Anda di halaman 1dari 14

Daftar Isi

Daftar isi………………………………………………………. 1
Novel Sastra Indonesia
o Siti Nurbaya…………………………………………….. 2
o Salah Asuhan…………………………………………….
4
Novel Hikayat
o Hikayat 1001 Malam…………………………………....
6
Novel Populer atau Bebas
o Rumah Pondok
Indah…………………………………...... 8
Novel Terjemahan
o Harry Potter and The Chamber of
Secrets……………... 10

1
Siti Nurbaya
Oleh Marah Rusli
Sinopsis :
Ibunya Siti Nurbaya meninggal saat ia masih kecil, maka bisa
dikatakan itulah awal penderitaan hidupnya. Sejak saat itu hingga
dewasa ia hanya hidup bersama Baginda Sulaiman, ayah yang sangat
disayanginya. Ayahnya adalah seorang pedagang yang terkemuka di
kota Padang. Sebagian modal usahanya merupakan uang pinjaman
dari seorang rentenir bernama Datuk Maringgih.
Awalnya usaha Baginda Sulaiman mangalami kemajuan pesat.
Tetapi Datuk Maringgih tidak menyukai keadaan itu, maka untuk
melampiaskan keserakahannya, Datuk Maringgih menyuruh kaki
tangannya membakar semua kios milik Baginda Sulaiman. Akhirnya
semua usaha Baginda Sulaiman hancur. Ia jatuh miskin dan tak
sanggup membayar hutang-hutangnya pada Datuk Maringgih. Dan
inilah kesempatan Datuk Maringgih mendesak Baginda Sulaiman yang
sudah tak berdaya agar melunasi semua hutangnya. Hutang tersebut
dapat dianggap lunas, asalkan Baginda Sulaiman mau menyerahkan
Siti Nurbaya, puterinya, kepada Datuk Maringgih.
Menghadapi kenyataan seperti itu, Baginda Sulaiman yang
sudah tak sanggup lagi membayar hutangnya tidak menemukan
pilihan lain selain menyerahkan Siti Nurbaya kepada Datuk Maringgih.
Samsulbahri, kekasih Siti Nurbaya yang berada di Jakata mengetahui
peristiwa yang terjadi di desanya, karena Siti Nurbaya mengirimkan
surat yang menceritakan tentang nasib yang dialami keluarganya.
Suatu hari, ketika Samsulbahri dalam liburan ke Padang, ia
bertemu dengan Siti Nurbaya yang telah menjadi istri Datuk Maringgih.
Pertemuan itu diketahui oleh Datuk Maringgih sehingga terjadi
keributan. Karena kaget dan takut Siti Nurbaya pun berteriak. Teriakan
Siti Nurbaya terdengar oleh ayahnya di rumah, yang tengah terbaring
sakit karena penderitaannya begitu berat. Baginda Sulaiman berusaha
bangkit, tetapi ia terjatuh dan menghembuskan nafas terakhir. Karena
kejadian itu, Datuk Maringgih pun mengusir Siti Nurbaya.
Siti Nurbaya yang mendengar bahwa kekasihnya diusir orang
tuanya, ia ingin menyusul Samsulbahri ke Jakarta. Tetapi hal itu
diketahui oleh kaki tangan Datuk Maringih. Karena itu, dengan siasat
dan fitnahnya, Datuk Maringgih dengan bantuan kaki tangannya dapat
memaksa Siti Nurbaya kembali dengan perantara polisi.

2
Tak lama kemudian Siti Nurbaya meninggal dunia karena
memakan lemang beracun yang sengaja diberikan oleh kaki tangan
Datuk Maringgih. Kematian Siti Nurbaya itu terdengar oleh
Samsulbahri sehingga ia menjadi putus asa dan mencoba melakukan
bunuh diri, tetapi untung saja ia tidak meninggal. Sejak saat itu
Samsulbahri tidak meneruskan sekolahnya dan memasuki dinas
militer.
Sepuluh tahun kemudian, di kota Padang sering terjadi huru-hara
dan tindak kejahatan akibat ulah Datuk Maringgih dan orang-orangnya.
Samsulbahri yang telah berpangkat Letnan dikirim untuk melakukan
pengamanan. Samsulbahri yang mengubah namanya menjadi Letnan
Mas segera menyerbu kota Padang.
Ketika bertemu dengan Datuk Maringgih dalam suatu keributan,
tanpa berpikir panjang lagi Samsulbahri menembaknya. Datuk
Maringgih jatuh , namun sebelum tewas ia sempat melukai kepala
Samsulbahri dengan parangnya. Samsulbahri segera dilarikan ke
rumah sakit. Pada saat-saat terakhir menjelang ajalnya, ia meminta
dipertemukan dengan ayahnya, dan meminta untuk di kuburkan di
sebelah kuburan Siti Nurbaya.

