Anda di halaman 1dari 14

Milik Negara Tidak di Perdagangkan

KATA PENGANTAR
Dalam upaya peningkatan mutu sumberdaya manusia Indonesia agar mampu bersaing dalam
era keterbukaan, pemerintah memandang perlu untuk menciptakan dan meningkatkan
layanan pendidikan kepada seluruh warga negara minimal pada jenjang Sekolah Menengah
Pertama. Untuk mewujudkannya, Departemen Pendidikan Nasional mencanangkan Program
Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun yang bermutu tuntas pada
tahun 2008/2009. Mengingat makin mendekatnya waktu pencapaian target tersebut
pemerintah mempertegas kembali dengan menerbitkan Instruksi Presiden nomor 5 tahun
2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar
Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara yang menginstruksikan kepada para
Menteri terkait, Kepala BPS, Gubernur, Bupati dan Walikota untuk memberikan dukungan
dan mensukseskan program pemerintah yang dimaksud.
Untuk mencapai tujuan tersebut Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah telah menyusun berbagai kebijakan dan strategi yang kemudian dijabarkan dalam
bentuk program dan atau kegiatan yang dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi, baik
yang terkait dengan substansi dan pengelolaannya di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota,
maupun sekolah.
Agar program atau kegiatan tersebut dapat mencapai target yang telah ditetapkan, perlu
diterbitkan Buku Panduan Pelaksanaan untuk masing-masing program atau kegiatan, baik
yang termasuk di dalam program pemerataan dan perluasan akses, peningkatan mutu,
relevansi dan daya saing, maupun yang berkaitan dengan tata kelola, akuntabilitas, dan
pencitraan publik.
Melalui buku panduan ini diharapkan pihak-pihak terkait dalam pengelolaan di tingkat pusat,
provinsi, kabupaten/kota, dan sekolah dapat memahami dan melaksanakan dengan sebaikbaiknya seluruh proses kegiatan mulai dari penyiapan rencana, pelaksanaan, sampai dengan
monitoring, evaluasi dan pelaporannya.
Dengan terbitnya buku panduan ini, kami mengharapkan agar semua pihak terkait
mempelajari dengan seksama dan menjadikannya sebagai pedoman serta acuan dalam
pelaksanaan seluruh program atau kegiatan pembangunan pendidikan pada jenjang Sekolah
Menengah Pertama tahun anggaran 2008.
Jakarta, Januari 2008
Direktur Pembinaan
Sekolah Menengah Pertama,

Hamid Muhammad, Ph.D.


NIP. 131 291 766

Milik Negara Tidak di Perdagangkan

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................i
DAFTAR ISI.............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................1
A.

Rasional......................................................................................................1

B.

Tujuan Bimbingan Teknis.........................................................................2

C.

Sasaran Bimbingan Teknis........................................................................3

BAB II MEKANISME PELAKSANAAN BIMBINGAN TEKNIS.......................4


A.

Pelaksana Bimbingan Teknis....................................................................4

B.

Biaya Bimbingan Teknis............................................................................4

C.

Waktu dan Tempat Bimbingan Teknis....................................................4

D.

Struktur Program Bimbingan Teknis......................................................5

E.

Skenario Kegiatan Bimbingan Teknis.....................................................6

F.

Bahan-bahan..............................................................................................8

G.

Penilaian Kinerja Peserta.........................................................................8

BAB III JADWAL, NARASUMBER, DAN TATA TERTIB................................10


A.

Jadwal Kegiatan.......................................................................................10

B.

Narasumber..............................................................................................11

C.

