Anda di halaman 1dari 31

Kode Modul: 01.FIS-SD-T.

2005
MODUL DIKLAT BERJENJANG
Jenjang Sekolah

SD

Bidang Studi

Fisika

Jenjang Diklat

Tinggi

GAYA DAN GERAK


Penyusun
:
Penyunting :

Drs. Yamin Winduono, M.Pd


Drs. Darliana, M.Si

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
PUSAT PENGEMBANGAN DAN PENATARAN GURU ILMU PENGETAHUAN ALAM

(SCIENCE EDUCATION DEVELOPMENT CENTRE)

KATA PENGANTAR
Pusat Pengembangan Penataran Guru Ilmu Penget ahuan Alam (PPPG
IPA) sebagai lembaga diklat memiliki tugas pokok dan fungsi antara lain
mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan sains untuk tingkat
SD, SMP, SMA, SMK , dan SLB. Sebagai lembaga pengembang, PPPG IPA
selalu berupaya meningkatkan p eran dan fungsinya dengan mengembangkan
standardisasi kompetensi tenaga kependidikan, menerapkan standar pelayanan
nasional, serta mengkaji dan mengembangkan bahan diklat yang inovativ,
aktual, dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Modul adalah salah satu bahan diklat yang disusun untuk
mengembangkan model-model pembelajaran sains untuk dikaji, dipahami, dan
diimplementasikan oleh guru -guru dalam proses pembelajaran, agar guru dan
siswa lebih memahami bagaimana proses pemahaman sains. Oleh karena itu,
pada proses belajar mengajar sains, guru harus berorientasi pada tiga hal
pokok, sebagai berikut.
1. Proses sains, siswa belajar dan memahami sains melalui pengamatan,
pengukuran, percobaan, menarik kesimpulan, dan lainnya.
2. Struktur konsep sains yaitu: Fis ika, Biologi, Kimia, dan IPBA.
3.
Berdasarkan tiga aspek tersebut, cara yang ditempuh adalah dengan
lebih mengenalkan konsep -konsep sains dengan cara menggunakan model
keterampilan proses sains dan bahan diklat yang sesuai.
Diharapkan modul ini dapat dimanfaatkan oleh guru -guru di sekolah,
sehingga dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam pembelajaran sains.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu menyertai kita dalam
meningkatkan mutu pendidikan khususnya sains di Indone sia
.
Bandung, November 2005
Plh. Kepala PPPG IPA,

Drs. Suryadi, M.M


NIP. 131 070 737

DAFTAR ISI

Halaman
i
ii
iii
BAB I.

1
A.
B.

BAB II.

1
1
3

A.

B.

BAB III.
BAB IV.

24
EVAL

25
27

ii

DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 1.

Gambar 2.

10

Gambar 3.

Gambar 4.

Bahan-

14

16

iii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Kompetensi Dasar
Merancang dan melakukan percobaan untuk menyelidiki hubungan antara
gaya dan gerak.
a. Membuat model untuk menunjukkan bahwa gaya berpengaruh
terhadap gerak
Merancang model
Menentukan alat dan bahan yang sesuai
Membuat model untuk menunjukkan gaya berpengaruh terhadap
gerak, misalnya membuat jungkat jungkit dan katepel
b. Menyimpulkan bahwa ada hubungan antara gaya dan gerak
Menjelaskan berbagai faktor yang mempengaruhi gerak benda,
misalnya tarikan karet pada katepel, gerak jungkat jungkit
Memberi contoh penggunaan alat yang berhubungan dengan gaya
dan gerak dalam kehidupan sehari -hari
B. Deskripsi Singkat Materi
Gaya merupakan fenomena alam yang abstrak karena tidak dapat
dilihat secara langsung. Adanya gaya hanya dapat dibuktikan dengan
memperhatikan akibat-akibat yang ditimbulkannya. Dalam kehidupan
sehari-hari keberadaan gaya selalu terkait dengan berbagai aktivitas,
misalnya mengangkat meja, mengayuh sepeda, mengerek bendera,
melempar

