Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Mikrobiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari kehidupan
makhluk yang bersifat mikroskopik. Mikrobiologi farmasi merupakan ilmu yang
mempelajari tentang peranan serta kehidupan mikroorganisme dalam bidang
farmasi.
Kualitas mikrobiologi dari suatu produk-produk farmasi dipengaruhi oleh
faktor lingkungan dimana produk-produk farmasi tersebut dibuat dan juga bahanbahan yang digunakan dalam pembutannya, keculai sediaan yang telah
disterilkan pada pengisian terakhir. Mikroflora pada produk akhir tersebut dapat
menunjukkan asal pencemara dari bahan-bahan yang digunakan, peralatan,
atmosfir, para pekerja atau

personalia atau, wadah yang membungkusnya

(kemasan). Beberapa kontaminan dapat bersifat patogen terhadap yang lainnya,


dan dapat tumbuh, bersama-sama dengan pengawet dan akhirnya dapat merusak
produk-produk tersebut. Beberapa mikroorganisme, dapat dimatikan dengan
cara-cara sterilisasi seperti cara pemanasan , tetapi masih tetap juga
meninggalkan sisa-sisa berupa pirogen atau sisa-sisa sel yang bersifat toksis,
karena pecahan-pecahan pirogen berupa lipid A yang berada dalam dinding sel,
tidak dihancurkan pada kondisi yang sama pada setiap mikroorganisme.
Banyak sekali bakteri yang sangat berperan dalam bidang industri,
misalnya Clostridium butiricum penghasil asam butirat, Propioni bacterium
penghasil asam propionat dan Acetobacter sp. Penghasil asam asetat,
Lactobacillus sp. digunakan untuk membuat yogurt, mentega, dan keju.
Clostridium acetobutylicum penghasil aseton butanol, Bacillus polymixia dan
Enterobacter aerogenes penghasil 2,3-butanadiol, Lactobacillus debruekki
penghasil asam laktat, Bacillus subtilis penghasil amilase dan protease,
Brevibacterium sp. penghasil asam glutamat sebagai bahan baku pembuatan
veksin, Micrococcus glutamicus penghasil lysine.

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

Mikroorganisme adalah organisme yang berukuran sangat kecil


sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroorganisme
dapat disebut mikroba atau jasad renik.

1. Ekologi Mikroorganisme
Sel-sel prokariotik mengadakan interaksi dengan sesamanya (dengan
prokariotik lain), dengan fungi, ganggang, tumbuhan, dan hewan. Reaksi
interaksi antara bakteri atau lawannya menghasilkan keadaan seperti berikut,
yaitu: tidak ada efek, efek menguntungkan, atau efek merugikan.
Dari ketiga macam keadaan tersebut dapat tercipta bermacam-macam
hubungan hidup, tetapi hubungan ini tidak selalu dapat ditentukan secara
tetap.Khususnya tidak dapat ditentukan interaksi semacam apa yang terjadi
antara populasi mikroba dalam ekosistem alam. Sebagian dari kesulitan untuk
menentukan interaksi mikroba itu terletak pada tidak adanya informasi
mengenai distribusi sel-sel tersebut secara individual dalam ekosistem dan
secara kelompok seringkali habitat mikroba tidak diketahui, sehingga hampir
tidak mungkin dapat menentukan sejauh mana dua spesies mikroba dapat
berinteraksi, misalnya dalam tanah.
Untuk menentukannya, dilakukan eksperimen pembiakan secara teliti
dengan menumbuhkan dua populasi dalam biakan campuran, tetapi hasilnya
masih diragukan karena situasi eksperimen mungkin sangat berbeda dengan
keadaan alam sebenarnya yang tidak pernah diketahui.
2. Pola Dan Aspek Ekologi
Ciri kehidupan yang menonjol adalah adanya saling ketergantungan
antar organisme Jadi dapat dikatakan bahwa tidak ada organisme dapat
bertahan hidup tanpa bantuan dari bentuk kehidupan lain. Di alam bebas kita
berkumpul di dalam suatu medium yang sama, misalnya di dalam tanah, di
dalam kotoran hewan, di dalam sampah-sampah, di dalam kubangan dan lain
sebagainya.
Lokasi atau tempat tinggal yang spesifik dari suatu organisme disebut
habitat, sedangkan suatu peranan atau fungsi yang spesifik dalam komunitas

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

disebut niche. Adapun beberapa habitat alam dari mikroorganisme tersebut


adalah sebagai berikut:
1) Tanah
Tanah merupakan sumber yang kaya akan mirkoorganisme.
Kebanyakan mikroorganisme di sini bersifat apatogfen bagi manusia.
Bakteri pathogen yang terdapat di tanah adalah: Clostridium tetani,
Clostridium perfringens, Clostridium botulinum, Bacillus anthracis.
2) Air
Kebanyakan air tawar dan laut mengandung mikroorganisme.
Mikroorganisme pathogen di air adalah: Salmonella dan Shigella sp.,
Vibrio cholrae, Legionella, Entamoeba histolytica, Escherichia coli.
3) Udara
Walaupun mikroorganisme sering ditemukan di udara, namun
tidak berkembang biak di udara. Udara dalam ruangan mungkin
mengandung bakteri dan virus pathogen yang berasal dari kulit,
tangan, pakaian dan terutama dari saluran napas atas manusia.
4) Makanan
Susu dari sapi normal yang diperah secara asepsis masih
mengandung 100 1000 mikroorganisme non pathogen per milliliter,
dan kadang terdapat mikroorganisme pathogen yang mungkin berasal
dari

sapi

yang

Mycobacterium

sakit

atau

tuberculosis,

dari

proses

pemerahan,

Salmonella,

seperti:

