P. 1
juknis-uasbn-un

juknis-uasbn-un

|Views: 1,251|Likes:
Dipublikasikan oleh maryadivm

More info:

Published by: maryadivm on Mar 18, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2013

pdf

text

original

PERATURAN BERSAMA

KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 01 TAHUN 2010 NOMOR KW.09.04/HK.00.7/86/2010 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN UJIAN AKHIR SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL, UJIAN NASIONAL DAN UJIAN SEKOLAH/MADRASAH TAHUN PELAJARAN 2009/2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA; Menimbang : a. bahwa, untuk mengukur dan mengetahui hasil belajar peserta didik serta memperoleh keterangan mengenai mutu pendidikan pada satuan pendidikan di lingkungan pembinaan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, perlu diselenggarakan penilaian pada akhir masa belajar satuan pendidikan; b. bahwa, telah ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 74 Tahun 2009, tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional untuk Sekolah

Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB), Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 75 Tahun 2009, tentang Ujian Nasional untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Sekolah Menengah Pertama

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

1

Luar Biasa (SMP/MTs/SMPLB), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMA/MA/SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagaiamana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 84 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor …. Tahun tentang ;

c. bahwa, agar Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional, Ujian Nasional, dan Ujian Sekolah/Madrasah sebagaimana disebutkan pada huruf a dan huruf b di atas dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya, perlu ditetapkan petunjuk teknis pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional, Ujian Nasional, dan Ujian

Sekolah/Madrasah Tahun Pelajaran 2009/2010. Mengingat : 1. 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008; 3. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan; 5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; 7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang

Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun 2007; 8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2007 tentang Penilaian Pendidikan; 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusi Bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa 10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 78 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

2

11. Keputusan Menteri Agama Nomor 372 Tahun 1993 tentang Kurikulum Pendidikan Dasar Berciri khas Agama Islam 12. Keputusan Menteri Agama Nomor 368 Tahun 1993 tentang

Penyelenggaraan Madrasah Ibtidaiyah; 13. Keputusan Menteri Agama Nomor 369 Tahun 1993 tentang

Penyelenggaraan Madrasah Tsanawiyah; 14. Peraturan Menteri Agama Nomor 370 Tahun 1993 tentang penyelenggaraan Madrasah Aliyah; 15. Keputusan Menteri Agama Nomor 373 Tahun 2002 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 16. Keputusan Operasional BSNP Nomor 0023/SK-Pos/BSNP/XII/2009, Ujian Nasional (UN) tentang Sekolah Prosedur Menengah

Standar

(POS)

Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) Tahun Pelajaran 2009/2010; 17. Keputusan Operasional BSNP Nomor 0024/SK-Pos/BSNP/XII/2009, Ujian Nasional (UN) tentang Sekolah Prosedur Menengah

Standar

(POS)

Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2009/2010; 18. Keputusan BSNP Nomor 0026/SK-Pos/BSNP/XII/2009, tentang Prosedur

Operasional Standar (POS) Ujian Nasional (UN) Untuk Sekolah Dasar/Madarasah Ibtidaiyah /Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB), Tahun Pelajaran 2009/2010; 19. Keputusan BSNP Nomor ........................... tentang ...................................... 20. Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Sistem Pendidikan; 21. Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 22. Peraturan Gubernur Nomor 107 Tahun 2007 tentang Akreditasi

Sekolah/Madrasah; 23. Peraturan Gubernur Nomor 116 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi. 24. Peraturan Gubernur Nomor 124 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Luar Sekolah, Luar Biasa dan Pendidikan Khusus 25. Peraturan Gubernur Nomor 134 Tahun 2009 tentang Organisasi Tata Kerja Dinas Pendidikan; 26. Peraturan Kepala Dinas Nomor 51.1 Tahun 2009 tentang Pedoman

Penyelenggaraan Pendidikan Khusus

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

3

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN BERSAMA KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN UJIAN AKHIR SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL, UJIAN NASIONAL DAN UJIAN SEKOLAH/ MADRASAH TAHUN PELAJARAN 2009/ 2010.

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut UASBN adalah UASBN yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan pelaksanaan ujian Sekolah/Madrasah untuk jenjang satuan pendidikan SD/SDLB/MI; 2. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional untuk jenjang pendidikan SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA dan SMK. 3. Ujian Sekolah/Madrasah yang selanjutnya disebut US/M adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari

Sekolah/madrasah yang tidak diujikan pada UASBN/UN. 4. Peserta Ujian adalah Peserta Didik yang terdaftar sebagai peserta UASBN/UN dan US/M Tahun Pelajaran 2009/2010 5. UASBN/UN dan US/M Utama adalah UASBN/UN dan USM yang diselenggarakan bagi seluruh peserta. 6. UASBN/UN dan US/M susulan adalah UASBN/UN dan US/M yang

diselenggarakan bagi peserta yang tidak dapat mengikuti UASBN/UN dan US/M Utama, karena sakit atau berhalangan yang dibuktikan dengan surat keterangan yang sah 7. UN Ulangan adalah UN yang diselenggarakan bagi peserta yang tidak LULUS dalam mengikuti UN.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

4

8.

Kurikulum 1994 adalah kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang sudah berlaku secara nasional sejak tahun pelajaran 1994/1995 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993, Nomor

061/U/1993, Nomor 080/U/1993, Nomor 126/U/1993, dan Nomor 129/U/1993 Tahun 1993Kurikulum 2004 adalah kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang sudah diterapkan secara terbatas mulai tahun pelajaran 2001/2002 berdasar Surat Keputusan Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah No.

399a/C.C2/Kep/DS/2004 Tahun 2004, dan Peraturan Direktur Pendidikan Menengah Umum No. 766a/C4/MN/2003 Tahun 2003 dan No. 1247a/C4/MN/2003 Tahun 2003. 9. Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah yang selanjutnya disebut standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2006. 10. Standar Kompetensi Lulusan yang selanjutnya disebut SKL adalah standar kompetensi minimal yang harus dikuasai oleh peserta didik 11. Kisi-kisi soal UN adalah acuan dalam pengembangan dan perakitan soal ujian yang memuat SKL dan kemampuan yang diujikan. 12. Prosedur operasi standar yang selanjutnya disebut POS adalah prosedur operasi standar yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan ujian nasional yang ditetapkan oleh BSNP. 13. Kompetensi Keahlian Kejuruan adalah kemampuan teknis peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 14. Uji Kompetensi Keahlian adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi SMK sesuai Program Keahlian masing-masing. 15. BSNP adalah Badan Standar Nasional Pendidikan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005. 16. 17. Gubernur adalah Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Dinas Pendidikan adalah Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 18. Kanwil Kementerian Agama adalah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 19. Kepala Dinas Pendidikan adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 20. Kepala Kanwil Kementerian Agama adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

5

21.

Suku Dinas adalah Suku Dinas Pendidikan Dasar Kota Administrasi, Suku Dinas Pendidikan Menengah Kota Administrasi dan Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

22.

Kepala Suku Dinas adalah Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Kota Administrasi, Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Kota Administrasi dan Kepala Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu

23.

Kepala Mapenda adalah Kepala Bidang Madrasah dan Pendidikan Agama pada sekolah Kanwil Kementerian Agama.

24.

Seksi Kecamatan adalah Seksi Dinas Pendidikan Dasar Kecamatan dan Seksi Dinas Pendidikan Menengah Kecamatan.

25.

Kepala Seksi Kecamatan adalah Kepala Seksi Dinas Pendidikan Dasar Kecamatan dan Kepala Seksi Dinas Pendidikan Menengah Kecamatan.

26.

Satuan Pendidikan adalah SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA dan SMK Negeri dan Swasta.

27.

Rayon adalah kelompok panitia penyelenggara UASBN dan UN di Tingkat Kota Administrasi/Kabupaten Administrasi

28.

Subrayon adalah kelompok panitia penyelenggara UASBN dan UN di Tingkat Kecamatan.

29. 30. 31.

DNS adalah Daftar Nominasi Sementara. DNT adalah Daftar Nominasi Tetap. Daftar Kolektif Hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional selanjutnya disebut DKHUASBN, adalah Daftar kolektif yang berisi nilai hasil UASBN setiap penyelenggara UASBN.

32.

Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional yang selanjutnya di sebut DKHUN adalah daftar kolektif yang berisi nilai hasil UN setiap penyelenggara UN

BAB II TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 2

(1)

UASBN/UN bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi serta mendorong tercapainya pendidikan dasar dan menengah yang bermutu.

(2)

US/M bertujuan untuk menilai pencapaian standar kompetensi lulusan pada mata pelajaran dalam kelompok mata pelajaran yang tidak diujikan pada UASBN/UN.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

6

Pasal 3

Hasil UASBN/UN dan US/M digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk : a. b. c. d. pemetaan mutu satuan dan atau program pendidikan; seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; penentuan kelulusan peserta didik dari suatu satuan pendidikan; pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan;dan e. penilaian akreditasi dari suatu satuan pendidikan.

BAB III PENYELENGGARAAN UJIAN Pasal 4

(1)

Penyelenggaraan UASBN dan US/M, meliputi: a. b. SD SDLB 1. SDLB Tunanetra (A), Tunarungu (B), Tunadaksa (D), Tunalaras (E); 2. SDLB Tunagrahita Ringan (C), Tunagrahita Sedang (C1), Tunadaksa Sedang (D1), dan Tunaganda (G). c. MI

(2)

Penyelenggaraan UN dan US/M, meliputi : a. b. SMP SMPLB terdiri atas; 1. SMPLB Tunanetra (A), Tunarungu (B), Tunadaksa (D), Tunalaras (E); 2. SMPLB Tunagrahita Ringan (C), Tunagrahita Sedang (C1), Tunadaksa Sedang (D1), dan Tunaganda (G). c. d. MTs SMA, terdiri atas : 1. SMA Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA); 2. SMA Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS); 3. SMA Program Bahasa. e. SMALB, terdiri atas : 1. SMALB Tunanetra (A), Tunarungu (B), Tunadaksa (D), Tunalaras (E); 2. SMALB Tunagrahita Ringan (C), Tunagrahita Sedang (C1), Tunadaksa Sedang (D1), dan Tunaganda (G).

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

7

f.

MA, terdiri atas : 1. MA Program Bahasa; 2. MA Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA); 3. MA Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS); 4. MA Program Keagamaan.

g.

SMK, terdiri atas : 1. SMK kelompok Teknologi dan Industri; 2. SMK kelompok Bisnis Manajemen; 3. SMK kelompok Pariwisata; 4. SMK kelompok Kesehatan; 5. SMK kelompok Pekerjaan Sosial; 6. SMK kelompok Seni dan Kerajinan.

Pasal 5

(1)

Penyelenggaraan

UASBN

dan

UN

pada

satuan

pendidikan

SD/SDLB,

SMP/SMPLB, SMALB dan SMK Pendidikan. (2)

menjadi tanggung jawab Kepala Dinas

Penyelenggaraan UASBN dan UN pada satuan pendidikan MI, MTs dan menjadi tanggung jawab Kepala Kanwil Kementerian Agama.

(3)

Penyelenggaraan UN pada satuan pendidikan SMA/MA menjadi tanggung jawab bersama Rektor Perguruan Tinggi Negeri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama .

(4)

Penyelenggaraan US/M menjadi tanggung jawab Kepala Sekolah/Madrasah Penyelenggara US/M.

BAB IV PENYELENGGARA UJIAN Bagian Kesatu Penyelenggara Pasal 6

(1)

Gubernur menetapkan penyelenggara UASBN tingkat provinsi yang terdiri atas unsur - unsur : a. b. Dinas Pendidikan; dan Kanwil Kementerian Agama

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

8

(2)

Gubernur menetapkan penyelenggara UN SMP/SMPLB/MTs, SMALB dan SMK tingkat provinsi yang terdiri atas unsur - unsur : a. b. c. d. Dinas Pendidikan; Kanwil Kementerian Agama; Perguruan Tinggi Negeri; dan Instansi yang terkait dengan pendidikan keahlian.

(3)

Gubernur bersama Perguruan Tinggi Negeri menetapkan penyelenggara UN SMA/MA tingkat provinsi yang terdiri atas unsur - unsur : a. b. c. Perguruan Tinggi Negeri; Dinas Pendidikan; dan Kanwil Kementerian Agama Dinas Pendidikan bersama Kepala Kanwil Kementerian Agama

(4)

Kepala

menetapkan panitia penyelenggara UASBN dan UN SMP/SMPLB/MTs tingkat rayon dan tingkat subrayon. (5) Kepala Dinas Pendidikan bersama Kepala Kanwil Kementerian Agama

menetapkan panitia penyelenggara UN SMA/SMALB/MA dan UN SMK tingkat rayon. (6) Panitia UASBN/UN dan US/M tingkat Sekolah/Madrasah ditetapkan oleh Kepala Sekolah/Madrasah penyelenggara UASBN/UN dan US/M.

Pasal 7

Koordinasi dan pengendalian teknis penyelenggara UASBN/UN tingkat kota/kabupaten administrasi dilaksanakan oleh Kepala Suku Dinas, dan Kepala Kanwil Kementerian Agama Kota, pelaksanaan teknis penyelenggara UASBN/UN dilaksanakan oleh rayon dan/atau subrayon yang meliputi unsur Kepala Seksi Kecamatan, Koordinator Pengawas dan Kepala Sekolah/Madrasah

Pasal 8

(1)

Penyelenggara UASBN SD/SDLB/MI terdiri atas penyelenggara tingkat provinsi, penyelenggara tingkat rayon, penyelenggara tingkat subrayon dan penyelenggara tingkat sekolah/madrasah.

(2)

Penyelenggara UN SMP/SMPLB/MTs terdiri atas penyelenggara tingkat provinsi, penyelenggara tingkat rayon, penyelenggara tingkat subrayon dan penyelenggara tingkat sekolah/madrasah.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

9

(3)

Penyelenggara UN SMA/SMALB/MA dan SMK terdiri atas penyelenggara tingkat provinsi, penyelenggara tingkat rayon dan penyelenggara tingkat

sekolah/madrasah. Bagian Kedua Sekolah Penyelenggara Pasal 9

(1)

Sekolah/madrasah penyelenggara UASBN/UN adalah sekolah/madrasah yang terakreditasi, memiliki peserta UASBN/UN minimal 20 (dua puluh) peserta didik dan memiliki fasilitas ruang ujian yang layak.

(2)

Sekolah/madrasah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang memiliki peserta didik kurang dari 20 orang setelah mendapat izin dari Dinas Pendidikan atau Kanwil Kementerian Agama.

(3)

Sekolah/madrasah yang memiliki peserta didik kurang dari 20 (dua puluh) dapat menyelenggarakan UASBN/UN dengan syarat terakreditasi minimal B, dan memiliki fasilitas ruang ujian yang layak.

(4)

Sekolah/madrasah penyelenggara UASBN ditetapkan oleh Kasudin Pendidikan Dasar Kota Administrasi/Kasudin Pendidikan Kabupaten Administrasi/Kepala Kementerian Agama Kota Administrasi.

(5)

Sekolah/madrasah

penyelenggara

UN

ditetapkan

oleh

Kepala

Dinas

Pendidikan/Kepala Kanwil Kementerian Agama. (6) Sekolah/madrasah yang tidak ditetapkan sebagai penyelenggara UASBN/UN dan US/M bergabung pada sekolah/madrasah lain yang ditetapkan sebagai

penyelenggara UASBN/ UN dan US/M.

Pasal 10

(1)

Penyelenggara UASBN/UN dan US/M bertugas merencanakan, melaksanakan dan melaporkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan Ujian kepada instansi terkait sesuai peraturan yang berlaku.