bola,

membelah

bambu,

menggergaji ,

berjalan,

dan

sebagainya.
Adanya

gaya

yang

bekerja

terhadap

suatu

benda

dapat

menyebabkan perubahan gerak benda tersebut. Benda yang dikenai gaya


geraknya dapat menjadi lebih cepat, dapat pula menjadi lebih lambat. Hal
tersebut tergantung pada arah gay a yang mengenainya. Konsep gaya

hampir selalu berhubungan dengan konsep gerak. Banyak gejala dalam


kehidupan sehari-hari yang dapat digunakan untuk menjelaskan kedua
konsep IPA tersebut. Tetapi pada kenyataan masih banyak siswa yang
belum memahami secara b enar konsep gaya dan gerak, sehingga apa
yang telah dipelajarinya di sekolah tidak dapat digunakan untuk
menyelesaikan permasalahan yang ditemukannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Alasan itulah yang mendasari penyusunan modul ini. Diharapkan
setelah mempelajari modul ini kemampuan guru dalam melaksanakan
pembelajaran konsep gaya dan gerak dapat terus ditingkatkan.
Modul ini membahas konsep gaya yang berkaitan dengan gaya dan
gerak yang meliputi bagaimana m erancang, memilih alat dan bahan yang
sesuai, merakit model hasil rancangan, melakukan penyelidikian untuk
mengetahui faktor-faktor dapat mempengaruhi gerak benda, serta cara
melakukan percobaannya untuk mengetahui hubungan antara gaya dan
gerak.
Pada akhir modul disajikan evaluasi untuk mengetahui sampai
sejauh apa pengguasaan Anda terhadap konsep yang telah dipelajari.
Anda dianggap telah menguasai modul ini secara baik, jika Anda dapat
menjawab lebih besar 80 % dari seluruh soal evaluasi yang ada dalam
modul. Jika hasil jawaban Anda lebih kecil dari 80 % , Anda disarankan
untuk mempelajari kembali isi modul dengan lebih cermat.
Selamat belajar dan sukses selalu !

BAB II
MATERI DAN PENERAPANNYA

Modul ini membahas konsep gaya dan gerak adapun cakupan


bahasannya meliputi pengertian -pengertian dalam gaya dan gerak,
perancangan dan perakitan model alat yang berkaitan dengan gaya dan
gerak, kesesuaian pemilihan alat dan bahan yang akan digunakan, serta
penyelidikian faktor-faktor yang

mempengaruhi hubungan antara gaya

dan gerak.
A. Kasus
Dua orang anak sedang bernain bola di halaman. Jika kedua
anak tersebut secara bergantian melempar bola, ternyata jarak atau
tempat jatuhnya bola berbeda -beda. Sama halnya pada permainan
sepak bola. Bola bergerak jauh jika ditendang keras dan akan
bergerak dekat jika ditendang pelan. Masih banyak permainan ataupun
kejadian serupa dengan kedua peristiwa di atas. Faktor apa saja yang
mempengaruhinya? Bagaimana menyelidiki hubungan yang ada pada
masalah tersebut? Alat apa yang dapat dibuat untuk menyelidiki
masalah tersebut?
Permasalahan tersebut tentunya sering terjadi dan sering kita
temukan dalam kehidupan sehari -hari. Pemahaman siswa terhadap
suatu konsep IPA akan menjadi semakin baik jika guru dapat membuat
berbagai kegiatan yang dapat membangkitkan rasa ingin tahu sisw a.
Kegiatan

yang

sifatnya

mengarah

ke

penelitian

akan

dapat

meningkatkan motivasi siswa, sehingga siswa dapat memahami


dengan benar hubungan yang berlaku setiap peristiwa/gejala IPA yang
menjadi perhatiannya.
Jika rasa ingin tahu siswa terhadap hubungan y ang berlaku
dalam setiap peristiwa/gejala IPA telah tertanam dengan baik,
diharapkan siswa mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan

permasalahan-permasalahan yang dihadapinya dalam kehidupan


sehari-hari.
B. Analisis dan Teori
Modul ini membahas konsep gaya dan gerak adapun cakupan
bahasannya meliputi pengertian -pengertian dalam gaya dan gerak,
perancangan dan perakitan model alat yang berkaitan dengan gaya
dan gerak, pemilihan alat dan bahan yang sesuai, penyelidikian faktor faktor yang mempengaruhi hubung an antara gaya dan gerak. Secara
rinci pembahasan materi disajikan sebagai berikut.
1. Beberapa Pengertian
a. Pengertian gaya
Seorang anak dikatakan membangkitkan gaya jika anak
tersebut menarik atau mendorong suatu benda. Jika gaya yang
dibangkitkan cukup, benda dapat tertarik atau terdorong. Tetapi
jika gaya yang diberikannya kurang, benda tetap dalam
keadaan diam atau dengan kata lain benda tidak tertarik atau
terdorong. Gaya sebenarnya merupakan sesuatu yang abstrak,
karena yang dapat dirasakan oleh indera berupa akibat yang
ditimbulkan gaya tersebut.
Gaya dapat dibedakan menjadi gaya sentuh dan gaya tak
sentuh. Suatu gaya dinamakan gaya sentuh jika antara sumber
gaya dengan benda yang dipengaruhinya saling bersentuhan.
Contoh :
- Tarikan atau dorongan terhadap. sebuah meja.
Suatu gaya dinamakan gaya tak sentuh atau gaya medan jika
antara sumber gaya dengan benda yang dipengaruhinya tidak
saling bersentuhan.
Contoh :
Tertariknya potongan kertas oleh mistar plastik yang telah
digosok.

Jenis-jenis

gaya

berdasarkan

sumbernya

atau

penyebabnya adalah : gaya otot, gaya mesin, gaya magnet,


gaya listrik, gaya pegas, gaya gravitasi, gaya gesekan, dsb.
b. Cara Menggambarkan Gaya
Gaya digambarkan dengan sebuah ruas garis yang salah
satu ujungnya runcing atau sebuah anak panah. Panjang anak
panah

menunjukkan

besar

gaya.

Arah

anak

panah

menunjukkan arah gaya.


Perhatikan gambar di bawah ini !
B
A

30 0

= titik tangkap gaya

= ujung vektor (gaya)

AB = panjang vektor (besar ve ktor)


30 0 = arah vektor (gaya)
Perhatikan gambar di bawah ini !
35 N

Jika setiap ruas garis bernilai 7 satuan gaya, maka besar


gaya adalah 35 satuan gaya.
c. Resultan Gaya
Perhatikan gambar di bawah ini !

Beberapa orang anak sedang m elakukan permainan tarik


tambang. Kelompok pertama menarik ke arah kanan, sedangkan
kelompok lawannya menarik ke sebelah kiri. Di awal permainan
tambang dalam keadaan seimbang, kemudian secara perlahan
tambang bergeser ke arah kelompok kanan. Kedua kelompo k
memberikan

gaya

yang

saling

berlawanan.

Gaya

total

yang

menyebabkan tambang bergerak kearah kelompok kanan dinamakan


resultan gaya.
Gaya-gaya yang bekerja pada benda dapat merupakan gaya
searah, dapat juga gaya -gaya yang berlawanan arah. Untuk
menentukan gaya total atau resultan dari beberapa gaya dapat
ditentukan dengan beberapa cara.
Kita dapat membedakan resultan gaya yang bekerja pada
suatu benda menjadi 2 bagian yaitu :
1) Resultan gaya-gaya segaris-lurus
Resultan gaya segaris-lurus dapat ditentukan dengan 2 cara, yaitu :
a) Gaya-gaya searah
Besar resultan gaya yang gaya -gayanya searah dapat
ditentukan dengan menjumlahkan semua gaya -gaya yang
bekerja pada benda.
F1

F2

R = F 1 + F2
Peristiwa

dalam

kehidupan

sehari -hari

yang

menunjukkan adanya penjumlahan gaya -gaya searah adalah


bersama-sama mendorong sepeda, bersama -sama menarik
lemari yang berat.

b) Gaya-gaya berlawanan arah


Besar resultan gaya yang gaya -gayanya berlawanan
arah dapat ditentukan dengan mengurangkan gaya yang satu
dengan gaya yang lainnya.
F1

