Anda di halaman 1dari 12

KELAS

Filum porifera
Kelas Calcarea
Anggota kelas ini mempunyai rangka yang tersusun dari zat kapur (kalsium karbonat) dengan
tipe monoakson, triakson, atau tetrakson. Koanositnya besar dan biasa hidup di lautan dangkal.
Tipe saluran airnya bermacam-macam. Hidup soliter atau berkoloni. Mereka memiliki ciri
khusus berupa spikula yang terbuat dari kalsium karbonat dalam bentuk kalsit atau aragonit.
Sponge ini memiliki sel amoeboid yang berbeda di dalam mesohil (lapisan gelatin yang tersusun
atas sel-sel amoebosit yang dapat bergerak mengambil makanan dari sel koanosit dan
mendistribusikannya ke seluruh bagiann tubuh porifera.). Di dalam mesohil, sponge memiliki
bentuk sel sepeti amoeba yang berbeda-beda. Acheochytes adalah sel berukuran besar dengan
ukuran inti sel yang besar. Sel-sel ini bersifat totipoten, yang artinya sel ini dapat berkembang
menjadi berbagai macam jenis sel. Sklerosit, mampu mengakumulasi kalsium di dalam mesohil
untuk memproduksi spikula, tiga sklerosit akan melebur menjadi satu untuk membentuk spikula
pada ruang antar sel. [3, 4]. Sklerosit adalah sel khusus yang mensekresi struktur termineralisasi
pada dinding tubuh beberapa invertebrata. Pada sponge, sklerosit mensekresikan spikula
kalkareus atau silikeus yang terdapat pada lapisan mesohil. Contoh jenis yang menjadi anggota
kelas ini adalah Leucosolenia sp., Scypha sp., Cerantia sp., dan Sycon gelatinosum.
Subkelas dari Kelas Calcarea
Subkelas Calcinea
ciri cirinya memiliki larva yang disebut parenchymella (padat, kompak, dengan lapisan luar
berupa sel berflagela; flagela koanosit (collar cells) muncul secara independen di inti, sebagian
besar spesies memiliki 3 spikula; sistem penecernaannya bertipe ascon, sycon, atau jenis leucon;
sponge pharetronid dengan kerangka kaku yang terdiri dari spikula yang menyatu atau jaringan
berkapur.
Subkelas Calcaronea
Calcaronea adalah subclass di Calcarea. Subkelas ini adalah Calcarea dengan triactines dan
sistem basal tetractines sagital (yaitu sinar spicula membuat sudut yang tidak sama satu sama
lain), sangat teratur. Pada masa ontogenesis atau morfogenesisnya, spikula pertama yang
disekresikan adalah diactina. Choanositanya memiliki apinucleata. Calcaronea memiliki larva
amphiblastula.
Kelas Hexatinellida
Pada anggota Kelas Hexatinellida, spikula tubuh yang tersusun dari zat kersik dengan 6 cabang.
Kelas ini sering disebut sponge gelas atau porifera kaca (Hyalospongiae), karena bentuknya yang
seperti tabung atau gelas piala. Tubuh berbentuk silinder atau corong, tidak memiliki permukaan
epitel. Contoh anggota kelas ini adalahHyalonema sp., Pheronema sp., dan Euplectella suberea.
Reproduksi dan perkembangan hexactinellid ini hanya sedikit yang diketahu. Reproduksi kelas
ini dengan cara Sperma ditransfer ke organisme lain melalui air, dan kemudian harus membuat
jalan sendiri menuju ke sel telur. Setelah pembuahan, larva diinkubasi selama waktu yang relatif
lama, sehingga mereka bahkan membentuk spikula dasar sebelum dilepaskan sebagai larva
parenchymella. Hal ini berbeda dari larva sponge lainnya yang jarang memiliki flagela atau alat
gerak lainnya. Setelah larva menempel di dasar laut, larva bermetamorfosis, dan sponge dewasa
mulai tumbuh. Hexactinellids merupakan sponge yang mudah berkembangbiak.
Kelas Demospongia
Kelas ini memiliki tubuh yang terdiri atas serabut atau benangbenang spongin tanpa skeleton.
Kadang-kadang dengan spikula dari bahan zat kersik. Tipe aliran airnya adalah leukon.