Unsur Intrinsik :
1. Tema : Kawin paksa (kasih tak sampai)
2. Alur : Alur maju
Sepuluh tahun kemudian, di kota Padang
sering terjadi huru-hara dan tindak kejahatan
akibat ulah Datuk Maringgih dan orang-
orangnya.
3. Setting : Tempat : kios, Padang, Jakarta, rumah, kantor
polisi, rumah sakit
Waktu : siang, malam
4. Suasana : Mengharukan : saat Siti Nurbaya dan
keluarganya jatuh miskin
5. Perwatakan : - Datuk Maringgih, licik : ia menagih hutang
kepada Baginda Sulaiman, saat Baginda
bangkrut
- Siti Nurbaya, wanita lemah : ia tidak bisa
berbuat apa-apa saat Datuk Maringgih ingin
menikahinya
- Samsul Bahri, tak pantang menyerah : ia tetap
mempertahankan cintanya kepada Siti
Nurbaya walaupun akhirnya tak berhasil

3
6. Amanat : Kekuatan cinta tak akan ada yang bisa
mengalahkan, kecuali kamatian.
Unsur Ekstrinsik :
Nilai Ekonomi : Saat toko-toko Baginda di hangus dibakar oleh
Datuk Maringgih, Baginda Sulaiman dan Siti
Nurbaya jatuh miskin.
Nilai sejarah : Pemberontakan Datuk Maringgih berkaitan
dengan kebijaksanaan Belanda dalam masalah
pajak pada saat itu

Salah Asuhan
oleh : Abdul Moeis
Sinopsis :
Corrie de Bussee, gadis Indo-Belanda yang cantik, lincah dan
menjadi dambaan setiap pria yang mengenalnya. Corrie berteman
dengan Hanafi dari sejak kecil. Hanafi sendiri adalah laki-laki muda asli
Minangkabau, berpendidikan tinggi dan berpandangan kebarat-
baratan. Bahkan cenderung memandang rendah bangsanya sendiri.
Karena selalu bersama-sama akhirnya mereka saling mencintai. Tapi
cinta mereka itu tidak dapat disatukan karena perbedaan bangsa, jika
orang Bumiputera menikah dengan keturunan Belanda dan sampai
menikah, mereka akan dijauhi oleh para keluarganya dan orang lain.
Corrie pun akhirnya pergi yang tadinya tinggal di Minangkabau
menjadi di Betawi. Perpindahan itu sengaja ia lakukan untuk
menghindar dari Hanafi dan meneruskan sekolahnya di sana.
Akhirnya ibu Hanafi ingin menikahkan Hanafi dengan Rapiah.
Rapiah adalah sepupu Hanafi, gadis Minangkabau sederhana yang
berperangai halus, taat pada tradisi dan adat sukunya. Ibu Hanafi ingin
menikahkan Hanafi dengan Rapiah yaitu untuk membalas budi pada
ayah Rapiah yaitu Sutan Batuah yang telah membantu membiayai
sekolah Hanafi. Tapi Hanafi awalnya tidak mau karena cintanya hanya

