Anda di halaman 1dari 101

DI

KTAT

DTK

201
5

Tekni
kKI
MI
A

Akademi
sI
MTK201
5

#T
anggapBer
manf
aat

DAFTAR ISI

I.

Kimia Fisika

II.

Kimia Analitik

III.

Komputasi Numerik

IV.

Neraca Massa dan Energi

V.

Peristiwa Perpindahan

JANGAN TERPAKU PADA DIKTAT INI.


Diktat ini dijawab oleh mahasiswa.
Pemikiran dosen mungkin berbeda. Untuk
penggunaan diktat yang efektif,
berkonsultasilah dengan asisten dosen.

Kritik dan Saran : Dimas Nurwansyah TK 14


( 081934165726 )
Mahdi TK 14
( 081297100469 )

Ujian Tengah Semester Ganjil 2014/2015


Mata Kuliah : KIMIA FISIKA
Hari/Tgl

: Jumat / 24 Oktober 2014

Waktu

: 90 menit

Petunjuk
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Dilarang berkomunikasi dalam bentuk apapun termasuk pinjam meminjam alat tulis dan kalkulator.
Kalkulator HP tidak diizinkan
Kerjakan terlebih dahulu soal yang anda anggap paling mudah.
Periksa jawaban anda, jika masih ada sisa waktu.
Soal dikumpulkan bersamaan dengan buku jawaban.
Jangan lupa berdoa..... dan semoga sukses!!!

Soal 1(30)
Persamaan Van DerWaals dapat dituliskan sbb :
+

2
2

Jika diasumsikan bahwa persamaan ini bisa digunakan untuk menggambarkan properties dari
H2O pada 1,01325 bar dan 100,0oC, tentukan volume molar dan densitas dari H2O tersebut.
Berapa persenkah penyimpangannya jika dari hasil penelitian didapatkan densitas dari H 2O pada
kondisi di atas adalah 0,5974 kg/m3. Diketahui tekanan kritis, suhu kritis dan volume molar kritis
dari H2O adalah 218,3 atm, 647 K dan 0,09147 L/mol.

Soal 2 (40)
PCl5 dapat terdisosiasi menjadi PCl3 dan Cl2 mengikuti persamaan reaksi berikut ini :
5 3 + 2
Nilai konstanta kesetimbangan tekanan dari reaksi disosiasi tersebut adalah 1,78 pada suhu
250oC. Jika 0,04 mol PCl5 dimasukkan ke dalam reaktor yang berisi 0,2 mol Cl 2, tentukan :
a. Fraksi disosiasi jika tekanan reaktor dijaga pada 2 atm.
b. Fraksi disosiasi jika volume dijaga konstan pada 4 L.
c. Bandingkan fraksi disosiasi yang diperoleh jika tidak ada Cl 2 di dalam reaktor. Apakah
keberadaan Cl2 dapat menaikkan derajat disosiasi ?

Soal 3 (30)
Sulfurylchloride (SO2Cl2) merupakan senyawa yang berbahaya bagi manusia dan bersifat
korosi. SO2Cl2 (g) dapat terdekomposisi menjadi SO2(g) dan Cl2 (g). Untuk menentukan persamaan
laju reaksi terdekomposisi ini, dilakukan penelitian pada suhu tinggi, dengan data yang
diperoleh adalah tekanan total untuk setiap rentang waktu (t), seperti pada tabel di bawah ini :
t (jam)
Ptot (kPa)

0
11,07

3
14,79

6
17,26

9
18,90

12
19,99

15
20,71

Dari data yang diberikan, perkirakanlah metode apa yang paling tepat untuk menentukan orde
reaksi dan persamaan laju reaksinya. Kemudian tentukanlah orde reaksi dan persamaan laju
reaksi dekomposisi SO2Cl2 tersebut.

1. Diketahui : P = 1,01325 bar


T = 100
= 218,3 atm
= 647 K
= 0,09147 L/mol
= 0,5974 /3
Ditanya : persen penyimpangan perhitungan?
Jawab:
Mencari nilai a dan b dari persamaan van der waals
= 3 3
= 3 (0,09147
=
=

3
) 218,3 = 5,4794 2 /2

3
0,09147 /
= 0,03049 /
3

Persamaan van der waals


+
1+

= , dimana merupakan volume molar (L/mol)

5,4794
2

2 + 5,4794
2

0,03049 = 0,0821 373

0,03049 = 30,6233

3 0,03049 2 + 5,4794 0,1671 = 30,6233 2


3 30,474 2 + 5,4794 0,1671 = 0
1 = 30,474 /

= 30,474 /

2 = 0,141 /

3 = 0,038 /

18 /
=
= 0,591 /3

30,474 3 /

% =

0,591 0,5974
100% = 1,13%
0,5974

2.
5 3 + 2
= 1.78
= 250

a) = 2
PCl5
0,04
X
0,04-x

= 2 + 3 + 5 = 2
-

PCl3
x
x

Cl2
0,2
x
0,2+x

0.2 +
0.24 +

2 3
=
5

0.24 +

0.04
0.24 +
0.2 + 2
0.24 + 2
0.04

0.2 + 2
0.24 +
0.04

= 1.78

Menyelesaikan persamaan di atas untuk mendapatkan nilai x, didapatkan:


= 0.22 = 0.02
Kita mengambil nilai x=0.02 (nilai positif karena nilai mol bereaksi tidak mungkin
negatif)
% =

b) = 4

PCl5
0,04
X
0,04-x


0.02
100% =
100% = %

0.04

PCl3
x
x

1.78
0.082

(250+273)

= 0.0415

Cl2
0,2
x
0,2+x

0.2 +

2 3 2

= ( 3 ) = 0.24 + 0.24 +
5
0.04
( 5 )
0.24 +

0.2 + 2
0.2 + 2
0.24 +
0.24 +
=
=
= 0.0415
0.04
0.04
0.24 +
4 0.24 +

2 3
=
=
5

Menyelesaikan persamaan di atas untuk mendapatkan nilai x, didapatkan:


= 0.383 = 0.0173
Kita mengambil nilai x=0.0173 (nilai positif karena nilai mol bereaksi tidak mungkin
negatif)


0.0173
100% =
100%

0.04
= . %

% =

c) = 2

PCl5
0,04
X
0,04-x

= 2 + 3 + 5 = 2

2 3
=
5

PCl3

Cl2

x
x

x
x

0.04 +

0.04 +

0.04
0.04 +
2 2
0.04 + 2
0.04

2 2
0.04 +
0.04

= 1.78

Menyelesaikan persamaan di atas untuk mendapatkan nilai x, didapatkan:


= 0.027 = 0.027
Kita mengambil nilai x=0.027 (nilai positif karena nilai mol bereaksi tidak mungkin
negatif)
% =


0.027
100% =
100% = , %

0.04

% Disoiasi naik dengan tidak adanya Cl pada reaktor


= 4

= 0.0415

PCl5
0,04
X
0,04-x

PCl3

Cl2

x
x

x
x

1.78
=
0.082 (250 + 273)

2 3 2

= ( 3 ) = 0.04 + 0.04 +
5
0.04
( 5 )
0.04 +

2
2
0.04 +
0.04 +
=
=
= 0.0415
0.04
0.04

4
0.04 +
0.04 +

2 3
=
=
5

Menyelesaikan persamaan di atas untuk mendapatkan nilai x, didapatkan:


= 0.1993 = 0.0333
Kita mengambil nilai x=0.033 (nilai positif karena nilai mol bereaksi tidak mungkin
negatif)

0.0333
100% =
100%

0.04
= . %

% =

% Disoiasi naik dengan tidak adanya CL pada reaktor


3.
SO2Cl2

SO2

CL2

Po

Po - x

P total = (Po x) + x + x = Po + x
X = P Po
PA = Po x = Po (P Po) = 2Po P

Asumsi Reaksi berada pada ordo 1


Maka:

k=

2, 303 Po
log
t
PA

k=

2, 303 Po
log

2Po - P
t

t (jam)

P total

Po

2Po - P

k (sekon-1)

11.07

11.07

11.07

14.79

11.07

7.35

3.79271x10-05

17.26

11.07

4.88

3.79278 x10-05

18.9

11.07

3.24

3.79286 x10-05

12

19.99

11.07

2.15

3.79413 x10-05

15

20.71

11.07

1.43

3.79062 x10-05

Nilai k pada jam k 0 adalah 0, karena rekasi baru akan dimulai, sehingga laju akan = 0
Rata Rata nilai k adalah3.79262 x10-05

Karena Nilai k pada setiap waktu mendekati nilai k rata rata, maka orde rekasinya adalah
1

Laju reaksi =

v = 3, 79262 [ SO2Cl2 ]

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Ujian Tengah Semester Genap 2007/2008


Kimia Fisika 1
(90 menit)

1. Sebuah reactor, dengan volume V, digunakan untuk mengamati reaksi pembentukan


air. Ke dalam reactor tersebut dialirkan gas hydrogen dan oksigen, sampai tekanantekanan total campuran gas tersebut adalah 1,00 bar. Campuran kemudian bereaksi
membentuk air pada suhu T. Reaksi dibiarkan terjadi sampai selesai dan tekanan
parsial hydrogen yang tersisa adalah 0,35 bar. Jika diasumsikan bahwa tekanan diukur
pada kondisi suhu dan volume yang sama, hitunglah komposisi awal dari kedua gas
tersebut.
Jawab :
Dik. V, T
H2(g) + O2(g) H2O(l)

Ptotal = 1,00 bar

2H2(g) + O2(g) 2H2O(l)

PH2 = 0,35 bar


Dit. Komposisi awal ?
Jawab :

2H2(g) + O2(g) 2H2O(l)


Asumsitekanan O2 yang bereaksi = x
M

0,35+2x

2x

0,35

Ptotal = 1 atm
Ptotal = PH2 +PO2
1

= (0,35 + 2X) + X
124

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

= 0,35 + 3X

3X

= 0,65

= 0,22

Awal
P parsial O2 = 0,22atm
P parsial H2 =0,35 + 2 x 0,22 = 0,78 atm
JadiO2 : H2 = 2 : 7

2. Reaksi pembuatan ammonia dari nitrogen dan hydrogen merupakan reaksi reversible.
Penelitian sedang mempelajari bagaimana pengaruh tekanan terhadap kondisi
kesetimbangan reaksi ini. Penelitian tersebut mencoba mereaksikan nitrogen dan
hydrogen dengan perbandingan mol 1 : 3, dan tekanan dibuat bervariasi dari 100
sampai 1000 atm dengan P adalah 100 atm, dan untuk tekanan dihitung nilai fraksi
NH3 yang terbentuk 0,1 ; 0,18; 0,25; 0,32; 0,37; 0.42; 0,46; 0,50; 0,53; 0,56, berturutturut dengan kenaikan tekanan. Hitunglah nilai Kp berdasarkan data tersebut.
Jawab :
Dik.

1
2

2 +

3
2

2 3

N2 : H2 = 1 : 3
P

100

200

300

400

500

600

700

800

900

0,1

0,18

0,25

0,32

0,37

0,42

0,46

0,50

0,53

Dit.Kp ?
Jawab:
125

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Saat 100 atm


PNH3

= x NH3 X 100 atm


= 0,1 x 100 atm
= 10 atm

P N2 + P H2 = 100 -10 =90 atm


P N2

= 4 90
=22,5atm

P H2

= 4 90
= 67,5atm

Kp

3
1

22 22

10
22,5 67,5.3

= 3,801.10-3 atm-1

Dengan cara yang sama :


saat 200 atm
PNH3 = 36 atm
PNH2 = 41 atm
PH2
Kp

= 123 atm
= 4,121 x 10-3 atm-1

126

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

saat 300 atm


PNH3 = 75 atm
PNH2 = 56,25atm
PH2
Kp

= 168,75atm
= 4,562 x 10-3 atm-1

saat 400 atm


PNH3 = 128 atm
PNH2 = 68 atm
PH2
Kp

= 204 atm
= 5,327 x 10-3 atm-1

saat 500 atm


PNH3 = 185 atm
PNH2 = 78,75atm
PH2
Kp

= 236,25atm
= 5,741 x 10-3 atm-1

saat 600 atm


PNH3 = 252 atm
PNH2 = 87 atm

127

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

PH2
Kp

= 261 atm
= 6,407 x 10-3 atm-1

saat 700 atm


PNH3 = 322 atm
PNH2 = 94,5atm
PH2
Kp

= 283,5atm
= 6,939 x 10-3 atm-1

saat 800 atm


PNH3 = 400 atm
PNH2 = 100 atm
PH2
Kp

= 300 atm
= 7,698 x 10-3 atm-1

saat 900 atm


PNH3 = 477 atm
PNH2 = 105,75atm
PH2
Kp

= 317,25atm
= 8,209 x 10-3 atm-1

saat 1000 atm

128

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

PNH3 = 560 atm


PNH2 = 110 atm
PH2
Kp

= 330 atm
= 8,902 x 10-3 atm-1

3. The dissociation vaspor pressure of NH4Cl 4270C IS 608 kPa but at 4590C it has risen
to 1115 kPa. Calculate:
a. The equilibrium constant
b. The standard reaction free energy
c. The standard enthalpy
d. The standard entropy of dissociation
All at 4270C.assume that the vaspor behaves as a perfect gas and the standard
enthalpy and entropy are independent of temperature in the range given. (solid
ammonium chloride dissociates to gaseous ammonia and HCl.

Jikadimisalkan V total=100 liter, makadidapat V N 2=30L, V CO=50L, VH2=15L, dan


V O2=5L.
2 =

30 2 14
840
=

50 12 16
1400
=

2 =

15 2 1
30
=

2 =

5 2 16
160
=

129

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

= 840 + 1400 + 30 + 160

= 2430

%2 =

840
100% = 34,57%
2430

% =

1400
100% = 57,61%
2430

%2 =

30
100% = 1,23%
2430

%2 =

160
100% = 6,59%
2430

Dik :
Dis. Vapor P NH4Cl = 608 kPa = 6,08atm, 427oC = 700 K
Dis. Vapor P NH4Cl = 11,5kPa = 11,15 atm, 459oC = 732 K
H,S tidakdipengaruhiolehsuhu
NH4Cl (S)

NH3 (g) + HCl(g)

Dit :
a)

Kp

b)

c)

d)

Jawab :
NH4Cl (S)
Awal

NH3 (g) + HCl(g)


x

Reaksi x

130

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Sisa
a)

x-x

PNH3 = PHCl

PNH3 + PHCl = 6,08 atm


PNH3 + PNH3 = 6,08atm
2PNH3 = 6,08atm
PNH3 = 3,04atm = PHCl
Kp = [PNH3][PHCl]
Kp = [3,04][3,04]
Kp = 9,2416

b) G = -RT ln KP
G =- (1,982 cal. K-1. mol-1)(700K) ln 9,2416
G =- (1,982 cal. K-1. mol-1)(700K) 2,223715031
G =- 3092,96523 cal. mol-1
G =- 3092,97 cal. mol-1

c)

T = 732 K
PNH3 + PHCl = 11,15atm
2PNH3 = 11,15atm
PNH3 = 5,575 atm = PHCl

Kp = [PNH3][PHCl]
Kp=[ 5,575][5,575]
Kp = 31,080615 atm
Kp = 31,0806atm

2 1
2
=
1

1 2

31,0806
732 700
=

9,2416
1,987 700. 732

31,0806
32
=

9,2416
1,987 512400

31,0806
732 700
=

9,2416
1,987 700. 732
1,987. 512400 ln

31,0806
9,2416

32

1234868,784
32

= 38589,6495

131

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

= 38589,65

d) Go = Ho - TS

-3092,97 = 38589,65 700 K S

700K S = 41682,62
S =

41682 ,62
700K

S = 59,5466

S = 59,55

132

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

UTS KIMFIS I 2007

1.

For the reaction 2SO3(g)

= 2SO2(g) + O2(g) , Ho = 46980 cal and Go = 33460 cal at 25oT. Assuming Ho to

be independent of temperature, calculate :


a). Go2?
b). The degree of dissociation , of 2SO2(g) at 600 K and 0,5 atm total pressure

1.

Diketahui :
Ho= 46980 cal, H=/f(T)
Go1= 33460 cal
T1 = 298 K
T2 = 600 K
Ptot = 0,5 atm

Ditanya
a). Go2...?
b). ...?

Jawab
a). Go1 = - RT1 ln K1
33460 = -1,987. 298 ln K1
ln K1 = -56,508

ln

K 2 H T2 T1

K1
R T1T2

46980 600 - 298

1,987 298. 600


ln K 2 - 56,508 39,935
ln K 2 - ln K 1

ln K 2 - 16,573
K 2 6,346 x 10 -8 atm

133

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

G 02 RT2 lnK 2
G 02 - 1,987. 600.(-16,573)
G 02 19758 kal
b). 2SO3(g)

= 2SO2(g) + O2(g)

x- x

Ptot = x- x +x +x
0,5 = x+ x

0,5
1
1
2

P SO 2 2 PO 2
K
P SO 3 2
ax 2 ax
6,346 x 10 - 8
x ax 2
2

6,346 x 10 - 8


0,5
.
1 . 0,5
1 2
1

1
1
2
2

0,5

1
1

1 .1
2
2

0,25 2
2

0,25
1
1
2

1
1
2
-8
6,346 x 10
0,5 - 0,5 2
1
1
2

134

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

6,346 x 10 -8

0,0625 2
0,25 0,375 0,125 2

1,5865 x 10 -8 2,38 x 10 -8 1,5865 x 10 -8 3 0,0625 3


0,0625 3 - 1,5865 x 10 -8 2,38 x 10 -8 0
a 6,312 x 10 -3

Ps : nilai ini didapat dari kalkulator. Kalau sama bu Rita, musti pake trial and error. Jadi pinter-pinter aja
kombinasiin kalkulator ama trial and error yach.

2.

For the reaction MnCO3(g) = MnO(s) + CO2 (g), Go = 27660-14,16 T log10T + 10,7. 10-3T-2 - 10,19 T.
Determine the temperature at which the dissociation pressure of CO2(g) will be 0,5 atm.

MnCO3(g) = MnO(s) + CO2 (g),


senyawa berfasa gas pada reaksi disosiasi di atas hanya CO2. Oleh karena itu kesetimbangan hanya
dipengaruhi oleh CO2, sehingga

K PCO 2 0,5atm
G 0 - RT lnK
27660 - 14,16 Tlog10T 10,7 x10 3 T 2 - 1,987 Tln 0,5
14,16 Tlog10T - 10,7 x10 3 T 2 27669

karena terdapat fungsi log10T pada persamaan, maka persamaan menjadi sulit jika diselesaikan dengan
cara biasanya. Untuk itu, digunakan metode trial and error untuk mencari nilai T. diasumsikan
4,16Tlog10T 10,7 x 10-3 T2 + 11,57 T = x
Nilai T yang dicari akan didapatkan saat nilai x sama dengan 27660
Jika T1 = 600 K; maka x 26693
Jika T2 = 625 K; maka 27795
Dari kedua nilai T, kita lakukan interpolasi untuk mendapatkan nilai T saat x = 27600

135

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

x - x1
T - T1

x 2 - x 1 T2 - T1
27660 - 26693 T - 600

27795 - 26693 625 - 600


T 622 K
kalau tidak mau interpolasi, cari aja nilai T yang kalau dimasukin nilai x mendekati 27660.

3.

The composition of mixture of gases in percentage by volume is 30% N2, 50% CO, 15% H2, 5% O2. Calculate
the percentage by weight of each gas in the mixture.
Jawab:
P. V = nRT, sehingga % volume = % mol
Dalam 1 mol udara,
Mol N2

= 0,3 mol

massa N2

= 8,4 gr

Mol CO

= 0,5 mol

massa CO

= 14 gr

Mol H2

= 0,15 mol

massa H2

= 0,3 gr

Mol O2

= 0,05 mol

massa O2

= 1,6 gr

Massa total = 24,3 gr

% =

% 2 =
% =
% 2 =
% 2 =

8,4
24,3

. 100 % = 34,57%

14
24,3
0,3
24,3
1,6
24,3

. 100 %

. 100 % = 57,61%

. 100% =1,23 %

. 100% = 6,58 %

136

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

UJIAN TENGAH SEMESTER I-KIMIA ANALITIK 2006/2007


HARI : RABU 11 OKTOBER 2006 ; JAM : 10.00-11.40 (100 MENIT)
Pengajar : Elsa Krisanti Mulia, Ph.D , dan Ir. Dianursanti, MT
1.

Anda mendapat tugas untuk merancang suatu sel elektrokimia. Di lab anda menggunakan
satu gelas kimia, voltmeter yang dihubungkan ke elektroda perak, elektrode platina
dengan kawat tembaga. Gelas kimia anda isi dengan larutan HCl dan garam AgCl
berlebih, sehingga terdapat sejumlah padatan AgCl yang tidak terlarut di dasar gelas,
serta dialiri dengan gas Hidrogen. Pada keadaan awal anda menggunakan konsentrasi
HCl sebesar 1 M dan hidrogen bertekanan 1 atm. Anda memastikan bahwa larutan
elektrolit HCl telah jenuh oleh AgCl dengan melihat adanya endapan AgCl di dasar
gelas. Bagaimana anda menentukan :
a. Bagaimana anda menjelaskan kedua reaksi setengah yang terjadi pada masingmasing elektroda di sel tersebut? (karena konsentrasi ion Ag dalam larutan
kecil, reaksi hidrogen dengan ion Ag dianggap tidak signifikan). Diketahui
Ksp AgCl adalah 1.82 x 10-10
b. Karena sel ini adalah sel galvanik, elektroda mana yang menjadi anoda dan
katoda? Berapa besarnya potensial sel yang akan terukur pada voltmeter pada
kondisi awal ini?
c. Pada kondisi berikutnya, anda mengganti larutan dalam gelas kimia dengan
larutan HCl 0.25 M dan tekanan hidrogen yang dialirkan menjadi 1.25 atm.
Dapatkah anda memperkirakan besarnya potensial sel yang akan terbaca pada
voltmeter?

2. Untuk suatu sel elektrokimia dengan menggunakan penulisan sebagai berikut :


Pt| H2O2 (0.025 M) | H+ (?M) || Ag+(0.010 M) |Ag
Bagaimana Anda menjelaskan hal berikut:
a. Elektroda mana yang berfungsi sebagai katoda dan anoda serta bagaimana anda
menentukan potensial sel standar pada suhu 298 K?
b. Bila anda gunakan konsentrasi ion H+ sebesar 0.01 M, berapa potensial selnya? Jenis
sel elektrokimia apa bila dilihat dari besaran potensial selnya?
c. Berapa nilai potensial sel pada saat tercapai kesetimbangan kimia? Dapatkah anda
menentukan nilai tetapan kesetimbangan pada kondisi tersebut?

85

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

3. Anda mendapat tugas menganalisis kandungan ion nitrat dari sampel air sungai. Anda
melakukan analisis potensiometri langsung menggunakan larutan standar nitrat dengan
berbagai konsentrasi dari 50-300ppm, sehingga diperoleh kurva kalibrasi dengan
kemiringan sebesar -59.4 mV. Agar memperoleh hasil yang lebih teliti, anda melakukan
teknik adisi standar. Sewaktu 100 mL larutan sampel anda ukur potensialnya terbaca
nilai sebesar 80.3 mV. Kemudian pada sel yang sama anda masukkan larutan standar
sebanyak 0.9 mL dengan konsentrasi 300 ppm dan terukur potensial sebesar 59.7 mV.
a. Bagaimana anda menetapkan kandungan nitrat dalam sampel air tersebut dengan
teknik adisi standar?
b. Menurut anda apakah air sungai tersebut telah tercemar nitrat dan apakah masih
layak untuk diminum?
c. Jelaskan mengapa perlu dilakukan pengukuran larutan standar untuk membuat kurva
kalibrasi?
d. Mengapa pada analisis ion nitrat dengan potensiometri langsung digunakan larutan
(NH4)2SO4 sebagai larutan TISAB?
e. Apa keuntungan penggunaan elektroda indikator ISE berbentuk membran untuk
pengukuran ion?

86

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Jawaban

1. Diket

: elektrode inert : Pt
Ksp AgCl : 1,82 x 10-10
Padatan yang tersisa : AgCl
Konsentrasi HCl : 1M
Tekanan H+ : 1 atm

a. Tanya asisten
b. Karena merupakan sel galvanik, dimana reaksi harus berlangsung spontan tanpa
sumber tenaga dari luar maka Esel harus postif. Untuk mendapatkan Esel yang positif,
reaksi Ag + Cl- AgCl + e- haris dinalik menjadi realsi reduksi sehingga E sel menjadi
+0,22. Alasan mengapa yang mengalami reduksi AgCl sebab potensial reduksi standar
dari H+ adalah nol sehingga arah reaksi tidak memberikan pengaruh terhadap
perhitungan potensial sel. Karena AgCl yang mengalami reduksi, maka AgCl
merupakan katode dan H+ sebagai anode.
Katode : AgCl + e- Ag + Cl- E0 = +0,22V x2
2H+ + 2e- E0 = 0

Anode : H2
Katode :

2AgCl + 2e- 2Ag + 2Cl-

Anode :

H2

x1
E0 = +0,22V x2

2H+ + 2e-

E0 = 0

2AgCl(s) + H2(g) 2Ag(s) + 2H+(aq) + 2Cl-(aq)

c. HCl
0,25M

0,25 M

= 0 +

H+

Cl0,25M

0,0592
log

0,0592
[ +]2 [ ]2
= +
log
2
[ 2 ]
0

= 0,22 +

0,0592
[0,25]2 [0,25]2
log
2
1,25

Esel = 0,294V
2. Tanya asisten
87

E0 = +0,22V

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

UJIAN TENGAH SEMESTER I-KIMIA ANALITIK 2007/2008


HARI: Rabu, 24 Oktober 2007; JAM: 08.00-09.30 (100 MENIT)
Sifat Ujian: Buka Buku
Pengajar: Ir. Dianursanti, MT dan Ir. Eva Fathul Karamah, MT

1.

Untuk suatu reaksi kimia ini:

2Ag++Cu== 2Ag+Cu2+
Bagaimana anda menjelaskan hal berikut:
a. Bagaimana anda menentukan besarnya konstanta kesetimbangan reaksi bila diketahui
besarnya potensial standar Ag dan Cu masing-masing sebesar 0.799 V dan 0.337
V?(15%)
b. Berdasarkan nilai kesetimbangan tersebut, dapatkah anda menentukan nilai molar
Cu2+ dan Ag2+ dalam kesetimbangan bila diketahui jumlah awal konsentrasi AgNO 3
adalah 0.05 M.(15%)

2.

Anda mendapat tugas untuk menganalisis kandungan ion Cu dari sampel air sungai.
Anda melakukan analisis potensiometri langsung menggunakan elktroda selektif ion
tembaga dengan berbagai konsentrasi dari 50-300 ppm, sehingga diperoleh kurva
kalibrasi dengan kemiringan sebesar -59.4 mV. Agar memperoleh hasil yang lebih teliti,
anda melakukan teknik adisi standar. Sewaktu 100 mL larutan sampel anda ukur
potensialnya terbaca nilai sebesar 80.3 mV. Kemudian pada sel yang sama anda
masukkan larutan standar sebanyak 0.9 mL dengan konsentrasi 300 ppm dan terukur
potensial sebesar 59.7 mV.
a. Bagaimana anda menetapkan kandungan ion Cu dalam sampel air tersebut dengan
teknik adisi standar?(15%)
b. Menurut anda apakah air sungai tersebut telah tercemar ion Cu dan apakah masih
layak untuk diminum?(5%)
c. Jelaskan mengapa perlu dilakukan pengukuran larutan standar untuk membuat kurva
kalibrasi?(12%)
d. Mengapa pada analisis ion Cu dengan potensiometri langsung digunakan larutan
Na2HPO4 dan KH2PO4 sebagai larutan TISAB?(10%)

88

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

3.

Anda sedang mendapat tugas untuk mempelajari pencegahan korosi menggunakan cara
proteksi katodik. Anda tertarik dengan menggunakan batang magnesium sebagai anoda
sehingga pipa besi yang diamati dapat dicegah mengalami korosi.
a. Mengapa magnesium dapat digunakan sebagai lgam pencegahan korosi untuk logam
besi?(10%)
b. Bagaimana rancangan proteksi katodik besi dengan batang magnesium?(10%)
c. Reaksi apakah yang terjadi pada anoda dan katoda?(5%)

89

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Jawaban
1.

a. 0 + 0 2+ =

0.0592
2

1
+

0.0592

1
2+

(0 + 0 2+)2
2+
=
0.0592
+
2+
2 0.799 0.337
log =
=
+

0.0592
log = 15.61
= 4.1 1015
3 +

2+ =

b.

0.05
2

2+ =

2+ = 0.025

+
2

Dari harga K, dapat diasumsikan seluruh Ag+ tereduksi menjadi Ag pada saat kesetimbangan,
sehingga pada kesetimbangan dapat dikatakan bahwa konsentrasi [Ag+] mendekati NOL
sehingga
2+ = 0.025
2+
+

4.1 1015 =

0.025
+

+ = 2.5 109
Karena [Ag+] mendekati NOL, maka asumsi benar

2.

a.

10
=

300
59 .7803
59 .4

10

0.9
100.9
100
100.9

2.676
2.222 0.991

= 2.174

90

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

b.

Air sungai masih masih layak diminum apabila konsentrasi Cu 2+ di dalamnya masih

dalam ambang batas yang diperbolehkan oleh pihak berwenang (negara). Adapun ambang
batas yang diperbolehkan bagi Cu2+ adalah 5 ppm dalam air.Konsentrasi Cu2+ dalam air
sungai adalah 2.174 ppm sehingga masih layak diminum.

c.

Pembuatan kurva kalibrasi bertujuan untuk mendapatkan slope grafik linear yang
kemudian dipakai dalam perhitungan konsentrasi sampel. Kurva kalibrasi dipakai dalam
perhitungan konsentrasi sampel. Kurva kalibrasi dipakai untuk memudahkan mencari
konsentrasi sampel yang jumlahnya sedikit. Data yang dipakai untuk membuat grafik
tersebut ialah data konsentrasi, namun karena jumlahnya sedikit, pengukuran ion akan
sulit dilakukan Maka perlu dibuat larutan yang kandungannya sama dengan larutan ion
yang diuji. Larutan inilah yang disebut larutan standar. Dalam larutan standar itu,
dimasukkan ion yang diuji dalam berbagai konsentrasi sehingga didapat data potensial
sel. Data potensial sel dan log konsentrasi diplotkan untuk mendapatkan kurva kalibrasi.
Pengubahan potensial sel menjadi konsentrasi ion beresiko karena tidak adanya
hubungan linear antara keduanya. Maka disiapkan larutan standar yang ditambahkan
sampel dengan konsentrasi bervariasi. Potensial sel terukur dapat diplotkan terhadap
bermacam-macam konsentrasi larutan standar untuk menghasilkan data kurva kalibrasi.
d. TISAB adalah reagen yang ditambahkan ke larutan standar dan sampel untuk
menyamakan koefisien aktivitas antara standar dan sampel sehingga kekuatan ionnya
konstan. Fungsi penambahan TISAB adalah menjaga ion Cu tidak berikatan dengan
ion lain sehingga kekuatan ionnya konstan dan tidak terjadi perubahan pH yang
signifikan yang dapat mengganggu pengamatan. Tujuan menjaga kekuatan ion
konstan agar saat dibuat kurva kalibrasi pada metode potensial langsung, grafiknya
cenderung linier sehingga kemiringannya dapat ditentukan.

3.

a. Dalam deret volta, Mg berada pada posisi kiri Fe sehingga potensial reduksi Mg lebih
kecil

daripada potensial reduksi Fe. Hal ini mengakibatkan lebih mudahnya Mg teroksidasi
daripada Fe.Karena lebih mudah teroksidasi, maka Mg digunakan untuk mencegah korosi
pada Fe.Mg lebih mudah terkorosi dibandingkan dengan Fe.

91

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Magnesium akan berfungsi sebagai pereduktor yang menyebabkan reduksi pada besi. Maka
pada reaksi tersebut, yang mengalami oksidasi adalah Mg, bukan Fe.Magnesium pada hal ini
harus diganti secara berkala.
b.

Korosi terjadi saat arus listrik meninggalkan Mg. Mg bertindak sebagai anoda dan

pipa besi bertindak sebagai katoda. Pipa besi yang diproteksi, dialiri arus listrik melalui
anoda.
c.

Reaksi pada anoda:

Mg(s) Mg2+ + 2 eatau 2Mg(s) 2Mg2+ + 4e-

Reaksi pada katoda (Fe): 2 H2O(l)+O2+4e-4OH-(aq)


Besi sebagai katoda tidak mengalami reaksi reduksi. Akibatnya besi sebagai katoda
tidak ikut dalam reaksi redoks, melainkan air dan gas O2 yang ikut dalam reaksi (mengalami
reaksi reduksi).
Bila digabungkan:
Anoda:

2Mg(s) 2Mg2+ + 4e-

Katoda Fe(+):

2 H2O(l) + O2(g)+4e-4OH-(aq)
2Mg(s)+ 2 H2O(l)+ O2(g)2Mg2+(aq) + 4 OH-(aq)

92

UJIAN TENGAH SEMESTER KIMIA ANALITIK 2013/2014


Waktu : 100 menit
Sifat ujian : tutup buku
Pengajar : Dr. Dianursanti
Bagian 1 : jawablah dengan singkat soal-soal berikut ini
1. Liquid junction adalah ..........
2. Peranan TISAB dalam proses elektrolisis adalah .........
3. Tentukan konsentrasi larutan KMn)4 bila perubahan warna terjadi sewaktu 43,31 ml
larutan tersebut dititrasi oleh larutan garam Na2C2O4 yang berasal dari padatannya
seberat 0,2121 gram. Diketahui persamaan reaksi redoks :
2MnO4- + 5C2O42- + 16H+ 2Mn2+ + 10CO2 + 8H2O
4. Bagaimana membuat 0,52 l larutan Ba(OH)2 0,015 M dari padatan Ba(OH)2.8H2O
dengan BM 315.36 g//mol.
5. Ubahlah konsentrasi larutan Ni (II) 1 ppm menjadi konsentrasi dalam molaritas,
diketahui BA Ni = 58,70 g/mol
6. Bagaimana anda menulis reaksi redeoks yang lengkap dari persamaan reaksi berikut
ini dalam suasana asam?
Cr2O72- + I- === Cr3+ + I37. Jika diketahui untuk reaksi di atas: Eo Cr2O72-/ Cr3+ = 1,33 V dan Eo I-/ I3- = 0,536 V,
bagaimana anda menentukan tetapan kesetimbangannya.
8. Tentukan potensial elektroda Cd dalam larutan Cd 2+ 0,010 M, bila diketahui dari
tabel bahwa potensial elektroda standar Cd adalah -0,403V.
Bagian 2 : jelaskan jawaban anda berdasarkan landasar teori yang telah anda ketahui,
1. Anda melakukan percobaan di laboratorium sebagai berikut :
a. Siapkan 5 buah tabung reaksi, tandai masing masing sebagai A, B, ... hingga E.
b. Masukan ke dalamnya masing-masing paku yang sudah diamplas bersih.
c. Ke dalam tabung tersebut, rendamlah paku tadi dalam tabung A hingga E
berturut-turut menggunakan: air akuades, air panas mendidih, minyak tanah,
larutan garam, dan larutan H2SO4.
d. tutup tabung yang berisi air panas dengan rapat.
e. Percobaan diamatai selama 2 hari.
Ramalkan hasil yang terjadi pada paku dalam kelima tabung tersebut setelah 2 hari.
Jelaskan mengapa terjadi demikian?
2. Anda adalah tim peneliti LSM yang melakukan penelitian di desa Kampung Cisarua.
Menurut catatan Pusat Kesehatan Masyarakat, daerah tersebut menunjukkan angka
kesehatan yang rendah. Kebetulan LSM anda mendapat dukungan dana dari WHO

untuk program perbaikan kesehatan masyarakat. Anda melihat bahwa banyak


masyarakat Kampung Daun banyak bergantung pada aliran sungai Ciherang yang
melewati kampung tersebut. Anda banyak memperoleh informasi ke arah hulu
sungai ada beberapa lokasi pabrik yang biasa membuang limbahnya ke sungai itu.
Anda tertarik melakukan investigasi apakah sungai Ciherang sudah tercemar atau
belum oleh salah satu logam berat misalnya tembaga. Anda kemudian termasuk
menyusun proposal peneliatian.
a. Bagaimana anda menetapkan kemungkinan sungai itu tercemar oleh unsur
logam tembaga? (minimal 5 hlm)
b. Bagaimana anda menjelaskan usulan tentang metoda analisis unruk menentukan
kandungan ion logam tembaga pada sampel yang diambil dari aliran sungai
Ciherang?
c. Bagaimana anda menjelaskan mengapa bila menggunakan teknik potensiometri
langsung perlu dilakukan kalibrasi elektroda indikator terlebih dahulu?

JAWABAN UTS KIMIA ANALITIK 2013/2014


Bagian 1
2.

peranan TISAB dalam elektrolisi adalah meningkatkan kekuatan ion larutan ke tingkat
yang stabil; menyamakan kekuatan ion larutan standar dan larutan jenuh; membuat
korelasi linier antara konsentrasi analit dengan tegangan yang diukur; menjaga pH
aktivitas ion larutan standar.

4. untuk senyawa anhidrat


Massa Ba(OH)2 =

mol Ba(OH)2

gram Ba(OH)2

massa Ba(OH)2 =
1,28 gram

()2
()2 .82

x massa ()2 . 82

= 0,5 L x 0,015 M
= 0,0075 mol
= mol x mr
= 0,0075 mol x 171,34 gr/mol
= 1,28505 gr

()2
()2 .82
171,34 /
315,36 /

x massa ()2 . 82

x massa ()2 . 82

Massa ()2 . 82 = 2,37 gr

Jadi dibutuhkan 2,37 gr ()2 . 82 untuk membuat 0,15 L larutan Ba(OH)2 0,015 M
2,37

mol Ba(OH)2 .8H2O =

mol H2O = 0,06 mol karena Ba(OH)2 : H2O = 1 : 8


gr H2O
= mol x mr
= 0,06 mol x 18,0148 gr/mol
= 1,08 gr
Jadi dibutuhkan 1,08 gr air untuk membuat 0,5 L larutan Ba(OH)2 0,015 M

315,36 /

= 0,075 mol

6. Cr2O72- + ICr3+ + I3Red = Cr2O72- Cr3+


samakan jumlah unsur
Oks = I
I3
Red = Cr2O72- 2Cr3+
Oks = 3 I I3-

samakan jumlah oksigen dan muatan

Red = Cr2O72- + 14H+ + 6e 2Cr3+ + 7H2O (x1)


Oks = 3I I3- + 2e
(x3)

samakan jumlah unsur

Red = Cr2O72- + 14H+ + 6e 2Cr3+ + 7H2O (x1)


Oks = 9 I 3I3- + 6e
(x3)
2+
3+
Cr2O7 + 9 I + 14H 2Cr + 3I3 + 7H2O

samakan jumlah unsur


+

8. Tentukan potensial elektroda Cd dalam larutan Cd2+ 0,010 M, bila diketahui dari
tabel bahwa potensial elektroda standar Cd adalah -0,403 V
persamaan Nerst untuk kondisi standar :

E = E0

0,0591

log

[]
[2+ ]

untuk reaksi : Cd2+ + 2e Cd


karena pada soal tidak tertera reaksi teradi pada suhu dan tekanan tertentu, maka
reaksi terjadi pada kondisi standar, sehingga persamaan Nerst-nya adalah :
E = E0

0,0591

E = (-0,403 V)

log

[]
[2+ ]

0,0591

log

[0,010 ]
[0,010 ]

E = -0,403 V ( E = E0 pada kondisi standar)


Bagian 2
2. a. Warna air sungai
Bau air sungai
Adanya ikan atau makhluk hidup di sungai menjadi banyak yang mati
Air yang terasa gatal di kulit dll (kembangkan sendiri analisisnya)
b. jelaskan analisis masing-masing
3. diketahui persamaan reaksi redoks
2MnO4- + 5C2042- + 16H+ 2Mn2+ + 10CO2 + 8H2O
Volum KmnO4 = 43,31 ml
Massa Na2C2O4 = 0,2121 gr

Mr Na2C2O4 = 134 g/mol


Ditanya : konsentrasi larutan KmnO4
Jawab :
Mol Na2C2O4 =

0,2121
134 /

= 1,58 x 10-3 mol

2 Na+ + C2042-

Na2C2O4
1,58 x 10-3 mol

2MnO4-

5C2042- + 16H+ 2Mn2+ + 10CO2 + 8H2O

6,32 x 10-4

1,58 x 10-3 mol

1,58 x 10-3 mol

M KmnO4 = n/v
M=

6,32 104
43,31 103

M = 0,015

5. 1 ppm = 1 mg/L = 10-3 g/l ditanya M?


BA NI = 58,7 g/mol
M=

= x

M = 1,7 x 10-5 mol/L

103

1
58,7 /

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Prediksi sifat sifat tekanan uap murni suatu fluida hidrokarbon sebagai fungsi dari
suhu (T, dalam C) menggunakan model PersamaanAntoineberikut ini :
=

Untuk menghitung tetapan-tetapan A,B,C,dan D, jika diinginkan untuk memprediksi


tekanan uap dari fluida propionaldehyde, maka penulis terlebih dahulu harus melakukan
regresi-linier dari pasangan data percobaan pada tabel berikut ini :
n

T (C)

-23,4500

4,184869

-12,5609

5,551657

-1,6718

7,168120

9,2173

9,041533

20,1064

11,175412

30,9955

13,569919

41,8846

16,222309

52,7737

19,127386

63,6628

22,277937

10

74,5519

25,665137

(sumber : http://www.eng.auburn.edu/users/drmills/mans486/Diffusion%20Tube/Antoine_coefficient_table.PDF)

Dengan menggunakan pengetahuan kuliah penulis tentang regresi-linier beserta


pemrogramannya, baik menggunakan FORTRAN-77 (Silverfrost atau Force 3.xx) maupun
PASCAL (Ezy-Pascal atau pun Dev-Pascal), maka penulis diminta untuk menghitung hargaharga konstanta A,B,C,dan Dmenggunakan metode Eliminasi Gauss yang diprogram dalam
file *.for/*f atau pun *.pas/*.epas
Penulis juga diminta membuat TABEL (dalam kesatuan pengerjaan proyek ini) dan
program-program FORTRAN-77 dan PASCAL-nya yang diperlukan untuk penyelesaian
tersebut.

43

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Jawaban
Model Persamaan Antoine yang digunakan untuk menentukan tekanan uap murni
hidrokarbon (dalam kasus ini berupa propionaldehyde) sebagai fungsi dari suhu adalah :

...(1)

Dengan menggunakan sifat sifat logaritma natural (ln) persamaan di atas dapat diubah ke
dalam bentuk linier dengan langkah langkah sebagai berikut :
ln y = ln
ln y =

..(2)
+ .

Kedua ruas pada persamaan (2) dikalikan dengan (BT+A) sehingga menghasilkan persamaan
:
(B + A)ln y = B + A C
B. ln y + A. ln y = D. B + DA C
B . . ln y = DA C + D. B. + A. ln y...(3)

x1

x2

Persamaan (3) merupakan bentuk persamaan linier dari persamaan Antoine. Dalam
persamaan linear tersebut terdapat dua variabel bebas, yaitu x1 dan x2. Berdasarkan berbagai
literatur yang digunakan oleh penulis, diketahui bahwa tetapan B selalu memiliki nilai
sebesar 1 (satu) dalam persamaan Antoine. Oleh karena itu, persamaan dapat dituliskan
kembali menjadi :
. ln y = DA C + B. + A. ln y...(4)
atau
= + 1 + 2 ...(5)
dengan niai a setara dengan (DA-C), nilai b setara dengan B, dan nilai c setara dengan A.
Penyelesaian dengan sistem regresi-linier dapat dilakukan dengan menggunakan
konsep matriks A.x = b, di mana x merupakan matriks yang mengandung nilai nilai yang
dicari. Matriks x mengandung nilai intercept, koefisien dari x1, dan koefisien dari x2.
Matriks A yang digunakan merupakan matriks yang berukuran 3x3 sedangkan matriks
x dan b merupakan matriks berukuran 3x1. Elemen matriks A,b, dan x dapat ditentukan

44

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

dengan menentukan simpangan baku dari persamaan (5). Cara menentukan simpangan baku
tersebut adalah sebagai berikut :
( 1 2 )2 ...(6)

Untuk memperoleh nilai a, maka persamaan (6) diturunkan terhadap a dengan hasil turunan
sebesar 0. Langkah tersebut dapat dituliskan dalam persamaan matematis sebagai berikut :

1 2 1 = 0...(7)

Nilai b dan c dapat ditentukan dengan menggunakan prinsip yang sama seperti di atas, yaitu
penurunan simpangan baku terhadap b dan c sehingga diperoleh persamaan berikut :

1 2 1 = 0...(8)

1 2 2 = 0...(9)

Persamaan (7),(8), dan (9) dapat diubah ke persamaan ekuivalen sebagai berikut :
+

1 +

2 =

1 +

1 2 +

2 +

1 . 2 +

...(10)

1 . 2 =

1 . ...(11)

2 2 =

2 . ...(12)

Ketiga persamaan tersebut dapat diubah kembali ke dalam bentuk matriks ekuivalen
(perkalian matriks A.x=b) sebagai berikut :

1 2

1 . 2

1 . 2 . =

2
2

1 .
2 .

Setelah memperoleh persamaan matriks di atas, penulis membuat tabel yang berisi
data data serta pengolahan dari data tersebut (sesuai yang dibutuhkan dalam matriks) untuk
membantu proses perhitungan tetapan A,B,C,dan D. Tabel tersebut adalah sebagai berikut :
n

T (C) / x1

ln y / x2

(x1)2

(x2)2

x1.x2 / y

x1.y

x2.y

-23,4500

1,4315

549,9025

2,0491

-33,5681

787,1719

-48,0519

-12,5609

1,7141

157,7762

2,9381

-21,5306

270,4436

-36,9055

-1,6718

1,9696

2,7949

3,8795

-3,2928

5,5050

-6,4857

9,2173

2,2018

84,9586

4,8480

20,2949

187,0643

44,6859

20,1064

2,4137

404,2673

5,8260

48,5311

975,7865

117,1404

30,9955

2,6079

960,7210

6,8009

80,8318

2505,4216

210,7976

41,8846

2,7864

1754,3197

7,7640

116,7067

4888,2143

325,1901

52,7737

2,9511

2785,0634

8,7091

155,7416

8219,0595

459,6123

45

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

63,6628

3,1036

4052,9521

9,6323

197,5837

12578,7292

613,2200

10

74,5519

3,2451

5557,9858

10,5309

241,9309

18036,4061

785,0980

255,5095

24,4248

16310,7415

62,9779

803,2292

48453,802

2464,3012

Setelah memperoleh matriks yang akan digunakan dalam regresi linier serta
memperoleh data data yang dibutuhkan dalam proses perhitungan, penulis dapat menyusun
sebuah program yang dapat melakukan proses regresi-linier untuk menentukan koefisien dari
berbagi senyawa hidrokarbon dalam persamaan Antoine. Aplikasi yang digunakan penulis
untuk menyusun program ini adalah Silverfrost Plato dengan bahasa pemrograman
FORTRAN. Program yang disusun penulis adalah sebagai berikut :

46

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

47

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Untuk memperoleh output dari program, penulis harus menyiapkan sebuah file input
yang berisi nilai nilai data, yaitu jumlah data; data x1; data x2; dan data y. File input tersebut
dibuat dengan menggunakan aplikasi Notepad dan disimpan dengan format .DAT. Proses ini
dilakukan agar file input dapat dibaca oleh program persamaan Antoine yang dibuat serta
menghasilkan nilai nilai tetapan A,B,C,dan D yang diharapkan. Format file input tersebut
adalah sebagai berikut :

48

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Jumlah
Data
(N)

x1

x2

Setelah membuat file rancangan program dalam aplikasi Silverfrost Plato dan
menyiapkan file data input dalam format .DAT, penulis dapat menjalankan program yang
telah dibuat dan memperoleh output berupa tetapan A,B,C,dan D untuk persamaan Antoine
sebagai berikut :

Berdasarkan literatur yang diperoleh, penulis mengetahui besar tetapan A,B,C, dan D
untuk propionaldehyde adalah sebagai berikut :
A = 229,010
B=1
C = 1154,800
D = 7,04930
Apabila dibandingkan, nilai yang diperoleh dari penggunaan program persamaan Antoine
telah mendekati nilai yang diperoleh berdasarkan literatur.

49

Pembahasan

1. Pengerjaanuntuksoalpertamadilakukandenganmembuatmatriks 55 pada Microsoft Excel


besertadenganmatrikshasilnya. Berikutadalahtampilannya.

Penyelesaiandarimatriksinidapatdilakukandenganmemakairumusmatriksawalberikut.
=
di manamatriks A adalahmatriks55 yang ada di sebelahkiri, danmatriks b adalahmatriks
15 yang ada di sebelahkanan. Pemutaranrumusmenghasilkan:
=
Matriks x dapatdicaridenganmemakai formula Excel berikutpada 5 cell yang ada di
antarakeduamatrikstersebut:
{=(MMULT(MINVERSE(B29:F33),H29:H33))}
dimana B29:F33 adalaharraydarimatriks A, dan H29:H33 adalaharraydarimatriks b.
Fungsi MMULT merupakanfungsi yang digunakanuntukmengalikanmatrikssatudengan
yang lain, dan MINVERSE adalahfungsi yang digunakanuntukmelakukan invers
terhadapmatriks yang bersangkutan.Berikutadalahhasilnya.

Hasil di atasadalahhasiluntukpertanyaan a. Berikutadalahhasiluntukpertanyaan b.

2. Persamaan

yang

adapadasoalmasihbelumdalambentuk

yang

dapatditurunkandenganmudah. Olehkarenaitu, padakeduaruasdilakukanlogaritma natural


(ln) sebagaiberikut.
() = + +

+ ()

Lalu, nilailn ()dibuatsebagainilai y, sehinggadalammelakukanperhitunganlebihlanjut,


kitaperlumerubahnilai

yang

adamenjadinilailogaritmanaturalnya.Kemudian,

persamaansimpanganbakudapatdibuatsebagaiberikut:
= 0 1 2

2
3 ln

=0

Lalu, turunanparsialdariS terhadapmasing-masing parameter adalah:

1
= 0 + 2 1 + 2 + ln() 3 =
0

= 2 0 + 4 1 + 2 + ln() 2 3 = 2
1

1
1
ln

= 0 + 1 + 2 2 +
3 =
2

ln
= ln() 0 + ln() 2 1 +
2 + ln2 3 = ln
3

Maka, dapatdibuatmatriksdenganbentuk = dan denganisisebagaiberikut.

ln

ln 2

ln

ln 2

Dengan 15 titik data

1
2
ln

ln

ln2

0
1
2
3

ln()

yang sudahada, makasetiapnilai sigma/penjumlahan di

atasdapatdisiapkan agar perhitungannilai parameter a 0hingga a3dapatdihitung.

Padagambar di atas, cell yang berawrnabiruadalahhasilpenjumlahandarisetiapnilai yang


dimaksudkan di atas.Berikutadalahtampilanmatriksnya.

Dari matriksAdan b ini, kitadapatmencarinilaimatriks x yang berisinilai parameter a 0, a1,


a2, dan a3. Formula yang digunakanadalah:
{=(MMULT(MINVERSE(L23:O26),Q23:Q26))}
dimana

L23:O26adalaharraydarimatriks

A,

dan

Q23:Q26adalaharraydarimatriks

b.Berikutadalahhasildarisetiap parameter yang ada.

Dari

keempat

parameter

yang

sudahkitadapatkan,

kitadapatmenghitungulangnilaitekananuapMetanadenganrumusawal, yaitu:

= + +
+

Lalu, galat/kesalahanperhitunganbisadidapatdaripersamaanberikut:

% =

,
%

dimanaPv,caladalahnilaitekananuaphasilperhitungan. Nilaigalat yang dikehendakiadalah di


bawah 10-4.Berikutadalahhasilperhitungangalatnya.

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

NERACA MASSA DAN ENERGI


UTS NERACA MASSA DAN ENERGI
Soal 1 (40%)
Sebuah reaktor diumpankan dengan suatu campuran equimolar dari A,B, dan C untuk
menghasilkan D melalui reaksi
3

A + 2B + 2C 2D + E
Jika konversi di reaktor adalah 50% hitung jumlah mol D yang dihasilkan per mol umpan
reaktor
Soal 2 (60%)
Asam Perklorat dapat dihasilkan melalui diagram alir berikut:

Reaksinya adalah sebagai berikut


Ba(ClO4)2

H2SO4

BaSO4

2HClO4

H2SO4 diumpankan ke reaktor dengan jumlah 20% berlembih dari jumlah stokiometri ynag
dibutuhkan untuk reaksi dengan umpan segar Ba(ClO4)2 dan rasio jumlah mol H2SO4
terhadap

Ba(ClO4)2

yang masuk ke reaktoradalah 1:1:2. Jika 1000 kg/jam aliran 1

diumpankan ke reaktor . hitunglah semua nilai variabel aliran yang belum diketahui dan
asumsikan semua komposisi dalam fraksi berat.
3

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

JAWABAN
Soal 1 (40%)
Diketahui:
3
Reaksi
A + 2B + 2C 2D + E
Konversi di reaktor 50%
Ditanya:
Jumlah mol D yang dihasilkan per mol umpan reaktor?
Jawab
A
M
R
S

Jadi jumlah mol D =

+ 2B

1
0,25
0,75
0,5
3

1
0,5
0,5

1
0,375
0,625

=6

Soal 2 (60%)

Diketahui :
- Laju alir 1 = 100 kg/jam
- H2SO4 excess 20%
-H2SO4 : Ba(ClO4)2 = 1 : 1,2 mol
Reaksi dalam reaktor
Ba(ClO4)2
4

2D
0,5
0,5

+ E
0,25

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Ba(ClO4)2

+ H2SO4

BaSO4

2HClO4

1,2

0,833

0,833

0,833

0,833

0,367

0,167

0,833

1,666

Lihat separator 2
BaSO4 keluar semua di laju alir 8 dengan presentase 98%. Sehingga % mol Ba(ClO4)2
Adalah 0,017 mol
Lihat laju alir 4
Laju alir mol Ba(ClO4)2 = 0,367 0,017 = 0,35
Kita tahu bahwa :

2,678 kmol + x = laju alir Ba(ClO4)2 masuk reaktor


(x-0,85) 0,35

= 1,2

Sehingga laju alir


Ba(ClO4)2 masuk reaktor adalah 2,678 + 1,102 = 3,781 kmol
Sehingga diketahui
-

H2SO4 =3,151 Kmol


BaSO4 = 2,6248 Kmol
HClO4 = 5,25 Kmol
Ba(ClO4)2 = 0,0535 Kmol

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Ujian Tengah Semester Ganjil 2012/2013

Soal 1(30%)
Sebuah usaha laundry dapat membeli sabun yang mengandung 30% berat air dengan harga
$7 per kg. penjual sabun yang sama menawarkan sabun yang mengandung 5% (massa) air.
Jika ongkos kirim adalah $6 per 100 kg, berapa harga maksimum yang harus dibayar pemilik
laundry untuk pembelian sabun dengan kadar air 5% (massa)? Catatan: pembeli harus
memperhitungkan ongkos kirim.
Soal 2 (45%)
Methanol diproduksi dengan mereaksikan karbon monoksida dan hydrogen. Aliran umpan
segar yang mengandung CO dan H2 bergabung dengan aliran recycle, dan aliran gabungan ini
diumpankan ke reactor. Sebagian methanol yang meninggalkan reactor dikondensasikan dan
diambil sebagai produk. CO dan H2 yang tidak beraksi dan methanol yang tak terkondensasi
direcycle. Aliran yang meninggalkan reactor menuju condenser mempunyai laju 275
mol/menit dan mengandung 10,6% (massa) H2, 64% CO, dan 24,5 % methanol. Fraksi mol
methanol di dalam aliran recycle adalah 0,004.
Tentukanlah:
a. Gambar diagram alir proses beserta komponen- komponen dalam setiap alirannya
(gunakan notasi aliran berikut: F= umpan segar; F1= umpan ke reactor; R= recycle;
C= ke condenser; P= produk)
b. Laju alir produk methanol cair (mol/menit)
c. Laju alir molar CO dan H2 dalam aliran umpan segar (mol/menit)
d. Konversi H2 overall
e. Konversi H2 one-pass through
Soal 3 (25%)
Pembuatan suatu minuman fermentasi melibatkan sederet reaksi kompleks yang sebagian
besar dilakukan oleh mikro organism. Konsentrasi gula dalam larutan awal menentukan
kandungan bakteri baik dan rasa manis dari minuman. Oleh karena itu berat jenis (specific
gravity) dari larutan awal harus diatur untuk mencapai kualitas minuman yang diinginkan.
Suatu larutan awal memiliki berat jenis 1,075 dan mengandung 12,7% (beerat) gula. Jika
semua gula diasumsikan sebagai C12H22O11 tentukan:
a. Kg gula/ kg H2O
b. Lb larutan/ft3 larutan
c. g gula/L larutan

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

JAWABAN
(solved by WMP TK11)

Nomor 1
Basis = 100 kg sabun
Massa larutan sabun 70 % = 100/70 x 100 kg sabun = 142,86 kg larutan sabun
Harga

= (7$/kg)(142,86 kg) = 1000 $

Ongkos kirim = (0,006$/kg)(142,86 kg) = 8,572 $


Total

= 1008,572 $

Massa larutan sabun 95% = 100/95 x 100 kg sabun = 105,26 kg larutan sabun
Harga = ( z $/kg)(105,26 kg) = 105,26 z $
Ongkos kirim = (0,006$/kg)(105,26 kg) = 6,316 $
Total

= (105,26 z + 6,316) $

Harga maksimum yang harus dibayar untuk pembelian sabun dengan kadar air 5% supaya
tidak rugi yaitu:
Harga sabun dengan kadar air 5% = Harga sabun dengan kadar air 30%
(105,26 z + 6,316) $ = 1008,572 $
Z=

1008,5726,316
102,26

= 9,52 kg

.
7

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

b. Basis = 1 menit
C = 275 mol

Mencari persen mol masing-masing spesi pada C


Asumsikan ada 100 gram C
Massa CH4O

= 25,4 gr

mol CH4O

= 24,5/32 = 0,79375 mol

Massa H2 = 10,6 gr

mol H2 = 10,6/2 = 5,3000 mol

Massa CO = 64,0 gr

mol CO

= 64,0/28 = 2,2857 mol

Mol total

= 8,3795 mol

% mol CH4O = (0,79375 mol/8,3795 mol) x 100% = 9,47%


% mol H2 = (5,3000 mol/8,3795 mol) x 100% = 63,25%
% mol CO = (2,2857 mol/8,3795 mol) x 100% = 27,28%

Komposisi mol pada C


Mol CH4O = 9,47% x 275 mol = 26,04 mol

Note:

Mol H2 = 63,25% x 275 mol = 173,94 mol

Untuk reaktan:

Mol CO = 27,28% x 275 mol = 75,02 mol

In = mula-mula
Generated = 0

Pada kondensor:

Out = yang tersisa

C=P+R

Consumed = yang bereaksi

R=CP
Untuk produk:

R = 275 p

In = mula-mula
Generated = yang dihasilkan dari reaksi

Neraca massa CH4O pada kondensor


Out = total yang terbentuk

(9,47%)C = (100%)P + (0,4%)R


Consumed = 0

(9,47%)C = (100%)P + (0,4%)(275 P)


8

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

(9,47%)275

= (100%)P + (0,4%)(275 P)

26,04

= P + 1,1 0,004P

P=

c.

26,041,1
10,004

= 24,94 mol

Mol CH4O

= 24,94 mol

Laju CH4O

= 24,94 mol/menit

Menentukan nilai R
R=CP
R = 275 -24,94
R = 250 mol

Neraca massa H2 pada kondensor


(63,25%)C

= (0%)P + (X H2,R )R

(63,25%)275

= 0 + (X H2,R )250

X H2,R

= 0,696

Neraca massa COpada kondensor


(27,28%)C

= (0%)P + (X CO,R )R

(27,28%)275

= 0 + (X CO,R )250

X CO,R

= 0,3

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Pada reactor
CO

2H2

CH4O

In

Mol CO,F +
mol CO,R

Mol H2,F +mol


H2,R

1 mol

react

-25,04 mol

-50,08 mol

25,04 mol

Out

Mol CO,C

Mol H2,C

26,04 mol

Neraca massa CO pada reactor


In + generated = out + consumed
(Mol CO,F + mol CO,R) + 0 = (mol CO,C) + 25,04
Mol CO, F + (X CO,R )R + 0 = mol CO,C + 25,04
Mol CO, F + (0,3 )250 + 0 = 75,02 + 25,04
Mol CO,F = 25,06 mol

Neraca massa H2 pada reactor


In + generated = out + consumed
(mol H2,F + mol H2,R) + 0 = mol H2,C + 50,08
mol H2,F + (X H2,R )R + 0 = mol H2,C + 50,08
mol H2,F + (0,696)250 + 0 = 173,94 + 50,08
mol H2,F = 50,02 mol

d.

konversi H2 overall
mol H2 , F mol H2 , P
50,02 0
100% =
100% = 100%
mol H2 , F
50,02

e.

Konversi H2 one-pass through

10

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

mol H2 , F1 mol H2 , C
50,02 + 0,696 250 173,94
100% =
100%
mol H2 , F1
50,02 + 0,696 250
= 22,36%

Nomor 3
Specific grafity (sp) larutan = 1,075
%(m) gula = 12,7%
a. Basis = 100 kg larutan
Massa gula = 12,7%(100 kg) = 12,7 kg gula
Massa air = 100 kg 12,7 kg = 87,3 kg air
kg gula
12,7 kg
=
= 0,145
kg air
87,3 kg
b.

Basis = 1 lb larutan
Massa jenis larutan

= sp larutan x massa jenis H2O


= 1,075 x 62,3 lb/ft3
= 66,97 lb/ft3

c.

Basis = 1 gr larutan
Massa gula = 12,7% x 1 gr larutan = 0,127 gr gula
Massa jenis larutan

= sp x massa jenis H2O


= 1,075 x (1 gr/cm3)
= 1,075 x (1000 gr/L)
= 1075 gr/L

Volume larutan = massa larutan/ massa jenis larutan


= 1 gr/(1075 gr/L)
= 9,3 x 10-4 L
Gr gula/ L larutan= (0,127 gr gula)/( 9,3 x 10-4 L)
=136,53 gr gula/ L larutan

11

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Ujian Tengah Semester Ganjil 2009/2010 - Program Studi Teknik Kimia S1 Reguler
Neraca Massa dan Energi
Sifat

: Open Book

Hari/Tanggal : Kamis/22 Oktober 2009


Waktu

: 90 menit

Dosen

: Prof. Dr. Ir. M. Nasikin M.Eng.


Ir. Eva F. Karamah, MT.

1. Salah satu metode yang sudah sangat luas digunakan untuk pemurnian gas adalah dengan
mengabsorpsi secara selektif komponen gas yang tidak diinginkan ke dalam medium
liquid tertentu. Medium liquid selanjutnya diregenerasi dengan penanganan panas atau
kimiawi untuk melepaskan material yang diabsorpsi. Pada suatu instalasi system
pemurnian untuk menyisihkan senyawa sulfur yang dirancang untuk beroperasi pada laju
hingga 820 mol/jam, secara temporer dimasukkan umpan dengan laju 1000 mol/jam
umpan. Karena hanya 82% dari umpan yang dapat diolah, diusulkan utnuk mem-by-pass
aliran sehingga konsentrasi H2S keluaran harus dikurangi secara signifikan supaya aliran
keluaran campuran hanya mengandung 1% H2S dan 0,3% COS (basis mol). Sistem dapat
mengabsorpsi semua COS dan satu mol CO2 per mol H2S terabsorpsi. Hitunglah semua
aliran dalam system jika umpan mengandung 15% ( mol) CO2, 5% H2S, dan 14,1% COS,
sisanya CH4
2. Asam asetat dapat dihasilkan melalui reaksi:
3C2H5OH + 2Na2Cr2O7 + 8H2SO4 3CH3COOH + 2Cr2(SO4)3 + 2Na2SO4 + 11H2O
Pada system dengan daur ulang seperti di bawah ini, konversi C2H5OH overall sebesar
90% diperoleh jika aliran daur ulang sama dengan laju umpan segar C 2H5OH. Laju
umpan segar H2SO4dan 2Na2Cr2O7 masing-masing berlebih 20 dan 10 % dari jumlah
stoikiometrik yang dibutuhkan untuk umpan segar C 2H5OH. Jika aliran daur ulang
mengandung 94% H2SO4dan sisanya C2H5OH, hitunglah aliran dan komposisi produk
limbah serta konversi reactor sekali lewat (single pass).

28

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Jawaban
Nomor 1
F2 = 180 mol
C02 = 15% = 27 mol
H2S = 5% = 9 mol
COS = 1,4% = 2,5 mol
CH4 = 78,6% = 141,5 mol

Diketahui:
Basis : 1 jam

F3 = ? mol
C02 = ?
H2 S = ?
COS = ?
CH4= ?

Splitter

F = 1000 mol
C02 = 15% = 150 mol
H2S = 5% = 50 mol
COS = 1,4% = 14 mol
CH4 = 78,6% = 786 mol

Sistem
absorpsi

F1 = 820 mol
C02 = 15% = 123 mol
H2S = 5% = 41 mol
COS = 1,4% = 11,5 mol
CH4 = 78,6% = 644,5 mol

P = ? mol
CO2 = ?
H2S = 1%
COS = 0,3 %
CH4 = ?

mixer

A = ? mol
C02 = ?
H2S = ?
COS = ?

Neraca massa total :


F

= F1

F2

F1

=A

F3

F2

F3

=P

Karena hanya 82% feed yang masuk ke sistem absorpsi, maka F di split (dipisahkan
menjadi dua aliran dengan komposisi aliran sama) F1 sebesar 820 mol dan F2 sebesar
180 mol. Dengan komposisi:
F1 = 820 mol

F2 = 180 mol

C02 = 15% = 123 mol

C02 = 15% = 27 mol

H2S = 5% = 41 mol

H2S = 5% = 9 mol

COS = 1,4% = 11,5 mol

COS = 1,4% = 2,5 mol

CH4 = 78,6% = 644,5 mol

CH4 = 78,6% = 141,5 mol

Kemudian dari informasi skema diketahui CH4 tidak ikut terabsorpsi sehingga pada F3, nilai
CH4F3 = CH4F1 = 644,5 mol, sehingga
29

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

CH4p = CH4F2 + CH4F3

= 141,5 mol + 644,5 mol

= 768 mol

Kemudian dari soal diketahui bahwa pada sistem absorpsi, setiap mol H2S yang terabsorp
juga akan terabsorp 1 mol CO2dan semua COS, maka pada neraca A:
H2S (A)

= 41 mol (terserap semua)

CO2(A)

= 41 mol (mengikuti aturan 1 mol H2S terserap)


= 1 mol CO2ikut terserap

COS (A)

= 11,5 mol (terserap semua karena mengikuti aturan semua COS terserap per 1
mol H2S)

= 41 mol + 41 mol + 11,5 mol


= 93,5 mol

Maka neraca F3
CH4 (F3)

= 644,5 mol

CO2(F3) = CO2 (F1) - CO2 (A)


= 123 mol 41 mol

H2S (F3)

= 0 mol

COS (F3)

= 0 mol

F3

= 644,5 mol + 82 mol

= 82 mol

= 726,5 mol

Sehingga
F2 + F3

=P

= 180 mol + 726,5 mol


= 906,5 mol

Neraca P:
CH4 (P)

= 786 mol

Atau,

CO2 (P)

= CO2 (F2)+ CO2 (F3)

H2S (P)

= 27 mol + 82 mol

= 9 mol

= 109 mol
H2S (P)

= H2S (F2)

COS (P)

= 1% (P)

= 0,3% (P)
= 2,5 mol

= 9 mol

Atau,
COS (P)

= COS (F2)
= 2,5 mol

30

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Gambar akhir menjadi:

F3= 726,5 mol


C02 = 82 mol
H2S = 0 mol
COS = 0 mol
CH4= 644,5 mol

F2 = 180 mol
C02 = 15% = 27 mol
H2S = 5% = 9 mol
COS = 1,4% = 2,5 mol
CH4 = 78,6% = 141,5 mol

Sistem absorpsi
F = 1000 mol
C02 = 15% = 150 mol
H2S = 5% = 50 mol
COS = 1,4% = 14 mol
CH4 = 78,6% = 786 mol

Splitter

mixer
F1 = 820 mol
C02 = 15% = 123 mol
H2S = 5% = 41 mol
COS = 1,4% = 11,5 mol
CH4 = 78,6% = 644,5 mol

P = 906,5 mol
CO2 = 109 mol
H2S = 1% = 9 mol
COS = 0,3 % = 2,5 mol
CH4 = 786 mol

A = 93,5 mol
C02 = 41 mol
H2S = 41 mol
COS = 11,5 mol

Komposisi aliran
Komponen

F1

mol

CH4

786

H2S

mol

F2
%

mol

A
mol

mol

78,6 644,5 78,6 141,5 78,6 -

644,5 88,7 786

50

41

41

43,8 -

COS

14

1,4

11,5

1,4

2,5

1,4

11,5 12,4 -

2,5

0,3

CO2

150

15

123

15

27

15

41

11,3 109

12

Total

1000 100

820

100

180

100

93,5 100

31

F3

43,8 82

726,5 100

mol

%
86,7

906,5 100

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Nomor 2
Reaksi :
3C2H5OH + 2Na2Cr2O7 + 8H2SO4 3CH3COOH + 2Cr2(SO4)3 + 2Na2SO4 + 11H2O
Skema:
Basis : 100 mol F1

F2
H2SO4

F1
C2H5OH

P
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O7
CH3COOH
Cr2(SO4)3
Na2SO4
H2O

F3
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O

Mixe
r

Reaktor

R
C2H5OH
H2SO4

D
CH3COOH
S
E
P
A
R
A
T
O
R

W
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O7
Cr2(SO4)3
Na2SO4
H2O

Dari informasi soal diketahui :


-

Konversi overall sebesar 90%

Aliran recycle

= umpan segar C2H5OH = 100 mol

H2SO4 (R)

= 94% (R)

C2H5OH(R) = 6% (R)

Laju umpan segar F2 untuk H2SO4 excess 20% dan untuk Na2Cr2O7excess 10%

= 94 mol

= 6 mol

stoikiometrik C2H5OH
-

H2SO4

= 8/3 (F1)

= 8/3 (100 mol)


= 266,6 mol, karena excess 20%

Na2Cr2O7

= 2/3 (F1)

= 2/3 (100 mol)


= 66,6 mol, karena excess 10%

= 320 mol

Pada D hanya ada CH3COOH, di W tidak terdapat CH3COOH.

32

= 73,3 mol

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Untuk mencari komposisi limbah mula-mula dibutuhkan reaksi overall, yaitu reaksi yang
hanya menyangkut sistem keseluruhan dengan input berupa F1 dan F2 kemudian output
berupa D dan W. Pada reaksi overall dengan konversi 90%, didapat data sebagai berikut:
F2
H2SO4
D
Na2Cr2O7
CH COOH
3

W
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O7
Cr2(SO4)3
Na2SO4
H2O

Overall sistem
90% Konversi
F1
C2H5OH

3C2H5OH + 2Na2Cr2O7 + 8H2SO4 3CH3COOH + 2Cr2(SO4)3 + 2Na2SO4 + 11H2O


Awal 100 mol

73,3 mol

320 mol

Reaksi 90 mol

60 mol

240 mol

90 mol

60 mol

60 mol

330 mol

13,3 mol

80 mol

90 mol

60 mol

60 mol

330 mol

Sisa

10 mol

Sehingga:
pada D karena hanya berupaCH3COOH maka hanya terdapat CH3COOH sebanyak 90 mol.
Dan pada W terdapat :
C2H5OH w = 10 mol

Cr2(SO4)3w = 60 mol

Na2Cr2O7w = 13,3 mol

Na2SO4w

= 60 mol

H2SO4w

Air w

= 330 mol

= 80 mol

Kemudian untuk menentukan konversi sekali jalan reaktor dibutuhkan neraca reaksi input
dan output yaitu F3 dan P. Diketahui bahwa komposisi produk reaktor yaitu CH3COOH,
Cr2(SO4)3, Na2SO4dan air tidak berubah pada P karena tidak keempat komponen tersebut
tidak mengalami reaksi lagi sejak P hingga ke D dan W.
F3
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O7

Reaktor
X% konversi

33

P
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O7
CH3COOH
Cr2(SO4)3
Na2SO4
H2O

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Komposisi P:
CH3COOH p = 90 mol

Na2SO4p

= 60 mol

Cr2(SO4)3p

Air p

= 330 mol

= 60 mol

Kemudian pada F3 merupakan reaktan berupa campuran aliran dari F1, F2 dan R sehingga
komposisi pada F3:
C2H5OH F3

= C2H5OH F1 + C2H5OH R = 100 mol + 6 mol

H2SO4F3

= H2SO4F2 + H2SO4R = 320 mol + 94 mol

Na2Cr2O7F3

= Na2Cr2O7F2

= 106 mol

= 414 mol

= 73,3 mol

Sehingga persamaan reaksinya:


3C2H5OH + 2Na2Cr2O7 + 8H2SO4 3CH3COOH + 2Cr2(SO4)3 + 2Na2SO4 + 11H2O
Awal 106 mol

73,3 mol

414 mol

Reaksi 90 mol

60 mol

240 mol

90 mol

60 mol

60 mol

330 mol

13,3 mol

174 mol

90 mol

60 mol

60 mol

330 mol

Sisa

16 mol

Sehingga pada P terdapat komposisi:


C2H5OH p

= 16 mol

Cr2(SO4)3p

= 60 mol

Na2Cr2O7p

= 13,3 mol

Na2SO4p

= 60 mol

H2SO4p

= 174 mol

Air p

= 330 mol

CH3COOH p = 90 mol
Sehingga konversi C2H5OH pada reaktor adalah
C2H5OH F3C2H5OH p
C2H5OH F3

106 mol 16 mol


106 mol

= 0,85 = 85%

34

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Ringkasan hasil hitungan:


F1

F2

F3

(mol)

(mol)

(mol)

(mol)

(mol)

(mol)

(mol)

C2H5OH

100

106

16

10

H2SO4

320

94

414

174

80

Na2Cr2O7

73,3

73,3

13,3

13,3

CH3COOH

90

90

Cr2(SO4)3

60

60

Na2SO4

60

60

Air

330

330

Total

100

393,3

100

593,3

743,3

90

553,3

Komponen

35

Ujian Tengah Semester


Mata Kuliah Neraca Massa dan Energi
Rabu, 23 Oktober 2013
Waktu 10.00 12.20 WIB (150 menit)
Penjelasan :
-

Ujian bersifat open book


Ujian ini berisi 3 soal. Bobot penelian tertera pada nomor soal!
Jawablah yang dianggap lebih mudah terlebih dahulu!

Soal :
1. Dalam proses pembuatan air desalinasi (P) dari laut dengan menggunakan alat RO,
akan dilakukan recycle seperti skema berikut ini
R recycle Air garam

F =1000kg/jam air laut


3,1% garam

Reverse

B Air buangan

4%garam

Osmosis

5,25% garam

Air desilinasi, kadar garam 500 ppm

Tentukan :
a. (10%) berapa banyak air buangan (B) ssetiap jamnya?
b. (10%) berapa banyak Air desilinasi (P) dihasilkan dalam 10 jam?
c. (10%) berapa rasio R:B ?
2. Perusahaan muriara Autore mengembangkan kerang mutiara dengan cara
mengkultur kerang a=secara bertahap, 0 4 bulan dikultur didalam fermentor, 4
bulan 4 tahun dikultur di laut. Di dalam reaktor medium pertumbuhan kerang
adalah larutan yang mengandung alga coklat (CH1,79O0,5N0,20).
200 kg medium yang mengandung 2% alga yang telah dimatikan dan 10% glukosa,
dimasukan ke dalam reaktor, sisanya adalah air laut. Udara dialirkan kedalam reaktor
dengan kecepatan 0,1 kg/jam. Selama 4 bulan, 10 kg O2 dan 55 kg CO2 dikumpulkan
dari udara yang keluar dari reaktor. Setelah 4 bulan, 189 kg cairan yang mengandung
0,001% alga dan 0,5% glukosa keluar dari reaktor. Diketahui massa basah kerang
per massa keringnya adalah 2 : 1.
a. (10%) berapa massa kerang yang dihasilkan selama 4 bulan?
b. (20%) tuliskan persamaan reaksi dari pertumbuhan, dan tuliskan formula kimia
kerang.

c. (10%) berapa (10%) berapa yield kerang alga coklat dan glukosa?
3. (30%) Reaksi kimia konversi dari etanol menjadi asam asetat adalah sebagai berikut :
C2H6O + O2 C2H4O2 + H2O
Asam asetat diproduksi dari etanol dengan proses fermentasi Acetabacter aceti
dengan formula kimia kerang adalah CH1,8O0,5N0,2, yield biomassa dari subtrat adalah
0,14 g/g dan yield produk dari subtrat adalah 0,92g/g. Ammonia sebagai sumber
nitrogennya. Berapa kebutuhan oksigen pada proses fermentasi ini?

JAWABAN UTS
NERACA MASSA dan ENERGI
1. Flow Diagram

Basis : 1000 kg/jam Feed


Persamaan Neraca Massa
Massa masuk = massa keluar
Neraca Massa Total
F= P+B
1000 = P + B
........ (1)
Neraca Massa Garam
0,031 x F = 0,0005 P + 0,0525 B
0,031 x 1000 = 0,0005 P
a. B setiap jam
Penyelesaian dengan menggunakan persamaan 1 dan 2
1000 = P + B
B = 1000 P
31 = 0,0005 P + 0,0525 (1000 P)
31 = 0,0005 P + 52,5 0,0525 P
21,5 = 0,0052 P
P = 413,85 kg/jam
b. P dalam 10 jam
Air desalinasi dalam 10 jam, yaitu :
P x 10 = 413,85 kg/jam x 10 jam
= 4138,5 kg
c. R : B
Neraca massa total
I=P+B+R
I = 413,85 + 586,15 + R
I = 1000 + R
Neraca Massa Garam
0,04 I = 0,0005 x 413,85 + 0,0525 x 586,15 + 0,0525 R

0,04 (1000 + R) = 0,207 + 30,773 + 0,0525 R


40 + 0,04R = 30,98 + 0,0525 R
9,02 = 721.6 kg/jam
R : B = 721,6 : 586,15
= 1,23 : 1
2. Flow Diagram

Medium
- Alga = 2/100 x 200 kg = 4 kg
4

n = 12+1,79+8+2,8 = 0,163 kmol


- glukosa =10/100 x 200 kg = 20 kg
n = 20/180 = 0,11 kmol
- Air laut = 88/100 x 200 kg = 176 kh
n = 176/18 = 9,78 kmol
Kultur
- Kering = 1/3 K
- Basah = 2/3 K
Produk
- Alga = 0,001/100 x 189 kg = 0,00189 kg
n = 0,00189 / 24,59 = 0,00008 kmol
- Glukosa = 0,5 /100 x 189 kg = 0,945 kg
n = 0,945 kg/180 = 0,00525 kmol
- Air = 99,499/100 x 189 kg = 188,053 kg
n = 188,053/18 = 10,45

3. C2H6O + a O2 + NH3 c CH1,8 O0,5N0.2 + e H2O + f C2H4O2

MW CH1,8 O0,5N0.2 = 24,6

Yxs = 0.14
Yxs = c

1,8 0,5 0,2


2 6

0,14 = c

24,6

MW C2H4O2 = 60

46

C = 0,262

Yps = 0,92
Yps = f

2 6 2

2 6
60
0,92 = f 46

f = 0,705
s =

4 2 + 6 2
2

MW C2H6O = 46

=6

B = 4,2 (appendix)
P = 4
a = ( W s - c B - fj P )
a = (2 x 6 0,262 x 4,2 - 0,705 x 2 x 4)
a = (12 1,1004 - 1.692)
a = 2,3019
jadi kebutuhan oksigen 2,3019 mol untuk 1 mol etanol

UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL 2014/2015


MATA KULIAH
: NERACA MASSA DAN ENERGI 01
DOSEN
: PROF. DR. IR. M. NASIKIN M. ENG
DR. IR. EVA FATHUL KARAMAH, MT.
IR. YULIUSMAN, MT.
HARI/TANGGAL
: KAMIS/23 OKTOBER 2014
WAKTU
: 90 MENIT
SIFAT
: OPEN SHEET

SOAL 1 (50%)
Diagram alir proses tunak untuk mendapatkan kristal potassium kromat (K2CrO4) dari
larutan garamnya diperlihatkan di bawahini:

4500 kg/jam larutan yang sepertiga bagian massanya mengandung K2CrO4 digabung
dengan aliran recycle yang mengandung 36,4% K2CrO4, dan aliran gabungan
diumpankan ke evaporator. Aliran kental yang meninggalkan evaporator mengandung
49,4% K2CrO4-, aliran ini diumpankan ke dalam kristalizer dimana terjadi
pendinginan (menyebabkan kristal K2CrO4 keluar dari larutan) dan kemudian
disaring. Filter cake mengandung kristal K2CrO4 dan larutan yang mengandung 36,4%
massa K2CrO4. Kristal merupakan 95% dari massa total filter cake. Larutan yang
melewati filter (filtrat), juga mengandung 36,4% K2CrO4, merupakan aliran recycle.
Hitunglah:
I.
Laju evaporasi
II.
Laju produksi kristal K2CrO4
III.
Laju alir umpan ke evaporator
IV.
Laju alir umpan ke kristalizer
V.
Rasio recycle (massa recycle/massa umpan segar)
SOAL 2 (30%)
Etanol dapat diproduksi secara komersial melalui hidrasi etilena:
C2H4 + H2O C2H5OH
Sejumlah produk terkonversi menjadi dietil eter pada reaksi samping:
2 C2H5OH (C2H5)2O + H2O
Umpan ke reactor mengandung etilena dan uap air dengan perbandingan mol 3:2, dan
10% mol inert. Konversi fraksional etilena adalah 5% dan selektivitas relative produk
etanol terhadap produk eter adalah 18,0 mol/mol. Hitunglah komposisi molar aliran
keluaran reaktor.

SOAL 3 (20%)
Aturan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika (Environmental Protection Agency/
EPA) tahun 1993 memuat standar baku mutu untuk 84 jenis bahan kimia dan mineral
di dalam air minum. Berdasarkan aturan ini, salah satu senyawa yang berbahaya
adalah antimony yang dihasilkan secara alami. Tingkat kontaminasi maksimum untuk
antimony dan nikel diatur masing-masing pada 0,006 mg/L dan 0,1 mg/L.
Hasil analisis lab dari air keran dirumah Anda menunjukkan konsentrasi antimony
sebesar 4 ppb (parts per billion) dan nikel sebesar 60 ppb.
Tentukan apakah air keran rumah Anda cukup aman untuk dikonsumsi terkait kadar
antimony dan nikel di dalamnya. Asumsikan densitas air sebesar 1,0 g/cm3

UTS NME 1 (Jawaban)


SOAL 1 (50%)

100%

a) Laju evaporasi
Neraca total
F
=W+P
4500 = W + P
Neraca komponen K2CrO4 (larutan)
F . 0,333
= W . 0 + P (0,95 + (0,05 . 0,364))
4500 .0,333
P
=
= 1323,76 kg/jam
(0,95+0,182)

= 4500 1323,76

= 3176,24 kg/jam

b) Laju produksi kristal


Produksi
= P . 0,95
= 1323,76 . 0,95
= 1257,57 kg/jam
c) Laju alir umpan ke evaporator
Neraca total
E
=P+R
E
= 1323,76 + R
Neraca komponen K2CrO4
E . 0,494
= P (0,95 + 0,182) + R (0,364)
(1323,76 + R) 0,494 = 1323,76 (0,95 + 0,182) + R (0,364)
653,94 + 0,494 R
= 1498,5 + 0,364 R
0,494 R 0,364 R
= 1498,5 653,94
R
= 6496,6 kg/jam
F
= F +R
= 4500 + 6496,6
= 10.996,6 kg/jam
d) Laju alir umpan ke kristalizer
E
=FW
E
= 10.996,6 3176,24
E
= 7820,36 kg/jam

e) Rasio Recycle

Rasio R =

6496,6

Rasio R = 4500
Rasio R = 1,4437
SOAL 2 (30%)
Basis : 100 mol Feed

(1) C2H4 + H2O C2H5OH


(2) 2 C2H5OH (C2H5)2O + H2O
Menentukan komposisi feed
Feed:
10
Inert = 100 100 = 10
2 4 + 2 = 90
2 4
2

3
2

x + y = 90 ..(1)

3
= 2 ..(2)

3y = 2x
3y = 2 (90 y)
3y = 180 2y
5y = 180
y = 36 (mol H2O)

x = 90 y
x = 90 36
x = 54 (mol C2H4)

Jadi, Feed:
C2H4 = 54 mol
H2O = 36 mol
Inert = 10 mol

Misal
x = mol C2H4
y = mol H2O

Konversi fraksional etilena 5%


2 4
2 4
2 4
0,05 =
54
2 4 = 2,7

Persamaan reaksi (1)


C2H4 + H2O C2H5OH
m
54
36
r
2,7
2,7
2,7
s
51,3 2,7
2,7
Selektivitas relatif C2H5OH terhadap (C2H5)2O 18,0 mol/mol

=

18
2,7 2 5
=

(2 5 )2
2,7
2 5 2 =

18
2 5 2 = 0,15
Persamaan reaksi (2)
m
r
s

2 C2H5OH (C2H5)2O + H2O


2,7
0,3
0,15
0,15
2,4
0,15
0,15

Jadi, komposisi di keluaran reaktor adalah:


mol
presentase
C2H5OH
2,4
2,466%
(C2H5)2O
0,15
0,154%
C2H4
51,3
52,723%
H2O
33,3 + 0,15
34,380%
Inert
10
10,277%
SOAL 3 (20%)
Ambang batas:
Antimon dalam air
Nikel dalam air

= 0,006 mg/L
= 0,1 mg/L

Hasil analisis:
Antimon
= 4 ppb
Nikel
= 60 ppb

= 1 gr/cm3
1 10 3 1 3

= 1 3
6

= 10 mg/L

10 3

Antimon
4
4 ppb = 10 9
=
=

4 10 6
10 9
4

10 3

= 0,004 mg/L
0,004
Nikel
60 ppb

=
=
=

< 0,006

60
10 9
60 10 6
10 9
60

10 3

= 0,06 mg/L
0,06

< 0,1

Kesimpulannya, air keran di rumah cukup aman untuk dikonsumsi


karena kadar antimon dan nikel di dalamnya tidak melewati
ambang batas yang telah ditentukan.

UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL 2014/2015


MATA KULIAH
: NERACA MASSA DAN ENERGI 01
DOSEN
: PROF. DR. IR. M. NASIKIN M. ENG
DR. IR. EVA FATHUL KARAMAH, MT.
HARI/TANGGAL
: KAMIS/23 OKTOBER 2014
WAKTU
: 90 MENIT
SIFAT
: OPEN SHEET

SOAL 1 (50%)
Diagram alir proses tunak untuk mendapatkan kristal potasium kromat (K2CrO4) dari larutan
garamnya diperlihatkan di bawah ini:

4500 kg/jam larutan yang sepertiga bagian massanya mengandung K2CrO4 digabung dengan
aliran recycle yang mengandung 36,4% K2CrO4, dan aliran gabungan diumpankan ke
evaporator. Aliran kental yang meninggalkan evaporator mengandung 49,4% K2CrO4-, aliran
ini diumpankan kedalam kristalizer dimana terjadi pendinginan (menyebabkan kristal K2CrO4
keluar dari larutan) dan kemudian disaring. Filter cake mengandung kristal K2CrO4 dan
larutan yang mengandung 36,4% massa K2CrO4. Kristal merupakan 95% dari massa total
filter cake. Larutan yang melewati filter (filtrat), juga mengandung 36,4% K2CrO4,
merupakan aliran recycle.
Hitunglah:
I.
Laju evaporasi
II.
Laju produksi kristal K2CrO4
III.
Laju alir umpan ke evaporator
IV.
Laju alir umpan ke kristalizer
V.
Rasio recycle (massa recycle/massa umpan segar)
SOAL 2 (25%)
Amonia dibakar untuk membentuk nitrogen oksida berdasarkan reaksi berikut ini:
4 NH3 + 5 O2 4 NO + 6 H2O
a. Hitunglah perbandingan (mol O2 bereaksi/ mol NO terbentuk)
b. Jika ammonia diumpankan ke dalam reactor kontinyu dengan laju 100 kmol NH3/jam,
berapa laju umpan oksigen (kmol/jam) jika berlebih 40% ?
c. Jika 50 kg ammonia dan 100 kg oksigen diumpankan ke dalam reactor batch,
tentukan reaktan pembatas, presentase kelebihan reaktan yang lainnya, dan massa NO
yang dihasilkan (kg) jika reaksi berlangsung sempurna

SOAL 3 (25%)
Suatu campuran cat yang mengandung 25% pigmen dan sisanya air dijual dengan harga
$18,00/kg, dan campuran yang mengandung 12% pigmen dijual dengan harga $10,00/kg.
Jika pengencer cat memproduksi campuran yang mengandung 17% pigmen, berapa harga
jualnya jika diinginkan profit 10%?

UTS NME 2 (Jawaban)


SOAL 1 (50%)

100%

a) Laju evaporasi
Neraca total
F
=W+P
4500 = W + P
Neraca komponen K2CrO4 (larutan)
F . 0,333
= W . 0 + P (0,95 + (0,05 . 0,364))
4500 .0,333
P
=
= 1323,76 kg/jam
(0,95+0,182)

= 4500 1323,76

= 3176,24 kg/jam

b) Laju produksi kristal


Produksi
= P . 0,95
= 1323,76 . 0,95
= 1257,57 kg/jam
c) Laju alir umpan ke evaporator
Neraca total
E
=P+R
E
= 1323,76 + R
Neraca komponen K2CrO4
E . 0,494
= P (0,95 + 0,182) + R (0,364)
(1323,76 + R) 0,494 = 1323,76 (0,95 + 0,182) + R (0,364)
653,94 + 0,494 R
= 1498,5 + 0,364 R
0,494 R 0,364 R
= 1498,5 653,94
R
= 6496,6 kg/jam
F
= F +R
= 4500 + 6496,6
= 10.996,6 kg/jam
d) Laju alir umpan ke kristalizer
E
=FW
E
= 10.996,6 3176,24
E
= 7820,36 kg/jam

e) Rasio Recycle

Rasio R =

6496,6

Rasio R = 4500
Rasio R = 1,4437
SOAL 2 (25%)
Reaksi:
4 NH3 + 5 O2 4 NO + 6 H2O
a. Basis : 20 mol ammonia
4 NH3
+
m
20 mol
r
20 mol
s
-

5 O2
25 mol
25 mol
-

4 NO +

6 H2O

20 mol
20 mol

30 mol
30 mol

Perbandingan
2
25
5
=
=

20
4
b. Diketahui % excess O2 = 40%
4 NH3
+
5 O2
m
100kmol
x kmol
r
100kmol
125 kmol
s
x - 125kmol

4 NO +

6 H2O


100%

125
40% =
100%
125
= (x 125) kmol
= 125 kmol + 50 kmol
= 175 kmol

% =

0,4 . 125 kmol


x
x

Jadi, laju O2 pada umpan adalah 175 kmol/jam


c. 50 =

m
r
s

50

= 2,94
50
50 =
= 2,94
17

17

4 NH3
2,94 mol
2,5 mol
0,36 mol

5 O2
3,125 mol
3,125 mol
-

Menentukan reaktan pembatas


3
29,4
.
= 4 = 0,735

2
.

3,125
5

= 0,625

4 NO +

6 H2O

2,5 mol
2,5 mol

3,75 mol
3,75 mol

Karena perbandingan O2 lebih kecil, maka O2 merupakan reaksi pembatas


Kelebihan ammonia
0,36
100% = 14,4 %
2,5
Mol NO yang terbentuk
Dari stoikiometri diatas, NO yang terbentuk yaitu 2,5 mol
Massa NO
2,5

30
= 75

SOAL 3 (25%)
25% pigmen = $18/kg
12% pigmen = $10/kg

V
V1
V1

= V1 + V2
= V V2
= 1 V2

=1

1 1 + 2 2
1 + 2
1 . 0,25 + 2 . 0,12
0,17 =
1
0,17 = 0,25 2 + 2 . 0,12
0,17 = 0,25 0,25 2 + 0,122
0,13 2 = 0,08
2 = 0,615 ; 1 = 0,385
=

Modal
25% pigmen = 0,385 x $18 = $6,93
12% pigmen = 0,615 x $10 = $6,15
Total: $6,93 + $6,15 = $13,08
Harga Jual (profit 10%)
Harga Jual
= $13,08 + ($13,08 x 0,1)
= $14,388/kg

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

UTS PERISTIWA PERPINDAHAN


Kelas S1 Reguler
24 Oktober 2013

No 1 Persamaan Navier-Stokes
Cairan Newtonia dengan densitas dan viskositas konstan diletakan dalam bejana silinder yang
dindingnya berputar dengan kecepatan putar radian/detik. Kondisi tunak (steady-state). Dengan
koordinat silinder z, r tentukan
a. besarnya kecepatan Vr dan Vz
b. besarnya percepatan gravitasi gz,gr, dan (perhatikan arah koordinat)
c. Neraca momentum pada arah r dengan bantuan persamaan Navier-Stokes
d. Neraca momentum pada arah dengan bantuan persamaan Navier-Stokes
e. Neraca momentum pada arah z dengan bantuan persamaan Navier-Stokes
f. Dua kondisi batas
g. Distribusi kecepatan
h. besarnya

sebagai fungsi r, dan besarnya

i. Distribusi tekanan p sebagai fungsi r dan z


j. bentuk permukaan cairan (z sebagai fungsi r)

R
P = Patm pada
permukaan
P = p (r,z)
Z0
z
r

59

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

No 2 Energy Balance
Uap air jenuh pada temperatur 130,6 mengalir di dalam pipa baja yang mempunyai diameter
dalam (I.D) 20,9 mm dan diameter luar (O.D) 26,7 mm. Konduktivitas termal k baja 42,9 W/mK
Koefisien perpindahan panas konveksi permukaan dalam dan luar pipa masing-masing 5680 W/m2K
dan 22, 7 W/m2K. Temperatur lingkungan 294 K. Tentukan
a. gambarkan penampang pipa dan tunjukan jari-jari dinding pipa dan dinidng luar pipa serta
besarnya masing-masing jari-jari tersebut
b. panas yang hilang per meter pipa (Watt/m)
c. Temperatur dinding luar pipa ()
d. sebelum mengerjakan nomer e dan f, gambarkan penampang pipa dan insulasi dan tunjukkan jarijari dinding dalam pipa, dinding luar pipa dan dinding luar insulasi serta besarnya masing-masing jarijari tersebut
e. panas yang hilang per meter pipa (Watt/m) jika pipa diinsulasi dengan magnesia 85% dengan
ketebalan 38 mm (nilai k untuk magnesia 85% adalah 0,0675 W/(mK)
f. Temperatur dinding luar pipa diinsulasi dengan magnesia 85% ()

60

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

NOMER 1
Asumsi =

Cairan newtonian ( viskositas hanya dipengaruhi perubahan suhu dan tekanan, tidak
diperngaruhi gradien kecepatan )
Densitas tetap
Viskositas konstan
Steady state
Koordinat silinder

a.

*fluida hanya bergerak pada sumbu


* perbedaan kecepatan terjadi pada sumbu r
* fluida tidak mengalir (pada soal disebutkan bahwa cairan diletakkan dalam bejana
*asumsi bahwa keadaan steady state maka tidak ada akumulasi dan tidak ada aliran masuk

61

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Oleh karena hal diatas, maka :

Vz = 0
Vr = 0
V = V(r)
b. gr, gz , g
grmerupakan gravitasi di sepanjang sumbu r. Oleh karena sumbu r horizontal, maka
gravitasi tidak memiliki pengaruh di sepanjang sumbu r.
gr =0
r

gmerupakan gravitasi di sepanjang sumbu . Oleh karena sumbu horizontal, maka


gravitasi tidak memiliki pengaruh di sepanjang sumbu .
g=0

gzmerupakan gravitasi di sepanjang sumbu z. Oleh karena sumbunya yag vertikal, maka
gravitasi mempengaruhi di sepanjang sumbu z. Namun, perlu diperhatikan arah sumbunya

z
gz = -g (berlawanan arah)

neraca momentum arah r


0 2

1
1 2
2
2
+ 2 2 2 + 2

2
=

62

+
+

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

neraca momentum arah

2
2

+
+

+
+
+

1
1 2
2

+
+
+


2 2
2

0=

neraca momentum arah z

+
+
+

1
1

1 2
2
+ + 2 2 + 2

0=

distribusi kecepatan pada sumbu

1 =0

=0

63

=
+

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

= 1
= 1

1
= 1 2 + 2
2
1
2
1 +
2

=
Kondisi batas
B.C 1
r=0
B.C 2
r=R

V = 0
V = R

B.C 1 maka

1
2
= 1 +
2

2
0+ =0

Jika nilai C2 adalah suatu angka maka persamaan menjadi tidak terdefinisi. Untuk itu
agar persamaannya terdefinisi.

2 = 0

sehingga

1
= 1
2
64

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

B.C 2 maka

1
= 1
2
1
= 1
2
1
= 2 1
2 = 1
Maka =

2 1

1
= 2
2
=
h. Persamaan Navier-Stokes arah r sebagai fungsi r

2
2

2 =

Dimana dan adalah sebuah konstanta


i. Distribusi tekanansebagai fungsi r dan z
0
0

0 = 0

65

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Nomer 2
Uap air jenuh T = 130,6

r
z

K = 42,9 W/ mK
h1 = 5680 W/m2K
h2 = 22,7 W/m2K
Tlingkungan = 294 K
Asumsi
-panas yang mengalir steady state
- T = T(r)

66

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

A.

Jari-jari luar
26,7 mm
Jari-jari dalam
r
20,9 mm
z

B.
q = ...?

T3
Konveksi
T2
Konduksi
T1
Konveksi
T0

q = h01 (T0 T1)

Konveksi

q = h23 (T2 T3)

(T0 T1) =
(T0 T1) =

1
1
2
23 2

|+

konduksi
persamaan aliran panas silinder

|=0

|=

|
|=0

in out + generate = 0

|=360

67

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

(qr|r 2rL + qz|z=0 2r + |=0 ) - (|+ 2(r+)L + qz|z=L 2r + +


|=360 ) = 0
Semua dibagi dengan 2r
( | |+ +

1 ( )

= =

( | |+ +

=0

= =

=0

=0
=

= C1 = konstan
r(

) = 1

=
T=

dr

ln r + C2 ..(1)

Saat r = r1 maka T = T1
T1 =

C2 = T1 +

ln r1 + C2

ln r1 ..(2)

Memasukan pers (2) ke (1)


T=

ln r + T1 + ln r1
1

T T1 =
T T1 =
T1 T2 =

ln

ln

ln 1

T0 T1 + ( T T2) + (T2 T3) = T0 T3


68

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

1
1 01

3 23

3
+
= T0 T3
1

1 01

+
1

3 23

) = T0 T3

T0 T3
1
1
2
1
( + 1 + )
1 01
3 23

403,6 294
1
1
0,0267
1
(0,0209 3680 + 42,9 0,0209 + 0,0267 22,7 )

Q = 2L

= 2

C.
T2?
T1 T2 =

1 01

2
1

ln 1

= T0 T1 + (T1 T2)

D (Gambar sendiri)
E.
T1

T2

T3

T T1 =
T1 T2 =

T0

r1

r2

ln

ln

r3

Kmagnesia = 0,0675 W/mK

T 0 T 4
1
1
2
1
( + 1 +
1 01

69

dan = 2

3
1
+
)
2 3 34

UTS Peristiwa Perpindahan Kelas S1 Reguler


Durasi: 100 menit, Ruang: S504, Waktu: 10.00
Tanggal: 23 Oktober 2014
1. Navier-Stokes Equations
Minyak diletakkan diantara 2 pelat. Kecepatan pelat atas adalah U = 0,1 m/detik dan pelat
bawah diam. Diasumsikan profil kecepatan hanya mengandung ux. Terdapat pressure gradient
antara bagian depan dan belakang minyak dp/dx. Diketahui: viskositas minyak, = 005 Ns/m2,
densitas minyak, = 880 /3, h = 10 mm, Tentukan a. Dua kondisi batas sistem aliran
tersebut, b.1. Jika pressure gradientdp/dx = + 200 N/m2/m, dengan Persamaan Navier-Stokes,
tentukan persamaan profil kecepatan ux/U sebagai fungsi y/h, dan b.2. kecepatan minimum
minyak (m/detik), c.1. Jika dp/dx = -200 N/m2/m, tentukan persamaan profil kecepatan ux/U
sebagai fungsi y/h dan c.2. kecepatan maksimum minyak (m/detik), d. Mengapa pada kasus
pertama terdapat kecepatan minimum dan sebaliknya mengapa pada kasus kedua terdapat
kecepatan maksimum?

2. Combined Navier-Stokes and shell energy balance


Film minyak turun secara vertikal pada dinding tegak. Setelah beberapa saat profil
kecepatan film menjadi tak tergantung z dan mempunyai ketebalan konstan. Dengan asumsi
w = fungsi x dan udara sekitar tidak memberi shear stress pada film, a. Tentukan dua kondisi
batas, b. Dengan persamaan Navier-Stokes, tentukan profil kecepatan. Diketahui: viskositas
minyak, = 0,05 Ns/m2, densitas minyak, = 880 kg/m3, konduktivitas termal k = 0,17
watt/(m.oC) , = 10mm dan g= 9,8 m/det2.
Jika temperatur pelat kiri 60oC dan pelat kanan 30oC, c. Gambarkan shell untuk neraca
energi, d. Tentukan dua kondisi batas neraca energi, e. Tentukan neraca energi pada shell
dalam bentuk persamaan diferensial dengan variabel T (temperatur) dan x ( tidak perlu
diselesaikan hingga persamaan distribusi temperatur).

Jawaban:
SOAL NOMOR 1
a. Kondisi Batas
Saaty = 0, vx = 0
Saat y = h, vx = vplat = U
b.

2
+
=0

=
2

SaatdP/dx = +200
2
= 200
2

200
=

200

200
=
+ 1

100 2
+ 1 + 2

Saat y = 0, vx = 0
2 = 0
Saat y = h, vx = vplat = U
1 =

100

100 2
100
+


=
+

Kecepatan minimum:

=0

200
1 100
+
=0

= 0,0025
Kecepatan minimum didapatsaat y = 0,0025. Masukkan data lain yang diketahui.
100 2
100
=
+

= ,

SaatdP/dx = -200
2
= 200
2

200
=

200

200
=
+ 1

100 2
+ 1 + 2

Saat y = 0, vx = 0
2 = 0
Saat y = h, vx = vplat = U
1 =

100
+

100 2
100
+ +


=
+ +


Kecepatanmaksimum:

=0

200
1 100

+ +
=0

= 0,0025
Kecepatanmaksimumdidapatsaat y = 0,0075. Masukkan data lain yang diketahui.
100 2
100
=
+

= +,

SOAL NOMOR 2
a. Kondisi Batas:
Saat x = 0, wz = 0
Saat x = , wz = woil

b. axax
wx = 0
wy = 0
wz = wz(x)

+
+ = 0

2
Olehkarenakeadaanterbuka, Patas = Pbawah = Patmsehingga P = 0
Notasivzditulismenjadiwzkarenamengikutisoal.Notasigzditulis g (mempermudahpenulisan).
2

+ = 0
2
2

=
2

=
+ 1

+ 1

2
+ 1 + 2
2

Boundary Conditions:
Saat x = 0, wz = 0
0 = 0 + 0 + 2
2 = 0
Saat x = , wz = woil
=
1 =
=

2
+ 1
2

2

+
+

2

Masukkannilai-nilai yang diketahui (, , , ). Nilai tidakdiketahui di soal.

|=0

c.

|=

y
x

|=0

|=+
|=0

|=

d.

Kondisi Batas:
Saat x = 0, T = 60C
Saat x = , T = 30C
e.
| |+ = 0
Dikalikan -1/(WLx) dengantujuanuntukmembentukpersamaan limit differensial.
|+ |
=0

|+ |
lim
=0
0

=0

= 1
Karenatidakmemilikikondisibatas, persamaan di atasdiubahmenjadi (Persamaan 10.4-3)


= 1

Ujian Tengah Semester Ganjil 2014/2015

PERISTIWA PERPINDAHAN
Hari, tanggal
Durasi

: Kamis, 22 Oktober 2014


: 90 Menit

1. Sebuah gelembung berbentuk bola dengan diameter 25 cm berisi senyawa yang dapat
bereaksi secara endotermis dengan laju konsumsi energi keseluruhan sebesar 5 x 103 W/m3.
Profil (distribusi) temperatur keadaan tunak di dalam gelembung adalah T= 500r 3 + 50,
dimana T dalam derajat Celcius dan r dalam meter.
a. Hitung konduktivitas termal gelembung tersebut!
b. Berapa koefisien perpindahan panas rata-rata pada permukaan gelembung jika
temperatur lingkungan 500 oC?
2. Air dibiarkan jatuh bebas membasahi sebuah pelat kaca yang dipasang vertikal sehingga
membentuk film tipis setebal . Pelat kaca tersebut memiliki panjang L searah sumbu z,
lebar W searah sumbu y. Anda diminta mengembangkan sebuah persamaan gerakan tunak
untuk film tipis tersebut dengan mengambil asumsi-asumsi yang masuk akal. Untuk
membantu anda mengerjakan soal ini, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut sesuai
urutan.
a. Komponen kecepatan apa saja yang bernilai tidak nol? Jelaskan!
b. Kompinen shear stress apa saja yang bernilai tidak nol? Jelaskan!
c. Apa yang menjadi gaya gerak jatuhnya film fluida tersebut!
d. Sebutkan asumsi lain jika ada!
e. Tuliskan persamaan-persamaan fluks momentum total!
f. Gambarkan sistem film tersebut beserta pusat koordinatnya!
g. Gambarkan volume control dari sistem film tersebut!
h. Kembangkan persamaan gerakan sistem film tesebut dimulai dari persamaan
laju inventarisasi melalui tahap tahap pengembangan secara lengkap!
i. Tentukan kondisi batasnya!
Jawaban
1.
a.

dT

= .

4 2 (500 3 + 50)
5103 = 4

3
3

5103

3
- . 1500 2

K = 80/3 W/m.K
b.

= . T
3

5103 = . (Tpermukaan-Tlingkungan)
5103 = 24 ( 5000,1253 + 50 500) minus dianggap tidak ada, karena minus
menunjukan aliran panas yang terbalik. Harusnya ( Tlingkungan Tpermukaan ) karena reaksi endotermis.
h=

5000
24444,9

h = 0,417 W/m2.K

a. Komponen kecepatan yang tidak nol adalah kecepat ke arah z karena digerakan oleh gaya
gravitasi.
b. Komponen shear stress yang tidak nol adalah ke arah x akibat gerakan fluida ke arah z
c. Gaya gravitasi
d. Steady-state

+ ( )( )

=
+ ( )( )

= + ( )( )

e. = + =
= +
= +
f.

g.

h.

i.

Kondisi Batas
x=0
x =

vz= 0
Vz = Vmaksimum atau x = b Vz = V