Demospongia merupakan kelas dari Porifera yang memiliki jumlah anggota terbesar.
Sebagian besar anggota Desmospongia berwarna cerah, karena mengandung banyak pigmen
granula dibagian sel amoebositnya. Distribusi geografis mereka berada di lingkungan laut dari
daerah intertidal ke zona abyssal, dan beberapa spesies menghuni air tawar
Contoh kelas ini antara lain Suberit sp., Clionasp., Microciona sp., Spongilla
lacustris, Chondrilla sp., dan Callyspongia sp. Demospongiae dapat bereproduksi secara seksual
dan aseksual. Pada reproduksi seksual, spermatosit berkembang dari transformasi koanosit, dan
oosit timbul dari archeocytes. Pembelahan sel telur zigot terjadi di mesohil dan membentuk larva
parenchymula dengan massa sel internal berukuran besar yang dikelilingi oleh sel flagella
eksternal yang lebih kecil. Larva yang dihasilkan berenang memasuki kanal rongga pusat dan
dikeluarkan dengan arus exhalant. Metode reproduksi aseksual mencakup pertunasan dan
pembentukan gemmules. Pada pertunasan, agregat sel berdiferensiasi menjadi sponge kecil yang
dikeluarkan melalui oscula. Gemmules ditemukan pada famili Spongellidae yang hidup di air
tawar. Mereka diproduksi dalam mesohyl berupa gumpalan dari archeocytes yang dikelilingi
oleh lapisan keras yang dikeluarkan oleh amoebocytes lainnya. Gemmules dilepaskan ketika
tubuh induk rusak, dan gemmules ini mampu bertahan dalam kondisi yang keras. Dalam situasi
yang menguntungkan, sebuah lubang yang disebut micropyle muncul dan melepaskan
amoebocytes, yang berdiferensiasi menjadi berbagai macam jenis sel.

Filum Coelenterata

Kelas Hydrozoa
Tubuh bentuknya seperti tabung (panjang 5-10 mm, garis tengah kurang dari 2 mm) hidup
berbentuk polip, permukaan mulut disebut ujung oral, dan permukaan tempat melekatkan diri
disebut ujung aboral, mulut dikelilingi oleh tentakel (setiap spesies tidak sama jumlahnya, ada
yang 6 atau 7 buah tentakel, penjang 1-20 mm). Reproduksi dilakukan dengan cara aseksual
(dengan permukaan tunas) dan seksual (dengan pembentukan testes dibagian atas
dan ovum dibagianbawah). Persatuan antara
spermatozoid dan ovum membentuk zigot, zigot akhirnya tumbuh menjadi individu baru. Baik
spermatozoid maupun ovum dibentuk dalam satu tubuh sehingga disebut hemafrodit.
Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas dam dinding tubuhnya
yang kemudian melepaskan diri menjadi Hydra baru. Dinding tubuh terdiri atas dua lapis
(diploblastik), yaitu lapisan luar (epidermis), dan lapisan dalam (gastrodermis.
Kelas Scyphozoa
Scyphozoa berasal dari bahasa yunani yaitu scypo yang berarti mangkuk dan zoa yang berarti
hewan, nama ini sesuai dengan hewan-hewan yang tergolong pada kelas scyphozoa yang
memiliki bentuk tubuh seperti mangkuk, transparan, dan melayang-layang di laut sehingga
sering juga disebut sebagai ubur-ubur mangkuk. Bentuk medusa pada scyphozoa berukuran
antara 2 40 cm dan disebut juga scyphomedusa. pada scyphozoa tiap-tiap tentekelnya ditutupi
dengan sel penyengat (knidosit) yang mampu membunuh hewan lain, selain itu ada beberapa
jenis scyphozoa yang tidak memiliki tentekel. Scyphozoa memiliki lapisan mesoglea yang tebal
yang merupakan sumber nutrisi.
Pada sistem pencernaan terdapat rongga gastrovaskular. Pada bentuk medusa terdapat mulut,
manubrium, perut pusat yang bercabang menjadi empat kantung perut dan masing-masing
dibatasi sekat yang disebut septum. Pencernaan pada scyphozoa berlangsung secara ekstraseluler.
Sebagian scyphozoa telah memiliki indera sederhana, misalnya tentekel sebagai alat
keseimbangan, oselus yang dapat membedakan gelap dan terang, dan celah olfaktoris yang
merupakan indera pembau, meski begitu scyphozoa belum memiliki alat respirasi dan ekskresi
yang khusus. Contoh hewan yang tergolong pada kelas scyphozoa adalah aurelia aurita.

