Anda di halaman 1dari 79

KEBIJAKAN & STRATEGI PERTAMINA

DALAM KONSERVASI ENERGI

HSSE Corporate Maret 2012

KEBIJAKAN & STRATEGI PERTAMINA DALAM KONSERVASI ENERGI HSSE Corporate Maret 2012

OUTLINE

OUTLINE Dasar Hukum & Kebijakan Konservasi Energi Konservasi Energi dalam PROPER KPI Energy Efficiency Improvement
Dasar Hukum & Kebijakan Konservasi Energi
Dasar Hukum & Kebijakan Konservasi Energi
OUTLINE Dasar Hukum & Kebijakan Konservasi Energi Konservasi Energi dalam PROPER KPI Energy Efficiency Improvement

Konservasi Energi dalam PROPER KPI Energy Efficiency Improvement

Energi dalam PROPER KPI Energy Efficiency Improvement MUSIcool : Refrigeran Ramah Lingkungan & Hemat Energi
MUSIcool : Refrigeran Ramah Lingkungan & Hemat Energi
MUSIcool :
Refrigeran Ramah Lingkungan & Hemat Energi
Pembudayaan Hemat Energi
Pembudayaan Hemat Energi
KPI Energy Efficiency Improvement MUSIcool : Refrigeran Ramah Lingkungan & Hemat Energi Pembudayaan Hemat Energi
KPI Energy Efficiency Improvement MUSIcool : Refrigeran Ramah Lingkungan & Hemat Energi Pembudayaan Hemat Energi

DASAR HUKUM DAN KEBIJAKAN

KONSERVASI ENERGI

DASAR HUKUM DAN KEBIJAKAN KONSERVASI ENERGI
DASAR HUKUM DAN KEBIJAKAN KONSERVASI ENERGI
DASAR HUKUM DAN KEBIJAKAN KONSERVASI ENERGI

DASAR HUKUM

UU No. 30 Tahun 2007 tentang Energi

UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Peraturan Pemerintah No. 70 tahun 2009 tentang Konservasi Energi

Inpres No. 2 Tahun 2008 tentang Penghematan Energi dan Air

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002

Tahun 2004 tentang Kebijakan Pengembangan Energi Terbarukan

dan Konservasi Energi (Pengembangan Energi Hijau)

Peraturan Menteri ESDM No. 0031 Tahun 2005 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penghematan Energi

Permen LH 5 Tahun 2011 tentang Program Penilaian Peringkat

Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER)

Efficiency

Kontrak

Manajemen

Direksi

2011

&

2012

:

Energy

Improvement

KPI Direksi Tahun 2011 dan 2012 : Energy Efficiency Improvement

Direksi 2011 & 2012 : Energy Improvement • KPI Direksi Tahun 2011 dan 2012 : Energy
Direksi 2011 & 2012 : Energy Improvement • KPI Direksi Tahun 2011 dan 2012 : Energy

Kep Menteri ESDM No 0002/2004 :

Kebijakan Pengembangan Energi Terbarukan & Konservasi Energi (Pengembangan Energi Hijau)

Pasal 7 (1) Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2

bertanggung jawab:

a.

melaksanakan konservasi energi dalam setiap tahap pelaksanaan usaha; dan

b.

menggunakan teknologi yang efisien energi; dan/atau

c.

menghasilkan produk dan/atau jasa yang hemat energi.

Pelaksanaan konservasi energi meliputi :

a. perencanaan yang berorientasi pada penggunaan teknologi yang efisien energi;

b. pemilihan prasarana, sarana, peralatan, bahan, dan proses yang secara langsung ataupun tidak langsung menggunakan energi yang efisien; dan

c. pengoperasian sistem yang efisien energi.

secara langsung ataupun tidak langsung menggunakan energi yang efisien; dan c. pengoperasian sistem yang efisien energi.
secara langsung ataupun tidak langsung menggunakan energi yang efisien; dan c. pengoperasian sistem yang efisien energi.