(2)

Sekolah/madrasah penyelenggara UASBN/UN dan US/M bertanggung jawab atas penyelenggaraan ujian mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, sampai dengan pelaporan

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

10

BAB V TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENYELENGGARA UASBN/UN DAN US/M Bagian Kesatu Tugas Penyelenggara UASBN SD/SDLB/MI dan UN SMP/SMPLB/MTs Pasal 11

(1)

Tugas penyelenggara UASBN SD/SDLB/MI dan UN SMP/SMPLB/MTs tingkat provinsi a. b. merencanakan dan melakukan sosialisasi pelaksanaan UASBN dan UN; mencetak bahan UASBN dan UN yang mencakup Naskah Soal, LJUASBN, LJUN, Daftar Hadir, dan Berita Acara; c. berkoordinasi dengan rayon mendistribusikan bahan UASBN dan UN ke sekolah/madrasah penyelenggara melalui penyelenggara tingkat subrayon; d. e. f. menjaga kerahasiaan bahan UASBN dan UN; menjaga keamanan pelaksanaan UASBN dan UN; penyelenggara UASBN,: 1) 2) menyiapkan bahan UASBN; menyusun 75% butir soal berdasarkan kisi-kisi soal UASBN Pelajaran 2009/2010 yang ditetapkan oleh BSNP; 3) merakit soal berdasarkan kisi-kisi soal UASBN Tahun Pelajaran 2009/2010 dan melakukan penjaminan mutu soal; 4) melakukan pemindaian hasil UASBN dengan melibatkan tim tingkat rayon; 5) 6) melakukan penskoran hasil pemindaian UASBN; menyampaikan hasil penskoran kepada penyelenggara UASBN tingkat pusat g. penyelenggara UN: 1. menetapkan tim pengolah hasil UN SMP/MTs dan SMPLB , yang terdiri dari unsur Dinas Pendidikan Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama. 2. tim pengolah hasil UN SMP/MTs dan SMPLB, bertugas sebagai berikut: a) melakukan pemindaian (scanning) LJUN SMP/MTs dan SMPLB, dengan menggunakan software yang ditentukan oleh Penyelenggara UN tingkat pusat; Tahun

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

11

b)

mendata UASBN

dan SDLB

menetapkan dan UN

sekolah/madrasah SMP/SMPLB/MTs

penyelenggara bergabung

yang

berdasarkan hasil akreditasi dalam surat keputusan penyelenggara UN tingkat sekolah/madrasah; c) menyampaikan surat keputusan sebagaimana dimaksud pada huruf b) ke sekolah/madrasah penyelenggara UN; d) mengirim hasil pemindaian LJUN SMP/MTs dan SMPLB ke Penyelenggara UN Tingkat Pusat; e) 3. mengisi SKHUN dan mendistribusikan ke Rayon;

menerima hasil penskoran UN SMP/MTs dan SMPLB, dari penyelenggara UN tingkat pusat;

4. h. i.

mendistribusikan hasil penskoran UN ke subrayon;

mendata, mengelola database, dan menetapkan DNS dan DNT; mencetak DKHUASBN dan DKHUN yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan atau Kepala Kanwil Kementerian Agama dan mendistribusikannya ke setiap sekolah/madrasah penyelenggara UASBN dan UN ke

penyelenggara tingkat subrayon berkoordinasi dengan penyelenggara tingkat rayon; j. mencetak SKHUASBN, SKHUN dan mendistribusikannya ke setiap

sekolah/madrasah penyelenggara UASBN dan UN ke penyelenggara tingkat subrayon koordinasi dengan penyelenggara tingkat rayon; k. mencetak dan mendistribusikan blangko ijazah ke setiap sekolah/madrasah penyelenggara UASBN ke penyelenggara subrayon koordinasi dengan penyelenggara tingkat rayon l. mencetak dan mendistribusikan blangko ijazah ke setiap sekolah/madrasah penyelenggara UN ke sekolah/madrasah penyelenggara; m. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan UASBN dan UN; n. membuat laporan pelaksanaan UASBN dan UN tingkat provinsi untuk

disampaikan kepada Penyelenggara UASBN dan UN tingkat pusat yang berisi tentang persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi UASBN dan dilengkapi dengan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. surat keputusan penyelenggara UASBN dan UN tingkat provinsi; data peserta UASBN dan UN; data sekolah/madrasah penyelenggara UASBN dan UN; data ruang ujian tiap sekolah/madrasah; data pengawas ruang ujian setiap sekolah/madrasah; kriteria kelulusan setiap sekolah/madrasah;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

12

7. 8. (2)

data kelulusan peserta UASBN dan UN; nilai UASBN dan UN setiap sekolah/madrasah.

Tugas penyelenggara UASBN dan UN SMP/SMPLB/MTs tingkat rayon a. mengkoordinasikan, merencanakan, dan mensosialisasikan pelaksanaan UASBN dan UN di wilayahnya; b. mendata sekolah/madrasah berdasarkan aspek-aspek kelayakan tempat pelaksanaan UASBN dan UN, sebagai bahan pertimbangan penetapan sekolah/ madrasah penyelenggara UASBN dan UN; c. menetapkan sekolah/madrasah penyelenggara UASBN sekolah/madrasah

yang bergabung berdasarkan hasil akreditasi dalam surat keputusan penyelenggara UASBN tingkat sekolah/madrasah; d. menyampaikan surat keputusan tersebut ke sekolah/madrasah penyelenggara UASBN. e. f. mendata calon peserta UASBN dan UN; menjaga kerahasiaan dan keamanan bahan UASBN dan UN bekerja sama dengan instansi tekait; g. menjaga keamanan pelaksanaan UASBN dan UN bekerja sama dengan instansi tekait; h. mengumpulkan LJUASBN dan LJUN dari penyelenggara tingkat subrayon dan mengirimkannya ke penyelenggara tingkat provinsi untuk proses pemindaian i. menerima DKHUASBN, SKHUASBN, DKHUN dan SKHUN dari

Penyelenggara UASBN dan UN

penyelenggara tingkat provinsi dan

mengirimkannya ke sekolah/madrasah penyelenggara, melalui penyelenggara tingkat subrayon; j. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan UASBN dan UN di wilayahnya; k. membuat laporan pelaksanaan UASBN dan UN tingkat rayon untuk disampaikan kepada Penyelenggara UASBN dan UN tingkat provinsi yang berisi tentang persiapan, pelaksanaan, evaluasi UASBN dan UN dilengkapi dengan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. surat keputusan penyelenggara UASBN dan UN tingkat rayon; surat keputusan pengawas ruang UASBN; data peserta UASBN dan UN; data sekolah/madrasah penyelenggara UASBN dan UN; data ruang ujian tiap sekolah/madrasah; data pengawas ruang ujian setiap sekolah/madrasah;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

13

7. 8. (3)

kriteria kelulusan setiap sekolah/madrasah; data kelulusan peserta UASBN dan UN.

Tugas penyelenggara UASBN dan UN tingkat subrayon a. mengkoordinasikan, merencanakan, dan mensosialisasikan pelaksanaan

UASBN dan UN di wilayahnya; b. mendata sekolah/madrasah penyelenggara untuk disampaikan ke tingkat rayon; c. mendata calon peserta ujian yang dikirim oleh sekolah/madrasah dan menyampaikan ke tingkat provinsi dengan tembusan ke tingkat rayon; d. menerima dan mendistribusikan bahan UASBN dan UN ke sekolah/madrasah penyelenggara; e. f. g. menjaga kerahasiaan dan keamanan bahan UASBN dan UN; menjaga keamanan pelaksanaan UASBN dan UN; menerima DKHUASBN dan SKHUASBN dan mengirimkannya ke

sekolah/madrasah penyelenggara UASBN dan UN; h. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan UASBN dan UN di wilayahnya; i. membuat laporan pelaksanaan UASBN dan UN tingkat subrayon untuk disampaikan kepada Penyelenggara UASBN dan UN tingkat rayon yang berisi tentang persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi UASBN dan dilengkapi dengan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. (4) surat keputusan penyelenggara UASBN dan UN tingkat subrayon; surat keputusan pengawas ruang UN; data peserta UASBN dan UN; data sekolah/madrasah penyelenggara UASBN dan UN; data ruang ujian tiap sekolah/madrasah; data pengawas ruang ujian setiap sekolah/madrasah; kriteria kelulusan setiap sekolah/madrasah; data kelulusan peserta UASBN dan UN.

Tugas penyelenggara UASBN dan UN tingkat sekolah/madrasah a. b. c. d. merencanakan pelaksanaan UASBN dan UN; menetapkan kriteria kelulusan UASBN berdasarkan rapat dewan guru; melaporkan kriteria kelulusan kepada penyelenggara tingkat subrayon; mensosialisasikan pelaksanaan UASBN dan UN kepada guru, peserta dan orang tua; e. melakukan pendaftaran calon peserta UASBN dan UN, mengirimkannya ke penyelenggara UASBN dan UN tingkat subrayon;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

14

f.

melakukan verifikasi calon peserta UASBN dan UN yang diterima dari penyelenggara tingkat subrayon;

g.

mengirimkankan kembali hasil verfikasi sebagaimana dimaksud pada huruf f kepada penyelenggara tingkat subrayon;

h.

melakukan pelatihan pengisian LJUASBN dan LJUN kepada calon peserta UASBN dan UN;

i.

mengambil bahan UASBN dan UN di tempat yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara tingkat subrayon;

j.

menjaga keamanan bahan UASBN dan UN bekerja sama dengan instansi terkait;

k.

melaksanakan UASBN dan UN sesuai peraturan yang berlaku dengan tata tertib;

l.

menyiapkan ruang khusus untuk pelaksanaan UASBN dan UN bagi siswa yang berkebutuhan khusus;

m. menjaga keamanan pelaksanaan UASBN dan UN bekerja sama dengan instansi terkait; n. memeriksa dan memastikan amplop LJUASBN dan LJUN yang telah dikerjakan peserta dalam keadaan tertutup dengan dilem yang telah ditandatangani dengan menuliskan nama jelas, sekolah asal, no

telepon/handphone pengawas ruang UASBN dan UN, serta dibubuhi stempel sekolah/madrasah penyelenggara; o. menerima DKHUASBN dan DKHUN dari Penyelenggara UASBN dan UN tingkat subrayon; p. menerbitkan, menandatangani, membagikan SKHUASBN dan SKHUN kepada peserta UASBN dan UN; q. menyampaikan laporan pelaksanaan UASBN dan UN kepada Penyelenggara tingkat subrayon;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

15

Bagian Kedua Tugas Penyelenggara UN SMA/SMALB/MA dan SMK Pasal 12

(1)

Tugas penyelenggara UN tingkat provinsi a. b. merencanakan penyelenggaraan UN; mendata dan menetapkan sekolah/madrasah penyelenggara UN , dengan prosedur sebagai berikut: 1. mendata sekolah/madrasah yang memiliki kelas/tingkat tertinggi dan mengidentifikasi sekolah/madrasah berdasarkan jenjang akreditasi serta aspek-aspek yang dipergunakan sebagai bahan penetapan sekolah/ madrasah penyelenggara UN; 2. menetapkan sekolah/madrasah yang bergabung penyelenggara dalam surat UN keputusan dan dan

sekolah/madrasah

mengirimkannya ke sekolah/madrasah penyelenggara UN; c. d. mendata, mengelola database, dan menetapkan DNS dan DNT; menjaga kerahasiaan bahan UN dan keamanan penyelenggaraan bekerja sama dengan instansi terkait; e. penyelenggara UN SMALB, dan SMK : 1. melakukan proses verifikasi pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian dan penetapan SMK penyelenggara; 2. mencetak, menggandakan dan mendistribusikan bahan UN SMALB dan SMK yang mencakup naskah soal, LJUN, daftar hadir, dan berita acara ke sekolah/madrasah penyelenggara melalui penyelenggara UN tingkat rayon dan tempat lain yang ditetapkan sebagai penyelenggara UN, bagi siswa yang sedang praktik kerja industri (prakerin) di luar negeri 3. menetapkan tim pengolah hasil UN SMALB, dan SMK yang terdiri dari unsur Dinas Pendidikan 4. 5. mengelola database peserta UN (menerbitkan DNS dan DNT); melakukan pemindaian (scanning) LJUN SMALB, dan SMK dengan menggunakan software yang ditentukan oleh penyelenggara UN tingkat pusat; 6. mengirim hasil pemindaian LJUN SMALB, dan SMK ke penyelenggara UN tingkat pusat;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

16

7. f. g.

mengisi SKHUN dan mendistribusikan ke Penyelenggara Tingkat Rayon;

pemindaian LJUN SMA/MA dilakukan oleh Perguruan Tinggi Negeri; menerima hasil penskoran SMA/MA, SMALB, dan SMK dari penyelenggara UN tingkat pusat;

h. i.

mendistribusikan hasil penskoran ke rayon; mencetak dan mendistribusikan DKHUN per sekolah/madrasah

penyelenggara UN yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan melalui rayon; j. mencetak dan mendistribusikan blangko ijazah ke sekolah/madrasah sesuai dengan petunjuk teknis pencetakan blangko yang diterbitkan oleh

penyelenggara tingkat pusat; k. l. memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan UN; membuat laporan pelaksanaan UN tingkat provinsi untuk disampaikan kepada penyelenggara UN tingkat pusat yang berisi tentang persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi UN dan dilengkapi dengan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. (2) surat keputusan Penyelenggara UN Tingkat Provinsi; data peserta UN; data sekolah/madrasah penyelenggara UN; data ruang ujian tiap sekolah/madrasah; data pengawas ruang ujian setiap sekolah/madrasah; data kelulusan peserta UN; nilai UN setiap sekolah/madrasah.

Tugas penyelenggara UN tingkat rayon a. b. merencanakan penyelenggaraan UN di wilayahnya; mendata sekolah/madrasah penyelenggara untuk SMA/MA, SMALB dan SMK dengan prosedur sebagai berikut: 1. mendata sekolah/madrasah yang memiliki kelas/tingkat tertinggi dan mengidentifikasi sekolah/madrasah berdasarkan jenjang akreditasi serta aspek-aspek kelayakan yang dipergunakan sebagai bahan pertimbangan penetapan sekolah/madrasah penyelenggara UN; 2. mendata sekolah/madrasah penyelenggara UN dan sekolah/madrasah yang bergabung, dan ; 3. menyampaikan surat keputusan sekolah/madrasah yang bergabung ke sekolah/madrasah penyelenggara UN; c. mendata calon peserta UN untuk disampaikan ke penyelenggara tingkat provinsi ;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

17

d.

penyelenggara UN SMALB dan SMK bertugas : 1. 2. menetapkan pengawas ruang UN SMALB dan SMK; menerima dan mendistribusikan bahan UN dan LJUN ke

sekolah/madrasah penyelenggara UN; 3. mengumpulkan LJUN dan mengirimkannya ke Penyelenggara UN tingkat provinsi; e. bersama Perguruan Tinggi Negeri, penyelenggara UN SMA/MA : 1. 2. menetapkan pengawas ruang UN SMA/MA ; menerima dan mendistribusikan bahan UN dan LJUN ke

sekolah/madrasah penyelenggara UN 3. f. g. mengumpulkan LJUN dan mengirimkannya ke Perguruan Tinggi;

mensosialisasikan penyelenggaraan UN di wilayahnya; menjaga kerahasiaan, keamanan bahan dan penyelenggaraan UN bekerja sama dengan instansi terkait;

h.

menerima DKHUN dan SKHUN dari penyelenggara UN tingkat provinsi dan mendistribusikannya ke sekolah/madrasah penyelenggara UN;

i. j.

melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan UN di wilayahnya; membuat laporan pelaksanaan UN tingkat rayon untuk disampaikan kepada penyelenggara UN tingkat provinsi yang berisi tentang persiapan,

pelaksanaan, dan evaluasi UN, dilengkapi dengan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. (3) surat keputusan penyelenggara UN tingkat rayon; data peserta UN; data sekolah/madrasah penyelenggara UN; data ruang ujian tiap sekolah/madrasah; data pengawas ruang ujian setiap sekolah/madrasah; data kelulusan peserta UN.

Tugas penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah a. b. c. merencanakan penyelenggaraan UN di sekolah/madrasah; melakukan pelatihan pengisian LJUN kepada calon peserta; melakukan verifikasi calon peserta UN yang diterima dari penyelenggara tingkat rayon; d. mengirimkankan kembali hasil verfikasi sebagaimana dimaksud pada huruf c kepada penyelenggara tingkat rayon; e. mengambil bahan UN di tempat yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara tingkat rayon;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

18

f. g. h. i.

memeriksa dan memastikan amplop bahan UN dalam keadaan tertutup; menjaga kerahasiaan dan keamanan bahan UN; melaksanakan UN sesuai dengan peraturan yang berlaku; menjaga keamanan penyelenggaraan UN bekerja sama dengan instansi terkait;

j.

menyiapkan ruang khusus untuk pelaksanaan UN bagi siswa yang berkebutuhan khusus;

k.

memeriksa dan memastikan amplop LJUN dalam keadaan tertutup, dilem, dan telah ditandangani dengan menuliskan nama jelas, sekolah asal, no telepon/handphone pengawas ruang UN, serta dibubuhi stempel

sekolah/madrasah penyelenggara UN; l. mengumpulkan LJUN dan bahan pendukung lainnya serta mengirimkan ke penyelenggara UN tingkat rayon ; m. menerima DKHUN dan SKHUN dari Penyelenggara UN tingkat rayon; n. o. menerbitkan, menandatangani, dan membagikan SKHUN kepada peserta UN; menerbitkan, menandatangani, dan membagikan ijazah kepada peserta didik yang dinyatakan lulus dari satuan pendidikan; p. menyampaikan laporan penyelenggaraan UN kepada penyelenggara tingkat rayon; q. untuk SMK melakukan kerja sama dengan dunia industri atau institusi

pasangan dalam rangka uji kompetensi dan sertifikasi keahlian berdasarkan pedoman penyelenggaraan uji kompetensi keahlian;

Bagian Ketiga Tugas Penyelenggara US/M Pasal 13

Tugas penyelenggara US/M tingkat sekolah/madrasah : a. membentuk dan menetapkan panitia penyelenggara US/M yang terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara dan seksi-seksi sesuai kebutuhan; b. c. d. mengatur jadwal pelaksanaan US/M; mengatur ruang ujian sesuai persyaratan yang ditetapkan; bertanggung jawab atas penyelenggaraan US/M mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan sampai dengan pelaporan;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

19

e.

menyiapkan bahan US/M mencakup: penyusunan kisi-kisi, penyiapan naskah ujian (penulisan, penelaahan, dan perakitan), penyiapan master copy dan penggandaan bahan ujian;

f. g.

melaksanakan pemeriksaan dan penilaian hasil US/M sesuai ketentuan;dan menyusun daftar nilai US/M.