Pada umumnya hewan-hewan yang tergolong pada kelas scyphozoa mengalami pergiliran
keturunan (metagenesis) yaitu keturunan seksual dan aseksual. Pada jenis aurelia memiliki
kelamin yang terpisah antara individu jantan dan betina. Pembuahan ovum oleh sperma terjadi
secara internal di dalam tubuh betina. Hasil pembuahan berupa zigot yang akan berkembang
menjadi larva bersilia yang disebut planula, planula kemudian akan berenang dan menempel
pada tempat yang sesuai. Setelah menempel planula akan melepaskan silia dan tumbuh menjadi
polip muda yang disebut skifistoma. Skifistoma kemudian akan membentuk tunas-tunas lateral
dan pada aurelia tampak seperti tumpukan piring yang disebut strobila. Kuncup dewasa paling
atas kemudian akan melepaskan diri dan menjadi bentuk medusa muda yang dinamakan efira.
Efira akan berkembang menjadi bentuk medusa dewasa.
Kelas Anthozoa
Antozoa berasal dari bahasa yunani yaitu anthos yang berarti bunga dan zoa yang berarti
hewan. Hewan-hewan yang termasuk pada kelas anthozoa merupakan hewan laut yang indah,
dan terdapat kurang lebih 6000 spesies. Anthozoa tidak memiliki bentuk medusa dan hidup di
laut dangkal sebagai polip soliter ataupun berkoloni. Tubuh polip anthozoa berbentuk silinder
pendek, dimana terdapat mulut, kerongkongan (stomodeum), pada sisi stomodeum terdapat
siphonoglyph dan dibawah stomodeum terdapat rongga gastovaskular, rongga gastrovaskular
dipisahkan menjadi beberapa kamar oleh sekat- sekat yang mengandung nematokis, sementara
cakram basal merupakan tempat melekatkan diri pada substrat. Anthozoa memiliki tentekel yang
memiliki nematokis dan berwarna-warni. Ukuran polip pada kelas anthozoa biasanya lebih besar
dibandingkan ukuran polip dari jenis kelas lain pada filum coelenterata dan tubuhnya tersusun
atas kalsium karbonat (CaCO3) sehingga bila hewan dari kelas anthozoa mati kerangka akan
membentuk pulau kerang (reef).
Reproduksi pada anthozoa yaitu secara aseksual dengan tunas dan fragmentasi, serta
reproduksi seksual dengan menghasilkan gamet. Pada anthozoa mangsa (makanan) terlebih
dahulu dilumpuhkan dengan nematosit, lalu ditarik kedalam oleh tentekel menuju stomodeum
sampai ke rongga gastrovaskular, dalam rongga gastrovaskular makanan dicerna oleh enzim
sehingga menghasilkan sari-sari makanan yang akan diserap dinding gastrodermis. Makanan
yang tidak dapat dicerna dimuntahkan kembali oleh mulut. Cakram basal merupakan tempat
melekatkan diri pada substrat.
Kelas Cubozoa
Sampai pada tahun 1980, cubozoa termasuk dalam golongan scyphozoa dan tergolong ordo
cubomedusa (carybdeida), atas dasar persamaan anatomi, fisiologi, dan daur hidupnya. Namun
kemudian menjadi kelas tersendiri karena cubozoa memiliki beberapa persamaan ciri dengan
Hydrozoa. Cubozoa lebih maju sehingga dipisahkan dari Scyphozoa (Ubur-ubur mangkuk)
Medusa cubozoa berbentuk kotak (kubozoid) sehingga dikenal sebagai box jellyfish dan pada
keempat sudutnya terdapat tentekel yang keluar dari struktur mirip pendulum. Semua cubozoa
merupakan hidup di laut dan merupakan perenang yang hebat. Beberapa cubozoa sangat beracun
dan berbahaya. Cubozoa hanya terdiri dari 1 bangsa, 2 suku, 8 marga dan hanya terdiri dari
kurang lebih 30 jenis. Cubozoa hidup di laut tropis dan subtropis dengan makanan utama ikan.
Beberapa jenis Cubozoa membahayakan para perenang karena sengatan nematosistanya dapat
menyebabkan luka yang sulit disembuhkan, bahkan ada yang dapat menyebabkan kematian
dalam waktu 3 20 menit. Contohnya Chironex fleckeri (sea wasps) di perairan Indo-Pasifik.
Evolusi perilaku kawin yang sangat aneh pada spesies ubur-ubur kotak. Ubur-ubur biasanya
berkerumun, dimana jantan dan betina melepaskan sperma dan telur mereka ke air tanpa
hubungan fisik. Peneliti Cheryl Lewis Ames mendokumentasikan setidaknya satu spesies uburubur kotak, Copula sivickisi (sebelumnya dinamakan Carybdea sivickisi), yang melakukan
semacam perkawinan dimana jantan dan betina berhubungan badan dalam satu pasangan. Sedikit
yang diketahui tentang biologi reproduksi cubozoans.
Sejarah hidup meliputi tahap bentik, polip, yang dapat bereproduksi secara aseksual
dengan tunas, dan tahap pelagis, yang medusa. Telur dan sperma bergabung
untukmembentuk larva bersilia (Planula), yang mengendap di bagian bawah

dan menjadi polip.Tidak seperti scyphozoans, polip cubozoan tidak mengalami Strobilasi
(reproduksi aseksual dengan pembagian ke dalam segmen tubuh)

