Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM RLAB

KR01
DISIPASI KALOR HOTWIRE

Nama/NPM
Fakultas/Prog. Studi
Group
Nomor dan Nama Percobaan
Minggu Percobaan
Tanggal Percobaan

: Adeline Jessica/1406567813
: Teknik/Teknologi Bioproses
: B4
: KR01 Disipasi Kalor Hot Wire
:1
: Senin, 2 Maret 2014

Laboratorium Fisika Dasar


UPP IPD
Universitas Indonesia

I. Tujuan
Menggunakan hotwire sebagai sensor kecepatan aliran udara.

II. Alat
1. Kawat pijar (hotwire)
2. Fan
3. Voltmeter dan Ampmeter
4. Adjustable power supply
5. Camcorder
6. Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

III. Teori
Energi merupakan suatu kemampuan untuk melakukan suatu kerja. Terjadinya
suatu pergerakan pada salah satu objek dalam sistem akan mengubah besar energi yang
ada dalam sistem tersebut. Di dalam pembahasan mengenai energi, kita mengenal Hukum
Kekekalan Energi. Bunyi dari hukum tersebut adalah energi tidak dapat dimusnahkan atau
diciptakan. Energi hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Energi sendiri
dapat dibagi menjadi 5 bentuk yaitu energi kinetik, energi potensial, energi panas, energi
kimia, energi bunyi, energi listrik dan berbagai bentuk energi lainnya. Dalam percobaan
hotwire, terjadi perubahan energi listrik menjadi energi panas. Kemudian pada kawat
hotwire dihembuskan angin dengan kecepatan tertentu yang dapat mengubah jumlah
energi yang terjadi dalam sistem hotwire tersebut.
Sensor adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi atau mengenali gejala-gejala
tertentu yang diakibatkan oleh perubahan energi. Dalam konteks teknologi, dikenal juga
istilah transduser yaitu alat yang dapat dipicu oleh suatu energi tertentu untuk
mengalirkan energi dalam bentuk energi yang berbeda. Untuk membuat sensor dan
transduser, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu dari sisi :

Linearitas
Yang dimaksud linearitas adalah kemampuan sensor dalam membandingkan
energi yang menjadi sumber (input) dengan energi yang dikeluarkan (output)
dalam bentuk sebuah grafik.

Sensitivitas
Sensitivitas menunjukkan kepekaan sensor terhadap nilai yang diukur. Sensitivitas
dan linearitas saling mendukung dalam suatu sensor. Jika suatu sensor memiliki
linearitas yang baik, maka ia juga akan memiliki sensitivitas yang tinggi.

Tanggapan waktu
Sebuah sensor harus tanggap terhadap perubahan nilai yang terjadi dengan cara
menunjukkan reaksi tertentu. Misalnya dalam penggunaan termometer yang akan
berkurang ketika suhu turun sebesar 1.
Dalam percobaan ini, jenis hotwire yang digunakan adalah single normal probe.

Single normal probe adalah suatu tipe hotwire yang paling banyak digunakan sebagai
sensor untuk memberikan informasi kecepatan aliran dalam arah axial saja. Probe seperti
ini terdiri dari sebuah kawat logam pendek yang halus yang disatukan pada dua kawat
baja. Masing-masing ujung probe dihubungkan ke sebuah sumber tegangan. Energi listrik
yang mengalir pada probe tersebut akan didispasi oleh kawat menjadi energi kalor.
Besarnya energi listrik yang terdisipasi sebanding dengan tegangan , arus listrik yang
mengalir di probe tersebut dan lamanya waktu arus listrik mengalir.
= . .
P

: Daya(Watt)

: Tegangan listrik(Volt)

: Kuat arus listrik(Ampere)

: Lama arus listrik mengalir(s)

........................................( 1 )

Bila probe dihembuskan udara maka akan merubah nilai resistansi kawat sehingga
merubah besarnya arus listrik yang mengalir. Semakin cepat udara yang mengalir maka
perubahan nilai resistansi juga semakin besar dan arus listrik yang mengalir juga berubah.

Jumlah perpindahan panas yang diterima probe dinyatakan oleh overheat ratio yang
dirumuskan sebagai :

Overheat ratio =

.....................(2)

Rw

: Resistansi kawat pada temperatur pengoperasian (dihembuskan udara).

Ra

: Resistansi kawat pada temperatur ambient (ruangan).

Hot wire probe harus dikalibrasi untuk menentukan persamaan yang menyatakan
hubungan antara tegangan kawat (wire voltage , E) dengan kecepatan referensi (reference
velocity , U) setelah persamaan diperoleh, kemudian informasi kecepatan dalam setiap
percobaan dapat dievaluasi menggunakan persamaan tersebut. Persamaan yang didapat
berbentuk persamaan linear atau persamaan polinomial.

Pada percobaan yang akan dilakukan yaitu mengukur tegangan kawat pada temperatur
ambient dan mengukur tegangan kawat bila dialiri arus udara dengan kecepatan yang
dihasilkan oleh fan. Kecepatan aliran udara oleh fan akan divariasikan melalui daya yang
diberikan ke fan yaitu 70 , 110 , 150 dan 190 dari daya maksimal 230 m/s.

IV. Cara Kerja


1. Mengaktifkan webcam pada PC (meng-klik icon video pada halaman web r-Lab)
2. Memberikan aliran udara dengan kecepatan 0 m/s , dengan mengklik pilihan
drop down pada icon atur kecepatan aliran.
3. Menghidupkan motor pengerak kipas dengan mengklik radio button pada icon
menghidupkan power supply kipas.

4. Mengukur Tegangan dan Arus listrik di kawat hot wire dengan cara mengklik icon
ukur.
5. Mengulangi langkah 2 hingga 4 untuk kecepatan 70 , 110 , 150 , 190 dan 230 m/s.

V. Data Hasil Percobaan


Waktu
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3

Kec
Angin
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
70
70
70
70
70
70
70
70
70
70
110
110
110
110
110
110
110
110
110
110
150
150
150

V-HW

I-HW

2.112
2.112
2.112
2.112
2.112
2.112
2.112
2.112
2.112
2.112
2.065
2.066
2.064
2.063
2.064
2.064
2.062
2.064
2.066
2.063
2.048
2.048
2.048
2.048
2.047
2.049
2.049
2.049
2.049
2.048
2.040
2.041
2.040

53.9
54.0
54.0
54.1
54.2
54.2
54.3
54.4
54.4
54.5
54.8
55.0
55.3
55.3
55.2
55.1
54.8
54.6
54.4
54.3
55.3
55.1
54.9
54.8
54.7
54.5
54.5
54.5
54.6
54.7
55.7
55.4
55.1

4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

150
150
150
150
150
150
150
190
190
190
190
190
190
190
190
190
190
230
230
230
230
230
230
230
230
230
230

2.040
2.040
2.040
2.040
2.040
2.040
2.040
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036
2.033
2.033
2.033
2.033
2.032
2.033
2.032
2.032
2.033
2.033

54.9
54.7
54.6
54.7
54.8
55.1
55.3
55.7
55.3
55.1
54.8
54.7
54.7
54.8
55.1
55.4
55.6
56.1
55.9
55.5
55.1
54.9
54.7
54.8
55.1
55.4
55.7

VI. Tugas & Evaluasi


1. Membuat grafik yang menggambarkan hubungan Tegangan Hotwire dengan Waktu untuk
tiap kecepatan aliran udara berdasarkan data yang didapat.

Tabel dan grafik dari data v = 0 m/s


Waktu
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Kec Angin
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

V-HW
2.112
2.112
2.112
2.112
2.112
2.112
2.112
2.112
2.112
2.112

I-HW
53.9
54.0
54.0
54.1
54.2
54.2
54.3
54.4
54.4
54.5

Hubungan Tegangan dan Waktu


2.5

Tegangan

2
1.5
1

V-HW

0.5
0
1

Waktu

Tabel dan grafik dari data v = 70 m/s


Waktu
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Kec Angin
70
70
70
70
70
70
70
70
70
70

V-HW
2.065
2.066
2.064
2.063
2.064
2.064
2.062
2.064
2.066
2.063

I-HW
54.8
55.0
55.3
55.3
55.2
55.1
54.8
54.6
54.4
54.3

10

Hubungan Tegangan dan Waktu


2.067
2.066

Tegangan

2.065
2.064
2.063
V-HW
2.062
2.061
2.06
1

Waktu

Tabel dan grafik dari data v = 110 m/s


Waktu
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Kec Angin
110
110
110
110
110
110
110
110
110
110

V-HW
2.048
2.048
2.048
2.048
2.047
2.049
2.049
2.049
2.049
2.048

I-HW
55.3
55.1
54.9
54.8
54.7
54.5
54.5
54.5
54.6
54.7

10

Hubungan Tegangan dan Waktu


2.0495
2.049

Tegangan

2.0485
2.048
2.0475
V-HW
2.047
2.0465
2.046
1

Waktu

Tabel dan grafik dari data v = 150 m/s


Waktu Kec Angin V-HW I-HW
150
2.04
55.7
1
150
2.041
55.4
2
150
2.04
55.1
3
150
2.04
54.9
4
150
2.04
54.7
5
150
2.04
54.6
6
150
2.04
54.7
7
150
2.04
54.8
8
150
2.04
55.1
9
150
2.04
55.3
10

10

Hubungan Tegangan dan Waktu


2.0412

2.041
2.0408
Tegangan

2.0406
2.0404
2.0402
V-HW

2.04
2.0398
2.0396
2.0394
1

Waktu

Tabel dan grafik dari data v = 190 m/s


Waktu Kec Angin
190
1
190
2
190
3
190
4
190
5
190
6
190
7
190
8
190
9
190
10

V-HW
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036

I-HW
55.7
55.3
55.1
54.8
54.7
54.7
54.8
55.1
55.4
55.6

10

Hubungan Tegangan dan Waktu


2.5

Tegangan

2
1.5
1

V-HW

0.5
0
1

Waktu

Tabel dan grafik dari data v = 230 m/s


Waktu
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Kec Angin
230
230
230
230
230
230
230
230
230
230

V-HW
2.033
2.033
2.033
2.033
2.032
2.033
2.032
2.032
2.033
2.033

I-HW
56.1
55.9
55.5
55.1
54.9
54.7
54.8
55.1
55.4
55.7

10

Hubungan Tegangan dan Waktu


2.0332
2.033

2.0328
Tegangan

2.0326
2.0324
2.0322
V-HW

2.032
2.0318
2.0316
2.0314
1

10

Waktu

2.

Membuat grafik yang menggambarkan hubungan Tegangan Hotwire dengan Kecepatan


aliran angin berdasarkan pengolahan data di atas.
Tabel rata-rata Tegangan Hotwire berdasarkan kecepatan angin
No

Kecepatan Angin

V-HW

2.112

70

2.0641

110

2.0483

150

2.0401

190

2.036

230

2.0327

Pengaruh Kecepatan Angin terhadap


V-HW
2.12
2.1
2.08

2.06
V-HW

2.04
2.02
2
1.98

70

110

150

190

230

3. Membuat persamaan kecepatan angin sebagai fungsi dari tegangan hotwire.


W = F . s ..(1)
W = V . i . t..(2)
. = . .
.
=
.

Dari persamaan tersebut, kita menggunakan metode Least Square yaitu dengan
menggunakan persamaan garis seperti berikut
= +
y = V = Tegangan Hotwire(Volt)
x = v = Kecepatan Angin(m/s)

No

Xi

Xi2

Yi

Yi2

XiYi

2,112

4,460544

70

2,0641

4900

4,260509

144,487

110

2,0483

12100

4,195533

225,313

150

2,0401

22500

4,162008

306,015

190

2,036

36100

4,145296

386,84

230

2,0327

52900

4,131869

467,521

750

12,3332

128500

25,35576

1530,176

Dari tabel tersebut, dapat ditentukan nilai gradien m dengan rumus berikut:
=

N xiyi xi. yi
2 2

6. 1530,176 750.12.3332
6. 128500 750 2

68,844
0,00033
208500

Nilai konstanta (c) dapat juga ditentukan dari data tersebut dengan rumus berikut:
2
=
2 ( )2
=
=

128500.12,332 750.1530,176
6. 128500 750 2
437,030
2,0968
208500

Maka, persamaan tersebut menjadi:


= 0,00033 + 2,0968

Untuk menghitung kemungkinan kesalahan yang terjadi, dapat menggunakan


perbandingan antara nilai gradien (m) dengan rata-rata perubahan gradien (m).
Nilai b didapat dari rumus :

2 ( )2

Untuk menyelesaikan persamaan tersebut, dibutuhkan nilai y yang didapatkan


dari rumus berikut :
1
=
2
2

2 ( )2 2 ( ) + ( )2
2 ( )

1
128500. (12, 3332)2 2 750 12,3332 1530,176 + 6(1530, 176)2
25,35576
62
6 128500 (750)2

1
5286537
25,35576
=
208500
4

1
4

25,35576 25,35509

1
=
0,00067 = 0,000168
4
= 2 = 0,000168 0,012942
Setelah mendapatkan nilai y, persamaan m dapat diselesaikan dan didapatkan
nilai :

= 0,012942

6
6. 128500 750

0,000069426
Persentase tingkat kesalahan relatif yang terjadi adalah :
=

0,000069426
100% =
100% = 21.38%

0,00033

4.