Pasal 14

Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya penyelenggara UASBN/UN dan US/M menerapkan prinsip kejujuran, objektivitas, dan akuntabilitas pada semua proses UASBN/UN dan US/M.

BAB VI PESERTA UJIAN Bagian Kesatu Persyaratan Calon Peserta UASBN Pasal 15

(1)

Peserta didik yang belajar pada tahun terakhir di satuan pendidikan SD, MI, dan SDLB (Tunanetra, Tunarungu, Tunadaksa Ringan, dan Tunalaras).

(2)

Peserta didik yang memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan sampai dengan semester 1 tahun terakhir.

(3)

Peserta didik yang belajar di sekolah internasional di Indonesia yang memiliki izin untuk menerima peserta didik WNI, dapat mengikuti UASBN pada

sekolah/madrasah penyelenggara terdekat. (4) Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UASBN di satuan pendidikan yang bersangkutan, dapat mengikuti

UASBN di satuan pendidikan lain pada jenjang dan jenis yang sama atau pada tempat lain yang ditentukan sebagai penyelenggara UASBN. (5) Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UASBN utama, dapat mengikuti UASBN susulan. (6) Peserta yang tidak lulus UASBN pada tahun pelajaran 2008/2009 yang akan

mengikuti UASBN tahun pelajaran 2009/2010 dengan syarat : a. harus terdaftar pada sekolah/madrasah asal atau sekolah/madrasah

penyelenggara UASBN dan mengikuti proses pembelajaran yang diatur oleh sekolah/madrasah yang bersangkutan.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

20

b.

menempuh seluruh mata pelajaran yang diujikan atau hanya mata pelajaran yang nilainya belum memenuhi syarat kelulusan sesuai dengan Permendiknas Nomor 74 Tahun 2009 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional. Nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi dari kedua hasil ujian.

Bagian Kedua Persyaratan Calon Peserta UN Pasal 16

(1)

Peserta didik yang belajar pada tahun terakhir di satuan pendidikan SMP, MTs, SMPLB (Tunanetra, Tunarungu, Tunadaksa ringan dan Tunalaras), SMA, MA, SMALB (Tunanetra, Tunarungu, Tunadaksa ringan dan Tunalaras) dan SMK, berhak mengikuti UN;

(2)

Peserta didik yang memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan sampai dengan semester I tahun terakhir.

(3)

Peserta didik yang memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan sama dengan ijazah dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah, atau memiliki bukti kenaikan kelas dari kelas III ke kelas IV untuk peserta didik Kulliyatul-Mu’alimin Al-Islamiyah (KMI)/Tarbiyatul-Mu’alimin Al-Islamiyah (TMI) yang pindah ke SMA, MA dan SMK. Penerbitan ijazah yang dimaksud sekurang-kurangnya 3 tahun sebelum mengikuti UN, atau sekurang-kurangnya 2 tahun untuk peserta program percepatan belajar.

(4)

Peserta didik yang belajar di sekolah internasional di Indonesia yang memiliki izin untuk menerima peserta didik WNI, dapat mengikuti UN pada sekolah/madrasah penyelenggara UN terdekat dengan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dan (2).

(5)

Peserta UN yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UN di satuan pendidikan yang bersangkutan, dapat mengikuti UN di satuan pendidikan lain pada jenjang dan jenis yang sama.

(6)

Peserta UN yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UN utama dapat mengikuti UN susulan.

(7)

Peserta yang tidak lulus UN pada tahun pelajaran 2007/2008, dan/atau 2008/2009 dapat mengikuti UN tahun pelajaran 2009/2010 dengan syarat: a. mengikuti proses pembelajaran dan terdaftar sebagai peserta didik pada sekolah/madrasah asal atau sekolah penyelenggara UN Tahun Pelajaran 2009/2010;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

21

b.

menempuh seluruh mata pelajaran yang diujikan atau hanya mata pelajaran yang nilainya belum memenuhi syarat kelulusan sesuai dengan Permendiknas Nomor 75 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional SMP/MTs, SMA/MA, SMPLB, SMALB, dan SMK beserta perubahannya. Nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi dari hasil ujian .Bagian Ketiga Persyaratan Peserta UN Ulangan Pasal 17

Peserta UN yang tidak lulus UN Utama termasuk susulannya pada tahun pelajaran 2009/2010 dapat mengikuti UN Ulangan pada seluruh atau sebagian mata pelajaran dengan nilai di bawah 5,50 yang dipilih. Nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi.

Bagian Keempat Persyaratan Peserta US/M Pasal 18

(1)

Setiap peserta didik yang belajar pada tahun berhak mengikuti US/M.

terakhir di satuan

pendidikan

(2)

Untuk mengikuti US/M SD/MI, peserta didik harus memenuhi persyaratan: a. b. duduk di kelas VI melalui kenaikan kelas dari kelas I sampai dengan kelas V. memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar, mulai semester 1 kelas I sampai dengan semester I kelas VI. c. berusia tidak lebih dari 18 tahun pada waktu pelaksanaan ujian sekolah.

(3)

Untuk mengikuti US/M SDLB, peserta didik harus memenuhi persyaratan: a. peserta didik yang mengikuti Ujian Sekolah adalah Tunanetra (A), Tunarungu (B), Tunadaksa (D), Tunalaras (E), Tunagrahita Ringan (C), Tunagrahita Sedang (C1), Tunadaksa Sedang (D1), dan Tunaganda. b. c. duduk di kelas VI melalui kenaikan kelas dari kelas I sampai dengan kelas VI. memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar, mulai semester 1 dan 2 dari kelas I sampai dengan kelas VI. d. memiliki nilai sekurang-kurangnya baik pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan

kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, serta kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

22

(4)

Untuk mengikuti US/M SMP/MTs, peserta didik harus memenuhi persyaratan: a. memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara atau berpenghargaan sama dengan ijazah satuan pendidikan SD/MI. b. penerbitan ijazah sebagaimana dimaksud pada huruf a sekurang-kurangnya 3 tahun sebelum mengikuti US/M, atau sekurang-kurangnya 2 tahun bagi peserta program percepatan belajar (akselerasi); c. memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan semester I kelas I sampai dengan semester I kelas III untuk kurikulum 1994 atau semester I kelas VII sampai dengan semester 1 kelas IX untuk kurikulum 2004 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP);

(5)

Untuk mengikuti US/M SMPLB, peserta didik harus memenuhi persyaratan: a. peserta didik yang mengikuti ujian sekolah adalah Tunanetra (A), Tunarungu (B), Tunadaksa (D), Tunalaras (E), Tunagrahita Ringan (C), Tunagrahita Sedang (C1), Tunadaksa Sedang (D1), dan Tunaganda.; b. memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara atau berpenghargaan sama, dengan ijazah satuan pendidikan SDLB. Penerbitan ijazah yang

dimaksud sekurang-kurangnya 3 tahun sebelum mengikuti ujian Sekolah; c. memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan semester I kelas I sampai dengan semester 1 kelas III untuk kurikulum 1994 atau semester I kelas VII sampai dengan semester 1 kelas IX untuk kurikulum 2004 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP); d. memiliki nilai kelompok mata pelajaran pendidikan agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, estetika, jasmani, olahraga, dan

kesehatan sekurang-kurangnya baik berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh satuan pendidikan; (6) Untuk mengikuti US/M SMA/MA, peserta didik harus memenuhi persyaratan: a. memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau

berpenghargaan sama, dengan ijazah dari satuan pendidikan SMP/MTs atau memiliki bukti kenaikan kelas dari kelas III ke kelas IV untuk siswa KulliyatulMu’alimin Al-Islamiyah (KMI)/Tarbiyatul Mu’alimin Al-Islamiyah (TMI). b. penerbitan ijazah sebagaimana dimaksud pada huruf a sekurang-kurangnya 3 tahun sebelum mengikuti US/M, atau sekurang-kurangnya 2 tahun untuk peserta program percepatan belajar (akselerasi); c. memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan dari semester I kelas X sampai dengan semester I kelas XII untuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP);

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

23

(7)

Untuk mengikuti US/M SMALB, peserta didik harus memenuhi persyaratan : a. Peserta didik yang mengikuti ujian sekolah adalah Tunanetra (A), Tunarungu (B), Tunadaksa (D), Tunalaras (E), Tunagrahita Ringan (C), Tunagrahita Sedang (C1), Tunadaksa Sedang (D1), dan Tunaganda; b. memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara atau berpenghargaan sama, dengan ijazah satuan pendidikan SMPLB. Penerbitan ijazah

sebagaimana dimaksud sekurang-kurangnya 3 tahun sebelum mengikuti US/M; c. memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan semester I kelas I sampai dengan semester 1 kelas III untuk kurikulum 1994 atau semester I kelas X sampai dengan semester 1 kelas XII untuk kurikulum 2004 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP); d. memiliki nilai kelompok mata pelajaran pendidikan agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, estetika, jasmani, olahraga, dan

kesehatan sekurang-kurangnya baik berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh satuan pendidikan; (8) Untuk mengikuti US/M SMK, peserta didik harus memenuhi persyaratan: a. memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara atau berpenghargaan sama dengan ijazah dari satuan pendidikan SMP/MTs, atau memiliki bukti kenaikan kelas dari kelas III ke kelas IV untuk peserta didik KulliyatulMu’alimin Al-Islamiyah (KMI)/Tarbiyatul-Mu’alimin Al-Islamiyah (TMI); b. telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran mata pelajaran yang diujikan; c. sekurang-kurangnya duduk di kelas XI untuk SMK program 3 tahun atau Kelas XII untuk SMK program 4 tahun; d. memiliki laporan penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan mulai semester 1 kelas X sampai dengan semester 2 kelas XI untuk SMK program 3 tahun atau semester 1 kelas X sampai dengan semester 2 kelas XII untuk SMK program 4 tahun; (9) Peserta program akselerasi harus sudah menyelesaikan seluruh program pembelajaran yang setara dengan persyaratan program. (10) Peserta didik yang belajar pada sekolah internasional di Indonesia yang memiliki ijin untuk menerima peserta didik WNI, dapat mengikuti US/M pada sekolah/ madrasah penyelenggara terdekat dengan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), (4), (6) dan (8).

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

24

(11) Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti US/M di satuan pendidikan yang bersangkutan, dapat mengikuti US/M di satuan pendidikan lain pada jenjang dan jenis yang sama atau pada tempat lain yang ditentukan oleh Sekolah/Madrasah penyelenggara ujian. (12) Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti US/M utama dapat mengikuti US/M susulan. (13) Peserta didik yang tidak lulus US/M pada tahun pelajaran 2008/2009 berhak mengikuti US/M pada tahun pelajaran 2009/2010 dengan syarat terdaftar sebagai siswa pada tahun pelajaran 2009/2010. (14) Peserta didik yang tidak lulus US/M pada tahun pelajaran 2008/2009 yang akan mengikuti US/M tahun pelajaran 2009/2010 wajib menempuh seluruh mata pelajaran yang diujikan dan nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi dari kedua hasil ujian.

BAB VII PENDAFTARAN Bagian Kesatu Pendaftaran Calon Peserta UASBN Pasal 19

(1)

Sekolah/madrasah penyelenggara UASBN melakukan pendaftaran calon peserta dengan menggunakan format pendaftaran dari Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) sekolah/madrasah penyelenggara UASBN mengirimkan daftar calon peserta ke Penyelenggara UASBN tingkat subrayon selambat-lambatnya 31 Januari 2010.

(2)

Penyelenggara UASBN tingkat subrayon mengkoordinasikan entry data calon peserta dengan menggunakan software yang diterbitkan oleh Puspendik.

(3)

Penyelengara tingkat subrayon mengirimkan daftar calon peserta ke tingkat provinsi dengan koordinasi tingkat rayon.

(4)

Penyelenggara UASBN tingkat provinsi mendata, mengelola, menetapkan, mencetak, dan mendistribusikan Daftar Nominasi Sementara (DNS) ke

sekolah/madrasah penyelenggara UASBN. (5) Sekolah/madrasah penyelenggara UASBN melakukan verifikasi DNS dan mengirimkan hasil verifikasi ke Penyelenggara UASBN tingkat provinsi melalui subrayon dan rayon.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

25

(6)

Penyelenggara UASBN tingkat provinsi melakukan finalisasi data, mencetak, dan mendistribusikan Daftar Nominasi Tetap (DNT) beserta Kartu Peserta UASBN ke sekolah/madrasah penyelenggara UASBN selambat-lambatnya 31 Maret 2010.

(7)

Kepala

sekolah/madrasah

penyelenggara

UASBN

menandatangani

dan

membubuhkan stempel sekolah/madrasah penyelenggara pada Kartu Peserta UASBN yang telah ditempel foto peserta.

Bagian Kedua Pendaftaran Calon Peserta UN Pasal 20

(1)

Satuan pendidikan penyelenggara UN melaksanakan pendaftaran calon peserta dengan menggunakan format (Puspendik). pendaftaran dari Pusat Penilaian Pendidikan

(2)

Peserta yang tidak lulus UN pada tahun pelajaran 2007/2008 dan/atau 2008/2009 berhak mengikuti UN 2009/2010 dengan mendaftar di sekolah/madrasah asal atau sekolah/madrasah lain yang ditetapkan sebagai penyelenggara UN dengan menyerahkan SKHUN yang telah disahkan oleh sekolah/madrasah.

(3)

Satuan pendidikan penyelenggara UN mengirimkan daftar calon peserta ke Penyelenggara UN tngkat provinsi melalui 2010. penyelenggara UN tingkat rayon

dan/atau penyelenggara UN tingkat subrayon selambat-lambatnya 12 Januari

(4)

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang peserta didiknya tidak dapat mengikuti UN di sekolahnya karena mengikuti Praktek Kerja Industri (Prakerin), wajib mengirimkan nomor peserta ujian untuk mengikuti UN di SMK lain atau tempat lain yang ditetapkan sebagai penyelenggara UN.

(5)

Penyelenggara UN tingkat provinsi mengkoordinasikan entri data calon peserta dengan menggunakan software yang diterbitkan oleh Puspendik.

(6)

Penyelenggara UN

tingkat provinsi mencetak dan mendistribusikan DNS ke penyelenggara tingkat rayon

sekolah/madrasah penyelenggara UN melalui dan/atau penyelenggara tingkat subrayon; (7)

Satuan pendidikan penyelenggara UN melakukan verifikasi DNS dan mengirimkan kembali hasil verifikasi ke penyelenggara UN tingkat provinsi melalui

penyelenggara tingkat rayon dan/atau penyelenggara tingkat subrayon; (8) Penyelenggara UN tingkat provinsi melakukan finalisasi data, mencetak dan mendistribusikan DNT beserta kartu peserta UN ke sekolah/madrasah

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

26

penyelenggara UN melalui penyelenggara tingkat rayon dan/atau penyelenggara tingkat subrayon selambat-lambatnya satu bulan sebelum pelaksanaan UN; (9) Penyelenggara UN tingkat provinsi untuk satuan pendidikan SMA /MA, melakukan: a. b. c. pemutakhiran data; pencetakan daftar nominasi tetap (DNT); pengiriman DNT ke penyelenggara UN tingkat sekolah/madrasah melalui penyelenggara UN tingkat rayon selambat-lambatnya minggu ketiga Februari 2010; d. pengiriman file DNT ke Perguruan Tinggi Negeri selambat-lambatnya minggu ketiga Februari 2010; dan e. pengiriman file DNT ke penyelenggara UN tingkat pusat selambat-lambatnya minggu ketiga Februari 2010; (10) Kepala Sekolah/Madrasah penyelenggara UN menerbitkan kartu peserta ujian dan menandatangani serta membubuhkan stempel pada kartu peserta UN yang telah ditempel foto peserta.