Plattihelmintes
Turbellaria (cacing rambut getar)

platyhelm_turbellaria_dugesia
Turbellaria memiliki ukuran tubuh bersilia dengan ukuran 15 18 mm.Silia digunakan untuk
bergerak.Pergerakan juga dapat menggunakan otot dengan gerakan seperti gelombang.Pada kalas
ini akan dibahas mengenai ciri salah satu contoh Turbellaria, yaitu Dugesia.
Bagian anterior tubuh Dugesia berbentuk segitiga dan memiliki sistem indera berupa sepasang
bintik mata serta celah yang disebut aurikel.Bintik mata untuk membedakan keadaan gelap dan
terang, sedangkan aurikel berfungsi sebagai indera pembau saat Dugesia mencari makanannya.
Permukaan tubuh bagian ventral Dugesia memiliki silia yang berfungsi untuk pergerakan.Pada
bagian tengah tubuhnya terdapat mulut.Melalui mulut, faring dapat dijulurkan keluar untuk
menangkap mangsa yang selanjutnya dicerna di dalam usus.
Sistem eksresi Dugesia terdiri dari saluran bercabang-cabang yang disebut protonefridia,
memanjang dari pori-pori pada permukaan tubuh bagian dorsal sampai ke sel-sel api dalam
tubuhnya.Sel-sel api yang berbentuk seperti bola lampu dan memiliki silia di
dalamnya.Pergerakan silia berfungsi untuk menggerakkan air dalam sel menyerupai nyala api
sehingga sel tersebut dinamakan sel api.Dugesia merupakan hewan hemafrodit, namun
reproduksi seksual tidak dapat dilakukan hanya oleh satu individu.Fertilisasi dilakukan secara
silang oleh dua individu Dugesia.Zigot yang terbentuk berkembang tanpa melalui proses periode
larva.Sedangkan reproduksi aseksual adalah dengan membelah dirinya dan setiap belahan tubuh
akan menjadi individu baru yang dikarenakan oleh daya regenerasinya yang sangat tinggi.
Trematoda (cacing isap)

platyhelm_trematoda_clonorchis
Trematoda disebut sebagai cacing isap karena cacing ini memiliki alat pengisap.Alat pengisap
terdapat pada mulut di bagian anterior tubuhnya.kegunaan alat isap adalah untuk menempel pada

tubuh inangnya.Pasa saat menempel cacing ini mengisap makanan berupa jaringan atau cairan
tubuh inangnya.Dengan demikian, Trematoda merupakan hewan parasit.
Trematoda dewasa pada umumnya hidup di dalam hati, usus, paru-paru, ginjal, dan pembuluh
darah vertebrata.Trematoda berlindung di dalam tubuh inangnya dengan melapisi permukaan
tubuhnya dengan kutikula dan permukaan tubuhnya tidak memiliki silia.Salah satu contoh
Trematoda adalah cacing hati (Fasciola hepatica).Cacing hati memiliki daur hidup yang
kompleks karena melibatkan sedikitnya dua jenis inang, yaitu inang utama dan inang sebagai
perantara.Daur hidup cacing hati terdiri dari fase seksual dan aseksual.Fase seksual terjadi saat
cacing hati dewasa berada di dalam tubuh inang utama.Fase aseksual dengan membelah diri
terjadi saat larva berada di dalam tubuh inang perantara.
Beberapa jenis cacing hati yang dapat menginfeksi manusia antara lain sebagai berikut :
Opisthorchis sinensis ( Cacing hati cina )
cacing dewasa hidup pada organ hati manusia.Inang perantaranya adalah siput air dan ikan.
Schistosoma japonicum
Cacing ini hidup di dalam pembuluh darah pad saluran pencernaan manusia.Manusia merupakan
inang utamanya, namun hewan juga dapat terinfeksi seperti tikus, anjing, babi, dan sapi.Inang
perantaranya adalah siput amphibi Oncomelania hupensis.Cacing ini menyebabkan penyakit
skistosomiasis dengan ciri demam, anemia, disentri, berat badan turun, dan pembengkakan hati.
Paragonimus westermani
Cacing ini hidup dalam paru-paru manusia.Inang perantaranya adalah udang air tawar.
Cestoda (cacing pita)

taenia_pisiformis
Cestoda juga disebut sebagai cacing pita karena bentuknya pipih panjang seperti pita.Tubuh
Cestoda dilapisi kutikula dan terdiri dari bagian anterior yang disebut skoleks, leher (strobilus),
dan rangkaian proglotid.Pada skoleks terdapat alat pengisap.Skoleks pada jenis Cestoda tertentu
selain memiliki alat pengisap, juga memiliki kait (rostelum) yang berfungsi untuk melekat pada
organ tubuh inangnya.Dibelakang skoleks pada bagian leher terbentuk proglotid.
Setiap proglotid mengandung organ kelamin jantan (testis) dan organ kelamin betina
(ovarium).Tiap proglotid dapat terjadi fertilisasi sendiri.Proglotid yang dibuahi terdapat di bagian
posterior tubuh cacing.Proglotid dapat melepaskan diri (strobilasi) dan keluar dari tubuh inang
utama bersama dengan tinja.

Cestoda bersifat parasit karena menyerap sari makan dari usus halus inangnya.Sari makanan
diserap langsung oleh seluruh permukaan tubuhnya karena cacing ini tidak memiliki mulut dan
pencernaan (usus).Manusia dapat terinfeksi Cestoda saat memakan daging hewan yang dimasak
tidak sempurna.Inang pernatara Cestoda adalah sapi pada Taenia saginata dan babi pada taenia
solium.

Filum echinodermata
Asteroidea
Asteroidea merupakan spesies Echinodermata yang paling banyak jumlahnya, yaitu sekitar 1.600
spesies.Asteroidea juga sering disebut bintang laut.Contoh spesies ini adalah Acanthaster sp.,
Linckia sp., dan Pentaceros sp.Tubuh Asteroidea memiliki duri tumpul dan pendek.Duri tersebut
ada yang termodifikasi menjadi bentuk seperti catut yang disebut Pediselaria.Fungsi pediselaria
adalah untuk menangkap makanan serta melindungi permukaan tubuh dari kotoran.Pada bagian
tubuh dengan mulut disebut bagian oral, sedangkan bagian tubuh dengan lubang anus disebut
aboral.Pada hewan ini, kaki ambulakral selain untuk bergerak juga merupakan alat pengisap
sehingga dapat melekat kuat pada suatu dasar.
Sistem ambulakral Asteroidea terdiri dari :
Medreporit adalah lempengan berpori pada permukaan cakram pusat dibagian dorsal tubuh.
Saluran cincin terdapat di rongga tubuh cakram pusat
Saluran radial merupakan cabang saluran cincin ke setiap lengan
Kaki ambulakral merupakan juluran saluran radial yang keluar.
Anggota Asteroidea memiliki kemampuan regenerasi yang sangat besar.Setiap bagian lengannya
dapat beregenerasi dan bagian cakram pusat yang rusak dapat diganti.Asteroidea merupakan
hewan dioseus, organ kelamin berpasangan pada setiap lengan, dan fertilisasi terjadi di luar
tubuh.
Ophiuroidea
Ophiuroidea terdiri dari 2.000 spesies, contohnya adalah bintang ular (Ophiothrix).Ophiuroidea
(dalam bahasa yunani, ophio = ular) berbentuk seperti asteroidea, namun lengannya lebih
langsing dan fleksibel.Cakram pusatnya kecil dan pipih dengan permukaan aboral (dorsal) yang
halus atau berduri tumpul.Ophiuroidea tidak memiliki pediselaria.Cakram pusat berbatasan
dengan lengan-lengannya.
Hewan ini pun juga dapat beregenerasi.
Echinoidea

bulu-babi
Echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan.Echinoidea yang berbentuk bola misalnya
bulu babi (diadema saxatile) dan landak laut (Arabcia punctulata).Permukaan tubuh hewan ini
berduri panjang.Echinoidea memilki alat pencernaan khas, yaitu tembolok kompleks yang
disebut lentera aristoteles.Fungsi dari tembolok tersebut adalah untuk menggiling makanannya
yang berupa ganggang atau sisa-sisa organisme.Echinoidea yang bertubuh pipih misalnya dolar
pasir (Echinarachnius parma).Permukaan sisi oral tubuhnya pipih, sedangkan sisi aboralnya agak
cembung.Tubuhnya tertutupi oleh duri yang halus dan rapat.Durinya berfungsi untuk bergerak,
menggali, dan melindungi permukaan tubuhnya dari kotoran.Kaki ambulakral hanya terdapat di
sisi oral yang berfungsi utuk mengangkut makanan.
Holothuroidea
Holothuroidea dikenal dengan nama timun laut atau teripang.Contoh hewan ini adalah
Cucumaria sp., Holothuria sp., dan Bohadschia argus.Hewan ini tidak berlengan dan anus
terdapat pada kutub yang berlawanan dari tubuhnya.Daerah ambulakral dan inter-ambulakral
tersusun berselang-seling di sepanjang tubuhnya.Alur ambulakral tertutup, madreporit terdapat di
rongga tubuhnya.Sebagian kaki ambulakral termodifikasi menjadi tentakel oral.Sistem
respirasinya disebut pohon respirasi, karena sistem tersebut terdiri dari dua saluran utama yang
bercabang pada rongga tubuhnya.Keluar dan masuknya air melalui anus.
Crinoidea
Hewan ini berbentuk seperti tumbuhan.Crinoidea terdiri dari kelompok yang tubuhnya
bertangkai dan tidak bertangkai.Kelompok yang bertangkai dikenal sebagai lili laut, sedangkan
yang tidak bertangkai dikenal sebagai bintang laut berbulu.Contoh lili laut adalah Metacrinus
rotundus dan untuk bintang laut berbulu adalah Oxycomanthus benneffit dan Ptilometra
australis.Lili laut menetap di kedalaman 100 m atau lebih.Sedangkan yang berbulu hidup di
daerah pasang surut sampai laut dalam.Kedua kelompok tersebut memiliki oral yang menghadap
ke atas.Lengannya yang berjumlah banyak mkengelilingi bagian kaliks (dasar tubuh).Pada kaliks
terdapat mulut dan anus.Jumlah lengan kelipatan lima dan mengandung cabang-cabang kecil
yang disebut pinula.Sistem ambulakral tidak memiliki madreporit dan ampula.Crinoidea adalah
pemakan cairan, misalnya zooplankton atau partikel makanan.

Filum nematel minthes

Kelas nematoda

1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

Kata Nematoda berasal dari bahasa Yunani, yaitu nematos yang berarti benang atau tambang.
Cacing ini berukuran kecil (mm) sampai satu meter atau lebih, telur mikroskopis.
Ciri-ciri : tubuh simetris bilateral dan gilig, alat pencernaan sempurna, hidup bebas atau parasit,
sifat jenisnya terpisah, (jantan, betina) belum mempunyai peredaran darah dan pernapasan.
Contoh: Ascaris lumbricoides dan Wuchereria bancrofti.
Bilateral simetris, triploblastik, pseudoselomatik, tidak bersegmen.
Tubuh ramping silindris, ditutupi oleh kutikula yang kuat
Saluran pencernaan lengkap, bentuk lurus (tabunag) dimulai mulut sampai anus.
Tubuh dilengkapi serabut otot longitudinal.
Tidak mempunyai alat respirasi, sirkulasi, dan alat ekskresi sederhgana.
Memiliki cincinsaraf yang mengelilingi esophagus, 6 saraf anteriror, 6 atau lebih saraf
posterior.
Jenis kelamin terpisah, jantan lebih kecil dari betina. Gonad bersambungan dengan saluran
reproduksi, fertilisasi internal, telur kecil ditutupi oleh kitin. Perkembangan langsung, tidak ada
reproduksi aseksual.
Kelas nemathopora
Ciri-ciri: Bentuk silindris panjang dan langsing. System syaraf terdiri dari ganglion cerebrale
dan berkas syaraf medio-ventral. Larva bersifat parasite sedangkan bentuk dewasa hidup bebas.
Contoh: Gordius sp.

Arthropoda
Klasifikasi Arthropoda
Arthropoda dibagi menjadi 4 kelas yaitu Crustacea, Myriapoda, Arachnida, Insecta.
berikut ini pembahasan semua kelas tersebut :
1) Kelas Crustacea
Ciri ciri kelas ini adalah memiliki tubuh dimana bagian kepala dan dadanya bersatu
(Sefalotorak) sedangkan bagian perutnya (abdomen) keras karena terbuat dari zat kitin
yang berlendir. Di bagian sefalotorak terdapat 5 pasang kaki yang bersar digunakan
untuk bersajalan, sepasang kaki yang bertama ukurannya lebih besar disebut keliped.
Sementara itu di abdomennya terdapat 5 pasng kaki yang kecil kegunaannya untuk alat
renang. Di bagian depan sephalotorak terdapat sepasang antena yang panjang sen
sepasang antenule pendek.
Terdapat 2 jenis Crustacea yaitu Entomostraca (microcrustacea) dan Malacostraca
(macrocrustacea)
Contoh entomostraca Daphnia sp, cyclops
Contoh Malacostraca Pinnaeus monodon (udang windu), cancer sp (kepiting), panulirus
sp (lobster)
2) Kelas Myriapoda
Ciri ciri kelas ini adalah terdapat banyak segmen di tubuhnya bahkan dapat mencapai
100 hingga 200 ruas. Bagian tubuhnya terdapat kepala yang kecil pada ruas pertama,
sedangkan perutnya pada terletak pada setiap ruas dan terdapat sepasang atau 2
pasang kaki. Kelas ini hidup di darat dan menggunakan paru paru buku untuk
bernafas. Di kepalanya terdapat sepasang mandibula, dan dua pasang maksila.
Kelas ini terbagi 2 yaitu Chilopoda dan diplopoda.

a) Chilopoda
Ciri ciri tubuhnya gepeng, dan terdapat kaki pada tiap ruas tubuhnya. Terdapat antena
di kepalanya dan cakar yang memiliki bisa. Ia bersifat karnivora.
Contoh : Scolopendra sp (kelabang).
b) Diplopoda
Diplopoda memiliki tubuh bulat, dan memiliki sepasang kaki pada tiap ruas tubuhnya.
Hwan ini selalu hidup pada tempat yang lembab. Cara melindungi tubuhnya dari musuh
adalah dengan menggulung tubuhnya. Hewan ini juga termasuk herbivora.
Contoh: Spirobolus sp (luwing).