KEBIJAKAN HSE / K3LL

KEBIJAKAN HSE / K3LL
KEBIJAKAN HSE / K3LL
KEBIJAKAN HSE / K3LL
KEBIJAKAN HSE / K3LL
KOMITMEN PERTAMINA MENUJU GREEN BUSINESS
KOMITMEN PERTAMINA MENUJU GREEN BUSINESS
KOMITMEN PERTAMINA MENUJU GREEN BUSINESS Manajemen Energi
KOMITMEN PERTAMINA MENUJU GREEN BUSINESS Manajemen Energi

Manajemen Energi

KOMITMEN PERTAMINA MENUJU GREEN BUSINESS Manajemen Energi
KOMITMEN PERTAMINA MENUJU GREEN BUSINESS Manajemen Energi
KOMITMEN PERTAMINA MENUJU GREEN BUSINESS Manajemen Energi
Integrasi Aspek Lingkungan pada operasi dan bisnis Pertamina
Integrasi Aspek Lingkungan pada operasi dan bisnis
Pertamina
Integrasi Aspek Lingkungan pada operasi dan bisnis Pertamina
Integrasi Aspek Lingkungan pada operasi dan bisnis Pertamina
Integrasi Aspek Lingkungan pada operasi dan bisnis Pertamina

Berbagai Teknologi Ramah Lingkungan terus diaplikasikan

Enclosed
Enclosed

emisi Nox dan CO rendah

Flare System tipe HTF Co2 Recyccles Removal water Unit Cooling Efisiensi konsumsi air Substitusi HSD
Flare System
tipe HTF
Co2
Recyccles
Removal
water
Unit
Cooling
Efisiensi konsumsi air
Substitusi
HSD menjadi
Zero Flaring
gas sebagai
bahan bakar
generator
Green
Business
Bottom
Loading pada
Optimasi Air
tank truck
Preheating
filling
Subtitusi TEL
menjadi
Flare Gas
MTBE
Recovery
Otimasi
Floating Roof
Boiler &
Tank
Furnace
Efisiensi refinery fuel
Reduksi emisi VOC 60 – 80%

Reduksi emisi CO2

Reduksi emisi CO2

Reduksi emisi 5000 ton Co2e/thn

Efisiensi refinery fuel

Reduksi emisi hidrokarbon

Utilisasi gas buang

Reduksi kadar polutan

emisi 5000 ton Co2e/thn Efisiensi refinery fuel Reduksi emisi hidrokarbon Utilisasi gas buang Reduksi kadar polutan
emisi 5000 ton Co2e/thn Efisiensi refinery fuel Reduksi emisi hidrokarbon Utilisasi gas buang Reduksi kadar polutan

KONSERVASI ENERGI DALAM

PROPER-LH

KONSERVASI ENERGI DALAM PROPER-LH
KONSERVASI ENERGI DALAM PROPER-LH
KONSERVASI ENERGI DALAM PROPER-LH
Definisi PROPER PROPER merupakan instrumen penaatan alternatif yang dikembangkan untuk bersinergi dengan instrumen
Definisi PROPER
Definisi PROPER
Definisi PROPER PROPER merupakan instrumen penaatan alternatif yang dikembangkan untuk bersinergi dengan instrumen

