Anda di halaman 1dari 16

Bab 4

Maknit Listrik
Standar Kompetensi: Mahasiswa memahami konsep kemaknitan sebagai
dasar untuk mempelajari sumber-sumber listrik.
4.1. Maknit
Keberadaan maknit dan teori kemaknitan di bidang ketenagalistrikan sangat
penting. Oleh karena itu, untuk mempelajari sumber-sumber listrik harus memahami
teori kemaknitan, elektromaknet, dan induksi. Prinsip-prinsip dasar kemaknitan dan
induksi merupakan dasar opersional peralatan listrik dan elektronika. Hampir semua
system operasional peralatan listrik dan elektronika mempergunakan prinsip kerja
induksi elektro maknit. seperti yang digunakan pada: motor-motor listrik, generator,
transformator, dan alat-alat ukur listrik. Untuk alat-alat elektronika penggunaan
maknit dapat dijumpai pada alat penguat maknetik, mikropon, relay, speaker, bell,
dan sebagainya.
Maknit ditemukan oleh seorang ahli dari Yunani bernama Greek berupa batu
hitam yang mempunyai sifat dapat menarik benda metalis. Penemuan ini terjadi kirakira 2000 tahun SM di Asia Kecil dekat kota Magnesia. Orang Yunani kemudian
menyebutnya batu magnitie atau maknitis. Sementara itu orang-orang Cina telah
pula menyelidiki batu maknitis ini dan menyimpulkan bahwa batu magnit cenderung
menunjukan posisi dekat kutub utara dan selatan. Dari keadaan ini kemudian mereka
membuat kompas besar yang diletakkan di atas kayu yang terapung dalam bejana
berisi cairan untuk keperluan penelitian.
4.1.1. Kemaknitan
Kemaknitan adalah sifat yang dimiliki oleh logam tertentu untuk menarik besi
atau benda yang mengandung besi. Suatu benda dapat mengandung maknit apabila
kemaknitannya terpusat di tempat tertentu. Maknit yang kuat dapat menarik beban
yang lebih berat disbanding maknit yang lemah. Dari hasil percobaan yang telah
dilakukan, ternyata maknit yang terbuat dari besi lebih lemah dari pada maknit yang
dibuat dari logam campuran.

43

Gambar 4.1
Daya tarik maknit : (1) maknit besi; (2) maknit baja campuran.

4.1.2. Bentuk Maknit


Maknit terdapat dalam berbagai bentuk yang semuanya telah mempunyai
kemaknitan yang terpusat di suatu tempat (kutub). Kutub maknit terdiri dari kutub
utara (U) dan kutub selatan (S). Berdasarkan fungsinya maknit dapat dikenal dalam
berbagai bentuk, seperti: maknit jarum, maknit batang, maknit tapal kuda, dan maknit
sentral.

Gambar 4. 2
Bentuk-bentuk
jarum; (2) maknit

maknit: (1) maknit


batang; (3) maknit tapal
kuda;
(4) maknit sentral.

4.1.3. Kutub Maknit


Apabila serbuk besi ditaburkan pada sebuah maknit batang maka akan tampak
bahwa serbuk besi tersebut mengumpul pada ujung-ujung maknit batang logam
tersebut. Ujung batang logam yang dilekati serbuk besi dinamakan kutub dari maknit.
Berdasarkan kenyataan kutub-kutub maknit akan selalu menunjuk kearah utaraselatan. Kutub maknit yang menunjuk ke arah utara dinamakan Kutub Utara dan
kutub menunjuk kearah selatan dinamakan Kutub Selatan. Kejadian semacam ini
kemudian dimanfaatkan dalam pembuatan alat penunjuk arah atau kompas. Pada
kompas, sebuah maknit batang berbentuk jarum dapat berputar secara bebas
namun pada akhirnya akan selalu menunjuk kearah Kutub Utara dan Kutub Selatan
dari bumi ini.