F2
R = F 1 - F2

Peristiwa

dalam

kehidupan

sehari -hari

yang

menunjukkan resultan gaya atau gaya total yang berlawanan


arah adalah olah raga tarik tambang.
c) Resultan gaya-gaya sebidang datar
Dapat ditentukan dengan beberapa cara, yaitu:
1) Metoda jajaran genjang
F1

F2
Nilai resultan kedua gaya tersebut dapat ditentukan
dengan menggunakan persamaan :
R=

F12 + F22 + 2 F1 F2 cos


Peristiwa

dalam

kehid upan

sehari-hari

yang

menunjukkan penggunaan metode jajaran genjang adalah


pemasangan papan reklame atau mengangkat suatu beban
bersama-sama.
d) Sifat-sifat Gaya
1) Gaya dapat mengubah bentuk benda
Jika seorang anak menekan -nekan tanah liat atau
plastisin, maka tanah liat atau plastisin tersebut dapat
dibentuk sesuai dengan keinginannya. Tanah liat atau
plastisin dapat dibuat berbentuk bulat, pipih, atau bentuk -

bentuk lainnya. Penekanan dengan menggunakan tangan


berarti memberikan gaya pada tanah liat atau plastisin.
Berarti gaya bersifat menggubah bentuk benda.
2) Gaya dapat mengubah arah gerak benda
Jika sebuah bola dilemparkan ke arah dinding tembok,
maka setelah bola tersebut menyentuh dinding tembok bola
akan bergerak ke arah yang berbeda dari arah semula.
Berubahnya arah gerak bola disebabkan adanya gaya reaksi
dari dinding tembok karena adanya gaya aksi dari bola. Jadi
dalam hal ini gaya yang dilakukan oleh dinding dapat
mengubah arah gerak bola.
3) Gaya dapat menyebabkan perubahan gerak benda
Sebuah

sepeda

yang

sedang bergerak

dengan

kecepatan tertentu dapat bergerak menjadi lebih cepat jika


sang sopir menginjak pedal gasnya lebih dalam. Sebaliknya
kecepatan sepedanya dapat menjadi lebih lambat jika sang
sopir menginjak pedal remnya le bih dalam.
Penginjakkan pedal gas atau pedal rem tujuannya
untuk menambah atau mengurangi gaya yang dibangkitkan
mesin sepeda. Pada saat pedal gas diinjak, timbul gaya
yang dapat mempercepat laju sepeda, sebaliknya jika pedal
rem yang diinjak timbul gaya yang dapat memperlambat laju
sepeda.
Pengaruh gaya pada suatu benda dapat dilihat juga
pada dua orang anak sedang bernain bola di halaman. Jika
kedua anak tersebut secara bergantian melempar bola,
ternyata jarak atau tempat jatuhnya bola berbeda -beda.
Adanya perbedaan tersebut disebabkan gaya yang diberikan
oleh kedua anak tersebut berbeda. Bola terlempar lebih jauh
karena pengaruh gaya yang besar dan bola hanya terlempar
dekat jika diberikan gaya yang kecil.

Sama halnya pada permainan sepak bola. Bola


bergerak jauh jika ditendang keras dan bergerak dekat jika
ditendang pelan. Keras pelannya tendangan menunjukkan
besar kecilnya gaya yang diberikan pada bola tersebut.
Perhatikan gambar di bawah ini !

Gambar 1. Permainan Sepakbola


Demikian juga Peristiwa mendorong meja, menutup
pintu, menarik beban, memotong kayu, menyobek kertas
dan masih banyak lagi kegiatan lainnya berkaitan erat
dengan gaya. Gaya merupakan fenomena alam yang tidak
dapat

dilihat,

tetapi

keberadaan

atau

akibat

yang

ditimbulkannya dapat dirasakan. Bayangkan apa yang akan


terjadi jika di alam tidak ada gaya. Tentunya banyak sekali
kemungkinan yang akan terjadi.
e) Pengertian Gerak
Tahukah kalian apa yang dimaksud gerak? Pernahkah
kalian melihat balap sepeda?

Bagaimana keadaan atau

perubahan posisi sepeda mulai di garis start sampai di garis


finis?

Perhatikan gambar di bawah ini !

