalam bidang teknologi
mengubah berbagai tatanan kehidupan, baik dalam bidang politik, ekonomi, hukum,
organisasi, dan system social kemasyarakatan secara menyeluruh.
Dalam setiap kebudayaan selalu ada kebebasan tertentu pada individunya, yang
selanjutnya kebebasan itu memperlihatkan variasi dalam cara berperilaku.Variasi itu
pada akhirnya menjadi milik bersama yang kemudian menjadi kebudayaan baru.
Beberapa aspek lingkungan pun akhirnya ikut berubah dan beradaptasi dengan

kebudayaan yang baru. Unsur suatu kebudayaan tidak dapat dimasukkan kedalam
kebudayaan lain, tanpa mengakibatkan sejumlah perubahan pada kebudayaan yang
dimasuki.
Aspek kebudayaan yang dapat bertahan lama dan sulit berubah adalah nilai-nilai
atau norma. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, nilai-nilai dan norma pun
mulai bergeser juga. Hal ini tercermin jelas dalam cara berpakaian dan norma-norma
berpacaran di kalangan anak muda.
Kebudayaanmanusiabukanlahsuatuhal yang
bersifatsederhanadanhanyatimbulsekalisaja.Walaupunkebudayaanmasyarakat yang
satuberbedadengankebudayaanmasyarakatlainnya,
kebudayaantetepterintegrasikarenamerupakansekumpulancaraberperilaku yang
dimilikibersama.Secaraunik,
kebudayaanmencapaipenyesuaianpadalingkungantertentu.
CONTOH KASUS
Baayun maulida taubaayun anak adalah prosesi mengayun anak pada
peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi baayun anak merupakan tradisi
budaya suku Banjar di Kalimantan Selatan,
dalammenjagadanmenidurkanbayi.Masuknya Islam ke Kalimantan Selatan
meleburadatkebiasaanitumenjadibagiandaritradisimasyarakat Islam Banjar.
Dalamupacarabaayun, bayi-bayisecaraserentakdimasukkankedalamayunan,
seiringdenganpembacaansyair-syairAlhabsi.Harapannya,
semogapanjangumurdandiberikankesehatansertakeselamatandalammenjalanihidup.Sel
ainitu, anak yang diikutkandalamprosesiitudiharapkankelakmemilikiakhlak yang
mulia, seperti yang dicontohkanNabi Muhammad SAW.
Padaupacarabaayunmaulid, ayunandihiasijanurkelapa, kainbahalai (kain batik
yang panjang), dankainlainnya (sebanyaktiga
lapis).Setiappesertajugamembawapiduduk, yaknisesajiberupabatangtebu yang
dibuatsepertitangga, beras, gulamerah, garam, asam, uang,
sertaberbagaibentukanyamandaunkelapasepertiketupatburung.
Prosesibaayuniniseharusnyahanyaditunjukanuntukanak-anak,
namunbelakanganinijugabanyakdiikutioleh orang dewasa, bahkannenek-nenek.Seperti
yang terjadibeberapawaktulalu, saatprosesibaayundilaksanakan.Orang dewasa yang
kebanyakannenek-nenek, jugamasukdalamayunan.Alasanmereka,
sewaktukecilbelumpernahmengikuti ritual ini.Mereka pun memilikiharapan yang
samadenganbayi-bayi yang dimasukkandalambaayun,
yaitusemogapanjangumurdandiberikankesehatansertakeselamatandalammenjalanihidu
p.
Banyaknya orang tua yang
ikutprosesitersebutmembuattradisiinitidaklagidisebutbaayunanak,
tetapimenjadibaayun.Prosesiiniselaludisesakiwarga, baikwargaKalselsendiri,
Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, bahkanwarga Jakarta dan Bandung.
Merekaantaralainadalahsanaksaudaradarianakatau orang tua yang
mengikutibaayundanjugaparawisatawan.
Buku Islam danMasyarakatBanjarkaryaAlfaniDaudmenyebutkan,
kegiatanayunanaktakbisadipisahkandarikehidupanmasyarakatBanjar.Itusebabnya, ada
pula tradisi lain, sepertimengayunmadihin (baayundenganmelakukansyairmadihin),
ayunwayang (didahuluidenganpertunjukanwayang), ayuntopeng
(didahuluipertunjukantaritopeng).Literaturlainmenyebutkan,

kegiatanayunanakjugadikenaldengantradidiDayakMeratus.
Kegiatantersebutmenjadibagianupacaraaruhganal, pestaadat yang
dilaksanakansetahunsekalisesuaipanenpadiladang.
Sumber: www.kompas.com
DAFTAR PUSTAKA
Sare, Yuni.,dan P. Citra. 2006. Antropologi SMA/MA Kls XI. Jakarta: PT Grasindo