Streptococcus,

Corynebacterium diptheriae, Shigella, Brucella dan Staphylococcus


penyebab keracunan makanan.
Interaksi mikroorganisme adalah hubungan timbal balik antara
mikroba dengan mikroba lainnya maupun dengan organisme yang lebih
tinggi. Tidaklah mudah untuk menyelidiki pengaruh atau hubungan hidup
antar spesies itu, namun pengaruh timbal balik itu pastilah ada, karena
suatu spesies yang mencerna suatu zat makanan akan menimbulkan
perubahan kimia dalam komposisi substrat, seperti mengurangi persediaan

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

oksigen, mengubah pH, dan lain-lain yang mempengaruhi kehidupan spesies


yang lain. Pengaruh itu mungkin bersifat baik, mungkin bersifat buruk,
mungkin juga tidak mempunyai efek sama sekali.
Hubungan timbal balik antar makhluk hidup (mikroorganisme)
tersebut dapat dibedakan sebagai berikut:
1) Netralisme (tidak saling mengganggu)
Sangat boleh jadi di dalam tanah atau di dalam kotoran hewan
terdapat banyak makhluk hidup yang dapat hidup bersama dengan
tidak saling merugikan, tetapi juga tidak saling menguntungkan.
Meskipun di dalam satu medium yang sama, namun masing-masing
spesies memerlukan zat-zat yang berbeda sehingga tidak perlu ada
perebutan zat makanan. Baik terpisah maupun terkumpul, mereka
dapat hidup sendiri-sebndiri. Hubungan yang demikian itu disebut
netralisme.
2) Kompetisi (Persaingan)
Kebutuhan akan zat makanan yang sama dapat menyebabkan
terjadinya persaingan antar spesies. Sebagai contoh, bila persediaan
oksigen dalam suatu medium berkurang, maka bakteri aerob akan
dikalahkan oleh bakteri fakultatif anaerob. Jika persediaan oksigen
habis sama sekali, maka pertumbuhan bakteri fakultatif anaerob tadi
akan berhenti, sedangkan bakteri anaerob akan tumbuh dengan subur.
Pada umumnya bahwa dua spesies yang hidup bersaing akan saling
merugikan, jika ditumbuhkan di dalam suatu tempat yang sama, dan
akhirnya yang menanglah yang dapat bertahan sedangkan yang kalah
akan punah.
3) Antagonisme (hidup berlawanan)
Antagonisme menyatakan suatu hubungan yang asosial.
Spesies yang satu menghasilkan sesuatu yang meracuni spesies yang
lain, sehingga pertumbuhan spesies yang terakhir sangat terganggu
karenanya. Beberapa bentuk antagonisme diantaranya adalah antara
Streptococcus lactis dan Bacillus subtilis atau Proteus vulgaris. Jika

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

ketiga spesies tersebut ditumbuhkan bersama-sama di dalam suatu


medium, maka pertumbuhan Bacillus dan Proteus akan segera
tercekik

karena

adanya

asam

susu

yang

dihasilkan

oleh

Streptococcus lactis. Pseudomonas aeruginosa menghasuilkan suatu


pigmen biru piosianin yang merupakan racun bagi beberapa spesies
bakteri dan juga beberapa hewan. Selanjutnya semua pengobatan
penyakit infeksi dengan menggunakan antibiotic didasarkan atas
antagonisme.
4) Mutualisme
Mutualisme adalah suatu bentuk simbiosis antara dua spesies
dimana masing-masing yang bersekutu mendapatkan keuntungan.
Misalnya bakteri yang hidup di dalam usus memperoleh nutrient dari
makanan yang terdapat di usus. Sebaliknya bakteri dapat
menghasilkan zat yang berguna bagi tubuh manusia, seperti vitamin
K.
5) Komensalisme
Jika dua spesies hidup bersama kemudian spesies yang satu
mendapatkan keuntungan, sedangkan spesies yang lain tidak
diragukan olehnya, maka hubungan hidup antara kedua spesies itu
disebut komensalisme. Spesies yang beruntung disebut komensal,
sedangkan spesies yang memberikan keuntungan disebut inang
(hospes). Hubungan hidup yang terdapat antara Saccharomyces dan
Acetobacter merupakan suatu contoh komensalisme. Saccharomyces
menghasilkan alcohol yang tidak diperlukan lagi, sedangkan alcohol
ini merupakan zat makanan yang mutlak bagi Acetobacter. Dan di
dalam usus tebal hewan maupun manusia banyak terdapat bakteri
yang hidup sebagai komensal.
6) Parasitisme
Jika satu pihak dirugikan sementara ia sendiri mendapatkan
untung disebut parasitisme. Bila parasit hidup di dalam jaringan atau
sel hospes, maka disebut endoparasit (=infeksi). Bila hidupnya pada

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

permukaan

kulit

maka

disebut

ektoparasit

(=infestasi).