PROPER merupakan instrumen penaatan alternatif yang dikembangkan untuk

bersinergi dengan instrumen

penaatan lainnya guna mendorong penaatan perusahan

terhadap pengelolaan lingkungan

melalui penyebaran informasi kinerja kepada masyarakat

mendorong penaatan perusahan terhadap pengelolaan lingkungan melalui penyebaran informasi kinerja kepada masyarakat
mendorong penaatan perusahan terhadap pengelolaan lingkungan melalui penyebaran informasi kinerja kepada masyarakat
Tujuan dan Sasaran PROPER
Tujuan dan Sasaran PROPER
Tujuan • Peningkatan penataatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan. • Peningkatan komitmen stakeholder dalam
Tujuan
• Peningkatan penataatan
perusahaan dalam
pengelolaan lingkungan.
• Peningkatan komitmen
stakeholder dalam kelesetarian
lingkungan.
• Peningkatan kesadaran pelaku
usaha pada penaatan
ketentuan pengelolaan
lingkungan.
• Penerapan prinsip 3R (Reuse,
Recycle dan Recovery) dalam
pengelolaan lingkungan.
Sasaran • Peningkatan kualitas lingkungan. • Pembangunan berkelanjutan • Sumber daya alam yang terjaga •
Sasaran
• Peningkatan kualitas
lingkungan.
• Pembangunan berkelanjutan
• Sumber daya alam yang
terjaga
• Terciptanya iklim kegiatan
usaha yang ramah lingkungan
dengan mengutamakan
penerapan produksi bersih
yang terjaga • Terciptanya iklim kegiatan usaha yang ramah lingkungan dengan mengutamakan penerapan produksi bersih
yang terjaga • Terciptanya iklim kegiatan usaha yang ramah lingkungan dengan mengutamakan penerapan produksi bersih
Penyebaran Informasi menyebabkan reaksi dan interaksi antara pihak-pihak yang terkait Penyebaran kinerja tingkat
Penyebaran Informasi menyebabkan
reaksi dan interaksi antara
pihak-pihak yang terkait
Penyebaran kinerja
tingkat penaatan
Perusahaan pada
skala nasional dapat
meningkatkan tingkat
Penyebaran informasi kinerja
penaatan perusahaan ke publik menciptakan
insentif dan disinsentif reputasi
tekanan kepada perusahan dengan
kinerja jelek, dan penghargaan
penaatan perusahaan
bagi yang berkinerja baik.
Penyebaran tingkat penaatan basal
nasional lebih efektif dibandingkan
pada skala lokal
bagi yang berkinerja baik. Penyebaran tingkat penaatan basal nasional lebih efektif dibandingkan pada skala lokal
bagi yang berkinerja baik. Penyebaran tingkat penaatan basal nasional lebih efektif dibandingkan pada skala lokal

Dasar Hukum Pelaksanaan PROPER

UU No. 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan hidup

Permen LH No. 5 Tahun 2011 tentang Program Penilaian

Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan

Hidup

PROPER bersifat mandatory, artinya wajib untuk dilaksanakan dan ditaati bagi semua perusahaan termasuk Pertamina

PROPER merupakan salah satu mekanisme Penegakan Hukum Lingkungan melalui instrumen Non Hukum.

PROPER berorientasi kepada Hasil Akhir Pengelolaan Lingkungan

(Output Control Oriented) hal ini berbeda dengan ISO-14001 yang

berorientasi kepada proses

Peringkat kinerja PROPER berorientasikan kepada hasil yang telah dicapai perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

 Peringkat kinerja PROPER berorientasikan kepada hasil yang telah dicapai perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.
 Peringkat kinerja PROPER berorientasikan kepada hasil yang telah dicapai perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

Bidang (minimal) yang dinilai dalam

PROPER

PENGELOLAAN B3/Limbah B3

PENGELOLAAN EMISI UDARA

PENGELOLAAN LIMBAH

CAIR (TERMASUK LIMBAH YANG

DIBUANG DI LAUT)

PENERAPAN AMDAL

B3/Limbah B3 PENGELOLAAN EMISI UDARA PENGELOLAAN LIMBAH CAIR (TERMASUK LIMBAH YANG DIBUANG DI LAUT) PENERAPAN AMDAL
B3/Limbah B3 PENGELOLAAN EMISI UDARA PENGELOLAAN LIMBAH CAIR (TERMASUK LIMBAH YANG DIBUANG DI LAUT) PENERAPAN AMDAL

PROPER dalam bingkai UU PPLH (UU No. 32/2009)

Adanya unsur pidana jika melebihi standard baku mutu lingkungan hidup

Adanya atuan aturan lain

yang tidak boleh dilanggar

(dumping, pembakaran lahan,

informasi palsu dll)

PROPER

PENGAWASAN

Pelanggaran-konsekuensi

UU 32/2009

(dumping, pembakaran lahan, informasi palsu dll) PROPER – PENGAWASAN Pelanggaran-konsekuensi UU 32/2009
(dumping, pembakaran lahan, informasi palsu dll) PROPER – PENGAWASAN Pelanggaran-konsekuensi UU 32/2009

Area Penilaian

Ref. Permen LH No. 5 Tahun 2011

Peringkat

Area Penilaian

Compliance

Level

Disclosure

Impact

Emas

Sistem Manajemen Lingkungan

Konservasi Air

Pengurangan Pencemar Udara

Efisiensi Energi

Perlindungan Keanekaragaman

Hayati

Pengurangan dan Pemanfaatan

Limbah B3

3R (Reuse, Reduce, Recycle) Limbah Padat Non B3

Community Development

Lebih Taat

Insentif Reputasi

Hijau

Biru

Merah

AMDAL

Pengendalian Pencemaran Air

dan Laut

Pengendalian Pencemaran Udara

Pengelolaan Limbah B3

Taat

Disincentive

Reputation

Hitam

Air dan Laut • Pengendalian Pencemaran Udara • Pengelolaan Limbah B3 Taat Disincentive Reputation Hitam
Air dan Laut • Pengendalian Pencemaran Udara • Pengelolaan Limbah B3 Taat Disincentive Reputation Hitam
Mekanisme Penilaian PROPER
Mekanisme Penilaian PROPER
Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan

Penerapan

Sistem

Manajemen

Lingkungan

Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan

Pemanfaatan Sumber Daya

Corporate Social Responsibility / Community Development
Corporate
Social
Responsibility
/
Community
Development

EMASCorporate Social Responsibility / Community Development Passing Grade HIJAU Passing Grade Beyond Compliance TAAT

Social Responsibility / Community Development EMAS Passing Grade HIJAU Passing Grade Beyond Compliance TAAT
Passing Grade
Passing Grade

HIJAUResponsibility / Community Development EMAS Passing Grade Passing Grade Beyond Compliance TAAT KURANG TAAT TIDAK

Passing Grade
Passing Grade
Beyond Compliance
Beyond Compliance
TAAT KURANG TAAT TIDAK TAAT
TAAT
KURANG
TAAT
TIDAK TAAT

Pengendalian Pencemaran Laut Pengelolaan Limbah B3

Pengendalian Pencemaran Udara

Pengendalian Pencemaran Air Pelaksanaan AMDAL

Aspek Penaatan
Aspek Penaatan
BIRU
BIRU

MERAHLimbah B3 Pengendalian Pencemaran Udara Pengendalian Pencemaran Air Pelaksanaan AMDAL Aspek Penaatan BIRU HITAM

HITAM

Limbah B3 Pengendalian Pencemaran Udara Pengendalian Pencemaran Air Pelaksanaan AMDAL Aspek Penaatan BIRU MERAH HITAM
Limbah B3 Pengendalian Pencemaran Udara Pengendalian Pencemaran Air Pelaksanaan AMDAL Aspek Penaatan BIRU MERAH HITAM
Kriteria PROPER Ref. Permen LH No. 5 Tahun 2011
Kriteria PROPER
Ref. Permen LH No. 5 Tahun 2011

PERINGKAT

 

KETERANGAN

 

Telah secara konsisten

menunjukkan keunggulan

lingkungan (environmental melaksanakan bisnis yang

EMAS

excellency) dalam proses produksi dan/atau jasa, beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.

 

Telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam

HIJAU

peraturan (beyond compliance) melalui pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumberdaya secara efisien melalui upaya 4R (Reduce, Reuse, Recycle dan Recovery), dan melakukan upaya tanggung jawab sosial (CSR/Comdev) dengan baik.

 

Telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai

BIRU

dengan ketentuan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.

MERAH

Upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan belum sesuai dengan persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan dan dalam tahapan melaksanakan sanksi administrasi

 

Sengaja melakukan perbuatan atau melakukan kelalaian yang mengakibatkan

HITAM

pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan serta pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku atau tidak melaksanakan sanksi administrasi

serta pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku atau tidak melaksanakan sanksi administrasi
serta pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku atau tidak melaksanakan sanksi administrasi
LAMA (2010) Permen LH 5/2011
LAMA (2010)
Permen LH 5/2011
LAMA (2010) Permen LH 5/2011
LAMA (2010) Permen LH 5/2011

Mekanisme Penilaian Hijau dan Emas

Mekanisme Penilaian Hijau dan Emas
Mekanisme Penilaian Hijau dan Emas
Mekanisme Penilaian Hijau dan Emas

PERKEMBANGAN PERINGKAT PROPER PERTAMINA

TAHUN 2003 S/D 2010

PERINGKAT

 

Periode Penilaian PROPER

 

2003

2004

2005

2007

2009

2010

Emas

-

-

-

-

-

-

Hijau

-

-

2

3

3

9

Biru

1

10

15

23

25

50

Biru Minus

-

-

-

14

27

-

Merah

2

7

12

4

5

6

Merah Minus

-

-

-

2

3

-

Hitam

1

1

-

-

1

-

Jumlah peserta PERTAMINA

4

18

29

46

64

65

Jumlah peserta PROPER (seluruh perusahaan)

85

251

466

516

627

650

Jumlah unit/area Pertamina vs Total Peserta PROPER (%)

4.71

7.17

6.22

8.91

10.27

10.00

Keterangan :

Tahun 2005 - 2006 tidak ada penilaian PROPER Tahun 2006-2007 dan 2007 - 2008 ditetapkan perubahan kategori peringkat dimana terdapat peringkat Biru Minus dan Merah Minus. Namun pada penilaian 2009-2010 kategori peringkat kembali seperti semula

terdapat peringkat Biru Minus dan Merah Minus. Namun pada penilaian 2009-2010 kategori peringkat kembali seperti semula
terdapat peringkat Biru Minus dan Merah Minus. Namun pada penilaian 2009-2010 kategori peringkat kembali seperti semula

PERINGKAT PROPER UNIT/AREA OPERASI PERTAMINA

TAHUN 2009 s/d 2011

Terdapat peningkatan yang cukup signifikan peringkat PROPER tahun 2019, 2010 dan 2011

Tahun 2009

Tahun 2010

Tahun 2011

Peringkat

Jumlah

Peringkat

Jumlah

Peringkat

Jumlah

Emas

0

Emas

0

Emas

2

Hijau

3

Hijau

9

Hijau

25

Biru

25

Biru

50

Biru

58

Biru Minus

27

Merah

5

       

Merah

 

Merah

6

Merah

6

minus

3

Hitam

1

Hitam

0

Hitam

0

Tahun 2006-2007 dan 2007 - 2008 ditetapkan perubahan kategori peringkat

dimana terdapat peringkat Biru Minus dan Merah Minus. Namun pada penilaian 2009-2010 kategori peringkat kembali seperti semula

terdapat peringkat Biru Minus dan Merah Minus. Namun pada penilaian 2009-2010 kategori peringkat kembali seperti semula
terdapat peringkat Biru Minus dan Merah Minus. Namun pada penilaian 2009-2010 kategori peringkat kembali seperti semula

TARGET PROPER 2012

Tahun 2010

Tahun 2011

Target 2012

Peringkat

Jumlah

Peringkat

Jumlah

Peringkat

Jumlah

Emas

0

Emas

2

Emas

7

Hijau

9

Hijau

25

Hijau

58

Biru

50

Biru

58

Biru

61

Merah

6

Merah

6

Merah

0

Hitam

0

Hitam

0

Hitam

0

Jumlah

65

Jumlah

92

Jumlah

126

6 Merah 6 Merah 0 Hitam 0 Hitam 0 Hitam 0 Jumlah 65 Jumlah 92 Jumlah
6 Merah 6 Merah 0 Hitam 0 Hitam 0 Hitam 0 Jumlah 65 Jumlah 92 Jumlah

KEY PERFORMANCE INDICATOR

ENERGY EFFICIENCY IMPROVEMENT

KEY PERFORMANCE INDICATOR ENERGY EFFICIENCY IMPROVEMENT
KEY PERFORMANCE INDICATOR ENERGY EFFICIENCY IMPROVEMENT
KEY PERFORMANCE INDICATOR ENERGY EFFICIENCY IMPROVEMENT

KPI ENERGY EFFICIENCY IMPROVEMENT

Mengukur efisiensi yang dilakukan dalam penggunaan energi di gedung

Efisiensi penggunaan listrik di gedung perkantoran Pertamina yang dihitung berdasarkan persentase pengurangan jumlah energi listrik (dalam KWh/m2) dibandingkan dengan tahun sebelumnya

2011 : Target penurunan 5% dari pemakaian 2010

2012 : Target penurunan 7.5% dari pemakaian 2010

Program energy efficiency sangat terkait dengan program emission reduction, khususnya emisi gas rumah kaca.

2010 • Program energy efficiency sangat terkait dengan program emission reduction, khususnya emisi gas rumah kaca.
2010 • Program energy efficiency sangat terkait dengan program emission reduction, khususnya emisi gas rumah kaca.

Kontrak Manajemen Tahun 2011

 

RKAP 2011

BOBOT

 

Strategic / Inisiatif Stratejik

 

20.00 T

%

OPM 8.

a. Emission Reduction

0.07

% Reduction

2.00

 

b.

Energy Efficiency Improvement

5.00

% Reduction

2.00

OPM 9.

Number of Major Oil Spill

0

Jumlah Insiden

2.00

Supporting / Enabler (SEN)

   

SEN 1.

Score Assesment GCG Pertamina

87.00

%

3.00

SEN 2.

Rasio jumlah pekerja Non Operasi terhadap Operasi

1:5

Rasio

3.00

SEN 3.

PKBL

   

a. Efektifitas Penyaluran

95.00

%

2.00

 

b. Efektifitas Pengembalian

90.00

%

2.00

Sumber : Town Hall Meeting, 18 Februari 2011

% 2.00   b. Efektifitas Pengembalian 90.00 % 2.00 Sumber : Town Hall Meeting, 18 Februari
% 2.00   b. Efektifitas Pengembalian 90.00 % 2.00 Sumber : Town Hall Meeting, 18 Februari
Page 32

Page 32

Page 32
Page 33

Page 33

Page 33
Page 34

Page 34

Page 34

Pencapaian KPI EEI Tahun 2011

Pencapaian KPI EEI Tahun 2011
Pencapaian KPI EEI Tahun 2011
Pencapaian KPI EEI Tahun 2011

REALISASI KPI ENERGY EFFICIENCY IMPROVEMENT

Target 2011 : Efisiensi energi perkantoran sebesar 5%

dibandingkan konsumsi 2010

Konsumsi listrik 2010 : 56,645,635 KWh

Konsumsi listrik 2011 : 52,721,007 KWh

Terjadi penurunan konsumsi sebesar 3,924,628 KWh atau sebesar

6.93 % atau 138% diatas target 2011

     

KwH

%

No.

Lokasi

Konsumsi 2010

Konsumsi 2011

2010 vs 2011

1

PERKANTORAN JAKARTA (GENERAL SUPPORT)

30,278,216

29,095,011

3.91

2

PERKANTORAN DIREKTORAT REFINING

17,209,253

15,008,531

12.79

3

PERKANTORAN DIREKTORAT M&T

9,158,166

8,617,465

5.90

 

TOTAL

56,645,635

52,721,007

6.93

3 PERKANTORAN DIREKTORAT M&T 9,158,166 8,617,465 5.90   TOTAL 56,645,635 52,721,007 6.93
3 PERKANTORAN DIREKTORAT M&T 9,158,166 8,617,465 5.90   TOTAL 56,645,635 52,721,007 6.93

Konsumsi Listrik Perkantoran Bulanan (Jan - Des 2011)

5,000,000 4,500,000 4,000,000 3,500,000 3,000,000 TOTAL 2,500,000 2,000,000 Kantor Pusat 1,500,000 1,000,000
5,000,000
4,500,000
4,000,000
3,500,000
3,000,000
TOTAL
2,500,000
2,000,000
Kantor Pusat
1,500,000
1,000,000
Perkantoran Dit.
Refining
500,000
0
Perkantoran Dit.
M&T
kWh
Jan-11
Feb-11
Mar-11
Apr-11
Mei-11
Juni-11
Juli-11
Agst-11
Sep-11
Okt-11
Nov-11
Des-11

Bulan

Berbagai upaya yang telah dilakukan :

Retrofit MUSIcool sebagai refrigerant AC di Gedung Utama & Annex Kantor Pusat, RU IV Cilacap, RU V Balikpapan, Kantor M&T Jakarta, Semarang, Palembang dan Jayapura.

Pengaturan dan perubahan jam operasional AC, semula jam 04.30 21.00 menjadi 06.00 18.00

Perubahan setting temperatur AC, semula 18-21

celcius menjadi 25-26 celcius.

Pengaturan switch dan sambungan lampu (re- grouping) di lantai 1, 6, 8, 9 dan14 Gedung Utama Pertamina.
Pemasangan automatic sensor lamp pada toilet gedung Annex lantai 1 sampai 9.

Pemakaian lampu hemat energi.