Berdasarkan percobaan dan data yang didapat, apakah kita dapat menggunakan
kawat Hotwire sebagai pengukur kecepatan angin?

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dan data yang didapat, kawat
Hotwsire dapat digunakan sebagai pengukur kecepatan angin. Dalam percobaan
tersebut, kawat dialiri oleh suatu tegangan tertentu sehingga timbul energi listrik.
Energi listrik ini kemudian berubah menjadi energi kalor sehingga terjadi
perubahan suhu pada kawat.
= . .

P = Daya(Watt)

i = Arus listrik(Ampere)

V = Tegangan(Volt)

T = Perubahan suhu(C)

Melalui persamaan tersebut, dapat dibuktikan bahwa daya listrik berbanding lurus
dengan tegangan, arus listrik, serta perubahan suhu. Angin yang meniup kawat
Hotwire pada percobaan ini menghasil pkan suatu resistansi. Resistansi ini
kemudian akan berpengaruh pada daya, yakni mengurangi daya. Semakin kuat
angin bertiup, maka semakin berkurang suhu, dan bertambah nilai resistansi.
Karena berbanding lurus, tegangan juga akan berkurang, demikian pula dengan
energi kalor yang dihasilkan.

VII. Analisis
1. Analisis Percobaan
Percobaan Disipasi Kalor Hotwire ini bertujuan untuk menentukan
hubungan antara kecepatan angin serta tegangan listrik yang mengalir pada kawat
tersebut. Praktikum ini dilakukan secara dilakukan secara online, yakni melalui
fasilitas Remote Laboratory(R-Lab) yang diselenggarakan oleh UPP-IPD di Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia.
Sebelum melakukan percobaan, praktikan harus masuk terlebih dahulu ke
situs R-Lab melalui situs sitrampil.ui.ac.id. Setelah masuk, praktikan tidak perlu

mengakses link video karena tidak perlu menunggu alat untuk kembali keadaan
semula. Praktikan hanya perlu mengubah kecepatan angin yang dilakukan,
mengaktifkan power supply, kemudian mengakses ukur sehingga mendapatkan data
percobaan tersebut. melakukan percobaan selanjutnya. Data akan diberikan dalam
beberapa saat sehingga praktikan dapat melihat apabila terjadi suatu perubahan nilai
tegangan maupun arus. Terdapat beberapa pilihan kecepatan angin pada percobaan
ini yaitu 70 m/s, 110 m/s, 150 m/s, 190 m/s, dan 230 m/s. Hal ini dilakukan sehingga
terdapat variasi data. Data dapat diunduh dari link data, grafik juga dapat diunduh
dari link grafik.
Setelah percobaan dilakukan, hasil yang didapat pada percobaan dengan
kecepatan angin nol adalah berupa tegangan dan arus listrik yang dihubungkan
dengan daya listrik, dimana daya sebanding dengan perubahan energi kalor yang
akan didisipasi oleh kecepatan angin. Tegangan listrik akan berkurang seiring dengan
kecepatan angin yang semakin bertambah karena penambahan kecepatan angin akan
memberikan resistansi energi listrik yang semakin besar, sehingga daya listrik dan
energi kalor yang dihasilkan akan berkurang.
Setelah diberikan kecepatan angin, ternyata tegangan yang tercatat pada
percobaan lebih kecil jika dibandingkan dengan saat kecepatan angin 0m/s. Hal ini
disebabkan karena adanya angin akan memperbesar resistensi.

2. Analisis Hasil Percobaan


Dari data percobaan tersebut, didapatkan bahwa pada saat kecepatan angin
yang dihembuskan sebesar 0 m/s, rata-rata tegangan yang dihasilkan pada hot wire
adalah 2,112 volt dan arus listrik yang dihasilkan rata-rata sebesar 54,2 ampere
dalam selang waktu 10 detik.
Pada saat kecepatan angin yang dihembuskan sebesar 70 m/s, rata-rata
tegangan yang dihasilkan pada hotwire adalah 2,0641 volt dan rata-rata kuat arus
yang dihasilkan adalah 54,88 ampere dalam selang waktu 10 detik. Bila
dibandingkan dengan data pada saat kecepatan angin sebesar 0 m/s, terlihat bahwa
tegangan semakin kecil nilainya. Hal ini disebabkan karena adanya resistansi yang

dihasilkan pada kawat hotwire. Selain itu, arus listrik juga mengalami sedikit
perubahan yaitu dari 54,5 ampere menjadi 54,88 ampere.
Percobaan ketiga, menggunakan kecepatan angin sebesar 110 m/s. Rata -rata
tegangan yang dihasilkan adalah 2,0483 volt dan arus listrik rata-rata yang dihasilkan
adalah 54,76 ampere dalam selang waktu 10 detik. Dengan membandingkannya
dengan data sebelumnya, kita dapat membandingkan bahwa tegangan listrik
mengalami penurunan karena adanya resistansi yang lebih besar, sebab kecepatan
angin yang dipakai juga semakin besar, sedangkan arus listrik meningkat.
Percobaan keempat, menggunakan angin yang dihembuskan dengan
kecepatan sebesar 150 m/s. rata-rata tegangan yang dihasilkan adalah 2,041 volt dan
arus listrik rata-rata yang dihasilkan adalah 55,03 ampere dalam selang waktu 10
detik. Apabila praktikan membandingkan data dengan data sebelumnya, maka
ditemukan penurunan nilai tegangan dan kenaikan nilai arus. Hal tersebut
dikarenakan resistansi yang dihasilkan semakin besar dari kecepatan angin yang
dihembuskan ke hotwire.
Percobaan kelima menggunakan angin yang dihembuskan dengan kecepatan
sebesar 190 m/s dan praktikan mendapatkan data sebagai berikut, rata-rata tegangan
yang dihasilkan adalah 2,036 volt dan arus listrik rata-rata yang dihasilkan adalah
55,12 ampere dalam selang waktu 10 detik. Dari data tersebut didapatkan bahwa
terjadi penurunan tegangan dan kenaikan arus listrik pada hotwire, karena
resistansinya yang lebih tinggi dari percobaan sebelumnya.
Percobaan yang terakhir menggunakan angin dengan kecepatan sebesar 230
m/s dan didapatkan data sebagai berikut, rata-rata arus yang dihasilkan adalah 2,0327
volt dan tegangan rata-rata yang dihasilkan adalah 55,32 ampere dalam selang waktu
10 detik. Ternyata, kembali ditemukan bahwa tegangan semakin kecil dan arus listrik
semakin besar.

3. Analisis Perhitungan
Pada subbab sebelumnya, teah dilakukan pengolahan untuk menemukan
suatu persamaan kecepatan angin yang merupakan fungsi dari tegangan hotwire.
Perhitungan tersebut dilakukan dengan metode least square karena data yang

diperoleh mencukupi sehingga dapat dilakukan suatu perhitungan yang mendekati


benar.
Dengan metode least square, praktikan membutuhkan nilai xi2, yi2, serta xiyi
yang didapatkan setelah menetapkan rataan tegangan hotwire(v) sebagai x, serta
kecepatan angin sebagai y. Nilai x yang digunakan dalam perhitungan merupakan
rataan dari tegangan hotwire dari berbagai data tegangan hotwire yang didapatkan.
Rataan ini dianggap dapat mewakili variasi data pada kecepatan angin yang berbedabeda dari percobaan yang telah dilakukan.
Nilai m dan c diperlukan untuk melengkapi persamaan y= mx yang
merupakan persamaan umum untuk kecepatan angin yang merupakan fungsi dari
tegangan hotwire yang setelah disubstitusikan harga m dan c- nya dengan data yang
sudah diolah oleh praktikan.

4. Analisis Grafik
a. Grafik hubungan tegangan dan waktu
Grafik tegangan dengan waktu digambarkan dengan tegangan
pada sumbu y dan

waktu pada sumbu x. Grafik tersebut

menampilkan hubungan antara tegangan pada kawat hotwire dan


waktu yang diberikan sesuai dengan kecepatan angin yang bergungsi
sebagai variabel bebas. Grafik percobaan tersebut didapatkan dari
persamaan linear yang umumnya bernilai negatif. Hal ini disebabkan
oleh nilai m yang negatif, sehingga grafik yang dihasilkan menuju ke
arah kanan bawah dimana nilai yang dihasilkan akan semakin kecil
dengan penambahan dari variabel x dan y.
Variabel x yang didefinisikan sebagai waktu dan y yang
didefinisikan sebagai tegangan menunjukkan bahwa pada kecepatan
angin yang tetap. Semakin lama angin bertiup, semakin kecil nilai
energi kalor yang berdampak pada nilai energi listrik yang akan
semakin kecil sehingga nilai dari tegangan listrik akan menjadi lebih
kecil seiring dengan penambahan waktu yang ada. Penurunan ini

terjadi karena adanya disipasi dari kalor hotwire yang terjadi pada
kecepatan angin tertentu.

b. Grafik hubungan tegangan dan kecepatan angin


Pada grafik tersebut, digambarkan dengan sumbu y berupa
tegangan hotwire dan sumbu x berupa kecepatan angin. Pada sumbu
x, terdapat 6 variasi variabel sesuai dengan pilihan kecepatan angin
pada percobaan. Pada grafik hubungan tegangan dengan kecepatan
angin, terdapat 6 rataan tegangan pada tiap kecepatan angin yang
ditentukan dalam selang 10 detik. Hal ini dilakukan untuk mewakili
variasi data yang diperoleh dari percobaan yang dilakukan. Grafik
tersebut terlihat seakan-akan membentuk suatu grafik eksponensial
yang bergerak dari kiri atas ke kanan bawah. Hal ini menunjukan
adanya perubahan tegangan karena kecepatan angin.

5. Analisis Kesalahan
Dalam percobaan yang telah dilakukan, data mengenai tegangan dan arus
listrik yang diperoleh pada kecepatan angin yang sama, terrnyata bervariasi tiap
detiknya. Kesalahan-kesalahan yang mungkin dapat menjadi faktor kesalahan pada
saat percobaan ini adalah :
a. Kesalahan dalam perhitungan, misalnya dalam hal pembulatan angka. Adanya
pembulatan angka tentunya dapat mempengaruhi akurasi perhitungan.
b. Karena praktikum adalah online, maka kita tidak dapat melihat secara keseluruhan
kesalahan yang dapat terjadi.

VIII. Kesimpulan
1.

Hotwire dapat digunakan sebagai sensor untuk mencari kecepatan aliran udara dengan
cara melihat nilai tegangan yang terukur.

2.

Besar tegangan hotwire berbanding terbalik dengan kecepatan udara yang dialirkan.

3.

Dengan turunnya tegangan oleh karena meningkatnya kecepatan angin yang mengalir,
maka arus akan meningkat dengan daya listrik yang sama.

4.

Prinsip disipasi kalor hotwire ini dapat diaplikasikan dalam anemometer yang merupakan
alat pengukur kecepatan angin.

5.

Persamaan linear yang menunjukkan hubungan antara tegangan dengan kecepatan aliran
udara adalah :
= 0,00033 + 40,10199

IX. Referensi
Bruun, H. H. 1995. Heat. New York : Oxford University Press Inc.
Giancoli, D.C. 2001. Physics Principles with Application, 5th Edition. Jakarta : Erlangga.
Halliday, Resnick, Walker. 2005. Fundamentals of Physics, 7th Edition. Jakarta : Erlangga.
Modul Praktikum Fisika Dasar Mekanika Universitas Indonesia.

X. Lampiran
Waktu
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2

Kec
Angin
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
70
70

V-HW

I-HW

2.112
2.112
2.112
2.112
2.112
2.112
2.112
2.112
2.112
2.112
2.065
2.066

53.9
54.0
54.0
54.1
54.2
54.2
54.3
54.4
54.4
54.5
54.8
55.0

3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5

70
70
70
70
70
70
70
70
110
110
110
110
110
110
110
110
110
110
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
190
190
190
190
190
190
190
190
190
190
230
230
230
230
230

2.064
2.063
2.064
2.064
2.062
2.064
2.066
2.063
2.048
2.048
2.048
2.048
2.047
2.049
2.049
2.049
2.049
2.048
2.040
2.041
2.040
2.040
2.040
2.040
2.040
2.040
2.040
2.040
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036
2.036
2.033
2.033
2.033
2.033
2.032

55.3
55.3
55.2
55.1
54.8
54.6
54.4
54.3
55.3
55.1
54.9
54.8
54.7
54.5
54.5
54.5
54.6
54.7
55.7
55.4
55.1
54.9
54.7
54.6
54.7
54.8
55.1
55.3
55.7
55.3
55.1
54.8
54.7
54.7
54.8
55.1
55.4
55.6
56.1
55.9
55.5
55.1
54.9

6
7
8
9
10

230
230
230
230
230

2.033
2.032
2.032
2.033
2.033

54.7
54.8
55.1
55.4
55.7