Hubungan yang ada antara virus (Bakteriofage) dengan bakteri itu


suatu hubungan yang hanya menguntungan virus saja. Virus tidak
dapat hidup di luar bakteri atau sel hidup lainnya. Sebaliknya, bakteri
atau sel lainnya yang menjadi hospes akan mati karenanya.
Kehidupan parasit berarti kematian hospes.
Suatu aspek ekologi bakteri yang penting adalah kesanggupan sel-sel
itu melekat pada benda-benda padat. Karena suatu cirri ekosistem alam
menunjukkan bahwa bakteri jarang ditemukan mengambang bebas dalam air.
Bakteri biasanya ditemukan melekat pada partikel-partikel tanah dan sisasisa bahan organik dalam tanah, bahan-bahan organik yang tersuspensi
dalam air laut, air danau, batu-batuan dalam sungai, kulit, gigi, membrane
epithelium hewan dan manusia serta pada kutikula tumbuhan.
Salah satu contoh dari adhesi spesifik yang tidak ada sangkut pautnya
dengan enzim adalah bakteri yang membentuk bercak (plaque) pada gigi.
Streptococcus mutans menghasilkan dekstran (suatu polimer glukosa) yang
mengikat sel itu bersatu dan memungkinnya melekat sangat kuat pada
hidrosi apatit dari email gigi.
Inokulasi Streptococcus mutans pada hewan bebas kuman ini
mendapat karies dentis. Dalam keadaan normal, bakteri ini biasa ditemukan
pada gigi berkaries. Streptococcus mutans dapat membentuk dekstran bila
terdapat sukrosa dalam makanannya, akibatnya gigi akan rusak membusuk.
Menghindarkan gula dalam diet atau perawatan dengan dekstranase dapat
mencegah kolonisasi Streptococcus mutans, tetapi tidak seluruhnya
menghindarkan karies, karena ada bakteri lain yang juga menyebabkan
karies.
Tiap-tiap makhluk hidup itu keselamatannya sangat tergantung menurun.
Kehidupan bakteri tidak hanya di pengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan akan
tetapi juga mempengaruhi keadaan lingkungan. Misal, bakteri termogenesis

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

menimbulkan panas di dalam media tempat ia tumbuh. Bakteri dapat pula


mengubah pH dari medium tempat ia hidup, perubahan ini disebut perubahan
secara kimia.
Adapun faktor-faktor lingkungan dapat di bagi atas faktor-faktor biotik
dan faktor-faktor abiotik. Faktor-faktor biotik terdiri atas mahluk-mahluk hidup,
sedang faktor-faktor abiotik terdiri dari faktor-faktor alam (fisika) dan faktorfaktor
kimia.
1. Faktor-Faktor Abiotik.
Faktor abiotik adalah faktor yang dapat mempengaruhi kehidupan yang
bersifat fisika dan kimia. Di antara faktor-faktor yang perlu di perhatikan ialah
suhu, pH, tekanan osmose, pengeringan, kelembaban, tegangan muka dan daya
oligodinamik.
a. Suhu
Masing-masing

mikrobia

memerlukan

suhu

tertentu

untuk

hidupnya. Suhu pertumbuhan suatu mikrobia dapat di bedakan dalam suhu


minimum, optimum dan maksimum. Berdasarkan atas perbedaan suhu
pertumbuhannya dapat di bedakan mikrobia yang psikhrofil, mesofil, dan
termofil. Untuk tujuan tertentu suatu mikrobia perlu di tentukan titik
kematian termal (thermal death point) dan waktu kematian termal (thermal
death time)- nya.
Daya tahan terhadap suhu itu tidak sama bagi tiap-tiap spesies. Ada
spesies yang mati setelah mengalami pemanasan beberapa menit di dalam
cairan medium pada suhu 60C, sebaliknya ,bakteri yang membentuk spora
seperti genus Bacillus dan Clostridium itu tetap hidup setelah di panasi
dengan uap 100C atau lebih selama kira-kira setengah jam. Untuk
sterilisali, maka syaratnya untuk membunuh setiap spesies untuk
membunuh setiap spesies bakteri ialah pemanasan selama 15 menit dengan
tekanan 15 pound serta suhu 121C di dalam autoklaf.
b. PH
Mikrobia dapat tumbuh baik pada daerah pH tertentu, misalnya
untuk bakteri pada pH 6,5 7,5; khamir pada pH 4,0 4,5 sedangkan

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

jamur dan aktinomisetes pada daerah pH yang luas. Setiap mikrobia


mempunyai pH minimum, optimum dan maksimum untuk pertumbuhanya.
Berdasarkan atas perbedaan daerah pH untuk pertumbuhanya dapat
dibedakan mikrobia yang asidofil, mesofil ( neutrofil ) dan alkalofil. Untuk
menahan perubahan dalam medium sering ditambahkan larutan bufer. pH
optimum pertumbuhan bagi kebanyakan bakteri antara 6,5 dan 7,5. Namun
beberapa spesies dapat tumbuh dalam keaadaan sangat masam atau sangat
alkalin, bila bakteri di kuitivasi di dalam suatu medium yang mula-mula
disesuaikan pHnya misal 7 maka mungkin pH ini akan berubah sebagai
akibat adanya senyawasenyawa asam atau basa yang dihasilkan selama
pertumbuhannya.
c. Kelembaban
Mikroorganisme mempunyai nilai kelembaban optimum. Pada
umumnya untuk pertumbuhan ragi dan bakteri diperlukan kelembaban
yang tinggi diatas 85C, sedangkan untuk jamur dan aktinomises
diperlukan kelembaban yang rendah dibawah 80C.
d. Tekanan Osmose
Pada umumnya larutan hipertonis menghambat pertumbuhan karena
menyebabakan plasmolisis. Beberapa jasad dapat menyesuaikan

diri

terhadap tekanan osmose yang tinggi.


e. Tegangan muka
Tegangan muka mempengaruhi cairan sehingga permukaan cairan
itu menyerupai membran yang elastik. Demikian juga permukaan cairan
yang menyelubungi sel mikrobia. Tekanan dari membran cairan ini di
teruskan ke dalam protoplasma sel melalui dinding sel dan membran
sitoplasma,

Sehingga

dapat

mempengaruhi

kehidupan

mikrobia.

Kebanyakan bakteri lebih menyukai tegangan muka yang relatif tinggi.


Tetapi adapula yang hidup pada tegangan muka yang relatif rendah.
Misalnya bakteri-bakteri yang hidup dalam saluran pencernaan. Sabun
mengurangi

ketegangan

permukaan,

dan

oleh

karena

itu

dapat

menyebabkan hancurnya bakteri. Diplococcus pneumoniae sangat peka

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

terhadap sabun. Empedu juga mempunyai khasiat seperti sabun; hanya


bakteri yang hidup di dalam usus mempunyai daya tahan terhadap empedu.
Bolehlah dikatakan pada umumnya, bahwa bakteri yang Gram negatif lebih
tahan terhadap pengurangan (depresi) tegangan permukaan daripada
bakteri yang Gram positif.
f. Daya oligodinamik
Ion-ion logam berat seperti Hg++ , Cu++ , Ag++ dan Pb++ pada
kadar yang sangat rendah bersifat toksis terhadap mikrobia. Karena ion-ion
tersebut dapat bereaksi dengan bagian-bagian penting dalam sel. Daya
bunuh logam-logam berat pada kadar yang sangat rendah ini di sebut daya
oligodinamik. Garam dari beberapa logam berat seperti air rasa dan perak
dalam jumlah yang kecil saja dapat membunuh bakteri, daya mana di sebut
oligodinamik
2. Faktor-Faktor Biotik
Faktor-faktor biotik ialah faktor-faktor yang disebabkan jasad
(mikrobia) atau kegiatannya yang dapat mempengaruhi kegiatan (pertumbuhan)
jasad atau mikrobia lain.
Faktor-faktor tersebut antara lain ialah adanya asosiasi atau kehidupan
bersama diantara jasad. Asosiasi dapat dalam bentuk komensalisme,
mutualisme, parasitisme, simbiose, sinergisme, antibiose dan sintropisme
a. Komensalisme
Merupakan asosiasi yang sangat renggang, dimana salah satu jenis
mendapatkan keuntungan sedang lainnya tidak mendapat keuntungan atau
kerugian.
b. Mutualisme
Merupakan bentuk assosiasi dimana masing-masing jenis mendapat
keuntungan. Sering simbiosis dipakai untuk menyatakan bentuk assosiasi
yang mutualistik, tetapi sekarang orang lebih banyak menggunakan istilah
mutualisme. Sebagai contoh mutualisme antara bakteri Rhizobium dengan
polong-polongan.
c. Parasitisme

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

Merupakan bentuk assosiasi diantara parasit dengan jasad inang.


Jasad parasit yang obligat dapat merusak jasad inang dan pada akhirnya
memusnahkan. Keadaan ini akan dapat pula memusnahkan (melenyapkan)
parasitnya sendiri, karena jasad inang sebagai sumber kehidupannya.
d. Simbiosis
Simbiosis ialah asosiasi antara dua atau lebih jasad (mikrobia) di
mana satu jenis (spesies) di antara jasad yang berasosiasi tersebut mendapat
keuntungan, Sedangkan jasad yang lain mungkin mengalami kerugian atau
tidak, tergantung pada macamnya simbiose. Simbiose dapat dibedakan tiga
macam, ialah komensalisme, mutualisme, dan parasitisme.
e. Sinergisme
Sinergisme ialah suatu bentuk asosiasi yang menyebabkan
terjadinya suatu kemampuan untuk melakukan perubahan kimia tertentu
dalam suatu subtrat atau medium. Tanpa sinergisme masing-masing
mikkrobatidak mampu melakukan perubahan tersebut.
f. Antibiosis
Antibiosis disebut juga antagonisme atau amensalisme ialah suatu
bentuk asosiasi antara jasat (mikkroba) yang menyebabkan salah satu pihak
dalam asosiasi tersebut terbunuh. tErhambat pertumbuhannya atau
mengalami

gangguan-gangguan

yang

lain.

Contohnya

adanya

pembentukan toksindan sat-sat antibiotika oleh salah satu mikroorganisme


pada suatu asosiasi.
g. Sintropisme
Sintropisme disebut juga nutrisi bersama atau mutualnutrition ialah
bentuk asosiasi yang lebih komplek . sebab biasanya terdiri atas berjenisjenis mikroorganisme yang satu dengan yang lainnyaakan saling
menstimulasi kegiatan {pertumbuhan}-nya misalnya mikrobia jenis
pertama akan menguraikan suatu subtrad yang hasilnya dapat digunakan
dan di uraikan oleh mikrobia jenis kedua dan yang hasil hasilnya dapat
digunakan oleh mikrobia jenis ketiga dan seterusnya yang hasil hasilnya
akhirnya dapat menstimulasi kegiatan mikrobia jenis pertama.

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

B. TUJUAN
Memahami pengetahuan tentang pengaruh ekologi dari mikroba yang
berpotensi pada bidang industri farmasi, dan Lingkungannya.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Mikroorganisme
Mikroorganisme adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga
tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroorganisme dapat disebut
mikroba atau jasad renik. Tanah yang subur mengandung lebih dari 100 juta
mikroorganisme per gram tanah. Produktivitas dan daya dukung tanah tergantung
pada aktivitas mikroorganisme tersebut. Sebagian besar mikroorganisme tanah
memiliki peranan yang menguntungkan, yaitu berperan dalam menghancurkan
limbah organik, siklus hara tanaman, fiksasi nitrogen, pelarut posfat, merangsang
pertumbuhan, biokontrol patogen, dan membantu penyerapan unsur hara.
Organisme tanah berperan penting dalam mempercepat penyediaan hara
dan juga sebagai sumber bahan organik tanah. Penambahan bahan organik dalam
tanah akan menyebabkan aktivitas dan populasi mikrobiologi dalam tanah
meningkat, terutama yang berkaitan dengan aktivitas dekomposisi dan
mineralisasi bahan organik. Mikroorganisme tanah sangat nyata perannya dalam
hal dekomposisi bahan organik pada tanaman tingkat tinggi. Dalam proses
dekomposisi sisa tumbuhan dihancurkan atau dirombak menjadi unsur yang
dapat digunakan tanaman untuk tumbuh.
B. Pengaruh Ekologi Mikroorganisme Terhadap Industri Farmasi
Mikroorganisme lebih sering digunakan untuk menghasilkan enzim seperti
enzim amylase yang digunakan untuk membuat bir, roti, dan memproduksi tekstil. serta
enzim protease yang digunakan untuk mengempukan daging, melunakan kulit, membuat
detergen dan keju.

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

Mikrobiologi farmasi modern berkembang setelah perang dunia ke-II dengan


dimulainya produksi antibiotic. Suplai produk farmasi dunia termasuk antibiotic, steroid,
vitamin, vaksin, asam amino,enzim, dan hormone manusia diproduksi dalam jumlah
besar oleh mikroorganisme. streptomyces hydroscopius memiliki strain yang berbeda
untuk membuat hamper 200 antibiotik yang berbeda.Antibiotik pada dasarnya dibuat
dalam skala industri dengan cara menginokulasikan spora dari kapang dalam suatu
media pertumbuhan dan menginkubasinya dalam aerasi yang baik.setelah mencapai
konsentrasi yang cukup, larutan diekstraksi, dipresitipasi dan diperlakukan dengan
prosedur standar industry lainnya.

Industri farmasi telah menggunakan bakteri untuk produksi vaksin dan


antibiotik. Banyak antibiotik yang dibuat oleh bakteri yang hidup di tanah,
seperti Tetracycline, erythromycin dan streptomycin. Vaksin yang diproduksi
untuk melawan penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri, dibuat dari bagian
bakteri yang menyebabkan penyakit tersebut. Dipteri, tetanus dan pertusis telah
hilang dari beberapa negara maju karena penggunaan vaksin yang disebarluaskan
untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut. Vaksin untuk demam thypoid dan
kolera memiliki dampak yang sangat besar terhadap kualitas hidup di negara
berkembang, karena mereka menghadirkan biaya yang relatif murah untuk
mencegah penyakit tersebut.
Adapun pengaruh ekologi mikroorganisme terhadap industri
ialah

Bahan

yang

digunakan,

Peralatan,

farmasi

Personalia/pekerja,

Atmosfir/Lingkungan, perlindungan pakaian,


a. Atmosfir/lingkungan
Sebenarnya udara bukan merupakan lingkungan yang cocok untuk
pertumbuhan dan reproduksi mikroorganisme. Kalau tidak mengandung
sejumlah air dan Zat-zat nutrisi yang dibutuhkan suatu mikroorganisme untuk
tumbuh. Walaupun setiap contoh udara tetap mengandung sejumlah
mikroorganisme seperti bakteri, fungi, tetapi untuk

mempertahankan

hidupnya harus mereka dapat bertahan dalam keadaan kering.

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

Jenis mikroorganisme yang biasa terdapat didalam udara adalah


bentuk-bentuk spora dari bakteri Bacillus Sp. Bakteri-bakteri yang tidak
berspora seperti Streptococcus Sp.
Jumlah mikroorganisme pada atmosfir atau udara tergantung pada
aktivitas disekitar dan debu yang dalam udara atau atmosfir tersebut. Pada
tempat-tempat mesin sedang bekerja, dan para pekerja sedang bekerja, akan
mempunyai total mikroorganisme yang tinggi disbanding tempat-tempat yang
tidak ada kegiatan. Demikian juga halnya pada ruang-ruang yan g tidak tertata
rapih akan mempunyai total mikroorganisme yang lebih banyak dari pada
ruangan-ruangan yang bersih.
Disamping itu jumlah udara dalam udara pada suatu tempat juga
dipengaruhi oleh kelembaban . atmosfir yang basah atau beruap biasanya
mengandung jumlah mikroorganisme

sedikit jika dibandingkan dengan

atmosfir yang kering, salah satu alasannya karena kontaminan tersebut


terbawa turun oleh titik uap air. Maka penyimapanan pada keadaan dingin
biasanya jumlah mikroorganismenya sedikit dan pada umumnya pada musim
yang dingin basah udara tidak terkontaminasi dibandingkan dengan udara
pada keadaan panas/ kering.
b. Peralatan
Tiap bagian peralatan yang digunakan dalam suatu pabrik atau
pengemasan suatu sediaan farmasi

pasti mempunyai sudut-sudut tertentu

dimana mikroorganisme dapat berkembang biak dan secara berkala dilakukan


pengujian.
Hal-hal yang perlu dilakukan yang berhubungan dengan peralatan
di pabrik sesuai petunjuk umum untuk mengurangi resiko pembentukan
koloni mikroorganisme sebagai berikut ;
Seluruh peralatan harus mudah dibuka dan dibersihakan.
Seluruh permukaan yang berhubungan langsung sediaan harus licin
atau rata dan sambungan-sambungan yang mengelilinginya atau
terletak miring, perlu selalu dibersihkan dengan zat anti mikroba yang
cocok untuk menghindari terjadinya pertumbuhan mikroorganisme.

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

Semua sistem alat harus dapat menunjang bagi produk terhindar dari
pencemaran dan kerusakan.
c. Personalia/pekerja
Mikroorganisme dapat pindah ke dalam preparat farmasi pada
proses pengerjaan oleh para pekerja(operator). Hal tersebut tidak diinginkan
pada sediaan tablet dan serbuk-serbuk pada pembuatan larutan dan suspensi.
Lebih-lebih pada sediaan parental. Sebagai contoh adalah flora kulit seperti
Staphylococcus aureus yang umumnya terdapat pada tangan dan wajah, tidak
keluar atau tercuci pada saat dilakukan pencucian. Disamping itu, juga sering
ada bakteri lain seperti Sarcina Sp.

dipteroid, kadang-kadang juga

ditemuakan bakteri gram negative berbentuk batang seperti Mina Sp. dan
Alcaligenes sp. penghuni tempat-tempat yang lembab. Keadaan yang lembab
pada kulit yang berminyak dan mengandung lapisan seperti lilin sering
terdapat Khamir lipofilik.
Bahaya pemindahan mikroorganisme dari manusia ke sediaan
farmasi, dapat dikurangi dengan latihan yang kontinyu dari personalianya,
serta dilakukan pengecekan kesehatan yang teratur untuk mencegah adanya
bakteri pathogen yang berasal dari kontak dengan beberapa hasil jadi dari
obat-obtan.
d. Bahan yang digunakan
Pengemasan bahan mempunyai peran ganda, keduanya mempunyai
tujuan untuk mengis hasil olahan dan melindungi masuknya mikroorganisme
atau air yang dapat merusak produk tersebut, oleh karena itu sumber pencemar
tersebut di usahakan jangan ikut dalam kemasan. Mikroflora pada
pengemasan bahan-bahan adalah tergantung dari komposisi dan kondisi
penyimpanan. Hal ini perlu mendapat pertimbangan perlu tidaknya tindakan
sterilisasi.
Baik gelas maupun plastic sebagai bahan pengemasan masih dapat
membawa berbsgsi jenis mikroflora, hanya saja bahwa kemasan plastik

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

jumlah

mikrofloranya

lebih

sedilkit,

tetapi

kemungkinannya

masih

mengandung sejumlah spora mikrooranisme.


Bahan-bahan pengemas yang halus, kedap air, bebas dari retakan
dan celan seperti selulosa aseta, polytetraethylen, polyprophylen, polyvinyl
chloride dan kertas perak dan pelapis., semuanya memiliki jumlah
mikroorganisme yang rendah pada permukaannya.
Pengemasan sediaan injeksi dan obat mata yang dibuat dengan cara
aseptis yaitu tidak dilakukan sterilisasi akhir , perlu dijaga selama proses
pembuatannya. Sterilisasi udara kering dengan menggunakan suhu 160-170 0
C digunakan untuk vial-vial dan ampul-ampul. Pengisian dan penutupan juga
dapat dibebas hamakan dengan menggunakan uap panas, secara kimiawi, gas
etilen, oksida atau menggunakan gas formledida atau dengancara penyinaran,
namun demikian perlu juga diperhatikan pengrusakan atau perhilangan
pirogen dari sediaan tersebut.
e. Perlindungan pakaian
Ruangan untuk pembuatan sediaan-sediaan injeksi dan sediaan mata
dan telinga biasanya dirancang khusus yang memiliki fasilitas pembersihan
dengan kran-kran untuk mencuci kaki atau anggota badan lainnya, dan
pekerja, sabun-sabun antiseptik dan pengering tangan dengan udara panas
yang dilakukan sebelum memasuki ruangan oleh para pekerja pada setiap
proses pengerjaan. Dalam pabrikasi terhadap
menggunakan pakaian pelindung

beberapa produk

harus

steril termasuk gowns, celana panjang,

sepatu, penutup kepala, masker wajah serta sarung tangan.


Untuk memproduksi sediaan oral dan topikal, para pekerja atau staf
harus membersihkan tangannya sebelum memasuki ruangan produksi.
Keperluan akan pakaian pelindung biasanya dibuat dari bahan yang lembut
dan bersih termasuk penutup kepala, sarung tangan dan masker wajah.
C. Peran Mikroba Dalam Industri Farmasi
Ditemukannya antibiotik penisilin dari fungi Penicilium notatum oleh
Alexander Fleming telah membuka mata dunia akan betapa bergunanya mikroba.
Antibiotik telah menyelamatkan berjuta-juta nyawa manusia dari serangan

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

kuman patogen. Antibiotik dapat diproduksi dengan cara bioproses, dimana


mikroba akan diberikan kondisi optimum untuk produksi antibiotik dalam jumlah
besar. Proses optimasi tersebut harus aman, dan tidak merusak lingkungan. Jika
antibiotik diberikan secara tepat oleh praktisi klinis, maka masalah kuman
patogen akan mereda. Jika asupan antibiotik kurang tepat, maka kuman patogen
akan menjadi lebih ganas lagi.
Ditemukannya antibiotik telah menyadarkan kita, bahwa ekosistim
memiliki cara sendiri untuk menjaga kesetimbangannya. Dengan antibiotik,
kuman sendiri memiliki senjata kimia untuk melawan pesaingnya, dalam
memperebutkan sumber daya medium pertumbuhan atau untuk menjaga
eksistensi kehidupannya. Manusia hanya memanfaatkan senjata kimia tersebut
untuk kepentingan kesehatannya.
KEUNTUNGAN EKOLOGIS
Keuntungan ekologis untuk bakteri dapat tetap berada dalam bentuk
kelompok (bersatu) tidak selalu jelas; populasi campuran bersatu
membentuk flokulasi yang stabil di bawah suatu pengendalian keadaan
yang tidak banyak diketahui. Sifat ini digunakan untuk pengendalian
keadaan yang tidak banyak diketahui. Sifat ini digunakan untuk
menjernihkan air dalam pengerjaan air gorong (riol).
Dalam system pengaktifan lumpur, sisa-sisa buangan dalam riol itu
diudarakan secara aktif, kemudian dimasukkan ke dalam tangki
pengendapan. Bakteri-bakteri di dalamnya membentuk flokulasi dan
mengendap ke dalam lumpur tersebut. Salah satu dari bakteri yang turut
dalam flokulasi ini adalah Zoogloea ramigera. Bakteri ini menghasilkan
lender yang berlebih untuk melekatkan sel-selnya dengan sel-sel bakteri
lain supaya bersatu.
Kapasitas membentuk flokulasi yang stabil ini dihubungkan dengan
adanya polibetahidroksibutirat dalam sel-selnya. Kejadian ini digunakan
dalam usaha penyaringan air riol tingkat pertama. Dalam peristiwa ini,
flokulasi itu melekat pada batu-batuan dan air flokulasi sehingga yang

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

melalui ini seolah-olah melalui saringan, karena akan melekat bahanbahan buangan yang tersuspensi di dalamnya.
Pada ekosistem lain, yang ditemukan pada permukaan lumpur,
terjadi hubungan yang sama seperti tersebut di atas. Pada hubungan hidup
ini timbul keadaan anaerob yang sangat bedekatan dengan keadaan aerob.
Potongan-potongan kecil bahan organic dikolonisasi oleh bakteri yang
menyerbunya, bakteri ini pada gilirannya dilingkungi oleh bakteri lain
dan dipusat keseluruhan kelompok ini akan cepat timbul kehabisan
oksigen yang memungkinkan bakteri anaerob dapat tumbuh di dalamnya.
Gambaran kejadian ini menjadi petunjuk terhadap perubahan-perubahan
yang timbul dalam jumlah dan tipe bakteri selang suatu periode waktu.
Dalam tiap sistem alam dimana terdapat bakteri, kemungkinan
terjadinya adhesi, flokulasi, dan produksi keadaan mikroanaerob adalah
suatu urutan kejadian yang normal. Flokulasi itu pecah bila bakteri yang
berada di pusatnya mulai mengalami kehabisan makanan dan otolisis.
Otolisis adalah perombakan (penguraian) jasad mati oleh enzim yang
terdapat dalam jasad itu sendiri tanpa intervensi bakteri atau organisme
lainnya.
Banyak hubungan antara bakteri dan lain-lain bentuk kehidupan
didasarkan pada makanan. Pada banyak ekosistem terjadi peredaran
kembali (recycling) bahan-bahan makanan tersebut, misalnya fosfat
dalam danau. Siklus yang sama juga terjadi dalam skala lebih luas di
seluruh dunia dan dikenal sebagai siklus biogeologi. Siklus utamanya
adalah yang mengenai C, O, N, dan S. aktivitas bakteri yang meliputi
seluruh dunia itu dalam efeknya akan menentukan biosfer (semua
kehidupan), litosfer (daratan), hidrosfer (laut dan air segar), dan atmosfer
(udara).
Hubungan ekologi dengan nutrisi bakteri membawa pada
penggolongan

mikroorganisme

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

itu

dalam

saprofit

dan

parasit.

Mikroorganisme yang termasuk golongan saprofit ialah yang memperoleh


karbonnya dari persenyawaan organic yang kebetulan berada dalam
cairan di lingkungannya, atau dari hasil buangan dan sisa makanan
organisme lain. Banyak di antaranya mengambil peranan penting sebagai
penyapu bersih kotoran di permukaan dunia ini, karena dapat
menguraikan, menghancurkan zat-zat organic yang sudah mati, maka itu
dinamakan saprofit (sapros: membusuk, menghancurkan).
KERUGIAN EKOLOGIS
Kerugian ekologis disebabkan oleh organisme golongan parasit
yang pada mulanya merupakan golongan saprofit, tetapi karena evolusi
progresif, regresif, atau kedua-duanya berubah menjadi golongan parasit.
Organisme ini tidak hanya dapat hidup dari benda mati atau sisa buangan
bahan organic, tetapi juga memasuki dan merusak zat-zat yang terdapat
dalam sel atau jaringan hidup lain.
Dengan demikian mengakibatkan gangguan keseimbangan fisik
atau kimia dari organisme yang diracuni atau yang didiaminya. Bila
organisme yang menjadi korban ini multiseluler, maka yang terkena
adalah jaringannya. Inilah yang dinamakan penyakit dan sering
mengakibatkan kematian organisme yang diserang. Organisme yang
mengakibatkan penyakit disebut bersifat parasit dan pathogen. Dalam
evolusi selanjutnya, beberapa organisme parasit sudah sepenuhnya
diadaptasikan untuk hidup sebagai parasit, sehingga sebagian atau
sepenuhnya tergantung pada cara hidup seperti ini dan pada organisme
yang

ditumpanginya.

Organisme

ini

rupanya

sudah

kehilangan

kesanggupan untuk hidup secara saprofit dan tidak dapat bermultiplikasi


di dunia luar. Karena terpaksa untuk hidup seluruhnya atau sebagian
sebagai parasit maka organisme ini disebut parasit obligat, misalnya
semua virus, rickettsiae, spirochaeta, Mycobacterium leprae.
D. Aplikasi Mikroorganisme Di Dunia Farmasi

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

Produksi Antibiotik
Ditemukannya antibiotik penisilin dari fungi Penicilium notatum
oleh Alexander Fleming telah membuka mata dunia akan betapa
bergunanya mikroba. Antibiotik telah menyelamatkan berjuta-juta nyawa
manusia dari serangan kuman patogen.
Produksi antibiotic dilakukan dalam skala besar pada tangki
fermentasi dengan ukuran besar.sebagai contoh, penicillium ditumbuhkan
pada 100.000 liter fermentor selam kurang lebih 200 jam. Pada proses
produksi penicillin. Media penutrisi yang mengandung gula asam
fenilasetat ditambahkan secara kontinu. Asam fenilasetat ini digunakan
untuk membuat rantai samping benzyl pada penisilin G.Penisilin G
diekstraksi dari filtrat dan dikristalisasi.
Penemuan antibiotik telah menghantarkan pada terapi obat dan
industri obat ke era baru. Karena adanya penemuan penisilin dan produkproduk lain sekresi fungi, aktinomiset dan bakteri lain, maka kini telah
tersedia obat-obat yang manjur untuk memerangi penyakit infeksi bakteri.

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

Tabel 1: Beberapa antibiotika yang dihasilkan secara Komersial


Produksi Vaksin
Penggunaan vaksin sangant penting untuk mencegah berbagai
penyakit. pengembangan dan produksi vaksin merupakan salah satu tugas
penting industri farmasi. Produksi vaksin meliputi pengkulturan mikroorganisme
yang memiliki properti antigenetik yang diperlukan untuk meluncurkan respons
imun primer. Vaksin juga dapat dibuat melalui kultur jaringan.
Produksi vaksin yang efektif dalam mencegah infeksi oleh bakteri,
fungi dan protozoa melibatkan pertumbuhan strain mikroorganisme pada media
artifisil yang meminimalkan gangguan berupa respon alergi.vaksin yang
diproduksi secara komersial harus diuji dan distandardisasi sebelum digunakan.

Produksi Protein Manusia


Untuk memenuhi kebutuhan protein manusia, bidang farmasi
memanfaatkan mikroorganisme untuk membuat protein sintesis dengan
metode rekayasa genetik. Melalui tehnik rekombinasi DNA, sekuens
DNA manusia yang mengkode berbagai protein dapat digabungkan
dengan genum bakteri, dan dengan menumbuhkan bakteri rekonbioanan
dalam fermentor, maka protein manusia dapat diproduksi secara
komersial.
Insulin merupakan indicator yang mutlak diperlukan oleh
manusia. Insulin merupakan hormon polipeptida yang dihasikan oleh

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

pulau-pulau langerhans dipankreas yang berfungsi mengatur metabolisme


karbohidrat.dalam makanan dikomfersi menjadi glukosa monosakarida,
karbohidrat pokok dalam darah.
E. Kerugian Mikroorganisme Di Dunia Farmasi
Disisi lain, mikroorganisme memiliki dampak negatif dalam dunia
Farmasi. Dan tentunya hal ini juga pastinya menimbulkan kerugian bagi
manusia. Kerugian itu antara lain:
a. Mikroorganisme penyebab penyakit
Penyebab penyakit, baik pada manusia, hewan maupun tumbuhan.
Misalnya

Strptococcus

pneumoniae

penyebab

pneumonia

dan

Corynebacterium diphtheriae penyebab dipteri. TBC, Bakteri ini dapat


mengakibatkn

penyakit

tuberculosis

pada

manusia

tuberculosis

disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat


menyebabkan penyakit TBC pada manusia. Tuberculosis ekstra paru
adalah tuberculosis yang menyerang organ tubuh selain jaringan paru,
misalnya pleura (selaput paru), selaput otak, selaput jantung, kelejar limfe,
tulang, persendian, kulit, usus, ginjal, saluran kencing, alat kelamin dan
lain-lain
Bakteri ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan. Bakteri
dikatakan merugikan karena dapat menyebabkan penyakit, menimbulkan
pembusukan, dan merusak makanan.
b. Penyebab kebusukan makanan (spoilage),
Beberapa di antara mikroorganisme dapat mengubah rasa beserta
aroma dari makanan sehingga dianggap merupakan mikroorganisme
pembusuk.

Dalam

pembusukan

daging,

mikroorganisme

menghasilkan enzim proteolitik mampu merombak protein-protein


c. Menimbulkan pencemaran

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

yang

Materi fekal yang masuk ke dalam badan air, membawa bakteri


misalnya E. coli. Kehadiran bakteri ini dapat digunakan sebagi indicator
pencemaran air oleh materi fekal.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Mikrobiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari kehidupan
makhluk yang bersifat mikroskopik.
2. Kualitas mikrobiologi dari suatu produk-produk farmasi dipengaruhi oleh
faktor lingkungan dimana produk-produk farmasi tersebut dibuat dan juga
bahan-bahan yang digunakan dalam pembutannya, keculai sediaan yang
telah disterilkan pada pengisian terakhir.
3. Mikrobiologi farmasi merupakan ilmu yang mempelajari tentang peranan
serta kehidupan mikroorganisme dalam bidang farmasi.
4. pengaruh ekologi suatu mikroorganisme terhadap industri farmasi ialah ;
Bahan

yang

digunakan,

Atmosfir/Lingkungan.

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

Peralatan,

Personalia/pekerja,

5. Peran Mikroba dalam industri farmasi salah satu contoh kecilnya


ialah; Ditemukannya antibiotik penisilin dari fungi Penicilium notatum
oleh Alexander Fleming telah membuka mata dunia akan betapa
bergunanya mikroba.

DAFTAR PUSAKA
Natsir. M, 2003. Mikrobiologi Farmasi, UIT Makassar.
Edi Atmawinata, Drh. 2006. Mikrobiologi Industri. Penerbit Yrama Widya, Bandung.
Suriawiria, U. 1996. Mikrobiologi Terapan. Penerbit Erlangga, Jakarta.
http://netsains.com/2
http://rachdie.blogsome.com/2006/10/14/faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhanmikroba/).
http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2170350-peranan-bakteri/
http://mikroba-tak-kasat-mata-namun-berguna-bagi-manusia/

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI

MAKALAH ANALISIS MIKROBIOLOGI