4
untuk Corrie saja.
Akhirnya dengan bujukan ibunya walaupun terpaksa ia menikah
juga dengan Rapiah. Karena Hanafi tidak mencintai Rapiah, Rapiah
hanya diperlakukan seperti babu di rumahnya. Mungkin Hanafi juga
menganggap Rapiah itu tidak ada, jika banyak temannya orang
Belanda yang datang ke rumahnya. Hanafi dan Rapiah dikarunia
seorang anak laki-laki yaitu Syafei.
Suatu hari, Hanafi digigit anjing gila, maka dia harus berobat ke
Betawi agar sembuh. Di Betawi Hanafi dipertemukan kembali dengan
Corrie. Di Betawi, Hanafi menikah dengan Corrie dan mengirim surat
pada ibunya bahwa dia menceraikan Rapiah. Ibu Hanafi dan Rapiah
pun sangat sedih, tetapi walaupun Hanafi seperti itu, Rapiah tetap
sabar dan tetap tinggal dengan Ibu Hanafi. Perkawinannya dengan
Corrie ternyata tidak bahagia, sampai-sampai Corrie dituduh suka
melayani laki-laki lain oleh Hanafi.
Akhirnya Corrie pun sakit hati dan pergi dari rumah menuju
Semarang. Corrie sakit Kholera dan meninggal dunia. Hanafi sangat
menyesal telah menyakiti hati Corrie dan sangat sedih atas kematian
Corrie, Hanafi pun pulang kembali ke kampung halamannya dan
menemui ibunya. Pekerjaannya Hanafi hanya termenung saja dan
tidak terlalu bergairah. Hanafi sakit, kata dokter dia minum sublimat
dan akhirnya dia meninggal dunia.

Unsur Intrinsik :
1. Tema : Adat istiadat
2. Alur : Alur maju
Novel ini menceritakan bagaimana awal
Hanafi dan Corrie berteman hingga mereka
meninggal
3. Setting : Tempat : lapangan tenis di Minangkabau,
rumah Corrie dan rumah Hanafi di
Minangkabau, Betawi (Jakarta) dan
Semarang

5
4. Suasana : Penyesalan : Hanafi menyesal telah
menyakiti hati Corrie
5. Perwatakan : - Hanafi : egois dan keras kepala
- Corrie : baik dan mudah bergaul
- Rapiah : sabar dan lembut
- Ibu Hanafi : sabar
- Syafei : berani

6. Amanat : Jangan memaksakan suatu pernikahan


yang tidak diinginkan oleh pengantin
tersebut, karena akhirnya akan saling
menyakiti keduanya.

Unsur Ekstrinsik :
Nilai adat istiadat : Adat istiadat pada saat itu tidak
memperbolehkan seorang wanita atau pria
dengan perbedaan bangsa, bersatu untuk
saling mencintai
Nilai pendidikan : Kepindahan Corrie ke Semarang untuk
meneruskan sekolahnya disana

Hikayat 1001 Malam


Oleh : Fuad Syarifudin Nur

Sinopsis :

6
Pada suatu hari, tinggallah seorang Raja dengan permaisurinya
di sebuah Istana megah. Sang Raja sangat kecewa terhadap istrinya
yang selingkuh. Ia pun menaruh dendam yang sangat dalam terhadap
permaisurinya, bahkan terhadap semua wanita. Setiap wanita
dianggapnya tidak berbudi. Permaisuri dibunuhhnya untuk
melampiaskan dendamnya itu. Setiap wanita yang mati, dibunuh
olehnya.

Setelah hampir habis wanita terbunuh oleh Raja yang kejam itu,
sampailah giliran anak mentrinya. Sang mentri sangat sedih, karena
bila ia tidak dapat mencarikan wanita untuk Raja, berarti ia akan
dibunuh dan bila ia memberikan anak wanitanya, berarti anak
wanitanya akan dibunuh. Melihat ayahnya yang sedih, putrinya yang
bernama Syahrazat mengusulkan supaya dia saja yang di serahkan
pada Raja dan biarlah ayahnya menjalankan tugas seperti biasa.
Karena desakan putrinya itu, maka dengan berat hati mentri itu
menyerahkan anaknya kepada Raja.

Setelah putri Syahrazat dinikahi Raja menjelang subuh,


segeralah Raja mengeluarkan keris mautnya untuk menghabisi nyawa
Syahrazat. Dengan sopan dan tabah, Syahrazat memohon kepada
Raja, agar sebelum ia dibunuh, ia diperbolehkan menyampaikan
sebuah cerita. Permintaanya untuk bercerita dikabulkan oleh Raja. Lalu
Syahrazat pun bercerita dengan sungguh-sungguh, sehingga
menjelang pagi cerita itu belum selesai dan Raja mengusulkan supaya
cerita itu dilanjutkan malam berikutnya.

Di dalam cerita yang disampaikan oleh putri Syahrazat terdapat


cerita lagi. Cerita itu sangat menarik, sehingga Raja selalu
mengusulkan supaya cerita itu dilanjutkan malam berikutnya.
Demikianlah malam demi malam keadaan itu berlangsung selama
1001 malam.

Cerita yang disampaikan itu berisi hal yang ajaib dan


perbandingan suatu hal. Lama kelamaan Raja itu sadar atas
kesalahannya yang menganggap bahwa semua wanita itu tidak baik.
Selama 1001 malam itu , lahirlah anak Raja atas perkawinanya dengan
putri Syahrazat. Raja sangat sayang kepada putranya dan kemudian
mumutuskan akan menjadikan putri Syahrazat sebagai permaisurinya.
Kemudian mereka hidup dengan bahagia.

7
Unsur Intrinsik :
1. Tema : Balas dendam

2. Alur : Alur maju

Demikianlah malam demi malam keadaan


itu berlangsung selama 1001 malam.

3. Setting : Tempat : istana yang megah


Waktu : menjelang subuh dan malam hari

4. Suasana : Mengharukan : ketika putri Syahrazat


merelakan dirinya untuk diserahkan kepada
Raja

5. Perwatakan : - Raja, kejam : ia telah membunuh hampir


seluruh wanita di sekitarnya
- Raja, penyayang : ia sangat sayang
kepada putranya
- Putri Syahrazat, penyayang : ia sangat
sayang kepada ayahnya, sehingga ia tidak
tega kalau ayahnya yang akan dibunuh
- Putri Syahrazat, sabar dan sopan : ia
meminta dengan sabar dan sopan agar
sebelum ia dibunuh, ia diperbolehkan untuk
bercerita

6. Amanat : Kita jangan pernah berpikiran buruk


terhadap sesuatu hal yang pernah
mengecewakan kita, karena belum tentu
sesuatu yang kita anggap buruk sama
dengan yang pernah menah
mengecewakan kita

Unsur Ekstrinsik :
Nilai kemanusiaan : Raja sangat tidak berperikemanusiaan
karena telah membunuh hamper semua wanita

8
Nilai kasih sayang : Putri Syahrazat mengorbankan dirinya
agar Raja tidak membunuh Ayah yang sangat
disayanginya

Rumah Pondok Indah


Oleh Ruwi Meita

Sinopsis :
Rumah pondok indah adalah rumah yang dipenuhi oleh tragedi-
tragedi yang misterius dan rumah itu selalu menjadi saksi mati dari
setiap peristiwa yang terjadi. Rumah itu selalu menyimpan rapih setiap
rahasia-rahasia yang terbentuk dari setiap tragedi. Rumah itu telah
lama kosong, Pak Tio, sang pemilik rumah telah lama meninggalkan
rumah itu beserta kenangan yang ada.

Suatu ketika, satu keluarga kecil datang dan bermaksud


membeli rumah ini, rumah yang dipenuhi oleh patung-patung yang
berseni tinggi. Pada awalnya suami istri dan anaknya, Rio, merasa
aneh dan terganggu dengan keberadaan patung-patung tersebut,
terutama patung wanita yang berdiri kokoh di ruang tengah.

Rio merasa curiga dengan patung wanita itu, ia pun melihat


tegas patung wanita itu dan entah apa yang ia lihat, tiba-tiba ia
menjerit dan berdiri kaku seperti patung sambil memegang boneka
yang ia temukan. Orang tuanya pun membawa Rio kerumah sakit,
pada saat perjalanan kerumah sakit, mereka mengalami kecelakaan,
dan tak satupun dari mereka yang selamat. Peristiwa itu disaksikan
oleh Mmin pembantu rumah tangga yang dulu pernah bekerja dengan
Pak Tio.

Lama sudah rumah itu kosong, tak berpenghuni, dan datanglah


keluarga dengan kedua anaknya yang bernama Ian dan Elsi untuk
membeli rumah itu. Mereka curiga dengan patung wanita itu dan

9
pohon yang berada di halaman depan. Dan Mimin pun bekerja dengan
mereka. Semua rahasia lama-kelamaan terbongkar. Ternyata salah
satu patung yang dibuat oleh Pak Tio, memiliki kisah tragedi dengan
rahasia-rahasia yang selama ini disembunyikan.

Patung itu ternyata bukanlah patung yang sesungguhnya.


Maksudnya, patung itu adalah Maya. Wanita yang dulu pernah dicintai
Pak Tio. Dan Maya adalah selingkuhannya Pak Tio. Karena merasa
takut ketahuan kalau Maya itu adalah selingkuhannya, ia pun
membunuh Maya dan membungkus tubuhnya dengan adonan semen
dan seolah-olah Maya adalah patung. Lalu patung tubuh Maya yang
kering di pajang di ruang tengah yang seakan-akan itu benar-benar
patung.

Elsi, anak dari pemilik rumah itu merasa curiga dengan patung
Maya dan tiba-tiba tubuhnya dirasuki oleh Maya dan saat itulah semua
rahasia terbongkar, Maya menceritakan semua dan ingin
membalaskan dendamnya. Setelah Maya keluar dari tubuh Elsi salah
satu polisi menerima telepon, penelpon itu memberitahukan bahwa
ada satu mayat lagi yang tertimbun dibawah pohon yang ada
dihalaman rumah dan ternyata mayat itu adalah Mimin !

Unsur Intrinsik :
1. Tema : Pembunuhan

2. Alur : Alur campuran

1 Datang keluarga dengan dua orang anak untuk


membeli rumah itu (alur maju)

2 Maya menceritakan semua yang telah


dilakukan Pak Tio kepadanya (alur mundur)

3. Setting : Tempat : rumah, ruang tengah, halaman

4. Suasana : Mengagetkan : ketika Rio tiba-tiba menjerit dan


berdiri kaku

Menakutkan : ketika Maya merasuki tubuh


Elsi

5. Perwatakan : - Pak Tio, kejam : ia telah membunuh


Maya

10
- Maya, pedendam : ia ingin membalas perbuatan
Pak Tio

- Elsi, selalu curiga : ia selalu mencurigai patung


Maya

- Ian, nakal : ia selalu menjaili Elsi

6. Amanat : Jangan suka menyembunyikan kesalahan,


karena sedalam apapun kita
menyembinyikannya pasti akan terbongkar juga.

Unsur Ekstrinsik :
Nilai hukum : Kasus pembunuhan Maya diselesaikan oleh
polisi

Nilai kemanusiaan : Pak Tio sangat tidak berprikemanusiaan


saat membunuh Maya

Nilai seni : Pak Tio menjadikan tubuh Maya patung yang


berseni tinggi

Harry Potter and the Chamber of Secrets


Oleh : J.K Rowling

Penerjemah : Listiana Srisanti

Sinopsis:
Harry Potter menghabiskan liburan tahun pertama sekolahnya
bersama bibinya Petunia, paman Vernon, dan sepupunya Dudley
Dursley. Ia membenci paman, bibi, dan sepupunya seperti mereka
membenci Harry. Suatu hari, ia mendapat peringatan agar tidak
kembali ke sekolah di tahun keduanya oleh peri rumah bernama

11
Dobby. Harry tidak menghiraukan itu tetapi si peri melakukan segala
cara agar Harry tidak pergi ke sekolah, bahkan saat Harry sudah
kembali bersekolah. Alasannya jelas diketahui Harry setelah hal-hal
aneh terjadi di Hogwarts. Ia sering mendengar seseorang berbicara
ingin membunuh.

Kamar rahasia telah dibuka lagi. Menurut legenda, salah satu


pendiri sekolah-Salazar Slytherin yang tidak sependapat dengan ketiga
pendiri lainnya mengenai pelajar muggle (pelajar bukan keturunan
penyihir) membuat sebuah kamar yang berisi sebuah monster untuk
menghabisi para muggle di sekolah. Lima puluh tahun yang lalu kamar
itu pernah terbuka dan seorang gadis meninggal. Sekarang, beberapa
pelajar ditemukan dalam keadaan membatu. Seorang keturunan
Slytherin menulis ancaman di depan kamar mandi perempuan yang
rusak bertahun-tahun karena hantu Myrtle Merana. Harry dan teman-
temannya mencurigai Draco Malfoy, seorang pelajar dari asrama
Slytherin yang kelihatan sangat senang atas peristiwa ini.

Harry menemukan sebuah buku harian di kamar mandi Myrtle.


Buku itu sangat misterius karena saat ditulisi oleh Harry, buku itu
menjawabnya dengan tulisan si pemilik buku sebelumnya. Ternyata
buku harian itu milik Tom Riddle, seorang pelajar lima puluh tahun
yang lalu, ia membawa Harry ke masa lampau, waktu di mana kamar
rahasia pernah terbuka. Ia melihat Hagrid dituduh sebagai penyebab
kejadian itu dan dikeluarkan dari sekolah, tetapi ia tetap diijinkan
Albus Dumbledore untuk tinggal di Hogwarts. lalu Harry dan teman-
teman mencoba mencari jawaban dari misteri ini. Hermione mencari
segala petunjuk di perpustakaan. Tetapi ia ditemukan dalam keadaan
membatu dengan sebuah kertas di genggaman tangannya yang berisi
semua jawaban dari misteri ini.

Monster yang tinggal di dalam kamar rahasia adalah Basilisk,


seekor ular raksasa yang paling beracun dan sorotan matanya dapat
membunuh seseorang. Suara-suara misterius yang sering ia dengar
akhir-akhir ini adalah suara Basilisk dan ia dapat mendengarnya,
karena ternyata ia adalah seorang parselmouth, seseorang yang
berbicara bahasa ular. Harry dan Ron pergi ke kamar itu untuk
menyelamatkan Ginny dan Harry menemukan Tom Riddle di sana.
Ternyata ia adalah Lord Voldemort yang menggunakan Ginny untuk
mengeluarkan Basilisk. Dengan pedang Griffindor yang dibawa oleh
Fawkes, burung phoenix milik Dumbledore, Harry membunuh monster

12
itu lalu ia menghancurkan buku harian Riddle dengan menancapkan
taring Basilisk ke dalamnya. Ramuan untuk mereka yang membatu
telah selesai dibuat oleh para guru Hogwarts dan mereka kembali
normal. Semua masalah diselesaikan oleh Harry Potter dan semua
senang karena ujian ditunda sebagai hadiah dari sekolah.

Unsur Intrinsik :
1. Tema : Keberanian

2. Alur : Alur Campuran

- Harry masuk ke dalam buku milik Tom Riddle


yang ia temukan, lalu ia ditunjukkan kembali
kisah terbukanya pintu kamar rahasia lima
puluh tahun yang lalu (alur mundur)

- Harry mendengar suara-suara gaib “I want to


kill you” yang hanya bias didengar olehnya,
lalu Harry mencari tahu tentang suara itu
berasal (alur maju)

3. Setting : Tempat : rumah, kamar, kamar mandi, sekolah


Hogwarts

4. Suasana : Menakutkan : ketika Harry mendengar suara


yang ingin membunuhnya

Menegangkan : ketika Harry melawan Ular


raksasa

5. Perwatakan : - Harry, pemberani : ia melawan Lord


Voldemort seorang diri

- Hermione, pintar: ia bisa membuat ramuan untuk


merubah wajah dan juga menemukan jawaban dari
semua misteri yang ada

- Ron, penakut : ia takut saat Harry mengajaknya


ke hutan terlarang dan bertemu dengan laba-laba
raksasa

6. Amanat : Jangan pernah menyerah untuk menyelesaikan


suatu masalah, karena setiap masalah pasti

13
dapat diselesaikan.

Unsur Ekstrinsik :
Nilai persahabatan : untuk memecahkan misteri ini Harry
dibantu oleh kedua sahabatnya

Nilai keberanian : dengan keberaniannya, Harry menyelamatkan


Ginny dari Voldemort seorang diri

14

Anda mungkin juga menyukai