Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Korupsi adalah salah satu permasalahan pokok yang menjadi agenda wajib
pemerintah Indonesia untuk memberantasnya. Sudah sejak zaman penjajahan
Belanda, korupsi telah mengakar kuat ke kehidupan masyarakat Indonesia
hingga zaman reformasi sekarang. Survei terkini tentang peringkat korupsi
Negara-negara paling korup menurut Political and Economi Risk Concultancy
(PERC) pada 8 Maret 2010 lalu. Hasil survey tersebut menunjukkan Indonesia
menduduki peringkat pertama di Asia dengan nilai 9,07 menyusul Kamboja di
posisi kedua. Selanjutnya diikuti oleh Vietnam, Filiphina, Thailand, India,
Cina,Taiwan, Korea, Makau, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, Hongkong dan
Australia (Metrotvnews.com, 2010).
Sampai saat ini, kasus korupsi banyak dilakukan oleh para pegawai dan
petinggi penyelenggara Negara. Salah satunya adalah kasus korupsi Gayus
Tambunan yang tidak hanya melibatkan para pengusaha namun juga aparat
penegak hukum POLRI, Kejaksaan dan Kehakiman. Mereka disebut-sebut
sebagai makelar kasus. Berkenaan dengan uraian di atas maka penulis tertarik
untuk membahas makalah tentang Gayus Sang Mafia Pajak.
1.2 Rumusan Masalah

1) Mengapa Gayus Tambunan melakukan korupsi ?


2) Apa saja pengaruh kasus korupsi yang dilakukan oleh Gayus terhadap
struktur pemerintahan?
1.3 Tujuan

1) Untuk mengetahui alasan Gayus melakukan korupsi.


2) Untuk mengetahui pengaruh kasus korupsi Gayus terhadap struktur
pemerintahan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.3 Alasan Gayus melakukan korupsi

Gayus Tambunan merupakan seorang pegawai Ditjen Pajak dengan


golongan III A ditemukan memiliki kekayaan di rekeningnya sebesar Rp 25
milyar, rumah mewah di Kelapa Gading bernilai sekitar Rp 1 milyar serta mobil
mewah Mercedez Bens dan Fond Everest. Bagi pegawai pajak dengan golongan
III A tak wajar jika memiliki kekayaan sebanyak itu apalagi Gayus berasal dari
keluarga sederhana yang tinggal di sebuah gang padat penduduk di daerah
Warakas, Jakarta Utara dan baru 10 tahun dia mengabdi di Ditjen Pajak.
Gayus Tambunan pernah berurusan dengan

Pengadilan Negeri

Tangerang. Dia didakwa melakukan tindak pencucian uang dan penipuan.


Namun dakwaan tersebut tidak berhasil menjeratnya ke penjara karena
Pengadilan Negeri Tangerang memberikan

vonis bebas. Pascaputusan

Pengadilan Tangerang, Susno Djuadji membeberkan bahwa terdapat satu kasus


dugaan korupsi dengan ditemukannya aliran dana mencurigakan di rekening
pribadi seorang pegawai pajak. Lalu mengapa seorang Gayus bisa melakukan
korupsi ?
Sebab musabab korupsi ialah bertambahnya jumlah pegawai negeri
dengan cepat, akibatnya gaji mereka menjadi sangat kurang. Hal ini selanjutnya
mengakibatkan perlunya pendapatan tambahan (Alatas, 1987:122). Apabila gaji
pegawai negeri tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari,
mereka mungkin terpaksa menggunakan jabatan mereka untuk mengumpulkan
uang suap , terutama apabila risiko tertangkap dan dipecat sedikit sekali (Elliott,
1999:138).
Muliana seorang jurnalis MetroTV mengutip pendapat Paramoedya
Ananta Toer dalam salah satu buku yang ditulis oleh Koesalah Soebagyo Toer,
beliau mengatakan Orang Indonesia ini hidup konsumtif dan kurang
berproduksi. Korupsi terjadi karena tidak seimbangnya produksi dengan
konsumsi. Maka, selama produksi dengan konsumsi tidak seimbang, selama itu
korupsi akan terus hidup.

Alatas mengatakan bahwa (1987:175) korupsi mempunyai otonominya


sendiri. Struktur ekonomi, politik maupun sosial, apapun jenisnya, semua dapat
dijangkiti oleh korupsi. Di setiap struktur terdapat interaksi konflik antara orang
yang korup dan orang yang lurus.
Hubungan antara orang dan struktur sosial bagaikan seperi hubungan
antara rumah dan penghuninya. Struktur rumah menyiapkan kondisi hidup bagi
penghuninya

namun

penghuni

dapat

mengubah

struktur

apabila

menginginkannya. Namun bila struktur itu menyebabkan kebocoran dan semua


penghuninya menyerah , menimpakan kesalahan pada struktur maka struktur
tersebut akan terus menyebabkan kebocoran.
Jadi, berdasarkan sebab musabab korupsi di atas, Gayus diduga
melakukan korupsi karena faktor hidup yang konsumtif dan adanya struktur
birokrasi yang berpenyakit dari sejak dulu.
2.2 Cara Gayus Melakukan Korupsi
Menurut Ketua DPR RI Marzuki Alie mengatakan bahwa Gayus itu
orang cerdas. Dia ingin mengalihkan persoalan pada persoalan lain. Gayus telah
dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menyerang Satgas Pemberantasan Mafia
Hukum (Vivanews.com, 2011).
Kasus dugaan korupsi pajak yang dilakukan oleh Gayus mulai terkuak
bersamaan dengan pemberhentian Susno Djuadji dari kabareskrim, diduga Gayus
menerima titipan dari seorang pengusaha bernama Ade Kosasih. Namun Susno
mencurigai bahwa dana tersebut sudah dicairkan dan dibagi-bagi diantara polisi
yang melibatkan tiga orang jenderal polisi (Metrotvnews.com, 2010).
Kasus kedua Gayus yang sudah berjalan namun belum masuk
pengadilan adalah

dugaan gratifikasi senilai Rp 28 milyar dan 74 milyar.

Sedangkan kasus ketiga karena dia keluar dari Rutan Brimob Kelapa Dua Jakarta
untuk pelesiran ke Bali. Kasus keempat tentang dugaan pemalsuan paspor
(cybernews.com, 2011). Dari beberapa kasus tersebut, Gayus berhasil menyeret
nama-nama pejabat aparat penegak hukum melalui suap sehingga menyebabkan
mereka harus rela dicopot jabatannya dan menerima sanksi hukum yang sesuai.
Jaksa Cirus Sinaga yang menjadi jaksa peneliti perkara penggelapan,
pencucian uang, dan korupsi Gayus Tambunan dan mantan pengacara Gayus
Tambunan, Haposan Hutagalung dijadikan tersangka dalam kasus pemalsuan
dokumen rencana penuntutan Gayus Tambunan. Diduga Jaksa Cirus Sinaga telah
3

membocorkan rencana penuntutan (rentut) Gayus Tambunan sehingga terjadi


pemalsuan rentut kasus Gayus. Cirus juga diduga telah menerima suap dari
Gayus Tambunan terkait hal itu. Dalam kasus ini, Cirus telah melanggar Pasal 12
huruf e, Pasal 21 dan Pasal 23 UU No 20/2001 tentang perubahan atas UU No
31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sedangkan Haposan dan
Cirus telah melanggar Pasal 263 ayat 1 dan Ayat 2 tentang Tindak Pidana
Pemalsuan.
Selain itu Gayus juga dijerat memberikan suap kepada penyidik Mabes
Polri, Arafat Enanie. Maksud pemberian suap itu agar tidak dilakukan penyitaan
terhadap rumah dan rekening terdakwa di Bank Panin dan BCA. Gayus juga
berjanji memberikan uang sebesar US$ 40.000,00 dan mobil Honda Jazz kepada
Hakim Muhtadi Asnun. Hakim Muhtadi Asnun adalah hakim yang menangani
perkara Gayus di Tangerang. Tidak hanya itu Gayus juga memberikan uang
kepada hakim anggota masing-masing US$ 5000,00, yaitu Haran Tarigan dan
Bambang Widyamotko (Vivanews.com,2011).
Kasus ketiga Gayus adalah melakukan perjalanan keluar negeri dan
pelesir ke Bali. Padahal saat itu, Gayus masih berstatus tahanan di Rumah
Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok yang terkenal over protektif
dalam segi keamanan dan penjagaan. Namun bagaimana Gayus bisa keluar dari
Rutan tersebut ? Lagi-lagi Gayus melakukan penyuapan agar mudah keluar
masuk penjara. Kasus ini hampir sama dengan Artalita Suryani. Gayus Tambunan
memberikan uang kepada sejumlah pegawai dan Kepala Rutan Mako Brimob
Kompol Iwan Siswanto sebesar Rp 368 juta yang diberikan secara bertahap,
karena masalah ini, Iwan dan sejumlah pegawai Mako Brimob mendapat sanksi
displin berupa pencopotan jabatan, belum lagi pasal tentang tindak pidana
korupsi.
Sedangkan untuk kasus keempat yaitu pemalsuan paspor telah
melibatkan banyak pihak seperti Denny Indrayana, sekretaris Satuan Tugas
Pemberantasan Mafia Hukum; Ical Abu Rizal Bakrie; kantor imigrasi dan
Agen CIA, John Jerome Grice.
Keterlibatan Agen CIA dalam kasus pemalsuan paspor Gayus dinilai
oleh beberapa pihak sebagai pengalihan isu saja. Namun menurut testimoni
Gayus yang disampaikan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (primaironline,
2011) bahwa John Grace adalah agen CIA dan semua kegiatannya diketahui dan
4

direstui salah satu anggota satgas. Dilihat dari pernyataan Gayus, kasus korupsi
Gayus telah menjadi alat politik oleh berbagai pihak.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Gayus Holomon Tambunan atau yang biasa dikenal Gayus Tambunan


merupakan alumni Sekolah Tinggi Akuntasi Negara (STAN) yang telah bekerja
di Ditjen Pajak, Jakarta. Dia berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang
pekerja di Pelabuhan Tanjung Priok dan tinggal di sebuah gang padat penduduk
di daerah Warakas, Jakarta Utara. Dalam kurun waktu 10 tahun bekerja, Gayus
bisa mengumpulkan kekayaan di rekeningnya sebesar Rp 25 milyar, rumah
mewah di Kelapa Gading bernilai sekitar Rp 1 milyar serta mobil mewah
Mercedez Bens dan Ford Everest. Bagi pegawai negeri golongan III A, hasil
kekayaan itu patut dicurigai dan ternyata kekayaan tersebut berasal dari hasil
korupsi pajak. Ditinjau dari beberapa teori sebab-sebab seseorang melakukan
korupsi, Gayus melakukan korupsi karena terjadi peningkatan jumlah pegawai
negeri sehingga penghasilan mereka menjadi sangat kurang, akibatnya mereka
mencari penghasilan tambahan melalui penyelewengan wewenang. Selain itu,
pola hidup bangsa Indonesia yang cenderung konsumtif dan tidak berproduksi
juga mempengaruhi terjadinya korupsi. Faktor lain adalah struktur sistem
birokrasi yang memang dari awal sudah terjangkit penyakit korupsi.
Kasus korupsi yang dilakukan oleh Gayus mempengaruhi banyak
pihak terutama kalangan pengusaha, aparat penegak hukum baik kepolisian,
kejaksaan ataupun pengadilan. Banyak dari aparat penegak hukum yang rela
dicopot jabatannya dan mendapatkan sanksi tindak pidana karena terbukti telah
terlibat dalam usaha melepaskan Gayus dari jerat hukum. Gayus Tambunan
menghadapi empat kasus besar yaitu korupsi, gratifikasi, pelesiran Gayus keluar
negeri dan Bali serta dugaan pemalsuan paspor yang melibatkan anggota agen
CIA.
3.2 Saran

Seharusnya pemerintah Indonesia harus fokus dalam pemberantasan


korupsi dan mafia pajak. Jangan sampai terpengaruh dengan politik balas budi yang
ujung-ujungnya nanti adalah korupsi. Pembersihan sistem birokrasi pemerintahan dari
unsur-unsur korupsi perlu dilakukan, baik tingkat terkecil maupun terbesar.

DAFTAR RUJUKAN
Alatas, S.H. 1987. Korupsi: Sifat, Sebab dan Fungsi. Jakarta: Penerbit LP3ES.
Elliott, K.A. 1999. Korupsi dan Ekonomi Dunia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Muliana.

2010.

Kasus

Gayus

Tambunan

dan

Survei

Korupsi,

(http://

metrotvnews.com diakses 4 Februari 2011).


Widjaya,Ismoko.2011.Kasus Korupsi Gayu Tambunan. (http://vivanews.com diakses
4 Februari 2011).
Khumaini, Anwar. 2011. Kasus Gayus 3 Jaksa Bersaksi untuk Jaksa Cirus,
(http://detik.com diakses 4 Februari 2011).
Anggada, Arie. 2011. Gayus Diperiksa Lagi, (http://cybernews.com diakses 22
Januari 2011)
Tim TV One. 2010. Kasus Gayus Tambunan Merusak Tatanan Hukum,
(http://tvone.com diakses 22 Januari 2011)
Tarigan, Albert. 2011. Berikut Instruksi lengkap Presiden SBY Soal Kasus Gayus,
(http://news.okezone.com diakses 22 Januari 2011)
Romadhony,

Wahyu.

2011.

Inilah

testimono

(http://primaironline.com diakses 22 Januari 2011)

Lengkap

Gayus

Tambunan,