Anda di halaman 1dari 132

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)

AKTIVITAS MANAJEMEN OPERASIONAL DAN


PEMASARAN AGROWISATA SABILA FARM
YOGYAKARTA
Oleh:
MOHAMMAD REZA FAUZI
111109200007

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2015 M / 1436 H

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim,
Alhamdulillah, puji dan syukur penulis ucapkan Allah SWT atas limpahan rahmat,
nikmat, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menulis dan menyelesaikan laporan Praktikum
Kerja Lapangan (PKL) ini yang berjudul AKTIVITAS MANAJEMEN OPERASIONAL
DAN PEMASARAN AGROWISATA SABILA FARM.
Dalam penulisan laporan PKL ini penulis banyak mendapat bantuan baik berupa materi
maupun bimbingan, dorongan motivasi dan semangat yang sangat berarti dari berbagai pihak.
Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan
apresiasi kepada seluruh pihak atas tersusunya laporan PKL ini. Penulis menyampaikan rasa
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Kepada keluarga tercinta, Ayah Yas Dustirawan, Ibu Tutik Fauziah, dan Adik Yasmine
Firdha Fauziah yang senantiasa memberi dukungan materi, motivasi dan doa kepada
penulis.
2. Dr. Agus Salim, M.Sc selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam
Negeri (UIN) Syarif Hidayatulah Jakarta.
3. Drs. Acep Muhib, MM selaku Ketua Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
4. Ir. Armaeni Dwi Humaerah, M.Si selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan
bimbingan, saran, dan dukungan kepada penulis dalam penyusunan Laporan PKL ini.
5. Rahmi Purnomowati, SP, M.Si selaku Dosen penulis yang telah memberikatn motivasimotivasi positif dan rekomendasi kepada penulis.
i

6. Bapak Ir. Muhammad Gunung Soetopo dan Ibu Ir. Elly Mulyati yang telah memberi
kesempatan untuk dapat menimba ilmu dan mendapatkan pengalaman berharga.
7. Kepada rekan-rekan dan keluarga besar Sabila Farm, yaitu Mas Umam, Mas Tataq, Mas
Rezha, Mbak Ayu dan Ceu Juwita, Hasnah, Pak Mul dan Bu Mar untuk pengalaman,
dorongan semangat dan doanya.
8. Kepada Nenek Mita dan Atuk Marwoto atas dukungan, doa dan telah menjadi Orang Tua
kost penulis selama di Yogyakarta.
9. Kepada sahabat-sahabat penulis yaitu Reviko, teman-teman Genk Moeslimah and
Friends, Bayu MBR, teman-teman POPMASEPI UIN Jakarta, Avrilia dan Nopi atas
dukungan, semangat dan doanya.
10. Kepadan teman-teman Agribisnis Angkatan 2011 dan teman-teman KKN SEHATI 2014
atas dukungan, doa dan motivasinya.
11. Seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan dan penyusunan laporan PKL ini yang.
Tiada gading yang tak retak. Sebagai manusia biasa yang tak pernah luput dari
kesalahan, kekurangan dan keterbatasan, penulis menyadari bahwa laporan PKL ini masih
banyak terdapat kekurangan, kesalahan, dan ketidaksempurnaan. Oleh karena itu penulis sangat
menerima kritik dan masukan yang membangun untuk penyempurna laporan PKL ini. Akhir kata
penulis mengucapkan terima kasih dan semoga dapat berguna bagi penulis, pihak Sabila Farm
dan pembaca.
Ciputat, Januari 2015

Penulis

ii

DAFTAR ISI
Kata pengantar.....

Daftar isi...............

iii

Daftar gambar.....

vi

Daftar table........

viii

BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang

1.2. Tujuan pelaksanaan praktik kerja lapangan

1.2.1. Tujuan umum..

1.2.2. Tujuan khusus..

1.3. Ruang lingkup pembahasan laporan..

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Agrowisata .

2.2. Manajemen operasional..

12

2.2.1. Perencanaan

13

2.2.2. Pengorganisasian

14

2.2.3. Pelaksanaan

14

2.2.4. Pengawasan

15

2.3. Manajemen pemasaran dan pemasaran jasa

15

2.3.1. Segmentasi pasar..

16

2.3.2. Penargetan pasar sasaran (targeting)

16

2.3.3. Pemosisian (positioning)..

17

2.3.4. Bauran pemasaran

17

2.3.4.1.

Product .

18

2.3.4.2.

Price ..

20

2.3.4.3.

Place .

20

2.3.4.4.

Promotion

22
iii

2.3.4.5.

People ...

25

2.3.4.6.

Process .

27

2.3.4.7.

Physical evidence

27

BAB III. PROFIL PERUSAHAAN


3.1. Sejarah singkat perusahaan.

28

3.2. Dasar pemikiran terbentuknya perusahaan..

30

3.3. Keadaan umum perusahaan.

30

3.3.1. Jargon perusahaan

33

3.3.2. Semangat Indonesi feed Asia

33

3.3.3. Visi dan misi perusahaan.

34

3.3.4. Nilai filosofis perusahaan

35

3.3.5. Struktur organisasi perusahaan

35

3.3.6. Ketenaga kerjaan

36

3.3.7. Uraian pekerjaan

37

3.3.8. Sistem penggajian, insentif, dan tunjangan..

38

3.3.9. Ruang lingkup bisnis perusahaan.

39

BAB IV. GAMBARAN UMUM TEMPAT DAN PELAKSANAAN PKL


4.1. Waktu dan tempat PKL...

40

4.2. Rincian pelaksanaan PKL...

40

4.2.1. Kerangka acuan kerja..

40

4.2.2. Penjabaran buku harian kerja.

42

4.3. Interaksi dengan pendamping lapangan.

56

4.4. Pengalaman yang diperoleh..

56

4.5. Ketrampilan yang diperoleh.

57

BAB V. PEMBAHASAN
5.1. Agrowisata .

59

iv

5.2. Manajemen operasional

60

5.2.1. Perencanaan

61

5.2.2. Pengorganisasian

63

5.2.3. Pelaksanaa ..

66

5.2.4. Pengawasan..

74

5.3. Manajemen pemasaran

80

5.3.1. Segmentasi ..

81

5.3.2. Penargetan pasar Sasaran (targeting)..

83

5.3.3. Pemosisian (positioning).

84

5.3.4. Bauran Pemasaran..

84

5.3.4.1.

Product

85

5.3.4.2.

Price

87

5.3.4.3.

Place .

88

5.3.4.3.1.

Lokasi ..

88

5.3.4.3.2.

Saluran distrubusi

89

Promotion

90

Bauran promosi

90

5.3.4.5.

People ..

95

5.3.4.6.

Process

96

5.3.4.7.

Physical evidence ..

96

5.3.4.4.

5.3.4.4.1.

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN


6.1. Kesimpulan.

99

6.2. Saran .

100

DAFTAR PUSTAKA..

101

LAMPIRAN.

104

DAFTAR GAMBAR

Sistem Operasi Konversi

12

Bauran pemasaran .

18

Logo Sabila Farm .

28

Struktur Organisasi UD. Sabila

35

Skema operasi agrowisata

61

Bagan alir operasional

67

Desain operasi kunjungan/wisata..

68

Sesi berfoto.

69

Operasi pemanduan pengunjung

70

10

Grafik indikator keindahan lingkungan..

77

11

Grafik indikator penilaian kesejukan dan kenyamanan lingkungan.

77

12

Grafik indikator penilaian kebersihan lingkungan

78

13

Grafik indikator fasilitas pendukung wisata..

78

14

Grafik indikator keramahan pramuwisata/personil

79

15

Grafik indikator penguasaan materi pramuwisata..

79

16

Grafik indikator kesan dan kenangan

79

17

Grafik indikator keinginan untuk berkunjung kembali..

80

18

Segmen pasar pengunjung rombongan menurut kategori..

81

19

Persebaran pengunjung menurut wilayah..

82

20

Grafik perkembangan jumlah pengunjung

83

21

Lokasi kebun dan panorama

87

22

Penanda lokasi

89

23

Desain leaflet promosi..

91

24

Desain spanduk promosi

91

25

Event hiburan sebagai saran promosi

93

26

Media publikasi promosi

95

27

Seragam.

98

vi

DAFTAR TABEL
1

Produk domestik bruto menurut lapangan usaha

Kedatangan wisatawan mancanegara 2009 2013

Perbedaan karakteristik yang produk barang dan jasa

19

Luas kebun dan komoditas UD. Sabila Farm

31

Daftar pekerja UD. Sabila Farm beserta jabatan dan tingkat pendidikan

36

Kerangka acuan rencana kerja

40

Rekapitulasi data pengunjung (Jan Okt 2014)

76

Harga paket wisata..

88

vii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Indonesia

Negeri Zambrud

Khatulistiwa merupakan negara tropis yang

memiliki kekayaan hayati berupa flora dan fauna serta ekosistem yang sangat beragam,
bahkan banyak jenis flora dan fauna yang bersifat endemik dan khas seperti Salak
(Salacca zalacca), Matoa (Pometia pinnata), Orangutan (Pongo pygmaeus), dan
Komodo (Varanus komodoensis) berkat keistimewaan letak geografis dan geologisnya.
Selain kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia juga diberkati oleh
panorama alam yang sangat memikat dan menakjubkan mulai dari pantai hingga
pegunungan. Tidaklah berlebihan jika sebutan Heaven on Earth disematkan pada
negera kita tercinta berkat kekayaan alam dan keindahan panorama yang berada disetiap
jengkal wilayah Indonesia merupakan sebuah anugerah Sang Maha Pencipta.
Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dari
kekayaan

sumber

daya

alam,

kesuburan

tanah,

termasuk

plasma

nutfah

(megabiodiversity) yang melimpah di bidang pertanian. Selain itu peran pertanian dalam
perekonomian nasional juga sangat sigifikan dalam pembentukan PDB seperti pada tabel
di bawah:
Tabel 1. Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha

(Sumber: BPS, data diolah penulis)


PDB atas Dasar Harga Berlaku (dalam Miliar Rupiah)
Keterangan

2009

2010

2011

2012

2013

PDB Tambang & Penggalian

Rp592.00

Rp719.00

Rp876.00

Rp970.00

Rp1,020.00

PDB Pertanian

Rp857.00

Rp985.00

Rp1,091.00

Rp1,193.00

Rp1,311.00

15.29%

15.28%

14.71%

14.50%

14.43%

Rp5,606.00

Rp6,446.00

Rp7,419.00

Rp8,229.00

Rp9,083.00

PDB Pertanian (%)


PDB Total

Petanian berperan dalam penyerapan tenaga kerja. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS)

per Februari 2014, sebanyak 40,83 juta orang atau 34,55% masyarakat menggantungkan
hidupnya di sektor ini. Yang terpenting pertanian berperan dalam penyediaan pangan
bagi 253,60 juta jiwa1 penduduk Indonesia dan menyediakan bahan baku bagi industri.
Dengan

demikian

sudah

seharusnya

pertanian

menjadi

leading

sector

dalam

pembangunan ekonomi nasional.


Sektor pariwisata untuk
pertumbuhan

ekonomi.

Dengan

saat ini juga merupakan sektor andalan dalam


keindahan

alam yang

dimiliki Indonesia,

dapat

dipastikan sektor pariwisata merupakan sektor potensial dalam pengembangan ekonomi.


Sebagai dampak

dari globalisasi dan perkembangan teknologi transportasi dan

telekomunikasi, menyebabkan pelesir menjadi suatu kebutuhan yang cukup penting


untuk dipenuhi. Perkembangan sektor pariwisata Indonesia sendiri pada periode ini
memasuk

Periode

Keemasan,

dibuktikan

dengan

terus

meningkatnya

jumlah

kedatangan wisatawan mancanegara dan trend positif pertumbuhannya, seperti pada


grafik dan tabel di bawah:

Tabel 2. Pertumbuhan Wisatawan Mancanegara 2009 2013


Kedatangan Wisatawan Mancanegara
Keterangan
Jumlah
Pertumbuhan

2009
6323730.00
-

2010

2011

2012

2013

7002944.00

7649731.00

8044462.00

8802129.00

10,74%

9,23%

5,16%

9,41%

Sedangkan untuk tahun 2014, menurut BPS Jumlah kunjungan wisatawan


mancanegara (wisman) ke Indonesia secara kumulatif (JanuariOktober) 2014, jumlah
kunjungan wisman mencapai 7,76 juta kunjungan2 . Menteri Pariwisata Arief
yang dikutip dari Kompas menyatakan

Yahya

capaian angka sementara jumlah kunjungan

wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tahun ini ialah sebesar 9,3 juta. Menteri
1

Negara dengan Penduduk Terbanyak di Dunia, RI Masuk 4 Besar

[http://finance.detik.com/read/2014/03/06/134053/2517461/4/negara-dengan-penduduk-terbanyak-di-dunia-ri-masuk-4-besar]
2

BPS. [http://www.bps.go.id/?news=1154]. diakses 25 Desember 2014.

Pariwisata

juga memaparkan peran pariwisata dalam bidang ekonomi pada tahun ini

yaitu kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional ialah sebesar 4,01
persen dengan penghasilan devisa 10,69 miliar dollar AS, jumlah tenaga kerja di bidang
ini juga cukup tinggi yaitu 10,3 juta orang.3
Pariwisata dikatakan sebagai agent of development atau katalisator pembangunan
dikarenakan

pariwisata

dapat

memicu

dan

mempercepat

proses

pembangunan

perekonomian nasional (Yoeti, 2008), misalnya:


1. Penigkatan kegiatan perekonomian sebagai akibat dibangunnya prasarana dan
sarana demi pengembangan pariwisata, sehingga infrastruktur atra wilayah akan
saling terkoneksi.
2. Meningkatkan

industri-industri kepariwisataan seperti industri

transportasi,

akomodasi penginapan, restoran, dll.


3. Meningkatkan permintaan produk-produk hasil pertanian untuk kebutuhan hotel
dan restoran seperti bahan pangan, buah dan sayur; telur, daging dan ikan, bunga,
dll.
4. Meningkatkan

permintaan

barang-barang

kerajinan

tangan

(Handicraft),

souvenir, dan barang seni lainya.


5. Memperluas

produk-produk

internasional seprti kuliner

lokal untuk
tradisional,

dikenal dan

barang-barang

dipasarkan

secara

seni (ukiran,

batik,

gerabah, dll), kesenian tradisional, dll.


6. Meningkatkan perolehan devisa negara dan penerimaan pajak.
7. Meningkatkan kesempatan dan lapangan pekerjaan.
8. Mempercepat perputaran perekonimian di daerah.
Agrowisata merupakan terjemahan dari Bahasa Inggris yaitu Agrotourism. Agro
yang berarti pertanian dan Tourism yang berarti wisata atau plesir. Menurut Damardjati
(dalam Pamungkassari,
kunjungan

daerah

2013) agrowisata adalah wisata pertanian dengan objek

pertanian

atau

perkebunan

yang

sifatnya

khas,

yang

telah

dikembangkan sedemikian rupa sehingga berbagai aspek yang terkait dengan jenis
3

Kondisi Pariwisata Indonesia Stabil, Ini Target Menpar Tahun 2015 . 24 Desember 2014.
[http://travel.kompas.com/read/2014/12/24/122752227/Kondisi.Pariwisata.Indonesia.Stabil.Ini.Target.Menpar.Ta
hun.2015]. diakses 25 Desember 2014.

tumbuhan yang dibudidayakan itu telah menimbulkan motivasi dan daya tarik bagi
wisatawan untuk mengunjunginya. Pada prinsipnya, agrowisata merupakan kegiatan
industri yang mengharapkan kedatangan konsumen secara langsung di tempat pariwisata
yang diselenggarakan. Aset utama untuk menarik kunjungan wisatawan adalah keaslian,
keunikan, kenyamanan dan keindahan alam (Apriyanti, 2012).
Dapat dikatakan bahwa agrowisata merupakan bentuk ekspansi dari sektor
pertanian dalam bidang pariwisata. Keindahan panorama dan lansekap pertanian yang
umumnya bersuasana pedesaan, asri, dan sejuk; pengalaman melakukan kegiatankegiatan petanian yang pengunjung khususnya masyarakat urban belum pernah lakukan,
dan pegetahuan dan edukasi seputar sistem pertanian merupakan hal yang ditawarkan
kepada pengunjung.
Usaha agrowisata bersifat jangka panjang dan hampir tidak mungkin sebagai
usaha jangka pendek, untuk itu segala usaha perlu dilakukan dalam perspektif jangka
panjang. Jika wisatawan mendapatkan kesan buruk terhadap kondisi sumber daya alam
dan lingkungan, maka dapat menyebabkan dampak yang panjang untuk mengembalikan
kepercayaan wisatawan terhadap keadaan sumber daya alam dan lingkungan di tempat
agrowisata tersebut. Dapat dikemukakan bahwa agrowisata merupakan usaha agribisnis
yang membutuhkan keharmonisan semua aspek (Apriyanti 2012: 16).
Agrowisata adalah sebuah wisata alternatif yang merupakan kritik dari masstourism

(pariwisata

masal)

yang

memiliki

kecenderungan

untuk

terjadinya

pengekploitasian sumber daya alam dan kebudayaan masyarakat lokal sehingga tidak
mampu menghadirkan pemerataan pendapatan kepada masyarakat. Kizos dan Losifides
(dalam Sarjana, 2012) mengakui bahwa mass tourism sebagai type aktivitas wisata yang
begitu dominan mendorong ketimpangan antar sektor ekonomi dan wilayah dan
penyebaran keuntungan ekonomi yang sangat sedikit dibandingkan penyebaran dampak
lingkungan dan sosial yang terjadi sebagai konsekuensi langsung penyelenggaraannya.
Pengembangan

pariwisata

massal identik

dengan

pembangunan

pariwisata tanpa

terencana. Jika dicermati dalam pariwisata massal, pemilik modal sebagai panglima
mengatur seluruh kegiatan investasi di sektor ini. Artinya, pemilik modal yang
menentukan dimana mereka akan membangun akomodasi pariwisata dan penguasa
4

umumnya bertindak sebagai pihak yang melegitimasi dan memberikan alasan-alasan


rasional agar rencana investasi dapat dimaklumi masyarakat local. Investasi semacam ini
acapkali mengundang kontroversi kendati ditolak masyarakat pasti akan tetap jalan.
Karenanya,
developments

pariwisata
goals),

massal

tidak

mengingat

sejalan

pariwisata

dengan

progam MDGs

massal

kurang

(millinium

mempertimbangkan

kepentingan masyarakat local jadi tidak bisa nyambung dengan program pengentasan
tingkat kemiskinan ekstrim (Sarjana, 2012).
Prinsip agrowisata sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang
melibatkan aspek lingkungan (ekologis) dan sosial-ekonomi masyarakat. Mazilu and
Iancu (dalam Sarjana, 2012) mengungkapkan bahwa agrowisata adalah kegiatan
kepariwisataan yang bertujuan membantu petani untuk meraih keuntungan dengan
menggunakan modal mereka sendiri dari lingkungan pertanian. Karenanya, agrowisata
memiliki potensi yang sangat kompleks yakni memadukan elemen potensi alam dan
budaya, sejarah sebagai atraksi wisata. Lebih jauh kegiatan ini menjadi katalisator
peningkatan perekonomian masyarakat lokal guna menunjang peningkatan pendapatan
masyarakat pedesaan.
Agrowisata secara tidak langsung akan menciptakan kesejahteraan bagi petani
selaku pemilik usaha tani. Dengan agrowista, petani akan mengubah paradigma
memandang usaha taninya sebagai suatu unit bisnis dan berorientasi pada profit, bukan
sekedar rutinitas dalam rangka untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan
begitu petani akan mulai belajar memanajemen usaha taninya secara baik, mengenal
perencanaan,

pengorganisasian,

pelaksanaan,

pengawasan

dan

pengendalian,

mempelajari bagaimana mengatur keuangan, operasional, dan pemasaran dengan baik.


Dengan demikian petani akan berusaha untuk membuat sistem produksi usaha taninya
(budidaya, perawatan, pengendalian OPT, hingga penanganan pascapanen) baik dan
kuat sehingga dapat ditawarkan sebagai sebuah objek wista yang layak dalam
agrowisata kepada pengunjung. Dengan menjadikan objek wisata pada saat usaha tani
belum menghasilkan, agrowisata juga dapat menambah penghasilan petani. Agrowisata
juga dapat mendorong petani untuk menerapkan teknologi terapan, terus mencari
informasi dan membuka pola pikir, memacu penerapan sistem pertanian yang ramah
5

lingkungan dan menjaga kelestarian lingkungan karena mereka akan secara langsung
merasakan pentingnya ketersediaan air dan kesuburan tanah terhadap usaha taninya.
Dengan demikian petani akan lebih berdaya dalam mengatur usaha taninya. Sehingga
keuntungan yang didapat dari diversifikasi usaha tani dapat langsung ia rasakan.
Penanganan usaha tani yang baik akan menghasilakn usaha tani yang berkelanjutan
dimana dapat memunculkan harapan bagi para petani untuk ikut dan terus memperbaiki
usaha tani mereka dan melestarikanya.
UD. Sabila Farm merupakan perusahaan yang memprouksi buah-buahan tropis
yang berkhasiat (khususnya buah naga) dan memiliki unit usaha berupa Agrowisata.
UD. Sabila Farm berada di Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan kota
pariwisata budaya dan alam. UD. Sabila Farm memiliki semangat turut membangun
pertanian,

dengan

demikian

penulis

merasa

akan

mendapat

banyak

ilmu dan

pengetahuan yang baru apabila penulis memiliki kesempatan untuk melakukan praktik
kerja lapangan di UD. Sabila Farm. UD. Sabila Farm dan pemiliknya Ir. Gunung
Soetopo atau yang biasa di kenal sebagai Pakdhe Gun telah mendapat penghargaan yang
di berikan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai Pelopor Perkebunan Buah
Nusantara skala Orchard di Indonesia. Selain itu Sabila Farm juga memiliki visi untuk
meningkatkan pengetahuan masyarakat akan dunia pertanian melalui Agroeduwisata.
Penulis memiliki cita-cita bahwa sekitar lima belas tahun lagi penulis akan memiliki
sebuah agrowisata, sehingga penulis berharap untuk dapat mengambil sedikit ilmu dari
Pakdhe Gun sebagai bekal untuk menggapai cita-cita penulis di masa depan. Maka dari
itu penulis memutuskan untuk mengambil judul tentang AKTIVITAS MANAJEMEN
OPERASIONAL
YOGYAKARTA.

DAN

PEMASARAN

AGROWISATA

SABILA

FARM

Manajemen operasional dan pemasaran merupakan salah satu

subsistem yang memiliki peranan penting dalam agrowisata. Penulis berharap dapat
mengetahui proses aktivitas perancangan sebuah agrowisata, manajemen operasional
dan pemasaran, serta bagaimana menyajikan jasa wisata kepada pengunjung sebagai
bekal ilmu dan pengalaman penulis serta dapat penulis bagi kepada orang lain dalam
bentuk laporan nanti.

1.2. Tujuan Pelaksanaan Praktik Kerja Lapang


Praktik Kerja Lapang (PKL) adalah salah satu kegiatan akademis yang harus
dilaksanakan

mahasiswa

Program Studi Agribisnis,

Fakultas Sains dan Teknologi,

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Terkait dengan judul dan fokus
konsentrasi, tujuan praktek kerja lapang terbagi menjadi dua yaitu:

1.2.1

Tujuan Umum
Tujuan praktik kerja lapang (PKL) secara umum antara lain adalah agar mahasiswa
dapat:
a. Memiliki wawasan lebih mendalam dalam bidang pertanian terutama Sosial
Ekonomi

Pertanian/Agribisnis,

sehingga

memudahkan

untuk

melakukan

penelitian dan penulisan skripsi.


b. Memperoleh

pengalaman

kerja

sebelum memasuki dunia

kerja,

serta

memperoleh referensi dari tempat melakukan Praktik Kerja Lapang (PKL).


c. Mengaplikasikan

pengetahuan

akademis

yang

telah

diperoleh

selama

perkuliahan, serta memberikan kontribusi pengetahuan pada lokasi Praktik


Kerja Lapang (PKL) secara jelas dan konsisten serta memiliki komitmen yang
tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di tempat PKL.
d. Memahami konsep-konsep non-akademis dan non-teknis dalam dunia kerja.
e. Membina

relasi

dengan

instansi

atau

tempat

Praktik

Kerja

Lapang

dilaksanakan.

1.2.2

Tujuan Khusus
Tujuan khusus diadakannya Praktek Kerja Lapang (PKL) adalah:
a. Mengetahui dan memahami keterkaitan antara teori manajemen operasional
dan pemasaran dengan penerapanya di Agroeduwisata Sabila Farm.
b. Mempelajari dan memahami aktivitas manajemen operasioal dan pemasaran
Agroeduwisata Sabila Farm, baik secara teknis maupun manajerial.
c. Mengetahui kendala dalam kegiatan manajemen operasional dan pemasaran
pada Agrowisata UD. Sabila Farm.

