Anda di halaman 1dari 42

PERAWATAN PULPA

By: Drg. Fransiska Andriani, SpKG

PULP CAPPING
PULPOTOMI
PULPEKTOMI

Macam-macam Pulp Capping


1. Direct Pulp Capping (kaping pulpa direk)
2. Indirect Pulp Capping (kaping pulpa indirek)
Syarat-syarat bahan Pulp Capping:
- biokompatibel(bisa beradaptasi dengan jaringan)
- non resorbable
- mudah didapat
- bacterioseal
- merangsang penyembuhan pulpa : dengan
pembentukan tersier maupun jembatan dentin
(dentinal bridge = dentin bridge formation)

Bahan indirect pulp capping:


1. Semen Seng Oksid Eugenol (ZnOE cement)
Eugenol memerlukan waktu 2 s/d 3 jam utk sampai pada
pelepasan maksimal
2. Kalsium Hidroksid =Ca(OH)2
Kedua bahan tersebut sama efektifnya, ttp yg paling sering dipakai adl
Ca(OH)2.

Bahan Direct Pulp Capping :


1. Kalsium hidroksida = Ca(OH)2
Sbg bahan kaping pulpa ada bbrp bentuk yg
dapat digunakan:
- bentuk serbuk murni (putih, tidak berbau ), mis
Pulpdent
- bentuk pasta non setting
- bentuk pasta hard setting : ms dycal, life, NuCap paling banyak dipakai

2. MTA (Mineral Trioxide Agregate)


Dikembangkan oleh Torabinejad dll di Lomalinda

University, hingga kini masih diteliti terus.

Mrpk serbuk lembut yang mengandung trioksid

kombinasi dg partikel mineral hidrofili yg akan


mengkristal dlm lingkungan yg basah.

Komponen utama: trikalsium fosfat, trikalsium aluminat,

trikalsium oksid dan silikat oksid, dgn sejumlah kecil


mineral oksid lainnya bismuth oksid (radiopak)ujian

Ada 2 warna(kerapatan dan biokompatibilitas,sama)

1.Abu-abu/grey : mengandung tetracalcium


aluminoferrite
2. Putih: utk gigi anterior

Berdasarkan hasil penelitian :

MTA :
kerapatan dan biokompatibelnya bagus
meningkatkan regenerasi jaringan
berkontak dg jar pulpa dan periapikal
sitotoksik rendah
non mutagenik

INDIRECT PULP CAPPING


Adl peraw dengan pemberian bahan proteksi pulpa
atau bahan kaping pulpa pada gigi dengan pulpa
yang blm terbuka dg tujuan utk mempertahankan
vitalitas pulpa

Indikasi
Gigi dengan pulpa vital sehat
Karies dentin sudah mendekati pulpa
Kontraindikasi
Sama dengan direct pulp capping yi:
Bila ada riwayat sakit pulpitis (sakit spontan)
Ada kelainan periapikal

INDIRECT PULP CAPPING


Teknik perawatan:
Sama dengan direct pulp capping
Evaluasi:
1. Pemeriksaan ulang 4-8 minggu
2. Perawatan berhasil bila:

.Tidak ada keluhan subjektif seperti rasa sakit spontan/akibat

perangsangan

.Tidak ada pembengkakan, kegoyangan gigi


.Gambaran radiografik tampak pada lapisan dentin yang

radiopak, adanya remineralisasi, ruang pulpa berkurang


karena terbentuk dentin reparatif, tidak ada kelainan pulpa

DIRECT PULP CAPPING


Adl peraw dengan pemberian bahan proteksi pulpa
atau bahan kaping pulpa pada gigi dengan pulpa
yang terbuka dg tujuan utk mempertahankan
vitalitas pulpa
Indikasi:
. Dilakukan pd gigi dg pulpa yg terbuka krn faktor mekanis, mis
tjd perforasi pd waktu pengeboran shg terjadi perdarahan dan
timbul rasa nyeri
. Pd gigi dg pulpa terbuka krn trauma yg mengakibatkan tanduk

pulpa sedikit terbuka, shg tjd perdarahan dan timbul rasa nyeri

. Pd gigi pulpitis reversibel dg karies yg dalam dan waktu

membersihkan jar karies, pulpa mjd terbuka, shg terjadi


perdarahan dan timbul rasa nyeri

Tujuan peraw direct pulp capping:


diharapkan terbentuk dentin tersier berupa jembatan
dentin (dentin bridge formation / dentinal bridge) pd
bagian pulpa yg terbuka sehingga pulpa tetap vital

tugas!! dentinal bridge proses terbentuknya.

Keberhasilan perawatan direct pulp capping


tgt pd:
. Riwayat sakit: tidak ada keluhan rasa sakit yg

spontan sebelumnya

. Hanya sedikit perdarahan yg terjadi. Kontrol

perdarahan dilakukan dg menekan cotton pellet


yg telah dibasahi dg salin atau air steril. Jangan
menggunakan cotton pellet kering, karena
perdarahan dpt tjd lagi pd waktu cotton pellet
diambil. Bila kontrol perdarahan tidak sempurna
bisa menjadi penyebab utama tjd inflamasi pulpa
(kegagalan perawatan)

. Kebersihan pengambilan jaringan karies dan debris

operatif

. Manajemen asepsis sebaiknya isolator

menggunakan rubber dam

. Penutupan yg sempurna dr bahan kaping pulpa


. Jarak waktu perforasi dg perawatan. Perawatan

kaping pulpa hrs segera diberikan setelah perforasi


terjadi

. Umur pasien, makin muda prognosisnya makin baik

Prosedur perawatan:
a. Dengan bahan Ca(OH)2
1.

Jar karies dan debris dihilangkan dg hati2 menggunakan


ekskavator, pd fraktur atau perforasi kavitas segera
dibersihkan dg kapas yg dibasahi air steril ,air hangat lebih
dianjurkan krn dpt mengurangi kemungkinan timbul rasa
nyeri.

2.

Kavitas yg sdh bersih dari jar karies dan debris, disterilkan


dg kapas yg dibasahi akuades steril.Jika masih tjd
perdarahan, dihentikan dg menekan dasar kavitas yg
perforasi dg kapas yg dibasahi akuades steril.

3.

Letakkan bahan kaping pulpa direk (Ca(OH)2 )pd dasar


kavitas yg terbuka (daerah perforasi) menggunakan ball
aplicator= A

4.

Di atas Ca(OH)2 diletakkan bahan base (semen seng


fosfat) secukupnya, kira2 dg ketebalan 1 mm =B

5.

Diatasnya ditumpat dg tumpatan sementara:

(Ingle & Bakland, 2002)

A. Ca (OH)2
B. Semen seng fosfat
C. Tumpatan sementara
(cavit, dentorit atau
fletcher)

Evaluasi hasil/kontrol pd perw dg Ca(OH)2:


1.

Dilakukan setelah 4-8 minggu. Di klinik FKG 1 minggu

2.

Dilakukan pemeriksaan subjektif apakah selama


perawatan ada rasa sakit atau tidak. Bila timbul rasa
sakit, perawatan kaping pulpa dianggap
gagal,selanjutnya dilakukan perawatan PSA (perawatan
saluran akar). Bila tdk ada keluhan subjektif diteruskan ke
pemeriksaan objektif: perkusi, palpasi dan tes vitalitas

3.

Bila hasilnya baik, perkusi dan palpasi negatif dan tes


vitalitas positif, maka dikatakan perawatan kaping pulpa
berhasil

4.

Tumpatan sementara dikeluarkan dan dilanjutkan dg


restorasi permanen: amalgam, resin komposit, inlay,
onlay

b. Dengan bahan MTA


No 1&2 sama

3. Campur MTA dg air steril dan letakkan campuran MTA diatas


pulpa terbuka, setebal 2- 4 mm dengan plastis instrumen
4. Letakkan cotton pellet yang telah dibasahi/lembab diatas MTA
5. Letakkan bahan tumpatan sementara
6. Cotton pellet basah hrs berkontak dg MTA paling sedikit 3-4 jam,
setelah itu dilepas
7. Diatas MTA diberi bahan base SIK, lalu ditumpat permanen

PULPOTOMI
adalah pengambilan seluruh jaringan pulpa
koronal dan meninggalkan pulpa di saluran
akar dalam keadaan vital.
Karena pengambilan pulpa koronalnya
sebatas orifice, maka disebut juga cervical
pulpotomy (Cohen & Burns, 2002)
Tujuan: menghilangkan jaringan pulpa yang
terinflamasi dan terinfeksi pada bagian
yang terbuka, kmd memberi kesempatan
jaringan vital di dalam saluran akar agar
tetap sehat.

Indikasi:
. Gigi susu dan gigi permanen muda dengan pulpa terbuka
karena karies atau trauma (inflamasi hanya daerah koronal)
dimana apeks masih terbuka (belum terbentuk sempurna).
Merupakan tindakan emergency krn bertujuan utk
menghilangkan rasa sakit akibat terbukanya pulpa
Kontraindikasi : pulpitis ireversibel

Perawatan pulpotomi dilakukan dg alasan:


1.

Perawatan saluran akar (PSA) belum bisa dilakukan


karena akar belum menutup (kesulitan pd preparasi dan
obturasi sal akar)

2.

Dentin sal akar tipis resiko fraktur pada PSA

3.

Pada saat perawatan pulptomi berjalan, diharapkan


jaringan pulpa vital yang tersisa di saluran akar akan
terus memacu pertumbuhan akar sehingga apeks
menutup. Proses ini disebut apeksogenesis.

4.

Setelah apeks menutup, perawatan dilanjutkan dengan


PSA (Jadi perawatan pulpotomi dilakukan utk
menunda PSA yg belum bisa dilakukan krn apeks
masih terbuka)

Syarat-syarat bahan pulpotomi:


Bersifat bakterisidal
Tidak merusak pulpa dan jaringan sekitarnya
Merangsang penyembuhan pulpa saluran akar
Bahan yg digunakan:
* Formokresol
* Ca(OH)2 =kalsium hidroksida.
* MTA
Skrng dipakai adalah Ca (OH)2 dan MTA
Cara penggunaan: bahan diletakkan diatas jaringan pulpa yang
tersisa (dressing) utk memacu penyembuhan
Proses penyembuhan pada pulpotomi sama dengan proses
penyembuhan pada perawatan kaping pulpa direk, yaitu akan
terbentuk dentin tersier berupa dentinal bridge (jembatan
dentin) yang akan menutup pulpa yang telah diamputasi

Prosedur perawatan dengan menggunakan Ca(OH)2:


1. Anestesi
2.

Isolasi daerah perawatan menggunakan rubber dam

3.

Seluruh jar karies dibuang, kmd gigi dipreparasi

4.

Kavitas dicuci dg air dan dikeringkan dg kapas

5.

Atap kamar pulpa dibuka dg bur fisura yg digerakkan


dari tanduk pulpa ke tanduk pulpa yg lain.

6.

Pulpa koronal diamputasi dengan bur bulat


kecepatan rendah atau bur intan kecepatan tinggi
dg tekanan ringan

7. Perdarahan dikontrol dg butiran kapas


diaplikasikan dengan tekanan, atau butiran kapas
yg dibasahi dg hidrogen peroksida
8. Kalsium hidroksida diletakkan menutup orifice
saluran akar dan dikeringkan dg kapas
9. Semen seng oksid eugenol diletakkan di atas
kalsium hidroksida, mengisi kamar pulpa,juga utk
menghilangkan rasa sakit serta sbg antiseptik
10. Tumpatan permanen utk menutup kavitas

Khasiat Ca(OH)2:
Bakterisida, pH basa
Merangsang odontoblas membentuk dentinal
bridge
Stimulasi Ca(OH)2 berlebhan odontoklas
resorpsi internal-> jadi jangan berlebihan

Teknik pulpotomi formokresol:


1 s/d 7 sama dengan pulpotomi Ca(OH)2
Letakkan kapas pelet yang dibasahi formokresol selama 5
menit
Letakkan basis pasta campuran Zinc Oxide Eugenol
Tumpat sementara

Formula formokresol
Formaldehid : 19
Kresol
: 35
Gliserol
: 15
Air
: ad 100
Khasiat formokresol:
Mengkoagulasi protein
Membentuk zona fiksasi
Jaringan tetap vital
Sifat zona fiksasi
Bebas dari bakteri
Keras dan padat
Tahan terhadap autolisis
Menahan invasi toksin bakteri ke dalam pulpa
vital, sehat dalam saluran akar

Kuasai:
Teknik pulpotomi dengan MTA
1-7 sama dengan pulpotomi Ca(OH)2
Campur MTA dg air steril dan letakkan MTA
di kamar pulpa, plastis instrumen/ amalgam
pistol
Letakkan cotton pellet yang telah
dibasahi/lembab diatas MTA
Letakkan bahan tumpatan sementara
Cotton pellet basah hrs berkontak dg MTA
paling sedikit 3-4 jam, setelah itu dilepas
Diatas MTA diberi bahan base SIK, lalu
ditumpat permanen.

Pd perawatan pulpotomi dengan MTA, setelah

bahan MTA diletakkan diatas pulpa yg telah


dipotong, diatas bahan MTA diletakkan kapas
yg telah dibasahi/lembab dan kemudian
ditumpat sementara. Kapas hrs berkontak dg
MTA sedikitnya 3-4 jam kmd dilepas. Setelah
itu aplikasikan bahan base SIK dan tumpatan
permanen

PULPOTOMI Cvek (Partial pulpotomy)


Diindikasikan pd gigi vital dg pulpa terbuka krn trauma pd gigi
anterior permanen
Prosedur perawatan:
Hampir sama dg kaping pulpa direk, hanya pd perawatan ini
pada pulpa yg terbuka jaringan pulpa diambil sedalam 2
mm
1.
2.
3.
4.
5.

Anestesi, isolasi dan disinfeksi daerah yg akan dirawat


Jar pulpa superfisial dibuang setebal 2 mm di bawah
batas terbukanya pulpa menggunakan bur fissura intan
kecepatan tinggi dengan pendingin air
Daerah yg dipotong dibersihkan, perdarahan dikontrol dg
irigasi salin dan butiran kapas steril
Aplikasikan Ca(OH)2 hard setting menutupi daerah
amputasi
Kavitas ditutup bahan lining ( mis: semen ionomer kaca )
dan di tumpat permanen

Hafal:
Contoh perbedaan indikasi (Cohen & Burns,
2002):
Kaping pulpa direk: pulpa terbuka krn trauma <
24 jam
Pulpotomy Cvek (Partial pulpotomy): pulpa
terbuka krn trauma > 24 jam, tetapi kurang dr
72 jam
Pulpotomi (Cervical pulpotomy) : pulpa terbuka
krn trauma > 72 jam

Kontrol / evaluasi keberhasilan


Keberhasilan Pulpotomi ditandai dg:
1. Tidak ada keluhan rasa sakit
2. Pada pemeriksaan radiograf tidak menunjukkan
tanda-tanda patologis pada pulpa dan jar
periapikal
3. Jaringan pulpa dalam saluran akar tetap sehat
dan vital
4. Terbentuknya jembatan dentin pada permukaan
pulpa yang diamputasi (pd perawatan dg
Ca(OH)2
5. Terjadi apeksogenesis saluran akar tumbuh
sempurna

Keuntungan Pulpotomi:
1.

Tdk mengganggu jar pulpa dalam sal akar, terutama utk


foraman apikal yg masih terbuka atau pd sal akar sempit

2.

Ramifikasi (percabangan) pd apeks tdk perlu dibersihkan


dan tetap terisi jar pulpa vital

3.

Tdk ada resiko perawatan spt pd PSA (mis: perforasi saat


preparasi sal akar, alat-alat preparasi patah, iritasi jar
periapikal krn obat-obatan atau instrumentasi, obturasi sal
akar yg underfilling atau overfilling dll)

4.

Bila pulpotomi gagal dapat diatasi dengan Pulpektomi / PSA.

5.

Dpt dilakukan satu kali kunjungan.

PULPEKTOMI
Pengangkatan seluruh jaringan pulpa pada gigi
pulpitis irreversible atau necrosis pulpa.
INDIKASI
Gigi pulpitis irreversible dan necrosis pulpa

Perawatan saluran akar


(Pulpektomi)
1. Pulpektomi vital
Multi kunjungan (multi visit)
Satu kunjungan (one visit)
2. Pulpektomi non vital
Multi kunjungan (multi visit)
Satu kunjungan (one visit)
3. Pulpektomi devital
Sering pada gigi posterior yang mengalami pulpitis atau
gigi anterior pada pasien yang tidak tahan terhadap
anestesi

Contoh penggunaan bahan-bahan disinfektan utk


PSA yang terkini (Guttman dkk., 2006):
Pulpektomi vital, PSA multi kunjungan pada gigi
pulpitis:
Kunjungan pertama:
1. anestesi,
2. dilanjutkan dengan Clean & shape dg NaOCl
dan EDTA
3. Hilangkan smear layer dengan EDTA
4. Aplikasikan medikamen Ca(OH)2 dalam sal.
Akar
5. Tumpat sementara (kapas + cavit)
Kunjungan kedua:
1. tumpatan sementara dibongkar, keluarkan
Ca(OH)2 dan lanjutkan dg obturasi. Bila
menggunakan siler berbahan dasar resin,

PULPEKTOMI DEVITAL
Kunjungan I
Isolasi
Preparasi kavitas, Seluruh jar karies dibuang, keringkan
Peletakan bahan devital non arsenic (Polyoxymethylene,
Paraformaldehyde)
Tambalan sementara
Kunjungan II (3-5 hari)
Preparasi saluran akar, Clean & shape dg NaOCl dan EDTA
Hilangkan smear layer dengan EDTA
Aplikasikan medikamen Ca(OH)2 dalam sal. Akar
Tumpat sementara (kapas + cavit)
Kunjungan III (1 mg )
tumpatan sementara dibongkar, keluarkan Ca(OH)2 dan
lanjutkan dg obturasi. Bila menggunakan siler berbahan
dasar resin, pembersihan terakhir dg EDTA
Restorasi akhir.

Pulpektomi non vital, PSA multi kunjungan pd gigi


nekrosis:
Kunjungan pertama:
1. Clean & shape dg NaOCl dan EDTA
2. Rendam sal akar dg NaOCl 5-10 menit
3. Hilangkan smear layer dg EDTA
4. Rendam sal akar dg Khlorheksidin 2%,
30 dtk 1 mnt
5. Aplikasikan Ca(OH)2 dalam sal akar.
6. Tumpatan sementara

Kunjungan Kedua:
1. Buka tumpatan sementara, keluarkan Ca(OH)2 dg
NaOCl.
2. Bersihkan kembali dinding sal akar, dan hilangkan
smear layer dg EDTA
3. Rendam sal akar dg Khlorheksidin 2%,
30 dtk 1 mnt, sebelum obturasi
4. Lanjutkan dg obturasi, atau bersihkan terakhir kali dg
EDTA