A
0m

50 m

100 m

Gambar 2. Posisi pembalap pada suatu balap sepeda


Sebelum balap sepeda 100 meter dimulai, semua
pembalap berada di garis star. Misalkan sepeda dikendarai oleh
A, C, dan D. Begitu aba -aba star dibunyikan, pembalap sepeda
A, C, dan D berusaha mengayuh sepedanya dengan cepat.
Beberapa saat kemudian ternyata jarak yang dicapai oleh
masing-masing pembalap berbeda. Kedudu kan atau posisi
pembalap sepeda selama bergerak setiap saat berubah
terhadap titik acuan yaitu garis start. Sepeda akan terus
bergerak menjauhi garis start sampai akhirnya mencapai garis
finis.
Waktu yang diperlukan setiap pembalap sepeda hingga
sampai ke garis finis berbeda-beda. Hal tersebut bergantung
pada kecepatan masing -masing pembalap sepeda. Jika kita
perhatikan gambar di atas, pembalap sepeda C lebih dulu
mencapai garis finis; sedangkan pembalap sepeda D paling
akhir mencapai garis finis. Berarti, pada saat balapan sepeda
berlangsung, pembalap sepeda C paling cepat, sedangkan
pembalap sepeda D paling lambat jika dibandingkan dengan
pembalap sepeda C maupun A.

10

Semua pembalap sepeda dikatakan bergerak karena


posisi atau tempat kedudukan masing -masing pembalap sepeda
selalu berubah menjauhi garis start yang dianggap sebagai titik
acuan. Selama bergerak tempat kedudukan atau posisi semua
pembalap sepeda selalu berubah setiap saat terhadap garis
start atau garis yang menjadi acuan. Setelah melewati garis
finish pembalap sepeda berhenti atau diam. Pada saat diam
tempat kedudukan atau posisinya tidak berubah terhadap garis
start.
Berdasarkan pengamatan tersebut, dapat disimpulkan
bahwa yang dimaksud dengan gerak adalah perubahan posisi
atau tempat kedudukan suatu benda terhadap suatu titik yang
menjadi acuan. Dengan kata lain, suatu benda dikatakan dalam
keadaan bergerak apabila posisi atau tempat kedudukannya
selalu berubah setiap saat terhadap suatu titik acuan.
a. Pengertian Jarak
Perhatikan gambar di bawah ini !

Posisi
Awal

0 10
P

Posisi
Akhir

20

30

40
Q

50

60

70

80
R

11

Jika sepeda bergerak dari P menuju R kemudian kembali


lagi dan berhenti di Q, maka jarak yang ditempuh sepeda
tersebut pada saat menempuh lintasan PRQ adalah sama
dengan panjang lintasan PR + panjang lintasan RQ.
Atau :
Jarak = panjang lintasan PRQ
= panjang lintasan PR + panjang lintasan RQ
= 80 Km + ( 80 Km

40 Km )

= 80 Km + 40 Km

Jarak =

120 Km

Berdasarkan uraian tersebut dapat didefinisikan bahwa


yang dimasud dengan jarak adalah panjang lintasan yang
ditempuh suatu benda.
b. Pengertian Perpindahan
Untuk memahami pengertian perpindahan perhatikan
gambar di bawah ini !

Posisi
Awal

10

Posisi
Akhir

20

30
B

40

50

60

70

80

Jika sepeda bergerak dari A menuju C kemudian


bergerak kembali lagi sampai B, maka perpindahan sepeda
tersebut adalah perubahan posisi benda dihitung dari posisi
awal.

12

Berarti :
Perpindahan = perubahan posisi dari posisi awal
Perpindahan = posisi akhir

posisi awal

= posisi B - posisi A
= 30 Km

0 Km

Perpindahan = 40 Km

Berdasarkan uraian tersebut dapat didefinisikan bahwa


yang dimaksud dengan perpindahan adalah perubahan posisi
atau tempat kedudukan benda dihitung dari posisi awalnya.
2. Jenis-jenis Gerak Benda
Berdasarkan lintasannya gerak benda

dapat dibedakan

menjadi :
a. Gerak lurus, adalah gerak benda yang lintasannya berupa garis
lurus.
b. Gerak Parabola, adalah gerak benda yang lintasannya
berbentuk parabola.
c. Gerak Melingkar, adalah gerak benda yang lintasannya berupa
lingkaran.
3. Perancangan dan perakitan model alat gaya dan gerak
Seperti
menyebabkan

telah

diuraikan

gerak

suatu

di

atas,

benda.

bahwa
Untuk

gaya

dapat

meningkatkan

pemahaman dan hubungan yang berlaku dalam/antara gaya dan


gerak, siswa dapat diajak untuk bersama -sama merancang dan
merakit model alat gaya dan gerak.
Model alat yang dapat dibuat untuk menjelaskan hubungan
konsep gaya dengan gerak adalah :
- katepel
- sepeda-sepedaan

13

Adapun prosedur perakitan masing -masing model alat gaya


dan gerak adalah sebagai berikut.
a. Katepel
1) Alat dan Bahan
Papan
Kulit atau imitasi bahan jok
Karet pentil / karet ban bekas
Karet gelang
Pisau
Ampelas
Gergaji
2) Rancangan Alat

karet pentil atau


potongan karet ban bekas

potongan papan

karet gelang

kulit atau imitasi bahan jok

Gambar 3. Bahan-bahan untuk membuat ketapel.

14

3) Prosedur Perakitan
a. Buat pola untuk pegangan katepel pada papan
b. Potong papan dengan menggunakan ger gaji sesuai pola
yang telah kita buat
c. Haluskan potongan yang sesuai dengan pola dengan
menggunakan pisau dan ampelas
d. Potong kulit atau imitasi bahan jok sesuai pola dengan
menggunakan gunting, kemudian haluskan
e. Pilih 2 buah karet pentil, kemudian buang uju ng-ujungnya
sehingga panjang keduanya sama
f. Ikatkan masing-masing ujung kedua karet pentil pada
pegangan katepel dengan menggunakan karet gelang.
g. Ikatkan masing-masing ujung karet pentil berikutnya pada
lubang kulit atau imitasi bahan jok dengan menggunak an
karet gelang.
h. Lakukan uji coba untuk mengetahui kinerja alat untuk
melontarkan kelereng atau kerikil
i.

Lakukan perbaikan jika kinerja alat masih belum


memuaskan.

b. Mobil-mobilan
1) Alat dan Bahan
Kelosan
Lidi
Karet gelang
Pisau

15

2) Rancangan Alat

Gambar 4. Rancangan Alat

3) Prosedur Perakitan
Buat bentuk gerigi pada kelosan dengan menggunakan
pisau.
Potong lidi sesuai dengan diameter kelosan
Potong lidi kurang lebih panjangnya 15 cm
Ikatkan karet gelang pada lidi pertama
Masukkan karet gelang pada lubang kelosan, kemudian
ikatkan pada lidi kedua
Lakukan uji coba untuk mengetahui kinerja alat
Lakukan perbaikan jika diperlukan.

4. Penilaian Perancangan dan Perakitan Alat IPA


Setelah perancangan dan perakitan alat gaya dan gerak
diselesaikan oleh seluruh kelompok, guru meminta kepada seluruh
kelompok untuk memajang alat yang telah dibuat lengkap dengan
gambar rancangannya. Selanjutnya guru memberikan penilaian,
dengan menggunakan format penilaian.

16

Tentunya karena tingkat kesulitan peranc angan dengan


perakitan berbeda, maka kita memberikan pembobotan penilaian
sebagai berikut.
Skor maksimum perancangan alat adalah 30 %
Skor maksimum perakitan alat adalah 70 %
Perakitan mendapatan bobot yang lebih besar karena
menyangkut aspek-aspek pemilihan bahan, keindahan/kerapihan,
dan kinerja alat.
Pembobotan

dalam

penilaian

perlu

dilakukan

supaya

siapapun guru yang memberikan penilaian, terhadap alat yang


dibuat siswa dapat menentukan hasilnya dengan sebaik -baiknya;
adapun contoh format penilaian per ancangan dan perakitan alat
adalah sebagai berikut.

