Anda di halaman 1dari 16

PRE PLANNING

PENYULUHAN APOTIK HERBAL


DI RT 05 RW 08 KELURAHAN SRI MERANTI
KECAMATAN RUMBAI
PEKANBARU

OLEH
KELOMPOK IV:
Aprina Sinaga, S.Kep
Ronaldo Putra, S.Kep
Sekar Asri Putri, S.Kep
Mersi Marsita, S.Kep
Rini Lestari, S.Kep
Yona Mitrasari, S.Kep
Widia Melia Lestari, S.Kep
Nurul Qolbi, S.Kep
Nofri Saputra, S.Kep
Muhamad Rifai, S.Kep
Fikri Suardi, S.Kep
Nurfitri, S.Kep

Marnita, S.Kep

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PAYUNG NEGERI
2015

PRE PLANNING
PENYULUHAN KESEHATAN APOTIK HERBAL
DI RT 05 KELURAHAN SRI MERANTI KECAMATAN RUMBAI
PEKANBARU
A. Latar Belakang
Apotik Herbal adalah sebidang tanah baik dihalaman aau kebun yang dimanfatkan
untuk menumbuhkan tanaman yang berkhasiat obat dalam upaya memenuhi kebutuhan
keluarga akan obat. Dalam kondisi tertentu apotik herbal dapat pula dibuat dengan
memanfaatkan pot, atau benda-benda lain yang dapat dan cocok untuk menumbuhkan
tanaman yang berkhasiat obat.
Diharapkan apotik herbal dapat dimasyarakatkan dengan tujuan untuk
mendekatkan masyarakat pada sarana pelayanan kesehatan yang murah, aman,
bermanfaat, dan siap dimanfaatkan setiap saat. Disamping itu, diharapkan apotik hidup
dapat memperindah keindahan lingkungan rumah tangga dan dapat menjaga kelestarian
tanam-tanaman tertentu yang dikhawatirkan punah. Dan tak kalah pentingnya pula
diharapkan apotik herbal dapat merupakan penunjang kebutuhan sehari-hari tentang
sayuran, buah-buahan ataupun bumbu/ rempah-rempah untuk keperluan dapur.
Untuk itu sebaiknya pemilihan tanaman untuk apotik hidup dipilih tanamantanaman yang sudah ada dan cocok ditanam di daerah itu dengan tidak
mengensampingkan kegunaan dalam pengobatan, untuk rempah-rempah/ bumbu, untuk
sayuran/ buah-buahan, untuk memperindah taman, dan terutama tanaman yang makin
langka. Sehingga diharapkan apotik hidup dapat menunjang kesehatan, kesejahteraan,
keindahan lingkungan, kelestarian tanaman langka, mengurangi pengeluaran akan
kebutuhan rumah tangga sehari-hari dan salah satu sumber penyediaan bahan baku obat
tradisional.

A.
a.

Tujuan
Tujuan umum
Setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang pemanfaatan APOTIK HERBAL
selama 1 x 30 menit diharapkan kader unit kesehatan lansia memahami pemanfaatan
APOTIK HERBAL dalam mengatasi masalah kesehatan lansia.
b. Tujuan khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan kader mampu:
a) Menyebutkan pengertian APOTIK HERBAL
b) Menyebutkan manfaat APOTIK HERBAL
c) Menyebutkan kriteria APOTIK HERBAL
d) Menyebutkan contoh APOTIK HERBAL
e) Merencanakan kegiatan penanaman APOTIK HERBAL pada lahan yang khusus
disediakan untuk APOTIK HERBAL

B.

Peserta
Seluruh kader unit kesehatan POKJAKES KARTIKA 08.
C. Metode Pembelajaran
Ceramah dan tanya jawab
D. Media Pembelajaran
Leaflet
LCD Proyektor
Laptop
Mikrofon
E. Waktu dan Tempat
Hari : Minggu, 4 Oktober 2015
Jam : 10.00 10.30 WIB

Tempat : Rumah Ketua RT 05.