Tata Tertib................................................................................................11

ii

Milik Negara Tidak di Perdagangkan

BAB I
PENDAHULUAN
A. Rasional
Dalam rangka memfasilitasi pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar
Kompetensi Lulusan (SKL) pada tingkat SMP di seluruh Indonesia, Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (PSMP) pada tahun anggaran 2006
telah melaksanakan bimbingan teknis implementasi SI dan SKL atau KTSP
bagi Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Provinsi seluruh Indonesia. Anggota
tim dari masing-masing provinsi sebanyak 22 orang yang terdiri dari 20 guru
dari 10 mata pelajaran, satu orang Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan
Provinsi, dan 1 orang Koordinator Pengawas. Setelah mengikuti bimbingan
teknis tersebut diharapkan TPK Provinsi mampu melaksanakan tugas-tugas
sosialisasi, pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan implementasi SI
dan SKL di seluruh kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan.
Dalam menindaklanjuti Surat Edaran Mendikdas nomor 33 tahun 2007,
Direktorat Pembinaan SMP telah melakukan bimbingan teknis ToT Bimbingan
Teknis KTSP bagi Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Kabupaten/Kota
seluruh Indonesia. Anggota tim dari masing-masing kabupaten/kota sebanyak
11 orang, yaitu 10 orang guru dari 10 mata pelajaran dan 1 orang Kepala Seksi
Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. TPK Kabupaten/Kota tersebut
bertugas melakukan sosialisai, pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan
pengembangan dan pelaksanaan KTSP, serta verifikasi KTSP di seluruh SMP
di kabupaten/kota yang bersangkutan. Dengan dilaksanakannya bimbingan
teknis bagi TPK Provinsi dan Kabupaten/Kota tersebut diharapkan sosialisasi,
pelatihan, pendampingan teknis pengembangan dan implementasi KTSP, serta
verifikasi KTSP di seluruh wilayah Indonesia dapat dilaksanakan dengan cepat
dan semua sekolah dapat mengimplentasikan SI dan SKL selambat-lambatnya
pada tahun pelajaran 2009/2010.
Namun, hasil monitoring dan evaluasi terhadap kinerja TPK Kabupaten/Kota
menunjukkan, bahwa proses sosialisasi/pelatihan dan pendampingan
pengembangan dan implementasi KTSP, serta verifikasi KTSP belum
maksimal karena berbagai alasan. Pengembangan dan pelaksanaan KTSP di
sekolah-sekolah pelaksana belum optimal dan masih memerlukan
pendampingan dalam rangka pembinaan, terutama terkait dengan kegiatan
operasional silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di kelas.
Umumnya sekolah masih pada tahap mengadaptasi dan mengadopsi modelmodel yang sudah ada, walaupun sekolah-sekolah yang dipantau merupakan
sekolah dengan kategori Sekolah Standar Nasional (SSN).
Panduan Pelaksanaan Bimbingan Teknis KTSP

Milik Negara Tidak di Perdagangkan

Di antara alasan-alasan belum maksimalnya kinerja TPK Kabupaten/Kota


yaitu belum maksimalnya:
1.
2.
3.
4.

pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan analisis situasi sekolah


dalam rangka pengembangan dan verifikasi KTSP,
pengetahuan dan keterampilan dalam mengoperasionalkan silabus ke
dalam RPP dan merealisasikannya ke dalam bahan ajar,
pengetahuan dan keterampilan dalam operasionalisasi model-model
pembelajaran yang inovatif, terutama pembelajaran kontekstual di dalam
kelas, dan
pengetahuan mengenai Permendiknas tentang sarana/prasarana
pendidikan, penilaian, pendidik dan tenaga kependidikan, dan pengelolaan
pendidikan.

Oleh karena itu, kegiatan bimbingan teknis bagi TPK Kabupaten/Kota sangat
diperlukan untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan tersebut di atas,
sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lainnya yang
dibutuhkan agar TPK Kabupaten/Kota dapat melaksanakan fungsi dan tugastugasnya dengan optimal.
Selain alasan tersebut di atas, bimbingan teknis bagi TPK Kabupaten/Kota
diperlukan sehubungan dengan adanya kegiatan subsidi bimbingan teknis
pelaksanaan KTSP bagi 6000 SMP di seluruh Indonesia pada tahun anggaran
2008, yang pelaksanaannya nanti akan melibatkan TPK Kabupaten/Kota secara
sangat intensif. Melalui Bimbingan Teknis KTSP bagi TPK Kabupaten/Kota
diharapkan TPK Kabupaten/Kota siap menjalankan peran dan fungsinya dalam
kegiatan bimbingan teknis pelaksanaan KTSP tersebut.
Panduan bimbingan teknis ini memuat ketentuan-ketentuan mengenai
pelaksanaan bimbingan teknis bimbingan teknis KTSP bagi TPK
Kabupaten/Kota yang dimasud diatas yang dilaksanakan oleh TPK Provinsi
dengan dana Dekonsentrasi tahun 2008 yang dimaksud di atas.
B. Tujuan Bimbingan Teknis
Bimbingan Teknis KTSP bagi TPK Kabupaten/ Kota dilaksanakan dengan
tujuan utama:
1.
2.