17

Format
Penilaian Perancangan/Perakitan Alat
Nama Alat
Kelompok
a. Ketua
b. Anggota

Hari/Tanggal Penilaian
Kelompok

Nilai
Perancangan
1

Pemilihan
bahan
1 2 3 4

Keamanan
1

Kinerja

Ket.

1 2 3 4

I
II
III
IV
V
VI
Keterangan :
4 = sangat baik
3 = baik
2 = cukup
1 = kurang baik

Penilai 2

NIP.

Penilai 1

NIP.

18

Untuk menentukan pemenang lomba perakitan alat model


gaya dan gerak adalah dengan cara menghitung jumlah total nilai
yang diperoleh setiap kelompok untuk alat -alat yang dibuat oleh
setiap kelompok. Kelompok yang mendapatkan nilai total terbesar
adalah kelompok pemenang 1, dan diikuti oleh kelompok lainnya
yang mendapatkan nilai total yang lebih kecil.

REKAPITULASI PENILAIAN ALAT


Kelompok

Katepel

Nilai
Sepedasepedaan

Nilai
Total

Keterangan

I
II
III
IV
V
VI

Penilai 2

NIP.

Penilai 1

NIP.

19

5. Penyelidikan hubungan gaya dan gerak.


Pada pertemuan berikutnya guru dapat menugaskan kepada
setiap kelompok untuk menyelidiki hubungan antara gaya dengan
gerak dengan menggunakan alat tersebut.
Penugasan guru untuk menyelidiki hubungan gaya denga n
gerak dengan menggunakan alat yang telah dibuat bertujuan
supaya pembelajaran IPA akan menjadi lebih bermakna, karena
diharapkan dengan penyelidikan tersebut siswa dapat menemukan
sendiri konsep IPA yang sedang dipelajarinya. Sebagai pedoman
penyelidikan, siswa dapat menggunakan Lembar Kerja Siswa
sebagai berikut.

20

LKS. 1

Jauhkah Lontaran Katepelmu ?


Penelitian ini harus dilakukan di lapangan yang luas.
Alat dan Bahan
1. Katepel
2. Kelereng ukuran besar
3. Tali Rafia
4. Mistar 1 meter
Cara Melakukan :
1. Letakkan kelerang besar pada katepel
2. Rentangkan/tarik tali katepel sehingga bertambah panjang 2 cm.
3. Rentangkan tali raffia untuk mengetahui jarak jatuhnya kelereng
4. Lontarkan kelereng dengan cara melepas kelereng
5. Beri tanda pada tali rafia sesuai den gan jatuhnya kelereng
6. Ukur panjang tali rafia dengan menggunakan mistar 1 meter.
7. Catat hasilnya dalam tabel.
Kegiatan
1

Panjang rentangan
tali katepel
2 cm

4 cm

6 cm

8 cm

10 cm

12 cm

Jarak lontaran
kelereng

8. Lakukan langkah 1 sampai 7 untuk pertambahan panjang tali


katepel 4 cm, 6 cm, 8 cm, 10 cm, dan 12 cm.
9. Kesimpulan apa yang diperoleh dari kegiatan ini ?

21

Kesimpulan LKS 1

LKS. 2

Mana yang Lebih Jauh ?


Penelitian ini harus dilakukan di lapangan yang luas. Ukuran kedua
kelereng (bola kaca dan bola besi) harus sama.

Alat dan Bahan


1. Katepel
2. Kelereng kaca (bola kaca)
3. Kelereng besi (bola besi)
4. Tali Rafia
5. Mistar 1 meter
Cara Melakukan :
1. Letakkan kelerang kaca (bola kaca) pada katepel
2. Rentangkan/tarik tali katepel sehingga bertambah panjang 3 cm
3. Rentangkan tali rafia untuk mengetahui jarak jatuhnya kelere ng
4. Lontarkan kelereng kaca dengan cara melepas kelereng
5. Beri tanda pada tali rafia sesuai dengan jatuhnya kelereng
6. Ukur panjang tali rafia dengan menggunakan mistar 1 meter.
7. Ulangi untuk panjang rentangan tali katepel 6 cm, 9 cm, 12 cm,
dan 15 cm.
8. Catat seluruh hasilnya dalam tabel.