F.

Setting Tempat
M

P F P F P
P P F

P P O

Keterangan :
M : Moderator
L : Leader
P : Peserta/ warga
O : Observer
F : Fasilitator
G. Pengorganisasian
a. Leader: Muhamad Rifai, S.Kep
co Leader: Aprina Sinaga, S.Kep
Tugas: -

Mengkoordinir seluruh kegiatan.

Memimpin penyuluhan.

Memimpin diskusi.

b. Moderator : Mersi Marsita, S.Kep


Tugas:
-

Membuka acara penyuluhan

Memimpin jalannya penyuluhan

c. Fasilitator: Nurfitri, S.Kep, Nurul Qolbi, S.Kep, Yona Mitrasari, S.Kep, Widia
Melia Lestari S.Kep, Rini Lestari, S.Kep, Ronaldo Putra, S.Kep, Marnita, S.Kep,
Sekar Asri Putri, S.Kep
Tugas:
-

Memotivasi warga untuk bertanya

Mengatur posisi kelompok dan lingkungan untuk


pelaksanan kegiatan penyuluhan.

Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan.

Bertanggung jawab terhadap program antisipasi masalah saat penyuluhan


berlangsung.

d. Observer: Fikri Suardi , S.Kep


Tugas:
-

Mengamati semua proses kegiatan yang berkaitan dengan waktu, tempat dan
jalannya acara penyluhan.

Melaporkan hasil pengamatannya kepada leader dan semua anggota kelompok


sebagai self evaluasi anggota penyuluhan.

e. Dokumentasi: Nofri Saputra, S.Kep,


Tugas:
Mendokumentasikan jalannya kegiatan
H. Kegiatan Penyuluhan
N
o
1

Waktu
5 menit

Kegiatan Penyuluhan
Pembukaan:
- Mengucapkan salam

25 menit

Kegiatan Peserta

Menjawab salam

Perkenalan mahasiswa

Memperhatikan

Menjelaskan tujuan

Memperhatikan

Menjelaskan kontrak waktu

Memperhatikan

Penjelasan mengenai :
-

Pengertian APOTIK

HERBAL

mendengarkan
-

Manfaat APOTIK
HERBAL

Memperhatikan dan
Memperhatikan dan
mendengarkan

Memperhatikan dan

mendengarkan
-

Kriteria tanaman

APOTIK HERBAL

mendengarkan
-

Memperhatikan dan

Contoh tanaman

Memperhatikan dan
mendengarkan

APOTIK HERBAL
-

Contoh- contoh penyakit


yang biasa timbul di
lingkungan yang bisa di
obati dengan APOTIK
HERBAL

10 menit

Penutup:
-

Memberi kesempatan

pertanyaan

untuk bertanya.
-

Memberi

Menjawab
pertanyaan yang diajukan.

penjelasan

Menanyakan kembali
pada klien tentang apa yang

Menjawab
pertanyaan

telah dijelaskan.
-

Mendengarkan

Memberikan
reinforcement positif atas
jawaban peserta.

Memperhatikan

Memperhatikan

Menjawab salam

Menyimpulkan dan
menutup diskusi.

Mengucapkan salam.

I. Kriteria Evaluasi
1.

Evaluasi struktur
a.

LP disiapkan

b.

Peserta, mahasiswa menghadiri penyuluhan.

c.
2.

Tempat, media serta alat penyuluhan tersedia sesuai rencana.

Evaluasi proses
a.

Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan.

b.

Peserta yang hadir mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.

c.

Peserta yang hadir berperan aktif selama kegiatan berlangsung.

3.

Evaluasi hasil
a.

Warga mampu menjelaskan definisi APOTIK HERBAL

b.

Warga mampu menjelaskan manfaat APOTIK HERBAL

c.