Bagian Ketiga Pendaftaran Calon Peserta US/M Pasal 21

(1)

Sekolah/madrasah mendata calon peserta US/M dengan menggunakan format pendaftaran;

(2)

Sekolah/madrasah penyelenggara US/M wajib mendaftarkan peserta yang tidak dapat mengikuti ujian di Sekolah/Madrasah yang bersangkutan ke

sekolah/madrasah lain yang ditentukan oleh penyelenggara ujian; (3) Sekolah/madrasah mengirim DNS calon peserta US/M ke Suku Dinas/Kanwil Kementerian Agama Kota. (4) Suku Dinas/Kanwil Kementerian Agama Kota menyusun dan mengirim rekapitulasi jumlah DNS calon peserta US/M ke Dinas Pendidikan/Kanwil Kementerian Agama; (5) Dinas Pendidikan/Kanwil Kementerian Agama mengirimkan DNS ke

sekolah/madrasah melalui Suku Dinas/Kanwil Kementerian Agama Kota. (6) Sekolah/madarasah melakukan verifikasi DNS dan mengirimkan hasilnya ke Dinas Pendidikan/Kanwil Kementerian Agama melalui Suku Dinas/Kanwil Kementerian Agama Kota.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

27

(7)

Dinas Pendidikan/Kanwil Kementerian Agama melakukan finalisasi data DNT dan dikirimkan ke sekolah/madrasah penyelenggara US/M melalui Suku Dinas/Kanwil Kementerian Agama Kota.

(8)

Kepala

sekolah/madrasah

penyelenggara

US/M

menandatangani

dan

membubuhkan stempel pada kartu peserta US/M yang telah ditempeli foto peserta.

BAB VIII BAHAN UASBN/UN DAN US/M Pasal 22

(1)

Pembuatan master naskah soal UASBN a. penyelenggara UASBN tingkat pusat menyiapkan 25% butir soal dengan cara mengidentifikasi dan memilih butir-butir soal dari bank soal nasional sesuai dengan kisi-kisi soal UASBN Tahun Pelajaran 2009/2010. b. penyelenggara UASBN tingkat provinsi membuat 75% butir soal dan merakit master naskah soal untuk paket utama, paket susulan, dan paket cadangan, dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. membuat 75% butir soal sesuai dengan kisi-kisi soal UASBN Tahun Pelajaran 2009/2010; 2. merakit master naskah soal UASBN dengan cara menggabungkan 25% butir soal yang disiapkan penyelenggara UASBN tingkat pusat dan 75% butir soal yang dibuat penyelenggara UASBN tingkat provinsi; 3. c. menata perwajahan (lay out) master naskah soal.

master naskah soal dari penyelenggara tingkat provinsi disusun oleh guru SD, MI, SDLB yang telah berpengalaman dan mendapatkan pelatihan penulisan soal dari Puspendik.

(2)

Pembuatan master naskah soal UN dan pengiriman master copy naskan soal UN a. b. master naskah soal UN disiapkan oleh pusat; penyelenggara UN tingkat pusat mengirimkan master copy naskah soal ke penyelenggara UN tingkat provinsi yang serah terimanya dilakukan di

perusahaan percetakan disertai berita acara.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

28

c.

penyelenggara UN tingkat provinsi menerima dan memeriksa master copy naskah soal dari penyelenggara UN tingkat pusat, dengan ketentuan sebagai berikut: 1. mengecek jumlah master copy sesuai dengan rincian mata pelajaran yang diujikan; 2. mengepak kembali semua dokumen yang telah diperiksa dan

menyimpan di tempat yang aman dan rahasia; 3. mengisi dan menandatangani berita acara serah terima dengan saksi dari Dinas Provinsi, Kanwil Kementerian Agama, dan TPI. d. penyelenggara UN tingkat provinsi bertanggung jawab atas pengiriman bahan UN bagi peserta didik SMK yang sedang prakerin di dalam negeri. (3) Penyiapan master naskah soal US/M a. penyiapan bahan US/M mencakup: (1) penyusunan kisi-kisi, (2) penyiapan naskah soal Ujian (penulisan, penelaahan, dan perakitan), (3) penyiapan master copy dan (4) penggandaan bahan Ujian. b. Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dapat melaksanakan US/M dalam Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya c. perangkat naskah US/M terdiri atas: (1) naskah soal, (2) kunci jawaban, (3) lembar jawaban, dan (4) pedoman penilaian/penskoran, (5) blangko penilaian, (6) blangko daftar hadir dan (7) blangko berita acara. d. penyiapan perangkat naskah soal dilakukan oleh tim penyusun dari Sekolah/Madrasah penyelenggara dan/atau kelompok Sekolah/Madrasah, berdasarkan kurikulum yang digunakan dan kaidah penulisan soal. e. sekolah/madrasah yang belum mampu menyiapkan bahan Ujian secara mandiri, dapat menyiapkannya bersama sekolah lain dibawah koordinasi pengawas sekolah. f. tim penyusun perangkat naskah soal harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. 2. menguasai materi pembelajaran yang akan diujikan; mempunyai kemampuan menyusun bahan Ujian diutamakan guru yang sudah terlatih di bidang penilaian pendidikan;dan 3. memilki sikap dan perilaku yang jujur bertanggungjawab, teliti, tekun dan dapat memegang teguh kerahasiaan; g. h. khusus peserta didik Tunanetra (A) naskah soal dalam bentuk tulisan Braille; naskah soal yang disiapkan meliputi: naskah soal untuk Ujian Utama dan Ujian Susulan;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

29

i.

naskah soal bahan Ujian;

digandakan, dan dikemas dengan memperhatikan kualitas

j.

penyusunan naskah soal dilakukan di tempat yang nyaman, terjamin keamanan, dan kerahasiaannya serta dilakukan pengamanan yang ketat;

k.

tim penyusun naskah mengesahkan master soal dengan membubuhkan tanda tangan dan tanggal serta menyerahkan hasil pekerjaan ke Panitia Sekolah disertai berita acara serah terima.

l.

penyusunan bahan US/M di bawah pengendalian tim kendali mutu naskah yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan/Kepala Kanwil Departemen Agama.

m. naskah soal US/M diketik dengan jenis huruf Times New Roman dengan ukuran 12 (standar); n. sekolah/nadrasah menggandakan naskah Ujian menggunakan kertas dengan spesifikasi HVO atau HVS ukuran A 4 minimal 70 gram. o. sekolah/madrasah berkewajiban menyimpan semua dokumen Ujian di tempat yang terjamin keamanan dan kerahasiaannya.

BAB IX PENGGANDAAN BAHAN UASBN/UN Bagian Kesatu Penetapan Perusahaan Percetakan Pasal 23

Persyaratan teknis yang harus dipenuhi oleh perusahaan percetakan antara lain: a. b. c. memiliki integritas dan kredibilitas; memiliki peralatan dan tenaga yang memadai dalam jenis, jumlah, dan kualitas; mampu mencetak bahan UASBN dan/atau UN dengan kualitas hasil cetakan yang baik sesuai dengan jadwal yang ditetapkan; d. e. memiliki lokasi yang terjamin keamanannya; memiliki ruang penyimpanan hasil cetakan, serta ruang dan alat pemusnah hasil cetakan; f. memiliki sistem pengamanan dan penjaminan kerahasiaan bahan UASBN dan/atau UN; g. sanggup mengerjakan pencetakan naskah UASBN atau UN sesuai dengan spesifikasi teknis:

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

30

1.

ukuran kertas A4 dan jenis kertas HVS 70 gram atau CD 48,8, atau kualitas yang setara;

2. 3. 4. 5. h.

ukuran huruf sesuai dengan master copy; dua muka (bolak-balik); kualitas hasil cetakan terutama dari aspek kejelasan tulisan dan gambar; kesesuaian antara jumlah kebutuhan dengan jumlah hasil cetakan.

sanggup mengerjakan pencetakan LJUN sesuai dengan spesifikasi teknis: 1. 2. 3. ukuran kertas 18.7x25.4 cm dan jenis kertas HVS 100 gram; satu muka; kesesuaian antara jumlah kebutuhan dengan jumlah hasil cetakan.

Pasal 24

(1)

Kepala Dinas Pendidikan/Kepala Kanwil Kementerian Agama menetapkan perusahaan percetakan bahan UASBN untuk satuan pendidkan SD/SDLB/MI dan UN untuk satuan pendidikan SMP//SMPLB/MTs, UN untuk satuan pendidikan SMALB dan SMK sesuai dengan peraturan yang berlaku yang memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud pada pasal 23, dengan mengutamakan perusahaan dari provinsi setempat.

(2)

Penggandaan bahan UN untuk satuan pendidikan SMA/MA dilakukan oleh Perguruan Tinggi Negeri sesuai dengan Peraturan Perundang - undangan.

(3)

Penggandaan bahan UN SMA/MA sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan oleh perguruan tinggi yang memiliki percetakan yang memenuhi persyaratan, sesuai dengan Peraturan Perundang - undangan.

(4)

Apabila Perguruan Tinggi Negeri tidak mampu melakukan penggandaan bahan UN SMA/MA, maka penggandaan dilakukan oleh penyelenggara tingkat provinsi sesuai dengan Peraturan Perundang - undangan.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

31

Bagian Kedua Pencetakan dan Pengamanan Bahan UASBN dan UN Pasal 25

(1)

Penyelenggara UASBN tingkat provinsi tidak dibenarkan melakukan penelaahan soal, editing, dan mengatur tata letak gambar pada 25% butir soal yang disiapkan oleh Pusat.

(2)

Perusahaan percetakan tidak dibenarkan melakukan penelaahan soal, editing, pengetikan ulangan naskah soal, atau mengubah setting lay out termasuk

mengatur tata letak gambar pada master naskah soal UASBN dan/atau UN. (3) Perusahaan percetakan melakukan pencetakan bahan UASBN dan/atau UN dengan ketentuan: a. sesuai dengan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) dan kontrak/surat perjanjian; b. selama pelaksanaan pencetakan dilakukan pengawasan dan pengamanan oleh pihak aparat keamanan; c. ruang lingkup pekerjaan pencetakan bahan UASBN dan/atau UN mencakup: 1. pencetakan Naskah Soal, LJUASBN, LJUN, Daftar Hadir, Berita Acara Pelaksanaan; 2. 3. 4. pencetakan Amplop Naskah Soal dan Amplop LJUASBN dan/atau LJUN; pengamplopan bahan UASBN dan/atau UN; pengepakan dan pengiriman bahan UASBN dan/atau UN ke

Penyelenggara UASBN Rayon/Subrayon. 5. LJUN dicetak dengan menggunakan master copy sesuai dengan petunjuk teknis yang diterbitkan penyelenggara UN Tingkat Pusat. (4) Perusahaan percetakan dengan pengawasan penyelenggara UASBN tingkat provinsi memasukkan bahan UASBN ke dalam amplop. (5) Perusahaan percetakan dengan pengawasan Penyelenggara UN Tingkat Provinsi memasukkan bahan UN naskah soal, LJUN, daftar hadir, perangkat soal listening comprehension Bahasa Inggris untuk SMA/MA, dan berita acara pelaksanaan UN yang terdiri atas ke dalam amplop. (6) Pengamplopan bahan UASBN Utama, UASBN Susulan, UN Utama, UN Susulan dan UN Ulangan dibuat secara terpisah, yang masing-masing diberi kode tersendiri.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

32

(7)

Hasil cetakan bahan UASBN dimasukkan ke dalam amplop dengan prosedur sebagai berikut: a. naskah soal UASBN amplop besar terdiri atas 20 eksemplar naskah utama , 2 eksemplar naskah cadangan, blangko daftar hadir sejumlah 3 lembar, dan berita acara sejumlah 3 lembar dan dimasukkan ke dalam amplop naskah soal per mata pelajaran per ruang ujian. b. naskah soal UASBN amplop kecil terdiri atas 10 eksemplar naskah utama, 1 eksemplar naskah cadangan, blangko daftar hadir sejumlah 3 lembar, dan berita acara sejumlah 3 lembar dan dimasukkan ke dalam amplop naskah soal per mata pelajaran per ruang ujian. c. LJUASBN amplop besar sejumlah 20 lembar dan 2 lembar cadangan dimasukkan ke amplop besar naskah soal UASBN, d. LJUASBN amplop kecil sejumlah 10 lembar dan 1 lembar cadangan dimasukkan ke amplop kecil naskah soal UASBN, e. amplop naskah soal UASBN, dan amplop LJUASBN untuk setiap

sekolah/madrasah penyelenggara dimasukkan ke dalam dus, dan dipak; f. (8) setiap amplop yang telah diisi bahan ujian, ditutup rapat, dilem dan disegel.

Hasil cetakan bahan UN dimasukkan ke dalam amplop dengan prosedur sebagai berikut: a. amplop besar naskah soal UN terdiri atas 10 eksemplar paket A dan 10 eksemplar paket B yang dimasukkan ke dalam amplop naskah soal per mata pelajaran per ruang ujian beserta blangko daftar hadir sejumlah 3 lembar, dan berita acara sejumlah 3 lembar; b. amplop kecil naskah soal UN terdiri atas 5 eksemplar paket A dan 5

eksemplar paket B yang dimasukkan ke dalam amplop naskah soal per mata pelajaran per ruang ujian beserta blangko daftar hadir sejumlah 3 lembar, dan berita acara sejumlah 3 lembar; c. setiap paket mata pelajaran diberi kode paket yang berbeda, yaitu Paket A dan Paket B; d. LJUN sejumlah 20 lembar dimasukkan ke dalam amplop LJUN per mata pelajaran, per ruang ujian; e. naskah soal UN dan LJUN untuk satuan pendidikan SMP/MTs/SMPLB, SMALB dan SMK cadangan masing-masing sebanyak 10 eksemplar yang terdiri atas 5 eksemplar paket A dan 5 eksemplar paket B, dimasukkan dalam amplop naskah soal UN cadangan dan dilak;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

33

f.

naskah soal UN dan LJUN untuk satuan pendidikan SMA/MA cadangan masing-masing sebanyak 6 eksemplar yang terdiri atas 3 eksemplar paket A dan 3 eksemplar paket B, dimasukkan dalam amplop naskah soal UN cadangan dan dilak;

g. h.

setiap amplop yang telah diisi bahan ujian ditutup rapat dan dilak; naskah soal UN, LJUN, dan amplop cadangan untuk setiap satuan

pendidikan penyelenggara UN dimasukkan ke dalam dus dan dipak. (9) Naskah bahan UASBN/UN yang telah dicetak dan dipak sesuai kebutuhan disimpan dalam gudang yang aman, dan dijaga aparat keamanan selama bahan tersebut sebelum dikirimkan ke penyelenggara rayon/subrayon. (10) Perusahaan percetakan bersama penyelenggara UASBN tingkat provinsi dan disaksikan oleh aparat keamanan segera melakukan pemusnahan bahan UASBN yang tidak diperlukan atau rusak disertai dengan Berita Acara pemusnahan. (11) Perusahaan percetakan bersama penyelenggara UN tingkat provinsi segera melakukan pemusnahan bahan UN yang tidak diperlukan atau rusak, disaksikan oleh aparat keamanan dan TPI tingkat provinsi dilengkapi dengan Berita Acara pemusnahan, sedangkan untuk UN SMA/MA dilakukan bersama dengan Perguruan Tinggi. (12) Perusahaan percetakan menyimpan film/plate cetak yang telah digunakan di tempat yang aman, kemudian bersama Penyelenggara Tingkat Provinsi

memusnahkan film/plate tersebut sebulan setelah pelaksanaan UASBN dan/atau UN, disertai Berita Acara pemusnahan.

Bagian Ketiga Distribusi UASBN dan UN Pasal 26

(1)

Distribusi bahan UASBN a. perusahaan penyelenggara percetakan UASBN mendistribusikan tingkat subrayon bahan di UASBN kepada

bawah

pengawasan

penyelenggara UASBN tingkat provinsi disertai dengan berita acara serah terima. b. jadwal pendistribusian bahan UASBN dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2010 pukul 05.30 WIB.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

34

c.

penyelenggara UASBN tingkat subrayon menentukan tempat penyimpanan bahan UASBN sebelum diserahkan ke sekolah/madrasah penyelenggara UASBN.

d.

penyelenggara UASBN tingkat subrayon menyampaikan bahan UASBN ke sekolah/madrasah penyelenggara UASBN yang dilakukan setiap hari sesuai dengan jadwal UASBN, disertai dengan berita acara serah terima.

e.

pada setiap hari pelaksanaan UASBN, sekolah/madrasah penyelenggara mengambil dokumen UASBN di penyelenggara tingkat subrayon mulai pukul 05.30 - 06.30 WIB dokumen UASBN; dengan menandatangani berita acara serah terima

f.

pengambilan dokumen UASBN dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah penyelenggara UASBN didampingi satu orang anggota penyelenggara dengan menggunakan kendaraan roda 4 (empat).

(2)

Distribusi bahan UN SMP/MTs/SMPLB, SMALB dan SMK a. perusahaan percetakan mendistribusikan bahan UN kepada penyelenggara UN tingkat rayon/subrayon di bawah pengawasan Penyelenggara UN tingkat provinsi dan TPI tingkat provinsi dilengkapi dengan Berita Acara serah terima. b. jadwal pendistribusian bahan UN dilaksanakan sehari sebelum pelaksanaan ujian. c. penyelenggara UN tingkat rayon/subrayon menentukan tempat penyimpanan bahan UN sebelum diserahkan ke satuan pendidikan penyelenggara UN. d. pada setiap hari pelaksanaan UN, sekolah/madrasah penyelenggara

mengambil dokumen UN di penyelenggara tingkat rayon/subrayon mulai pukul 05.30 - 06.30 WIB dokumen UASBN; e. pengambilan dokumen UN dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan menandatangani berita acara serah terima

penyelenggara UN didampingi satu orang anggota penyelenggara dengan menggunakan kendaraan roda 4 (empat). (3) Distribusi bahan UN SMA/MA a. Perguruan Tinggi Negeri yang mencetak bahan UN menyerahkan bahan UN kepada Rektor perguruan tinggi koordinator provinsi atau yang ditunjuk; b. Perguruan Tinggi Koordinator Provinsi atau yang ditunjuk mendistribusikan bahan UN kepada penyelenggara UN tingkat rayon di bawah pengawasan Polri disertai dengan berita acara serah terima. c. jadwal pendistribusian bahan UN dilaksanakan sehari sebelum pelaksanaan UN.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

35

d.

perguruan

tinggi

negeri

bersama

penyelenggara

UN

tingkat

rayon

menentukan tempat penyimpanan bahan UN sebelum diserahkan ke satuan pendidikan penyelenggara UN. e. perguruan tinggi negeri bersama penyelenggara UN tingkat rayon

menyampaikan bahan UN ke satuan pendidikan penyelenggara UN, yang dilakukan setiap hari sesuai dengan jadwal UN, disertai dengan berita acara serah terima. f. pada setiap hari pelaksanaan UN, sekolah/madrasah penyelenggara

mengambil dokumen UN di penyelenggara tingkat rayon mulai pukul 05.30 06.30 WIB UASBN; g. pengambilan dokumen UN dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan menandatangani berita acara serah terima dokumen

penyelenggara UN didampingi satu orang anggota penyelenggara dengan menggunakan kendaraan roda 4 (empat).

BAB X PELAKSANAAN UASBN/UN DAN US/M Pasal 27

(1) (2)

UASBN terdiri atas UASBN Utama dan UASBN Susulan. UASBN Susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah.

(3) (4) (5)

UN dilakukan dua kali, yang terdiri atas UN Utama dan UN Ulangan. UN Ulangan diperuntukan bagi peserta yang belum lulus UN Utama. UN Susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah.

(6) (7)

Ujian praktik kejuruan SMK harus selesai satu minggu sebelum UN Utama. Khusus bagi SMK program 4 tahun, ujian teori di tahun ketiga dan praktik kejuruan dilaksanakan pada tahun keempat.

(8)

US/M dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Nasional tentang Ujian Sekolah/Madrasah.

Pendidikan

(9)

US/M tertulis dilaksanakan selambat-lambatnya dua minggu setelah UASBN/UN.

(10) Ujian praktik SD/SDLB/MIdilaksanakan selambat-lambatnya dua minggu sebelum UASBN. (11) Ujian praktik utama SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA dilaksanakan setelah UN sebelum US, dan Ujian praktik non produktif SMK dilaksanakan setelah UN.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

36

(12) Ujian praktik ulangan SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA dilaksanakan setelah UN ulangan dan sebelum US/M ulangan. (13) Jadwal pelaksanaan US/M diatur oleh Kepala Dinas Pendidikan/ Kepala Kanwil Kementerian Agama;

BAB XI JADWAL PELAKSANAAN UASBN/UN dan US/M Bagian Kesatu Jadwal Pelaksanaan UASBN/UN Pasal 28

(1)

UASBN SD, MI dan SDLB a. No 1 2 3 b. No 1 2 3 Utama Hari dan Tanggal Selasa, 4 Mei 2010 Rabu, 5 Mei 2010 Kamis, 6 Mei 2010 Susulan Hari dan Tanggal Senin, 10 Mei 2010 Selasa, 11 Mei 2010 Rabu, 12 Mei 2010 Waktu 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika IPA Waktu 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika IPA

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

37

(2) UN SMP, MTs dan SMPLB a. Utama No 1 2 3 4 Hari dan Tanggal Senin, 29 Maret 2010 Selasa, 30 Maret 2010 Rabu, 31 Maret 2010 Kamis, 1 April 2010 Waktu 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika IPA

b. Susulan No 1 2 3 4 Hari dan Tanggal Senin, 5 April 2010 Selasa, 6 April 2010 Rabu, 7 April 2010 Kamis, 8 April 2010 Waktu 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika IPA

c. Ulangan No 1 2 3 4 Hari dan Tanggal Senin, 17 Mei 2010 Selasa, 18 Mei 2010 Rabu, 19 Mei 2010 Kamis, 20 Mei 2010 Waktu 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika IPA

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

38

(3)

UN SMALB a. Utama No 1 2 3 Hari dan Tanggal Senin, 22 Maret 2010 Selasa, 23 Maret 2010 Rabu, 24 Maret 2010 Waktu 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika

b. Susulan No 1 2 3 Hari dan Tanggal Senin, 29 Maret 2010 Selasa, 30 Maret 2010 Rabu, 31 Maret 2010 Waktu 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika

c. Ulangan SMALB No 1 2 3 Hari dan Tanggal Senin, 10 Mei 2010 Selasa, 11 Mei 2010 Rabu, 12 Mei 2010 Waktu 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

39

(4)

UN SMK a. Utama No 1 2 3 4 Hari dan Tanggal Senin, 22 Maret 2010 Selasa, 23 Maret 2010 Rabu, 24 Maret 2010 Kamis, 25 Maret 2010 Waktu 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Teori Kejuruan

b. Susulan No 1 2 3 4 Hari dan Tanggal Senin, 29 Maret 2010 Selasa, 30 Maret 2010 Rabu, 31 Maret 2010 Kamis, 1 April 2010 Waktu 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Teori Kejuruan

c. Ulangan No 1 2 3 4 Hari dan Tanggal Senin, 10 Mei 2010 Selasa, 11 Mei 2010 Rabu, 12 Mei 2010 Jum’at, 14 Mei 2010 Waktu 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 08.00 - 10.00 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Teori Kejuruan

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

40

(5)

UN SMA dan MA a.
No

Utama
Mata pelajaran Hari dan Tanggal Waktu IPA 08.0010.00 Senin, 22 Maret 2010 11.0013.00 Sejarah Biologi Sisiologi Budaya/ Antropologi Bahasa Inggris Bahasa Inggris Bahasa Inggris Bahasa Inggris Fikih Bahasa Indonesia IPS Bahasa Indonesia Program Bahasa Bahasa Indonesia Program Keagamaan Bahasa Indonesia

1

2

Selasa, 23 Meret 2010

08.0010.00

3

Rabu, 24 Maret 2010 Kamis, 25 Maret 2010 Jum’at, 26 Maret 2010

08.0010.00 08.0010.00 08.00 10.00

Matematika Matematika Matematika Matematika

4

Fisika

Geografi

Sastra Indonesia Bahasa Asing

Hadist

5

Kimia

Ekonomi

Tafsir

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

41

b. Susulan
Mata pelajaran No Hari dan Tanggal Waktu IPA 08.0010.00 1 Senin, 29 Maret 2010 11.0013.00 Sejarah Biologi Sisiologi Budaya/ Antropologi Bahasa Inggris Bahasa Inggris Bahasa Inggris Bahasa Inggris Fikih Bahasa Indonesia IPS Bahasa Indonesia Program Bahasa Bahasa Indonesia Program Keagamaan Bahasa Indonesia

2

Selasa, 30 Meret 2010

08.0010.00

3

Rabu, 31 Maret 2010 Kamis, 1 April 2010 Senin, 5 April 2010

08.0010.00 08.0010.00 08.00 10.00

Matematika Matematika Matematika Matematika

4

Fisika

Geografi

Sastra Indonesia Bahasa Asing

Hadist

5

Kimia

Ekonomi

Tafsir

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

42

c. Ulangan
Mata pelajaran No Hari dan Tanggal Waktu IPA 08.0010.00 1 Senin, 10 Mei 2010 11.0013.00 Sejarah Biologi Sisiologi Budaya/ Antropologi Fikih Bahasa Indonesia IPS Bahasa Indonesia Program Bahasa Bahasa Indonesia Program Keagamaan Bahasa Indonesia

2

Selasa, 11 Mei 2010

08.0010.00

Matematika Matematika

Matematika

Matematika

08.003 Rabu, 12 Mei 2010 10.00 11.0013.00 Jum’at, 14 Mei 2010 08.0010.00

Bahasa Inggris

Bahasa Inggris

Bahasa Inggris Sastra Indonesia

Bahasa Inggris

Kimia

Geografi

Tafsir

4

Fisika

Ekonomi

Bahasa Asing

Hadis

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

43

Bagian Kedua Jadwal Pelaksanaan US/M Pasal 29

(1)

US/M SD a. Utama
No Han dan Tanggal Waktu Mata Pelajaran

08.00-09.30 Pendidikan Agama 1 Senin, 17 Mei 2010 10.00-11.30 Pendidikan Kewarganegaraan 08.00-09.30 Ilmu Pengetahuan Sosial 2 Selasa, 18 Mei 2010 10.00-11.30 Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta

3

Rabu, 19 Mei 2010

08.00-09.30 Bahasa Inggris

b. Susulan
No Han dan Tanggal Waktu Mata Pelajaran

08.00-09.30 Pendidikan Agama 1 Senin, 24 Mei 2010 10.00-11.30 Pendidikan Kewarganegaraan 08.00-09.30 Ilmu Pengetahuan Sosial 2 Selasa, 25 Mei 2010 10.00-11.30 Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta

3

Rabu, 26 Mei 2010

08.00-09.30 Bahasa Inggris

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

44

(2)

US/M SDLB ( Tunanetra (A), Tunarungu (B), Tunadaksa Ringan (D), Tunalaras (E)) a. Utama
No Hari dan Tanggal Jam/Waktu Mata Pelajaran

08.00-09.30 Pendidikan Agama 1 Senin, 17 Mei 2010 10.00-11.30 Pendidikan Kewarganegaraan 08.00-09.30 Ilmu Pengetahuan Sosial 2 Selasa, 18 Mei 2010 10.00-11.30 Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta

b. Susulan
No Hari dan Tanggal Jam/Waktu Mata Pelajaran

08.00-09.30 Pendidikan Agama 1 Senin, 24 Mei 2010 10.00-11.30 Pendidikan Kewarganegaraan 08.00-09.30 Ilmu Pengetahuan Sosial 2 Selasa, 25 Mei 2010 10.00-11.30 Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta

(3)

US/M SDLB Tunagrahita Ringan (C), Tunagrahita Sedang (C1), Tunadaksa Sedang (D1), Tunaganda (G) a. Utama
No Han dan Tanggal Jam/Waktu Mata Pelajaran

08.00-0930 Pendidikan Agama 1 Senin, 17 Mei 2010 10.00-11.30 Pendidikan Kewarganegaraan 08.00-09.30 Ilmu Pengetahuan Sosial 2 Selasa, 18 Mei 2010 10.00-11.30 Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta

3 4

Rabu, 19 Mei 2010 Kamis, 20 Mei 2010

08.00-09.30 Bahasa Indonesia 10.00-11.30 Ilmu Pengetahuan Alam 08.00-09.30 Matematika

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

45

b. Susulan No Han dan Tanggal
Jam/Waktu Mata Pelajaran

08.00-0930 Pendidikan Agama 1 Senin, 24 Mei 2010 10.00-11.30 Pendidikan Kewarganegaraan 08.00-09.30 Ilmu Pengetahuan Sosial 2 Selasa, 25 Mei 2010 10.00-11.30 Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta

3 4

Rabu, 26 Mei 2010 Kamis, 27 Mei 2010

08.00-09.30 Bahasa Indonesia 10.00-11.30 Ilmu Pengetahuan Alam 08.00-09.30 Matematika

(4)

US/M MI a. Utama *)
No 1 Hari dan Tanggal Senin, 17 Mei 2010 Jam/Waktu Mata Pelajaran

08.00 – 09.30 Qur’an Hadist 10.00 - 11.30 08.00 - 09.30 10.00 - 11.30 08.00 - 09.30 10.00 -11.30 Pendidikan Kewarganegaraan Ilmu Pengetahuan Sosial Aqidah Akhlak Fiqih Sejarah Kebudayaan Islam

2

Selasa, 18 Mei 2010

3

Rabu, 18 Mei 2010

4 5

Kamis, 19 Mei 2010 Jum’at, 20 Mei 2010

08.00 – 09.30 Bahasa Inggris 10.00 - 11.30 PLBJ 08.00 – 09.30 Bahasa Arab

*) Pelaksanaan Ujian Muatan Lokal diatur MI yang bersangkutan

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

46

b. Susulan
No 1 Hari dan Tanggal Senin, 24 Mei 2010 Jam/Waktu Mata Pelajaran

08.00 – 09.30 Qur’an Hadist 10.00 - 11.30 08.00 - 09.30 10.00 - 11.30 08.00 - 09.30 10.00 -11.30 Pendidikan Kewarganegaraan Ilmu Pengetahuan Sosial Aqidah Akhlak Fiqih Sejarah Kebudayaan Islam

2

Selasa, 25 Mei 2010

3

Rabu, 26 Mei 2010

4 5

Kamis, 27 Mei 2010 Jum’at, 28 Mei 2010

08.00 – 09.30 Bahasa Inggris 10.00 - 11.30 PLBJ

08.00 – 09.30 Bahasa Arab

*) Pelaksanaan Ujian Muatan Lokal diatur MI yang bersangkutan

(5)

US/SM SMP/MTs a. Utama
Mata Pelajaran

No

Hari/Tanggal

Waktu SMP 07.30 – 09.30 PKn Pendidikan Agama PLKJ IPS TIK Seni Budaya MTs PKn Bahasa Arab PLKJ IPS TIK/Keterampilan*) Seni Budaya Al-Qur’an – Hadits Akidah – Akhlak Fiqih Sejarah Kebudayaan Islam

1

Senin, 19 April 2010

10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30

2

Selasa, 20 April 2010

10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30

3

Rabu, 21 April 2010

10.00 – 12. 00 07.00 – 09.00

4

Kamis, 22 April 2010

09.30 – 11. 30 07.30 – 09.30

5

Jum’at, 23 April 2010

10.00 – 12. 00

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

47

b.

Susulan
Mata Pelajaran

No

Hari/Tanggal

Waktu SMP 07.30 – 09.30 PKn Pendidikan Agama PLKJ IPS TIK Seni Budaya MTs PKn Bahasa Arab PLKJ IPS TIK/Keterampilan*) Seni Budaya Al-Qur’an – Hadits Akidah – Akhlak Fiqih Sejarah Kebudayaan Islam

1

Senin, 26 April 2010

10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30

2

Selasa, 27 April 2010

10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30

3

Rabu, 28 April 2010

10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30

4

Kamis, 29 April 2010

10.00 – 12. 00 07.00 – 09.00

5

Jum’at, 30 April 2010

09.30 – 11. 30

c. Ulangan
Mata Pelajaran No Hari/Tanggal Waktu SMP 07.30 – 09.30 1 Senin, 24 Mei 2010 10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30 2 Selasa, 25 Mei 2010 10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30 3 Rabu, 26 Mei 2010 10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30 4 Kamis, 27 Mei 2010 10.00 – 12. 00 07.00 – 09.00 5 Sabtu, 29 Mei 2010 09.30 – 11. 30 PKn Pendidikan Agama PLKJ IPS TIK Seni Budaya MTs PKn Bahasa Arab PLKJ IPS TIK/Keterampilan*) Seni Budaya Al-Qur’an – Hadits Akidah – Akhlak Fiqih Sejarah Kebudayaan Islam

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

48

(6)

US/M SMPLB ( Tunanetra (A), Tunarungu (B), Tunadaksa Ringan (D), Tunalaras (E)) a. Utama
No Hari/Tanggal Waktu 07.30 – 09.30 1 Senin, 19 April 2010 10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30 2 Selasa, 20 April 2010 10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30 3 Rabu, 21 April 2010 Mata Pelajaran PKn Pendidikan Agama PLKJ IPS Program Pilihan

b. No

Susulan Hari/Tanggal Waktu
07.30 – 09.30 1 Senin, 26 April 2010 10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30 2 3 Selasa, 27 April 2010 Rabu, 28 April 2010 10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30 Mata Pelajaran PKn Pendidikan Agama PLKJ IPS Program Pilihan

c.

Ulangan

No

Hari/Tanggal

Waktu 07.30 – 09.30

Mata Pelajaran PKn Pendidikan Agama PLKJ IPS Program Pilihan

1

Senin, 24 Mei 2010

10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30

2 3

Selasa, 25 Mei 2010 Rabu, 26 Mei 2010

10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

49

(7)

US/M SMPLB Tunagrahita Ringan (C), Tunagrahita Sedang (C1), Tunadaksa Sedang (D1), Tunaganda (G) a. Utama

No

Hari/Tanggal

Waktu 07.30 – 09.30

Mata Pelajaran PKn Pendidikan Agama PLKJ IPS Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Inggris Program pilihan IPA -

1

Senin, 19 April 2010

10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30

2

Selasa, 20 April 2010

10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30

3

Rabu, 21 April 2010

10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30

4

Kamis, 22 April 2010

10.00 – 12.00 07.30 – 09.30 -

5

Jum’at, 23 April 2010

b. Susulan

No

Hari/Tanggal

Waktu 07.30 – 09.30

Mata Pelajaran PKn Pendidikan Agama PLKJ IPS Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Inggris Program Pilihan IPA

1

Senin, 26 April 2010

10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30

2

Selasa, 27 April 2010

10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30

3

Rabu, 28 April 2010

10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30

4

Kamis, 29 April 2010

10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30

5

Jum’at, 30 April 2010

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

50

c.
No

Ulangan
Hari/Tanggal Waktu 07.30 – 09.30 1 Senin, 24 Mei 2010 10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30 2 Selasa, 25 Mei 2010 10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30 3 Rabu, 26 Mei 2010 10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30 4 Kamis, 27 Mei 2010 10.00 – 12. 00 07.30 – 09.30 5 Sabtu, 29 Mei 2010 Mata Pelajaran PKn Pendidikan Agama PLKJ IPS Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Inggris Program Pilihan IPA

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

51

(8)

US/M SMA/MA a.
No .

Utama
Mata Pelajaran Hari /Tanggal Waktu IPA Senin, 12 April 2010 07.30 – 09.30 10.00 – 12.00 07.30 – 09.30 10.00 – 12.00 07.30 – 09.30 10.00 – 12.00 07.30 – 09.30 10.00 – 12.00 07.30 – 09.30 10.00 – 12.00 Pend.Agama /Fikih* PKn Sejarah TIK Ketrampilan Bahasa Asing Penjasorker Sej. Keb. Islam * Quran Hadist *) Bahasa Arab *) IPS Pend.Agama/ Fikih* PKn Sejarah TIK Ketrampilan Bahasa Asing Penjasorker Sej. Keb. Islam *) Quran Hadist *) Bahasa Arab *) BAHASA Pend.Agama/ Fikih* PKn Sejarah TIK Ketrampilan Bahasa Asing Penjasorker Sej. Keb. Islam *) Quran Hadist *) Bahasa Arab *)

1

2

Selasa, 13 April 2010

3

Rabu, 14 April 2010

4

Kamis, 15 April 2010

5

Jum’at, 16 April 2010

*) Khusus untuk MA

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

52

b.

Susulan

No .

Hari /Tanggal

Mata Pelajaran Waktu IPA 07.30 – 09.30 10.00 – 12.00 07.30 – 09.30 10.00 – 12.00 07.30 – 09.30 10.00 – 12.00 07.30 – 09.30 10.00 – 12.00 07.30 – 09.30 10.00 – 12.00 Pend.Agama /Fikih* PKn Sejarah TIK Ketrampilan Bahasa Asing Penjasorker Sej. Keb. Islam * Quran Hadist *) Bahasa Arab *) IPS Pend.Agama/ Fikih* PKn Sejarah TIK Ketrampilan Bahasa Asing Penjasorker Sej. Keb. Islam *) Quran Hadist *) Bahasa Arab *) BAHASA Pend.Agama/ Fikih* PKn Sejarah TIK Ketrampilan Bahasa Asing Penjasorker Sej. Keb. Islam *) Quran Hadist *) Bahasa Arab *)

1

Senin, 19 April 2010

2

Selasa, 20 April 2010

3

Rabu, 21 April 2010

4

Kamis, 22 April 2010

5

Jum’at, 23 April 2010

*) Khusus untuk MA

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

53

c.

Ulangan

No .

Hari /Tanggal

Mata Pelajaran Waktu IPA 07.30 – 09.30 10.00 – 12.00 07.30 – 09.30 10.00 – 12.00 07.30 – 09.30 10.00 – 12.00 07.30 – 09.30 10.00 – 12.00 07.30 – 09.30 10.00 – 12.00 Pend.Agama /Fikih* PKn Sejarah TIK Ketrampilan Bahasa Asing Penjasorker Sej. Keb. Islam * Quran Hadist *) Bahasa Arab *) IPS Pend.Agama/ Fikih* PKn Sejarah TIK Ketrampilan Bahasa Asing Penjasorker Sej. Keb. Islam *) Quran Hadist *) Bahasa Arab *) BAHASA Pend.Agama/ Fikih* PKn Sejarah TIK Ketrampilan Bahasa Asing Penjasorker Sej. Keb. Islam *) Quran Hadist *) Bahasa Arab *)

1

Senin, 17 Mei 2010

2

Selasa, 18 Mei 2010

3

Rabu, 19 Mei 2010

4

Kamis, 20 Mei 2010

5

Jum’at, 21 Mei 2010

*) Khusus untuk MA

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

54

(9)

US/M SMALB ( Tunanetra (A), Tunarungu (B), Tunadaksa Ringan (D), Tunalaras (E)) a. Utama

No.

Hari /Tanggal

Waktu 07.30 – 09.30

Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pilihan

1

Senin, 12 April 2010 10.00 – 12.00 07.30 – 09.30

2

Selasa, 13 April 2010 10.00 - 12.00

3

Rabu, 14 April 2010

07.30 – 09.30

b.

Susulan No. Hari /Tanggal Waktu
07.30 – 09.30 1 Senin, 19 April 2010 10.00 – 12.00 07.30 – 09.30 2 Selasa, 20 April 2010 10.00 - 12.00 3 Rabu, 21 April 2010 07.30 – 09.30 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pilihan Pendidikan Agama Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

c.

Ulangan No. Hari /Tanggal Waktu
07.30 – 09.30 1 Senin, 17 Mei 2010 10.00 – 12.00 07.30 – 09.30 2 Selasa, 18 Mei 2010 10.00 - 12.00 3 Rabu, 19 Mei 2010 07.30 – 09.30 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pilihan Pendidikan Agama Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

55

(10) US/M

SMALB Tunagrahita Ringan (C), Tunagrahita Sedang (C1), Tunadaksa

Sedang (D1), Tunaganda (G) a. Utama
No. Hari /Tanggal Waktu 07.30 – 09.30 1 Senin, 19 April 2010 10.00 - 12.00 07.30 - 09.30 2 Selasa, 20 April 2010 10.00 - 12.00 07.30 - 09.30 3 Rabu, 21 April 2010 10.30 - 12.00 4 5. Kamis, 22 April 2010 Jum’at, 23 April 2010 07.30 - 09.30 07.30 - 09.30 Program Pilihan Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Bahasa Indonesia Pendidikan Agama Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Mata Pelajaran Pend. Kewarganegaraan

b.

Susulan
No. Hari /Tanggal Waktu 07.30 – 09.30 1 Senin, 12 April 2010 10.00 - 12.00 07.30 - 09.30 2 Selasa, 13 April 2010 10.00 - 12.00 07.30 - 09.30 3 Rabu, 14 April 2010 10.30 - 12.00 4 5. Kamis, 15 April 2010 Jum’at 16 April 2010 07.30 - 09.30 07.30 - 09.30 Program Pilihan Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Bahasa Indonesia Pendidikan Agama Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Mata Pelajaran Pend. Kewarganegaraan

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

56

c.

Ulangan
No. Hari /Tanggal Waktu 07.30 – 09.30 1 Senin, 17 Mei 2010 10.00 - 12.00 07.30 - 09.30 2 Selasa, 18 Mei 2010 10.00 - 12.00 07.30 - 09.30 3 Rabu, 19 Mei 2010 10.30 - 12.00 4 5. Kamis, 20 Mei 2010 Jum’at, 21 Mei 2010 07.30 - 09.30 07.30 - 09.30 Program Pilihan Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Bahasa Indonesia Pendidikan Agama Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Mata Pelajaran Pend. Kewarganegaraan

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

57

(11) US/M SMK a. Utama
No. Hari /Tanggal Senin, 5 April 2010 Selasa, 6 April 2010 Rabu, 7 April 2010 Waktu 07.30 – 09.30 10.00 - 12.00 07.30 – 09.30 10.00 - 12.00 07.30 – 09.30 10.00 - 12.00 07.30 – 09.30 4 Kamis, 8 April 2010 07.30 – 09.30 10.00 - 12.00 Mata Pelajaran Pend. Agama PKn dan Sejarah Kewirausahaan Penjasor IPA IPS KKPI Dasar Tek Musik Seni Budaya Bahasa Asing Ekonomi 5 Jum’at, 9 April 2010 07.30 – 09.30 Wawasan Seni & Budaya Kimia Senin, 12 April 2010 07.30 – 09.30 10.00 - 12.00 Fisika Biologi Teknik Industri, Analis Kimia, Kesehatan Teknik Industri, Analis Kimia, Kesehatan Keterangan Semua program Semua program Semua program Semua program Semua program Semua program Semua program, Kecuali SMM SMM Semua program, Kecuali SMM UJP Bisnis Manajemen SMM

1

2

3

6

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

58

b.

Susulan
No. Hari /Tanggal Selasa, 13 April 2010 Rabu, 14 April 2010 Kamis, 15 April 2010 Waktu 07.30 – 09.30 10.00 - 12.00 07.30 – 09.30 10.00 - 12.00 07.30 – 09.30 10.00 - 12.00 Mata Pelajaran Pend. Agama PKn dan Sejarah Kewirausahaan Penjasor IPA IPS Bahasa Asing Ekonomi 4 Jum’at, 16 April 2010 07.30 – 09.30 Wawasan Seni & Budaya Kimia 07.30 – 09.30 5 Senin, 19 April 2010 07.30 – 09.30 10.00 - 12.00 Selasa, 20 April 2010 07.30 – 09.30 10.00 - 12.00 Teknik Industri, Analis Kimia, Kesehatan Semua program, Kecuali SMM SMM Semua program, Kecuali SMM Teknik Industri, Analis Kimia, Kesehatan Keterangan Semua program Semua program Semua program Semua program Semua program Semua program UJP Bisnis Manajemen SMM

1

2

3

KKPI Dasar Tek Musik Seni Budaya Fisika Biologi

6

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

59

c.

Ulangan

No.

Hari /Tanggal Senin, 17 Mei 2010 Selasa, 18 Mei 2010 Rabu, 19 Mei 2010

Waktu 07.30 – 09.30 10.00 - 12.00 07.30 – 09.30 10.00 - 12.00 07.30 – 09.30 10.00 - 12.00 07.30 – 09.30

Mata Pelajaran Pend. Agama PKn dan Sejarah Kewirausahaan Penjasor IPA IPS KKPI Dasar Tek Musik Seni Budaya Bahasa Asing Ekonomi

Keterangan Semua program Semua program Semua program Semua program Semua program Semua program Semua program, Kecuali SMM SMM Semua program, Kecuali SMM UJP Bisnis Manajemen SMM

1

2

3

4

Kamis, 20 Mei 2010

07.30 – 09.30 10.00 - 12.00

5

Jum’at, 21 Mei 2010

07.30 – 09.30

Wawasan Seni & Budaya Kimia

Teknik Industri, Analis Kimia, Kesehatan Teknik Industri, Analis Kimia, Kesehatan

6

Senin, 24 Mei 2010

07.30 – 09.30 10.00 - 12.00

Fisika Biologi

Pasal 30

Ujian Praktik Kompetensi SMK dilaksanakan serentak pada Bulan Februari 2010

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

60

BAB XII RUANG UASBN/UN DAN US/M Pasal 31

(1)

Sekolah penyelenggara UASBN/UN dan persyaratan sebagai berikut : a. b. c.

US/M menetapkan ruang dengan

ruang kelas yang digunakan aman dan layak; ruang kelas jauh dari kebisingan; setiap ruang ditempati paling banyak 20 peserta, dan 1 meja untuk pengawas ruang;

d. e. f. g.

setiap meja diberi satu nomor peserta; setiap ruang disediakan denah tempat duduk peserta; setiap ruang disediakan lem/lak/segel untuk amplop lembar jawaban; gambar atau alat peraga yang berkaitan dengan materi Ujian dikeluarkan dari ruang ujian;

h.

tempat duduk peserta diatur sebagai berikut: 1. 2. satu bangku untuk satu orang peserta; jarak antara meja yang satu dengan meja yang lain disusun dengan mempertimbangkan jarak antara peserta yang satu dengan peserta yang lain minimal 1 (satu) meter; 3. penempatan peserta disesuaikan dengan urutan nomor peserta.

(2)

SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB dan SMK yang menggunakan gedung sekolah lain dalam penyelenggaraan UASBN/UN dan US/M harus melaporkan kepada Kepala Suku Dinas selambat - lambatnya 7 (tujuh) pelaksanaan; hari sebelum

(3)

MI,

MTs

dan

MA

yang

menggunakan

gedung

madrasah

lain

dalam

penyelenggaraan UASBN/UN dan US/M harus melaporkan kepada Kepala Mapenda selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

61

BAB XIII PENGAWAS RUANG Bagian Kesatu Pengawas Ruang UASBN dan UN Pasal 32

(1)

Pengawas ruang UASBN SD/SDLB/MI ditetapkan oleh penyelenggara tingkat rayon atas usulan dari subrayon.

(2)

Pengawas ruang UN SMP/SMPLB/MTs ditetapkan oleh penyelenggara tingkat subrayon atas usulan dari sekolah/madrasah penyelenggara UN.

(3)

Pengawas ruang UN SMALB dan SMK ditetapkan oleh penyelenggara tingkat rayon atas usulan dari sekolah madrasah penyelenggara UN..

(4)

Pengawas ruang UN SMA/MA ditetapkan oleh penyelenggara UN tingkat rayon bersama perguruan tinggi.

(5)

Pengawas ruang adalah guru yang memiliki sikap dan perilaku disiplin, jujur, bertanggung jawab, teliti, dan memegang teguh kerahasiaan.

(6)

Pengawas ruang harus menandatangani surat pernyataan bersedia menjadi pengawas ruang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan harus hadir 45 menit sebelum ujian dimulai di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara.

(7)

Pengawas ruang tidak diperkenankan untuk membawa alat komunikasi elektronik ke dalam ruang ujian.

(8)

Penempatan pengawas ruang dilakukan dengan prinsip sistem silang murni a. b. antar sekolah/madrasah antar sekolah atau andar madrasah apabila huruf (a) tidak dimungkinkan.

(9)

Setiap ruangan diawasi dua orang pengawas ruang.

(10) Apabila jumlah pengawas dari madrasah tidak mencukupi dapat dilakukan silang murni antar sekolah.

Bagian Kedua Pengawas Ruang US/M Pasal 33

(1)

Pengawas

US/M

adalah

guru

yang

memiliki

sikap

dan

perilaku

disiplin, jujur, bertanggung jawab, teliti dan memegang teguh kerahasiaan. (2) (3) Pengawasan ujian tulis dilakukan dengan sistem silang antar guru mata pelajaran. Pengawasan ujian praktik dilakukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

62

atau guru yang ditetapkan kepala sekolah/madrasah penyelenggara. (4) (5) Setiap ruang ujian diawasi dua orang pengawas. Pada ujian tulis guru mata pelajaran tidak diperbolehkan mengawasi pelaksanaan ujian mata pelajaran yang diajarkannya.

BAB XIV TATA TERTIB Bagian Kesatu Tata Tertib Pengawas Ruang Pasal 34

(1)

Tata tertib pengawas ruang UASBN a. persiapan 1. tiga puluh (30) menit sebelum ujian dimulai pengawas ruang UASBN telah hadir di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara UASBN. 2. pengawas ruang UASBN menerima penjelasan dan pengarahan dari ketua penyelenggara UASBN. 3. pengawas ruang UASBN menerima bahan UASBN yang berupa naskah soal UASBN, LJUASBN, amplop LJUASBN, daftar hadir, dan berita acara pelaksanaan UASBN. b. pelaksanaan 1. pengawas ruang UASBN masuk ke dalam ruang UASBN 20 menit sebelum waktu pelaksanaan untuk: a) b) memeriksa kesiapan ruang ujian; meminta peserta UASBN untuk memasuki ruang UASBN dengan menunjukkan kartu peserta UASBN dan menempati tempat duduk sesuai nomor yang telah ditentukan; c) memeriksa setiap peserta UASBN untuk tidak membawa tas, buku atau catatan lain, alat komunikasi elektronik, kalkulator dan sebagainya ke dalam ruang UASBN dipergunakan; d) e) f) g) membacakan tata tertib UASBN; meminta peserta ujian menandatangani daftar hadir; membagikan LJUASBN kepada peserta dan memandu serta memeriksa pengisian formulir identitas peserta UASBN (nomor ujian, nama, tanggal lahir, dan tanda tangan); kecuali alat tulis yang akan

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

63

h)

setelah seluruh peserta UASBN selesai mengisi identitas, pengawas ruang UASBN membuka amplop soal, memeriksa kelengkapan bahan ujian, dan meyakinkan bahwa amplop tersebut dalam keadaan baik dan tertutup rapat (disegel), disaksikan oleh peserta ujian;

i)

membagikan naskah soal UASBN dengan cara meletakkan di atas meja peserta UASBN dalam posisi tertutup (terbalik).

j)

peserta UASBN tidak diperkenankan membuka naskah soal UASBN sampai tanda waktu UASBN dimulai;

2.

setelah tanda waktu mengerjakan dimulai, pengawas ruang UASBN: a) b) c) mempersilakan peserta UASBN untuk mengecek kelengkapan soal; mempersilakan peserta UASBN untuk mulai mengerjakan soal; mengingatkan peserta agar terlebih dahulu membaca petunjuk cara menjawab soal.

3.

naskah soal ujian yang tidak terpakai/lebi/cacat/pada saat ujian berlangsung diparaf oleh pengawas ruang dan tidak boleh dikeluarkan dari ruang ujian, kecuali jika terdapat kekurangan naskah soal di ruang ujian lain;.

4.

selama UASBN berlangsung, pengawas ruang UASBN wajib: a) b) menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang ujian; memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan; dan c) melarang orang lain yang tidak berkepentingan memasuki ruang UASBN.

5.

pengawas ruang UASBN dilarang memberi isyarat, petunjuk, dan bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal UASBN yang diujikan.

6.

lima menit sebelum waktu UASBN selesai, Pengawas Ruang UASBN memberi peringatan kepada peserta UASBN bahwa waktu tinggal lima menit.

7.

setelah waktu UASBN selesai, pengawas ruang UASBN: a) b) c) mempersilakan peserta UASBN untuk berhenti mengerjakan soal; mengumpulkan LJUASBN dan naskah soal UASBN; menghitung jumlah LJUASBN sama dengan jumlah peserta UASBN;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

64

d)

menyusun secara urut LJUASBN dari nomor peserta terkecil dan memasukkannya ke dalam amplop LJUASBN disertai dengan dua lembar daftar hadir peserta, dua lembar berita acara pelaksanaan, kemudian menutup, mengelem dan menandatanani serta menuliskan nama, tempat tugas, sekolah asal, no telepon/handphone serta ditandatangani oleh pengawas ruang UASBN di dalam ruang ujian;

e) 8.

mempersilakan peserta UASBN meninggalkan ruang ujian.

pengawas ruang UASBN menyerahkan LJUASBN dan naskah soal UASBN kepada Penyelenggara UASBN Tingkat Sekolah/Madrasah disertai dengan satu lembar daftar hadir peserta dan satu lembar berita acara pelaksanaan UASBN.

(2)

Tata tertib pengawas ruang UN a. persiapan 1. empat puluh lima menit (45) menit sebelum ujian dimulai pengawas

ruang UN telah hadir di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara UN. 2. pengawas ruang UN menerima penjelasan dan pengarahan dari ketua penyelenggara UN. 3. pengawas ruang UN menerima bahan UN yang berupa naskah soal UN, LJUN, amplop LJ UN, daftar hadir, dan berita acara pelaksanaan UN. b. Pelaksanaan 1. pengawas ruang UN masuk ke dalam ruang UN 20 menit sebelum waktu pelaksanaan untuk melakukan: a) b) memeriksa kesiapan ruang ujian; meminta peserta UN untuk memasuki ruang UN dengan

menunjukkan kartu peserta UN dan menempati tempat duduk sesuai nomor yang telah ditentukan; c) memastikan setiap peserta UN tidak membawa tas, buku atau catatan lain, alat komunikasi elektronik, kalkulator dan sebagainya ke dalam ruang UN kecuali alat tulis yang akan dipergunakan; d) e) f) membacakan tata tertib UN; meminta peserta ujian menandatangani daftar hadir; membagikan LJUN kepada peserta dan memandu serta memeriksa pengisian identitas peserta UN (nomor ujian, nama, tanggal lahir, dan tanda tangan); g) memastikan peserta UN telah mengisi identitas dengan benar;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

65

h)

setelah seluruh peserta UN selesai mengisi identitas, pengawas ruang UN membuka amplop soal, memeriksa kelengkapan bahan ujian, dan meyakinkan bahwa amplop tersebut dalam keadaan baik dan tertutup rapat (disegel), disaksikan oleh peserta ujian;

i)

membagikan naskah soal yang terdiri dari dua paket A dan B secara selang seling (berbeda antara peserta depan belakang dan kiri kanan);

j)

membagikan naskah soal UN dengan cara meletakkan di atas meja peserta UN dalam posisi tertutup (terbalik). Peserta UN tidak diperkenankan untuk menyentuhnya sampai tanda waktu UN dimulai;

2.

setelah tanda waktu mengerjakan dimulai, pengawas ruang UN: a) b) c) mempersilakan peserta UN untuk mengecek kelengkapan soal; mempersilakan peserta UN untuk mulai mengerjakan soal; mengingatkan peserta agar terlebih dahulu membaca petunjuk cara menjawab soal.

3.

naskah soal ujian yang tidak terpakai/lebi/cacat/pada saat ujian berlangsung diparaf oleh pengawas ruang dan tidak boleh dikeluarkan dari ruang ujian, kecuali jika terdapat kekurangan naskah soal di ruang ujian lain, untuk UN SMA/MA dengan sepengetahuan TPI.

4.

selama UN berlangsung, pengawas ruang UN wajib: a) b) menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang ujian; memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan; serta c) melarang orang lain memasuki ruang UN.

5.

pengawas ruang UN dilarang memberi isyarat, petunjuk, dan bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal UN yang diujikan.

6.

lima menit sebelum waktu UN selesai, pengawas ruang UN memberi peringatan kepada peserta UN bahwa waktu tinggal lima menit.

7.

setelah waktu UN selesai, pengawas ruang UN: a) b) mempersilakan peserta UN untuk berhenti mengerjakan soal; mempersilakan peserta UN meletakkan naskah soal dan LJUN di atas meja dengan rapi; c) d) e) mengumpulkan LJUN dan naskah soal UN; menghitung jumlah LJUN sama dengan jumlah peserta UN; mempersilakan peserta UN meninggalkan ruang ujian;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

66

f) g)

menyusun secara urut LJUN dari nomor peserta terkecil dan memasukkannya ke dalam amplop LJUN disertai dengan dua lembar daftar hadir peserta, dua lembar berita acara pelaksanaan, kemudian menutup, mengelem dan menandatanani serta menuliskan nama, tempat tugas, sekolah asal, no telepon/handphone serta

ditandatangani oleh pengawas ruang UN di dalam ruang ujian; 8. pengawas Ruang UN menyerahkan LJUN dan naskah soal UN kepada Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah disertai dengan satu

lembar daftar hadir peserta dan satu lembar berita acara pelaksanaan UN. (3) Tata tertib pengawas ruang US/M a. b. c. d. e. memasuki ruang ujian 20 menit sebelum tanda mulai ujian dibunyikan; melakukan pengecekan ruangan sesuai dengan tata ruang ujian; membacakan tata tertib ujian sebelum ujian dimulai; membuka dan memeriksa kelengkapan bahan ujian; mengedarkan daftar hadir untuk ditandatangai oleh peserta ujian dan mengecek kesesuaiannya dengan kartu/tanda peserta sebelum ujian dimulai; f. membagikan lembar jawaban ujian dan membimbing pengisian identitas peserta ujian sebelum waktu ujian dimulai; g. h. membagikan naskah soal kepada peserta ujian dalam keadaan terbalik; mempersilakan peserta ujian untuk memeriksa kelengkapan naskah soal ujian setelah tanda waktu mulai ujian dibunyikan; i. mengawasi pelaksanaan ujian dengan sungguh-sungguh, tidak mengganggu pelaksanaan ujian, dan tidak diperkenankan menjelaskan materi soal kepada peserta ujian; j. k. menjaga ketertiban dan ketenangan suasana selama ujian berlangsung; mengumpulkan dan mengecek kelengkapan lembar jawaban ujian dan

naskah soal setelah tanda batas waktu selesai mengerjakan soal dibunyikan; l. menyusun secara urut lembar jawaban ujian mulai dari nomor peserta terkecil;

m. memasukkan berkas lembar jawaban ujian dan daftar hadir ke dalam sampul yang kemudian ditutup dan disegel/dilak serta ditandatangani oleh pengawas ruang di dalam ruang ujian; n. menyerahkan lembar jawaban ujian dan naskah soal ujian kepada penyelenggara US/M disertai dengan berita acara pelaksanaan ujian.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

67

Bagian Kedua Tata Tertib Peserta Pasal 35

(1)

Peserta memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni 15 (lima belas) menit sebelum ujian dimulai.

(2)

Peserta yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti ujian setelah mendapat izin dari ketua Penyelenggara Tingkat Sekolah/Madrasah, tanpa diberi perpanjangan waktu.

(3) (4)

Peserta dilarang membawa alat komunikasi elektronik dan kalkulator ruang ujian. Tas, buku, dan catatan dalam bentuk apapun dikumpulkan di depan kelas di samping meja pengawas.

(5)

Peserta ujian membawa alat tulis menulis berupa pensil 2B, penghapus, penggaris, dan kartu tanda peserta ujian.

(6)

Peserta ujian mengisi daftar hadir dengan menggunakan pulpen yang disediakan oleh pengawas ruangan.

(7)

Peserta ujian mengisi identitas pada lembar jawaban ujian secara lengkap dan benar.

(8)

Peserta ujian yang memerlukan penjelasan cara pengisian identitas pada lembar jawab ujian dapat bertanya kepada pengawas ruang ujian dengan cara mengacungkan tangan terlebih dahulu.

(9)

Peserta ujian mulai mengerjakan soal setelah ada tanda waktu mulai ujian.

(10) Selama ujian berlangsung, peserta ujian hanya dapat meninggalkan ruangan dengan izin dan pengawasan dari pengawas ruang ujian. (11) Peserta ujian yang memperoleh naskah soal yang cacat atau rusak dan segera melapor kepada pengawas ruang namun pengerjaan soal tetap dilakukan sambil menunggu penggantian naskah soal. (12) Peserta ujian yang meninggalkan ruangan setelah membaca soal dan tidak kembali lagi sampai tanda selesai dibunyikan, dinyatakan telah selesai menempuh/mengikuti ujian pada mata pelajaran yang terkait. (13) Peserta ujian berhenti mengerjakan soal setelah ada tanda berakhirnya waktu ujian. (14) Selama ujian berlangsung, peserta ujian dilarang: a. b. c. menanyakan jawaban soal kepada siapa pun; bekerja sama dengan peserta lain; memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

68

d.

memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau melihat pekerjaan peserta lain;

e. f.

membawa naskah soal ujian dan lembar jawab ujian keluar dari ruang ujian; menggantikan atau digantikan oleh orang lain.

(15) Peserta ujian harus berhenti mengerjakan soal ujian setelah tanda waktu akhir ujian dibunyikan dan meletakkan lembar jawaban serta naskah soal di atas meja masing-masing; (16) Peserta ujian meninggalkan ruang ujian dengan tertib dan tenang setelah pengawas ruang ujian mengumpulkan dan menghitung lembar jawaban dan naskah soal sesuai dengan jumlah peserta ujian; (17) Bagi yang melanggar tata tertib ujian, diberi peringatan/teguran oleh pengawas ruang ujian dan dicatat dalam berita pertimbangan kelulusan. acara ujian sebagai salah satu bahan

BAB XV PEMERIKSAAN HASIL UASBN/UN dan US/M Bagian Kesatu Pengumpulan Hasil UASBN/UN Pasal 36

(1)

Kepala

Sekolah/Madrasah

penyelenggara

UASBN/UN

menerima

amplop

LJUASBN/LJUN yang telah dilem oleh pengawas ruang; (2) Kepala Sekolah/Madrasah penyelenggara UASBN/UN mengirimkan

LJUASBN/LJUN ke penyelenggara tingkat subrayon selambat-lambatnya 1 (satu) jam setelah pelaksanaan UASBN/UN, disertai dengan berita acara serah terima. (3) Penyelenggara tingkat subrayon/rayon memeriksa kesesuaian sampul

LJUASBN/LJUN dengan peserta UASBN/LJUASBN dari setiap sekolah/madrasah penyelenggara, kemudian mengirimkannya ke penyelenggara tingkat rayon selambat-lambatnya satu (1) jam setelah ujian selesai disertai dengan berita acara serah terima (4) Pengiriman LJUASBN/LJUN dari penyelenggara tingkat rayon/subrayon kepada penyelenggara tingkat provinsi langsung setelah ujian berakhir setiap harinya. (5) Khusus subrayon Kabupaten Kepulauan Seribu, pengembalian LJUASBN/LJUN ke penyelenggara tingkat rayon dilakukan selambat-lambatnya hari terakhir UASBN/UN pukul 20.00 WIB disertai dengan berita acara serah terima

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

69

Bagian Kedua Pengolahan Hasil UASBN/UN Pasal 37

(1)

BSNP bersama Puspendik mengembangkan sistem dan perangkat lunak (software) untuk pendataan calon peserta, scanning LJUASBN, analisis, dan pelaporan hasil ujian.

(2)

Pemeriksaan dan penilaian LJUASBN a. tim pemindaian LJUASBN tingkat provinsi bersama tim tingkat rayon memindai LJUASBN dengan menggunakan software dari Puspendik; b. penyelenggara UASBN tingkat provinsi melakukan penskoran hasil UASBN dengan menggunakan provinsi. c. d. hasil penskoran UASBN dinyatakan dalam DKHUASBN dan SKHUASBN. penyelenggara SKHUASBN. e. penyelenggara UASBN tingkat provinsi mengirimkan hasil skoring UASBN dan hasil pemindaian kepada penyelenggara UASBN tingkat pusat disertai berita acara serah terima. f. DKHUASBN dan SKHUASBN dikirim kepada sekolah/madrasah UASBN tingkat provinsi mencetak DKHUASBN dan software dari Puspendik dan kunci jawaban di

penyelenggara UASBN melalui penyelenggara tingkat subrayon koordinasi dengan penyelenggara tingkat rayon disertai berita acara serah terima. g. (3) sekolah/madrasah berdasarkan DKHUN mengumumkan hasil UN;

Pemeriksaan dan penilaian LJUN SMP/MTs/SMPLB, SMALB dan SMK a. tim pemindai LJUN tingkat provinsi memindai LJUN SMP/MTs, SMPLB, SMALB, dan SMK. b. Dinas Pendidikan Provinsi melakukan validasi hasil pemindaian LJUN SMP/MTs, SMPLB, SMALB, dan SMK disaksikan oleh TPI dengan disertai berita acara. c. pengiriman hasil pemindaian dilakukan dalam dua tahap; 1. seminggu setelah UN, hasil pemindaian LJUN di provinsi dikirim ke Pusat; 2. selambat-lambatnya tanggal 17 April 2010 (UN Utama) dan tanggal 8 Juni 2010 (UN Ulangan), semua hasil pemindaian LJUN dikirim ke Pusat. d. BSNP bersama Puspendik melakukan penskoran dan penilaian hasil UN. di provinsi telah

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

70

e.

BSNP bersama Puspendik mengirimkan hasil penskoran UN kepada penyelenggara UN tingkat provinsi dilengkapi berita acara serah terima.

f.

hasil

penskoran

yang

dinyatakan

dalam

DKHUN

didistribusikan

ke

penyelenggara UN tingkat provinsi disertai berita acara; g. h. penyelenggara UN tingkat provinsi mencetak DKHUN; DKHUN dikirim ke sekolah/madrasah melalui penyelenggara tingkat

rayon/subrayon disertai dengan berita acara; i. (4) sekolah/madrasah berdasarkan DKHUN mengumumkan hasil UN;

Pemeriksaan dan Penilaian LJUN SMA/MA a. Perguruan Tinggi Negeri memindai LJUN SMA/MA dan mengirimkan hasilnya ke penyelenggara UN tingkat pusat; b. Perguruan Tinggi Negeri melakukan validasi hasil pemindaian seluruh mata pelajaran setiap peserta UN; c. pengiriman hasil pemindaian ke penyelenggara UN tingkat pusat selambatlambatnya tanggal 15 April 2010; d. e. penskoran dilakukan apabila seluruh hasil pemindaian telah terkumpul; hasil penskoran yang dinyatakan dalam DKHUN didistribusikan ke

penyelenggara UN tingkat provinsi disertai berita acara; f. g. penyelenggara UN tingkat provinsi mencetak DKHUN; DKHUN dikirim ke sekolah/madrasah melalui penyelenggara tingkat rayon disertai dengan berita acara; h. sekolah/madrasah berdasarkan DKHUN mengumumkan hasil UN;

Bagian Ketiga Pemeriksaan US/M Pasal 38

Pemeriksaan hasil ujian tulis dan praktik diperiksa/dikoreksi dan dinilai oleh guru/tim guru dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. b. pemeriksaan hasil ujian tulis dilakukan di sekolah/madrasah penyelenggara ujian. pemeriksaan ujian tulis bentuk uraian dilakukan oleh dua orang korektor, kemudian rata-rata dari keduanya dijadikan sebagai nilai akhir. Jika terjadi perbedaan nilai hasil pemeriksaan kedua korektor ≥ 2,00 (untuk rentang nilai 010), diperlukan korektor ketiga dan rata-rata dari ketiganya dijadikan nilai akhir. c. penilaian hasil ujian praktik dilakukan oleh guru/tim guru mata pelajaran yang bersangkutan.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

71

d.

pelaksanaan penilaian hasil ujian dilakukan secara objektif.

