Anda di halaman 1dari 40

KOSMETOLOGI

Dra.Juanita Tanuwijaya,M.Si.,Apt.

KOSMETOLOGI
Kosmetologi berasal dari:
Latin yaitu: cosmos = teratur
Yunani yaitu: kosmen = berhias
Definisi Kosmetika menurut Permenkes 1976:
Kosmetika adalah bahan atau campuran bahan
untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan,
dipercikan atau disemprotkan pada, dimasukkan
kedalam, dipergunakan pada badan atau bagian
badan manusia dengan maksud untuk
membersihkan, memelihara, menambah daya
tarik atau mengubah rupa dan tidak termasuk
golongan obat

Pembagian kosmetik menurut Permenkes:


Preperat bayi, contohnya: cream baby, lotion
baby, shampo baby, baby powder, baby saop.
Preperat mandi, contohnya: bath soap, bath oil,
larutan antiseptic, untuk mandi (detol).
Preperat make up untuk mata, contohnya:
maskara, eyepencil , eye liner.
Preperat wangi-wangian, contohnya: parfume,
cologne.
Preperat rambut, contohnya: hair conditioner,
hair spay, permanen wave, hair
straingner,tonic,shampoo.

Preperat pewarna rambut, contohnya: hair


dry, hair bleach(pengrudak pigmen rambut).
Preperat make up /rias, contohnya:
rouse(role on), bedak (face powder), lipstik.
Preperat kuku, contohnya: cat kuku
(kuteks),neil remover(membersihkan), neil
cream.
Preperat pembersihan badan, contohnya: soap,
deodoran, douche ( cairan irigasi untuk vagina).

Preperat cukur, contohnya: saving foam


(melembutkan kulit), after save lotion, astringen
(mengecilkan pori-pori untuk memyegarkan).
Preperat perawatan kulit, contohnya: hair & body
lotion mousterizer ( pelembab kulit), depilatory
(mengangkat kotoran kulit).
Preperat suntax, sun screan (menghalau sinar uv ke
kulit)
Preperat kebersihan mulut, contohnya: odol,
gargarian

TUGAS
Pribadi : Perbedaan melanin antara orang
Kroasia,Afrika,dan Eropa
Kelompok :
I.Anatomi Kulit dan Rambut
II.Shampo Biasa
III.Shampo Ketombe
IV.Cleansing Cream
V.Day Cream
VI.Night Cream
BUKU : COMPENDIUM COSMETIKA

Shampo
Menurut Depkes, shampo yaitu:
Sediaan kosmetika yang digunakan untuk
maksud keramas rambut, sehingga
setelah itu kulit kepala dan rambut
menjadi bersih, rambut menjadi lembut,
mudah diatur dan berkilau.

Fungsi shampo:
Sebagai pembersih
Sebagai perawatan
Sebagai keindahan(memperindah)
Tujuan penggunaan shampo:
Untuk membersihkan rambut dan kulit kepala
dari segala macam kotoran, baek yang
berupa minyak debu, sel-sel yang sudah mati
dan sebagainya secara baik dan aman.

Syarat-syarat shampo yaitu:


Dapat membersihkan dengan baik (sifat
deterjen)
Memiliki sifat membasahi (wetting)
Memiliki sifat dapat mengemulsi
(emulsifying)
Memiliki sifat dapat membuat busa
(foaming)
Dapat membersihkan dan menyehatkan
kulit kepala

Mudah dicuci /dibilas kembali


Membuat rambut lebih mudah disisir dan
dipola
Membuat rambut lebih cemerlang
Mengkin perlu mengandung bahan aktif
untuk mengatasi penyakit pada rambut dan
kulit kepala (medicated shampo)
Aman dipakai, tidak mengiritasi mata dan
tidak tosik
Menyebarkan bau harum

Dari segi bentuknya, dikenal 4 macam shampo,


yaitu:
1. Shampo cair jernih(clear liquid shampo)
Shampo ini yang paling banyak digunakan.
Cepat berbusa.
Memiliki daya pembersih yang lebih baik.
Mengandung garam-garam kalium dan bahanbahan sintesis, contohnya: garam-garam etanol
amin untuk menperbaiki kelarutan dan daya
pembersihnya. Sering ditambahkan minyak
mineral yang mana minyak mineral ini tidak
akan tercuci semua bila dibilas dengan air (ada
sebagian lengket di rambut) yang berfungsi
sebagai pelembab dan pelembut.

2. Shampo krim cair (liquid cream shampo/ shampo lotion)

Shampo kosmetik.
Biasanya ditambahkan bahan-bahan untuk memperbaiki kondisi
rambut, misalnya ditambahkan vitamin.
3. Shampo krim padat (solid cream shampo)
Konsistensinya kental
Dikemas dalam tube/ pot.
4. Shampo bubuk (powder shampo)
Berbentuk serbuk
Dikemas dalam sachet/ bungkusan.
5. Shampo aerosol
Bahan pembawa propelen
Untuk daerah musim dingin dan rumah sakit

Berdasarkan penggunanya, jenis shampo


dibagi 2 yaitu:
1. Shampo bayi dan anak.
2. Shampo dewasa, yaitu:
Shampo pembersih
Shampo kosmetik
Shampo pewarna
Shampo anti ketombe

Shampo yang baik memenuhi kriteria, antara lain:


Harus dapat menghilangkan kotoran-kotoran dari
rambut dan kulit kepala tetapi tidak terlalu banyak
menghilangkan minyak alami rambut. Syarat
minyak yang dihilangkan: 21-37% sehingga
rambut dan kulit kepala menjadi kering.
Busa dapat terbentuk segera dan mudah
dihilangkan dengan pembilasan.
Tidak bersifat iratasi pada mata dan kulit kepala.
Harus mudah dihilangkan dengan pembilasan ,
membuat rambut menjadi lembut, kemilau, wangi,
dan mudah diatur.

Bahan dasar shampo:


Sabun
Detegen sintesis
Bahan pembuatan shampo bersifat surfaktan. Sifat
surfaktanyang dipilih adalah surfaktan anionik, yaitu lemak
alkohol sulfat misalnya:Lauril sulfat.
Dalam pemilihan surfaktan yang harus di pertimbangkan adalah:
Harga kesetimbangan hidrofilik dan lipofilik
Kemampuan untuk menbentuk busa
Tidak mengiritasi mata
Kelarutan
Efektifitas di dalam air sadah

BAHAN TAMBAHAN SHAMPO


Opacifying agent (Bahan Pengopak)
opaque=kemilau
contoh : fatty alkohol + stearyl alkohol
Clarifying agent (bahan penjernih)
ditambahkan untuk memperoleh hasil yang lebih
jernih
Conditioner agent/Finishing agent
untuk melembutkan rambut
contoh : lanolin,lecithin,minyak
mineral,gliserin,propilen glikol,cetyl alkohol
Foam buildest (pembentuk busa)
syaratnya busa harus stabil dan mudah dibilas
contoh : dietanol amin,asam laurat,monoetanol
amin

Bahan pengental
untuk mendapatkan kekentalan sediaan.
Syarat : harus larut dan dapat meninggalkan lapisan
kulit kepala
Sequestening agent
Bahan yang mencegah terjadinya pengendapan garam-garam
kalium dan magnesium dengan jalan mengikat ion Ca dan
Mg.Contoh : tween 80,garam-garam EDTA

Pengawet
contoh : nipagin,nipasol,asam benzoat
Anti ketombe
dapat mempunyai salah satu atau kombinasi
bakterisid,fungisid,untuk mengurangi dan menghambat
sekresi kelenjar lemak.Contoh : asam salisilat,asam
undesilinat,sulfur,ZnPTO
Pewangi dan pewarna

SIFAT SHAMPO
Daya pembusa dan mobilitasnya
Caranya : 0,1% sediaan shampo dimasukkan ke dalam
labu ukur 100 ml,dikocok,suhu dipertahankan tetap
300C,pada interval waktu tertentu diukur ketinggian busa
dan stabilitasnya.
Daya pembersih
a.efektivitas dalam air sadah
b.tegangan permukaan dan pembasah
c.analisa kandungan surfaktan
d.cleansing kemudahan pembilasan dipengaruhi oleh
banyak busa
e.Kecepatan dibilas , dipengaruhi oleh konsentrasi
basa,adsorpsi surfaktan pada serat rambut,dan kondisi
air.

Conditioning agent
yang diukur softness,kilau,lubricity,dapat
diukur dengan fotometer
Iritasi dan Toksisitas
Iritasi pada mata misal pada kelinci
Uji antiketombe

KARAKTERISTIK SEDIAAN
1.Keharuman Sediaan termasuk selama
penyimpanan
2.Pewarna stabilitas warna
KRITERIA SEDIAAN SHAMPO
1.Tidak mengiritasi mata
2.Mempunyai daya pembersih yang sama baik
pada air sadah
3.Mempunyai daya pembasah
Daya pembasah yang baik maksimal 51 sekon
4.Memiliki daya pembusa dan kestabilan busa
yang baik
5.Mempunyai pH antara 4-5

Formulasi
Contoh formula shampoo cair
Formula 1
Minyak kelapa
14%
Minyak olive 3
Minyak castor
3
Kalium hidroksida, 85%
4.7
Gliserol
2
Etil alkohol 4
Na.heksametafosfat 1
Parfum
0.3
Air
68

Formula 2
Coconut dietanol amida 92%
Aqua
Na.lauril sulfat
TEA alkil benzene sulfonat
Sabun kalium
Buffer fosfat
Pengawet
Parfum

5%
38.4
30
13
20
0.5
q.s
q.s

Formula 3
Aqua
Sulfated castor oil
Sulfated olive oil
Minyak mineral
Gliserol
Parfum

14%
59.5
19
3
3.5
0.5

Contoh formula shampoo lotion


Formula 1
Aqua
49%
Etilen glikol monostearat
1
Polietilenglikol distearat
3
Propilen glikol
2
Na.lauril sulfat
45

Formula 2
Air
Setil alkohol
etilenglikol monostearat
TEA lauril sulfat
Super amida B-5
Kalium klorida

51.5%
1
2
40
5
q.s

Contoh formula shampoo krim


Formula 1
Pasta na.lauril sulfat
25
Asam stearat6.5
Lanolin
0.25
Natrium hidroksida 1
Setil alkohol 0.5
Aquadest
67.75
Parfum
q.s
Pengawet
q.s
Pewarna
q.s

Formula 2
Na.alginat
Pasta Na,lauril sulfat
Natrium klorida
Aquadest
Parfum
Pewarna
Pengawet

16
30
4
50
1-3 tetes
q.s
q.s


A.

B.

Shampoo aerosol
Dasar shampoo
amonium atau trietanolamin laurilsulfat 600
dietanolamida minyak kelapa
15
air
385
Parfum, pengawet
q,s
Isi wadah
dasar shampoo
propelan-12/114 (50:50)

92
8

Pembuatan
Panaskan hati-hati campuran dietanol amida dan
sebagian lauril sulfat, aduk hingga homogen, tambahkan
sisa lauril sulfat dan parfum, aduk hati-hati. Akhirnya
tambahkan parfum dan pengawet, aduk hati-hati hingga
homogen. Isikan ke dalam wadah kemas tekan.

Contoh Shampoo kering


Formula 1
Na.desil benzen sulfonat
Na.dodesil benzen sulfonat
Gliserol
Na.alginat

12%
42
42
4

Formula 2
Sodium keryl benzen sulfonat
Sodium sulfat
Sodium setil sulfat
Sodium karbonat
Sodium bikarbonat
White acid clay

10%
6
20
10
5
49

Shampoo anti ketombe


Adalah shampoo mengandung antiseptika yang
digunakan untuk membersihkan atau menghilangkan
ketombe
Ketombe adalah sejenis peradangan kulit berminyak
Faktor penyeban terjadunya ketombe:
Genetik tertentu yang memiliki lemak kulit berlebih
Diet makanan yang mengandung kadar lemak tinggi
Iklim dan cuaca yang merangsang kegiatan kelenjar minyak kulit
kepala
Stres psikis
Umur tertentu yang menyebabkan kelenjar minyak bergiat
maksimal
Obat-obatan yang menstimulasi kelenjar minyak

Shampoo ketombe digarapkan dapat berfungsi untuk:


1.
2.
3.
4.

Membersihkan rambut dan kulit kepala tanpa menjadikan


rambut berlemak atau kering, dan mudah diatur
Tidak merangsang kelenjar minyak
Efektif sebagai germisidum dan fungisidum
Kadar zat manfaat yang digunakan tidak boleh meningkatkan
kepekaan kulit kepala


1.

2.
3.

Bahan-bahan
antiseptikum, mis: asam undelisinat, belerang, bitional,
etanol, heksaklorofen, isopropanol, klodifan (2,3,4trikloro-2-hidroksifenileter), resorsin surfaktan kationik
(setrimida)
Kounteriritan, mis: kamper, mentol, minyak eukaliptus,
timol
Zat yang mengurangi sekresi kelenjar lemak, mis:
selenium sulfida
Dalam pembuatan shampoo antiketombe harus
diperhatikan kadar zat manfaat yang digunakan.

Contoh formula
Formula 1
Setrimida
175
Etanol
100
Dietilftalat
20
Air
75
Parfum
q.s
Larutkan setrimida dalam air, panaskan hati-hati. Jika
suhu telah turun 35 C, tambahkan dietil ftalat, etanol,
dan parfum sambil diaduk hingga homogen

Formula 2
Selenium disulfide 25
Bentonit
50
Natrium lauril sulfat 400
Air
525

Dispersikan selenium disulfide dalam bentonit. Panaskan


campuran Na.laurilsulfat dan air dalam panic jaket-uap
dengan pengaduk, aduk hati-hati hingga suhu 90 C,
tuang sediaan sedikit demi sedikit ke dalam campuran
bentonit sambil terus diaduk hingga homogen. Wadahkan
saat suhu turun hingga 40-45 C

Formula 3
Timol
Mentol
1
Kamfer
1
TEA lauril sulfat 500
Air
497
Parfum
q.s

0.5

Campurkan timol, mentol, dan kamfer, aduk homogen, tambahkan


sedikit demi sedikit TEA lauril sulfat sambil terus diaduk hingga
homogen. Akhirnya tambahkan sedikit demi sedikit air sambil terus
diadukl hingga homogen.

Wadah : botol, botol plastik, atau wadah kemas tekan


Penandaan: pada etiket harus tertera:
Jenis dan kadar zat manfaat
Cara penggunaan
Peringatan

Penggunaan: basahi rambut dengan air hangat. Letakkan sejumlah


shampoo pada telapak tangan dan ratakan dengan telapak tangan
yang lain. Balurkan shampoo pada rambut, garuk-tekan kulit kepala
dengan jari hingga shampoo merata pada rambut, diamkan
sebentar. Bilas dengan air hingga bersih. Keramas dengan
shampoo anti ketombe hanya boleh dilakukan 1-2 kali seminggu
diselingi dengan keramas shampoo biasa.
Peringatan: keramas dengan shampoo ketombe dapat
menyebabkan reaksi kulit yang tidak dikehendaki seperti, ruam,
gatal-gatal, dan dermatitis. Jika setelah keramas terasa gatal,
segera hentikan penggunaan shampoo ketombe.

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai