Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, saya dapat menyuguhkan kepada mahasiswa Universitas Wahid Hasyim


Semarang Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi sebuah bahan ajar berjudul Akuntansi Keuangan
Lanjutan 2 yang ringkas dan padat isinya.
Sebenarnya naskah modul ini merupakan pengembangan dari beberapa buku hand out
Akuntansi Dasar 1 yang tersedia di perpustakaan

Fakultas Ekonomi. Modul ini selalu

mengalami perbaikan dan penyempurnaan naskah agar tidak mengecewakan mahasisiwa


pembaca dan supaya dapat membantu proses pembelajaran dengan baik. Bahan ajar ini disusun
dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh kebanyakan orang, dengan tetap
memperhatikan dan menaati kaidah Bahasa Indonesia.
Pada kesempatan ini, perkenankanlah kami menyampaikan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu pembuatan bahan ajar ini, khususnya kepada Kepala Jurusan
Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Wahid Hasyim Semarang beserta civitas akademik.
Tanpa bantuan dan partisipasi mereka, saya yakin, bahan ajar ini tidak akan terwujud dengan
baik. Akhirnya , saya berharap semoga bahan ajar ini bermanfaat. Kritik dan saran dari pembaca
sangat saya hargai.

Semarang, Oktober 2013

Penulis, Setyo Mahanani, SE.

DAFTAR ISI
1
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II
Setyo Mahanani, SE_UWH

Kata Pengantar
Daftar Isi

..

..

Tinjauan Umum Mata Latih


A.
B.
C.
D.

Deskripsi Mata Kuliah


.
Manfaat Mata Kuliah
.
Standar Kompetensi
..
Kompetensi Dasar

3
3
3
3

BAB II Penggabungan Badan Usaha


1.

Pendahuluan .
1.1 Deskripsi singkat atau gambaran umum tentang cakupan materi .
1.2 Kompetensi Dasar .
1.3 Indikator
.
1.4 Tujuan pembelajaran
2. Penyajian (terdiri dari) .
2.1 Uraian & Contoh
2.2 Latihan
2.3 Rangkuman
3. Penutup (terdiri dari) ..
3.1 - Evaluasi & Kunci Jawaban ..
3.2 Tindak Lanjut .

4
4
4
4
4
5
5
10
13
14
14
15

DAFTAR PUSTAKA
SENARAI

TINJAUAN UMUM MATA KULIAH


A. Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah pokok bagi mahasiswa Program Studi Akuntansi
Fakultas Ekonomi Universitas Wahid Hasyim Semarang.Matakuliah Akuntansi. Kegiatan kuliah
2
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II
Setyo Mahanani, SE_UWH

ini dengan diskusi informasi dan latihan serta tugas pada setiap kali tatap muka untuk
memecahkan persoalan yang berhubungan dengan Akuntansi Keuangan Lanjutan II.
Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan pada mahasiswa tentang
proses akuntansi dalam perusahaan yang melakukan transaksi khusus dan/atau mempunyai
hubungan khusus dengan perusahaan lain. Materi dalam kuliah ini umumnya belum dibahas
dalam Akuntansi Pengantar maupun dalam Akuntansi Keuangan menengah. Untuk itu kuliah ini
sering disebut akuntansi Keuangan Lanjutan (Advanced Accounting).
Untuk mengikuti kuliah ini mahasiswa harus memahami proses akuntansi keuangan.
Secara umum proses akuntansi itu sama, namun demikian karena sifat

perusahaan

(hubungannya dengan perusahaan lain), maka akuntansi keuangan pada perusahaan yang dibahas
dalam Akuntansi Lanjutan ini memerlukan perlakuan berbeda. Untuk itu peserta diwajibkan telah
menempuh akuntansi keuangan menengah.
B. Manfaat Mata Kuliah

Akuntansi Keuangan Lanjutan II merupakan matakuliah wajib bagi mahasiswa


Pendidikan Ekonomi sub Program Studi Akuntansi. Akuntansi Keuangan Lanjutan II sangat
penting, karena pada mata kuliah ini disajikan dasar teori dan implikasinya dalam di dalam dunia
usaha. Diharapkan setelah mahasiswa mengambil mata kuliah ini telah mempunyai bekal sebagai
dasar untuk menyampaikan materi pada bahan pelajaran akuntansi di sekolah dan dapat
diterapkan di dunia usaha.
C. Standar Kompetensi

Mahasiswa dapat mendefinisikan, cara, jenis, bentuk dan kontribusi relatif dalam
penggabungan usaha
D. Kompetensi Dasar

Menjelaskan konsep dasar

penggabungan usaha, menyebutkan bentuk-bentuk

penggabungan usaha dan menghitung kontribusi relative perusahaan yang bergabung

BAB II
PENGGABUNGAN BADAN USAHA
1. Pendahuluan
1.1 Deskripsi singkat atau gambaran umum tentang cakupan materi
Pembahasan dalam bab ini mengenai Akuntansi Penggabungan Usaha yang meliputi:
Sub pokok bahasan :
a. Jenis-jenis penggabungan usaha
3
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II
Setyo Mahanani, SE_UWH

b. Penggolongan penggabungan usaha


c. Akuntansi penggabungan usaha.
d. Kontribusi relatif penggabungan usaha
1.2 Kompetensi Dasar
a. Menjelaskan konsep dasar penggabungan usaha
b. Menyebutkan bentuk-bentuk penggabungan usaha
c. Menghitung kontribusi relative
1.3 Indikator
Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam
beberapa hal, antara lain:
a. Menjelaskan penggabungan badan usaha
b. Menyebutkan jenis-jenis penggabungan usaha.
c. Mendefinisikan jenis-jenis penggabungan usaha.
d. Menjelaskan metode-metode penggabungan usaha.
e. Memaparkan prosedur akuntansi penggabunganusaha dengan menggunakan metode purchase
dan pooling of interest.
f.

Membuat jurnal pembelian saham anak perusahaan oleh induk perusahaan.

g. Melaksanakan Pengakuan Perubahan Modal Anak Perusahaan Oleh Induk Perusahaan Dengan
Menggunakan Metode Equity Atau Metode Cost
h. Menyusun laporan keuangan konsolidasi antara induk perusahaan dan anak perusahaan
i.

Menghitung laba antara induk dan anak perusahaan atas penjualan barang dagangan.

j.

Menghitung laba antara induk dan anak perusahaan atas penjualan aktiva tetap.

k. Menghitung laba antara induk dan anak perusahaan atas penjualan obligasi.
1.4 Tujuan pembelajaran

Mahasiswa mampu :
a. Mendefinisikan, menyebutkan cara,jenis dan bentuk penggabungan usaha.
b. Menyebutkan bentuk-bentuk penggabungan usaha

c. Menghitung kontribusi relatif perusahaan yang bergabung


2. Penyajian
2.1 Uraian & Contoh

2.1.1. Penggabungan Usaha (Business combination)


Penggabungan Usaha (Business combination) adalah Penyatuan dua atau lebih perusahaan
yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan perusahaan
lain atau memperoleh kendali atas aktiva dan operasi perusahaan lain
2.1.2. Sifat penggabungan usaha
4
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II
Setyo Mahanani, SE_UWH

1. Integrasi Horisontal adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dalam lini usaha atau

pasar yang sama.


2. Integrasi vertical adalah penggabungan dua perusahaan atau lebih dengan operasi yang
berbeda secara berturut-turut, tahapan produksi atau distribusinya.
3. Integrasi konglomerasi adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dengan produk atau
jasa yang tidka saling berhubungan dan bermacam-macam.
Alasan-Alasan Penggabungan Usaha
Jika perluasan adalah sasaran utama dari perusahaan, mengapa usaha diperluas dengan
penggabungan dan bukan dengan melakukan konstruksi fasilitas-fasilitas baru?. Beberapa alas an
penggabungan usaha untuk memperluas usaha adalah sbb:
1. Manfaat biaya (Cost Advantange). Acapkali lebih murah bagi perusahaan untuk

2.

3.

4.
5.

6.

memperoleh fasilitas yang dibutuhkan melalui penggabungan dibandingkan melalui


pengembangan, terutama pada keadaan inflasi
Risiko Lebih Rendah (Lower Risk). Membeli lini produk dan pasar yang telah
didirikan biasanya lebih besar risikonya dibandingkan dengan mengembangkan
produk baru dan pasarnya. Penggabungan usaha kurang berisiko terutama ketika
tujuannya adalah diversifikasi.
Penundaan Operasi Lebih Sedikit (Fewer Operating Delays). Fasilitasfasilitas
pabrik yang diperoleh melalui penggabungan usaha dapat diharapkan untuk segera
beroperasi. Sedangkan apabila membangun fasilitas perusahaan yang baru akan
menimbulkan masalah yang baru juga misalnya perlunya izin pemerintah.
Mencegah Pengambilalihan (Avoidance of Takeovers). Beberapa perusahaan
bergabung untuk mencegah pengambilalihan diantara mereka.
Akuisisi Harta Tidak Berwujud (Acquisition of Intangible Assets).Penggabungan
usaha melibatkan penggabungan sumber daya tidak berwujud maupun berwujud.
Akusisi atas hak paten, hak atas mineral, database pelanggan, atau keahlian
manajemen mungkin menjadi faktor utama yang memotivasi suatu penggabungan
usaha.
Alasan-alasan lain. Selain untuk perluasan, perusahaan-perusahaan mungkin memilih
penggabungan usaha untuk memperoleh manfaat dari segi pajak.

Meskipun pada dasarnya strategi penggabungan usaha yang dilakukan oleh beberapa perusahaan
memberikan banyak manfaat, tetapi ada juga risiko yang harus ditanggung oleh perusahaan yang
melakukan penggabungan tersebut yaitu risiko sumber daya manusia, dalam hal ini dampak dari
penggabungan usaha tersebut.

2.1.3. Bentuk penggabungan usaha


Adapun bentuk-bentuk dari penggabungan usaha dalam segi hukum dapat dilihat pada
bagan berikut ini:

Penggabungan
usaha

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II


Setyo Mahanani, SE_UWH

Integrasi secara
fisik
Merger

Perusahaan induk dan


anak

konsolida
si

Perusahaan induk dan anak perusahaan adalah penggabungan usaha dengan cara membeli
sebagian besar saham atau seluruh saham perusahaan lain untuk memperoleh hak pengendalian
(controlling interest). Perusahaan yang dikuasai tersebut tidak kehilangan status hukumnya dan
masih beroperasi sebagaimana perusahaan lainnya. Pihak yang mempunyai saham minoritas
disebut anak perusahaan (subsidiary) dan pihak yang memiliki saham mayoritas adalah induk
perusahaan (parent). Sejak saat itu perusahaan anak dan induk telah melakukan penggabungan
usaha yang disebut afiliasi (affiliated companies).
Integrasi secara fisik adalah suatu bentuk penngabungan usaha yang memindahkan aktiva
bersih (net assets) dari beberapa jenis perusahaan yang akan melakukan penggabungan. Adapun
bentuknya ada dua macam yaitu merger dan konsolidasi. Merger, yaitu penggabungan usaha
dengan cara satu perusahaan membeli perusahaan lain yang kemudian perusahaan yang dibelinya
tersebut menjadi anak perusahaannya atau dibubarkan. Perusahaan yang dibelinya sudah tidak
mempunyai status hukum lagi dan yang mempunyai status hukum adalah perusahaan yang
membelinya. Dan yang kedua adalah Konsolidasi, merupakan bentuk lain dari merger, yaitu
penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan bergabung dengan perusahaan lain
membentuk satu perusahaan baru. Untuk memperjelas perbedaan antara merger dan konsolidasi,
kita cermati gambar berikut ini:

Kondisi sebelum penggabungan usaha


MERGER
X

KONSOLIDASI
Z

Kondisi saat terjadinya penggabungan


usaha KONSOLIDASI
MERGER
X
Y

A
Z
B

Kondisi segera setelah terjadinya


AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II
penggabungan usaha
Setyo Mahanani, SE_UWH

MERGER

KONSOLIDASI

kondisi sebelum, sesudah dan sesaat setelah penggabungan usaha

2.1.4. Konsep Akuntansi Penggabungan Usaha


Suatu penggabungan usaha yang memenuhi kriteria PSAK tahun 2007 No. 22 untuk
penyatuan kepemilikan harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan metode penyatuan. Usaha
yang dulunya terpisah bersama-sama membentuk satu entitas ketika sumberdaya yang
beroperasinya yang berbeda dibawah pengendalian kelompok manajemen tunggal. Pengendalian
terhadap suatu entitas usaha terbentuk dalam penggabungan usaha dimana:
1. Satu atau lebih perusahaan menjadi perusahaan anak
2. Satu perusahaan mentransfer aktiva bersihnya kepada perusahaan lain.
3. Setiap perusahaan mentransfer aktiva bersihnya kepada sebuah perusahaan baru yang
dibentuk
Metode Akuntasi Untuk Penggabungan Usaha
Ada dua metode akuntansi untuk penggabungan usaha yang diterima secara umum yaitu metode
penyatuan kepemilikan (pooling of interest) dan petode pembelian (purchase method). Suatu
penggabungan usaha yang memenuhi criteria PSAK no.22 untuk penyatuan kepemilikan harus
dipertanggungjawabkan sesuai metode penyatuan (pooling method). Dan semua penggabungan usaha
yang lain harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan metode pembelian (purchase method).

1. Metode Penyatuan kepemilikan (pooling of interest)


Dalam metode penyatuan kepemilikan, diasumsikan bahwa kepemilikan perusahaan-perusahaan
yang bergabung adalah satu kesatuan dan secara relatif tetap tidak berubah pada entitas akuntansi
yang baru. Karena tidak ada salah satupun dari perusahaan-perusahaan yang bergabung telah dianggap
memperoleh perusahaan-perusahaan yang bergabung lainnya, tidak ada pembelian, tidak ada harga
pembelian, sehingga karenanya tidak ada dasar pertanggungjawaban yang baru.
Pada metode penyatuan, aktiva dan kewajiban dari perusahaan-perusahaan yang bergabung
dimasukkan dalam entitas gabungan sebesar nilai bukunya. Oleh karena itu setiap goodwill pada buku
masing-masing perusahaan yang bergabung akan dimasukkan sebagai aktiva pada entitas yang masih
beroperasi (disatukan). Laba ditahan dari perusahaan-perusahaan yang bergabung juga dimasukkan dalam
entitas yang disatukan, dan pendapatan yang bergabung untuk seluruh tahun dengan mengabaikan tanggal
penggabungan usaha dilakukan.
Perusahaan-perusahaan terpisah dalam suatu penggabungan usaha masing-masing dapat
menggunakan metode akuntansi yang berbeda untuk mencatat aktiva dan kewajiabannya. Dalam
penggabungan secara penyatuan kepemilikan, jumlah yang dicatat oleh masing-masing perusahaan
7
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II
Setyo Mahanani, SE_UWH

dengan menggunakan metode akuntansi yang berbeda dapat disesuaikan menjadi dasar akuntansi yang
sama apabila perusahaan tersebut diperlukan oleh perusahaan lainnya. Perubahan metode akuntansi untuk
menyesuaikan masing-masing harus berlaku surut, dan laporan-laporan keuangan yang disajikan untuk
periode-periode sebelumnya harus disajikan kembali (restated).

Prosedur Akuntansi Penggabungan usaha Metode Pooling Of Interest


a. Semua aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang bergabung dinilai pada nilai buku
saat diadakan penggabungan
b. Besarnya nilai investasi pada perusahaan yang bergabung sebesar jumlah modal
perusahaan yang digabung atau sebesar aktiva bersih perusahaan yang digabung
c. Bila terjadi selisih antara jumlah yang dibukukan sebagai modal saham yang
diterbitkan ditambah kompensasi pembelian lainnya dalam bentuk kas ataupun aktiva
lainnya dengan jumlah aktiva bersih yang diperoleh, maka harus diadakan
penyesuaian terhadap modal perusahaan yang akan digabung
d. Laporan keuangan gabungan adalah penjumlahan dari laporan keuangan milik
perusahaan yang bergabung.

2. Metode Pembelian (purchase method)


Metode pembelian didasarkan pada asumsi bahwa penggabungan usaha merupakan suatu transaksi
yang salah satu entitas memperoleh aktiva bersih dari perusahaan-perusahaan lain yang bergabung.
Berdasarkan metode ini perusahaan yang memperoleh atau membeli mencatat aktiva yang diterima dan
kewajiban yang ditanggung sebesar nilai wajarnya.
Biaya untuk memperoleh perusahaan (biaya perolehan) ditetapkan dengan cara yang sama seperti
pada transaksi lain. Biaya ini dialokasikan pada aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasikan sesuai
dengan nilai wajarnya pada tanggal penggabungan. Menurut PSAK tahun 2007 No.19 setiap kelebihan
biaya perolehan atas nilai wajar aktiva bersih yang diperoleh dialokasikan ke goodwill dan
diamortisasikan selama maksimum 20 tahun.

Prosedur Akuntansi Penggabungan usaha Metode Purchase


a. Menyesuaikan nilai aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang akan digabung
sebesar nilai wajarnya
b. Mencatat transaksi penggabungan sebesar nilai investasinya (biaya perolehan). Jika
pengakuisisi mengeluarkan saham, maka nilai wajar saham tersebut sebesar harga
pasar pada tanggal transaksi penggabungan. Bila harga pasar tidak dapat digunakan
sebagai indikator, maka diestimasi secara proporsional perusahaan pengakuisisi atau
yang diakuisisi (mana yang lebih dapat ditentukan).
c. Membuat jurnal pemilikan aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang digabung.
Apabila terjadi selisih antara nilai investasi dengan aktiva bersih yang diterima
8
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II
Setyo Mahanani, SE_UWH

perusahaan pengakuisisi, maka selisih tersebut dicatat ke dalam rekening goodwill


pada kelompok aktiva.
2.1.5. Menghitung kontribusi relatif perusahaan yang bergabung
Kontribusi relatif perusahaan yang bergabung
1. Kekayaan Bersih
2. Laba yg diproyeksikan
3. Kekayaan bersih Dan Goodwill
Untuk menghindari ketidak adilan tersebut,kontribusi masing masing pihak ditentukan dg
kemampuan lebih untuk mendapat keuntungan dan menambahkan jumlah tersebut ke
kekayaan bersih yang diserahkan. Dasar pembagian modal saham adalah kontribusi
relative daripada kekayaan bersih msg2 yg telah ditambah goodwill
Jika penggabungan dengan
PT Anom
PT Dian
PT Dani
Jumlah
mengeluarkan 1 jenis saham
Kekayaan bersih yang
diserahkan (tanpa goodwill)
Goodwill
Laba rata rata
Laba normal 6%
Kelebihan diatas laba normal
Kapitalisasi kelebihan laba
normal 20%
Kontribusi relatif kekayaan
bersih (termasuk goodwill)

15.000

22.500

37.500

75.000

2.250
900
1.350

2.250
1.350
900

3.000
2.250
750

6.750

4.500

3.750

15.000

21.750
24%

27.000
30%

41.250
46%

90.000
100%

2.1.6. Menganalisis kontribusi relatif perusahaan yang bergabung


a. Jika dasar yang dipakai adalah kekayaan bersih, maka rasio hak kepemilikian=
20:30:50.
b. Jika dasar yang dipakai adalah laba yang diproyeksikan, maka rasio hak
kepemilikan=30:30:40
c. Jika dasar yang dipakai adalah kekayaan bersih dan goodwill, maka rasio hak
kepemilikan= 24:30:46
2.2 Latihan

SOAL PILIHAN GANDA


1.
Jika Penggabungan Mengeluarkan 1
Jenis Saham
Aset Bersih tanpa goodwill

PT MERAH PT PUTIH
(Rp)
(Rp)
20.000.000

25.000.000

PT BIRU
(Rp)
35.000.000

Jumlah
(Rp)
80.000.000

9
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II
Setyo Mahanani, SE_UWH

Laba rata-rata
Laba normal 6%

3.000.000
1.200.000

3.000.000

4.000.000

1.500.000

2.100.000

Kelebihan diatas laba normal

1.800.000

1.500.000

1.900.000

Kapitalisasi kelebihan laba normal 20%

9.000.000

7.500.000

9.500.000

Kontribusi relatif kekayaan bersih


ditambah goodwill

26.000.000
?

Dari data diatas berapakah kontribusi relatif menurut kekayaan bersih ditambah goodwill
dari dari masing-masing perusahaan yang bergabung.
a. PT. MERAH 25%; PT. PUTIH 31% dan PT. BIRU 44%
b. PT. MERAH 20%; PT. PUTIH 33% dan PT. BIRU 47%
c. PT. MERAH 27%; PT. PUTIH 30% dan PT. BIRU 43%
d. PT. MERAH 37%; PT. PUTIH 33% dan PT. BIRU 30%
2. Dalam akuntansi untuk perusahaan yang berafiliasi , Controling interest adalah:
a. Hak induk perusahaan terhadap aktiva anak perusahaan
b. Hak anak perusahaan terhadap aktiva bersih induk perusahaan
c. Hak anak perusahaan terhadap aktiva bersih miliknya setelah dikuasai induk
perusahaan
d. Hak induk perusahaan terhadap modal bersih anak perusahaan
3. PT ABC dalam menggabungkan PT XYZ mengeluarkan saham 10.000 lembar dengan
nominal @ Rp 1.000 untuk mengganti aktiva bersih milik PT XYZ pada tanggal 1 Januari
2011. Pada tanggal tersebut nilai pasar saham adala @ Rp 2.500,00 per lembar. Dalam
proses penggabungan , PT ABC juga mengeluarkan biaya-biaya yaitu:
Biaya akuntan untuk membuat laporan keuangan .. Rp 300.000,00
Biaya hukum Rp 160.000,00
Biaya komisi .. Rp 560.000,00
Biaya percetakan saham . Rp
80.000,00
Biaya pendaftaran saham Rp 100.000,00
Biaya lain-lain Rp 300.000,00
Total biaya
Rp 1.500.000,00
Jika penggabungan usaha tersebut menggunakan metode purchase maka nilai investasinya
adalah sebesar :
a. Rp 26.320.000,00
b. Rp 32.820.000,00
c. Rp 37.000.000,00
d. Rp 37.180.000,00
4. Dalam metode cost, rugi dan laba anak perusahaan diakui pada saat :
a. Pada saat laba rugi tersebut dilaporkan
b. Pada saat pembelian anak perusahaan
10
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II
Setyo Mahanani, SE_UWH

c. Langsung diakui dengan mengadakan penyesuaian terhadap rekening investasi pada


saham anak perusahaan
d. Pada saat akan disusun neraca konsolidasi
5. Di dalam laporan keuangan konsolidasi, rekening KHPDNB (Kelebihan Harga Pokok Diatas
Nilai Buku) akan tampak pada :
a. Rekening neraca sebelah passiva
b. Rekening neraca sebelah aktiva
c. Rekening rugi laba sebelah harga pokok
d. Rekening rugi laba sebelah biaya
6. Pada akhir bulan juli 2012 PT ABC membeli 70% saham yang beredar milik PT 123. Pada
saat pembelian tersebut keadaan aktiva dan hutang milik PT 123 adalah sebagai berikut:
- Aktiva lancar
..
Rp 2.600.000
- Aktiva tetap
...
Rp 4.000.000
- Hutang
.
Rp 600.000
Dengan adanya pembelian saham tersebut, pada neraca konsolidasi PT ABC timbul rekening
Kelebihan Harga Pokok Diatas Nilai Buku (KHPDNB) sebesar Rp 3.200.000. apabila
disusun neraca konsolidasi, besarnya eliminasi atas investasi saham PT 123 adalah
a. Rp 2.240.000,00
b. Rp 4.620.000,00
c. Rp 7.400.000,00
d. Rp 4.200.000,00

SOAL URAIAN
1. PT. ABADI membeli 80% saham yang beredar milik PT. JAYA. Pada saat pembelian
tersebut keadaan neraca PT JAYA adalah sebagai berikut:
Kas Rp
200.000,00
Persediaan Rp 3.800.000,00
Persekot biaya Rp 1.200.000,00
Tanah Rp 3.000.000,00
Bangunan . Rp 1.500.000,00
Mobil .. Rp 3.500.000,00
Hutang dagang . Rp
300.000,00
Hutang obligasi . Rp
900.000,00
Setelah terjadinya transaksi pembelian tersebut, pada buku PT. ABADI timbul rekening
KHPDNB sebesar Rp 4.600.000,00.
Berdasarkan data diatas, jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:
Berapakah jumlahnya investasi saham PT. JAYA
Berapakah besarnya eliminasi atas modal PT. JAYA pada saat akan disusun neraca
konsolidasi
11
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II
Setyo Mahanani, SE_UWH

Apabila diketahui jumlah saham yang beredar milik PT. JAYA sebanyak 30.000 lembar,
berapakah nilai nominal perlembar saham PT. JAYA
2.3 Rangkuman

Penggabungan Usaha (Business combination) adalah Penyatuan dua atau lebih perusahaan
yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan perusahaan
lain atau memperoleh kendali atas aktiva dan operasi perusahaan lain
Sifat penggabungan usaha:
1. Integrasi Horisontal adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dalam lini usaha atau

pasar yang sama.


2. Integrasi vertical adalah penggabungan dua perusahaan atau lebih dengan operasi yang
berbeda secara berturut-turut, tahapan produksi atau distribusinya.
3. Integrasi konglomerasi adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dengan produk atau
jasa yang tidka saling berhubungan dan bermacam-macam.
Alasan-Alasan Penggabungan Usaha
Beberapa alas an penggabungan usaha untuk memperluas usaha adalah sbb:
1. Manfaat biaya (Cost Advantange). Acapkali lebih murah bagi perusahaan untuk
memperoleh fasilitas yang dibutuhkan melalui penggabungan dibandingkan melalui
pengembangan, terutama pada keadaan inflasi
2. Risiko Lebih Rendah (Lower Risk). Membeli lini produk dan pasar yang telah didirikan
biasanya lebih besar risikonya dibandingkan dengan mengembangkan produk baru dan
pasarnya. Penggabungan usaha kurang berisiko terutama ketika tujuannya adalah
diversifikasi.
3. Penundaan Operasi Lebih Sedikit (Fewer Operating Delays). Fasilitasfasilitas pabrik
yang diperoleh melalui penggabungan usaha dapat diharapkan untuk segera beroperasi.
Sedangkan apabila membangun fasilitas perusahaan yang baru akan menimbulkan masalah
yang baru juga misalnya perlunya izin pemerintah.
4. Mencegah Pengambilalihan (Avoidance of Takeovers). Beberapa perusahaan bergabung
untuk mencegah pengambilalihan diantara mereka.
5. Akuisisi Harta Tidak Berwujud (Acquisition of Intangible Assets).Penggabungan usaha
melibatkan penggabungan sumber daya tidak berwujud maupun berwujud. Akusisi atas hak
paten, hak atas mineral, database pelanggan, atau keahlian manajemen mungkin menjadi
faktor utama yang memotivasi suatu penggabungan usaha.
6. Alasan-alasan lain. Selain untuk perluasan, perusahaan-perusahaan mungkin memilih
penggabungan usaha untuk memperoleh manfaat dari segi pajak.
3. Penutup
3.1 - Evaluasi & Kunci Jawaban

SOAL PILIHAN GANDA


12
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II
Setyo Mahanani, SE_UWH

1.
Jika Penggabungan Mengeluarkan 1
Jenis Saham
Aset Bersih tanpa goodwill
Laba rata-rata
Laba normal 6%

PT MERAH PT PUTIH
(Rp)
(Rp)

PT BIRU
(Rp)

20.000.000

25.000.000

35.000.000

3.000.000

3.000.000

4.000.000

1.500.000

2.100.000

1.200.000

Kelebihan diatas laba normal

1.800.000

1.500.000

1.900.000

Kapitalisasi kelebihan laba normal 20%

9.000.000

7.500.000

9.500.000

Kontribusi relatif kekayaan bersih


ditambah goodwill

Jumlah
(Rp)
80.000.000

26.000.000
?

Dari data diatas berapakah kontribusi relatif menurut kekayaan bersih ditambah goodwill
dari dari masing-masing perusahaan yang bergabung.
e. PT. MERAH 25%; PT. PUTIH 31% dan PT. BIRU 44%
f. PT. MERAH 20%; PT. PUTIH 33% dan PT. BIRU 47%
g. PT. MERAH 27%; PT. PUTIH 30% dan PT. BIRU 43%
h. PT. MERAH 37%; PT. PUTIH 33% dan PT. BIRU 30%
2. Dalam akuntansi untuk perusahaan yang berafiliasi , Controling interest adalah:
e. Hak induk perusahaan terhadap aktiva anak perusahaan
f. Hak anak perusahaan terhadap aktiva bersih induk perusahaan
g. Hak anak perusahaan terhadap aktiva bersih miliknya setelah dikuasai induk
perusahaan
h. Hak induk perusahaan terhadap modal bersih anak perusahaan
3. PT ABC dalam menggabungkan PT XYZ mengeluarkan saham 10.000 lembar dengan
nominal @ Rp 1.000 untuk mengganti aktiva bersih milik PT XYZ pada tanggal 1 Januari
2011. Pada tanggal tersebut nilai pasar saham adala @ Rp 2.500,00 per lembar. Dalam
proses penggabungan , PT ABC juga mengeluarkan biaya-biaya yaitu:
Biaya akuntan untuk membuat laporan keuangan .. Rp 300.000,00
Biaya hukum Rp 160.000,00
Biaya komisi .. Rp 560.000,00
Biaya percetakan saham . Rp
80.000,00
Biaya pendaftaran saham Rp 100.000,00
Biaya lain-lain Rp 300.000,00
Total biaya
Rp 1.500.000,00
Jika penggabungan usaha tersebut menggunakan metode purchase maka nilai investasinya
adalah sebesar :
e. Rp 26.320.000,00
f. Rp 32.820.000,00
g. Rp 37.000.000,00
13
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II
Setyo Mahanani, SE_UWH

h. Rp 37.180.000,00
4. Dalam metode cost, rugi dan laba anak perusahaan diakui pada saat :
d. Pada saat laba rugi tersebut dilaporkan
e. Pada saat pembelian anak perusahaan
f. Langsung diakui dengan mengadakan penyesuaian terhadap rekening investasi pada
saham anak perusahaan
e. Pada saat akan disusun neraca konsolidasi
5. Di dalam laporan keuangan konsolidasi, rekening KHPDNB (Kelebihan Harga Pokok Diatas
Nilai Buku) akan tampak pada :
d. Rekening neraca sebelah passiva
e. Rekening neraca sebelah aktiva
f. Rekening rugi laba sebelah harga pokok
e. Rekening rugi laba sebelah biaya
6. Pada akhir bulan juli 2012 PT ABC membeli 70% saham yang beredar milik PT 123. Pada
saat pembelian tersebut keadaan aktiva dan hutang milik PT 123 adalah sebagai berikut:
- Aktiva lancar
..
Rp 2.600.000
- Aktiva tetap
...
Rp 4.000.000
- Hutang
.
Rp 600.000
Dengan adanya pembelian saham tersebut, pada neraca konsolidasi PT ABC timbul rekening
Kelebihan Harga Pokok Diatas Nilai Buku (KHPDNB) sebesar Rp 3.200.000. apabila
disusun neraca konsolidasi, besarnya eliminasi atas investasi saham PT 123 adalah
e. Rp 2.240.000,00
f. Rp 4.620.000,00
g. Rp 7.400.000,00
h. Rp 4.200.000,00
Kunci Jawaban :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

C
A
A
D
B
D

SOAL URAIAN
2. PT. ABADI membeli 80% saham yang beredar milik PT. JAYA. Pada saat pembelian
tersebut keadaan neraca PT JAYA adalah sebagai berikut:
Kas Rp
200.000,00
Persediaan Rp 3.800.000,00
Persekot biaya Rp 1.200.000,00
Tanah Rp 3.000.000,00
14
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II
Setyo Mahanani, SE_UWH

Bangunan . Rp 1.500.000,00
Mobil .. Rp 3.500.000,00
Hutang dagang . Rp
300.000,00
Hutang obligasi . Rp
900.000,00
Setelah terjadinya transaksi pembelian tersebut, pada buku PT. ABADI timbul rekening
KHPDNB sebesar Rp 4.600.000,00.
Berdasarkan data diatas, jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:
Berapakah jumlahnya investasi saham PT. JAYA
Berapakah besarnya eliminasi atas modal PT. JAYA pada saat akan disusun neraca
konsolidasi
Apabila diketahui jumlah saham yang beredar milik PT. JAYA sebanyak 30.000 lembar,
berapakah nilai nominal perlembar saham PT. JAYA
Kunci Jawaban:
Langkah 1

: menentukan asset bersih PT JAYA.


Asset bersih = Total Aset Total Hutang
= Rp 13.200.000 Rp 1.200.000,00
= 12.000.000,00

Jumlah investasi saham

= (80% x asset bersih) + KHPDNB


= Rp 9.600.000 + 4.600.000
= Rp 14.000.000

Besarnya eliminasi saham PT JAYA : Rp 9.600.000,00


Nilai nominal perlembar saham PT. JAYA = asset bersih / lembar saham
= 12.000.000/30.000
= 400
Jadi nilai nominal/ lembar saham jika saham yang beredar sebanyak 30.000 lembar.
3.2 Tindak Lanjut
DAFTAR PUSTAKA

Drs. Arifin S, pokok-pokok Akuntansi Lanjutan, Liberti (2010)


Stevanus Hadi Darmadji dan Yuliawati Tan, Akuntansi Lanjutan Sebuah Perspektif Indonesia,
Bayumedia (2007)
Floyd A. Beams- Amir Abadi Yusuf, Pearson education Asia(2000)

SENARAI

15
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II
Setyo Mahanani, SE_UWH

16
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II
Setyo Mahanani, SE_UWH