1.3. Ruang Lingkup Pembahasan Laporan


Ruang lingkup pembahasan laporan adalah kegiatan operasional dan pemasaran
Agrowisata di UD. Sabila yaitu:
1. Pembahasan umum mengenai kegiatan operasional dan pemasaran Agrowisata UD.
Sabila beserta pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
2. Fokus pembahasan mengenai

kegiatan operasional dan pemasaran yang telah

diterapkan oleh bagian pemeliharaan, pengadaan, SDM, pemasaran, dan standar


operasional prosedur pada Agrowisata UD. Sabila Farm.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Agrowisata
Agrowisata merupakan terjemahan dari kata Bahasa Inggris yaitu Agrotourism yang
terdiri dari Agro yang berarti pertanian dan Tourism yang berarti pariwisata/pelesir. Bisa
dikatakan bahwa agrowisata merupakan produk jasa wisata yang memanfaatkan obyekobyek pertanian sebagai daya tariknya. Agrowisata didefinisikan sebagai suatu kawasan
usaha pertanian yang dikembangkan secara kreatif sehingga memiliki daya tarik wisata.
Komponen kegiatan dapat meliputi salah satu, beberapa, atau keseluruhan subsistem
agribisnis berupa penyediaan sarana produksi, kegiatan produksi/budidaya, pengolahan dan
pemasaran produk pertanian, penelitian dan pengembangan pertanian, serta kegiatan
budaya masyarakat yang berkaitan dengan pertanian (Direktorat Pengembangan Usaha dan
Investasi, Kementrian Pertanian RI 2012: 9).
Menurut Reynolds (dalam jurnal Songkhla dan Somboonsuke, 2013), Agrotourism
definition are generally accepted in term of tourism business operatin within farm by way
of entertaining and educating the visitor by farm owners themselves, yang terjemahanya
adalah istilah yang berlaku pada usaha pariwisata yang beroperasi dalam usaha tani dengan
menghibur dan mengedukasi pengunjung melalui lahan pertanian.
Srimulyadi (dalam Malik,

2010) mendefinisikan secara sederhana pengertian

agrowisata atau wisata agro yaitu kegiatan wisata yang berlokasi atau berada di kawasan
pertanian secara umum, lebih dikhususkan pada areal hortikultura. Sedangkan berdasarkan
Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pertanian dengan Menteri Pariwisata Pos dan
Telekomunikasi Nomor 204/KPTS/MK050/4/1989 (dalam Masang, 2006), Agrowisata
sebagai bagian dari objek wisata diartikan sebagai suatu bentuk kegiatan pariwisata dengan
memanfaatkan usaha agro sebagai objek wisata yang bertujuan tujuan untuk memperkuat
pengetahuan, pengalaman, rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian dalam arti luas
yaitu meliputi tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan.
Menurut Direktori Wista Agro Kementrian Pertanian RI4 , Agrowisata dapat
dikelompokkan ke dalam wisata ekologi (eco-toursm), yaitu kegiatan perjalanan wisata
4

http://database.deptan.go.id/agrowisata/viewfitur.asp?id=3

dengan tidak merusak atau mencemari alam dengan tujuan untuk mengagumi dan
menikmati keindahan alam, hewan atau tumbuhan liar di lingkungan alaminya serta
sebagai sarana pendidikan. Oleh karena itu, pengelolaannya harus mempertimbangkan halhal sebagai berikut:
a. Pengaturan dasar alaminya, yang meliputi kultur atau sejarah yang menarik, keunikan
sumber daya biofisik alaminya, konservasi sumber daya alam ataupun kultur budaya
masyarakat,
b. Nilai pendidikan, yaitu interpretasi yang baik untuk program pendidikan dari areal,
termasuk lingkungan alaminya dan upaya konservasinya. Partisipasi masyarakat dan
pemanfaatannya. Masyarakat hendaknya melindungi/menjaga fasilitas atraksi yang
digemari wisatawan, serta dapat berpartisipasi sebagai pemandu serta penyedia
akomodasi dan makanan,
c. Dorongan meningkatkan upaya konservasi. Wisata ekologi biasanya tanggap dan
berperan aktif dalam upaya melindungi area, seperti mengidentifikasi burung dan
satwa liar, memperbaiki lingkungan, serta memberikan penghargaan/falitas kepada
pihak yang membantu melingdungi lingkungan.
Pengembangan agrowisata dapat diarahkan dalam bentuk ruangan tertutup (seperti
museum), ruangan terbuka (taman atau lansekap), atau kombinasi antara keduanya
(Subowo: 2002).
a. Agrowisata ruangan tertutup dapat berupa koleksi alat-alat pertanian yang khas
dan bernilai sejarah atau naskah dan visualisasi sejarah penggunaan lahan maupun
proses pengolahan hasil pertanian.
b. Agrowisata ruangan terbuka dapat berupa penataan lahan yang khas dan sesuai
dengan kapabilitas dan tipologi lahan untuk mendukung suatu sistem usahatani
yang efektif dan berkelanjutan. Komponen utama pengembangan agrowisata
ruangan terbuka dapat berupa flora dan fauna yang dibudidayakan maupun liar,
teknologi budi daya dan pascapanen komoditas pertanian yang khas dan bernilai
sejarah, atraksi budaya pertanian setempat, dan pemandangan alam berlatar
belakang pertanian dengan kenyamanan yang dapat dirasakan. Agrowisata
ruangan terbuka dapat dilakukan dalam dua versi/pola, yaitu alami dan buatan.

10

a) Agrowisata Ruang Terbuka Alami


Objek agrowisata ruangan terbuka alami ini berada pada areal di mana
kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh masyarakat petani setempat
sesuai dengan kehidupan keseharian mereka. Masyarakat melakukan
kegiatannya sesuai dengan apa yang biasa mereka lakukan tanpa ada
pengaturan dari pihak lain. Untuk memberikan tambahan kenikmatan
kepada wisatawan, atraksi-atraksi spesifik yang dilakukan oleh masyarakat
dapat lebih ditonjolkan, namun tetap menjaga nilai estetika alaminya.
Sementara

fasilitas

pendukung

untuk

pengamanan

wisatawan

tetap

disediakan sejauh tidak bertentangan dengan kultur dan estetika asli yang
ada, seperti sarana transportasi, tempat berteduh, sanitasi, dan keamanan
dari binatang buas. Contoh agrowisata terbuka alami adalah kawasan Suku
Baduy di Pandeglang dan Suku Naga di Tasikmalaya, Jawa Barat; Suku
Tengger di Jawa Timur; Bali dengan teknologi subaknya; dan Papua
dengan berbagai pola atraksi pengelolaan lahan untuk budi daya umbiumbian.
b) Agrowisata Ruang Terbuka Buatan
Kawasan agrowisata ruang terbuka buatan ini dapat didesain pada
kawasan-kawasan yang spesifik, namun belum dikuasai atau disentuh oleh
masyarakat adat. Tata ruang peruntukan lahan diatur sesuai dengan daya
dukungnya dan komoditas pertanian yang dikembangkan memiliki nilai
jual untuk wisatawan. Demikian pula teknologi yang diterapkan diambil
dari budaya masyarakat lokal yang ada, diramu sedemikian rupa sehingga
dapat menghasilkan produk atraksi agrowisata yang menarik. Fasilitas
pendukung untuk akomodasi wisatawan dapat disediakan sesuai dengan
kebutuhan masyarakat modern, namun tidak mengganggu keseimbangan
ekosistem yang ada. Kegiatan wisata ini dapat dikelola oleh suatu badan
usaha, sedang pelaksana atraksi parsialnya tetap dilakukan oleh petani
lokal yang memiliki teknologi yang diterapkan.

11

2.2. Manajemen Operasional


Secara harfiah, manajemen operasional terdiri dari dua kata yaitu manajemen dan
operasional.

Manajemen merupakan sebuah proses yang berhubungan dengan fungsi

perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi

aktivitas organisasi

atau perusahaan. Sedangkan Operasional (bentuk jamak dari operasi) merupakan kegiatan
atau proses merubah sumber daya (Input) menjadi produk berupa barang atau jasa (Output)
yang memiliki nilai tambah. Dessler (dalam Sule dan Saefullah, 2005) mendefisikan
manajemen operasi sebagai rangkaian proses pengolahan seluruh sumber daya perusahaan
yang dibutuhkan dalam menghasilkan barang atau jasa yang akan ditawarkan kepada
konsumen.

Gambar 1. Sistem operasi konversi

Tampubolon (2003:13) mendefinisikan manajemen operasional sebagai manajemen


proses konversi masukan dengan bantuan fasilitas yang diubah menjadi keluaran yang
diinginkan berupa barang atau jasa/layanan.

Menurut Fogarty (dalam Prasetya dan

Lukiastuti, 2011) manejemen operasi adalah suatu proses yang secara berkesinambungan
(kontinyu) dan efektif menggunakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai
sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan. Dalam definisi di atas terdapat
unsur-unsur pokok dalam manajemen operasi yang terdiri dari:
a. Kontinyu, berarti manajemen operasi bukan suatu kegiatan yang berdiri sendiri.
Keputusan manajemen operasi bukan meupakan keputusan tindakan yang bersifat
sesaat, melainkan tindakan yang berkelanjutan (kontinyu).
b. Efektif, berarti segala pekerjaanya harus dilakukan secara tepat dan sebaik-baiknya,
serta mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan.

12

c. Fungsi manajemen, berarti kegiatan manajemen operasi memerlukan pengetahuan


yang luas mencakup planning, actuating, dan controlling. Dalam pelaksanaanya,
berbagai sumber daya (6M: Material, Money, Man, Machine, Management,
Methode), energi dan informasi diintegrasikan untuk menghasilkan barang atau jasa,
d. Efisien, yang berarti pengoptimalan pengunaan sumber daya dan memperkecil
limbah.

Kegiatan

operasi

harus

menghasilkan

produk

sesuai

dengan

yang

tujuan

untuk

direncanakan.
e. Tujuan,

berarti

kegiatan

manajemen

operasi

harus

memiliki

menghasilkan produk sesuai dengan rencana.


Dalam operasional jasa (services),

faktor masukan (inputs) pada umumnya

merupakan keahlian, kemampuan (skill dan ability), dilengkapi dengan peralatan yang
memiliki teknologi yang sesuai di dalam melakukan proses konversi, sehingga keluaran
(outputs) merupakan jasa atau pelayanan yang sesuai dengan harapan pelangganya
(Tampubolon,

2003:6).

Menurut

Haming

dan

Nurnajamuddin

(2011:27),

manajemen

operasional memiliki beberapa tujuan, diantaranya:


a. Mengarahkan organisasi atau perusahaan untuk menghasilkan keluaran sesuai yang
diharapkan oleh pasar
b. Mengarahkan organisasi atau perusahaan untuk menghasilkan keluaran secara efisien
c. Mengarahkan organisasi atau perusahaan untuk mampu menghasilkan nilai tambah
atau manfaat yang semakin besar
d. Mengarahkan organisasi atau perusahaan untuk menjadi pemenang dalam setiap
persaingan
e. Mengarahkan

organisasi atau

perusahaan

agar

keluaran

menghasilkan atau

disediakan semakin digandrungi oleh pelanggannya

2.2.1. Perencanan
Perencanaan dapat didefinisikan sebagai pemikiran yang merarah ke masa
depan yang menyangkut rangkaian tidakan berdasarkan pemahaman penuh
terhadap semua faktor yang terlibat dan yang diarahkan kepada sasaran khusus
(Downey dan Ericson, 2000). Menurut Robbin dan Coulter (dalam Sule dan
Saefullah, 2005) perencanaan merupakan sebuah proses yang dimulai dari
13

penetapan

tujuan

organisasi,

menentukan strategi untuk

pencapaian tujuan

organisasi tersebut secara menyeluruh, serta menyertakan sistem perencanaan


menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan seluruh pekerjaan
organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi.

2.2.2. Pengorganisasian
Fungsi pengorganisasian berhubungan dengan pengoptimalan penggunaan
sumber daya perusahaan sehingga dapat menciptakan keterpaduan tugas dan
peran masing-masing sumber daya dalam aktivitas organisasi atau perusahaan.
Menurut Firdaus (2007) fungsi pengorganisasian terdiri dari kegiatan-kegiatan
seperti:
a. Menyususn struktur organisasi
b. Menentukan pekerjaan yang harus dikerjakan
c. Memilih, menempatkan dan mengembangkan karyawan
d. Merumuskan garis kegiatan perusahaan
e. Membentuk sejumlah hubungan dalam organisasi dan menunjuk staffnya.

2.2.3. Pelaksanaaan (Pengarahan)


Pelaksanaan dapat dibagi menjadi fungsi pengarahan dan koordinasi.
Fungsi

pengarahan

merupakan

gerak

pelaksanaan

dari

kegiatan-kegiatan

perencanaan dan pengorganisasian. Menurut Downey dan Erickson (dalam


Firdaus, 2007), pengarahan memiliki tujuan untuk:
a. Menentukan kewajiban dan tanggung jawab.
b. Menetapkan hasil yang harus dicapai
c. Mendelegasikan wewenang yang diperlukan
d. Menciptakan hasrat untuk berhasil
e. Mengawasi agar pekerjaan berjalan dengan benar.
Koordinasi merupakan daya upaya untuk mensinkronkan dan meyatukan
tindakan-tindakan para pekerja. Dalam hal ini manager memiliki peran yang
sangat penting untuk menyelaraskan masing-masing karyawan sesuai dengan

14

tugas dan kewajiban yang telah diberikan dalam rangka mencapai tujuan secara
bersama-sama.

2.2.4. Pengawasan
Pengawasan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan mengidentifikasi apaapa yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang ada dalam suatu
kegiatan

organisasi

dengan

tujuan

untuk

segera

mengetahui kemungkinan

terjadinya hambatan atau penyimpangan, sekaligus untuk mnegadakan koreksi


(evaluasi) untuk memperlancar tercapainya tujuan (Firdaus, 2007). Pengawasan
perlu dilakukan secara terus menerus (kontinyu) untuk memastikan perencanaan
berjalan sebagaimana mestinya.dalam pengawasan terdapat fungsi evaluasi yang
menekankan pada tindalan penilaian proses pelaksaaan terkait kemungkinan
adanya hambatan, penyimpangan atau tercapainya tujuan yang telah ditetapkan
berdasarkan perencanaan perusahaan. Evaluasi ditujukan pada objek penilaian
dalam suatu periode tertentu.

2.3. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa


Manajemen pemasaran merupakan proses analisis, perencanaan, implementasi dan
pengendalian

program

yang

dirancang

untuk

menciptakan,

membangun,

dan

mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran demi mencapai


tujuan organisasi (Kotler dan Amstrong: 2001).
Menurut Lupiyoadi (dalam Utomo, 2011), pemasaran jasa adalah setiap tindakan
yang ditawarkan oleh salah satu pihak kepada pihak lain yang secara prinsip intangible dan
tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Sedangkan menurut Umar (dalam
Manullang, 2008), pemasaran jasa adalah pemasaran yang bersifat intangible dan immaterial
dan dilakukan pada saat konsumen berhadapan dengan produsen. Dari definisi diatas dapat
disimpulkan bahwa pemasaran jasa adalah suatu sistem dari kegiatan bisnis yang tidak dapat
dilihat, dirasa, didengar atau diraba sebelum ditawarkan oleh produsen dan dikonsumsi oleh
konsumen.

15

2.3.1. Segmentasi Pasar


Segmentasi (pengelompokan) pasar adalah pembagian dari pada pasar
secara keseluruhan ke dalam kelompok-kelompok untuk penyesuaian yang lebih
tepat dan konkret dari suatu produk, sesuai keinginan, kebutuhan, dan karakter
yang diminta oleh konsumen (Mursid, 2010). Menurut Lupiyoadi dan Hamdani
(2006), segmentasi pasar merupakan pembagian pasar menjadi kelompok
pembeli yang dibedakan menurut kebutuhan, karakter, atau tingkah laku, yang
mungkin membutuhkan produk yang berbeda.
Terdapat tiga pola dasar mengelompokan pasar (Mursid, 2010), yaitu:
a. Geographic Segmentation, pengelompokan berdasarkan daerah geografis
yang mempengaruhi kebutuhan dan karakter pasar.
b. Demographic Segmentation, pengelompokan berdasarkan keadaan suatu
masyarakat

yang

berubah-ubah

(demographic

variable).

Terdapat

karakteristik pada Demographic Segmentation, diantaranya:


a) Kelompok umur (age group)
b) Jenis kelamin (sex)
c) Besarnya keluarga (family size)
d) Siklus penghidupan keluarga (family life cycle)
e) Pendapatan (income)
f) Jabatan (occupation)
g) Tingkat pendidikan (edication)
h) Klasifikasi sosial (social class)
c. Psychograpic

Segmentation,

pengelompokan

berdasarkan

faktor

psikologis, life syle, dan karakter.

2.3.2. Penargetan pasar Sasaran (Targeting)


Setelah
menentukan

mengidentifikasi beberapa

segmen

pasar,

perusahaan

segmen-segmen pasar mana yang akan dilayani.

harus

Inilah yang

dimaksud dengan menentukan pasar sasaran atau targeting. Targeting merupakan


proses penyeleksian pasar target yang terdiri dari sekumpulan konsumen dengan
16

berbagai macam karakteristik serupa dan kebutuhan yang akan dijadikan target
pelayanan oleh perusahaan.

2.3.3.

Pemosisian (positioning)
Pemosisian atau positioning merupakan perancangan dan penawaran citra
yang di dapat oleh konsumen melalui cara pandangnya dan anggapan konsumen
akan posisi perusahaan di dalam persaingan. menurut Al Ries dan Trout (dalam
Lupiyoadi dan Hamdani, 2006) positioning tidak hanya menyangkut pada apa
yang dilakukan terhadap produk (barang atau jasa), tetapi apa yang pemasar
lakukan terhadap pikiran atau benak konsumen.
Positioning merupakan cara bagaimana konsumen menerima perusahaan
secara psikologis agar tercipta citra (image) positif sebagaimana yang diharapkan.
Tujuan dilakukannya positioning adalam untuk membedakan presepsi konsumen
terhadap perusahaan berikut produknya (barang maupun jasa) dari pesaing.
Positioning

dalam produk

barang

mengkomunikasikan

atribut

dari barang

tersebut. Namun dalam produk jasa, positioning mengacu pada upaya penempatan
atau menggerakan suatu produk ke tingkatan yang diinginkan dan sesuai dengan
perhatian konsumen.

2.3.4. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)


Bauran pemasaran atau marketing mix merupakan faktor vital dalam
kegiatan pemasaran,

jika tanpa adanya bauran pemasaran maka kegiatan

pemasaran tidak akan berjalan. Bauran pemasaran merupakan alat bagi pemasar
yang

terdiri atas berbagai unsure suatu program pemasaran yang perlu

dipertimbangkan agar implementasi strategi pemasaran dan positioning yang


ditetapkan dapat berjalan sukses (Lupiyoadi fan Hamdani, 2006). Sedangkan
menurut Kotler (dalam Prihartini, 2008) bauran pemasaran adalah seperangkat
alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus menerus mencapai tujuan
pemasaranya di pasar sasaran.

17

Gambar 2. Bauran pemasaran

Terdapat perbedaan karakteristik antara produk barang dan produk jasa.


Produk barang bersifat materi dan dapat diindrakan sebelum membeli dan
mengkosumsi, sedangkan jasa bersifat immateri dan intangible. Dalam bauran
pemasaran produk barang mencakup 4P, yakni: Product, Price, Place, dan
Promotion. Pada produk jasa 4P dirasa kurang mencukupi, maka perlu adanya
penambahan 3P lainya, yakni: People, Physical Evidance, dan Process.
Penambahan People, Physical Evidance, dan Process terkait dengan sifat jasa
dimana tahapan operasi hingga konsumsi merupakan suatu rangkaian yang tidak
dapat dipisahkan serta mengikutserakan konsumen dan pemberi jasa secara
langsung (Lupiyoadi dan Hamdani, 2008). Dari penjelasan diatas dapat ditarik
keimpulan bahwa konsumen dan pemberi jasa mengalami interaksi langsung
dalam operasi jasa. Tiap unsure dalam bauran pemasaran merupakan hubungan
timbal-balik dan mempengaruhi. Apa bila salah satu unsure tidak terlaksana maka
tujuan pemasaran tidak akan tercapai.
2.3.4.1.

Product (Produk)
Produk jasa menurut Kotler (dalam Hasan, 2012) merupakan
segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan,
diminta,

dicari,

dibeli,

digunakan

atau

dikonsumsi

pasar

sebagai

pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. Produk


merupakan keseluruhan konsep objek atau proses yang memberikan
sejumlah nilai kepada konsumen (Lupiyoadi dan Hamdani, 2008).

18

Tabel 3. Perbedaan Karakteristik Produk Barang dan Jasa


Barang

Jasa

Berwujud

Tidak berwujud

Dapat disimpan

Tidak dapat disimpan

Banyak menggunakan proses mesin

Banyak menggunakan proses manusia

Diproduksi dulu baru dikonsumsi

Diproduksi bersamaan waktunya


dengan dikonsumsi

Kontak dengan konsumen rendah

Kontak dengan konsumen tinggi

Kualitas bersifat obyektif

Kualitas bersifat subyektif

Sumber: (Prasetya dan Lukiastuti, 2011)

Nilai manfaat dan value menjadi penting karena konsumen tidak


hanya membeli barang secara fisik tetapi juga manfaat pada produk.
Terutama pada produk

jasa yang tidak

mengakibatkan pertukaran

kepemilikan dari pemberi jasa kepada konsumen. Dalam produk jasa


terdapat beberapa karakteristik menurut Griffin (dalam Lupiyoadi dan
Hamdani, 2008), diantaranya:
a. Inangibility (tidak berwujud)
Jasa tidak dapat dilihat, diraba, didengar, diindra sebelum jasa
tersebut dibeli. Nilai penting dari hal ini adalah nilai tak berwujud
yang dialami konsumen dalam bentuk kenikmatan, kepuasan, atau
kenyamanan.
b. Unstorability (tidak dapat disimpan)
Jasa tidak mengenal persediaan atau penyimpanan dari produk
yang telah dihasilkan. Karekter ini juga disebut Inseparebility
(tidak

dapat

dipisahkan),

mengingat

pada

umumnya

jasa

dihasilkan dan dikonsumsi dalam waktu yang sama.


c. Customization (kustomisasi)
Jasa sering kali didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan
pelanggan.
19

2.3.4.2.

Price (penentuan Harga)


Harga merupakan sejumlah uang yang harus dikeluarkan untuk
dapat mengkonsumsi sebuah produk bernilai ekonomi. Harga merupakan
unsur bauran pemasaran yang paling mudah disesuaikan. Penentuan harga
pada perusahaan jasa merupakan aspek-aspek yang sangat penting
terutama memberikan nilai kepada pelanggan. Kegiatan penentuan harga
memainkan peranan penting dalam proses bauran pemasaran karena
penentuan harga terkait langsung nantinya dengan pendapatan yang
diterima oleh perusahaan (Setyaningsih, 2007)
Faktor-faktor yang mempengaruhi penentian harga (Lupiyoadi dan
Hamdani, 2008), adalah:
a. Positioning jasa
b. Sasaran perusahaan
c. Tingkat persaingan
d. Siklus hidup jasa
e. Elastisitas permintaan
f.

Struktur biaya

g. Sumberdaya yang digunakan


h. Kondisi ekonomi secara umum
i.

2.3.4.3.

Kapasitas jasa.

Place (Tempat)
Tempat dalam jasa merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atas
saluran distribusi, dalam hal berhubungan dengan ini bagaimana cara
penyampaian jasa kepada konsumen dan dimana lokasi yang strategis
(Lupiyoadi dan Hamdani, 2008).

2.3.4.3.1.

Lokasi
Lokasi bekaitan dengan tempat dimana perusahaan berada
dan dimana melakukan operasional. Dalam hal ini terdapat tiga
20

jenis interaksi yang mempenaruhi lokasi (Lupiyoadi dan Hamdani,


2008), yaitu:
a. Konsumen Mendatang Pemberi Jasa (Perusahaan)
Apabila keadaanya seperti ini maka lokasi menjadi
sangat penting. Perusahaan sebaiknya memilih tempat
yang berdekatan dengan konsumen sehingga mudah
dijangkau.
b. Pemberi Jasa Mendatangi Konsumen
Dalam hal ini lokasi menjadi tidak terlalu penting , tetapi
penyampaian

jasa

yang

berkualitas

priima haruslah

menjadi perhatian.
c. Pemberi Jasa dan Konsumen Tidak Bertemu secara
Langsung.
Hal ini berarti penyedia jasa dan konsumen berinteraksi
melalui sarana tertentu seperti telepon, computer, atau
surat.

Lokasi menjadi sangat tidak penting selama

komunikasi antara kedua belah pihak berjalan dengan


baik.

2.3.4.3.2.

Saluran Distribusi
Penyampaian jasa dapat melalui organisasi atau orang lain.
Dalam penyampanyan jasa pihak yang terlibat adalah penyedia
jasa,

perantara,

dan konsumen.

Sehubungan dengan saluran

distribusi, maka perusahaan harus dapat memilih saluran yang


tepat

untuk

mempengaruji

menyampaikan
kualitas

jasa

jasanya,
yang

sebab

dibeikan

akan
(Lupiyoadi

sangat
dan

Hamdani, 2008). Terdapat beberapa saluran distribusi, diantaranya:


a. Penjual langsung (direct sales)
b. Agen atau broker
c. Agen/broker penjual atau pembeli
d. Waralaba (franchise)
21

e. Pengantar jasa terkontrak (contracted service deliverers)

2.3.4.4.

Promotion (Promosi)
Menurut Alma (dalam Hasan, 2012) Promosi adalah suatu bentuk
komunikasi
berusaha

pemasaran,
menyebarkan

yang

merupakan

informasi,

aktivitas

pemasaran

mempengaruhi/membujuk,

yang

dan atau

mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia


menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan
yang bersangkutan.
Selain

untuk

menyebarkan

informasi

mengenai

produk,

mempengaruhi atau membujuk, dan mengingatkan target konsumen akan


perusahaan dan produknya, pemasaran juga dapat menciptakan dan
mempertahankan selera konsumen untuk tetap mengkonsumsi produk
yang sudah ada bahkan memunculkan sebuah trend. Namun harga dan
kualitas dari produk yang dipromosikan haruslah diperhatikan, sehingga
pencapaian tujuan perusahaan akan volume penjualan serta market share
akan tercapai.

2.3.4.4.1.

Bauran Promosi (Promotion Mix)


Bauran promosi adalah seperangkat alat ataupun metode yang
digunakan untuk mencapai tujuan promosi. Dalam Lupiyoadi dan
Hamdani (2006:120) perangkat promosi mencakup:
a. Aktivitas Periklanan
Periklanan merupakan salah satu bentuk dari komunikasi
impersonal (impersonal communication) yang digunakan
oleh perusahaan. Fungsi periklanan dalam pemasaran jasa
adalah untuk membangun kesadaran (awereness) terhadap
keberadaan jasa yang ditawarkan, menambah pengetahuan
konsumen tentang jasa yang ditawarkan, membujuk calon
konsumen untuk membeli atau menggunakan jasa tersebut,
dan membedakan dari perusahaan satu dengan perusahaan
22

lain yang mendukung positioning jasa. Terdapat beberapa


tujuan periklanan, di antaranya adalah:
-

Iklan yang bersifat memberikan informasi (informative


advertising),

iklan

menerangkan

produk

yang
jasa

secara
dalam

panjang
tahap

lebar
rintisan

(perkenalan) guna menciptakan permintaan atas produk


tersebut.

Iklan membujuk (persuasive advertising), iklan menjadi


penting

dalam

situasi persaingan

di mana

sasaran

perusahaan adalah menciptakan permintaan yang selektif


akan merek tertentu.

Iklan pengingat (reminder advertising), iklan ini akan


sangat penting dalam tahap kedewasaan (maturity) suatu
produk untuk menjaga agar konsumen selalu ingat akan
produk tersebut.

Iklan pemantapan (reinforcement advertising), iklan yang


berusaha meyakinkan para pembeli bahwa mereka telah
mengambil pilihan yang tepat,

Pada dasarnya tujuan pengiklanan adalah komunikasi yang


efektif dalam rangka mengubah sikap dan perilaku konsumen.
Untuk itu ada beberapa pilihan media yang dapat digunakan
untuk melakukan pengiklanan, antara lain melalui: surat
kabar, majalah, radio, televisi, papan reklame (outdoor
advertising).

b. Penjualan Perorangan (personal selling)


Penjualan perseorangan mempunyai peranan penting dalam
pemasaran karena:
-

Interaksi secara personal antara penyedia jasa dan


konsumen sangat penting.

Jasa tersebut disediakan oleh orang bukan oleh mesin.

23

Orang merupakan bagian dari produk jasa terutama


produk jasa.