3) Kelas Arachnida
Ciri ciri kelas ini adalah memiliki bagian kepala dan dada yang menyatu (sefalotorak)
dan bagian perut (abdomen) yang bulat. Bagian kepalanya kecil, tidak memiliki antena
dan memiliki mata tunggal. Tempat hidupnya di darat, dan bernafas menggunakan paru
paru buku. Memiliki kaki 4 pasang yang terletak di sefalotorak. Pada bagian
sefalotorak terdapat sepasang kelisera yang beracun dan sepasang palpus.
Di bagian ujung posterior abdomen dan sebelah ventral anus terdapat sutera ia
bermuara pada alat yang mirip dengan pembuluh disebut spinneret. Ia hanya makan
dari cairan hewan lain yang diisap menggunakan mulut dan esofagus.
Jenis kelaminnya terpisah dan melakukan fertilisasi secara internal. setelah terbentuk
telur ia akan diletakkan di dalam kokon sutera untuk dibawa kemana mana oleh
hewan betina.
4) Insecta
Di dalam filum arthropoda kelas insecta memiliki anggota terbesar dan bahkan ia
menjadi bagian terbesar dari filum animalia. Di bumi ini terdapat lebih dari 1 juta spesies
yang merupakan insecta.
Ciri ciri insecta
- Tubuhnya terdiri dari 3 bagian yaitu kepala, dada dan perut.
- terdapat mata tunggal dan mata majemuk di kepalanya.
- Pada bagian dada terbagi menjadi 3 ruas yaitu protoraks, mesotorak, dan metatoraks.
- kaki dan sayap terletak di bagian dada
- kelas ini memiliki 3 pasang kaki.
- memiliki sayap sepasang atau 2 pasang, beberapa insecta ditemukan tidak bersayap
- Ada yang hidup di darat, air tawar dan di laut.
- Ukuran tubuhnya beragam mulai dari paling kecil beberapa mm dan sampai yang
besar berukuran beberapa cm.

- tipe mulutnya beragam ada yang menghisap, menusuk mengisap serta ada yang
mengunyah.
- Menggunakan trakea yang bercabang cabang sebagai alat pernafasan.
- mengalami metamorfosis sempurna maupun tidak sempurna.
- Menggunakan sistem saraf tangga tali.
- Sistem peredaran darahnya terbuka dimana darah tidak memiliki pigmen sehingga
fungsinya hanya untuk mengedarkan zat makana saja.
- Peredaran dan mengnakutan gas O2 dan Co2 menggunakan trakea.

Filum molusca
Gastropoda
Gastropoda (dalam bahasa latin, gaster = perut, podos = kaki) adalah kelompok hewan yang menggunakan perut
sebagai alat gerak atau kakinya.Misalnya, siput air (Lymnaea sp.), remis (Corbicula javanica), dan bekicot (Achatia
fulica).Hewan ini memiliki ciri khas berkaki lebar dan pipih pada bagian ventrel tubuhnya.Gastropoda bergerak lambat
menggunakan kakinya.
Gastropoda darat terdiri dari sepasang tentakel panjang dan sepasang tentakel pendek.Pada ujung tentakel panjang
terdapat mata yang berfungsi untuk mengetahui gelap dan terang.Sedangkan pada tentakel pendek berfungsi
sebagai alat peraba dan pembau.Gastropoda akuatik bernapas dengan insang, sedangkan Gastropoda darat
bernapas menggunakan rongga mantel.
Pelecypoda

Pelecypoda diidentefikasikan sebagai kerang (Anadara sp.), tiram mutiara (Pinctada margaritifera dan Pinctada
mertinsis), kerang raksasa (Tridacna sp.), dan kerang hijau (Mytilus viridis).
Pelecypoda memiliki ciri khas, yaitu kaki berbentuk pipih seperti kapak.Kaki Pelecypoda dapat dijulurkan dan
digunakan untuk melekat atau menggali pasir dan lumpur.Pelecypoda ada yang hidup menetap dan membenamkan
diri di dasar perairan.Pelecypoda mampu melekat pada bebatuan, cangkang hewan lain, atau perahu karena
mensekresikan

zat

perekat.

Pelecypoda memiliki dua buah cangkang pipih yang setangkup sehingga disebut juga Bivalvia.Kedua cangkang pada
bagian tengah dorsal dihubungkan oleh jaringan ikat (ligamen) yang berfungsi seperti engsel untuk membuka dan
menutup cangkang dengan cara mengencangkan dan mengendurkan otot.Cangkang tersusun dari lapisan
periostrakum, prismatik, dan nakreas.Pada tiram mutiara, jika di antara mantel dan cangkangnya masuk benda asing
seperti pasir, lama-kelamaan akan terbentuk mutiara.Mutiara terbentuk karena benda asing tersebut terbungkus oleh
hasil sekresi palisan cangkang nakreas.Pelecypoda tidak memiliki kepala.Mulutnya terdapat pada rongga mantel,
dilengkapi

dengan

labial

palpus.