Warga mampu menjelaskan kriteria APOTIK HERBAL

d.

Warga mampu menjelaskan contoh tanaman APOTIK HERBAL

e.

Warga mampu menjelaskan contoh-contoh penyakit yang biasa timbul di


lingkungan yang bisa diobati dengan APOTIK HERBAL

J. Ringkasan Materi
1.

Definisi
APOTIK HERBAL adalah sebidang tanah baik dihalaman atau kebun yang

dimanfatkan untuk menumbuhkan tanaman yang berkhasiat obat dalam upaya memenuhi
kebutuhan keluarga akan obat.

2.

Manfaat APOTIK HERBAL


a. Kesehatan
b. Kesejahteraan
c. Keindahan lingkungan
d. Kelestarian tanaman langka
e. Mengurangi pengeluaran akan kebutuhan rumah tangga sehari-hari
f.

Salah satu sumber penyediaan bahan baku obat tradisional.

3. Kriteria Tanaman APOTIK HERBAL

4.

a.

Tanaman mudah didapat

b.

Mudah ditanam dan dipelihara

c.

Dapat digunakan untuk keperluan lain

d.

Pengolahan sederhana

e.

Dapat melestarikan tanaman yang akan punah


Contoh-contoh Tanaman APOTIK HERBAL

Bawang putih

11. Daun katuk

Laos/ lengkuas

12. Selada air

Serai

13. Kumis kucing

Kunyit

14. Kencur

Temulawak

15. Pegagan

Tapak leman

16. Jeruk nipis, purut

Kencur

17. Mentimun

Pepaya

18. Kayu putih

Cocor bebek

19. Sirih

Bunga raya

20. Jarak pagar

Contoh Tanaman Obat dan Manfaatnya


1. Seledri
Manfaat 1

: hipertensi

Bahan

: Daun Seledri secukupnya

Cara

: Diperas dengan air masak secukupnya, lalu disaring

Gunakan

: 3x sehari 2 sendok makan, dilakukan secara tetatur

Manfaat 2

: Obat Mata karena kering

Bahan

: Daun Seledri 2 tangkai, 2 tangkai bayam, 1 tangkai kemangi

Cara

: Semua bahan ditumbuk, lalu seduh dengan 1 gelas air panas, disaring

Gunakan

: minum biasa

Manfaat 3

: Rematik

Bahan

: Daun Seledri 1 tangkai

Cara

: Dimakan sebagai lalapan setiap kali makan

2. Belimbing Wuluh
Manfaat 1

: Hipertensi

Bahan

: 3 buah belimbing dipotong, rebus dengan 3 gelas air hingga 1 gelas.


Lalu saring setelah dingin

Cara

: Diperas dengan air masak secukupnya, lalu disaring

Gunakan

: Minum setelah sarapan

Manfaat 2

: Batuk

Bahan

: 10 buah belimbing dicuci bersih, remas dengan 2 sendok air garam,


lalu saring

Gunakan

: Minum 2X sehari setelah sarapan

Manfaat 3

: Rematik

Bahan

: 1 ons daun muda belimbing , 10 biji cengkeh, 15 biji merica, giling


halus, Tambahkan cuka hingga menyerupai bubur

Gunakan : oleskan pada tempat sakit


3. Sirih
Manfaat 1

: Diare

Bahan

: 4-6 lembar daun sirih, 6 biji lada, 1 sdm minyak kelapa

Cara

: ditumbuk halus, gosokkan diperut

Gunakan

: ditempel di dahi sebagai kompres

Manfaat 2

: sakit gigi

Bahan

: daun sirih direbus dengan 2 glas air sampai mendidh

Gunakan

: gunakan sebagai kumur-kumur

Manfaat 3

: alergi

Bahan

: 6 lembar daun sirih, 1 potong jahe kuning, 1 sendok minyak kayu


putih

Cara

: ditumbuk halus, dogokkan pada bagian yang gatal

4. Daun Salam
Manfaat 1

: Diabetes mellitus

Bahan

:7-15 lembar daun salam, cuci bersih, rebus dengan 3 gelas air sampai
tersisa 1 gelas, biarkan dingin lalu saring