22

Kegiatan

Panjang rentangan
tali katepel

3 cm

6 cm

9 cm

12 cm

15 cm

Jarak lontaran
Bola kaca

Bola Besi

9. Lakukan langkah 1 sampai 7 untuk bola besi.


10. Kesimpulan apa yang diperoleh dari kegia tan ini ?

Kesimpulan LKS 2

23

BAB III
RANGKUMAN

1. Gaya adalah tarikan atau dorongan.


2. Gaya mempunyai sifat antara lain dapat mengubah bentuk benda,
mengubah gerak benda, dan mengubah arah gerak benda.
3. Satuan gaya adalah Newton (MKS) dan dyne (cgs).
4. Gaya dapat digambarkan dengan ruas garis yang salah satu
ujungnya runcing atau sebuah anak panah.
5. Resultan gaya adalah gaya total yang bekerja pada suatu benda.
6. Gerak, adalah perubahan posisi atau tempat kedudukan suatu
benda setiap saat terhadap suatu titik acuan.
7. Gerak lurus, adalah gerak benda yang lintasannya berupa g aris
lurus.
8. Gerak Parabola, adalah gerak benda yang lintasannya berbentuk
parabola.
9. Gerak Melingkar, adalah gerak benda yang lintasannya berupa
lingkaran.
10. Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh suatu benda.
11. Perpindahan adalah perubahan posisi atau tem pat kedudukan
benda dihitung dari posisi awalnya.

24

BAB IV
EVALUASI

1. Jelaskan pengertian gaya dan berikan contohnya!


2. Sebutkan sifat-sifat gaya!
3. Apa perbedaan resultan gaya dengan gaya efektif?
4. Dua buah gaya setitik tangkap masing -masing besarnya 6 N dan 10 N.
Gambarkan dan hitung resultan gayanya!
5. Dua buah gaya mempunyai nilai atau harga yang sama dengan
resultan gayanya. Hitung sudut apit kedua gaya tersebut!
6. Tiga buah gaya segaris masing -masing besarnya 30 N, 75 N, dan 82
N. Hitung Resultan gayanya jika gaya pertama dan ketiga searah
sedangkan gaya kedua berlawanan arah.
7. Dua buah gaya setitik tangkap masing -masing besarnya 6 N dan 10 N.
Hitung dan gambarkan 5 resultan gaya yang mungkin dibentuk oleh
kedua gaya!
8. Dua buah gaya mempunyai nilai atau harga yang sama dengan
resultan gayanya. Hitung sudut apit kedua gaya tersebut!
9. Tiga buah gaya segaris masing -masing besarnya 30 N, 75 N, dan 82
N. Hitung Resultan gayanya jika gaya pertama dan ketiga searah
sedangkan gaya ke dua berlawanan arah.
10. Tiga buah gaya segaris masing -masing besarnya 150 N, 95 N, dan
120 N.
Tentukan :
a. diagram gaya
b. resultan gaya

25

11. Tentukan besar dua gaya sebidang, jika besar resultan gayanya sama
dengan masing-masing gayanya !
12. Perhatikan gambar di bawah ini !

C
-8

A
-6

-4

-2

Benda mula-mula ada di titik A, bergerak sampai di titik B kemudian


kembali lagi melintasi titik D dan A, dan akhirnya berhenti di titik C.
Tentukan :
a. Jarak yang ditempuh benda
b. Perpindahan benda

26

DAFTAR PUSTAKA

DeWitt, 1981

A Beka Book Publications,

Pensacola, Christian College, Florida.

Douglas C. Giancoli, 1994 , Physics Principles with Applications ,


Prentice-Hall International, Inc, Englewood Cliffs, NewJersey.

John Avison, 1983, The World of Physics, Thomas Nelson and Sons Ltd,
Nelson House Mayfield Road, Waston -on-Thames KK 12 5 PL.

Marthen Kanginan, 1989, Fisika SMA, Erlangga, Jakarta.

Schaim-Walter, 1989, Fisika PSSC, Erlangga, Jakarta.

Silvia Chaplin-John Keighley, 1981, Focus on Physics, second edition,


Wheaton adivision of Pergamon Press.

27