BAB XVI KELULUSAN Pasal 39

(1)

Nilai Standar Kelulusan UASBN/US ditetapkan oleh setiap sekolah/madrasah penyelenggara UASBN dengan Keputusan Kepala Sekolah/Madrasah

penyelenggara, setelah mendapat pertimbangan Komite Sekolah/Madrasah, dan dilaporkan ke Kepala Dinas Pendidikan atau Kepala Kanwil Kementerian Agama selambat-lambatnya satu bulan sebelum pelaksanaan ujian; (2) Nilai Standar Kelulusan UASBN/US mencakup: a. b. (3) (4) nilai minimal setiap mata pelajaran yang diujikan; nilai rata-rata minimal ketiga mata pelajaran.

Nilai standar US/M nilai minimal setiap mata pelajaran yang diujikan Kelulusan UASBN digunakan sebagai salah satu pertimbangan penentuan kelulusan dari sekolah/madrasah

Pasal 40

(1)

Peserta didik dinyatakan lulus UN apabila memenuhi standar kelulusan sebagai berikut: a. memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya; b. khusus untuk SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata Ujian Nasional;

(2)

Pemerintah daerah dan/atau sekolah/madrasah dapat menetapkan batas standar UN lebih tinggi dari kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebelum pelaksanaan UN

(3)

Penetapan kelulusan Uji Kompetensi Keahlian mengikuti ketentuan yang berlaku umum pada Lembaga Sertifikasi Profesi atau Dunia Usaha dan Dunia Industri.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

72

Pasal 41

(1)

Pengiriman DKUASBN SD/SDLB/MI ke penyelenggara tingkat subrayon melalui penyelenggara tingkat rayon selambat-lambatnya pada tanggal 17 Juni 2010.

(2)

Pengumuman kululusan UASBN oleh masing - masing satuan pendidikan pada tanggal 19 Juni 2010.

(3)

Pengiriman hasil

UN Utama

SMP/SMPLB/MTs ke penyelenggara UN tingkat

provinsi selambat-lambatnya tanggal 3 Mei 2010. (4) Pengumuman UN Utama SMP/SMPLB/MTs oleh masing - masing satuan pendidikan selambat-lambatnya tanggal 7 Mei 2010. (5) Pengiriman hasil UN Ulangan SMP/SMPLB/MTs ke Penyelenggara UN tingkat provinsi selambat-lambatnya tanggal 21 Juni 2010. (6) Pengumuman kelulusan UN Ulangan SMP/SMPLB/MTs oleh masing - masing satuan pendidikan selambat-lambatnya tanggal 25 Juni 2010. (7) Pengiriman hasil UN Utama SMA/SMALB/MA dan SMK ke penyelenggara Tingkat provinsi selambat-lambatnya tanggal 21 April 2010. (8) Pengumuman kelulusan UN Utama SMA/SMALB/MA dan SMK oleh masing masing satuan pendidikan selambat-lambatnya tanggal 26 April 2010. (9) Pengiriman hasil UN Ulangan SMA/SMALB/MA dan SMK ke penyelenggara tingkat provinsi selambat-lambatnya tanggal 8 Juni 2010. (10) Pengumuman kelulusan UN Ulangan SMA/SMALB/MA dan SMK oleh masing masing satuan pendidikan selambat-lambatnya tanggal 12 Juni 2010.

Pasal 42

(1)

Penetapan kelulusan US/M dilaksanakan oleh sekolah penyelenggara ketentuan berikut:

sesuai

a. penetapan nilai standar kelulusan US/M ditetapkan oleh sekolah/madrasah penyelenggara dengan Keputusan Kepala Sekolah/Madrasah penyelenggara, setelah mendapat pertimbangan komite Sekolah/Madrasah, dan dilaporkan ke Kepala Dinas Pendidikan atau Kepala Kanwil Kementerian Agama; b. kriteria sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah rata-rata sekurangkurangnya 6,00 dan nilai mata pelajaran sekurang-kurangnya 4,25 baik untuk Ujian tulis maupun Ujian praktik; c. sekolah/madrasah dapat menetapkan nilai standar kelulusan di atas nilai standar sebagaimana dimaksud pada huruf b;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

73

d. nilai standar kelulusan sebagaimana dimaksud pada butir a, harus diumumkan secara terbuka kepada peserta didik, orang tua/wali, dan masyarakat, serta sekolah yang bergabung (jika ada) selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum US/M dilaksanakan; e. peserta didik dinyatakan lulus US/MUS/M apabila memenuhi kriteria dan nilai standar kelulusan. f. penetapan kelulusan US/M ditetapkan dengan mempertimbangkan nilai US/M, nilai raport, sikap/perilaku/akhlak peserta didik yang bersangkutan; g. penetapan kelulusan US/M dilakukan oleh sekolah melalui rapat Dewan Guru/Majelis Sekolah;dan h. penentuan kelulusan US/M bagi peserta didik dari Sekolah/Madrasah yang bergabung dilakukan bersama dengan sekolah penyelenggara. (2) Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah: a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan;dan c. lulus Ujian Sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; d. lulus UASBN atau UN. (3) Peserta didik yang belum lulus ujian dapat mengikuti ujian pada tahun berikutnya dengan syarat mengikuti proses pembelajaran secara penuh selama 1 (satu) tahun pelajaran di kelas terakhir. (4) Peserta didik yang dinyatakan lulus UASBN atau UN dan lulus Ujian Sekolah/Madrasah berhak memperoleh ijazah. (5) Nilai UASBN/UN dan Nilai US/M dicantumkan dalam ijazah.

BAB XVII PENERBITAN IJAZAH Pasal 43 (1) Penerbitan Ijazah a. sekolah/madrasah penyelenggara ujian menerima DKHUASBN/DKHUN dan SKHUASBN/SKHUN dari penyelenggara tingkat provinsi;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

74

b. sekolah/madrasah penyelenggara ujian menerima blangko ijazah dari penyelenggara ujian tingkat provinsi kemudian memeriksa keabsahan dan

jumlahnya, selanjutnya dibuatkan berita acara serah terima; c. sekolah/madrasah penyelenggara menerbitkan ijazah berdasarkan

DKHUASBN/DKHUN dan nilai hasil US/M;dan d. Kepala Sekolah/Madrasah penyelenggara UASBN/UN menandatangani ijazah dan membubuhkan stempel sekolah/madrasah penyelenggara. (2) Penerbitan Sertifikasi Kompetensi Keahlian a. Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) melaksanakan sertifikasi kompetensi bagi peserta didik SMK;dan b. dalam hal LSP belum terbentuk, sertifikasi dapat dilaksanakan oleh Asosiasi Profesi atau dunia usaha dan dunia industri yang menjadi Institusi Pasangan (IP). BAB XVIII PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN Pasal 44

Pemantauan, evaluasi dan pelaporan dilakukan oleh setiap penyelenggara UASBN/UN tingkat pusat, provinsi, rayon, subrayon serta satuan pendidikan sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

Pasal 45

(1)

Untuk meningkatkan obyektifitas, transparansi, dan akuntabilitas

UN SMP/MTs,

SMALB dan SMK maka dibentuk Tim Pemantau Independen (TPI) yang anggota utamanya berasal dari dosen perguruan tinggi, widiaswara, anggota profesi pendidikan non guru dan mahasiswa tingkat akhir. (2) Pemantauan oleh TPI dilakukan pada tingkat sekolah/madrasah, kabupaten/kota, dan provinsi.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

75

BAB XIX PEMBIAYAAN Pasal 46

(1)

Biaya penyelenggaraan UASBN/UN dan Ujian Sekolah bersumber dari dana APBN dan APBD.

(2)

Biaya penyelenggaraan Ujian Madrasah bersumber dari Kementerian Agama melalui APBN.

Pasal 47

(1)

Komponen

biaya

untuk

penyelenggaraan

UASBN/UN

meliputi

biaya

penyelenggaraan di tingkat provinsi, tingkat rayon dan tingkat sekolah/madrasah; (2) Biaya penyelengaraan UASBN/UN tingkat provinsi mencakup pembiayaan untuk: a. percetakan dan pendistribusian blangko pendataan calon peserta UN ke rayon/subrayon; b. percetakan DNS / DNT; c. penerbitan kartu peserta UASBN/UN; d. penggandaan, penyampulan, pengepakan, dan pendistribusian bahan

UASBN/UN ke rayon/subrayon; e. pelaksanaan sosialisasi, koordinasi dan kerjasama dengan instasi terkait di provinsi yang bersangkutan dalam rangka persiapan pelaksanaan UASBN/UN; f. operasional penyelenggara UASBN/UN;

g. skoring hasil scaning; h. pemindaian hasil UASBN/UN; i. j. pengisian blangko DKHUN dan pendistribusiannya ke rayon/subrayon; pemantauan dan evaluasi pelaksanaan UASBN/UN;dan

k. penyusunan laporan UASBN/UN dan mengirimkannya ke penyelenggara tingkat pusat. (3) Biaya penyelenggaraan UASBN/UN di tingkat rayon/subrayon mencakup

pembiayaan untuk : a. pendistribusian blangko pendataan peserta ujian ke sekolah penyelenggara; b. pendistribusian bahan UASBN/UN dan standar kompetensi lulusan ke sekolah penyelenggara Ujian; c. pelaksanaan sosialisai, koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait di rayon/subrayon setempat dalam rangka persiapan pelaksanaan UASBN/UN;

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

76

d. operasional penyelenggaraan UASBN/UN; e. pengiriman LJUASBN/LJUN ke penyelenggara tingkat provinsi; f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan UASBN/UN;dan

g. penyusunan laporan UASBN/UN dan mengirimkanya ke penyelenggara tingkat provinsi. (4) Biaya penyelengaraan UASBN/UN tingkat sekolah mencakup pembiayaan untuk: a. pengisian data calon peserta UASBN/UN dan mengirimkannya ke

Rayon/Subrayon; b. pengisian kartu peserta UASBN/UN; c. pengambilan bahan UASBN/UN ke Rayon/Subrayon; d. pengiriman LJUASBN/LJUN ke Rayon; e. pelaksanaan sosialisasi dan koordinasi penyelenggaraan UASBN/UN; f. operasional penyelenggaraan UASBN/UN;

g. pengadaan bahan pendukung Ujian Nasional; h. pengawasan pelaksanaan UASBN/UN di sekolah penyelenggara Ujian; i. j. pengambilan blangko Ijazah penyelenggaraan UASBN/UN Tingkat Provinsi; penerbitan ijazah;dan

k. penyusunan laporan UASBN/UN dan mengirimkannya ke penyelenggara Tingkat Rayon/Subrayon.

Pasal 48

(1)

Komponen biaya untuk penyelenggaraan US/M meliputi biaya penyelenggaraan di tingkat provinsi, rayon dan tingkat sekolah;

(2)

Biaya penyelengaraan US/M di tingkat provinsi mencakup pembiayaan untuk : a. penggandaan dan pendistribusian Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan panduan materi ke rayon; b. pelaksanaan sosialisasi dan koordinasi dengan Suku Dinas/Kanwil Kementrian Agama Kota dalam rangka persiapan dan pelaksanaan US/M;dan c. pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan US/M.

(3)

Biaya penyelengaraan US/M di tingkat rayon mencakup pembiayaan untuk : a. penggandaan dan pendistribusian SKL dan panduan materi ke

sekolah/madrasah penyelenggara US/M; b. pelaksanaan sosialisasi dan koordinasi dengan sekolah penyelenggara ujian dalam rangka persiapan dan pelaksanaan US/M;dan c. pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan US/M.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

77

(4). Biaya penyelengaraan US/M tingkat sekolah mencakup pembiayaan untuk : a. pengisian data calon peserta US/M dan mengirimkannya ke Suku Dinas; b. pengisian kartu peserta US/M; c. pelaksanaan sosialisasi dan koordinasi penyelenggaraan US/M; d. operasional penyelenggaraan US/M teori dan praktik, mencakup penulisan dan penggandaan soal, penyiapan dan pengadaan Ujian praktik, pengawasan pelaksanaan Ujian dan pemeriksaan Ujian; e. pengambilan, pengisian dan penerbitan ijazah; f. sekolah/madrasah menyusun dan mengirimkan laporan penyelenggaraan Ujian kepada penyelenggara tingkat rayon; g. sekolah/madrasah penyelenggara menyusun Rencana Kebutuhan Biaya US/M (RKBUS/M) sebagimana pada butir a s.d e, kemudian mengajukan RKBUS dimaksud kepada Dinas Pendidikan/Kanwil Kementerian Agama;dan h. sekolah/Madrasah yang menyelengarakan US/M secara gabungan, menyusun RKBUS/M bersama dengan Sekolah/Madrasah penyelenggara, kemudian mengajukan RKBUS/M dimaksud kepada Dinas Pendidikan/Kanwil

Kementerian Agama.

BAB XX PESERTA UASBN/UN BAGI PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI Pasal 49

(1)

Peserta didik yang mengikuti pembelajaran berdasarkan kurikulum yang dikembangkan sesuai dengan standar nasional pendidikan atau di atas standar nasional pendidikan wajib mengikuti UASBN / UN.

(2)

Peserta

didik

yang

memiliki

kelainan

dan

mengikuti

pembelajaran

berdasarkankurikulum yang dikembangkan di bawah standar nasional pendidikan mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan. (3) Peserta didik yang menyelesaikan dan lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan mendapatkan ijazah yang blangkonya dikeluarkan oleh pemerintah. (4) Peserta didik yang memiliki kelainan yang menyelesaikan pendidikan berdasarkan kurikulum yang dikembangkan oleh satuan pendidikan di bawah standar nasional pendidikan mendapatkan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) yang blangkonya dikeluarkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

78

(5) (6)

Blanko sebagaimana dimaksud pada ayat (4) berasal dari Dinas Pendidikan. Peserta didik yang memperoleh Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) dapat melanjutkan pendidikan pada tingkat atau jenjang yang lebih tinggi pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusif atau satuan pendidikan khusus.

BAB XXI SANKSI Pasal 50

(1)

Pengawas ruang UASBN/UN dan atau US/M yang melanggar ketentuan dalam Petunjuk Teknis ini dan Prosedur Operasional Standar (POS) akan

dibebastugaskan dan diganti oleh yang lain, serta tidak kegiatan UASBN/UN dan atau US/M yang akan datang. (2)

diikutsertakan dalam

Sekolah/madrasah penyelenggara UABN/UN dan atau US/M yang melanggar ketentuan petunjuk teknis ini dan POS akan diberi sanksi sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku;

(3)

Anggota Tim Pemantau Independen yang melanggar ketentuan petunjuk teknis ini dan POS dibebastugaskan dan diganti oleh yang lain, serta tidak diikutsertakan dalam kegiatan UASBN/UN dan atau US/M yang akan datang.

(4)

Semua pelanggaran yang dilakukan oleh pengawas ruang UASBN/UN dan atau US/M, sekolah penyelenggara dan anggota Tim Pemantau Independen dilaporkan kepada pimpinan lembaga asal yang bersangkutan.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

79

BAB XXII KETENTUAN PENUTUP Pasal 51

(1)

Hal-hal yang belum diatur dalam petunjuk teknis ini akan diatur kemudian oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta.

(2)

Petunjuk Teknis ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 22 Januari 2010

KEPALA KANWIL KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI DKI JAKARTA,

KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DKI JAKARTA,

ttd. H. ACHMAD FAUZAN HARUN, SH NIP 150 186 360

ttd. Dr. H. TAUFIK YUDI MULYANTO, M.Pd NIP 131 679 687

Tembusan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Menteri Pendidikan Nasional RI Gubernur Provinsi DKI Jakarta Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Sekjen Depdiknas Dirjen Manajemen Dikdasmen Depdiknas Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Asisten Kesejahteraan Masyarakat Setda Provinsi DKI Jakarta

10. Kepala Inspektorat Provinsi DKI Jakarta 11. Kepala Badan Perencanan Daerah Provinsi DKI Jakarta 12. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi DKI Jakarta 13. Semua WaliKota Administrasi dan Bupati Kep. Seribu di provinsi DKI Jakarta 14. Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spritual Provinsi DKI Jakarta 15. Semua Kepala Sudin Dikdas dan Dikmen Kota Administrasi di Provinsi DKI Jakarta 16. Kepala Sudin Pendidikan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu 17. Semua Kasi Kecamatan Dikdas dan Dikmen di Provinsi DKI Jakarta 18. Semua Kepala SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA dan SMKdi Provinsi DKI Jakarta.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2010

80

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->