Gunakan

: diminum sebelum makan dan diminum 2 kali ssehari

Manfaat 2

: sakit demam

Bahan

: 15- 20 daun salam, cuci rebus dalam setengah liter air sampai
mendidih selama 15 menit, tambahkan gula enau bila perlu setelah
dingin dapat diminum seperti teh

Cara

: ditumbuk halus, ditambah 1 gelas air secukupnya

Gunakan

: ditempel di dahi sebagai kompres

5. Jambu Biji
a.

Daun jambu biji


Manfaat 1

: Sakit perut (Diare)

Bahan

: 5 lembar daun jambu biji, potong akar, kulit dan batangnya.

Cara membuat : direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih kemudian disaring
untuk diambil airnya dan diminum 2 kali sehari pagi dan sore hari.
Manfaat 2 : Gastritis
Bahan

: 8 lembar daun jambu biji yang masih segar.

Cara

: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih kemudian disaring untuk
diambil airnya, diminum 3 kali sehari pagi, siang dan sore hari.

b. Buah jambu biji


Manfaatnya : DM (Diabetes Melitus)
Bahan

: 1 buah jambu biji setengah masak

Cara

: buah jambu biji dibelah menjadi empat bagian dan direbus dengan 1
liter air sampai mendidih, kemudian disaring dan diambil airnya.
Diminum 2 kali sehari pagi dan sore hari.

6. Jahe
Manfaat

: zat penurun demam, memperbaiki pencernaan , melancarkan


pernapasan, meluruhkan dahak, menyembuh mulas, kembung,
bronkitis dan meredakan sakit kepala, sakit pinggang dan keseleo

Bahan
Cara

: 4-8 umbi jahe diparut dicampur 2 asam jawa


: dioleskan pada bagian yang terasa sakit (pada sakit pinggang)

7. Jeruk Nipis
Manfaat 1

: Batuk

Bahan

: 1 buah jeruk nipis

Caranya

: diperas dan diambil airnya ditambah 1 sendok kecap, garam


secukupnys. Diminum 1 kali sehari selama sakit.

Manfaat 2

: Ambeien

Bahan

: 2-4 potong akar jeruk nipis direbus dengan 1,5 liter air sampai
mendidih hingga tinggal 1 liter, kemudian disaring dan diminum setipa
sore secara teratur.

Manfaat 3

: Sakit panas

Bahan

: 1 buah jeruk nipis diperas diambil airnya dan diopolos dengan


sendok minyak kelapa, 1 sendok minyak kayu putih, 2-4 siung bawang
merah yang dihaluskan.

Gunakan

:Dipakai sebagai kompres dan obat gosok untuk dada dan punggung.

8. Lengkuas
Manfaat

: anti jamur, obat salah urat, sakit perut dan malaria

Contoh penggunaan pada panu : 1 jari lengkuas dicuci,diparut dan diperas airnya
Cara

: gosokkan pada kulit yang terkena panu atau jamur, lakukan 3x sehari
sampai panu benar2 sembuh

9. Kencur
Manfaat : radang tenggorokan pilek dan batuk, nyeri perut, radang lambung,
memperlancar haid, obat gosok dan panas dalam
Contoh penggunaan
hancurkan kencur dengan ditumbuk, tambahkan air gelas lalu diperas
Cara

: diminum 2x sehari

10. Kumis Kucing


Berkhasiat untuk melarutkan asam urat, fosfat dan oksalat dari tubuh.terutama dari
kandung kemih, empedu, dan ginjal.

