Anda di halaman 1dari 40

PENGANTAR ILMU SEJARAH

Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa diharapkan


mampu :

Memahami dan menjelaskan pengertian sejarah sebagai ilmu


menurut persyaratan dan asas-asas serta sifat-sifat ilmu

Memahami dan menjelaskan metode ilmiah sejarah serta


teknik penggunaannya dalam proses pembelajaran sejarah

Memahami dan mengidentifikasi serta penggunaan sumber


sejarah dan ilmu bantu sejarah

Memahami dan menjelaskan perkembangan serta


permasalahan sejarah sebagai ilmu sehingga mengenal
karakteristik ilmu sejarah

Memahami dan menghargai nilai sejarah maupun fungsi dan


kegunaan sejarah, khususnya sebagai wahana pendidikan.

TUJUAN

DESKRIPSI MATA KULIAH

Mata Kuliah ini akan menyajikan dan mendiskusikan


beberapa pokok bahasan, pengertian dan permasalahan
tentang sejarah sebagai ilmu, metode sejarah, sumber
sejarah dan ilmu-ilmu bantu sejarah; kausalitas dan
eksplanasi sejarah; pembabakan sejarah, perkembangan
dan permasalahan sejarah sebagai ilmu serta karakteristik
ilmu sejarah; nilai, fungsi dan kegunaan sejarah serta
sejarah sebagai wahana pendidikan.

ASAL KATA SEJARAH


Dilihat dari asal katanya berasal dari bahasa Arab : SYAJARATUN
yang artinya pohon kayu, keturunan, asal-usul, atau silsilah.

Riwayat/hikayat : cerita yang diambil dari kehidupan


Kisah : cerita tentang kejadian yang benar-benar terjadi pada masa lamp
Tarikh (Turki) : menunjukkan tradisi dalam sejarah Islam
Eropa
Geschiedenis (Belanda) : sesuatu yang telah terjadi ; geschieden
= terjadi
Geschichte (Jerman) : sesuatu yang telah terjadi ; geschehen =
terjadi
History (Inggris) aktivitas manusia yang berhubungan dengan
peristiwa-peristiwa tertentu yang disusun dalam hubungan yang
kronologis
Kata history berasal dari bahasa Yunani historia yang artinya
pengetahuan yang diperoleh melalui penyelidikan (= ilmu) / inkuiri

DEFINISI SEJARAH

History is past human behavior, recorded and unrecorded, in its many


varieties (CTPL, 1974 :1).
History .... is a mountain top of human knowledge from whence the doings
of our generation may be scanned and fitted into proper dimensions
(Gustafson, 1955 : 2).
History is a continuous process of interaction between the historian and his
facts, an unending dialog between the present and the past (Carr, 1965 :
35).
History is what one age finds worthy of note in another (Burckhardt,
1958 : 158).
History can mean any events or episodes that happened in the past, no
matter to whom they happened and no matter whether the episodes were in
any way related. More often, the term is restricted to things that happened to
people (Nugent, 1967 : 11).
Somehow history is knowledge. It also means the past : past events, past
actuality; all things said and done. And it also means the record of the past
(Lucey, 1984 : 9).

DEFINISI SEJARAH
History is the memory of human experience (Robert V. Daniels)
All past event is history (history as actuality). History can help
student to understand human behaviour in the past, present and
future (new goals for historical studies). (J.Banks)

Sejarah adalah ilmu pengetahuan dengan umumnya yang berhubungan


dengan cerita bertarikh sebagai hasil penfsiran kejadian-kejadian dalam
masyarakat manusia pada waktu yang telah lampau atau tanda-tanda yang
lain. (Muhammad Yamin)

Kata HISTORY yang dipadankan dengan SEJARAH


memiliki 4 pengertian :

1.
2.
3.
4.

Sesuatu peristiwa, suatu kejadian, sesuatu yang


telah berlalu
Riwayat dari peristiwa / kejadian yang telah berlalu
Semua pengetahuan tentang masa lalu (khususnya
tentang masyarakat tertentu)
Ilmu yang berusaha menentukan dan mewariskan
pengetahuan

SEJARAH SEBAGAI PERISTIWA, KISAH, ILMU

SEJARAH SEBAGAI PERISTIWA


(Kejadian di masa lalu)

SEJARAWAN
(ingin tahu tentang masa lalu)

MENYUSUN FAKTA-FAKTA YANG DIMILIKI


(dengan mengajukan pertanyaan/mencari pendapat untuk mendekati kebenar
Objektivitas sejarah

SEJARAH SEPERTI YANG TERTULIS

PERISTIWA
Kejadian,
Kenyataan,
Aktualitas masa lalu

KISAH
Cerita, Kesan, Memori,
Tafsiran tentang persitiwa,
Pengalaman pada masa lalu

ILMU
1. Metode khas sejarawan untuk merekonstruksi secara kritis, analitis,
imajinatif masa lampau manusia berdasarkan data, peninggalan, bukti
tulisan, rekaman
2. Pernyataan, pendapat + pandangan

ILMU : sejumlah pengetahuan yang tersusun (a body of knowledge)


dengan syarat
- Ada objek (peristiwa penting yang berkaitan dengan manusia dan terjadi)
- Ada metode
- Ada pokok permasalahan (subject matter)

Gambaran masa lalu tentang


manusia baik sebagai
individu maupun sebagai
mahluk sosial, yang disusun
secara ilmiah meliputi urutan
fakta masa tersebut, dengan
diberi tafsiran serta
penjelasan yang memberi
pengertian tentang apa yang
telah berlalu itu

Gambaran tentang
peristiwa-peristiwa masa
lampau yang dialami
manusia, disusun secara
ilmiah, meliputi kurun
waktu tertentu, diberi
tafsiran, dan dianalisis
kritis sehingga mudah
dipahami dan dimengerti

SEJARAH

Sebagai suatu studi keilmuan


tentang segala sesuatu yang
telah dialami manusia di waktu
lampau dan yang telah
meninggalkan jejak-jejaknya di
waktu sekarang, di mana tekanan
perhatian terutama diletakkan
pada aspek peristiwanya sendiri,
dalam hal ini terutama yang
bersifat khusus dan segi-segi
urutan perkembangannya, yang

Sebagai suatu studi yang


berusaha untuk
mendapatkan pengertian
tentang segala sesuatu
yang telah dialami
(diucapkan, dipikirkan, dan
dilaksanakan) oleh
manusia di masa lampau
yang bukti-buktinya masih
bisa
ditelusuri/diketemukan

Struktur Sejarah Sebagai Ilmu

Peristiwa

Peristiwa /
perilaku
manusia
Waktu :
- tempo
- duree
- periodisasi
Ruang / tempat
Penafsiran :
- kausalitas
- arah
Keunikan

Evidensi

(Aktual, sudah berlalu


dan tidak terlihat lagi)

(Terlihat jejaknya,
tidak lengkap)

Interpretasi
/ Deskripsi

(Dalam pemikiran
sejarawan, tidak terlihat)

Ceritera

(Dalam bentuk buku /


tulisan sejarah, terlihat)

OBJEK STUDI SEJARAH

Alamiah / natural

Dalam arti yang luas :


manusia & alamnya

Insaniah / kultural

Dalam arti sempit / terbatas :


Kejadian atau kegiatan manusia

Objek

Nirleka
(masa
sebelum ada
tulisan)

Sejarah
(masa setelah
mengenal
tulisan)

Sistematis
Koheren (taat asas)
Valid (dapat dipercaya)
Akurat (tepat)
Objektif
Mempunyai hukum, dalil, dan
generalisasi
Dapat memprediksi

Bagaimana
dengan ILMU
sejarah ?
KRITERIA ILMU
/ ASAS-ASAS

PERBEDAAN ILMU ALAM DENGAN SEJARAH


ILMU ALAM

SEJARAH

1. Perulangan2 / recurrence

1. Peristiwa sejarah bersifat unik /

2. Percobaan/eksperimen di

2. Unsur paralelisme/kesejajaran di

3. Mengidentifikasi

3. Kecenderungan2 umum / general

4. Keumuman/dalil/hukum bisa

4. Hukum-hukum sejarah bisa

laboratorium atau lapangan, yaitu


mewujudkan kembali bentuk
semula dari gejala-gejala semula
keajegan/keteraturan dari gejalagejala tersebut
dirumuskan

partikularistik

samping unsur kekhususan

tendencies

dirumuskan

Hukum Sejarah :
tidak lain keteraturan yang dapat diserap pada sejumlah kejadian
yang memberikan rupa / wujud persamaan pada perubahanperubahan keadaan tertentu dalam sejarah

PREDIKSI ILMU ALAM & SEJARAH


ILMU ALAM

SEJARAH

Hukum / dalil yang


pasti

Sulit melakukan prediksi karena keterbatasan


perulangan

Ketepatannya lebih
besar

Memproyeksikan pengalaman masa lampau ke situasi


masa kini, bahkan situasi yad meski tidak dengan
landasan yang kokoh

KARAKTERISTIK
SEJARAH

ILMU SOSIAL LAINNYA

ILMU ALAM

Temporal-spasial

A temporal-spasial

A temporal-spasial

Diakronik

Sinkronik

Sinkronik

Ideografik

Nomotetik

Nomotetik

Partikularistik

Generalistik

Generalistik

Einmalig

Berulangkali

Berulangkali

Sumber terbatas

Eksperimen dan tes

Eksperimen /
laboratorium

Tidak dapat diukur

Dapat diukur

Dapat diukur

Non-prediksi

Prediksi

Prediksi

1.

Asas-asas

2.
3.
4.
5.

Ilmu harus
objektif
Ilmu harus
reliable
Ilmu harus
koheren
Ilmu harus valid
Ilmu harus
akurat

Prosedur
Pendekatan (approach)
Metode
Teknik

METODOLOGI

Generalisasi

Dapat
diprediksi

METODOLOGI SEJARAH
METODE
I

II
ANALISIS :

SEJARAH
III
HISTORIOGRAFI

H
Penafsiran/Interpretasi

E
U

Kritik Eksternal

Penjelasan/Eksplanasi

I
S
T
I
K

Kritik Internal
Penyajian/Eksposisi

1. HEURISTIK

Mencari dan menemukan sumber

Tempat sumber sejarah :


Sumber tertulis

Sumber lisan

museum
arsip
perpustakaan
internet
koran

manusia (pelaku, saksi yang


sejaman)

Masalah yang muncul :


sumber sudah sangat tua
sumber tidak boleh sembarangan dibaca (pada daerah
tertentu yang boleh membaca hanya orang-orang tertentu)
Kesulitan dalam memahami bahasa yang digunakan
Lebih banyak menggunakan tulisan tangan (sumber-sumber
tua)
Sumber masih tertutup (batas dibukanya sumber sekitar 25
tahun)

2. KRITIK

Dilakukan terhadap sumber yang diperoleh untuk


mendapatkan FAKTA (harus objektif)

Kritik Eksternal

Kritik Internal

Kritik yang dikenakan pada fisik sumber :


asli / tidak asli
turunan

Kritik yang dikenakan pada isi


(content) sumber

Dalam tahapan Heuristik dan Kritik inilah sejarah dipandang


sebagai ilmu sebab objektif sifatnya.

3. HISTORIOGRAFI

Dalam tahap ini 3 langkah dikerjakan secara serentak


yakni :
Interpretasi ; fakta-fakta yang diperoleh diberi isi
Eksplanasi ; mendeskripsikan (memberi penjelasan)
Ekspose (penyajian) ; dalam bentuk tulisan

Hal yang paling


penting dalam
metode sejarah,
karena disinilah
dipertatuhkan
kemampuan
peneliti sejarah

FAKTA-FAKTA
SUBJEKTIVITAS
PENDEKATAN
MANUSIA

INTERPRETASI

PENGGERAK
SEJARAH

GEOGRAFI
KULTURAL
SUPERNATURAL

ARAH GERAK
SEJARAH

HISTORICAL THINKING
HISTORICAL EXPLANATION

LINEAR
SIKLUS
SPIRAL

METODE PENELITIAN SEJARAH

Memilih topik penulisan yang tepat/sesuai


Mencari dan memilih bukti-bukti sejarah yang sesuai dengan topik
Membuat berbagai catatan penting (teknik membuat catatan)
Kritik sumber : mengevaluasi secara kritis semua bukti yang ada
Menyusun hasil-hasil penelitian dalam suatu sistematika tertentu
yang telah disiapkan sebelumnya
Menyajikan dalam suatu cara yang dapat menarik perhatian dan
mengkomunikasikan kepada para pembaca

Beberapa kriteria dalam pemilihan topik :


harus bernilai
harus orisinal
harus praktis
memiliki kesatuan / unity

TEKNIK PENELITIAN SEJARAH


STUDI KEPUSTAKAAN

WAWANCARA

Dilakukan melalui kajian terhadap


sumber-sumber tertulis

Dilakukan melalui oral history

OBSERVASI

Dilakukan melalui penelitian di lapangan

EKSKAVASI

Dilakukan melalui penggalian terhadap peningga


sejarah

SUMBER-SUMBER SEJARAH
Pengertian sumber Sejarah :
Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk mengumpulkan
informasi tentang peristiwa yang terjadi pada masa lampau

CONTOH-CONTOH SUMBER SEJARAH


1. Sumber dokumenter : bukti pembayaran, surat-surat pribadi, buku
harian
2. Sumber korporal : arca, perkakas, fosil, artefak
3. sumber lisan : cerita yang disampaikan secara lisan, termasuk
bahasa

KLASIFIKASI SUMBER SEJARAH :


Hasil-hasil Kegiatan Manusia

Bahan-bahan
Visual Tertulis Lisan

Klasifikasi menurut
Asal, isi, tujuan :

Klasifikasi Konvensional :
PRIMER
SEKUNDER

Benda
Klasifikasi baru (1978) :
PRIMER
SEKUNDER
TERSIER

Asal :
- Waktu diproduksi
- Tempat diproduksi
- Cara penulis/penyusun memperoleh informa
Isi :
Politik, ekonomi, sosial, agama, militer
Tujuan :
Formal dan informal

SEJARAH LISAN DAN TRADISI LISAN


SEJARAH LISAN (ORAL HISTORY)

TRADISI LISAN (ORAL TRADITION)

1. Cara/metode untuk mendapatkan

Narasi/cerita tentang orang-orang /


informasi (sebagai sumber
masyarakat dan peristiwa masa
penulisan)
lampau yang disampaikan secara
lisan (dari mulut ke mulut).
2. Informasi berasal dari tangan
pertama yang dituturkan secara
Bentuknya dapat berupa RUMOR,
lisan oleh pelaku/saksi yang
ANEKDOT, PERIBAHASA/PEPATAH,
diwawancarai sejarawan/peneliti.
BALADA HISTORIS, SAGA, MYTHE,
Hasil wawancara merupakan produk LEGENDA, DONGENG
sumber sejarah lisan
Karakter :
Sifatnya kontemporer, mampu
memberikan kemungkinan yang
hampir tidak terbatas untuk menggali
sejarah dari pelaku/saksi
Dapat mencapai pelaku/saksi sejarah
yang tidak tercantum dalam dokumen
Memungkinkan perluasan
permasalahan sejarah

Keterbatasan :
Adanya unsur kosmosentris (religio
magis) yang membungkus cerita lisan
tsb; walaupun kesadaran sejarahnya
dapat dirasakan tetapi kebenarannya
sulit dibuktikan
Tidak diperhatikannya urutan waktu
secara jelas tentang peristiwa yang
diceritakan
Adanya unsur subjektivitas yang

PERBANDINGAN THE OLD HISTORY DAN THE NEW


HISTORY
THE OLD HISTORY

THE NEW HISTORY

Sejarah konvensional
Sejarah tradisional

Sejarah Ilmiah (Scientific History)


Sejarah Sosial (Social History)
Sejarah Total (Total History)

Monodimensional

Multidimensional

Orientasi peristiwa

Orientasi problem

Ruang cakup terbatas

Ruang cakup luas

Pelaku sejarah terbatas

Pelaku sejarah beragam

Deskriptif-naratif

Analitis-kritis

Pertanyaan terbatas

Banyak pertanyaan

TINGKAT KEBENARAN :
Agama
Filsafat
Ilmu
Pengetahuan

:
:
:
:

mutlak
filosofi (rasio, budi/kalbu) hakiki
ilmiah (objektif, logis, rasional)
commonsence (akal sehat)

ILMU-ILMU BANTU SEJARAH


A man writing good history is driving more horses abreast
in his theme than a man writing any other kind of literary
matter
Pengertian Ilmu-ilmu Bantu Sejarah :
Ilmu-ilmu yang dapat dijadikan sumber-sumber utama
bagi para sejarawan dalam penelitian dan penyusunan
kembali (rekonstruksi) sejarah.
Fungsi dan Kegunaan Ilmu-ilmu Bantu Sejarah :
Ilmu bantu ini digunakan sesuai dengan topik atau
periode yang dikaji
merupakan alat (tools) yang membantu analisis secara
kritis dan ilmiah