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan TPK Kabupaten/Kota dalam


merancang sosialisasi/pelatihan dan pendampingan teknis implementasi
SI, SKL, KTSP, dll.
Meningkatkan pengetahuan TPK Kabupaten/Kota mengenai standar
nasional pendidikan tentang sarana/prasarana, penilaian, pendidik dan
tenaga kependidikan, proses, pembiayaan, dan pengelolaan.

Direktorat PSMP

Milik Negara Tidak di Perdagangkan

3.

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan TPK Kabupaten/Kota dalam


melakukan analisis situasi pendidikan sekolah dalam rangka
pengembangan/penyusunan dan verifikasi KTSP.
4. Meningkatkan pemahaman dan keterampilan TPK Kabupaten/Kota dalam
mengembangkan bahan ajar sesuai dengan KTSP.
5. Meningkatkan pemahaman dan keterampilan TPK Kabupaten/Kota dalam
mengembangkan media pembelajaran.
6. Meningkatkan pemahaman dan keterampilan TPK Kabupaten/Kota dalam
mengembangkan penilaian berbasis kelas.
7. Meningkatkan
pemahaman dan keterampilan peserta dalam
mengembangkan pembelajaran kontekstual.
8. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan TPK Kabupaten/Kota dalam
melaksanakan bimbingan dan konseling dalam pembelajaran.
9. Meningkatkan pemahaman dan keterampilan TPK Kabupaten/Kota dalam
mengembangkan dan merancang instrumen supervisi klinis dan evaluasi
pelaksanaan KTSP serta menganalisis hasil evaluasi.
10. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anggota TPK dalam
meningkatkan profesionalisme mereka secara berkelanjutan.
C. Sasaran Bimbingan Teknis
Sasaran kegiatan bimbingan teknis ini adalah seluruh TPK Kabupaten/Kota di
masing-masing provinsi. Peserta dari tiap Kabupaten/Kota adalah anggota TPK
yang telah ditetapkan dengan SK Bupati/Walikota yang pada tahun 2007 telah
mengikuti Bimbingan teknis Bimbingan Teknis KTSP yang diselenggarakan
oleh Direktorat PSMP Jakarta. Peserta dari masing-masing kabupaten/kota
berjumlah 11 orang yang terdiri dari 10 orang guru dari 10 mata pelajaran
(masing-masing satu orang guru) dan 1 orang Kepala Seksi Kurikulum.
Rincian untuk 10 orang guru mata pelajaran adalah sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Mata Pelajaran Pendidikan Agama


Mata Pelajaran TIK
Mata Pelajaran Penjaskes
Mata Pelajaran Seni Budaya
Mata Pelajaran PKn
Mata Pelajaran IPA
Mata Pelajaran IPS
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Mata Pelajaran Matematika

Panduan Pelaksanaan Bimbingan Teknis KTSP

1 orang
1 orang
1 orang
1 orang
1 orang
1 orang
1 orang
1 orang
1 orang
1 orang

Milik Negara Tidak di Perdagangkan

BAB II
MEKANISME PELAKSANAAN
BIMBINGAN TEKNIS
A. Pelaksana Bimbingan Teknis
Pelaksana kegiatan ini adalah Dinas Pendidikan Provinsi. Untuk pelaksanaan
program ini, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi membentuk Tim Teknis yang
diketuai oleh Penanggungjawab Sub-Kegiatan Mutu.
B. Biaya Bimbingan Teknis
Biaya kegiatan ini adalah dana Dekonsentrasi yang dialokasikan untuk masingmasing Dinas Pendidikan Provinsi tahun anggaran 2008.
C. Waktu dan Tempat Bimbingan Teknis
Bimbingan teknis Bimbingan Teknis KTSP bagi TPK Kabupaten/Kota
dilaksanakan setelah TPK Provinsi mengikuti ToT Bimbingan Teknis KTSP
yang diselenggarakan oleh Direktorat PSMP pada tahun anggaran 2008.
Pelaksanaan ToT oleh Direktorat PSP tersebut akan diupayakan dapat
dilaksanakan pada awal tahun anggaran sehingga bimbingan teknis KTSP bagi
TPK Kabupaten/Kota dapat dilaksanakan selambat-lambatnya bulan Mei 2008.
Bimbingan teknis Bimbingan Teknis KTSP pada provinsi dengan jumlah
kabupaten/kota lebih dari 20 dilaksanakan dalam 2 (dua) angkatan. Provinsi
dengan jumlah kabupaten/kota kurang dari 20 dapat melaksanakan bimbingan
teknis tersebut dalam 2 (dua) angkatan. Jumlah peserta pada angkatan 1 dan 2
diupayakan berimbang.
Bimbingan teknis Bimbingan Teknis KTSP diselenggarakan di ibukota
provinsi atau kota lainnya yang memiliki tempat dan sarana yang memadai.
Karena alasan geografis, bimbingan teknis dapat dilaksanakan dalam 2 (dua)
region dengan peserta kabupaten/kota pada region tersebut.
Bimbingan teknis Bimbingan Teknis KTSP diselenggarakan sekurangkurangnya selama 5 (lima) hari efektif.

Direktorat PSMP

Milik Negara Tidak di Perdagangkan

D. Struktur Program Bimbingan Teknis


Untuk mencapai tujuan Bimbingan teknis Bimbingan Teknis KTSP
sebagaimana disebutkan di depan, kegiatan ini dilaksanakan dengan struktur
program berikut:
No.

Materi/Kegiatan

Pembukaan
Pre tes
TEORI UMUM (PLENO I)
2. Kebijakan Implementasi SI dan SKL (KTSP)
3. Standar Sarana/Prasarana, Penilaian, Pendidik/ Tenaga
Kependidikan, Pengelolaan, Proses, Pembiayaan
4. Pengembangan Profesionalisme Guru yang
Berkelanjutan
5. Identifikasi kegiatan sosialisasi/ pelatihan KTSP oleh
TPK Kab./Kota dan masalah/solusi di Lapangan
6. Analisis situasi pendidikan sekolah dalam rangka
pengembangan KTSP
7. Tes Diagnostik dan Penilaian Berbasis Kelas
8. Pengembangan bahan ajar dan media sesuai dengan
KTSP
9. Pelaksanaan SD/SMP Satu Atap
PRAKTIK UMUM KELOMPOK KAB/KOTA I
10. Review Dokumen I KTSP
PRAKTIK KHUSUS (KELOMPOK MATA PELAJARAN)
11. Pemodelan dan diskusi (termasuk model-model
pembelajaran)
12. Mengembangkan perangkat pembelajaran
a.
Review/analisis silabus
b.
Menyusun RPP (termasuk penilaian,
tugas terstruktur, dsb.)
c.
Mengembangkan kegiatan
pembelajaran dan bahan ajar
d.
Mengembangkan media
e.
Merancang program remedial dan
pengayaan

Alokasi Waktu

1.

Panduan Pelaksanaan Bimbingan Teknis KTSP

1
2
4
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2

Milik Negara Tidak di Perdagangkan

No.

Materi/Kegiatan

13. Strategi peningkatan angka kelulusan dan nilai rata-rata


ujian nasional dan ujian sekolah
14. Peer Teaching dan refleksi
TEORI UMUM (PLENO II)
15. Perancangan sosialisasi/pelatihan dan pendampingan
teknis implementasi SI, SKL, dan KTSP
16. Supervisi klinis dan evaluasi pelaksanaan KTSP
PRAKTIK KELOMPOK KAB/KOTA II
17. Perancangan sosialisasi/pelatihan dan pendampingan
teknis implementasi SI, SKL, dan KTSP
18. Perancangan supervisi klinis dan evaluasi pelaksanaan
KTSP
19. Post tes
Evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan penutupan
JUMLAH

Alokasi Waktu

2
4
2
2
2
2
1
2
50 jam

E. Skenario Kegiatan Bimbingan Teknis


1.

Pembukaan
Pembukaan diikuti oleh semua peserta dalam satu ruang sidang besar.
Dalam pembukaan disampaikan kebijakan pelaksanaan KTSP dan
penjelasan teknis (tujuan/hasil yang diharapkan, peserta, mekanisme,
jadwal) pelaksanaan bimbingan teknis.

2.

Kegiatan inti
Kegiatan inti bimbingan teknis dilaksanakan dalam bentuk sidang pleno,
sidang kelompok kabupaten/kota, dan sidang kelompok mata pelajaran.

Direktorat PSMP

Milik Negara Tidak di Perdagangkan

a.

Sidang pleno
Sidang pleno dilaksanakan dalam 2 (dua) tahap, berupa presentasi
materi-meteri umum oleh nara sumber yang diikuti oleh tanya-jawab
dan diskusi masalah-masalah yang terkait langsung dengan pokok
materi yang disajikan. Tahap pertama di awal bimbingan teknis, dan
tahap ke dua di akhir bimbingan teknis dengan materi sebagai berikut:
1) Sidang pleno I
Standar Sarana/Prasarana, Penilaian, Pendidik/ Tenaga
Kependidikan, Pengelolaan, Proses, Pembiayaan
Pengembangan Profesionalisme Guru yang Berkelanjutan
Identifikasi kegiatan sosialisasi/ pelatihan KTSP oleh TPK
Provinsi dan masalah/solusi di Lapangan
Analisis situasi pendidikan sekolah dalam rangka
pengembangan KTSP
Tes Diagnostik dan Penilaian Berbasis Kelas
Pengembangan bahan ajar dan media sesuai dengan KTSP
2) Sidang pleno II
Perancangan sosialisasi/pelatihan, bimbingan teknis
implementasi KTSP
Supervisi klinis dan evaluasi pelaksanaan KTSP

b.

Sidang kelompok kabupaten/kota


Sidang kelompok kabupaten/kota dilakukan untuk 3 (tiga) kegiatan,
yaitu mereview secara kritis KTSP yang telah dikembangkan oleh
sekolah dari kabupaten/kota yang bersangkutan, merancang
sosialisasi/pelatihan dan bimbingan teknis implementasi KTSP, dan
merancang supervisi klinis dan eveluasi implementasi KTSP. Sidang
kelompok kabupaten/kota dipimpin oleh salah seorang peserta dengan
didampingi oleh 2 (dua) atau lebih fasilitator/narasumber.

c.

Sidang kelompok mata pelajaran


Sidang kelompok mata pelajaran difasilitasi oleh narasumber
difokuskan pada praktik operasionalisasi KTSP di dalam
kelas/pembelajaran yang dimulai dengan pemodelan, pengembangan
perangkat pembelajaran (menganalisis silabus, menyusun RPP,
mengembangkan bahan ajar dan kegiatan pembelajaran,

Panduan Pelaksanaan Bimbingan Teknis KTSP

Milik Negara Tidak di Perdagangkan

mengembangkan media pembelajaran) , dan merancang program


remedial dan pengayaan, yang dilanjutkan dengan peer-teaching dan
refleksi.
3.

Penutupan
a.

Evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis


b. Penutupan (termasuk penyampaian informasi-informasi mengenai
tindak lanjut kegiatan).
c. Penyelesaian administrasi.
F. Bahan-bahan
Bahan-bahan bimbingan teknis adalah materi-materi presentasi:
1. Kebijakan implementasi SI dan SKL
2. Standar Sarana/Prasarana, Penilaian, Pendidik/ Tenaga Kependidikan,
Pengelolaan, Proses, Pembiayaan
3. Pengembangan Profesionalisme Guru yang Berkelanjutan
4. Identifikasi kegiatan sosialisasi/ pelatihan KTSP oleh TPK Provinsi dan
masalah/solusi di Lapangan
5. Analisis situasi pendidikan sekolah dalam rangka pengembangan KTSP
6. Tes Diagnostik dan Penilaian Berbasis Kelas
7. Pengembangan bahan ajar dan media sesuai dengan KTSP
8. Perancangan sosialisasi/pelatihan dan bimbingan teknis implementasi SI,
SKL, KTSP, dll.
9. Supervisi klinis dan evaluasi pelaksanaan KTSP
10. SKL UN berdasarkan Permendiknas Nomer 34 tanggal 5 November 2007
G. Penilaian Kinerja Peserta
Selama mengikuti bimbingan teknis, peserta dinilai kinerjanya. Penilaian
dilakukan dengan tes dan non tes. Penilaian dengan tes dilakukan melalui pretest dan post-test, sedangkan penilaian non tes dilakukan dengan observasi
terhadap partisipasi dan kedisiplinan peserta dan penilaian produk terhadap
produk-produk yang dihasilkan selama bimbingan teknis.
Peserta memperoleh sertifikat keikutsertaan dengan dicantumkan nilai angka
yang dicapai dalam bimbingan teknis ini.
Sepuluh peserta terbaik (satu dari masing-masing mata pelajaran) memperoleh
sertifikat khusus yang menyatakan bahwa yang bersangkutan merupakan
peserta dengan kinerja terbaik dalam bimbingan teknis tersebut.
8

Direktorat PSMP

Milik Negara Tidak di Perdagangkan

Panduan Pelaksanaan Bimbingan Teknis KTSP

Milik Negara Tidak di Perdagangkan

BAB III
JADWAL, NARASUMBER, DAN TATA TERTIB
A. Jadwal Kegiatan
Berikut disajikan contoh jadwal pelaksanaan bimbingan teknis
yang diselenggarakan selama lima hari.
Hari
Hari 1

Waktu
16.00 17.30
19.00 21.00

Hari 2

07.30 09.00
09.00 10.30
10.30 11.00
11.00 12.30

12.30 14.00
14.00 15.30
15.30 16.00
16.00 17.30
17.30 19.30
19.30 21.00
Hari 3

07.30 09.00
09.00 10.30
10.30 11.00
11.00 12.30
12.30 14.00
14.00 15.30
15.30 16.00
16.00 17.30
17.30 19.30

10

Kegiatan
Pembukaan, Kebijakan
Implementasi SI dan SKL,
penjelasan teknis, pre-test
Standar Sarana/Prasarana,
Standar Proses, dan Pendidik/
Tenaga Kependidikan Standar
Standar Penilaian,
Pengelolaan, dan Pembiayaan
Pengembangan
Profesionalisme Guru secara
Berkelanjutan
Istirahat
Identifikasi kegiatan
sosialisasi/ pelatihan KTSP
oleh TPK Kab/Kota dan
masalah/solusi di Lapangan
Ishoma
Analisis situasi pendidikan
sekolah dalam rangka
pengembangan KTSP
Istirahat
Tes Diagnostik dan Penilaian
Berbasis Kelas
Ishoma
Pengembangan bahan ajar dan
media sesuai dengan KTSP
Pelaksanaan SD/SMP Satu
Atap
Pemodelan Pembelajaran
Istirahat
Review Dokumen I KTSP
Ishoma
Review/analisis silabus
Istirahat
Menyusun RPP (termasuk
penilaian, tugas terstruktur,
dsb.)
Ishoma

Narasumber/
Koordinator
Kepala Dinas
Pendidikan
Provinsi
Kepala Dinas
Pendidikan
Provinsi
Narasumber

Ket.
Pleno
Pleno
Pleno

Narasumber

Pleno

Narasumber

Pleno

Narasumber

Pleno

Narasumber

Pleno

Narasumber

Pleno

Narasumber

Pleno

Narasumber

Klp. Mapel

Narasumber
Narasumber

Klp. Mapel
Panitia
Klp. Mapel

Narasumber

Klp. Mapel

Direktorat PSMP

Milik Negara Tidak di Perdagangkan


Hari

Waktu
19.30 21.00

Hari 4

07.30 09.00
09.00 10.30
10.30 11.00
11.00 12.30
12.30 14.00
14.00 15.30
15.30 16.00
16.00 17.30
17.30 19.30
19.30 21.00

Hari 5

07.30 09.00
09.00 10.30
10.30 11.00
11.00 12.30
12.30 14.00

Kegiatan
Mengembangkan bahan ajar
dan kegiatan pembelajaran
Mengembangkan bahan ajar
dan kegiatan pembelajaran
(lanjutan)
Mengembangkan Media
Pembelajaran
Istirahat
Mengembangkan program
remedi dan pengayaan
Ishoma
Peer-teaching
Istirahat
Peer-teaching
Ishoma
Perancangan
Sosialisai/Pelatihan dan
Bintek KTSP
Perancangan
Sosialisai/Pelatihan dan
Bimtek KTSP
Post-test
Istirahat
Evaluasi Pelaksanaan
Bimbingan Teknis, Penutupan
Ishoma, penyelesaian
administrasi, check out

Narasumber/
Koordinator
Narasumber

Klp. Mapel

Narasumber

Klp. Mapel

Narasumber

Klp. Mapel

Narasumber

Klp. Mapel

Narasumber

Panitia
Klp. Mapel

Narasumber

Klp. Mapel

Narasumber

Klp. Kab/Kota

Narasumber

Klp. Kab/Kota

Narasumber

Klp. Mapel

Narasumber

Pleno

Panitia

Ket.

B. Narasumber
Narasumber kegiatan ini adalah TPK Provinsi yang mengikuti ToT Bimbingan
Teknis KTSP yang diselenggarakan oleh Diektorat PSMP Jakarta pada tahun
anggaran 2008.
C. Tata Tertib
1.

Setibanya di hotel, peserta dimohon segera menghubungi panitia untuk:


a. menyerahkan berkas surat-surat kelengkapan administrasi tentang
keikutsertaannya,
b. mengisi daftar hadir, dan
c. menerima jadwal dan bahan kegiatan.

2.

Peserta dimohon agar menempati kamar yang telah disiapkan oleh panitia.

Panduan Pelaksanaan Bimbingan Teknis KTSP

11

Milik Negara Tidak di Perdagangkan

3.

Biaya akomodasi dan konsumsi selama kegiatan berlangsung adalah


tanggung jawab panitia berdasarkan ketentuan yang berlaku.

4.

Biaya cucian, seterika, telepon, faximile, pesan makanan sendiri (pribadi),


termasuk makanan dan minuman dalam mini bar dan lain-lain kebutuhan
di luar yang disediakan panitia, merupakan tanggungjawab peserta sendiri.

5.

Peserta berpakaian rapi dalam mengikuti semua kegiatan sesuai dengan


ketentuan.

6.

Sebelum peserta meninggalkan kamar diminta agar tas, kopor, lemari dan
kamar dikunci. Kunci dititipkan kepada petugas yang telah ditunjuk dari
pihak penginapan.

7.

Apabila sakit atau mendapat sesuatu halangan, mohon segera melapor


kepada panitia.

8.

Peserta diwajibkan mengikuti semua kegiatan sesuai dengan jadwal yang


telah ditentukan panitia.

9.

Peserta yang hendak meninggalkan tempat kegiatan dan/atau mengikuti


kegiatan di luar jadwal yang telah ditentukan harus memperoleh ijin
panitia.

10. Peserta menerima uang transport dan/atau uang lainnya sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
12. Hal-hal yang belum tercantum dalam tata tertib ini akan ditentukan
kemudian dan disampaikan melalui pengumuman.

12

Direktorat PSMP