Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

SIFAT KALOGATIF LARUTAN

Anggota :
Dicky Wahyudi
Fitria Ahibba Linna
Rivaldi
Thalia Zati Bayani
Vivekananda

SMAN 5 PALANGKARAYA

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

LATAR BELAKANG
Di alam bebas, saat ditemukan suatu zat yang murni. Kebanyakan zat tersebut telah

tercampur dengan suatu sama yang lain, baik dalam bentuk homogen atau heterogen salah
satunya yaitu dalam bentuk larutan. Larutan merupakan campuran dua zat atau lebih yang
menyatu menjadi homogen.
Ada banyak hal yang menyebabkan larutan yang mempunyai sifat yang berbeda dengan
pelarutnya. Salah satu sifat terpenting dari larutan adalah sifat koligatif larutan. Sifat koligatif
larutan didefenisikan sebagai sifat fisik larutan yang hanya ditentukan oleh jumlah partikel
dalam larutan dan tidak tergantung pada jenis partikelnya.
Adanya zat pelarut di dalam pelarut menyebabkan perubahan sifat fisik pelarut dan
larutan tersebut. Sifat fisik yang mengalami perubahan misalnya, penurunan tekanan uap,
penurunan titik beku, kenaikan titik didih, dan tekanan osmosis keempat sifat tersebut
merupakan bagian dari sifat koligatif larutan.
1.2.
TUJUAN
Mempelajari titik beku larutan serta faktor yang mempengaruhinya.

BAB II
DASAR TEORI

Sifat dari suatu larutan ditentukan oleh jenis dan jumlah partikel zat terlarut. Sebagai
contoh, rasa asin dari larutan garam yang bertambah asin dengan bertambahnya jumlah
partikel garam yang larut. Demikian pula rasa manis dari larutan gula yang akan bertambah
manis dengan bertambahnya jumlah partikel gula yang larut. Namun demikian, ada beberapa
sifat larutan yang hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut. Ke dalam dua wadah
yang masing-masing berisi 100 ml air ditambahkan gula ke wadah yang satu dan garam ke
wadah lainnya dengan jumlah partikel yang sama. Hasil pengukuran dari masing-masing
larutan menunjukkan bahwa kedua larutan tersebut ternyata memiliki nilai penurunan
tekanan uap, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku yang sama relative terhadap
pelarut air. Berdasarkan hal tersebut, sifat larutan yakni penurunan tekanan uap, kenaikan
titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis yang hanya bergantung pada jumlah
artikel zat terlarutnya dikelompokkan bersama dan disebut sebagai sifat koligatif larutan.
Sifat koligatif larutan dibedakan untuk larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. Hal ini
dikarenakan kemampuan elektrolit untuk terionisasi atau terdisosiasi membentuk ion-ion di
dalam larutan, menyebabkan jumlah partikel zat terlarutnya menjadi lebih besar. Pada
percobaan kali ini, akan dibahas sifat koligatif larutan yang meliputi kenakan titik didih dan
penurunan titik beku.

Dengan mempelajari sifat koligatif larutan, kita dapat menjelaskan beberapa gejala atau
peri`stiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

Apabila memasak, mengapa bumbu ditambahkan setelah air mendidih?


Mengapa dalam pembuatan ice cream selalu ditambahkan garam?
Bagaimana zat-zat makanan dapat sampai keseluruh tubuh?
Mengapa pada musim dingin, jalan raya raya yang tertutup salju ditaburi
garam?

Mengapa pemberian pupuk buatan yang berlebihan pada tumbuhan dapat

menyebabkan tumbuhan mati?


Mengapa larutan infuse yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien harus
bersifat isatonisdengan sel-sel darah?

KENAIKAN TITIK DIDIH DAN PENURUNAN


TITIK BEKU
A. Titik Didih dan Titik Beku
Air dapat menguap pada suhu berapa saja dan tekanan uapnya akan
menigkat seiring kenaikan suhu. Tekanan uap menggambarkan
kecenderunagan cairan untuk menguap. Semakin besar besar tekanan uap,
maka semakin mudah zat itu menguap. Jika tekanan uap kurang dari
tekanan udara luar (tekanan dipermukaan cairan), uap hanya terbentuk dari
permukaan cairan. Namun, ketika tekanan uap cairan sama dengan
tekanan udara di permukaan, penguapan dapat terjadi diseluruh bagian
cairan. Uap yang terbentuk dapat naik dan pecah di permukaan. Keadaan
seperti itu disebut mendidih (gelembung yang terbentuk ketika air
mendidih adalah uap air.
Jadi, titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama
dengan tekanan di permukaan. Oleh karena itu, titik didih bergantung pada
tekanan di permukaan. Di permukaan laut(tekanan= 760 mmHg) air
mendidih pada suhu 100C karena pada suhu 100Ctekanan uap air sama
dengan 760 mmHg .
Adapun titik beku adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan
sama dengan tekanan uap padatannya. Pada tekanan 1 atm air membeku
pada oC karena pada tekanan uap air sama dengan tekanan uap es.
B. Titik Didih dan Titik Larutan
Larutan dri zat-zat yang sukar menguap mempunyai titik didih
lebih tinggi dan titi beku lebih rendahdari pada pelarutnya.

Selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarutnya


disebut kenaikan titik didih (Tb = boiling point elevation); sedangkan
selisih antara titik beku larutan disebut kenaikan titik beku larutan disebut
penurunan titik beku ( Tf= freezing point)
C. Hubungan konsentrasi dengan Tb dan Tf
Kenaikan titik didih maupun penurunan titik beku tidak bergantung
pada jenis zat terlarut, tetapi hanya pada konsentrasi partikel dalam
larutan. Oleh, karena itu , kenaikan titik didih dan penurunan titik beku
tergolang sifat koligatif.
Untuk larutan encer, kenaikan titik didih (Tb) maupun penurunan
titik beku (Tf) sebanding dengan kemolalan larutan.

Tb= Kb x
Tf= Kf x ..

Keterangan: Tb = kenaikan titik didih


Tf = penurunan titik beku
Kb = tetapan kenaikan titik didih molal
Kf = tetapan penurunan titik beku molal

= kemolalan larutan

Alat dan Bahan


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

6 buah Beaker glass 400 Ml


Thermometer digital
Pembakar Bunsen
Spritus
Es batu
Air
NaCl
Gula
Spatula

Cara Kerja
1. Kenaikan titik didih
- Ambil 3 gelas beaker
- Gelas beaker pertama isi dengan 200 mL air
- Gelas beaker kedua isi dengan 200 mL larutan gula 0,1 M
- Gelas beaker ketiga isi dengan 200 mL larutan NaCl 0,1 M
- Panaskan masing-masing gelas beaker sampai mendidih dan ukur suhunya
- Hasil pengukuran catat di lembar pengamatan
Larutan
Air murni
Gula 0,1 M
NaCl 0,1 M

Titik didih
96oC
94OC
98OC

2. Penurunan titik beku


- Ambil 500 mL es batu ukur suhunya
- Tambahkan satu sendok gula dan ukur kembali suhunya
- Tambahkan dua sendok gula dan ukur suhunya
- Ambil 500 mL es batu ukur suhunya
- Tambahkan satu sendok NaCl dan ukur suhunya
- Tambahkan dua sendok NaCl dan ukur suhunya
- Hasil pengamatan catat di lembar pengamatan
Larutan
Air murni
Gula 1 sendok
Gula 2 sendok

Titik beku

Dari hasil pengamatan jawab pertanyaan berikut :

Larutan
Air murni
Garam 1 sendok
Garam 2 sendok

Titik beku

1. Pada praktikum kenaikan titik didih urutkan larutan dari yang memiliki titik didih terendah
sampai yang tertinggi, larutan manakah yang memiliki titik didih tertinggi ? Jelaskan
mengapa demikian?
2. Pada praktikum penurunan titik beku, urutkan titik beku tertinggi ke yang terendah. Larutkan
manakah yang memiliki titik beku terendah?
3. Jelaskan kesimpulan mu!
Jawab :
1. Urutan larutan dari titik didih terendah sampai yang tertinggi adalah larutan gula 0,1 M, air
murni, dan NaCl 0,1 M. Larutan yang memiliki titik didih terendah adalah gula 0,1 M. Hal
itu dikarenakan

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN PRAKTIKUM
Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat pelarut,
tetapi hanya bergantung pada banyaknya partikel zat terlarut dalam larutan.Banyaknya partikel
zat dalam larutan di tentukan oleh konsentrasi larutan itu sendiri.Larutan sendiri adalah
campuran homogen, yaitu zat terlarut(solute) dan zat pelarut(solvent) dalam praktikum ini kami
munggunakan Glukosa(C6H12O6) dan garam dapur(NaCl) sebagai zat terlarut dan air murni(H2O)
sebagai pelarut.
Dari hasil percobaan yang telah di lakukan,masing zat mempunyai titik didih dan titik
beku yang berbeda.Tidak bergantung pada jenis zat terlarut.Semakin besar jumlah partikel zat
terlarut dalam larutan maka akan semakin kecil kenaikan titik didih,sedangkan jika jumlah
partikel zat terlarut besar makan akan semakin besar penurunan titik beku. Sebaliknya, semakin

kecil jumlah partikel zat terlarut dalam larutan maka akan semakin besar kenaikan titik didih
larutan dan semakin kecil penurunan titik bekunya.Pada percobaan di dapat data sebagai berikut :
A.Pembahasan Titik Beku Larutan
Larutan
Air murni
Gula 1 sendok
Gula 2 sendok

Titik beku
0oC
-10C
-20C

Larutan
Air murni
Garam 1 sendok
Garam 2 sendok

Titik beku
00C
-70C
< 6-100C

Dari Data percobaan titik beku larutan, dapat kita lihat Air murni memiliki penurunan
titik beku sebesar 00C.Glukosa(C6H12O6) sebanyak 1 sendok dengan Glukosa(C6H12O6) sebanyak
2 sendok mengalami perbedaan titik beku dikarenakan adanya perbedaan jumlah partikel pada
kedua larutan. Glukosa(C6H12O6) sebanyak 1 sendok memiliki jumlah partikel zat yang lebih
sedikit di banding Glukosa(C6H12O6) sebanyak 2 sendok. Sehingga penurunan titik beku
Glukosa(C6H12O6) sebanyak 1 sendok lebih kecil dibandingkan dengan Glukosa(C6H12O6)
sebanyak 2 sendok. Glukosa(C6H12O6) sebanyak sendok 1 sendok memiliki penurunan titik beku
sebesar -10C, sedangkan Glukosa(C6H12O6) sebanyak sendok 2 sendok memiliki penurunan titik
beku sebesar -20C.
Pada larutan garam dapur(NaCl) penurunan titik beku lebih besar di bandingkan dengan
larutan Glukosa(C6H12O6) , walaupun memiliki jumlah zat partikel yang sama. Hal ini disebabkan
karena garam dapur(NaCl) merupakan salah satu larutan elektrolit, dan larutan elektrolit
memiliki penurunan titik beku dan tik didik yang lebih besar dari larutan nonelektrolit.
Dikarenakan larutan elektrolit memiliki derajat ionisasi( = 1) sehingga mulai mengion yang
mengakibatkan jumlah partikel pada larutan elektrolit bertambah banyak, jadi semakin tinggi
penurunan titik bekunya.

B.Pembahasan percobaan titik didih larutan


Pada percobaan kenaikan titik didih larutan di peroleh data sebagai berikut :
Larutan
Air murni

Titik didih
960 C

Gula 0,1 M
NaCl 0,1 M

940C
980C

Pada data percobaan tersebut dapat dilihat bahwa kenaikan titik didih larutan dipengaruhi
oleh jumlah zat partikel dimana semakin besar jumlah zat partikel terlarut, maka kenaikan titik
didih akan semakin kecil. Seperti pada air murni(H2O) kenaikan titik didih adalah 960 C.Gula 0,1
M mengalami kenaikan titik didih 940C sedang NaCl yang merupakan zat elektrolit dengan ( = 1)

mengalami kenaikan titik didih 980C.

BAB V
PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Pada percobaan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa:
Makin besar molalitas suatu larutan maka akan semakin besar penurunan titik beku
larutan,sedangkan makin besar molalitas suatu larutan maka akan memperkecil

kenaikan titik didih larutan.


Makin kecil molalitas suatu larutan maka akan semakin besar kenaikan titik didih
larutan, sedangkan makin kecil molalitas suatu larutan maka akan memperkecil

penurunan titik didih larutan.


Titik beku pelarut murni air(H2O) lebih tinggi dibandingkan dengan titik beku zat

terlarut glukosa(C6H12O6) dan garam dapur(NaCl).


Pada konsentrasi yang sama, sifat koligatif larutan elektrolit memiliki nilai yang
lebih besar daripada sifat koligatif larutan nonelektrolit. Untuk konsentrasi yang sama

larutan elektrolit memiliki jumlah partikel lebih banyak daripada larutan

nonelektrolit.
Faktor yang memengaruhi kenaikan titik didih adalah konsentrasi dan harga kb.

1.2 Saran
Agar siswa dapat benar-benar memahami dan mengaplikasikan praktikum sifat

koligatif larutan tersebut guna pemahaman konsep siswa.


Dalam proses praktikum diharapkan siswa benar-benar menghitung secara detail
molal dan massa larutan guna mendapat hasil praktikum yang tepat.

Anda mungkin juga menyukai