Gambar. 4.3
Kutub maknit: (1)
serbuk besi yang

maknit batang; (2)


menempel
pada kutub maknit

44

Gambar. 4.4
Kompas
bermaknit; (2) gabus

gantung : (1)batang jarum


yang digantung pada
benang; (3) arah mata angin.

Pada batang logam yang tidak bermaknit, biasanya memiliki partikel-partikel


yang letaknya tidak beraturan sehingga mereka saling meniadakan kemaknitan
masing-masing. Sedangkan pada batang logam yang bermaknit kedudukan partikelpartikel tersebut, sangat teratur, sehingga kemaknitan yang timbul ialah jumlah dari
kemaknitan tiap-tiap partikel. Semakin banyak partikel-partikel pada suatu logam
yang kedudukannya teratur semakin besar pula kemaknitan yang timbul pada logam
tersebut.

Gambar. 3.5
Partikel-partikel logam: (1) partikel maknit batang yang tak teratur;
(2) partikel maknit batang yang teratur.

4.1.4. Medan Maknit


Sebenarnya kemaknitan suatu logam itu tidak dapat dilihat tetapi beberapa hasil
kerjanya dapat disaksikan. Untuk keperluan ini dapat menggunakan bantuan serbuk
besi.
Caranya; letakan sebuah maknit di bawah selembar kertas karton, plastik, atau
kaca tipis yang di atasnya ditaburi serbuk besi. Jika kertas karton tersebut diketokketok perlahan-lahan, maka serbuk besi itu akan mengatur diri dalam pola tertentu.
Pola ini yang dinamakan medan maknit.

45

Gambar 4.6
Kemaknitan : (1) serbuk besi; (2) kaca bening; (3) maknit; (4) medan
maknit yang terbentuk pada maknit tapal kuda.

4.1.5. Garis Gaya Maknit


Apabila medan maknit yang terbentuk dari serbuk besi kita ibaratkan garis-garis,
maka garis-garis itu kita namakan garis gaya maknit (flux).

Gambar. 4.7
Garis gaya
gaya maknit
gaya maknit

maknit : (1) garis


batang; (2) garis
tapal kuda.

Garis gaya maknit menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. Serbuk besi
membuat garis gaya di luar maknit. Garis-garis gaya ini walaupun banyak tetapi tidak
saling berpotongan dan selalu melebar menjauhi Kutub-kutub maknitnya. Namun
demikian, garis-garis gaya maknit juga banyak yang lewat di dalam logamnya dan
berkumpul di ujung logam. Makin banyak garis-garis gaya yang terpusat pada 1 cm 2
maka makin kuat gaya maknitnya atau kekuatan medannya. Oleh karena itu
kekuatan medan antara kutub-kutub maknit tapal kuda jauh lebih besar disbanding
kekuatan medan maknit batang.

Gambar. 4.8
Garis gaya maknit pada

magnit dengan luas


penampang 1 cm2

4.1.6. Interaksi Dua Kutub Maknit


Jika dua buah kutub maknit saling didekatkan maka dua kutub maknit itu akan
saling menarik atau saling menolak. Berdasarkan hasil percobaan, ternyata kutub
maknit yang sama misalnya: Kutub Utara dengan Kutub Utara akan saling menolak.
Sedangkan kutub maknit yang berlainan, misalnya: Kutub Utara dengan Kutub

46

Selatan akan saling menarik. Gaya yang diperlukan untuk menolak dan menarik ini
tergantung pada kekuatan maknitnya itu sendiri.

Gambar. 4.9
Interaksi dua kutub
tolak menolak; (3) tarik

maknit : (1) tolak menolak; (2)


menarik.

Berdasarkan Hukum Coulomb kekuatan gaya tarik menarik dan tolak menolak
dari kutub-kutub maknit dihitung dengan rumus :

= kekuatan (menarik atau menolak) antara kedua kutub diukur


dengan dyne; 1 dyne = 1,0197 x 10-3
= jumlah maknitisme pada masing-masing kutub diukur dengan
weber.
= jarak antara kedua kutub diukur dengan centimeter (cm).

m1, m2
r2

4.1.7. Arah Garis Gaya maknit


Arah garis gaya maknit yang timbul dari setiap kutub maknit sangat penting
untuk diketahui karena erat sekali hubungannya dengan arah arus listrik yang
ditimbulkannya. Berdasarkan perjanjian arah garis gaya maknit bergerak dari Kutub
Utara menuju Kutub Selatan. Berikut ini diperlihatkan arah garis maknit pada maknit
tapal kuda.

Gambar. 4.10
Arah garis gaya maknit
batang.

tapal kuda dalam menarik maknit

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:


1. Kutub-kutub maknit yang tolak menolak maka garis-garis gayanya berlawanan
arah.
47

2.

Kutub-kutub maknit yang tarik menarik maka garis-garis gayanya searah.

Gambar.
Garis gaya

4.11
maknit :
berlawanan arah dan searah.

4.2. Maknit Listrik


Maknit listrik adalah maknit yang timbul di sekitar penghantar listrik yang dialiri
arus listrik. Dari pelajaran teori elektron kita tahu bahwa elektron di dalam kawat
bergerak dari negatif ( - ) ke positif ( + ). Pengertian arus listrik di sini bukanlah arus
listrik menurut teori elektron, melainkan arus listrik menurut perjanjian yaitu : arus
mengalir dari positif ( + ) ke negatif ( - ). Ini penting sekali untuk diketahui karena
pada pelajaran ini setiap perkataan arus, selalu diartikan arus menurut perjanjian
yang mengalir dari positif ke negatif.

Gambar. 4.12
Arah aliran arus: (1) aliran arus menurut teori elektron; (2) aliran arus menurut perjanjian.

4.2.1. Medan Elektromaknit


Seperti halnya pada maknit biasa, pada elektromaknit pun memiliki medan
maknit. Medan maknit yang timbul karena adanya arus listrik yang melalui kawat
penghantar dinamakan medan elektromaknit. Untuk mengetahui bentuk medan
elektromaknit yang timbul di sekitar penghantar, dapat dilakukan suatu percobaan
sederhana. Perhatikan gambar berikut ini :

48

Gambar. 4.13
Medan elektromaknit pada penghantar: serbuk besi, penghantar, kertas, baterai,
medan maknit yang terbentuk digambarkan berupa garis melingkar.

Caranya: sebuah penghantar (kawat baja) ditusukan pada permukaan kertas. Bila
penghantar dialiri arus listrik dari baterai, kemudian permukaan kertas ditaburi serbuk
besi maka akan terbentuklah medan elektromaknit)
4.2.2. Arah Medan Elektromaknit
Bila suatu penghantar dilalui arus listrik, selama itu sepanjang penghantar
tersebut akan timbul medan elektromaknit. Arah medan elektromaknit di sekitar
penghantar dapat diketahui sedikitnya dengan dua cara, yaitu menggunakan kompas
kecil atau menggunakan kaidah tangan kanan.
4.2.3. Menggunakan kompas kecil
Sebuah kompas akan selalu menunjuk arah Kutub Utara dan Kutub Selatan,
namun bila ada arus mengalir di sekitarnya, jarum kompas akan merubah
kedudukannya secara otomatis. Dari hasil pengamatan ternyata arah gerak Kutub
Utara searah dengan arus yang mengalir pada penghantar tersebut. Dari kejadian ini
bila kompas-kompas kecil diletakan di sekitar penghantar, jarum-jarum Kutub Utara
kompas akan menunjukan arah yang sama (segaris). Arah jarum kompas ini
selanjutnya diartikan sebagai arah medan elektromaknit. Perhatikanlah gambar
berikut ini :

Gambar. 4.14
Arah
medan
elektromaknit:
penghantar arus; (2)
kompas-kompas
yang
menunjuk satu arah; (3) arah medan elektromaknit berputar ke kanan;
(4) arah medan elektromaknit berputar ke kiri.

(1)
kecil

4.2.4. Kaidah tangan kanan

49

Selain dengan kompas, arah medan elektromaknit dapat ditentukan dengan


menggunakan tangan kanan kita sendiri. Caranya: genggamlah penghantar tersebut
dengan tangan kanan yang posisinya dapat dilihat pada gambar 3 15 berikut ini.

Gambar. 4.15
Posisi
penghantar
arah medan

menggenggam
untuk menentukan
elektromaknit.

Pada posisi seperti gambar 3.15 dapat kita artikan sebagai berikut: ibu jari akan
menunjuk arah arus listrik dan arah medan elektromaknit yang mengelilingi
penghantar ditunjukan oleh jari-jari tangan. Pada cara ini kedudukan positif (+) harus
diletakan di sebelah kanan pula. Untuk selanjutnya arah arus dalam gambar
ditentukan dengan tanda silang ( x ) dan tanda titik ( . ).
Tanda silang ( x ) berarti arah aliran arus menjauhi kita.
Tanda titik ( . ) berarti arah aliran arus menuju kita.

Gambar. 4.16
Arah arus dalam
menjauh dari kita;

tanda : (1) arah arus


(2) arah arus menuju
kita.

Dengan menggunakan kaidah tangan kanan ini akhirnya dapat ditentukan arah
medan maknit dengan mudah walaupun penghantar yang dilalui arus tidak lurus,
seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:

50

Gambar
Arah

4.17
arus

pada

penghantar tidak lurus : (1) medan


elektromaknit pada rangkaian;
(2) medan elektromaknit pada penghantar melingkar; (3) medan elektromaknit pada
kumparan.

4.2.5. Maknit Kumparan


Suatu kumparan yang dialiri arus akan memiliki sifat seperti sebuah maknit.
Seperti halnya pada maknit buatan, medan maknit suatu kumparan dapat diperlihatkan dengan sebuah serbuk besi.

Gambar 4.18
Medan maknit pada sebuah kumparan

Karena memiliki sifat seperti maknit biasa (logam), maka pada maknik kumparan pun
memiliki kutub utara dan kutub selatan. Untuk mengetahui letak kutub-kutubnya
dapat menggunakan kompas atau kaidah tangan kanan. Apabila sebuah kompas
diletakkan di dekat ujung kumparan yang telah dihubungkan dengan sebuah baterai,
dapat dilihat kutub utara kompas dan kutub selatan kumparan akan saling menarik.

51

Gambar 4.19
Menentukan kutub dengan jarum kompas

Bila menentukan kutub utara mempergunakan kaidah tangan kanan dapat


dilakukan dengan cara: Genggamlah kumparan seperti yang diperlihatkan pada
gambar 3-20. Ibu jari akan menunjukkan ke arah kutub utara (U) sedangkan jari-jari
tangan menunjukan ke arah arus kumparan.

Gambar 4.20
Menentukan kutub dengan kaidah tangan kanan

4.2.7. Kekuatan Medan Elektromaknit


Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan medan elektromaknit ditentukan
oleh besar arus listrik yang mengalir dan jumlah lilitan pada kumparannya. Kekuatan
medan elektromaknit akan bertambah jika arusnya bertambah. Meskipun besar
arusnya tetap, kekuatan medan akan bertambah apabila jumlah gulungan pada
kumparan ditambah.

52

Gambar 4.21
Medan elektromaknit pada kumparan

4.3. Induksi
Pengertian dari induksi adalah suatu keadaan listrik hasil akibat adanya medan
maknit yang bangkit disekitar kumparan arus listrik. Telah diuraikan di muka bahwa
sebuah kumparan yang dilalui arus listrik akan timbul garis-garis gaya elektromaknit.
Jika garis-gsris gaya elektromaknit tersebut dipotong-potong oleh sebuah penghantar maka pada penghantar itu akan timbul gaya gerak listrik atau tegangan listrik
yang disebut tegangan induksi. Gaya gerak listrik (ggl) induksi banyak dimanfaatkan
untuk keperluan pembangkit tenaga listrik bahkan semua mesin listrik menggunakan
prinsip kerja induksi, seperti motor, generator, dan tansformator. Tegangan induksi
dapat diperoleh dengan cara:
a. Menggerakan medan maknit lewat penghantar yang diam.
Pada saat maknit tidak digerakkan/diam, maka tidak ada medan maknit
yang terpotong oleh penghantar sehingga jarum meter tidak menunjukkan angka
tegangan tertentu. Namun setelah maknit digerak-gerakan maka jarum meter
bergerak-gerak menunjukan adanya tegangan listrik induksi.

Gambar 4.2
Magnit batang yang digerakkan di sekitar penghantar yang diam

b. Mengerakan penghantar lewat medan maknit yang diam.

53

Pada saat penghantar tidak digerakan/diam, maka tidak ada medan maknit
yang terpotong oleh penghantar sehingga jarum meter tidak menunjukkan angka
tegangan tertentu. Namun setelah penghantar digerak-gerakan kini terlihat jarum
meter bergerak-gerak menunjukan angka tegangan tertentu.

Gambar 4.23
Kumparan kawat yang digerakkan di sekitar maknit batang

Jika menghendaki arus listrik yang tidak terputus-putus. Maka medan maknik
atau penghantarnya harus digerakkan secara terus-menerus. Ini dapat dicapai
dengan cara menggerakkannya secara diputar/berputar. Gerak putar ini adalah salah
satu prinsip kerja pembangkit listrik dan merupakan prinsip dasar sebuah generator
listrik.

Gambar 4.24
Maknit batang yang digerakkan secara berputar

54

Dari

peristiwa

ini

sebenarnya

menggerakkan

medan

maknit

maupun

mengerakkan penghantar hasilnya sama. Jarum meter akan senantiasa bergerak


jika medan maknit yang terpotong-potong. Dengan ini jelaslah untuk membangkitkan
tegangan listrik dibutuhkan gerak.
Untuk melipatgandakantegangan listrik induksi yang dibangkitkan dapat dilakukan menambah panjang kawat penghantar. Agar lebih praktis maka penghantar
kawat yang sangat panjang dapat di buat dalam bentuk gulungan atau kumparan.
Berikut ini diperlihatkan tegangan induksi yang dibangkitkan oleh kumparan kawat
yang diam.

Gambar 4.25
Timbulnya tegangan induksi dalam berbagai kondisi

Sebuah meter yang peka dihubungkan pada sebuah penghantar kumparan


yang diam. Jika maknit kita gerakan melewati dalam kumparan, terlihat jarum meter
bergerak. Namun jika maknit dihentikan, jarum kembali tidak bergerak. Selanjutnya
jika kita menggerakan lagi maknitnya ke atas, maka terlihatlah jarum meter bergerak
searah dengan gerakan maknit. Dengan menambah kecepatan gerak maknit atau
dengan menggunakan maknit yang lebih kuat, kita dapat melipat gandakan jumlah
arus induksi yang dibangkitkan.

4.3.1. Arah Arus Induksi


Gaya gerak listrik (ggl) induksi yang timbul pada rangkaian tertutup akan
menyebabkan mengalirnya arus induksi. Arah arus induksi yang dibangkitkan oleh
perpotongan garis-garis gaya maknit dengan penghantar diperlihatkan pada gambar
4.26.

55

Gambar 4.26
Arah arus induksi pada penghantar yang digerakkan dalam medan maknit

Agar mudah mengingat arah arus induksi, sebaiknya terapkan kaidah tangan
kanan. Caranya, letakan tangan kanan seperti gambar berikut ini.

Gambar 4.26
Kaidah tangan kanan

Dalam meletakan tangan kanan menghadap ke atas, anggaplah garis-garis


gaya maknit menembus telapak tangan dari atas menuju bawah. Arahkan ibu jari
kejurusan gerak penghantar. Pada posisi ini jari-jari akan menujukan arah dari aliran
arus (dari - ke +) denganujung positip (+) yang ditunjukan oleh jari-jari. Sedangkan
arah gerak penghantar ditunjuk oleh ibu jari.

56

4.3.2. Induksi Timbal Balik


Sebelumnya telah dijelaskan bahwa sekeliling penghantar dapat dibangkitkan
medan maknit yang disebabkan oleh aliran arus dalam penghantar. Medan maknit
akan meningkat jika arus yang mengalir meningkat dan jika arus mengecil maka
medan maknitpun akan mengecil. Jika suatu medan maknit bergerak memotong
penghantar yang diam, maka pada penghantar itu akan diinduksikan gaya gerak
listrik (ggl). Jika penghantar itu merupakan bagian dari rangkaian tertutup, maka ggl
yang diinduksikan akan menyebabkan adanya aliran arus. Pada saat arus meningkat
akan membangkitkan medan maknit yang meluas. Garis-garis gaya maknit akan
bergerak memotong penghantar disebelahnya dan menginduksikan ggl ke dalamnya.
Arah arus yang diinduksikan itu berlawanan dengan arah arus yang menginduksikan.
Peristiwa inilah yang disebut induksi timbal-balik (mutual induction). Tetapi pada saat
arus yang menginduksikan menurun, maka arah arus yang diinduksikan itu sama
dengan arah arus yang meginduksikan.
Dua buah kumparan yang ditempatkan saling berdekatan, maka antara satu
sama lain akan terjadi penginduksian yang lebih baik akan didapat jika kumparan itu
dililitkan pada satu inti besi yang sama.

Gambar 4.29
Dua buah kumparan yang berdekatan

Kumparan yang dihubungkan pada baterai lewat saklar disebut kumparan


primer. Pada kumparan primer inilah dibangkitkan garis-garis gaya elektromaknit
yang terpotong-potong oleh kumparan sekunder selama proses pembentukan
medan maknit. Jika arus di kumparan primer telah mencapai maksimum, maka besar
57

arus itu akan menjadi tetap. Pada saat ini dalam kumparan sekunder tidak terdapat
ggl dan arus yang diinduksikan. Namun pada saat saklar dibuka medan maknit di
kumparan primer menghilang dan gaya gerak listrik lawan diinduksikan ke dalam
kumparan sekunder. Adanya ggl ini mengakibatkan timbulnya medan maknit pada
kumparan sekunder. Sampai beberapa saat kemudian arus yang diinduksikan
menurun menjadi nol, demikian juga medan maknit yang diinduksikan. Untuk lebih
jelasnya perhatikan gambar berikut ini :

Gambar 4.29
Dua buah kumparan dipasang dalam satu inti dan dihubungkan dengan baterai

Oleh karena menggunakan sumber arus searah (DC) dari baterai, maka untuk
memperlihatkan pengaruh pemutusan arus menggunakan saklar. Arus balik ketika
saklar dibuka disebut Induksi-Diri. Namun jika menggunakan arus bolak-balik (AC)
tidak dibutuhkan lagi pemutus hubungan (saklar). Sebab pada arus bolak-balik
dalam satu gelombang terdapat gerak maju-mundur (saat positip dan negatip). Sifat
dari gaya gerak listrik induksi diri dengan arus bolak-balik diperlihatkan pada gambar
berikut ini:

Gambar 4.30
Sifat dari gaya gerak listrik induksi diri dengan arus bolak-balik

58