Sifat penjualan secara perorangan dapat dikatakan lebih


luwes karena tenaga penjualan dapat secara langsung
menyesuaikan

penawaran

dengan

perilaku masing-masing pembeli.

kebutuhan

Selain itu,

dan
tenaga

penjualan juga dapat segera mengetahui reaksi calon


pembeli terhadap penawaran penjualan, sehingga dapat
mengadakan penyesuaian-penyesuaian di tempat pada
saat itu juga.

c. Promosi Penjualan
Promosi

penjualan

adalah

semua

kegiatan

yang

dimaksudkan untuk meningkatkan arus barang atau jasa


dari produsen sampai kepada penjual akhirnya. Promosi
penjualan terdiri atas brosur, lembar informasi, dan lainlain. Promosi penjualan dapat diberikan kepada:
-

Konsumen: Berupa penawaran cuma-cuma, sampel,


demo produk, pengembalian tunai, hadiah, dan garansi.

Perantara:

Berupa

barang

cuma-cuma

diskon,

advertising allowances, iklan kerja sama, distribution


contests, penghargaan.
-

Tenaga penjualan: Berupa bonus, penghargaan, kontes,


dan hadiah untuk tenaga penjualan terbaik.

d. Hubungan Masyarakat (PR)


Hubungan masyarakat merupakan kiat pemasaran penting
lainnya,

di

mana

perusahaan

tidak

hanya

harus

berhubungan dengan pelanggan, pemasok dan penyalur,


tetapi

juga

harus

berhubungan

dengan

kumpulan

kepentingan publik yang lebih besar. Hubungan masyarakat


24

sangat peduli terhadap beberapa tugas pemasaran, antara


lain:
-

Membangun citra

Mendukung aktivitas komunikasi lainnya

Mengatasi permasalahan dan isu yang ada

Memperkuat positioning perusahaan

Mempengaruhi public yang spesifik

Mengadakan peluncuran untuk produk atau jasa


baru

Program hubungan masyarakat, antar lain:


-

Acara-acara penting

Hubungan dengan investor

Pameran

Mensponsori beberapa acara

e. Informasi dari mulut ke mulut (word of mouth)


Dalam hal ini peranan

orang sangat penting dalam

mempromosikan

Dengan

tersebut

produk.

kata

akan berbicara kepada

berpotensial

tentang

lain pelanggan

pelanggan lain yang

pengalamannya

dalam

menerima

produk tersebut sehingga informasi dari mulut ke mulut ini


sangat

besar

pemasaran

pengaruhnya
produk

dan

dibandingkan

dampaknya

terhadap

dengan

aktivitas

komunikasi lainnya.

f.

Pemasaran Langsung (direct marketing) dan Publikasi


Pemasaran

langsung

merupakan

unsur

terakhir

dalam

bauran komunikasi dan promosi. Terdapat Enam area dari


pemasaran langsung yaitu:
-

Direct mail
25

2.3.4.5.

Mail order

Direct response

Direct selling

Telemarketing

Digital marketing

People (Orang/Pekerja)
Dalam pemasaran, aspek orang berfungsi sebagai penyedia jasa
yang sangat mempengaruhi kualitas jasa yang diberikan. Keputusan dalam
penentuan orang atau pekerja berkaitan dengan manajemen sumber daya
manusia seperti perekrutan, penyeleksian, pelatihan, motivasi, dan lainya.
Kesuksesan pemasaran jasa ditentukan oleh kualitas SDM yang dimilik.
Untuk pencapaian hasil yang optimal diperlukan keterlibatan langsung
antara penyedia jasa dan konsumenya. Peran penting SDM dalam
pemasaran jasa dapat dijelaskan dalam aspek pemasaran internal dan
layanan konsumen.
Pemasaran
efektivitas
konsumen.

kerja

internal

(internal

marketing)

menciptakan

suatu

SDM sebelum mereka berhubungan dengan para

Pemasaran

internal

merupakan

langkah

awal

dalam

menciptakan suatu motivasi bagi karyawan maupun konsumen sebagai


pemakai jasa. Proses manajemen yang penting dalam hal ini menurut
Gronroos (dalam Lupiyoadi dan Hamdani, 2008), adalah:
a. Manajemen sikap (Attitude manajement)
Meliputi sikap dan motivasi karyawan dalam pelaksanaan kegiatan
perusahaan. Pihak manajemen perlu bersikap proaktif terutama
dalam perencanaan dan pengawasan kegiatan karyawannya.

b. Manajemen komunikasi (Communication management)


Merupakan

proses

manajemen

dalam

menyampaikan

setiap

informadi yang bertugas untuk memberikan petunjuk kerja dan


memberikan kesempatan pada karyawannya untuk menyampaikan
26

segala

permasalahan

yang

dihadapi

sehingga

dapat

terjadi

komunukasi dua arah dan terjalin suasana keterbukaan.

2.3.4.6.

Process (Proses)
Proses

merupakan

gabungan

sekumpulan

aktivitas,

umumnya

terdiri atas prosedur, jadwal pekerjaan, mekanisme, aktivitas dan hal-hal


rutin, di mana jasa diproduksi dan disampaikan kepada konsumen.
Menurut Lupiyoadi dan Hamdani (2006:76) proses dapat dibedakan dalam
dua cara yaitu:
a. Kompleksitas (complexity)
Berhubungan dengan langkah- langkah dan tahapan proses.
b. Keragaman (divergence)
Berhubungan dengan adanya perubahan dalam langkah-langkah atau
tahapan proses.

2.3.4.7.

Physical Evidance (Bukti/Sarana Fisik)


Bukti atau sarana fisik merupakan lingkungan fisik tempat jasa
diproduksi dan langsung berhubungan dengan proses pemberian jasa
kepada konsumen.

Ada dua tipe physical evidence (Lupiyoadi dan

Hamdani, 2006), yaitu:


a. Essential evidence
Merupakan keputusan-keputusan yang dibuat oleh pemberi jasa
mengenai desain dan layout dari gedung, ruang dan lain-lain.
b. Peripheral evidence
Merupakan nilai tambah yang bila berdiri sendiri tidak akan berarti
apa-apa. Jadi hanya berfungsi sebagai pelengkap saja, sekalipun
demikian peranannya sangat penting dalam proses produksi jasa.

27

BAB III
PROFILE PERUSAHAAN

Bidang Usaha

: Agrowisata dan Produksi Buah-buahan

Alamat Perusahaan

: Jl.Kaliurang KM 18,5 Pakem-Sleman Yogyakarta

Nomor Telpon

: (0274) 7115454

Situs Web

: www.sabilafarm.com

Email

: gunsoetopo@gmail.com

Bentuk Badan Hukum : UD (Usaha Dagang)


Logo Perusahaan

Gambar 3. Logo Sabila Farm

3.1. Sejarah Singkat Perusahaan


Beberapa tahun ini, buah naga (Hylocereus sp.) merupakan buah yang popular
dan banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Kulit buahnya yang berwarna magenta
(merah muda bercampur unggu) cerah dengan bentuknya yang unik dengan sirip seperti
naga pastilah memancing perhatian penikmat buah. Tidak hanya tampilan luarnya saja
yang menarik, daging buah yang berwarna putih atau merah dengan bijinya yang hitam
berukuran kecil seperti selasih menjadi daya tarik tersendiri. Buah naga tidak hanya
unggul dalam tampilan, tetapi juga kandungan gizi, vitamin, dan mineral yang
bermaanfaat bagi tubuh.
Bapak Muhammad Gunung Soetopo atau yang biasa dikenal dengan sebutan
Pakdhe Gun bersama istrinya Ibu Elly Mulyati merupakan pemilik atau owner dari UD.
28

Sabila Farm. Dengan latar belakang pendidikan lulusan Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas
Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Pakdhe Gun Soetopo bertekad kebun Sabila Farm
merupakan pelabuhan terakhir kariernya, setelah 3 tahun bekerja sebagai pegawai
negeri dan selama 26 tahun di bidang pertanian, akhirnya Beliau memilih menjadi
seorang petani hortikultura di Depok, dengan menanam melon, semangka, bunga
potong dan memproduksi media tanam. Pengalaman menjadi penasihat perusahaan
benih hortikultura berteknologi tinggi memberikanya ilmu dalam berusaha tani. UD.
Sabila Farm dibangun pada tahun 2005 dengan menyewa lahan kas desa seluas 5
hektar, dengan luasan 4 hektar untuk komoditas buah naga dan sisanya ditanami oleh
komoditas papaya, sirsak, srikaya, delima, jambu kristal, nangkadak, dan pisang. . Jenis
buah naga yang ditanam adalah varietas Buah Naga Sabila Putih dan Buah Naga Sabila
Merah yang telah disahkan oleh SK Menteri Pertanian pada tanggal 26 Mei 2010
dengan No SK 2103/Kpts/SR.120/5/2010 untuk Buah Naga Sabila Putih, sedangkan
untuk Buah Naga Sabila Merah dengan No SK 2103/Kpts/SR.120/5/2010.

Kata

Sabila diambil dari nama anak bungsu pemilik perusahaan ini, selain itu kata Sabila
memiliki arti yaitu Sarana Belajar Ilmu Allah.
Pada awal pembangunanya, kebun Sabila Farm hanyalah berfungsi sebagai
kebun produksi. Seiring dengan berjalanya waktu dari permintaan para pengunjung,
maka kebun Sabila Farm mengalami penambahan fungsi, yakni sebagai kebun rekreasi
dan edukasi. Pembangunan fasilitas, sarana dan prasarana wisata seperti aula joglo,
gazebo, penginapan, dan sebagainya membuat bertambahnya pengunjung yang ingin
berwisata. Selain itu banyak pula mahasiswa yang menjadikan Sabila Farm sebagai
tempat untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Penelitian. Maka tidak
hanya sebagai tempat memproduksi buah naga, Sabila Farm juga menawarkan jasa
Agroeduwisata. Sabila Farm telah banyak didatang oleh banyak pejabat dan tokoh
nasional. Selain itu, sabila farm juga telah di jadikan tempat pelatihan, magang, dan
pelatihan dan penelitian oleh instansi dan mahasiswa seperti dari Bank Indonesia,
Dompet

Dhuafa,

Universitas

Bengkulu,

Universitas

Khairun

Ternate,

hingga

mahasiswa luar negeri yang berasal dari Universitas Putra Malaysia.

29

Meski kerap menjadi tempat pelatihan untuk mahasiswa dan karyawan yang
akan pensiun, dan banyak dikunjungi oleh tamu dari berbagai macam kalangan, itu
semua bukanlah tujuan utama yang ingin dicapai Pakdhe Gun, melaikan beliau
menginginkan

Sabila

Farm

menghasilkan

terobosan

positif

bagi

pembangunan

pertanian Indonesia, khususnya hortikultura. Sabila Farm juga merupakan perintis


kebun buah naga komersil di Indonesia.

3.2. Dasar Pemikiran Terbentuknya Perusahaan


Usaha di bidang pertanian atau agribisnis merupakan bidang usaha dengan
prospek

sepanjang

masa.

Dalam

satu

hari,

pada

umumnya

setiap

manusia

mengkonsumsi barang hasil pertanian sebanyak minimal tiga kali. Selain itu terdapat
fakta bahwa angka impor produk hortikultura terbilang besar dan masih sedikit jumlah
pengusaha buah naga di dalam negeri. Hal ini yang dilihat sebagai peluang yang harus
di ambil oleh Pakdhe Gun untuk mengembangkan usaha di bidang hortikultura
khususnya buah naga. Buah naga merupakan buah yang eksotis, memiliki banyak nilai
gizi dan khasiat bagi kesehatan, juga memiliki nilai jual yang sangat tinggi pada saat
itu. Ini semua yang menjadikan Buah Naga sebagai produk primadona di Sabila Farm.

3.3. Keadaan Umum Perusahaan


UD. Sabila Farm merupakan perusahaan yang bergerak di bidang hortikultura,
khususnya buah-buahan tropis. Dalam tiga areal kebun, komoditas yang diproduksi
oleh UD. Sabila Farm diantaranya: Di Kebun Sabila Farm 1 dengan luas 2,5 Ha
terdapat komoditas Buah Naga Putih, Buah Naga Merah, Buah Naga Super Red, Buah
Naga Kuning, Sirsak Madu, Srikaya Jumbo, Jambu Biji Merah, Jambu Kristal, Delima
Merah, Delima Putih, dan Nangkadak (nangka cempedak). Sedangkan pada Kebun
Sabila Farm 2 dan 3 dengan luas 3,3 Ha terdapat komoditas Buah Naga Merah, Buah
Naga Super Red, Srikaya Jumbo, dan Pepaya California.

30

Tabel 4. Luas kebun dan komoditas


Kebun

Luas Lahan

Jenis Tanaman

1,9 Ha

Buah Naga Putih, Buah Naga Merah dan Buah Naga Kuning
Srikaya Jumbo, Sirsak, Delima, Jambu biji merah, dan

SF 1

0,6 Ha

Nangkadak

SF 2

1,1 Ha

Buah Naga Merah, dan Srikaya Jumbo.

SF 3

1,2 Ha

Buah Naga Merah, dan Pepaya.

Lahan yang digunakan Sabila Farm merupakan lahan padas yang tidak sesuai
untuk kegiatan usaha tani dan memiliki tingkat curah hujan cukup tinggi yang tidak
sesuai untuk ditanami tanaman buah naga. Dengan semangat Krenova (Kreasi dan
Inovasi) yang menghasilkan teknologi tepat guna, Pakdhe Gun memiliki keyakinan
bahwa segala sesuatu yang tidak kondisional berupa lahan-lahan marginal dan iklim
yang tidak sesuai dapat kita kondisikan agar sesuai dan mengahasilkan. Terbukti
dengan kebun Sabila Farm yang memiliki lahan marginal (sub-optimal) dapat
menghasilkan hasil panen yang optimal berkualitas premium.
Teknologi yang diterapkan di Sabila Farm adalah teknologi pencahayaan lampu
yang mengkondisikan penyinaran tanaman lebih dari dua belas jam untuk menstimulus
munculnya bunga dan buah di luar musim. Dengan begitu Sabila Farm akan tetap
berproduksi di luar musim panen Buah Naga walaupun kuantitasnya tidak sama dengan
pada saat masa panen. Kemudian, Sabila Farm juga menerapkan sistem pertanian
organic. Dalam proses pemupukan, Sabila farm menggunakan pupuk kandang (berupa
pupuk kandang sapi atau kambing) segar tanpa fermentasi, tidak menggunakan pupuk
kimia.
tindakan

Penanggulangan
preventif

Organisme

contohnya

Pengganggu

menggunakan

Tanaman

kain

sprinet

(OPT)

mengedepankan

berwana

hijau

untuk

menyelubungi buah, penanggulangan hama dengan pestisida nabati yang berasal dari
alam yang bersifat organic, dan penggunaan metode biopori untuk penanggulangan
hama uret. Selain itu, Sabila Farm menerapkan konsep Bertani dengan Hati, dimana
kita sebagai pengusaha tani yang memanfaatkan alam dan mahluk hidup (tumbuhan)
dalam proses produksi haruslah memperhatikan faktor ekologis, tidak bersifat serakah,

31

memberikan timbal balik kepada alam, mengawali (bertanam) dengan niat dan itikat
baik dan bertawakal dengan harapan memperoleh hasil panen yang baik.
Dalam satu masa panen yaitu dimulai dari bulan November hingga April, dalam
satu tiang yang berisi empat tanaman buah naga dapat menghasilkan buah sebanyak 30
Kg. Dan dalam luas lahan satu hektar terdapat kurang lebih seribu tiang. Maka dalam
satu masa panen dengan luasan 2 Ha, Sabila farm dapat memproduksi buah naga
mencapai 30.000 Kg.
Selain memproduksi buah-buahan, Sabila Farm juga melakukan pengolahan
untuk meningkatkan nilai tambah produknya. Untuk buah, terdapat banyak produk
olahan berupa Buah Potong (Slices Fruits), Selai dan Sirup Buah Naga; Dodol Buah
Naga, Srikaya, dan Pepaya; Cheesse Stick Buah Naga, Pudding Buah Naga, Salad Buah
Naga, Pecel Kulit Buah Naga, bahkan memanfaatkan Bunga Buah Naga yang diolah
menjadi Teh Bunga Buah Naga.
Dalam pemasarannya, Sabila Farm tidak mendistribusikan produknya ke pasar
swalayan dan retail. Sistem pemasaran yang digunakan adalah pemasaran langsung
kepada pelanggan dengan sistem pesan atau order dan penjualan langsung di kebun.
Dengan begitu hubungan perusahaan dan pelanggannya akan erat sehingga setiap
keluhan yang berasal dari pelanggan akan langsung perusahaan tanggapi dan menjadi
feedback untuk perusahaan. Sistem pesan/order ini akan menciptakan sistem pemasaran
Word of Mouth. Jika pelanggan merasakan produk dan pelayanan yang memuaskan dari
Sabila Farm, maka ia akan menceritakan dan menyebarkan kesan dan citra positif
perusahaan

kepada

keluarga,

rekan

kerja,

teman,

dan

tetangganya

sehingga

menciptakan sebuah jaringan yang dihasilkan dari efek beruntun. Pelanggan Sabila
Farm telah tersebar dari berbagai daerah di Indonesia khususnya JABODETABEK.
Produk yang di pesan akan di kirim melalui agen pengiriman menggunakan transportasi
bis, kereta dan pesawat terbang, lalu akan diantar ke rumah pengirim atau diambil di
tempat pengiriman sesuai dengan kesepakatan pelanggan sebelumnya dengan biaya
pengiriman ditanggung pemesan.

32

3.3.1.

Jargon Jebret..!! Jebreet..!! Jebreeet..!!


Sabila Farm dalam usahanya memiliki sebuah jargon atau selogan yang
selalu

dikumandangakan

pada

setiap

pengunjung

yakni salam Jebret..!!

Jebreet..!! Jebreeet..!!. Jargon ini tidak hanya simple, mudah di ingat, dan
menarik, tetapi juga memiliki nilai makna dan filosofis. Makna dalam setiap kata
jebret sebagai berikut:

Jebret yang pertama adalah niat. Dalam mencapai kesuksesan niat


merupakan langkah pertama yang harus dimiliki. Karena dengan adanya
niat, maka seseorang akan memusatkan pikiran, perkataan, dan tindakanya
untuk niatnya tersebut.

Jebret yang kedua adalah tekad. Jika niat telah dimiliki, maka selanjutnya
adalah tekad. Dalam hal ini tekad dapat berarti konsistensi untuk terus
mencapai tujuan dengan pantang menyerah dan menjadikan masalah
sebagai tantangan.

Jebret yang terakhir adalah nekad. Nekad yang dimaksud dalam hal ini
adalah nekad dengan perencanaan. Untuk memulai sesuatu terkadang
dibutuhkan tindakan nekad
dikarenakan

resiko

usaha

yang mengesampingkan rasa ragu yang


dan

takut

akan

gagal.

Nekad

dengan

perencanaan adalah kesiapan untuk memulai dan mencapai tujuan yang


timbul

karena

telah

memiliki

rencana-rencana

tindakan

dan

penanggulangan resiko.
Sedangkan makna

filosofis yang terkandung adalah untuk menjadi

Agropreuneur dibutuhkan ketiga makna diatas, dan kata jebret merupakan kata
yang menggambarkan pencapaian tujuan, cita-cita, dan kesuksesan dalam
berusaha

tani.

Dengan

demikian

dalam operasionalnya disertakan jargon

Jebret..!! Jebreet..!! Jebreeet..!! untuk memantapkan motivasi bagi para


pengunjung.
3.3.2.

Semangat Indonesia Feed Asia


Pakdhe Gun dan Sabila Farm dalam beberapa tahun ini memiliki sebuah
harapan dan cita-cita yang terwujud dalam suatu gerakan yaitu Indonesia Feed
33

Asia. Indonesia Feed Asia merupakan sebuah semangat yang selalu digemakan
oleh Pakdhe Gun ke seluruh penjuru nusantara pada setiap kesempatan seperti
seminar, talkshow, diskusi public yang dihadiri oleh beliau. Didasari oleh
tingginya angka impor pangan yang terjadi di Indonesia, Pakdhe Gun memberi
motivasi dan semangat kepada para mahasiswa, sarjana pertanian, universitas
sebagai insane akademis dan lembaga peneliti; petani, pengusaha, dan semua
stakeholder untuk terjun dan bergandengan tangan untuk membangun dalam
sektor pertanian di Indonesia. Disadari betul bahwa setiap elemen harus terlibat
untuk mengembalikan kedigdayaan pertanian Indonesia. Insan akademis seperti
mahasiswa, sarjana pertanian, dan universitas serta lembaga penelitian harus
mengembangkan teknologi tepat guna yang dapat digunakan oleh produsen
sehingga meningkatkan produktivitas dan kualitas produk-produk pertanian
Indonesia.

Lalu

pemerintah

harus

membuat

regulasi

pendukung

dalam

pembangunan pertanian. Dengan demikian, semua pihak yang terlibat jika


berkerja dengan sinergis, pertanian Indonesia akan kembali ke masa kejayaannya
dan mengantar bangsa ini menjadi Macan Asia.

3.3.3.

Visi dan Misi Perusahaan


Visi Perusahaan

Meningkatkan kuantitas dan kualitas komoditas buah naga dan buah


lainnya.

Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pertanian.

Misi Perusahaan

Memperluas lahan penanaman buah naga dan buah lainnya.

Menerapkan teknologi budidaya dan pascapanen buahnaga dan buah


lainnya.

Menyelenggarakan

pelatihan

dan

penelitian

bagi

masyarakat

dan

mahasiswa.

34

3.3.4.

Nilai Filosofis
Terdapat prinsip filosofis yang diterapkan di Sabila Farm, diantaranya:

Bertani tidak harus di lahan yang subur (optimal) tetapi dengan kreasi dan
inovasi (Krenova) yang menghasilkan teknologi tepat guna, lahan marginal
(sub-optimal ) juga dapat digunakan untuk berusaha tani. Dengan demikian,
lahan

sub-optimalpun

dapat

menghasilkan

produk

yang

berkualitas

premium.

Bertani dengan Hati, dimana dalam berusahan tani, faktor keseimbangan


ekologi haruslah sangat diperhatikan dengan tidak mengeksploitasi lahan,

tidak bersifat serakah, dan memberikan timbal balik yang positif kepada
alam sehingga alam pun akan memberikan hasil panen yang memuaskan.
3.3.5.

Struktur Organisasi
Direktur

Manajer
Administrasi

Manajer
Operasional

Asisten Manajer
Produksi

Asisten Manajer
Edukasi

Staff

Staff

Manajer
Pemasaran

Asisten Manajer
Rekreasi

Staff

Pekerja

Gambar 4. Struktur organisasi UD. Sabila Farm


Struktur organisasi UD. Sabila Farm dipimpin oleh seorang direktur yaitu
Bapak

Muhammad

Gunung

Soetopo

yang sekaligus pemilik

perusahaan.

Direktur dibantu oleh para manajer, diantaranya manajer pemasaran, manajer


35

operasional, dan manaje administrasi. Manajer operasional menangani produksi


kebun dan operasional agrowisata dengan dibantu oleh para asisten manajer
yaitu, asisten manajer produksi, asisten manajer edukasi dan asisten manajer
rekreasi. Asisten manajer edukasi dan rekreasi membawahi staff operasional
sedangkan asisten manajer produksi membawahi langsung pekerja kebun.

3.3.6.

Ketenagakerjaan
Karyawan UD. Sabila Farm terdiri dari karyawan tetap, karyawan tidak
tetap, dan karyawan paruh waktu. Karyawan tetap berjumlah 12 orang, karyawan
tidak tetap saat ini berjumlah 1 orang dan karyawan paruh waktu berjumlah 4
orang. Karyawan tetap merupakan karyawan yang telah berkerja lebih dari satu
tahun dengan kinerja baik. Untuk karyawan paruh waktu merupakan karyawan
berstatus mahasiswa yang sedang melaksanakan studinya dengan jadwal kerja
yang disesuaikan dengan jadwa kuliahnya. Berikut ini merupakan table daftar
karyawan disertai dengan jabatan dan tingkat pendidikanya.
Tabel 5. Daftar pekerja beserta jabatan dan tingkat pendidikan

No.

Nama

Ir. Muhammad Gunung Soetopo

Ir. Elly Mulyati

Sabila Ayu Bestari

Jabatan

Pendidikan

Pemilik/Direktur

S1

Pemilik/ Manajer
Operasional

S1

Manajer Pemasaran

Mahasiswa

Hasnah Fadila

Manajer Administrasi

Mahasiswa

Chairul Umam

Asisten manajer rekreasi

S1

Tataq Samodra

Asisten manajer rekreasi

Mahasiswa

Fajar Nurhudaya

Asisten manajer edukasi

Mahasiswa

Rezha Ramdhan

Asisten manajer edukasi

S1

Mulyono

Asisten manajer produksi

SD

10

Mardiyati

Staf edukasi

SD

11

Kardi

Staf produksi

SD

12

Dilah

Staf rekreasi

SD
36

13

Budi

Staf rekreasi

SMA

14

Yanto

Pekerja

SD

15

Dores

Pekerja

TK

16

Muhalib

Pekerja

SD

17

Yono

Pekerja

18

Heru

Pekerja

19

Sardju

Pekerja

SD

Tingkat pendidikan yang dimiliki karyawan dimulai dari Taman Kanak-kanak,


Sekloah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, hingga
jenjang Sarjana Strata 1. Sedangkan untuk yang berstatus mahasiswa
merupakan karyawan paruh waktu (part time) yang jam kerjanya disesuaikan
denga jadwal kuliah.
Dalam waktu panen raya ataupun saat terjadi banyaknya kunjungan
rombongan dalam satu waktu, pihak Sabila Farm akan memanggil pegawai
harian untuk menutupi kebutuhan tenaga kerja yang bersifat kondisional.

3.3.7.

Uraian Pekerjaan (Job description)


Adapun uraian tugas dari masing-masing jabatan dalam perusahaan sebagai
berikut:
a. Direktur
Bertugas sebagai pengendali utama dan bertanggung jawab terhadap
keberlangsungan usaha.

b. Manajer Operasional
Bertugas sebagai pengendali dan bertanggung jawab terhadap kegiatan
produksi dan operasi agroeduwisata yang berkaitan dengan rekreasi dan
edukasi.

37

c. Manajer Pemasaran
Bertugas melakukan pemasaran dan pelayanan terhadap konsumen serta
menjalin

kerjasama

dengan

berbagai

pihak

guna

memperluas

perkembangan usaha.

d. Manajer Administrasi
Bertugas mengatur arus keuangan baik pemasukan atau pengeluaran
dalam usaha ini serta kegiatan administrasi yang ada di perusahaan.

e. Asisten Manajer Produksi


Bertanggung jawab atas keberlangsungan produksi.

f.

Asisten Manajer Rekreasi


Bertanggung jawab atas kegiatan yang berkaitan dengan kunjungan
ataupun pelatihan yang ada di perusahaan.

g. Asisten Manajer Edukasi


Bertanggung jawab atas kegiatan kegiatan yang berhubungan dengan
pendidikan ataupun kegiatan mahasiswa seperti penelitian, magang kerja
atau praktik kerja lapang.

3.3.8.

Sistem Penggajian, Insentif dan Tunjangan Ketenagakerjaan


Sistem pemberian gaji, insentif dan tunjangan di UD. Sabila Farm
dilakukan berdasarkan penggolongan karyawan.
a. Gaji
Sistem pemberian gaji pada setiap karyawan UD. Sabila Farm didasarkan
pada penggolongan karyawan dan beban kerja. Sistem penggajian harian
diperuntukan untuk karyawan tidak tetap, sedangkan untuk karyawan
tetap menggunakan penggajian bulanan. Nominal gaji didasarkan pada
masing- masing beban kerja karyawan.

38

b. Insentif
Insentif yang di berikan pada karyawan diberikan pada karyawan dengan
jam kerja lebih (lembur). Pekerja kebun yang melakukan penyerbukan
bunga buah naga pada malam hari dan karyawan yang tidak mengambil
jatah hari libur akan mendapatkan insentif lembur. Nominal didasarkan
pada jam lembur dan beban kerja.

c. Tunjangan
Tunjangan yang diberikan untuk pada karyawan diantaranya tunjangan
hari raya pada setiap tahun, tunjangan bahan bakar dan tunjangan beras
sebanyak 20 Kg per bulan.

3.3.9.

Ruang Lingkup Bisnis Perusahaan


Selain menjalankan Agrowisata dan memproduksi buah-buahan tropis
seperti Buah Naga Putih, Merah, dan Merah Super; Pepaya California, Sirsak
Madu, Srikaya Jumbo, Jambu Kristal, dan lainya; UD. Sabila Farm juga
memproduksi berbagai bibit tanaman seperti bibit Sirsak Madu, bibit Srikaya
Jumbo, bibit Jambu Kristal. UD. Sabila Farm juga menyediakan stek Buah Naga
Naga Putih, Merah, dan Merah Super dalam jumlah banyak pada pelangganya
yang ingin membuka kebun.
Dalam Agroeduwisata Sabila Farm terdapat berbagai macam paket wisata
dengan tujuan rekreasi dan edukasi. Selain itu Agroeduwisata Sabila Farm juga
menyediakan pelatihan bagi pengunjung yang ingin mengetahui secara detail
mengenai budidaya dan proses produksi mulai dari persiapan lahan, penanaman,
perawatan, panen, pascapanen, dan pengolahan komoditas buah naga.

39

BAB IV
GAMBARAN UMUM TEMPAT DAN PELAKSANAAN PKL

4.1. Waktu dan Tempat PKL


Kegiatan PKL ini dilakukan mulai dari tanggal 6 Oktober sampai dengan tanggal
6 Desember 2014 dengan sistem enam hari kerja dan 8 jam kerja per hari. Lokasi
pelaksanaan PKL bertempat UD. Sabila Farm yang beralamat di Jalan Kaliurang KM
18,5 Dukuh Kertodadi, Kelurahan Pakem Binangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

4.2. Rincian Pelaksanaan PKL


4.2.1. Kerangka Acuan Kerja
Sebagai bahan acuan kerja dalam melaksanakan praktik kerja lapang
(PKL), kerangka acuan rencana kerja berdasarkan pengajuan penulis dan
penyesuaian dari pemilik, sebagai berikut:
Table 6. Kerangka Acuan Kerja
No

Waktu

Minggu Ke-1

Kegiatan

Pembimbing

Teori budidaya dan produksi dikelas

1)

Rezha

Identifikasi lapangan di kebun SF1, SF2, dan

2)

Umam

Praktik pembuatan jarak tanam

3)

Rezha,

Praktik pembuatan tiang beton

4)

Tataq,

Praktik penanaman

5)

Umam

6)

Rezha,

SF3

Bulan Pertama

Identifikasi

dan

analisis

data

pengunjung

Agroeduwisata
Minggu Ke-2

Praktik sanitasi
Praktik pemupukan
3

Minggu Ke-3

Praktik pemangkasan dan pengikatan

40

Praktik pembuatan stek

7)

Tataq,

Praktik pembuatan pestisida nabati

8)

Umam

Praktik penyerbukan bunga

9)

Ayu,

Praktik pemanenan

10)

Hasnah

Praktik pascapanen

Praktik pengendalian OPT


Pembuatan lubang biopori
4

Minggu Ke-4

Minggu Ke-5

Praktik pemasaran buah

11)

Juwita,

Praktik pengolahan

12)

Rezha,

13)

Tataq,

14)

Umam

Penyusunan SOP Agroeduwisata

15)

Rezha

Penyusunan brosur promosi

16)

Umam

17)

Rezha

18)

Umam

19)

Rezha

20)

Umam

21)

Juwita

Bulan Kedua

Penyusunan paket agroeduwisata


Minggu Ke-6

Identifikasi

dan

analisis

fasilitas

agroeduwisata
Minggu Ke-7

Identifikasi

dan

analisis

aktivitas

agroeduwisata
8

Minggu Ke-8

Identifikasi dan analisis laporan kunjungan


agroeduwisata

Acuan kerja terbagi menjadi dua bulan. Pada bualan pertama penulis
menerima ilmu dan praktik produksi Buah Naga yang terdiri dari kegiatan
orientasi,

pemahaman

teori,

melakukan

identifikasi

lapang

kebun,

mengidentifikasi dan menganalisis buku pengunjung, praktik persiapan lahan,


penanaman dan budidaya; perawatan tanaman dan kebun; pembuatan stek,
pembuatan pesitisida nabati, praktik pengendalian organisme penggangu tanaman,
praktikum, penyerbukan, pemanenan, pascapanen, pemasaran produk hingga
pengolahan. Kemudian pada bulan kedua, penulis baru menerima ilmu dan
melakukan kegiatan operasional dan pemasaran agrowisata yang terdiri dari
pembuatan SOP, mengidentifikasi dan membuat brosur promosi, mengidentifikasi
41

dan menganalisis

aktifitas agroeduwisata, dan mengidentifikasi dan menganalisis

laporan kunjungan.

4.2.2.

Penjabaran Buku Harian Kerja (Logbook)


Minggu pertama, adalah merupakan tahap awal Pelaksanaan praktik kerja
lapang

(PKL).

Kegiatan

yang

dilakukan

penulis

pada

minggu

pertama

diantaranya:
1) Orientasi di UD. Sabila Farm. Pada minggu ini penulis berkenalan dan
sosialisasi dengan pemilik, manajer, dan staff sehingga memudahkan
penulis dalan beradaptasi dengan para pegawai. Selanjutnya penulis
menerima pemaparan materi mengenai sejarah perusahaan, profil, ruang
lingkup usaha, hingga teori kesesuaian lahan, produksi Buah Naga dan
aktivitas agrodeuwisata Sabila Farm melalui presentasi dari Mas Umam.
2) Mengidentifikasi lapang di kebun SF1, SF2, dan SF3; kemudian
menganalisis kesesuaian kondisi lapang dengan prinsip Sapta Pesona
Pariwisata,

yaitu

keamanan,

kenyamanan,

kebersihan,

kesejukan,

keindahan, keramahan, dan kenangan.


3) Mengidentifikasi dan menganalisis data pengunjung agroeduwisata dari
buku

kunjungan/tamu.

Dalam

proses

penginputan

data,

penulis

menemukan di dalam buku tamu pengunjung dengan berbagai kategori


(misalnya pengunjung individu, keluarga, rombongan institusi) belum
dipisah tetapi sudah diberi tanda pembedaan dan paket wisata yang
dinikmati pengunjung tidak tercantum. Pada proses pengolahan data,
perhitungan

jumlah

pengunjung

pada

sebelumnya

terjadi

penggelembungan

laporan
perhitungan

buku

pengunjung

yang

disebabkan

jumlah pengunjung rombongan ikut terhitung pada penghitungan jumlah


pengunjung individu.
4) Mengikuti pembukaan lahan yang rencananya diperuntukan untuk kebun
SF 4, SF 5, dan Museum Pertanian-Hortikultura.
5) Melakukan proses penyerbukan pada bunga sirsak. Polen dari bunga
jantan diambil menggunakan kuas lalu ditampung dalam botol polen.
42

Kemudian polen diserbukan menggunakan kuas ke bunga betina yang


telah merekah. Sobek salah satu kelopak bunga betina untuk penanda
bahwa

bunga

telah

mengalami

penyerbukan

manual.

Tujuanya

penyerbukan manual agar bunga menghasilkan buah sursak yang


memiliki bentuk yang optimal.
6) Mengamati proses pelatihan budidaya Buah Naga. Penulis mengamati
proses pelatihan yang dilakukan oleh trainer

Minggu kedua,

adalah minggu dimana penulis mempelajari praktik

persiapan lahan, penanaman, dan pemeliharaan dalam produksi Buah Naga.


Kegiatan yang dilakukan penulis pada minggu kedua diantaranya:
1) Praktik pembuatan jarak tanam. Jarak tanam yang diperlukan untuk
budidaya Buah Naga adalah 2,5 x 2,5 3 x 3 m. Pola jarak tanam 3 x 3
m di buat dengan menggunakan ajir bamboo, tali nylon dan meteran.
Pola jarak tanam haruslah tegak lurus, tidak boleh miring. Untuk
memastikan tegak lurus digunakan prinsip phytagoras (6, 8, 10) dengan
menggunakan papan siku.
2) Mengamati aktivitas pemandu wisata. Penulis melakukan pengamatan
dan belajar bagaimana melayani pengunjung dan cara pemandu untuk
memandu pengunjung, memberikan informasi dan materi terkait Buah
Naga.
3) Memanen Buah Naga. Pemanenan Buah Naga dilakukan 23 hari setelah
bunga mekar dan terjadi proses penyebukan. Buah Naga yang telah siap
untuk di panen memiliki ciri diantaranya: kulit buah telah berwarna
merah magenta secara seluruhnya (sudah tidak ada lagi semburat hijau),
kulit berkilauan, dan sirip buah sudah lemas. Buah Naga yang siap
dipanen dipetik menggunakan gunting pangs. Hal ini dilakukan karena
Buah Naga terhubung dengan tulang duri, sehingga apa bila Buah Naga
dipetik dengan cara di cabut atau di pelintir maka akan merusak kulit
buah.

43

4) Memanen Pepaya California. Pemanenan buah papaya dilakukan dengan


cara dipetik langsung tanpa menggunakan alat. Buah papaya yang siap
dipanen berciri memiliki semburat kuning atau oranye. Papaya dipanen
sesuai

dengan

sempurna

permintaan

atau

memiliki

pembeli dengan
semburat

30%

kondisi telah
(mengkal),

50%,

oranye
70%

dikarenakan papaya merupakan buah klimaterik yang masih mengalami


proses pematangan (fisiologis) walaupun telah di panen/petik.
5) Melakukan kegiatan pascapanen. Setelah Buah Naga dan papaya
dipanen, kemudian diangkut ke area pascapanen untuk dilakukan
pensortiran dan penyucian. Untuk Buah Naga, bunga yang mongering
harus dipisahkan terlebih dahulu. Dalam proses penyortiran, buah yang
bagus

dan

buruk

kualitas

dan tampilanya dipisahkan.

Pencucian

dilakukan dengan air mengalir. Buah dibersihkan menggunakan lap dan


sikat halus hingga bersih dari kotoran yang melekat. Untuk Buah Naga,
setelah dicuci, lubang bekas bunga pada ujung buah di semprotkan udara
menggunakan kompresor untuk menghilangkan kotoran pada rongga
lubang. Kemudian dikeringkan menggunakn lap dan diangin-anginkan.
Setelah kering buah diletakan pada rak pajang atau siap untuk dikemas.
6) Praktik penanaman. Untuk menanam tanaman Buah Naga dibutuhkan
media rambat berupa tiang beton atau tiang kayu hidup (kayu jaranan).
Sebelum penanaman, harus dilakukan persiapan lahan dengan menggali
tanah seluas 1 x 1 m sedalam 20 cm. kemudian pada tengah lahan, di
buat lubang untuk memancangkan tiang media rambat sedalam 30 cm.
selanjutnya tiang ditancapkan dan tanah dipadatkan. Pastikan tiang
terpancang

tegak

lurus,

untuk

memastikanya digunakan lot yang

berfungsi mengukur ketegakan/kemiringan tiang. Kemudian campurkan


tanah, pupuk kandang (sapi atau kambing) segar yang tidak melalui
proses fermentasi sebanyak 20-10 kg, sekam bakar sebanyak 2 kg dan
kapur pertanian (dolomite) sebanyak 1 kg tergantung kondisi Ph tanah.
Setelah lahan dan tiang siap. Stek sulur Buah Naga ditanam pada empat
sisi tiang sedalam maksimal 5 cm. Untuk penggunaan tiang beton
44

penanaman

stek

menempel

pada

sisi

tiang.

Sedangkan

untuk

penggunaan tiang kayu beri sedikit ruang (sekitar 5cm) pada bagian
panggal tiang. Setelah ditanam, kemudian stek diikat menggunakan tali
rafia dan dilakukan penyiraman sedikit demi sedikit

di sekitar stek

(tidak di siram langsung pada stek).


7) Praktik pengemasan produk. Setelah buah di bersihkan, kemudian buah
di grading menurut berat dan ukurannya. Setelah itu diberi label untuk
menandakan produk dari UD. Sabila Farm. Selanjutnya buah di
selubungi oleh jaring busa styrofoam untuk menjaga buah agar tidak
terguncang, terbentur dan terjadi kerusakan fisik pada saat pengiriman.
Kemudian buah disusun dalam kemasan kardus yang telah terdapat
lubang-luabang aerasi untuk menjaga produk agar tidak lembab. Jika
sudah di kemas, produk diberikan alamat pemesan dan siap untuk
dikirim.
8) Mengikuti proses

pengiriman

produk

pesanan.

Dalam pemasaran

produknya UD. Sabila Farm mendistribusikan produk kepada pelanggan


melalui jasa pengiriman barang via layanan pengiriman barang (TIKI,
JNE), bis antar kota (Bis Ramayana), kereta api (Herona) dan pesawat
terbang. Produk dapat dikirim langsung ke rumah pelanggan atau di
ambil oleh pelangan dari tempat jasa pengiriman. Dengan biaya
pengiriman dibebankan pada pelanggan.
9) Studi banding tempat agrowisata. Penulis melakukan studi banding ke
beberapa tempat agrowisata yang berada di sekitar Sleman dan
Yogyakarta, diantaranya:
a. Traditional Park dan Wisata Herbal Jamu Godhog di Kaliurang
b. Kebun Bunga Krisan Kaliurang
c. Desa Wisata Kembang Arum di Kecamatan Turi, dan
d. Agrowisata Salak Pondoh di Kecamatan Turi.
Penulis melakukan observasi dan identifikasi mengenai akses dan lokasi;
produk dan fasilitas wisata; harga, pelayanan, keunggulan, dan ketujuh
aspek dari prinsip sapta pesona pariwisata di masing masing tempat
45

wisata.

Tujuannya

adalah

untuk

melakukan

perbandingan

(benchmaking) dengan mengukur performa atau kinerja dan kualitas


untuk

mengambil

keunggulan-keunggulan

yang

digunakan

dalam

perbaikan.
10) Memantau dan melakukan Sweeping terhadap kebersihann kebun dari
sampah berupa sulur hasil pemangkasan yang tercecer di kebun maupun
sampah lainya yang dibawa pekerja atau pengunjung ke dalam kebun.
11) Praktik pembuatan stek. Stek yang dimaksud merupakan sulur Buah
Naga yang sudah siap untuk menjadi tumbuhan baru dengan criteria
sudah cukup tua yaitu berusia lebih dari tiga tahun, sudah pernah
berbuah yang ditandai dengan terdapat bekas luka pemanenan pada
sulur, sulur telah berada di posisi dalam yang tertumpuk sulur-sulur yang
lebih muda sehingga tidak mendapatkan paparan sinar matahari, dan
sulur harus bebas dari penyakit. Sulur dengan kriteria di atas dipangkas
dari pangkalnnya kemudian di potong-potong sepanjang 35 cm pada
cetakan sulur.
12) Melakukan penjualan produk di pasar Sunday morning UGM. Penulis
ikut dalam aktivitas penjualan produk-produk UD. Sabila Farm seperti
buah potong (Slices Fruits), pudding Buah Naga, dan asinan bogor.

Minggu ketiga merupakan minggu dimana penulis melakukan aktivitas


praktik produksi lanjutan minggu sebelumnya. Kegiatan-kegiatan yang penulis
lakukan, diantaranya:
1) Praktik pembuatan media rambat (tiang beton). Praktik ini baru dapat di
lakukan pada minggu ketiga dikarenakan berbarengan dengan adanya
pelatihan. Tanaman Buah Naga memerlukan media rambat dikarenakan
tanaman Buah Naga merupakan tanaman epifit dengan perakaran tipe
mencengkram. Tanaman Buah Naga hidup merambat baik di media
vertical maupun horizontal. Tiang beton berukuran 10 x 10 cm dengan
panjang 2 m. terdiri dari komposisi semen, koral dan pasir dengan
perbandingan 1:2:3. Setelah bahan diatas telah tercampur kemudian di
46

masukan dalam cetakan dan diberi rangka dalam. Setelah kering,


cetakan dibuka dan iang dijemur di tempat yang tidak terkena matahari
langsung selama 7 hari. Pada penggunaan tiang rambat berupa kayu
hidup. Kayu yang dijadikan tiang rambat haruslah memiliki beberapa
kriteria, yaitu:
a. Kayu dapat hidup pada saat ditanam (dapat distek) dan memiliki
peakaran yang kokoh sehingga mampu menahan beban Buah Naga.
b. Kayu memiliki daun dan percabangan yang tidak terlalu rimbun
sehingga tidak menghalangi paparan sinar matahari untuk tanaman
Buah Naga. Paparan sinar matahari merupakan faktor penting dalam
budidaya Buah Naga. Karena Buah Naga dalam klasifikasinya
merupakan tanaman dengan keluarga Cactaceae. Sehingga memiliki
karakter yaitu tanaman hari panjang dengan arti tanaman Buah Naga
harus mendaparkan paparan sinar matahari lebih dari 12 jam.
Tiang rambat berukuran 2 m ditujukan untuk mempermudah proses
perawatan dan pemanenan tanaman. Selain itu jika semakin tinggi tiang
rambat maka waktu yang diperlukan tanaman untuk berbuah juga akan
semakin lama. Hal ini disebabkan tanaman Buah naga memiliki karakter
tanaman grafitasi, yaitu sulur tanaman buah naga akan siap berbuah jika
sulur tererbut telah menjuntai mengarah kearah tanah/bumi.
2) Melayani pembeli. Pelanggan tetap UD. Sabila Farm secara rutin datang
ke lokasi untuk membeli buah-buahan kegemaran mereka langsung dari
kebun.
3) Praktik penyerbukan bunga Buah Naga. Praktik penyerbukan dilakukan
pada malam hari. Hal ini dikarenakan bunga Buah Naga merupakan tipe
bunga yang mekar pada malam hari. Dimulai dari pukul 19.00 WIB
bunga Buah Naga mulai mekar dan akan mekar sempurna pada pukul
23.00 sampai dengan 02.00. menjelang pagi hari bunga akan menguncup
dan layu pada pukul 08.00. Penyerbukan di mulai pada pukul 22.00.
Untuk bunga Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) dan Buah Naga
Merah (Hylocereus polyrhizus), tidak perlu dilakukan penyerbukan
47

karena bunga tersebut dapat melakukan penyerbukan sendiri dan tingkat


keberhasilanya lumayan tinggi. Sedangkan untuk bunga Buah Naga
Merah Super (Hylocereus costarisensis) secara morfologi bunga, letak
antara putik dan benang sari bejauhan sehingga diperlukan bantuan
penyerbukan manual. Penyerbukan di awali dengan mengambil polen
dari bunga Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) dan diserbukan pada
putik bunga Buah Naga Merah Super (Hylocereus costarisensis). Hat
tersebut dilakukan karena secara genetic Buah Naga Putih memiliki
ukuran dan berat yang lebih tinggi di bandingkan Buah Naga Merah dan
Buah Naga Merah Super. Dengan menyerbukan polen Buah Naga Putih
ke putik Buah Naga Merah atau Buah Naga Merah Super, maka ukuran
buah akan lebih besar jika dibandingkan dengan buah yang tidak
mengalami penyerbukan silang.
4) Menjadi trainer penanaman dalam pelatihan. Dikarenakan penulis telah
mendapatkan teori dan praktik penanaman. Penulis mulai mencoba
menjadi trainer untuk pelatihan budidaya pada sesi praktik penanaman.
5) Presentasi laporan hasil identifikasi lapangan di kebun SF1, SF2, dan
SF3; kesesuaian kondisi lapangan dan kebun Sabila Farm dengan prinsip
Sapta Pesona Pariwisata, identifikasi dan analisis data pengunjung
Agroeduwisata, dan studi banding agrowisata di hadapan owner, asisten
manager, dan pendamping lapangan.
6) Membuat olahan Buah Naga dan Pepaya berupa buah potong (slices).
Buah yang memiliki penampilan kurang bagus, nilai jual yang rendah,
bentuk yang tidak sempurna dan sedikit rusak sebagian akan diolah
menjadi buah potong untuk meningkatkan nilai tambah. Buah tersebut di
potong dengan ukuran yang sesuai kemudian dikemas dengan piring
styrofoam dan dibungkus dengan plastic wrap lalu dimasukan ke dalam
lemari pendingin.
7) Merancang mini caf. Sebagai rekomendasi dari hasil identifikasi dan
analisis yang telah dipresentasikan untuk diadakannya kantin yang
menyediakan minuman dan makanan olahan dari buah-buahan yang ada
48

di kebun.

Selain juga dengan adanya kantin sebagai pelayanan,

pengunjung juga akan merasa betah dan lebih menikmati kunjungannya.


Penulis bersama peserta mentorship Indonesia Bangun Desa yaitu Mbak
Ayu dan Ceu Juwita mulai merancang mini caf untuk mendukung
agrowisata Sabila Farm.

Minggu
aktivitas

praktik

keempat

merupakan

minggu

dimana

penulis

melakukan

produksi daan pascapanen lanjutan minggu sebelumnya.

Kegiatan-kegiatan yang penulis lakukan, diantaranya:


1) Merancang instrument kebun berupa penamaan jalan dan pengadaan papan
nama jalan di kebun. Sebagai rekomendasi dari hasil identifikasi dan analisi
yang telah dipresentasikan untuk terdapat pemisahan antara area kebun
yang dipergunakan untuk kegiatan produksi dan area yang diperuntukkan
khusus untuk

wisatawan (area wisata).

Maka diperlukan instrument

penanda dan penamaan jalan untuk mempermudah pembentukan area


wisata.
2) Membuat papan penunjuk lokasi fasilitas wisata dan papan penanda jalan.
Setelah perancangan selesai. Setelah diputuskan terdapat area wisata dan
penamaan jalan-jalan di kebun yang terdiri dari:
a. Jalan Buah Naga Putih Raya
b. Jalan Buah Naga Putih 1
c. Jalan Buah Naga Putih 2
d. Jalan Buah Naga Putih 3
e. Jalan Buah Naga Putih 4
f.

Jalan Buah Naga Putih 5

g. Jalan Buah Naga Merah


h. Jalan Sirsak
Papan penanda jalan terbuat dari papan kayu dengan cat berwarba magenta
dan tulisan berwarna putih. Papan penanda jalan diletakan sesuai lokasi
yang telah ditentukan dan di tempat yang mudah terlihat pengunjung.

49

3) Mempersipakan mini caf. Setelah proses perancangan diputuskan Caf


Undatus sebagai nama dari mini caf tersebut. Penulis bersama Mbak
Ayu, Ceu Juwita, dan Ibu Elly mempersiapkan menu makanan dan
minuman yang akan disediakan oleh Caf Udatus, dan akhirnya menu yang
akan di tawarkan adalah jus Buah Naga, Sirsak, Srikaya; kopi, teh, beras
kencur kunyit asam, pudding buah naga, buah potong, Chesse Stick Buah
Naga, mie goreng dan rebus; dll.
4) Debut menjadi pramuwisata.

Penulis pertama kali mencoba menjadi

pemandu wisata untuk rombongan Bapak dan Ibu Peneliti dari Instansi
Badan Penelitian dan Penerapan Teknologi. Penulis memandu rombongan
berkeliling kebun Buah Naga dan menjelaskan sifat-sifat dan karakteristik
Buah Naga, budidaya dan produksi buah naga, serta penerapan teknologi
pencahayaan pada kebun buah naga.
5) Pratik pembuatan pestisida nabati dan jebakan lalat (fly trap).
a. Penulis dibimbing Mas Rezha membuat pestisida nabati yang berasal
dari Buah Maja (Aegle marmelos ), bawang putih dan ragi. Proses
pembuatanya sebagai berikut: buah maja dibelah, dan diambil daging
buahnya kemudian di ekstrak dengan meremas-remas daging buah yang
dicampur air. Kemudian tambahkan 2 bonggol bawang putih yang telah
di cincang kedalam ekstrak buah maja. Setelah tercampur masukan ragi
dan campur rata. Kemudian masukan campuran di atas ke dalam ember
dan tutup dengan plastic agar terjadi proses fermentasi. Tunggu hingga
tujuh hari dan pestisida nabati siap dipakai.
b. Penulis juga belajar membuat jebakan lalat buah yang diaplikasikan
pada kebun jambu kristal dan srikaya. Jebakan terbuat dari botol plastic
bekas yang diberi lubang yang dibuat sedemikian rupa agar lalat dapat
dengan mudah masuk, namun sulit untuk keluar dari botol. Masukan
kapas yang telah diberi antraktan (feromon lalat buah betina untuk
memancing lalat buah jantan), ikat dengan tali raffia, buat kapas
menggantung dekat dengan tutup botol. Selanjutnya isi botol dengan air
untuk mencegah lalat yang telah jatuh ke dasar botol terbag kembali.
50

Kemudian jebakan lalat yang telah siap diaplikasikan pada setiap titik
dengan

jarak

masing-masing

titik

di areal luar

pagar.

Pengaplilkasian di luar pagar ditujukan untuk mencegah lalat buah yang


terpancing untuk tidak masuk ke dalam kebun melainkan terpusat ke
pagar di luar kebun.
6) Penulis menjadi pramuwisata kembali untuk memandu rombongan dari
SMP Labschool Cibubur. Penulis memandu untuk berkeliling kebun.
Pemandu pada saat itu belajar untuk dapat menangani kegiatan
pemanduan wisata pada pengunjung dengan cara penanganan yang
berbeda

dibandingkan

dengan

pengunjung

sebelumnya.

Untuk

pengunjung remaja khususnya anak SMP, penulis harus berkomunikasi


lebih atraktif dengan memancing minat pengunjung dan mengaitkan
teori dalam pelajaran IPA yang telah mereka dapatkan di sekolah
dengan kondisi lapangan di kebun.
7) Praktik pemupukan. Pemupukan sebagai kegiatan perawatan dilakukan
setiap empat bulan sekali. Pemupukan menggunakan pupuk kandang
sapi atau kambing segar tanpa proses fermentasi sebanyak 10 20 kg
per tiang tanaman. Pemupukan hanya di letakan pada permukaan tanah,
tidak digali dan dicampur dengan tanah, karena tipe perakaran tanaman
Buah Naga merupakan akar permukaan. Sehingga pemupukan hanya di
sekitar permukaan tanah saja sesuai dengan letak perakaran Buah Naga.
Selain itu pemupukan tersebut secara otomatis akan meninggikan
permukaan tanah sekitar tanaman buah naga (bergunduk-gunduk)
sehingga akan menciptakan saluran drainase air untuk mencegah
penggenangan air.
8) Praktik sanitasi. Kegiatan ini terdiri dari perawatan lahan dari gulma.
Dikarenakan tanaman Buah Naga memiliki tipe akar permukaan maka
harus dijaga dari gulma. Hal ini dilakukan agar tanaman Buah Naga
tidak berkompetisi dengan gulma dalam memperoleh nutrisi karena
sama-sama bertipe akar permukaan. Sanitasi dilakukan secara manual

51

dengan mencabut atau menggunakan cangkul untuk membersihkan


gulma.
9) Mengikuti lokakarya peserta mentorship Indonesia Bangun Desa.
10) Membuat

Taman

Megalithikum.

Taman

Megalithikum merupakan

taman kreasi dari penulis, rekan-rekan di Sabila Farm, dan Ibu Elly
untuk memanfaatkan spot kosong di dalam kebun yang berpotensi di
jadikan tempat beristirahat atau berkumpul. Dengan memanfaatkan
bebatuan dan batang pohon yang disusun sedemikian rupa dengn
suasana yang cukup sejuk, maka terciptalah sebuah taman bernama
Taman Megalithikum.
11) Praktik pembuatan lubang biopori. Lubang biopori berfungsi untuk
menjadi tempat serapan air sehingga lahan tidak mengalami genangan
ketika hujan lebat datang. Selain itu lubang biopori digunakan untuk
penanganan hama uret.

Dengan menggunakan bor biopori tanah

dilubangi sedalam 20 cm kemudian masukan serasag daun ke dalam


lubang dan tutup lubang dengan pot yang sesuai dengan diameter
lubang.
12) Membersihkan kebun.

Penulis membersihkan kebun dari sampah

organic maupun anorganik untuk menjaga kebersihan dan keindahan


kebun.

Minggu kelima merupakan minggu dimana penulis melakukan aktivitas


yang berkaitan dengan manajemen operasional dan pemasaran agrowisata..
Kegiatan-kegiatan yang penulis lakukan, diantaranya:
1) Membuat

flow

chart

operasional.

Setelah

mengamati dan ikut

melaksanakan operasional wisata, penulis mencoba membuat flow


chart operasional wisata. flow chart operasional wisata ditujukan
sebagai kerangka operasional wisata.
2) Membuat

Standar

Operasional Prosedur

(SOP)

wisata.

Setelah

membuat flow chart operasional sebagai kerangka operasi, penulis

52

membuat SOP wisata dan pelatihan dengan berpatokan pada flow chart
operasional. SOP wisata terdiri dari:
a. SOP pemesanan/reservasi
b. SOP Koordinasi Internal dan Persiapan
c. SOP Tour Kebun
d. SOP Pelaksanaan Pelatihan
e. SOP Evaluasi Kunjungan
3) Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) perawatan. SOP
perawatan ditujukan agar aktivitas perawatan berjalan secara periodi
dan kontinyu. SOP perawatan terdiri:
a. SOP pemangkasan sulur liar
b. SOP Sanitasi
c. SOP Pemantauan Kebersihan
d. SOP Pemantauan Kondisi Fasilitas dan Peralatan Agroeduwisata
4) Penulis membuat SOP Pemantauan Kebersihan dan SOP Pemantauan
Kondisi

Fasilitas dan Peralatan Agroeduwisata. Sedangkan SOP

pemangkasan sulur liar dan SOP Sanitasi mengacu pada SOP yang
telah di buat perusahaan.
5) Membuat paket wisata. Penulis mencoba utuk mebuat paket wisata dari
pengembangan paket wisata yang telah ada sebelumnya dengan
membuat paket wista yang disesuaikan dengan segmen pengunjung.
Paket wisata yang berhasil penulis buat sebagai berikut:
a. Tour Kebun

d. Agropreuneur Motivation

b. Edukasi Kelas

e. Petani Cilik

c. Praktikum

f.

Menanam

Fun Games

g. Workshop Membatik

6) Membuat brosur/leaflet promosi. Penulis mencoba mendesain dan


menyusun ulang leaflet promosi yang telah ada dengan menambahkan
materi, foto, dan desain berbeda.
7) Melayani pengunjung.
8) Menjadi pramuwisata
53

9) Membuat
membuat

dekorasi teras
kerei/kanopi

berupa

kerei/kanopi tumbuhan.

tumbuhan

bertujuan

untuk

Penulis

menambah

kesejukan, keindahan, dan keasrian. Dengan menggunakan kawat dan


jarring, kerei/kanopi di tanam tanaman ornamental berupa tanaman
Melati Paris.
Minggu keenam merupakan minggu dimana penulis melakukan aktivitas
yang berkaitan dengan manajemen operasional dan pemasaran agrowisata
lanjutan. Kegiatan-kegiatan yang penulis lakukan, diantaranya:
1) Menginventaris peralatan rekreasi dan edukasi. Penulis memperbarui
daftar inventaris peralatan rekreasi dan edukasi yang telah ada.
2) Mengidentifikasi fasilitas agroeduwisata.
3) Melakukan pemantauan peralatan rekreasi dan edukasi dan fasilitan
agrowisata

dengan

membuat

form pemantauan

dan

pengawasan

kondisinya.
4) Melayani pengunjung.
5) Menjadi pramuwisata.
6) Merancang kuisioner kepuasan pengunjung. Dalam ativitas manajemen
terdapat proses evaluasi. Oleh karena itu kepuasan konsumen sebagai
output dari operasi wisata menjadi penting untuk mengetahui seberapa
besar tingkatnya.

Minggu ketujuh merupakan minggu dimana penulis melakukan aktivitas


yang berkaitan dengan manajemen operasional dan pemasaran agrowisata
lanjutan. Kegiatan-kegiatan yang penulis lakukan, diantaranya:
1) Membuat vertikultur. Penulis membuat vertikultur bersama dengan
Mbak Ayu dan Mas Umam dengan tujuan sebagai media edukasi
sistem penanaman vertical dan digunakan untuk memperindah dan
dekorasi.

Vertikultur

yang

kami

buat

bermodel

susun

dengan

menggunakan talaing air dan kayu. Vertikultur kami Tanami dengan


bayam, pakcoy, dan selada ungu.
2) Melayani pengunjung.
54

3) Menyusun form dan format kelengkapan SOP.


4) Menjadi trainer budidaya untuk pelatihan.
5) Menjadi pramuwisata
6) Memulai untuk mengajukan kuisioner evaluasi kepuasan pengunjung.

Minggu
aktivitas

yang

kedelapan
berkaitan

merupakan
dengan

minggu

manajemen

dimana

penulis

melakukan

operasional dan

pemasaran

agrowisata lanjutan. Kegiatan-kegiatan yang penulis lakukan, diantaranya:


1) Melakukan peremajaan alat edukasi berupa kartu penamaan ilmiah di
masing- masing tanaman display
2) Menjadi pemanduwisata
3) Menjadi trainer untuk materi mengenai sejarah perusahaan, profil,
ruang lingkup usaha, hingga teori kesesuaian lahan, produksi Buah
Naga dan aktivitas agrodeuwisata Sabila Farm dalam pelatihan.
4) mewawancara

pemilik

mengenai

profil

perusahaan,

manajemen

personalian, pemasaran, dll dan mengambil data.


5) Merekapitulasi data kuisioner.

Minggu
aktivitas

yang

kesembilan
berkaitan

merupakan minggu dimana penulis melakukan


dengan

manajemen

operasional dan

pemasaran

agrowisata lanjutan. Kegiatan-kegiatan yang penulis lakukan, diantaranya:


1) Mengolah data kuisioner.
2) Melayani pelanggan.
3) Menyusun presentasi laporan.
4) Menjadi pramuwisata.
5) Memanen Buah Naga dan Pepaya
6) Membungkus buah naga dengan kain strimin sebagai proses perawatan
untuk mencegah buah di rusak oleh ayam atau burung.
7) Presentasi laporan hasil identifikasi dan analisis aktivitas manajemen
operasional dan pemasaran agrowisata Sabila Farm di hadapan owner,
asisten manager, dan pendamping lapangan.
55

4.3. Interaksi dengan Pendamping Lapangan


Berikut ini adalah profil pendamping Praktik Kerja Lapang:
Nama

: Chairul Umam, S.P

Jabatan

: Asisten manajer rekreasi

Alamat

: Jl. Angga jaya 2 no 291. Kel. Condong catur. Sleman. Yogyakarta

Email

: chairulumam6790@gmail.com

Selama dalam kegiatan Praktik Kerja Lapang, pendamping memberikan perhatian dan
bimbingan yang sangat besar. Interaksi yang dilakukan penulis dan pendamping
dilakukan setiap hari kerja. Interaksi biasanya menyangkut jadwal kegiatan, teknis
kegiatan, dan kendala dalam menjalankan kegiatan. Pendamping selalu memberikan
pengarahan agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar. Hubungan social dengan
pendamping lapangan dan rekan-rekan yang lainnya sehari-hari berlangsung dengan
sangat baik dan tetap terus terjaga sampai masa Praktek Kerja Lapangan berakhir,hingga
sekarang (PascaPKL).

4.4. Pegalaman yang Diperoleh


Selama pelaksanaan Praktik Kerja Lapang (PKL) di UD. Sabila Farm, banyak
pengalaman yang penulis dapatkan ketika melakukan Praktek Kerja Lapangan disana selama
sembilan minggu melaksanakan PKL di UD. Sabila Farm, Diantaranya adalah:
1. Mampu berkerja sama, beradaptasi dan bersosialisasi dengan para tenaga kerja yang
ada di UD. Sabila Farm.
2. Mengetahui secara detail bagaimana cara untuk memulai usaha produksi buah naga.
3. Mendapatkan pengalaman sebagai pramuwisata dan trainer pelatihan.
4. Mengetahui aktivitas manajemen operasional dan pemasaran yang ada pada
Agrowisata.
5. Mendapatkan pengalaman bagaimana proses pembukaan lahan dan mengkoordinasi
pekerja.
6. Mendapatkan motivasi Agropreuneurship.
7. Mendapatkan pengetahuan sistem peranian yang bersahabat dengan alam (ecofriendly).

56

4.5. Keterampilan yang Diperoleh


Ketika penulis melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL) di UD. Sabila Farm, banyak
sekali pengalaman yang diperoleh. Namun tidak hanya pengalaman yang didapat
melainkan beberapa keterampilan yang sangat berguna seperti:
1. Mendapatkan kemampuan teknis dan teori tentang produksi dan pemasaran Buah
Naga, diantaranya:
a. Praktik pembuatan jarak tanam
b. Praktik pembuatan tiang beton
c. Praktik penanaman
d. Praktik sanitasi
e. Praktik pemupukan
f.

Praktik pemangkasan dan pengikatan

g. Praktik pembuatan stek


h. Praktik pembuatan pestisida nabati
i.

Praktik pengendalian OPT

j.

Pembuatan lubang biopori

k. Praktik penyerbukan bunga


l.

Praktik pemanenan

m. Praktik pascapanen
n. Praktik pemasaran buah
o. Praktik pengolahan

2. Dapat melakukan penyerbukan pada bunga srikaya.


3. Pada saat menjadi pramuwista dan trainer pelatihan.
a. Public speaking di depan pengunjung individu, pengunjung rombongan, dan
peserta pelatihan..
b. Cara menyampaikan materi dan menangani berbagai macam jenis pengunjung
wisata.
c. Cara menghadapi konsumen

57

4. Mengetahui manajemen operasional dan pemasaran yang ada pada Agrowisata,


seperti :
a. Mempersiapkan

pelaksanaan

operasi wisata,

pelatihan,

dan

bagaimana

menjadi pramuwisata dan trainer.


b. Mengetahui proses operasi wisata dan pelatihan.
c. Dapat membuat SOP operasional dan perawatan.
d. Dapat membuat instrument penanda jalan.
e. Mengetahui manajemen pemasaran agrowisata di UD. Sabila Farm.
f.

Dapat membuat desain brosur dan spanduk promosi

g. Memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung.

5. Dapat membuat kerei/kanopi tanaman dan vertikultur

58

BAB V
PEMBAHASAN
5.1. Agrowisata
Agroeduwisata Sabila Farm beralamat di Jalan Kaliurang KM 18.5, Pakem,
Sleman, Yogyakarta. Dibuka pada tahun 2007, Agroeduwisata Sabila Farm telah
berhasil mendapatkan 192 kunjungan pada tahun pertamanya. Agrodeuwisata Sabila
Farm menawarkan wisata pertanian outdoor dengan objek kebun buah naga. Buah naga
merupakan buah eksotis dengan warna merah magentanya yang menarik perhatian,
bentuknya yang unik meiliki sirip seperti naga, dan rasanya yang manis dan lezat, serta
belum banyak masyarakat yang mengetahui bagaimana bentuk pohon dan kebunya
merupakan daya tarik bagi Agroeduwisata Sabila Farm.
Sebagai agrowisata, Agroeduwisata Sabila Farm telah memenuhi perihal yang
harus diperhatikan dalam pengelolaanya, diantaranya sebagai berikut:
a. Agroeduwisata Sabila Farm merupakan kebun wisata rekreasi dan edukasi dengan
komoditas buah naga. Kondisi kebun masih meiliki lansekap alaminya berupa lahan
karst miring yang dimodifikasi sehingga sesuai untuk budidaya buah naga. Dengan
morfologi tumbuhan buah naga yang masih satu famili dengan tumbuhan kaktus.
Membuat suasana dalam kebun mirip dengan suasana gurun di Amerika Latin. Selain
itu kebun Agroeduwisata Sabila Farm berada di kaki Gunung Merapi yang sudah
terkenal seantero nusantara berkat wedhus gembel dan Mbah Marijan. Ini semua
merupakan daya tarik utama yang ditawarkan pada pengunjung.
b. Dalam hal nilai pendidikan, Agroeduwisata Sabila Farm juga menawarkan edukasi
dan pengalaman dalam bagai mana cara menanam tanaman buah naga, budidaya buah
naga dan sistem pertanian organic dengan istilah Bertani dengan Hati. Dengan
demikian selain berwisata dan berekreasi, pengunjung juga akan terdorong untuk
turut

meningkatkan

upaya

konservasi,

seperti menjaga kebersihan lingkungan,

menggiatkan hobi berkebun dan bercocok tanam di rumah, dan juga mengedukasi
pengunjung dalam penggunaan pupuk organic dan sebagainya.

59

5.2. Manajemen Operasional


Sistem

manajemen

yang

diterapkan

dalam

Agroeduwisata

Sabila

Farm

merupakan sistem manajemen kekeluargaan yang disesuaikan dengan lingkup usahanya


sekarang. Operasional agrowisata berjalan setiap hari kecuali pada Hari Raya, dimulai
pada jam 08.00 sampai dengan 16.00 WIB. Unsur operasional yang telah di miliki oleh
Agroeduwisata Sabila Farm, antara lain:
a. Kontinyu, aktivitas operasional yang ada di Agroeduwisata Sabila Farm berjalan
secara berkelanjutan dan tidak bersifat sementara atau sesaat. Walaupun kegitan
kunjungan masih bersifat incidental, tetapi kegiatan operasional lainya seperti
kegiatan pengawasan dan perawatan tetap berjalan. Kegiatan pengawasan kondisi
kebun dilakukan untuk memastikan keadaan kebun siap setiap kunjungan akan
dilaksanakan. Sedangkan perawatan fasilitas dan peralatan rekreasi-edukasi dilakukan
untuk mengetahui kondisi fasilitas dan peralatan rekreasi-edukasi dalam keadaan
baik.
b. Efektif, proses dan kegiatan operasional dirancang dengan memperhatikan aspek
efektivitas sehingga dapat berjalan dengan sebaik-baiknya demi pencapaian tujuan
organisasi. Kegiatan wisata didesain secara efektif dengan alur operasi yang telah
ditentukan

sehingga

Agroeduwisata

pengunjung

Sabila

Farm.

merasa

puas

Penggunaan

dengan kujungan wisatanya di

peralatan

yang

ditujukan

untuk

memudahkan proses operasi pemanduan juga dinilai sudah tepat, misalnya pemandu
dilengkapi dengan alat bantu berupa megaphone sehingga proses pemanduan dalam
jumlah pengunjung yang besar berjalan dengan baik.
c. Fungsi manajemen, operasional Agroeduwisata Sabila Farm terdiri dari perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Perencanaan, proses perencanaan
UD. Sabila Farm di lakukan pada bulan April, bertepatan pada awal musim dimana
masa panen telah berakhir dan

proses perawatan dalam budidaya mulai dilakukan.

Dalam rapat perencanaan tahunan, pemilik, para manager dan jajaranya akan mulai
membuat perencanaan dalam satu tahun kedepan. Dalam pengorganisasian, telah
terdapat struktur, desain kerja, dan penempatannya dalam organisasi perusahaan.
Fungsi pelaksanaan dalam operasional dikomando dan dikoordinasi oleh manajer
operasional. Dalam proses kunjungan, operasi akan berjalan sesuai dengan alur yang
60

telah

ditentukan.

Sedangkan

dalam

fungsi

pengawasan

manajer

operasional

melakukan pengawasan terhadap proses operasi pemanduan kunjungan wisata dan


melakukan penilaian (evaluasi) bila menemukan hambatan atau penyimpangan dari
alur operasi. Operasional yang dilakukan oleh Agroeduwisata Sabila Farm dapat
dikatakan cukup efisien dalam lingkup usahanya saat ini. Dengan operasi kunjungan
yang masih bersifat incidental, penggunaan sumber daya sudah cukup tepat. Dalam
operasinya Agroeduwisata Sabila Farm memiliki tujan untuk dapat memuaskan setiap
pengunjungnya yang berwisata. Selain itu diharapkan juga selain dapat berwisata dan
berekreasi,

pengunjung

juga

mendapatkan

edukasi dan pengalaman mengenai

budidaya buah naga.


Agroeduwisata Sabila Farm merupakan bagian dari usaha yang menawarkan
produk jasa, dimana operasional jasa memiliki masukan berupa kemampuan dan
keterampilan dari pramuwisata yang dioperasikan dalam proses kegiatan pemanduan
wisata melalui kebun dan peralatan rekreasi dan edukasi dengan hasil keluaran berupa
pelayanan rekreasi dan edukasi, serta kepuasan pengunjung.

Gambar 5. Skema operasi agrowisata


5.2.1. Perencanaan
Perencanaan

yang

dilakukan

UD.

Sabila

Farm seperti

penjelasan

sebelumnya dilakukan pada awal musim yaitu saat masa panen berakhir, sekitar
bulan April. Direktur, manajer dan semua jajaran akan mengadakan rapat awal
musim untuk membuat sebuah perencanaan atas target dan pencapaian apa yang

61

ingin diraih dalam satu tahun ke depan. Pada rapat awal musim yaitu bulan April
2014, untuk perencanaan Agroeduwisata Sabila Farm ditetapkan beberapa
rencana yang akan dilaksanakan diantaranya:
a. Peningkatan kualitas pelayanan terhadap

pengunjung sehingga dapat

menjadikan Agroeduwisata Sabila Farm sebagai Agrowisata terkemuka di


Yogyakarta.
b. Pengadaan fasilitas dan peralatan-peralatan rekreasi dan edukasi guna
mendukung operasi wisata. Dalam perencanaan ini, fasilitas dan peralatan
rekreasi dan edukasi terdiri dari:
-

Pengadaan bangku bamboo yang diperuntukan untuk fasilitas


pengunjung di area teras.

Pengadaan caping sebagai aksesoris pengunjung dan alat rekreasi


untuk berkeliling kebun.

Pengadaan mainan tradisional seperti congklak dan gasing bamboo


yang diperuntukan untuk pengunjung anak-anak.

c. Pembangunan kebun SF 4, SF 5, dan Museum Hortikultura (museum


Pertanian).

Dalam perencanaan ini, telah dilakukan proses perijinan

hingga penyewaan lahan hingga memulai proses pembukaan lahan yang


dimulai pada bulan Oktober. Kebun SF 4 dan SF 5 direncanakan akan
ditanami komoditas-komoditas buah tropis lainnya. Selain itu, dalam areal
ini rencananya akan dibangun sebuah sebuah Museum Hortikultura
dengan menampilkan sejarah perkembangan pertanian Indonesia mulai
dari zaman Kerajaan Nusantara, penjajahan Belanda dan Jepang; era
Kemerdekaan, Orde Lama dan Orde Baru, hingga sekarang. Selain itu
pada Musium Hortikultura juga akan menyajikan kekayaan produk
hortikultura Indonesia dan mesin-mesin pertanian.

62

5.2.2. Pengorganisasian
Dalam operasional jasa, personilia menjadi sumber daya yang sangat
penting

karna

kedudukannya

sebagai

frontliner

dalam

penyediaan

jasa.

Pengorganisasian merupakan tindakan pemaduan sumber daya, dengan tugas dan


peran masing-masing personalia dalam operasional jasa. Struktur organisasi UD.
Sabila Farm telah ditetapkan seperti yang ada dalam profile perusahaan dan
lampiran. Sedangkan penentuan pekerjaan yang harus dikerjakan personalia telah
tertuang dalam uraian pekerjaan (job description), sebagai berikut:
a. Direktur
Bertugas sebagai pengendali utama dan bertanggung jawab terhadap
keberlangsungan usaha. Tugas yang diemban adalah :
a) Mengambil kebijakan atas setiap hal yang terjadi dalam perusahaan
b) Memberikan keputusan krusial untuk perusahaan
c) Membagi tugas dan kewajiban pada setiap bagian
d) Mengontrol dan mengevaluasi perkembangan usaha

b. Manajer Operasional
Bertugas sebagai pengendali dan bertanggung jawab terhadap kegiatan
produksi dan operasi agroduwisata yang berkaitan dengan rekreasi dan
edukasi. Tugas yang diemban adalah :
a) Memberikan keputusan operasional produksi dan agrowisata
b) Mengambil kebijakan operasional produksi dan agrowisata
c) Mengatur dan mengkoordinir kegiatan operasional produksi dan
agro wisata.
d) Mengontrol,

mengevaluasi,

dan

mengendalikan

operasional

produksi dan agrowisata


e) Memberikan laporan dan masukan kepada direktur perusahaan

63

c. Manajer Pemasaran
Bertugas melakukan pemasaran dan pelayanan terhadap konsumen serta
menjalin

kerjasama

dengan

berbagai

pihak

guna

memperluas

perkembangan usaha. Tugas yang diemban adalah :


a) Memasarkan produk melalui media elektronik seperti facebook,
twitter, blog dan lainnya atau media cetak dan alat promosi seperti
leaflet, brosur dan banner.
b) Mencari informasi yang berkaitan dengan event seperti bazar atau
pameran yang dapat dijadikan media promosi produk
c) Bertanggung jawab atas penjualan produk baik secara langsung
maupun tidak langsung
d) Memberikan laporan dan masukan kepada direktur perusahaan

d. Manajer Administrasi
Bertugas mengatur arus keuangan baik pemasukan atau pengeluaran dalam
usaha ini serta kegiatan administrasi yang ada di perusahaan. Tugas yang
dilakukan adalah :
a) Mencatat semua pemasukan dan pengeluaran dalam perusahaan
b) Mencatat

seluruh

transaksi-transaksi

keuangan

yang

terjadi

diperusahaan.
c) Mengelola Sumber Daya Manusia (pekerja)
d) Mengelola urusan surat-menyurat di perusahaan
e) Memberikan laporan dan masukan kepada direktur perusahaan

e. Asisten Manajer Produksi


Bertanggung jawab atas keberlangsungan produksi, tugas yang diemban
adalah :
a) Mengelola kebun produksi
b) Mengontrol kualitas produksi
c) Bertanggungjawab selama proses produksi berlangsung
d) Memberikan laporan dan masukan kepada manajer operasional
64

f.

Asisten Manajer Rekreasi


Bertanggung jawab

atas kegiatan yang berkaitan dengan kunjungan

ataupun pelatihan yang ada di perusahaan. Tugas yang dilakukan adalah :


a) Mencatat jadwal kunjungan
b) Mengelola kunjungan lapangan dan/atau pelatihan indoor
c) Membuat laporan kunjungan bulanan
d) Memberikan laporan dan masukan kepada manajer operasional

g. Asisten Manajer Edukasi


Bertanggung jawab atas kegiatan kegiatan yang berhubungan dengan
pendidikan ataupun kegiatan mahasiswa seperti penelitian, magang kerja
atau praktik kerja lapang. Tugas yang dilakukan adalah :
a) Mencatat jadwal : Magang Kerja/ PKL/ Penelitian/ Tugas Akhir
b) Mencatat jumlah mahasiswa : Magang Kerja/ PKL/ Penelitian/
Tugas Akhir
c) Membuat jadwal kegiatan yang dilakukan selama di UD. Sabila
Farm
d) Bertanggung jawab menyelenggarakan presentasi peserta Magang
Kerja/ PKL/ Penelitian/ Tugas Akhir
e) Membuat laporan edukasi
f) Memberikan laporan dan masukan kepada manajer operasional

h. Staff Produksi
Bertanggung jawab atas kegiatan yang berkaitan di kebun produksi. Tugas
yang dilakukan adalah :
a) Mengelola kegiatan budidaya di kebun
b) Mengelola kegiatan panen dan pasca panen, serta pengelolaan
produk
c) Mencatat hasil panen
d) Mengontrol kualitas produk
e) Memberikan laporan kepada asisten manajer produksi
65

i.

Staff Rekreasi
Bertanggung jawab atas pengadaan peralatan penunjang rekreasi dan
pemeliharaan fasilitas rekreasi. Tugas yang dilakukan adalah :
a) Memantau dan memelihara kondisi peralatan dan fasilitas rekreasi
b) Menyediakan peralatan dan perlengkapan rekreasi dan pelatuhan
c) Menyediakan makanan dan minuman bagi peserta pelatihan

j.

Staff Edukasi
Bertanggung jawab atas akomodasi dan kebutuhan mahasiswa penelitian,
magang kerja atau praktik kerja lapang. Tugas yang dilakukan adalah :
a) Menyiapkan

akomodasi

dan

konsumsi mahasiswa

penelitian,

magang kerja atau praktik kerja lapang selama di UD. Sabila Farm
b) Pelayani kebutuhan mahasiswa penelitian, magang kerja atau
praktik kerja lapang selama di UD. Sabila Farm

5.2.3. Pelaksanaan
Pelaksanaan operasi wisata terdiri atas alur operasional sebagai acuan
operasi

dan standar operasional prosedur (SOP) sebagai acuan teknis. Dalam

operasionalnya Agroeduwisata Sabila Farm telah memiliki acuan pasti dalam


operasi pelayanan rekreasi dan edukasi. Namun belum terdokumentasi dalam
bagan alir (flow chart) operasi. Bagan alir merupakan bagan yang menunjukan
alir operasi secara logis, berfungsi sebagai alat bantu komunikasi dan panduan
tahapan-tahapan kegiatan yang dilalui dalam kegiatan operasi. Selain itu dengan
melihat alur operasional dapat mempermudah penyusunan standar operasional
prosedur (SOP).
Standar operasional prosedur (SOP) merupakan pedoman atau acuan
untuk melakukan tugas pekerjaan sesuai dengan indikator teknis, administrative,
dan prosedural berdasarkan tata kerja, prosedur kerja, dan sistem kerja dalam unit
kerja yang bersangkutan. SOP merupakan dokumen yang berisi langkah66

langkah/sistematika

kerja

dalam

sebuah

organisasi.

SOP

dibuat

untuk

mengefisiensikan waktu, untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta


untuk menjaga standard dan kualitas pelayanan yang diberikan untuk pelanggan.
Oleh karena itu Standar Operasional Prosedur (SOP) harus dijalan secara disiplin
dan professional. SOP memiliki tujuan diantaranya untuk menjaga konsisitensi
dan tingkat kinerja unit kerja, menghindari dan meminimalisasi kegagalan atau
kesalahan.
a. Bagan alir Operasional
Menurut observasi dan pengamatan penulis, pengunjung yang
datang berkunjung melalui pemesanan atau reservasi dan pengunjung yang
langsung datang ke lokasi (on the spot) belum dibedakan. Padahal dalam
prosedur penanganan kedua jenis pengunjung ini memiliki perbedaan
secara teknis. Maka penulis telah membuat bagan alir operasi kunjungan
sebagai berikut:

Gambar 6. Bagan alir operasi

Dalam bagan alir operasi di atas dapat dijelaskan bahwa


pengunjung yang datang dibagi menjadi dua kategori. Pengunjung melalui
pemesanan atau reservasi dan pengunjung yang langsung datang ke lokasi
agrowisata (on the spot). Pengunjung melalui reservasi akan diterima oleh
bagian administrasi. Bagian administrasi akan menanyakan identitas dan
informasi kunjungan lalu dimasukkan ke dalam daftar rencana kunjungan.
67

Informasi dalam rencana kunjungan akan menjadi bahan untuk persiapan


dan kordinasi yang dilakukan oleh manajer operasional atau asisten
manajernya

sebelum dilakukannya operasi kunjungan/wisata.

Manajer

operasional atau asistennya akan memberi pengarahan dan koordinasi


terkait persiapan pelaksanaan kunjungan/wisata. Persiapan pelaksanaan
kunjungan/wisata

meliputi

pengecekan

kondisi

kebun,

persiapan

akomodasi dan pengarahan personil-personil yang akan terlibat sesuai


dengan pembagian tugas dan tanggung jawabnya dalam operasi kunjungan
yang akan datang.
Bagi pengunjung yang datang langsung ke lokasi Agroeduwisata
Sabila Farm, untuk saat ini dalam operasi wisata tidak dikenakan biaya
kunjungan,

dikarenakan tidak

mengalami tahapan reservasi sehingga

kunjungan tidak dapat dikendalikan sebelumnya. Sehingga dalam hal


dokumentasinya

hanya

mengandalkan

buku

tamu.

Maka

penulis

merekomendasikan adanya proses ticketing. Selain untuk membuat operasi


kunjungan atau wisata menjadi lebih teratur dan terkendali, juga dapat
terdokumentasi

dengan

baik.

Kemudian

setelah

memasuki tahapan

ticketing dan persiapan, pengunjung akan melakukan operasi kunjungan


atau wisata. Penulis telah membuat desain operasi kunjungan atau wisata
berdasarkan observasi dan pengamatan terhadap operasi yang telah
berlangsung, sebagai berikut:

Gambar 7. Desain operasi kunjungan/wisata


68

1. Operasi kunjungan atau wisata diawali dengan penyambutan


pengunjung oleh staff dan pramuwisata di teras dengan 3S
(senyum, salam, sapa). Kemudian manajer operasional biasanya
menyapa pengunjung secara personal.
2. Setelah penyambutan, pengunjung diarahkan untuk menggunakan
caping yang tersedia di gazebo sebagai aksesoris dan menjaga
pengunjung

dari terik

matahari di areal kebun.

Kemudian

pengunjung diarahkan ke area atau spot berfoto untuk dokumentasi


Agroeduwistata juga sebagai kenang-kenangan untuk pengunjung.
Sesi berfoto di lakukan di awal operasi karena kondisi pengunjung
masih

fresh

dan

antusias

sehingga

foto

pengunjung

yang

didapatkan dalam penampilan yang baik (good looking).

Gambar 8. Sesi Berfoto


Sambil

berfoto,

pramuwisata

mengajak

pengunjung

untuk

menyerukan jargon Sabila Farm yaitu salam Jebreet.. Jebreeet


Jebreeeet.!!
3. Setelah berfoto manajer Operasional akan member penjelasan
singkat mengenai kondisi geografis kebun, komoditas, dan sejarah
singkat Agroeduwisata kepada pengunjung dan mempersilahkan
pramuwisata untuk mulai memandu pengunjung memasuki dan
berkeliling
pramuwisata

kebun.
akan

Selanjutnya

sebelum

memperkenalkan

diri

memasuki
dan

kebun,

menghimbau
69

pengunjung untuk

menjaga kebersihan kebun, tidak merusak

tanaman, dan berhati-hati saat berada di arel kebun, karena sulur


buah naga memiliki duri yang tajam.
4. Setelah memasuki kebun , pertama kali pengunjung akan dipandu
ke areal identifikasi tanaman yang terdapat tanaman buah naga
Putih, Merah, dan Merah Super. Pengunjung akan diajak untuk
menebak

dan

mengidentifikasi

bagaimana

dan

perbedaan

morfologi sulur, buah, dan bunga dari masing-masing tanaman


buah naga.
5. Kemudian pramuwista memberi edukasi dan informasi secara rinci
tentang

asal usul,

karakteristik,

sifat-sifat,

proses

budidaya,

perawatan, sampai pascapanen tanaman Buah Naga.


6. Lalu pengunjung akan diajak untuk melihat perbedaan aplikasi
media

rambat

yang

menggunakan

tiang

beton

dan

yang

menggunakan tiang kayu hidup berupa kayu jaranan.

Gambar 9. Operasi pemanduan pengunjung


7. Lalu pengunjung akan ke area penerapan teknologi pencahayaan
untuk memicu tanaman Buah Naga agar tetap berbuah diluar
musimnya. Pengunjung akan melihat perbedaan tanaman yang
mendapatkan
mendapatkan
dipersilahkan

teknologi penyinaran
penyiaran
untuk

dan

tambahan.

bertanya

kepada

tanaman

yang tidak

Kemudian

pengunjung

pramuwisata

terkait

kunjunganya di kebun buah naga.


70

8. Setelah

berkeliling

kebun,

pengunjung

dipersilahkan

untuk

beristirahat di teras utama sembari menikmati panorama kebun dan


Gunung Merapi. Pengunjung juga akan ditawarkan minuman dan
makanan olahan dari buah-buah yang di produksi UD. Sabila Farm
yang disediakan oleh Caf Undatus. Sambil beristirahat manajer
operasional

dan

pramuwisata

berbincang-bincang.

Sambil

akan

menemani

berbincang,

pengunjung
pramuwisata

mempersilakan pengunjung mengisi buku tamu dan menuliskan


kesan-pesan mereka terhadap kunjungan dan proses pemanduan
yang

dirasakannya.

Dalam operasi kunjungan/wisata

terdapat

kegiatan praktik penanaman yang disesuaikan dengan permintaan


pengunjung. Praktik penanaman dilakukan di kebun praktikum.
Pengunjung dipandu oleh pramuwista dan praktikum akan dipandu
oleh trainer. Dalam kegiatan ini pengunjung akan diajak untuk
melakukan kegiatan persiapan lahan tanam, pengunjung akan
diminta untuk mencangkul lahan dengan jarak 1x1 m dan membuat
lubang tanam untuk memancangkan tiang rambat sedalam 30 cm.
Kemudian dalam pembuatan media tanam, penggunjung akan
mencapur tanah dengan pupuk kandang sekam bakar dan kapur
pertanian. Selanjutnya pengunjung akan diajarkan bagaimana cara
menanam stek tanaman buah naga, pengikatan dan penyiramannya.
9. Ketika

pengunjung

berpamitan

untuk

pulang,

pramuwisata

bersama manajer operasional akan mengantar pengunjung dan


memberi 3S (senyum, salam, sapa) untuk perpisahan. Setelah
pengunjung pulang,

berakhirlah operasi kunjungan/wisata yang

dilaksanakan.

Setelah

melaksanakan

operasi

kunjungan/wisata,

manajer

operasional, pramuwisata dan personil yang terlibat mengadakan evaluasi


terkait

hambatan

atau

kendala

yang

kemungkinan

terjadi

selama

71

pelaksanaan operasi. Selanjutnya kesimpulan rapat di tuangkan dalam


notulensi kunjungan/wisata sebagai dokumen.

b. Standar Operasional Prosedur (SOP)


Agroeduwisata Sabila Farm dalam operasionalnya belum memiliki standar
operasional formal yang terdokumentasi. SOP memiliki peran yang
penting dalam operasional sebagai panduan prosedur teknis pelaksanaan
operasi dan dapat memimalisasi terjadinya kesalahan operasi. Maka
penulis telah membuat beberapa SOP terkait dengan kegatan operasional
Agroeduwisata Sabila Farm yang terdiri dari:
a. SOP Pemesanan/Reservasi
Bertujuan untuk
pengunjung

dan

mencatat informasi rencana kunjungan calon


membuat

daftar

rencana

kunjungan.

SOP

pemesanan/reservasi dilaksanakan oleh bagian administrasi dengan


sasaran ialah calon pengunjung. Dalam SOP bagian administrasi
akan meminta informasi kunjungan dan data pemesan yang terdiri
dari kapan, jumlah pengunjung, paket wisata yang di pilih dan
sistem

pembayaranya.

Kemudian

akan

dicatat

pada

buku

pemesanan dan rencana kunjungan..

b. SOP Koordinasi Internal dan Persiapan


Bertujuan mengarahkan staff internal untuk melaksanakan operasi
sesuai prosedur. SOP ini dilaksanakan oleh manajer operasional
atau

asisten

manajernya dan disasarkan pada staff internal

Agroeduwisata. Informasi yang didapatkan dari buku pemesanan


dan rencana kunjungan akan menjadi bahan untuk pengarahan dan
koordinasi staff agar menghasilkan proses operasi kunjungan
terarur.

72

c. SOP Operasi Kunjungan/Wisata: Tour Kebun


Bertujuan

untuk

mengarahkan

pemandu

untuk

memberikan

pelayanan yang prima agar pengunjung dapat menyerap semua


edukasi atau informasi dan merasa puas.

d. SOP Operasi Kunjungan/Wisata: Pelatihan


Bertujuan

untuk

mengarahkan

trainer

untuk

memberikan

pelayanan yang prima agar pengunjung dapat menyerap semua


edukasi baik teori maupun teknis.

e. SOP Evaluasi Kunjungan/Wisata


Bertujuan untuk mengukur kinerja pelayanan wisata. SOP ini
dilaksanakan oleh semua personil yang terlibat dalam operasi
kunjungan/wista.

f.

SOP Operasi Pemeliharaan Kebun


Bertujuan untuk pemantauan dan pengendalian kebersihan dan
kerapian kerbun dari sampah. SOP ini dilaksanakan oleh petugas
kebun dalam periode waktu dua minggu sekali.

g. SOP Operasi Kunjungan/Wisata: Tour Kebun


Bertujuan untuk memantau dan mengendalikan kondisi fasilitas
dan peralatan Agroeduwisata. SOP ini dilaksanakan oleh asisten
manajer rekreasi dan staff rekreasi dalam periode waktu sebulan
sekali.

Hasil dari pemantauan dan pengendalian dicatat dan

didokumentasi

pada

buku

inventaris

fasilitas

dan

peralatan

agroeduwisata.

Untuk detail SOP seperti sasaran, input, output, peralatan yang


dibutuhkan dan prosedur teknis dapat di lihat secara jelas dalam
lampiran 2.
73

5.2.4. Pengawasan
Aktivitas pengawasan yang dilakukan Agroeduwisata Sabila Farm berupa
pemantauan fasilitas. peralatan rekreasi dan edukasi. Pengawasan dilakukan
dalam periode waktu enam bulan sekali dan dilaksanakan oleh asisten manajer
rekreasi dan staff rekreasi. Penulis melakukan pemantauan dan inventarisasi
barang dan peralatan yang dimiliki Agroeduwista Sabila Farm, kemudian
didapatkan hasi sebagai berikut:
a. Peralatan pelatihan budidaya
b. Peralatan pelatihan panen dan pascapanen
c. Peralatan edukasi
d. Peralatan rekreasi
e. Peralatan akomodasi tidur dan ibadah
f.

Peralatan caf undatus dan makan

g. Barang elektronik
h. Barang lain-lain
i.

Barang dekorasi

Aktivitas pemantauan peralatan menghasilkan data kondisi peralatan yang dapat


dijadikan dasar untuk kegiatan pengendalian dan peremajaan terhadap barang atau
peralatan yang berkondisi buruk dan tak tayak pakai. Untuk detail jumlah,
keterangan dan kondisi dapat dilihat pada data inventaris dan pemantauan
peralatan yang berada di lampiran 4.
Pengawasan

juga

dilakukan

untuk

memantau

kondisi fasilitas

dan

bangunan Agroeduwisata Sabila Farm. Dari proses pemantauan kondisi fasilitas


dan bangunan, didapatkan hasil sebagai berikut:
a. Pendopo Srikaya memiliki luas 14 x 10 m yang terdiri dari
beberapa ruangan, diantaranya:
-

Ruang Srikaya

Kantor (Office)

Kamar 1 dan kamar 2

Mushola
74

Gudang

b. Pendopo Buah Naga memiliki luas 18 x 14 m yang terdiri dari


beberapa ruangan, diantaranya:
-

Aula Buah Naga

Kamar 3, kamar 4, dan kamar 5

Mushola

Dapur

c. Caf Undatus yang berada di pelataran utara Pendopo Buah Naga


d. Toilet, sebanyak 6 unit yang memiliki luas masing-masing unit
7,5 x 3 m
e. Gazebo, sebanyak 2 unit yang berada di lapangan dengan kondisi
baik dan yang berada di kebun sektor G dengan kondisi rusak.
Kondisi dari masing-masing fasilitas sudah cukup baik, hanya saja yang perlu
diperhatikan adalah kondisi kamar yang harus dijaga kebersihanya dari debu dan
sarang tawon dan serangga.
Evaluasi merupakan proses penilaian kinerja dari operasional. Kegiatan
evaluasi dilakukan oleh manajer operasional terhadap operasional Agroeduwisata
Sabila Farm. Dalam aktivitas evaluasi penulis membuat evaluasi kepuasan
pengunjung

dengan

tujuan

mengukur

dan

menilai

kinerja

operasional

Agroeduwisata Sabila Farm terhadap tingkat pelayanan wisata dan kepuasan


pengunjung yang dihasilkan. Evaluasi dilakukan dengan membagikan kuisioner
yang

berisi

pertanyaan

berkaitan

dengan

operasi wisata

dan

pelayanan

pengunjung untuk memperoleh data kepuasan pengunjung dengan indikator


penilaian yang terdiri:
a. Keindahan lingkungan
b. Kesejukan dan kenyamanan lingkungan
c. Kebersihan lingkungan
d. Fasilitas pendukung
e. Keramahan pramuwisata/personil
f.

Penguasaan materi pramuwisata


75

g. Kesan baik dan kenangan (memorable)


h. Pelayanan wisata
i.

Keinginan pengunjung untuk berkunjung kembali

Untuk mengukur tingkat kepuasan akan indikator penilaian, penulis menggunakan


skala likert.
Kuisioner dibagikan dalam jangka waktu 21 sampai dengan 28 Novermber
2014. Responden merupakan 10% dari jumlah pengunjung rata-rata dalam satu
bulan. Berdasarkan buku tamu Agroeduwisata Sabila Farm yang terhitung dari 1
Januari hingga 30 Oktober (data kunjungan yang telah diolah) terdapat jumla ratarata pengunjung tiap bulan adalah 331 pengunjung. Maka jumlah resonden yang
diperlukan adalah (331 x 10% = 33,1 dibulatkan menjadi 33) 33 pengunjung.
Rekapitulasi data pengunjung dari 1 Januari 30 Oktober dapat dilihat dalam
table dibawah:

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Rekapitulasi Data Pengunjung Sabila Farm


Pengunjung
Bulan
Total Pengunjung
Ind,Kel, Inst nonRombongan
R
JAN
99
222
321
FEB
103
516
619
MAR
99
126
225
APR
129
25
154
MEI
151
546
697
JUN
60
120
180
JUL
23
0
23
AGS
211
154
365
SEP
71
164
235
OKT
87
404
491
TOTAL
1033
2277
3310
RATA2
103.3
227.7
331

Tabel 8. Rekapitulasi data pengunjung (Jan Okt 2014)


Reponden merupakan pengunjung yang datang langsung ke lokasi (on the
spot) dan pengunjung rombongan yang telah melakukan reservasi, terdiri dari :
a. 19 orang pengunjung umum (on the spot) yang berasal dari Bogor,
Jakarta, Sulawesi Selatan, dan Yogyakarta.
b. 7

orang

pengunjung

rombongan

mahasiswa dan dosen Fakultas

Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang.


c. 4 orang pengunjung rombongan SMKN 1 Pandak Yogakarta.
76

d. 3 orang pengunjung rombongan Ahli Gizi Sulawesi Tenggara.


Paket wisata yang dinikmati responden terdiri dari edukasi kelas, tur kebun,
praktik menanam, dan workshop membatik.
Setelah data kuisioner terkumpul (data dapat dilihat dalam lampiran) dan
diolah menjadi grafik pie, penulis mengunakan analisis deskriptif untuk membuat
intepretasi.

keindahan
9%

18%

sangat baik
baik
cukup
kurang
73%

tidak baik

Gambar 10. Grafik indikator penilaian keindahan lingkungan


Aspek keindahan dinilai dalam kategori baik dengan menurut hampir
setengan pengunjung. Hal ini dikarenakan kondisi kebun yang terjaga baik
didukung dengan lokasi Agroeduwisata Sabila Farm yang berada di kaki Gunung
Merapi.

kesejukan dan kenyamanan


6%
3%

sangat baik
baik

21%

cukup
kurang
70%

tidak baik

Gambar 11. Grafik indikator penilaian kesejukan


dan kenyamanan lingkungan

77

Secara keseluruhan kesejukan dan kenyaman berada dalam kategori baik.


Tetapi terdapat pengunjung yang menjawab kurang, dikarenakan kemungkinan
waktu kunjungan pada keadaancuaca dengan mata hari yang terik dan berangin
sehingga kondisi kebun yang kering membuat ketidaknyamanan bagi pengunjung.

Kebersihan
9%

sangat baik
36%

baik
cukup

55%

kurang
tidak baik

Gamabar 12. Grafik indikator penilaian kebersihan lingkungan

Untuk keseluruhan kebersihan lingkungan dapat dikatakan baik dengan


lebih dari 90% jawaban baik. Hal ini menandakan bahwa pemantauan kebersihan
kebun telah berjalan dengan baik.

Fasilitas
sangat baik

9%

baik

33%

cukup
58%

kurang
tidak baik

Gambar 13. Grafik indikator fasilitas pendukung wisata

Hampir sebaruh pengunjung berpendapat bahawa fasilitas yang telah


tersedia dalam mendukung operasi wisata dinilai telah memadai dengan kondisi
baik.

78

Keramahan
42%
58%

sangat baik
baik
cukup
kurang
tidak baik

Gambar 14. Grafik indikator keramahan pramuwisata/personil


Semua pengunjung berpendapat bahwa proses operasi wisata berjalan
dengan baik. Keramahan dalam berkomunikasi yang dilakukan oleh pramuwisata
dan personil Agroeduwisata Sabila Farm dapat memuaskan pengunjung.

Penguasaan materi pramuwisata


3%

sangat baik
30%

baik
cukup

67%

kurang
tidak baik

Gambar 15. Grafik indikator penguasaan materi pramuwisata


Dapat dikatakan bahwa proses penyampaian materi edukasi dan informasi
dari promuwisata kepada pengunjung berjalan dengan baik. Pengunjung merasa
pramuwisata benar-benar memahami dan dapat menyampaikan apa yang mereka
inginkan.

Memorable
6%

70%

24%

sangat baik
baik
cukup
kurang
tidak baik

Gambar 16. Grafik indikator kesan dan kenangan


79

Penilaian aspek kesan baik dan kenangan (memorable) yang diberikan


dalam kegiatan operasi wisata dapat dikatakan bahwa operasi wisat yang
dirasakan pengunjung memberi kesan positif dan kenangan baik. Pengunjung
tidak hanya meras senang, tetapi juga mendapatkan pengalaman baik dan
pengetahuan baru di Agroeduwisata Sabila Farm.

keinginan berkunjung kembali


sangat baik

36%

baik
cukup

64%

kurang

Gambar 17. Grafik indikator keinginan untuk berkunjung kembali


Dapat
Agroeduwisata

disimpulkan
Sabila

bahwa

Farm

proses

berjalan

operasi

dengan

dan

pelayanan

baiksehingga

wisata

menghasilkan

pelayanan dan kepuasan pengunjung. Hampir semua pengunjung berpendapat


ingin berkunjung kembali.
Dari semua aspek penilaian dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa
operasional yang telah dijalankan Agroeduwisata Sabila Farm berjalan dengan
baik

sehingg

dapat

menghasilkan

pelayanan

yang optimal dan kepuasan

pengunjung. Hal ini dapat menjadi sebuah prestasi bagi para personil yang telibat
dalam operasional dan menjadi mativasi untuk terus melakukan pelayanan yang
terbaik sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

5.3. Manajemen Pemasaran


Selain sebagai Kota Pelajar, Yogyakarta juga merupakan Kota Wisata
ternama

dengan

potensi

kebudayaan

jawa

yang

masih

dipegang

teguh

oleh

masyarakatnya dan alam yang mempesona siapapun yang berkunjung baik wisatawan
nusantara maupun mancanegara. Keberadaan agrowisat di Yogyakarta juga bukalan
suatu hal yang baru. Agrowisata salak pondoh merupakan contoh agrowisata Yogya
80

yang telah terkenal dan menjadi ciri khas dan akan selalu dicari oleh wisatawan yang
berkunjung. Dengan demikian, manajemen pemasaranyang jitu merupakan hal yang
sangat penting dalam rangka menarik pengunjung ke Agrowisata Sabila Farm.
Agrowisata dengan produk Buah Naga belum banyak di Indonesia dan di
Yogyakarta mungkin hanya Agroeduwisat Sabila Farm tempatnya. Sebagai agrowisata
yang menawarkan edukasi dan rekreasi di kebun buah naga, kegiatan penanaman dan
memetik buah langsung dari pohonnya merupakan pengalaman menarik yang dapat
dirasakan oleh pengunjung, dan hal itu lah yang ditawarkan Agroeduwisata Sabila Farm
pada semua pengunjungnya.

5.3.1. Segmentasi
Dapat dikatakan segmen pasar Agroeduwisata Sabila Farm merupakan
pengunjung

dari berbagai kalangan usia,

profesi,

dan wilayah.

Berwisata

merupakan kegiatan yang digemari oleh semua orang dan wisata yang unik dan
memberikan pengalaman dan ilmu baru bagi pengunjung pasti akan dicari cari
oleh pengunjung.

Segmen Pengunjung
15%
27%

Universitas
SMA/K

SMP
7%
48%

SD
Instansi

2%
1%

Keluarga

Gambar 18. Segmen pasar pengunjung menurut kategori


(Jan Nov 2014)

Pengunjung Agrowisata Sabila Farm terdiri dari berbagai kategori dengan jumlah
pengunjung dari buan Januari November 2014 sebanyak 3970 orang
pengunjung. Mulai dari segmen pendidikan yang terbagi menjadi:
a. Sekolah Dasar (SD) sebanyak 1% atau sekitar 34 orang pengunjung
81

b. Sekolah Menengah Pertama sebesar 2% atau sekitar 69 orang


pengunjung
c.

Sekolah Menengah dan yang sederajar sebesar 7% atau sekitar 207


orang pengunjung.

d. Universitas

(Mahasiswa)

sebesar 27% atau sekitar 762

orang

pengunjung.
Untuk segmen pengunjung institusi merupakan pengunjung yang berasal dari
institusi pemerintahan, swasta, bahkan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Pengunjung institusi memiliki besaran 48% atau sekitar 1351 orang pengunjung.
Sedangkan untuk segmen keluarga merupakan pengunjung dari berbagai rentang
usia mulai dari balita, anak-anak, orang dewasa dan manula. Pengunjung keluarga
memiliki memiliki besaran 15% atau sekitar 415 orang pengunjung.
Pengunjung Agroeduwisata Sabila Farm merupakan pengunjung yang
berasal dari berbagai macam kota di nusantara bahkan manca negara. Persebaran
pengunjung menurut wilayah (berdasarkan data Jan Okt 2014)

dapat dilihat

dalam gambar di bawah ini:

(Sumber: Buku tamu, data telah diolah penulis)


Gambar 19. Persebaran pengunjung menurut wilayah

82

Pengunjung Agrowisata Sabila Farm juga mengelami trend peningkatan


tiap tahunnya. Hal ini menandakan bahwa motor pemasaran berjalan dengan
sangat baik sehingga dapat menatik pengunjung yang terus bertambah pada setiap
tahunnya. Perkembangan jumlah pengunjung dapat dilihat melalui grafik dibawah
ini.
6000
5000
4000
3000
4978

2000

3970
2393

1000
0 192
2007

588

422

549

2008

2009

2010

1179
2011

2012

2013

2014

Total Pengunjung

Gambar 20. Grafik perkembangan jumlah pengunjung


Sejak awal pembukaan Agroeduwisata Sabila Farm sudah mengalami
peningkatan jumlah penggunjung pada tahun kedua. Pada tahun ketiga terjadi
sedikit

penurunan

dan

mengalami

peningkatan

kembali pada

tahun-tahun

berikutnya. Untuk tahun 2014, mulai tanggal 1 Januari hingga 30 November telah
terhitung 3970 pengunjung dan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan
dikarenakan bulan Desember dan Januari merupakan periode libur siswa sekolah
dan libur akhir tahun yang akan banyak didapati kalangan pengunjung keluarga
untuk berwisata. Kemudian periode Desember hingga Maret tahun depan
merupakan musim panen Buah Naga sehingga hal ini dapat menarik pengunjung
untuk menikmati Buah Naga dan panorama kebun yang kontas dihiasi warna
magenta Buah Naga dan Gunung Merapi.

83

5.3.2. Penargetan pasar Sasaran (Targeting)


Berdasarkan

segmen

pasar

diatas,

diketahui

pasar

sasaran

dari

Agroeduwisata Sabila Farm terdiri dari:


a. Kalangan pelajar SD, SMP, dan SMA yang mengadakan studi wisata
dengan minat agrowisat atau ekowisata.
b. Kalangan mahasiswa pertanian yang mengadakan kegiatan kunjungan
lapang ke perusahaan agribisnis yang bergerak pada sektor hortikultura,
penerapan pertanian ekologis, dan pengolahan buah naga.
c. Kalangan Institusi yang mengadakan kunjungan wisata berbasis edukasi
pertanian, penerapan teknologi pertanian, dan sistem pertanian ekologis.
d. Kalangan keluarga yang ingin berwisata dengan suasana pertanian
dengan daya tarik edukasi dan aktivitas pertanian.
e. Pengunjung

individu

yang

menginginkan

pelatihan

budidaya

dan

produksi Buah Naga

.
5.3.3. Pemosisian (positioning)
Agroeduwisata Sabila Farm memiliki positioning sebagai agrowisata
berbasis edukasi pertanian dengan komoditas buah-buahan barkhasiat. Selain itu
Agroeduwisata Sabila Farm juga merupakan agrowisata yang menawarkan
pengalaman

kegiatan

pertanian

dan

motivasi

Agropreuneurship

bagi

pengunjungnya.

5.3.4. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)


Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran yang bekerja
secara berkesinambungan dalam proses pencapaian strategi dan positioning yang
ditetapkan. Bauran pemasaran produk jasa terdiri dari 7P, yakni: Product, Price,
Place, Promotion, People, Physical Evidence, dan Process.

84

5.3.4.1.

Product
Agroeduwisata Sabila Farm menawarkan pelayanan jasa agrowisata
berbasis edukasi dan pengalaman baru dengan produk-produknya, yaitu:
a. Tur Kebun
Merupakan

kegiatan

berkeliling kebun dengan dipandu oleh

pramuwisata selama 45 menit.

b. Edukasi kelas
merupakan kegiatan wisata yang diawali dengan pemaparan materi
peresentasi mengenai teknik budidaya dan prosese produksi buah
naga di kelas (Aula Buah Naga). Pengunjung akan diajak untuk
berkeliling

kebun

dengan

berkeliling

pengunjung

akan

dipandu

oleh

melakukan

pramuwisata.setelah
praktik

tanaman dan penanen (memetik) buah naga.

penanaman
Kegiatan ini

berdurasi 120 menit dan pengunjung akan disuguhkan buah potong


(kondisional).

c. Agropreuneur motivation
Merupakan kegiatan pemotivasian untuk berwirausaha di bidang
agribisnis.

Peserta

akan

pendapatkan

materi

motivasi

kewirausahaan khususnya produksi buah naga yang dipandu oleh


motivator dari internal Agroeduwisata Sabila Farm. Dengan durasi
60 menit penggunjung juga akan disuguhkan buah potong

d. Petani Cilik
Merupakan paket wisata yang ditujukan untuk pengunjung cilik
yaitu segmen PAUD, TK, dan SD. Paket wisata ini terdiri atas
kegiatan

tur

kebun

yang

dipandu

pramuwisata.

Kemudian

pengunjung cilik akan diajak untuk prakti menanam tanaman di


dalam pot untuk menumbuhkan kegemaran berkebun atau bertani.

85

Lalu pengunjung cilik juga akan melakukan kegiatan fun games


yang di pandu oleh trainer. Paket wisata ini berdurasi 90 menit.

e. Workshop membatik
Merupakan

kegiatan

pelatihan

membatik

yang dipandu oleh

pembatik asli yang akan mengajarkan pengunjung cara membatik,


mulai dari membuat pola, memberikan malam, proses pewarnaan,
sampai proses pelorotan hingga batik yang berupa saputangan jadi
dan dapat dibawa pulang oleh pengunjung sebagai oleh-oleh.

f.

Pelatihan
Agroeduwisata Sabila Farm mengadakan program pelatihan bagi
pengunjung yang ingin mengetahui secara detail budidaya dan
proses produksi buah naga mulai dari persiapan lahan, penanaman,
proses pemeliharaan, panenen, pascapanen, hingga pengolahan.
Tersedia dua jenis paket pelatihan yaitu paket pelatihan singkat
saru hari dan pelatihan dua hari.dengan durasi masing-masing hari
tujuh

jam.

Pengunjung

akan

mendapatkan

buku

pengangan

(handbook) dan jadwal kegitan yang disesuaikn dengan hari paket


pelatihan.
Untuk

penjelasan detail mengenai paket wisata dan fasilitas yang

didapatkan yang didapatkan pada masing-masing paket wisata dapat


dilihat pada bagian lampiran 3.
Value

yang

menjadi keunggulan Agroeduwisata dibandingkan

dengan tempat wisata sejenis di Yogyakarta ialah:

86

Gambar 21. Lokasi kebun dan panoramanya


a. Lokasi Agroeduwisata Sabila Farm berada di kaki Gunung Merapi
yang merupakan ikon panorama alam Kabupaten Sleman dan
Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada saat cuaca cerah, tidak
berkabut

pengunjung

dapat

dengan

jelas

melihat

panorama

Gunung Merapi yang sangat kontras dengan hijaunya kebun dan


mareh magenta dari Buah Naga
b. Pengunjung yang berwisata ke Agrowisata Sabila Farm tidak
hanya dapat berekreasi tetapi juga mendapatkan edukasi dan
pengalam dari kegiatan pertanian seperti menanam dan memanen
buah yang tidak banyak ditawarkan oleh tempat wisata sejenis
lainya.
c. Pengunjung juga akan mendapatkan motivasi Agropreuneursip dan
pertanian ramah lingkungan di dalam kunjungan wisata.
d. UD. Sabila Farm telah dikenal memiliki produk buah yang baik
kualitasnya. Selain itu sistem pertaniannya juga telah dikenal
unggul dibandingkan dengan perusahaan lain. Sehingga menjadi
sebuah image positif tersendiri bagi Agroeduwisata Sabila Farm

5.3.4.2.

Price
Dalam penetapan harga masing-masing paket wisata Agroeduwisata
Sabila Farm untuk saat ini masih berdasarkan struktur biaya dan
pemakaian sumber daya. Harga dari masing-masing paket wisata dapat
dilihat pada table dibawah ini:

87

Tabel 8. Harga paket wisata

Harga di atas merupakan harga yang dibebankan tiap pengunjung


(orang) dengan ketentuan jumlah minimal pengunjung pada tiap paket
wisata 30 orang. Apabila jumlah pengunjung yang memesan kurang dari
30 orang maka pemesan akan tetap dihitung sebagai 30 pengunjung.
Untuk paket wisata tur kebun dan edukasi kelas pada segmen pengunjung
instansi dan umum dengan pemesanan kegiatan penanaman dikenakan
tambahan biaya sebesar Rp.200.000 dan kegiatan pemanenan (memetik)
buah sebesar Rp.100.000 yang dibebankan atas nama rombongan.
Sedangkan untuk paket wisata Agropreuneur motivation harga di atas
merupakan harga dengan motivator yang bersal dari internal personil
Agrowisata

Sabila

Farm.

Untuk

penggunaan

motivator professional

dikenakan biaya tambahan sebesar Rp.5.000.000 yang dibebankan atas


nama rombongan.

5.3.4.3.

Place
Aspek place dalam pemasaran jasa dapat terdiri dari lokasi dan
saluran distribusi.

5.3.4.3.1.

Lokasi
Lokasi merupakan aspek penting dalam usaha wisata,
karena pengunjung akan secara langsung mendatangi lokasi wisata
88

sehingga

menjadi

sebuah

berkunjung. Lokasi
merupakan

penentu

dalam

keputusan

untuk

yang dimiliki Agroeduwisata Sabila Farm

keunggulan

tersendiri

karena

adanya

panorama

Gunung Merapi. Selain itu lansekap kebun yang berupa lahan


miring karst berpasir, kondisi kebun yang terbuka mendapt
paparan sinar matahari langsung, rerimbunan tanaman Buah Naga
membuat suasana tersendiri mak gurun di daerah Amerika Latin.
Selain itu Agroeduwista Sabila Farm juga beradi di daerah
startegis yaitu di Jalan Kaliurang KM 18,5 yang merupakan jalur
utama hilir-mudiknya pengunjung menuju objek wisata Kaliurang.
Akan tetapi letak Agroeduwista Sabila Farm yang berada di dalam
gang membuat akses pengunjung sulit untuk mengetahui lokasi
jika

tidak benar-benar memperhatikan jalan dan penanada lokasi

berupa baner kecil seperti pada gambar dibawah.

Gambar 22. Penanda lokasi


Selain itu kondisi akses jalan gang menuju lokasi juga sudah bnyak
ditemui lubang yang dapat mengurangi kenyamanan pengunjung
untuk berwisata.

5.3.4.3.2.

Saluran Distribusi
Dalam penyaluran jasanya, Agroeduwisata Sabila Farm
menggunakan

sistem

penjual

langsung,

dengan

kata

lain

Agroeduwisata Sabila Farm tidak memiliki agen wista atau pihak


ketiga dalam pemasaranya. Tetapi terdapat beberapa agen wisata

89

yang

telah

sering

membawa

pengunjung

yang emnggunakan

jasanya untuk berwisata ke Agroeduwisata Sabila Farm.

5.3.4.4.

Promotion
Dalam satu tahun ini Agroeduwisata Sabila Farm memutuskan
tidak melakukan kegiatan promosi secara aktif. Sebab adanya faktor
musim panen yaitu bulan November hingga April, pada saat promosi
dilakukan banyak pengunjung yang datang ke Agroeduwisata Sabila Farm
di luar musim panen kecewa karena tidak dapat melihat, memetik dan
merasakan buah naga secara langsung di kebun. Sehingga promosi hanya
dilakukan melalui media sosial yaitu akun facebook Pakde Gun.

5.3.4.4.1.

Bauran Promosi (Promotion Mix)


Bauran promosi yang sempat dijalankan Agroeduwisata
Sabila Farm selama ini adalah sebagai berikut.
a. Periklanan.
Agroeduwisata Sabila Farm telah menggunakan metode
periklanan dalam mempromosikan agrowisatanya kepada
khalayak ramai dengan membuat iklan di beberapa media
cetak

seperti Koran Kedaulatan Rakyat dan Bulletin

KOPMA (Koperasi Mahasiswa) UGM. Tujuan periklanan


tersebut

untuk

menginformasikan

Agroeduwisata Sabila

Farm kepada pembaca media cetak

tersebut adalah

memancing minat calon pengunjung untuk berkunjung

b. Promosi Penjualan
Promosi penjualan merupakan kegiatan yang bertujuan
untuk meningkatkan arus barang atau jasa dari produsen
sampai kepada penjual akhirnya. Promosi penjualan terdiri
atas brosur, lembar informasi, dan lain-lain. Penulis telah
membuat

sebuah

leaflet

promosi

yang

memberikan
90

informasi dasar dan foto-foto kunjungan wista yang dapat


menarik minat calon pengunjung untuk berkunjung ke
Agroeduwisata Sabila Farm.

Gambar 23. Desain leaflet promosi


Penulis juga membuat desain spanduk promosi yang
dapat di pasang di Jalan Kaliurang. Penulis terinspirasi oleh
sistem promosi pertokoan baju yang ada di daerah puncak.
Mereka memasang spanduk promosi di jalan dengan katakata yang memancing perhatian.

Gambar 24. Desain spanduk promosi


91

Spanduk

pertama

di

pasang

300

dari

lokasi

Agroeduwosata Sabila Farm. Spanduk petama terdiri dari


gambar logo perusahaan saja tanpa nama dan tulisan
berwarna magenta dengan warna latar hitam. Tujuan
menggunakan

kalimat

perintah

negatif

adalah

untuk

mempengaruhi psikologi pembaca dan mengundang rasa


penasaran.

Sedangkan

pemakaian

warna

hitam

dan

magenta karena perpaduan warna tersebut dapat menarik


perhatian (eye catching). Spanduk kedua masih tetap
dengan konsep yang sama tetapi berisi kalimat yang
menguundang perhatian pembaca. Dipasang sekitar 200 m
dari lokasi. Spanduk ketiga terdiri atas gambar logo dan
nama Agroeduwisata Sabila Farm dengan kalimat ajakan
dan warna magenta yang merupakan warna identitas Sabila
Farm dan latar putih. Sepanduk ini merupakan strategi
promosi yang bertujuan untuk menarik pengunjung yang
sedang menuju objek wisata Kaliurang atau yang baru saja
dari sana.

c. Hubungan Masyarakat
Agroeduwisata Sabila Farm telah menggunakan metode
hubungan masyarakat dalam promosinya. Dengan menjadi
pengisi

pameran-pameran

produk

pertanian

dan

hortikultura atas undangan instansi pemerintah dan relasi


Pakde Gun.

Dengan menjadi peserta pameran selain

mempromosikan produk

buah, UD. Sabila farm juga

mempromosikan Agroeduwisata Sabila Farm. Beberapa


pameran yang pernah diikuti oleh UD. Sabila Farm
diantaranya Pameran Buah dan Bunga Nusantara IPB,
Agrinexpo

mewakili

Asosiasi

Buah

Naga

Indonesia,

pameran produk pertanian daerah Istimewa Yogyakarta,


92

dan lainya. Selain menjadi peserta pameran. Pada tahun


2008 dan 2009, Agroeduwisata Sabila Farm mengadakan
acara hiburan masyarakat yaitu pertunjukan barongsai dan
liong-

liong

sebagai

sarana

promosi

guna

menarik

pengunjung untuk datang ke Agroeduwisata Sabila Farm.

Gambar 25. Event hiburan sebagai saran promosi


Kemudian

Agroeduwisata

Sabila

Farm

juga

pernah

mengadakan perlombaan kreasi olahan buah naga dan


pameran

body

painting

bagi

saran

promosi

dan

memperkenalkan Agroeduwisata Sabila Farm ke khalayak


ramai.

d. Informasi dari mulut ke mulut (word of mouth)


Metode informasi dari mulut ke mulut (word of mouth)
merupakan metode promosi yang paling signifikan pada
Agroeduwisata Sabila Farm. Agroeduwisata Sabila Farm
dalam operasionalnya selalu berusaha untuk menjalankan
operasi wisata sebaik mungkin, memberi pelayanan jasa
uang prima, dan meminimalisasi kekecewaan pengunjung.
Dan meraih kepuasan konsumen. Hal tersebut bertujuan
agar pengunjung yang mendapatkan pelayanan, citra baik,
dan kepuasan dari operasi wisata dapat menginformasikan
apa yang didapatkanya tadi kepada keluarga, kerabat,
tetangga, teman bahkan rekan kerjanya mengenai image
positive Agroeduwisata Sabila Farm dan membujuk untuk
93

ikut berkunjung. Secara tidak langsung hal ini menjadi


sebuah jaringan pemasaran yang saling beruntun. Dengan
demikian

Agroeduwisata

Sabila Farm sangat menjaga

hubunganya dengan pelanggan secara personal.

e. Pemasaran Langsung (direct marketing) dan publikasi


Agroeduwisata

Sabila

Farm

juga

telah

menggunakan

metode pemasaran langsung dan pubikasi, antara lain:


-

Pada masa awal pembukaan, Agroeduwisata Sabila


Farm juga menggunakan surat langsung

(direct

mail) yang ditujukan kepada siswa SD di sekitar


Sleman dan Yogyakarta. Agrowisata Sabila Farm
mengadakan acara fun games yang di tujukan pada
siswa SD tersebut.
-

Kemudian

Agrowisata

Sabila

Farm juga telah

dijadikan lokasi syuting dan peliputan beberapa


program televisi nasional, diantaranya Ala Chef
Trans TV, Chef Traveller Trans TV, Inspirasi Pagi
SCTV, peliputan salah satu program DAAI TV, dan
lainya. Kerja sama antara Agrowisata Sabila Farm
dan

pihak

program televisi merupakan

media

publikasi promosi Agrowisata Sabila Farm pada


para penonton televisi, sehingga pihak program
televisi mendapatkan lokasi untuk
peliputan

sedangkan

Agrowisata

syuting atau
Sabila

Farm

mendapat promosi dari proses tersebut.

94

Gambar 26. Media publikasi promosi


-

Agroeduwisata Sabila Farm juga tidak ketinggalan


menggunakan
secara

media sosial sebagai pemasaran

digital

memanfaatkan

(digital
media

marketing)

sosial

berupa

dengan
facebook,

twitter dan website. Dalam media sosial facebook,


Agrowisata Sabila Farm membuat fans page dengan
jumlah likes sebanyak 744 . Melalui akun facebook
Pakdhe

Gun,

Agrowisata

Sabila

Farm

juga

melakukan promosi kepada teman, kerabat, dan


followers dari akun facebook Pakdehe Gun. Untuk
penggunaan

website

www.sabilafarm.com

dapat
.

untuk

diakses
twitter,

melalui
akun

@SabilaFarm telah memiliki follower sebanyak 263


akun sebanyak 455 tweets.

5.3.4.5.

People (Orang/Personil)
Aspek people atau personil merupakan aspek strategis dalam
pemasaran jasa. Semua pelaku yang memiliki peran dalan operasi wisata
dan penyampaian jasa memiliki pengaruh terhadap pemasaran Setiap
tindakan dan prilaku bahkan cara berpakaian dan penampilan seorang
personil dapat mempengaruhi brand image dan presepsi pengunjung.
Personil yang dimiliki Agroeduwisata Sabila Farm terdiri dari
berbagai tingkat pendidikan. Posisi pramuwisata sebagai penyampai jasa
95

diisi oleh personil yang merupakan sarjana pertanian atau mahasiswa


petanian

sehingga

telah

memiliki

kemampuan

berkominikasi

dan

menyampaikan materi edukasi dengan baik. Lalu proses pengarahan dan


pengkoordinasian sudah berjalan dengan baik.dapat dipastikan personil
yang berada dalam posisi sebagai frontliner telah memiliki attitude dan
cara berkomunikasi yang baik dengan mengutamakan keramahan dan
pelayanan prima terhadap pengunjung.
Untuk menjaga dan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan
pramuwista

dalam

pelayanan

jasa,

diperlukan

adanya

proses

pengembangan pengetahuan dan kemampuan pramuwista. Untuk saat ini


pembaruan informasi dan pengetahuan pramuwisata sudah berjalan secara
non

formal

melalui

diskusi

pemilik

dengan

para

pramuwisata.

Pengembangan pengetahuan dan kemampuan pramuwista harus dijadikan


sebuah program perusahaan (formal) secara periodik dalam rangka
pengembangan sumberdaya manusia perusahaan.

5.3.4.6.

Process
Proses merupakan semua aktivitas dan prosedur dalam operasi
penyampaian jasa wisata kepada konsumen. Proses memiliki pengaruh
datam pemberian kesan terhadap pengunjung. Proses operasi wisata yang
dilakukan oleh Agroeduwisata Sabila Farm telah berjalan dengan efektif
dan dapat memberikan pelayanan dan kepuasan kepada pengunjung.
Pelain itu dalam interaksi antar pramuwisata dan pengunjung berlangsung
dalam cara komunikasi yang baik,

ramah,

dan personal sehingga

pengunjung medapatkan kesan baik dalam penyampaian jasa wisata.

5.3.4.7.

Physical Evidence (Bukti/Sarana Fisik)


Bukti atau sarana fisik merupakan lingkungan fisik tempat jasa
diproduksi dan langsung berhubungan dengan proses pemberian jasa
kepada konsumen. Secara teoritis, bukti atau sarana fisik terbagi menjadi:

96

a. Essential evidence
Merupakan keputusan-keputusan yang dibuat oleh pemberi jasa
mengenai desain dan layout dari gedung, ruang dan lain-lain. Yang
termasuk dalam bukti fisik esensial yakni bangunan dan fasilitas.
Agroeduwisata Sabila Farm telah memiliki bangunan dan fasilitas
yang memadaan sebagai tempat wisata. Bangunan dan fasilitas yang
telah dimiliki Agroeduwisata Sabila Farm, diantaranya:
-

Aula Buah Naga


Aula berfungsi sebagai ruang kelas, tempat penyampaian
materi edukasi dan motivasi Agropreuneurship kepada
pengunjung.

Lapangan (ruang terbuka) dan gazebo


Sebagai tempat wisat, ruang terbuka diperlukan untuk
ruang gerak pengunjung. Selain itu dapt digunakan sebagai
tempat

permain

dan

bercengkrama

bagipengunjung

keluarga dengan anak mereka. Di area lapang terdapat


gazebo

yang

dapat

digunakan

pengunjung

untuke

beristirahat.
-

Fasilitas Ibadah
Telah tersedia dua mushola yang telah di lengkai dengan
sarung, mukena, dan sajadah bagi pengunjung beragama
muslim yang ingin menunaikan kewabijan sholat.

Fasilitas toilet dan sanitasi


Tersedia pula toilet dan keran yntuk mencuci kaki dan
tangan bagi pengunjung sehabis berkeliling kebun.

Caf Undatus
Tersedia akomodasi makan dan minum yang disediakan
oleh caf undatus bangi pengunjung yang lapar, haus, atau
97

hanya sekedar ingin mencicipi produk olahan yang tersedia


dalam menu.

Lahan parkir
Terdapat lahan parkir bagi pengunjung yang menggunakan
kendaraan roda dua ataupun roda empat di areal kebun SF1,
sedangkan

untuk

pengunjung

rombongan

yang

menggunakan bus, areal parkir tersedia di kebun SF2.

Seragam
Terdapat seragam pramuwisata yang digunakan dalam
operasi penyampaian jasa. Peragam dapat mempengaruhi
penampilan pramuwisata dan akhirnya membentuk presepsi
pada pengunjung

Gambar 27. Seragam

b. Peripheral evidence
Merupakan nilai tambah yang bila berdiri sendiri tidak akan berarti
apa-apa. Jadi hanya berfungsi sebagai pelengkap saja, sekalipun
demikian peranannya sangat penting dalam proses produksi jasa.
Bukti atau sarana fisik periphera, terdiri atas:
-

3S (senyum, sapa, salam)


3S merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan personil
yang berperan dalam operasi penyampaian jasa dan dapat
menjadi cirri dan identitas sehingga membentuk kesan dan
presepsi pada pengunjung.

98

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan:
1. Agroeduwisata Sabila Farm merupakan salah satu unit usaha dari UD. Sabila
Farm di bidang agrowisata berbasis edukasi dengan daya tarik berupa
pengalaman melakukan kegiatan pertanian seperti menanam dan memanen
(memetik) Buah Naga langsung dari kebun. Manajemen operasional yang
diterapkan

di Agroeduwisata

kekeluargaan,
kontinyu,

Sabila Farm masih bersifat sederhana dan

tetapi telah memenuhi prinsip

efektif,

fungsi

manajemen

manajemen operasional,

(perencanaan,

yaitu

pengorganisasian,

pelaksanaan/pengarahan, dan pengawasan), efisien, dan tujuan. Pengalokasian


sumber daya dan pengarahan operasional Agroeduwisata Sabila Farm sudah
berjalan dengan baik. Agroeduwisata Sabila Farm telah menerapkan prinsip Sapta
Pesona

Pariwisata,

yaitu

keamanan,

kebersihan,

kenyamanan,

keindahan,

keramahan, kesejukan, dan kenangan. Konsistensi dan koordinasi personil dalam


menjalankan operasi pelayanan wisata yang prima menjadi kunci kesuksesan
Agroeduwisata Sabila Farm mendapatkan kepuasan pengunjung.

Walaupun

belum memiliki SOP formal dan sistem dokumen yang baku, tetapi operasi
pelayanan wisata sudah berjalan dengan baik, memberikan pelayanan prima, dan
dapat memuaskan pengunjung.
2. Roda pemasaran Agroeduwisata Sabila Farm sudah berjalan dengan baik
sehingga dapat menghasilkan peningkatan jumlah pengunjung, walaupun untuk
tahun ini aktivitas promosi tidak gencar dilakukan. Aspek yang menjadi kekuatan
pemasaran Agroeduwisata Sabila Farm adalah product, place, people dan
promotion sehingga membuat Agroeduwisata Sabila Farm memiliki brand image
dan brand awareness yang cukup baik di kalangan pelangganya. Citra dan nama
besar Pakdhe Gun memiliki pengaruh dalam pemasaran Agroeduwisata Sabila
Farm. Akan tetapi untuk tahun ini Agroeduwisata Sabila Farm memutuskan untuk
tidak melakukan aktivitas promosi secara aktif dikarenakan aktivitas wisata
99

memanen dan memetik buah naga tergantung pada musim tidak dapat dinikmati
setiap saat. Sehingga banyak pengunjung yang berwisata di luar musim merasa
kecewa.

6.2. Saran
Setelah

melaksanakan

Praktek

Kerja

Lapang

(PKL),

penulis

mencoba

merekomendasikan saran sebagai berikut:


1. Perlu adanya SOP formal sebagai acuan prosedur pelaksanaan masing-masing
kegiatan operasi, sistem penilaian kinerja personil dan sistem dokumentasi yang
baik untuk mempermudah dan membantu manajer operasional dalam melakukan
proses

pengawasan,

pengevaluasian dan pengendalian aktivitas operasional.

Dikarenakan operasi wisata bergantung pada musim panen, maka dibutuhkan alat
peraga edukasi, misalnya gambar buah dari Buah Naga Putih, Merah, dan Merah
Super. Proses mekarnya bunga dan penyerbukan merupakan sesuatu yang
menarik dan dapat menjadi pengalaman baru bagi pengunjung, maka perlu dibuat
sebuah film yang merekam proses mekarnya bung dan tahapan penyerbukan.
Diperlukan

adanya fasilitas tambahan berupa permainan tradisional seperti

panahan jasa, enggrang dan lainya sebagai daya tarik sampingan ketika Buah
Naga belum pada masa berbuah.
2. Agroeduwisata Sabila Farm dapat mengoptimalkan promosi melalui media digital
dan media sosial. Manajer pemasaran harus memperbarui media-media digital
seperti pembaruan situs dengan menerbitkan artikel dan event atau kegiatan yang
berlangsung di Sabila Farm; memperbarui twitter dan fan page dengan membuat
postingan, dan sebagainya. Pengadaan fasilitas internet (free wifi) dapat menjadi
salah satu strategi dalam meningkatkan aktivitas pemasaran di sosial media.
Dengan adanya fasilitas akses internet dan budaya narsistik di kalangan pengguna
sosial media dapat menjadi meningkatkan aktivitas promosi di dunia maya.
Pengunjung yang datang akan mengunggah foto kunjunganya di Agroeduwisata
Sabila Farm pada akun sosial medianya. Dengan demikian secara tidak langsung
pegunjung sudah mempromosikan Agroeduwisata Sabila Farm kepada teman atau
followersnya di media sosial.
100

DAFTAR PUSTAKA
Apriyanti, Ririn. Dampak Agrowisata PTPN VIII Rancabali terhadap Pendapatan dan Dampak
Sosial bagi Masyarakat Sekitar. [Skripsi] Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian.
Universitas Padjadjaran. Jatinangor. 2012.
Downey dan Erickson. 2000. Manajemen Agribisnis. New York: McGraw-Hill
Firdaus, Muhammad. 2007. Manajemen Agribisnis. Jakarta: Bumi Aksara Gumbira dan Intan.
2001. Manajemen Agribisnis. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Haming dan Nurnajamuddin. 2011. Manajemen Produksi Modern: Operasi Manufaktur dan Jasa.
Jakarta: Bumi Aksara.
Hasan, Fitriyani Dayasari. Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa terhadap Loyalitas Nasabah pada
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Cabang Achmad Yani Makasar. [Skripsi]
Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Hasanuddin Makasar.
2012
Herjanto, Eddy. 2008. Manajemen Operasi. Jakarta: Grasindo.
Kementan. 2012. Pedoman Umum Agrowisata. Jakarta. Direktorat Pengambangan Usaha dan
Investasi, Direktorat Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian
Pertanian Republik Indonesia.
Kotler dan Amstrong: 2001.Dasar-dasar Pemasaran. Jakarta: Indeks Gramedia.
Lupiyoadi dan Hamdani. 2006. Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta: Salemba Empat
Manullang, Ida. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Jasa Penerbangan

101

PT. Garuda Indonesia Airlines di Bandara Polonia Medan. [Tesis] Sekolah Pasca Sarjana.
Universitas Sumatera Utara Medan. 2008
Mursid. 2010. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Bumi Aksara
Malik, Syaiful. Strategi Pengembangan Agrowisata Kandank Jurank Doank. [Skripsi]. Program
Studi Agribisnis. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah Jakarta. 2010.
Masang, Luther. Strategi Pengembangan Agrowisata Obat Tradisional Tanaman Sringanis
Bogor. [Skripsi]. Program Sarjana Ekstensi Manajemen Agribisnis. Fakultas Pertanian.
Institut Pertanian Bogor. 2006
Pamungkassari, Ayu Resti. Dampak Agrowisata Toga Putri terhadap Kondisi Sosial
Ekonomi Masyarakat Sekitar. [Skripsi] Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian.
Universitas Padjadjaran. Jatinangor. 2013.
Prasetya dan Lukiastuti. 2011. Manajemen Operasi. Yogyakarta: CAPS
Prihartini, Yulianti. Pengaruh Positionong terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada
Handphone Nokia. [Skripsi] Program Studi Manajemen. Fakultas Bisnis dan Manajemen.
Universitas Widyartama Bandung. 2008
Setyaningsih, Yulina. Manajemen Strategi Bauran Pemasaran untuk Perusahaan Jasa. [Skripsi]
Konsentrasi

Manajemen

Pemasaran.

Jurusan

Administrasi

Bisnis.

Fakultas

Ilmu

Administrasi. Universitas Brawijaya Malang. 2007


Songkhla dan Somboonsuke. April 2013. Interactions between agro-tourism and Local
Agricultural Resources Management: A Case Study of
Chang klang District,

Southern Thailand.

Agro-tourism Destinations in

Resjournals [Jurnal].

Vol.

No.3

102

http://www.resjournals.org/JAFS/PDF/2013/April/Songkhla_and_Somboonsuke.pdf.
11 Desember 2014
Subowo.

2002.

Warta

Penelitian

dan

Pengembangan

Pertanian

Indonesa: Agrowisata

Meningkatkan Pendapatan Petani. Publikasi Badan Litbang Pertanian.[Jurnal] Vol. 24


No.1.

http://pustaka.litbang.pertanian.go.id/publikasi_conten.php?volumeID=wr24102.

11 Desember 2014
Sule dan Saefullah. 2005. Pengantar Manajemen: Edisi Pertama. Jakarta: Kencana
Tampubolon, Manahan P. 2003. Manajemen Operasional. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Utomo, Daniel Kristanto. Dimensi Kualitas Layanan Pembentukan Kepuasan Konsumen
PT. Garuda Indonesia Airlines. [Skripsi] Fakultas Ekonomi. Universitas Atma Jaya
Yogyakarta. 2011
Yoeti, Oka A. 2008. Ekonomi Pariwisata: Introduksi, Informasi, dan Implementasi. Jakarta:
Kompas

103

LAMPIRAN
1. Foto-foto Dokumentasi

Menjadi trainer praktik penanaman untuk

Menjadi pramuwisata untuk rombongan SMP

rombongan pengunjung petani wanita

Labschool Cibubur

Wonosari

Penulis menjadi presenter materi pelatihan

Presenter menjadi pramuwisata untuk


rombongan SMA 1 Pakem

Menjadi pramuwisata untuk rombongan

Presentasi laporan pertama

instansi BPPT Serpong

104

Workshop membatik

Penulis membuat kerei/kanopi tanaman

Penulis mengikuti proses pembukaan lahan

Penulis bersama rekan-rekan Sabila Farm

untuk kebun SF 4, 5, dan Museum

mengikuti english day

Presentasi final

Perpisahan

105

2. Standar Operasional Prosedur (SOP)


Berikut ini merupakan SOP yang dibuat penulis berdasarkan observasi dan
pengamatan operasional wisata:
2.1. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemesanan/Reservasi
Definisi

Kegiatan yang dilakukan oleh calon pengunjung yang


meminta disediakan tempat dan waktu untuk
melaksanakan kunjungan wisata.

Tujuan

Untuk mencatat informasi rencana kunjungan calon


pengunjung dan membuat daftar rencana kunjungan.

Sasaran

Calon pengunjung.

Penanggung jawab

Bagian administrasi

Masukan yang dibutuhkan

Informasi pemesan dan kunjungan

Keluaran yang dihasilkan

Data pemesanan kunjungan atau pelatihan dan jadwal


rencana kunjungan atau pelatihan.

Alat

Buku pemesanan kunjungan atau pelatihan, buku/papan


jadwal rencana kunjungan.

Teknis

a. Memberikan salam dan sapa, ucapkan:


Assalamualaikum, Selamat Pagi/Siang/Sore dengan
Sabila Farm, ada yang bisa saya bantu (nada suara
lemah lembut, jelas, dan sopan)
b.Menanyakan nama, asal instansi/pribadi, dan
keperluan.
c. Menawarkan dan menjelaskan paket wisataatau
pelatihan, fasilitas, dan harga.
d.Menanyakan nama pemesan, contact person, asal
instansi, jumlah pengunjung, waktu kunjungan, jenis
paket wisata, dan bagaimana pembayaranya.
Kemudian mencatatnya dalam buku pemesanan
kunjungan atau pelatihan.
e. Me-review nama pemesan, contact person, asal

106

instansi, jumlah pengunjung, waktu kunjungan, jenis


paket wisata, dan bagaimana pembayaran pemesanan
tersebut.
f. Mengucapkan terima kasih, ucapkan terima kasih
atas pemesananya, kami tunggu kedatanganya di
Sabila Farm.
g.Mencatat informasi pemesanan dalam jadwal rencana
kunjungan.
h.Menindak lanjuti reservasi kunjungan selambatlambatnya 5 hari sebelum hari kunjungan.

2.2. Standar Operasional Prosedur (SOP) Koordinasi Internal dan Persiapan


Definisi

Kegiatan yang dilakukan oleh manajer operasi untuk


mengatur dan memberi arahan tentang teknis operasi
kepada staff internal serta memastikan semua elemen
wisata siap untuk dioperasikan/digunakan.

Tujuan

Mengarahkan staff internal untuk melaksanakan operasi


sesuai prosedur.

Sasaran

Staff internal agroeduwisata.

Penanggung jawab

Manajer operasional atau assist. Manajer edukasi dan


rekreasi.

Masukan yang dibutuhkan

Jadwal rencana kunjungan atau pelatihan.

Keluaran yang dihasilkan

Operasional yang teratur dan terencana.

Alat

Buku/papan jadwal rencana kunjungan atau pelatihan

Teknis

a. Memberikan informasi rencana kedatangan calon


pengunjung kepada staff internal agroeduwisata.
b.Menjelaskan teknis operasi pelayanan pengunjung.
c. Memeriksa kondisi kebersihan kebun dan
pengendaliannya.
d.Memeriksa dan mempersiapkan materi edukasi,
107

fasilitas, peralatan, dan keperluan kunjungan.

2.3. Standar Operasional Prosedur (SOP) Ticketing


Tujuan

Membuat Operasional agroeduwisata terstruktur dan


terkendali.

Sasaran

Pengunjung

Penanggung jawab

Bagian Administrasi

Masukan yang dibutuhkan

Tiket

Keluaran yang dihasilkan

Pendapatan/penerimaan

Alat

Tiket

Teknis

a. Menanyakan jumlah pengunjung dan menawarkan


fasilitas pramuwisata.

2.4. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaksanaan Wisata: Tour Kebun


Definisi

Kegiatan yang dilakukan oleh pramuwisata berdasarkan


rencana dan pemesanan pengunjung untuk berkeliling
kebun dan mendapatkan edukasi dengan tujuan pada
pelayanan prima sehingga mendapatkan kepuasan
pengunjung.

Tujuan

Mengarahkan pemandu untuk memberikan pelayanan


yang prima agar pengunjung dapat menyerap semua
edukasi atau informasi dan merasa puas.

Sasaran

Pengunjung

Penanggung jawab

Pramuwisata

Masukan yang dibutuhkan

Kerterampilan dan pengetahuan Pramuwisata

Keluaran yang dihasilkan

Kesan-Pesan/testimoni yang tertuang dalam buku,


notulensi kunjungan.

Alat

Materi edukasi, Alat peraga edukasi, buku Kesan-Pesan,

108

megaphone, kamera,
Teknis

a. Menyambut pengunjung dan memberikan senyum,


salam, sapa kepada pengunjung, Ucapkan:
Assalamualaikum, Selamat Pagi/Siang/Sore.
Selamat datang di Sabila Farm
b.Memandu pengunjung untuk melakukan foto
bersama.
c. Memperkenalakan diri secara singkat pada
pengunjung.
d.Sebelum memasuki kebun, menawarkan pengunjung
untuk menggunakan caping dan menghimbau utuk
menjaga keamanaan, kebersihan, dan tidak merusak
tanaman.
e. Menjelaskan tentang sejarah singkat kebun sabila
farm.
f. Memandu dan mengarahkan pengunjung untuk
mengikuti rangkaian kegiatan kunjungan paket
wisata yang disetujui.
g.Ramah tamah dengan pengunjung.
h.Pengunjung mengisi buku Kesan-Pesan/testimoni.
i. Mengantarkan pulang pengunjung sampai kedepan
sabila farm dan ucapkan: Selamat jalan, datang
kembali ke Sabila Farm.
j. Membuat notulensi kunjungan sebagai bahan
evaluasi.

2.5. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaksanaan Pelatihan


Definisi

Kegiatan yang dilakukan oleh trainer kepada peserta


pelatihan untuk member edukasi baik secara teori
maupun praktik tentang budidaya hingga penanganan
109

pascapanen prodksi buah naga.


Tujuan

Mengarahkan trainer untuk memberikan pelayanan yang


prima agar pengunjung dapat menyerap semua edukasi
baik teori maupun teknis.

Sasaran

Peserta Pelatihan

Penanggung jawab

Staff edukasi dan rekreasi/trainer

Masukan yang dibutuhkan

Pelayanan prima

Keluaran yang dihasilkan

Testimoni/Kesan pesan yang tertuang dalam buku


Pesan-Kesan, kanvas kenangan.

Teknis

a. Menyambut peserta pelatihan dan memberikan


senyum, salam, sapa kepada pengunjung, Ucapkan:
Assalamualaikum, Selamat Pagi/Siang/Sore.
Selamat datang di Sabila Farm
b.Memandu peserta pelatihan untuk melakukan foto
bersama.
c. Memperkenalakan diri secara singkat pada
pengunjung.
d.Menjelaskan jadwal kegiatan pelatihan kepada
peserta pelatihan
e. Memandu dan mengarahkan peserta pelatihan sesuai
jadwal kegiatan.
f. Memberikan kanvas kenangan.
g.Pengunjung mengisi buku kesan-pesan.
h.Mengantarkan pulang peserta pelatihan sampai
kedepan sabila farm dan ucapkan: Selamat jalan,
datang kembali ke Sabila Farm.

2.6. Standar Operasional Prosedur (SOP) Evaluasi Operasi Kunjungan/Wisata


Definisi

Kegiatan yang dilakukan staff internal bersama


pramuwisata untuk menilai kinerja pelaksanaan
110

operasional wisata secara rutin.


Definisi

Kegiatan yang dilakukan staff internal bersama


pramuwisata untuk menilai kinerja pelaksanaan
operasional wisata secara rutin.

Tujuan

Mengukur kinerja pelayanan wisata.

Sasaran

Operasi pelayanan wisata

Penanggung jawab

Asisten manajer rekreasi

Masukan

Testimony pengunjung, kenadala dan hambatan


pelayanan wisata

Keluaran

Dokumentasi evaluasi yang tertuang dalam notulensi


kunjungan

Alat
Teknis

Notulensi kunjungan
a. Melakukan evaluasi kunjungan/pelatihan dengan
mendiskusikan hasil dari notulensi
kunjungan/pelatihan.
b.Mendiskusikan permasalahan dan kendala yang
ditemui selama kunjungan dan pelatihan.
c. Megevaluasi kinerja pramuwisata
d.Membuat kesimpulan dan saran utuk feedback
operasional agar lebih baik dikemudian.

2.7. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemeliharaan Kebun


Definisi

Kegiatan yang dilakukan pekerja kebun secara rutin


untuk memeriksa kondisi kebersihan kebun

Tujuan

Memantau dan mengendalikan kebersihan dan kerapian


kerbun dari sampah.

Penanggung jawab

Pekerja Kebun

Periode waktu

2 minggu sekali

Masukan yang dibutuhkan

Alat Kebersihan (Sapu, bak sampah)

111

Keluaran yang dihasilkan


Teknis

Kebun yang bersih dan rapi


a.

Melakukan pengecekan terhadap sampah yang


berserakan dan sulur yang tumbuh liar sehingga
kebersihan dan kerapihan kebun di area wisata.

b. Melalukan pengendalian dengan pembersihan kebun


dan pemangkasan sulur liar.

2.1. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemeliharaan Fasilitas dan Peralatan


Agroeduwisata
Definisi

Kegiatan yang dilakukan staff edukasi dan rekreasi


secara rutin untuk memeriksa kondisi fasilitas dan
peralatan agroeduwisata.

Tujuan

Memantau dan mengendalikan kondisi fasilitas dan


peralatan Agroeduwisata

Penanggung jawab

Staff Operasional

Periode waktu

1 bulan sekali

Masukan yang dibutuhkan

Buku inventaris fasilitas dan peralatan agroeduwisata.

Keluaran yang dihasilkan

Data kondisi fasilitas dan peralatan agroeduwisata.

Teknis

a. Melakukan pengecekan kondisi fasilitas dan


peralatan
b.Melakukan tidakan penanggulangan apabila
diperlukan.

112

3. Paket kunjungan dan fasilitas


No
1.

Paket wisata
Paket Tur kebun
- Berkeliling kebun bersama guide

Fasilitas
-

Guide

Air mineral gelas

Rumah joglo

Buah potong

Durasi
45 menit

- Melihat koleksi tanaman buah di sabila


farm
2.

Paket Agropreuneur Motivation.


- Pemutaran video dan pemaparan power
point mengenai buah naga
- Motivasi kewirausahaan

3.

Paket Belajar Bertani


- Edukasi keliling kebun bersama guide

(kondisional)
-

Air mineral gelas

Guide

Buah potong

- Praktik penanaman
- Praktik panen (kondisional)
4.

Air mineral gelas

Paket Edukasi ruang dan lapang budidaya

Rumah joglo

buah naga

Guide

Buah potong

point mengenai buah naga


- Edukasi keliling kebun bersama guide

90 menit

(kondisional)
-

- Pemaparan video dan pemaparan power

60 menit

120 menit

(kondisional
-

Air mineral gelas

Paket Pelatihan budidaya buah naga (1 hari)

Rumah joglo

- Pemaparan video dan pemaparan power

Pelatihan

Snack 1 x

- Edukasi keliling kebun bersama guide

Makan 1 x

- Praktek penanaman

Air selama kegiatan

Rumah joglo

- Praktek penanaman
- Praktek panen (kondisional)
5.

point mengenai buah naga

7 jam

- Praktek kegiatan pemeliharaan


- Praktek panen (kondisional)
- Praktek kegiatan pasca panen
6.

Paket Pelatihan budidaya buah naga (2 hari)

7 jam

113

- Pemaparan video dan pemaparan power

point mengenai buah naga

Aula ( sound, LCD,


Tikar)

- Motivasi buah naga

Pelatihan

- Fun game/senam

Perlengkapan game

- Edukasi keliling kebun bersama guide

Snack 2 x

- Praktek penanaman

Makan 4 x

- Praktek kegiatan pemeliharaan

Air selama kegiatan

Paket Petani Cilik

Rumah joglo

(PAUD, TK, SD)

Aula (sound, lcd,

- Praktek panen (kondisional)


- Praktek kegiatan pasca panen
7.

- Keliling kebun
- Ayo berkebun
(Praktik menanam tanaman)

tikar)
-

Perlengkapan game

Buah potong

- Fun game

8.

Game plus (pelajar dan umum)

(kondisional)
-

Air mineral gelas

Joglo (sound, lcd,

- Pemutaran video dan materi power point

120 menit

tikar)
-

Perlengkapan game

- Fun game

snack

- Jelajah kebun

Buah potong

mengenai buah naga

90 Menit

- Lomba memotong atau menata buah

(kondisional)
-

Air mineral gelas

114

4. Laporan pengawasan peralatan dan fasilitas agroeduwisata


DAFTAR INVENTARI ALAT ALAT PELATIHAN BUDIDAYA
No.

Nama / Jenis Barang

Jumlah

Kondisi

Cangkul

Baik

Cetakan bibit

Baik

Linggis

Baik

Sarung tangan

Baik

Ajir bamboo

200 btg Baik

Lot

Baik

Cetakan beton

Baik

Angkong

1 rusak

Keterangan

DAFTAR INVENTARIS ALAT ALAT PELATIHAN PANEN DAN PASCAPANEN


No.

Nama / Jenis Barang

Jumlah

Kondisi

Keterangan

Gunting panen

Baik

Krat buah besar

Baik

2 merah, 2 biru

Krat buah kecil

Baik

Warna putih

Timbangan duduk

Baik

Kapasitas 10 kg

Timbangan dacin

Baik

Kapasitas 50 kg
115

Tas buah

1 rusak warna kuning

Stempel

Baik

Kompresor

Baik

1 keci 1 besar

BARANG ELEKTRONIK
No.

Nama / Jenis Barang

Jumlah

Kondisi

Keterangan

Televisi

Baik

Layar datar

Kulkas

Baik

Sharp

Blender

Baik

Miyako

Camera

Telephone

Baik
1

Rusak, jika menerima


telpon hrs dg speaker

Kipas Angin

Baik

Jam dinding

Baik

Dispenser

Baik

Showcase

Baik

116

ALAT EDUKASI
No.

Nama / Jenis Barang

Jumlah

Kondisi

Keterangan

LCD Proyektor

Baik

Sound system

Baik

Microphone

Baik

White board

Baik

Meja kayu

26

Baik

Kursi besi

54

Baik

Kursi Plastik

27

Baik

Tikar plastik

10

Baik

Foto frame 12 R

31

Baik

10

Kanvas

36

Baik

11

Meja kayu kecil

Baik

12

Banner

Baik

X baner

13

Spanduk

Baik

Besar 5, Kecil 1

14

Meja kerja

Baik

15

Meja TV

Baik

16

Sertifikat penghargaan pak gun

23

Baik

1 rusak

117

ALAT REKREASI
No.

Nama / Jenis Barang

Jumlah

Megaphone

Caping

50

Kondisi

Keterangan

1 tidak bercap, tidak berkaret


3 tidak bercap, berkaret
12 bercap, tidak berkaret
10 bercap, berkaret
4 rusak
20 baru

Payung

3 rusak
2 baru

Taplak

29

Baik

Buku pengunjung

Baik

Kursi bamboo

6 perlu diremajakan

25 taplak merah, 4 taplak cokelat

3 baru
7

Kursi Rotan

1 set

Baik

Meja Rotan

Baik

Meja bamboo

Baik

10

Tong sampah plastic

Baik

11

Tandon air

Baik

Bulat

118

12

Sapu lidi

Baik

13

Serok sampah

Baik

14

Sapu ijuk

Baik

15

Papan penanda jalan

Baik

16

Congklak

1 set

Baik

17

Gasing

Baru

PERALATAN AKOMODASI TIDUR DAN IBADAH


No.

Nama / Jenis Barang

Jumlah

Kondisi

Keterangan

Karpet polos

Baik

Hijau

Kasur

12

3 kasur tipis rusak

8 tipis, 1 kapuk, 3 spons

Bantal

20

Baik

8 bantal kecil

Selimut

11

Baik

Tempat tidur

Baik

Sajadah

Baik

Sarung

Baik

Mukena

Baik

119

PERALATAN CAF DAN MAKAN


No.

Nama / Jenis Barang

Jumlah

Kondisi

Piring Anyaman

50

Baik

Piring Makan

41

Baik

Piring lepek

61

Baik

Cangkir

36

Baik

Piring Anyaman

50

Baik

Piring Makan

41

Baik

Piring lepek

61

Baik

Cangkir

36

Baik

Keterangan

34 lepek snack, 27 lepek cangkir

34 lepek snack, 27 lepek cangkir

BARANG LAIN-LAIN
No.

Nama / Jenis Barang

Jumlah

Kondisi

Ember toilet

Baik

Tempat Sabun

Baik

Torren Air

Baik

Listrik

3500 kwh

Baik

Keterangan

120

BARANG DEKORASI
No.

Nama / Jenis Barang

Jumlah

Kondisi

Pipa Vertikultur

Baik

Kerai Tanaman

1 set

Baik

Palang Vertikultur

1 set

Baik

Pot kecil 6 cm

18

Baik

Pot besar piring

Baik

Pot coklat

Baik

Pot kaca kotak

Baik

Gelas

Baik

Pot keramik

Baik

10

Pot putih bunga-bunga

Baik

11

Pot hijau besar

11

Baik

12

Pot hitam buah naga kuning

11

Baik

13

Pot tanaman obat

14

Baik

14

Pot hitam tanaman hias (kecil)

37

Baik

Keterangan

121

INVENTARISASI BANGUNAN DI SF 1
No.

Jenis Ruangan

Jumlah

Ukuran
P (m)

L (m)

Kondisi

Keterangan

Luas (m2 )

Pendopo Srikaya

14

10

Baik

Ruang Srikaya

11,1

4,7

Baik

Office

Baik

Kamar 1

2,3

Baik

Kamar 2

Baik

Mushola

2,3

Baik

Gudang Srikaya

Baik

Pendopo Buah Naga

18

14

Baik

Aula Buah Naga

11,6

8,6

Baik

10

Mushola Buah Naga

2,05

1,76

Baik

11

Kamar 3

2,6

1,76

Baik

12

Kamar 4

2,7

1,76

Baik

13

Kamar 5

2,5

1,75

Baik

14

Dapur

Baik

15

Caf Undatus

Baik

16

Toilet (1,6 m x1,3 m)

7,5

17

Gazebo

2,5

2,5

Baik
Gzb atas baik, gzb bawah rusak

Bambu
122

5. Peta kebun

123

6. Data evaluasi kepuasan pengunjung

tabulasi evaluasi kepuasan pengunjung


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33

Tgl

21-Nov

22-Nov

25-Nov

26-Nov
27-Nov
28-Nov

Responden

Asal

Kategori

prnh bknj

pkt wisata

Iwan
Ayu
Dina
Atok
M. Sabil
Halidah
Bambang
Khairudin
Wahyuddin
Wahida
Widodo
A. Yuliarti
M. Syarif
Erny
Henik
Dimas
Billy
Agus
Yanuar
Triyanta
Bakuh
Aggar
NoName
Dewi
Arief
Jm. Trenggono
NoName
Alwiyah
Hamanuddin
Isma
Mila
Wahyudi
Mahmudah

Yogya
Yogya
Yogya
Yogya
JKT
SULSEL
Yogya
SULSEL
SULSEL
SULSEL
Yogya
Yogya
MLG
MLG
MLG
MLG
MLG
MLG
MLG
Yogya
SMKN 1 Pandak
SMKN 1 Pandak
SMKN 1 Pandak
SMKN 1 Pandak
Bogor
Bogor
0
Sulteng
Sulteng
Sulteng
Yogya
Yogya
Yogya

umum
umum
umum
umum
umum
umum
umum
umum
umum
umum
umum
umum
R. UMM
R. UMM
R. UMM
R. UMM
R. UMM
R. UMM
R. UMM
umum
Rombongan
Rombongan
Rombongan
Rombongan
Pes. Pelatihn
Pes. Pelatihn
umum
ahli gizi
ahli gizi
ahli gizi
umum
MHS UGM
MHS UGM

0
1
0
0
1
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
1
0
1
7

Kebun
Kebun
Kebun
Kebun
Kebun
KLS+KBN
KLS+KBN
KLS+KBN
KLS+KBN
KLS+KBN
Kebun
Kebun
KLS+KBN
KLS+KBN
KLS+KBN
KLS+KBN
KLS+KBN
KLS+KBN
KLS+KBN
Kebun
Kebun
Kebun
Kebun
Kebun
Pelatihan
Pelatihan
Kebun
KBN, KLS, BTK
KBN, KLS, BTK
KBN, KLS, BTK
KBN, KLS, BTK
Kebun
Kebun
Rata2

Variabel
v1
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
3
3
4
5
5
4
4
4
3
4
4
4
4
4
3
3
4
4
5
4
4
4
4
3.91

v2
4
2
2
4
4
4
4
3
4
3
4
3
4
4
4
3
3
4
3
4
4
3
4
4
4
4
5
4
4
4
4
4
4
3.7

v3 v4 v5 v6 v7
v8
v9
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
5
3
5
4
4
4
5
4
4
5
5
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
4
4
3
4
5
4
4
4
4
4
5
4
3
4
4
4
3
4
3
3
4
4
3
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
5
5
5
5
5
5
5
5
5
4
4
5
5
5
5
3
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
4
5
5
4
4
5
5
3
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
5
4
5
5
5
5
4
4
4
4
5
5
5
5
5
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
5
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
5
4
5
5
5
4
4
4
4
5
5
4
4
4
4
4
5
4
4
4
4
4
4
5
5
5
5
5
5
4
5
4
4
4
5
4
3
4
4
4
4
5
4
4
5
4
4
4
5
4.3 3.8 4.4 4.3 4.18 4.09 4.36

Rata2
3.889
3.778
3.667
3.778
4.222
4.222
4
3.556
4.222
3.667
3.444
3.778
3.889
4.889
4.667
4.444
4.667
4.444
3.667
4
4.556
4.333
4.111
4
3.778
3.778
4.556
4.222
4.222
4.556
4.333
4
4.222
4.108

124