11. Kunyit
Manfaat : melancarkan aliran darah, peluruh haid, anti radang, penurun demam
Contoh penggunaan

1 jari kunyit diparut, ditambah gelas air matang, aduk rata, peras dengan sepotong
kain
Cara

: air perasan diminum 2x sehari

12. Temulawak
Manfaat : diare, radang lambung, dibetes, ginjal, cacingan, cacar, penambah nafsu
makan
Contoh penggunaan: 1 jari temulawak ditambah 1 gelas air, temulawak dipotong
kecil dicampur dengan air, rebus hingga mendidih dalam keadaaan mtertutup,
tambahkan gula jawa, aduk hingga rata, lalu saring
Cara

: minum 3x sehari, masing-masing gelas ( untuk menambah nafsu

makan)
13. Sambiloto
Mencegah masuk angin atau influenza, menurunkan demam, sakit kuning serta
mengobati luka.
Mempunyai efek anti infeksi/ anti radang paling baik diantara tanaman obat lainnya.
Ramuan untuk DM, jantung dan stroke
Cara : Cuci daun sambiloto, rebus dengan 7 gelas air hingga tersisa 4 gelas air.
Minum 3 kali sehari saat hangat masing-masing satu gelas.
14. Bunga kembang sepatu (bunga raya)
Daun dan bunganya mengobati penyakit bronkitis, asma, penghilang lendir di
tenggorokan dan sariawan
Untuk Bronkitis

Bahan: 2 kuntum bunga kembang sepatu dan garam


Caranya: bunga kembang sepatu dicuci bersih lalu dimasukkan ke dalam satu gelas air
masak dan ditambahkan sedikit garam, diperas dan disaring. Diminum 2 kali sehari, 2
sendok sekali minum.
15. Pepaya
Daunnya berkhasiat untuk menambah nafsu makan, mengobati cacingan dan
disentri,Buahnya mengatasi sembelit, Akarnya mengobati cacingan.
Cara : 1 genggam daun pepaya mudadi tumbuk samapai halus, tuangkan 1 gelas air
hangat dan 1 sendok makan madu, peras dan saring airnya
Penggunaan : minum 3x sehari gelas sekali minum untuk menambah nafsu makan
16. Mengkudu
Manfaat 1 : melancarkan aliran darah
Bahan

: mengkudu sedang diiris atau diparut dan diperas

Gunakan : air perasan diminum 2-3 kali sehari


17. Lidah buaya
Bermanfaat untuk menyuburkan rambut
Sangat baik untuk mengobati memar, luka bakar, bekas gigitan serangga
Penggunaannya adalah dengan mencuci bersih lidah buaya, belah lalu ambil
lendirnya. Gunakan lendirnya pada kulit atau rambut.
18. Mahkota dewa
Bermanfaat untuk mengobati hipertensi, diabetes, gangguan pada ginjal.
Ramuan untuk diabetes:
Racik satu sendok teh mahkota dewa yang sudah dikeringkan, direbus kemudian
diminum sebanyak 3 kali sehari.
19. Tapak dara

Tapak dara berfungsi sebagai obat anti kanker, menurunkan kadar gula darah, peluruh
kencing, penenang dan menghentikan perdarahan.
Ramuan untuk DM
Cara : Keringkan daun tapak dara, kemudian rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1
gelas air. Minum 3 kali sehari saat hangat 1/3 gelas, satu jam sebelum makan.
20. Jarak pagar
Bermanfaat menyembuhkan penyakit seperti bengkak akibat terpukul, terkilir, gatalgatal dan reumatik.
Ramuan untuk rematik
Caranya : Daun segar 5 lembar, dicuci lalu ditumbuk, diremas dengan air hangat,
kemudian dilumur dan digosok pada bagian yang sakit.

Daftar Pustaka
Depkes RI. (1995). Taman obat keluarga (TOGA). Jakarta : Direktorat Pengawasan Obat
Tradisional
Wakidi. (2003). Pemasyarakatan tanaman obat keluarga TOGA untuk mendukung
penggunaan sendiri. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara