Anda di halaman 1dari 2

Contoh Fenomena Perpindahan Panas di

Kehidupan Sehari-hari
Nama

: Dede Nugraha

NIM : 03031381419106
1. Peristiwa konveksi adalah pada saat memanaskan air dengan cerek, di
dalam cerek atau ketel akan terjadi aliran air secara terus menerus
selama pemanasan, hal ini disebabkan karena perbedaan massa jenis
zat. Air yang menyentuh bagian bawah cerek tersebut dipanasi dengan
cara konduksi. Akibat air menerima kalor, maka air akan memuai dan
menjadi kurang rapat. Air yang lebih rapat pada bagian atas itu turun
mendorong air panas menuju ke atas. Gerakan ini menimbulkan arus
konveksi. Pada bagian zat cair yang dipanaskan akan memiliki massa
jenis menurun sehingga mengalir naik ke atas. Pada bagian tepi zat
cair yang dipanaskan konveksi yang terjadi seperti ditunjukkan pada
gambar di bawah ini.

2. Peritiwa radiasi adalah peristiwa panasnya sinar matahari hingga


sampai ke bumi. Peristiwa ini dimanfaatkan untuk mengeringkan
sesuatu misalnya menjemur pakaian. Jika tidak ada peristiwa radiasi
anda tidak akan bisa mengeringkan pakaian

3. Sendok yang terbuat dari logam aluminium terdiri dari partikel-partikel


logam yang sangat berdekatan letaknya. Sehingga saat ujung sendok
dikenai panas maka partikel diujung tersebut memperoleh energi
panas yang membuatnya bergetar dan bertumbukan dengan partikel
disebelahnya tanpa ikut berpindah.

Akibatnya partikel partikel


terus bergetar dan membuat
partikel lainnya ikut bergetar dan memperoleh energi berupa panas
hingga ujung sendok satunya lagi.
4. Energi kalor dapat dicegah untuk berpindah dengan mengisolasi ruang
tersebut. Misalnya, pada penerapan beberapa peralatan rumah tangga,
seperti termos dan setrika listrik.
Termos

Dindinnya berlapis dua


ruang
di antara kedua dinding itu
dihampakan. Dengm demikian, zat cair yang ada di dalamnya tetap
panas untuk waktu yang relatif
lama. Termos dapat mencegah
perpindahan kalor, baik secara konduksi, konveksi, maupun radiasi.
5. Setrika Listrik

Di dalam setrika listrik terdapat lamen dari bahan nikelin yang


berbentuk kumparan. Kurnparan nikelin ini ditempatkan pada dudukan
besi. Ketika listrik mengalir, lamen setrika listrik menjadi panas.
Panas ini dikonduksikan pada dudukan besi dan akhirnya dikonduksikan
pada pakaian yang disetrika. Dengan demikian, setrika mengkonduksi
kalor pada pakaian yang disetrika.