MACAM-MACAM ILMU-ILMU BANTU SEJARAH


PALEONTOLOGI : mengkaji fosil-fosil
PALEOANTROPOLOGI : mempelajari manusia purba
ARKEOLOGI : penggalian / ekskavasi artefak atau ekofak
PALEOGRAFI : mengkaji tentang tulisan kuno
EPIGRAFI : perbedaannya dengan paleografi pada materi
yang digunakan untuk menulis (batu, logam, gading)
IKONOGRAFI :ilmu tentang patung-patung kuno dari
jaman prasejarah
NUMISMATIK : ilmu yang mempelajari mata uang
ILMU KERAMIK : mengkaji tentang hasil keramik
(tembikar, porselein)
GENEALOGI : pengetahuan mengenai asal usul nenek
moyang
FILOLOGI : mempelajari naskah-naskah kuno

MACAM-MACAM ILMU-ILMU BANTU SEJARAH


STATISTIK
ETNOGRAFI
ILMU SOSIAL LAIN :
ANTROPOLOGI
SOSIOLOGI
PSIKOLOGI
POLITIKOLOGI
EKONOMI
DLL

KAUSALITAS SEJARAH
Kusalitas adalah suatu rangkaian peristiwa (I) yang
mendahului peristiwa yang menyusul (II)

SEBAB

SEBAB

AKIBAT

SEBAB

AKIBAT

SEBAB

AKIBAT

Kontinum waktu

Sebab langsung : jangka pendek/ lantaran/ gara-gara/ kasus bell


Sebab tidak langsung : banyak faktor

Lebih mudah menentukan sebab langsung ketimbang sebab tidak langsung


MENGAPA ?

Sebab langsung
sebagai suatu kebetulan penggerak
bukan merupakan suatu sebab yang sungguh-sungguh
hanya merupakan suatu titik dalam suatu peristiwa
dalam hal ini sebab langsung merupakan petunjuk yang baik untuk
menemukan anteseden yang lebih tepat diberi sebutan sebab-sebab

Sebab tidak langsung


merupakan hal sangat kompleks karena dapat didasarkan berbagai fakto
memerlukan filosofi sejarah, teori sebab musabab dalam sejarah, genera

EKSPLANASI SEJARAH
EKSPLANASI adalah suatu proses yang menunjukkan
peristiwa-peristiwa tertentu dihubungkan dengan peristiwaperistiwa lain melalui penggunaan yang tepat pernyataanpernyataan yang bersifat umum (general statements)

PENJELASAN
UMUM

PENJELASAN
ILMIAH

5W + 1H

PENJELASAN
SEJARAH
APA
KAPAN
DI MANA
SIAPA
BAGAIMANA
MENGAPA

EKSPLANASI SEJARAH
Penjelasan dalam Ilmu alamiah :
Dimulai dengan observasi (pengamatan), berakhir dengan
konsep-konsep umum (generalisasi).
Gejala dilihat sebagai dalam kerangka suatu penegakan
generalisasi
Penjelasan dalam Sejarah :
Berupaya untuk menyelami apa yang ada di dalam suatu
peristiwa
(dapat menghayati peristiwa sebenarnya dari dalam) :
Bagian luar adalah wujud fisik/gerak dari suatu peristiwa
Bagian dalam pikiran yang ada di balik wujud fisik
Re-thinking them in his own mind

Prinsip koligasi : prosedur menerapkan suatu peristiwa


dengan jalan menelusuri hubungan intrinsik dengan peristiwa
lain ; mencari kecenderungan umum

MODEL-MODEL PENJELASAN SEJARAH

1.

KAUSALITAS / SEBAB-AKIBAT (cause-effect)


Sebab Langsung (direct-cause)
Sebab Khusus (immediate-cause)
Sebab Jangka Pendek (short-term cause)

Sebab Tidak Langsung (in direct cause)


Sebab Umum (general cause)
Sebab Jangka Panjang (long-term cause)

2.
3.
4.

HERMENEUTIKA
COVERING LAW MODEL (CLM)
MODEL MOTIVASI

FENOMENA SEJARAH
JEJAK-JEJAK

SUMBER

SUMBER

KRITIK INTERNAL

SUMBER

EKSTERNAL

FAKTA

FAKTA

FAKTA

STATEMENT

STATEMENT

STATEMENT

SINTESIS

Tidak akan ada sintesis TANPA EKSPLANASI

ANALISIS SEJARAH
Tujuan analisis sejarah adalah SINTESIS daripada fakta
sejarah yang diperoleh melalui kritik sumber, atau sejarah
sebagai pertulisan
EKSPLANDUM
(Statement yang harus dijelaskan)
PENJELASAN
dalam sejarah
EKSPLANANS
(Statement untuk menjelaskan)

Masalah fundamental dalam studi sejarah adalah analisis


mengenai apa yang dipikirkan, diucapkan, dan diperbuat
orang yang menimbulkan PERUBAHAN melalui DIMENSI
WAKTU

PEMBABAKAN / PERIODISASI SEJARAH


Pengertian Pembabakan Sejarah
Sejarah menggambarkan prkembangan kehidupan manusia
dalam batasan ruang dan waktu
Waktu (tempo/time) merupakan proses kelangsungan dan
waktu (duration) merupakan kesatuan dari 3 dimensi yakni
waktu lalu, waktu sekarang, dan waktu yang akan datang
Pembabakan (periodisasi) merupakan serialisasi rangkaian
waktu menurut urutan jaman
Maksud dilakukan periodisasi adalah untuk melihat
tinjauan menyeluruh terhadap peristiwa-peristiwa dan
hubungannya dengan aspek-aspek lain yang terkait

DASAR PEMBABAKAN SEJARAH

DIMENSI
SPASIAL

TEMATIS

DIMENSI
TEMPORAL

PERIODISASI DALAM SEJARAH

PRA SEJARAH
PERMULAAN SEJARAH
SEJARAH KUNO
ABAD PERTENGAHAN
PERMULAAN ABAD MODERN
ABAD KESEMBILANBELAS
DUA PERANG DAN MASA
ANTARA DUA PERANG DUNIA
MASA SESUDAH PERANG

JAMAN SEBELUM TULISAN


JAMAN PERMULAAN SEJARAH
JAMAN SEBELUM AGAMA
NASRANI
JAMAN PERKEMBANGAN
NASRANI
JAMAN PERTUMBUHAN
PROTESTAN DAN KAPITALISME
JAMAN REVOLUSI INDUSTRI,
KOLONIALISME, DAN
IMPERIALISME
DINASTI SHANG 1450-105 SM
DINASTI CHOU 1050-247 SM
DINASTI CHIN 256-207 SM
DINASTI HAN 206SM-220
DST..

MASA PERBUDAKAN
MASA FEODAL
MASA BORJUISI MODERN
MASA MASYARAKAT TANPA
KELAS

SANJAYA-WAMSYA 732-850
SYAILENDRA-WAMSYA 750-900
ISYANA-WAMSYA 900-1222
RAJASA-WAMSYA 1222-1478
DST..

JAMAN KUNO
ABAD PERTENGAHAN 476-1453 AD
JAMAN BARU 1453-1789 AD
JAMAN TERBARU 1789 -

PERIODISASI SEJARAH INDONESIA


PANGKAL SEJARAH
KUTAI-TARUMANEGARA
SRIWIJAYA-MEDANGSINGASARI
MAJAPAHIT
ACEH-MATARAM-MAKASAR
PEMERINTAHAN ASING
KOMPENI
DAENDELS
INGGRIS
HINDIA BELANDA
NIPPON
REPUBLIK INDONESIA

PRASEJARAH
JAMAN KUNO
KERAJAAN-KERAJAAN TERTUA
SRIWIJAYA
MAJAPAHIT
PERALIHAN
JAMAN BARU
ACEH, MATARAM, MAKASAR, TERNATE,
TIDORE
PERLAWANAN THD IMPERIALISME BARU
PERGERAKAN NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

BANGSA INDONESIA ASLI MELARIKAN DIRI DARI INDO CINA


JAMAN PENJAJAHAN RAJA-RAJA HINDU DAN SETENGAH HINDU
JAMAN PENJAJAHAN RAJA-RAJA ISLAM
JAMAN BELANDA
IMPERIALISME KUNO
IMPERIALISME MODERN

FUNGSI DAN KEGUNAAN SEJARAH


SEJARAH ITU MEMBANGKITKAN IMAJINASI
MEMPERLUAS WAWASAN INTELEKTUAL
MEMPERDALAM SIMPATI
MEMBANTU MENGENDALIKAN KHAYALAN YANG
SEBENARNYA DALAM MIMPI
WAHANA IDEAL UNTUK MENDIDIK MANUSIA AGAR BERPIKIR
SECARA BEBAS
MENGAJARKAN KEPADA MASYARAKAT CARA BERPIKIR
MENINGKATKAN KREATIVITAS

MEMBERIKAN PELAJARAN DAN UNTUK MENGENAL DIRINYA SENDIR


BELAJARLAH DARI SEJARAH / SEJARAH MENGAJARKAN KEPADA KITA