Pelecypoda tidak memiliki rahang atau radula.Maka makanannya berupa hewan kecil seperti protozoa, diatom, dan
sejenis lainnya.Insang Pelecypoda berbentuk lembaran sehingga hewan ini disebut juga Lamellibranchiata (dalam
bahasa latin, lamella = lembaran, branchia = insang).Lembaran insang dalam rongga mantel menyaring makanan

dari air yang masuk kedalam rongga mantel melalui sifon (corong).Sistem saraf Pelecypoda terdiri dari tiga pasang
ganglion yang saling berhubungan.Tiga ganglion tersebut adalah ganglion anterior, ganglion pedal, dan ganglion
posterior.Reproduksi

Pelecypoda

terjadi

secara

seksual.Organ

seksual

terpisah

pada

masing-masing

individu.Fertilisasi terjadi secara internal maupun eksternal.Pembuahan menghasilkan zigot yang kemudian akan
menjadi larva.
Cephalopoda
Cephalopoda (dalam bahasa latin, chepalo = kepala, podos = kaki) merupakan Mollusca yang memiliki kaki di
kepala.Anggota Cephalopoda misalnya sotong (Sepia officinalis), cumi-cumi (loligo sp.), dan gurita (Octopus
sp.)Hidup Cephalopoda seluruhnya di laut dengan merayap atau berenang di dasar laut.Makananya berupa kepiting
atau invertebrata lainnya.Sebagai hewan pemangsa, hampir semua Cephalopoda bergerak cepat dengan
berenang.Kebanyakan Cephalopoda memiliki organ pertahanan berupa kantong tinta.Kantong tinta berisikan cairan
seperti tinta berwarna coklat atau hitam yang terletak di ventral tubuhnya.Tinta ini akan di keluarkan jika hewan ini
merasa terancam dengan cara menyemburkannya.Cephalopoda memiliki kaki berupa tentakel yang berfungsi untuk
menangkap mangsanya.Cephalopoda memiliki sistem saraf yang berpusat di kepalanya menyerupai otak.Untuk
reproduksi hewan ini berlangsung secara seksual.Cephalopoda memiliki organ reproduksi berumah dua
(dioseus).Pembuahan berlangsung secra internal dan menghasilkan telur.

Annelida dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Polychaeta


(cacing berambut banyak), Oligochaeta (cacing
berambut sedikit), dan Hirudinea.
Polychaeta
Polychaeta (dalam bahasa yunani, poly = banyak, chaetae = rambut kaku) merupakan annelida berambut
banyak.Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala (prostomium) dengan mata, antena, dan sensor palpus.
Polychaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia (tunggal = parapodium) pada setiap
segmen tubuhnya.Fungsi parapodia adalah sebagai alat gerak dan mengandung pembuluh darah halus sehingga
dapat berfungsi juga seperti insang untuk bernapas.Setiap parapodium memiliki rambut kaku yang disebut seta yang
tersusun

dari

kitin.

Contoh Polychaeta yang sesil adalah cacing kipas (Sabellastarte indica) yang berwarna cerah.Sedangkan yang
bergerak bebas adalah Nereis virens, Marphysa sanguinea, Eunice viridis(cacing palolo), dan Lysidice oele(cacing
wawo).
Oligochaeta
Oligochaeta (dalam bahasa yunani, oligo = sedikit, chaetae = rambut kaku) yang merupakan annelida berambut
sedikit.Oligochaeta tidak memiliki parapodia, namun memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen.Contoh
Oligochaeta yang paling terkenal adalah cacing tanah.Jenis cacing tanah antara lain adalah cacing tanah Amerika
(Lumbricus terrestris), cacing tanah Asia (Pheretima), cacing merah (Tubifex), dan cacing tanah raksasa Australia
(Digaster longmani).Cacing ini memakan oarganisme hidup yang ada di dalam tanah dengan cara menggali
tanah.Kemampuannya yang dapat menggali bermanfaat dalam menggemburkan tanah.Manfaat lain dari cacing ini
adalah digunakan untuk bahan kosmetik, obat, dan campuran makan berprotein tinggi bagi hewan ternak.

Hirudinea
Hirudinea merupakan kelas annelida yang jenisnya sedikit.Hewan ini tidak memiliki arapodium maupun seta pada
segmen tubuhnya.Panjang Hirudinea bervariasi dari 1 30 cm.Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior
yang

meruncing.

Pada anterior dan posterior terdapat alat pengisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak.Sebagian besar
Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya.Inangnya adalah vertebrata dan termasuk
manusia.Hirudinea parasit hidup denga mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan
memangsa invertebrata kecil seperti siput.Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan hirudo (lintah).
Saat merobek atau membuat lubang, lintah mengeluarkan zat anestetik (penghilang sakit), sehingga korbannya tidak
akan menyadari adanya gigitan.Setelah ada lubang, lintah akan mengeluarkan zat anti pembekuan darah yaitu
hirudin.Dengan zat tersebut lintah dapat mengisap darah sebanyak mungkin.