Kampanye Budaya Hemat Energi

Konsumsi Listrik Perkantoran Tahun Konsumsi Listrik Perkantoran (Jan-Des 2011) 2010 8,617,465 9,158,166 16% 16%
Konsumsi Listrik Perkantoran Tahun
Konsumsi Listrik Perkantoran (Jan-Des 2011)
2010
8,617,465
9,158,166
16%
16%
30,278,215
PERKANTORAN
JAKARTA (GENERAL
SUPPORT)
17,209,253
54%
15,008,531
29,095,011
30%
29%
55%
PERKANTORAN
DIREKTORAT REFINING
PERKANTORAN
DIREKTORAT M&T
54% 15,008,531 29,095,011 30% 29% 55% PERKANTORAN DIREKTORAT REFINING PERKANTORAN DIREKTORAT M&T
54% 15,008,531 29,095,011 30% 29% 55% PERKANTORAN DIREKTORAT REFINING PERKANTORAN DIREKTORAT M&T

KPI EEI TAHUN 2012

KPI EEI TAHUN 2012
KPI EEI TAHUN 2012
KPI EEI TAHUN 2012

Juknis for General Affairs 2012

Energy efficiency Improvement

Division/Function

:

Asset Management

Attachment

:

-

Position

:

VP

Date

:

February 2012

 

Page

:

4

KPI

Energy Efficiency Improvement

KPI definition

Upaya efisiensi yang dilakukan dalam penggunaan energi di perusahaan

Formula

Efisiensi penggunaan listrik di gedung-gedung perkantoran Pertamina yang dihitung berdasarkan persentase pengurangan jumlah energi listrik (dalam KWh) dibandingkan dengan tahun sebelumnya (basis perhitungan tahun 2010 yaitu sebesar 56.65 Juta kWh)

Unit of measure

% Reduction

Rational for

Base: 7.5

Target Setting

Stretch : 8.25

Polarity

Lebih besar lebih baik

Objective

Untuk mengetahui tingkat penghematan penggunaan listrik di gedung-gedung perkantoran Pertamina dengan basis perhitungan tahun 2010

Reporting

Triwulan

frequency

Data source

Seluruh Unit Operasi

KPI owner

Direktur Utama, Direktur Umum, VP Asset Management, Manager General Support

Remarks

 
KPI owner • Direktur Utama, Direktur Umum, VP Asset Management, Manager General Support Remarks  
KPI owner • Direktur Utama, Direktur Umum, VP Asset Management, Manager General Support Remarks  

General Affairs: Proposed KPIs and targets for 2012

       

Base

Base Target Selection

Stretch

Stretch Target Selection

KPI

Weight

UoM

Target

Rationale

Target

Rationale

Financial

GA OPEX 1

15%

Rp.Bn

2,035

From budget 2012

1,109

Last year realization

*110%

 

Land certification

5%

Mil sqm

12.77

Set by Asset Management

15.33

20% improvement vs. base

Asset utilization and divestment

10%

Rp.Bn

Set by Asset Management

Rental yield

225

338

50% improvement vs.

Divestment income

200

240

base

20% improvement vs. base

Operational

excellence

Info Capital Readiness

ICT Master Plan

10%

% 95%

From KM

100%

Maximum performance

CSS SLA

% 92%

From KM

100%

Maximum performance

 

Utilisation of ERP

% 97%

From KM

100%

Maximum performance

Key ICT project 2 completion within time

20%

% 95%

From KM

100%

Assume every project on- time, on-budget

and budget

HSSE Compliance

20%

% 95%

95% compliance by the units

100

Maximum performance

Training

CSMS

 

Audit close-out

Customer

User satisfaction

15%

Scale

3.5

Above average

4.5

90% of maximum score

satisfaction

expectation

People

Employee engagement

5%

%

75

BOD input

90%

90% of subordinates

Management

agree on the statements

 

TRIR (company-level)

-

Score

0.61

From KM

-

No stretch for boundary KPIs

Boundary KPIs

NOA (company-level)

-

# cases

0

HSE overall target

GCG compliance

-

%

80

80% GCG compliance implementation

 
 

# of asset utilization partnerships

-

#

5

Set by GA

-

No stretch for other operational metrics

# of asset spin-off 3 Knowledge sharing

-

#

42

Set by GA

-

Other

-

%

10

Set by GA

-

operational

Emission reduction

-

%

3

From KM

-

metrics

Energy efficiency

-

%

7.5

From KM

-

Learning day

-

Days

6.5

From KM

-

Follow up audit findings

-

%

80%

From KM

-

1. Opex number to be finalized with Finance ; 2. Key ICT projects: (i) IFRS, (ii) ICoFR, (iii) BOD Control Room, (iv) E-Correspondence, (v) Business Object Planning & Consolidation (BPC), (vi) PMS Online; 3. Proposed to BUMN Source: 2012 Kontrak Manajemen; 2012 RKAP; 2011- 2015 RJPP; Team analysis

(BPC), (vi) PMS Online; 3. Proposed to BUMN Source: 2012 Kontrak Manajemen; 2012 RKAP; 2011- 2015
(BPC), (vi) PMS Online; 3. Proposed to BUMN Source: 2012 Kontrak Manajemen; 2012 RKAP; 2011- 2015

Target Nilai IKE 2012

230 219 220 210 210 200 194 190 180 170 160 150 2010 2011 2012
230
219
220
210
210
200
194
190
180
170
160
150
2010
2011
2012
IKE kWh/m2/year

Data IKE Gedung Perkantoran Pertamina

IKE 2010

Pencapaian 2011 = 210 kWh/m2/year (Avg IKE 2011)

Target 2012 = Menurunkan nilai IKE 7,5% 2011

--- Batas Gedung Hemat Energy ASEAN = 200 kWh/m2/year (EMI, 2010)

= 219 kWh/m2/year (Avg IKE 2010)

IKE 7,5% 2011 • --- Batas Gedung Hemat Energy ASEAN = 200 kWh/m2/year (EMI, 2010) =
IKE 7,5% 2011 • --- Batas Gedung Hemat Energy ASEAN = 200 kWh/m2/year (EMI, 2010) =

CONTOH GEDUNG EFISIEN ENERGI GEDUNG ESDM LT.5

(IKE 100 KWH/M2/YEAR)

CONTOH GEDUNG EFISIEN ENERGI GEDUNG ESDM LT.5 (IKE 100 KWH/M2/YEAR)
CONTOH GEDUNG EFISIEN ENERGI GEDUNG ESDM LT.5 (IKE 100 KWH/M2/YEAR)

Improvement yang Dilaksanakan

Peninggian ceiling dan mengurangi partisi (open space) untuk meningkatkan cahaya alami dan pemerataan distibusi udara

Penggunaan Variable Refrigerant Flow (VRF) untuk menghemat energi

30-40%.

Pengngontrolan fresh air dengan pengukuran condensed water.

Pengontrolan level CO2.

Penggunaan lampu T5 dengan lighting control dan occupancy sensors.

Penggunaaan light reflectors di jendela.

Penggunaan material ramah lingkungan seperti lantai berbahan bambu dan cat yang rendah VOC.

reflectors di jendela. • Penggunaan material ramah lingkungan seperti lantai berbahan bambu dan cat yang rendah
reflectors di jendela. • Penggunaan material ramah lingkungan seperti lantai berbahan bambu dan cat yang rendah

MUSICOOL

REFRIGERAN RAMAH LINGKUNGAN DAN EFISIEN ENERGI

MUSICOOL REFRIGERAN RAMAH LINGKUNGAN DAN EFISIEN ENERGI
MUSICOOL REFRIGERAN RAMAH LINGKUNGAN DAN EFISIEN ENERGI
MUSICOOL REFRIGERAN RAMAH LINGKUNGAN DAN EFISIEN ENERGI

PERMASALAHAN DI DALAM NEGERI Terkait Lingkungan & Energi

PERMASALAHAN DI DALAM NEGERI Terkait Lingkungan & Energi
PERMASALAHAN DI DALAM NEGERI Terkait Lingkungan & Energi

PROFIL PENGGUNAAN ENERGI

CONTOH PENGGUNAAN ENERGI PADA BANGUNAN HOTEL

(Sumber buku : SNI 03-6196-2000 Prosedur audit energi pada bangunan gedung)

   

PENGGUNAAN

NO

JENIS PERALATAN

ENERGI

(%)

1

AIR CONDITIONING

66.0

2

PENCAHAYAAN

17.4

3

LIFT

3.0

4

POMPA AIR

4.9

5

LAIN-LAIN

8.7

LIFT 3.0 4 POMPA AIR 4.9 5 LAIN-LAIN 8.7 Dengan MUSIcool, penggunaan energi tsb dapat dihemat

Dengan MUSIcool, penggunaan energi tsb dapat dihemat 20 %

LIFT 3.0 4 POMPA AIR 4.9 5 LAIN-LAIN 8.7 Dengan MUSIcool, penggunaan energi tsb dapat dihemat
LIFT 3.0 4 POMPA AIR 4.9 5 LAIN-LAIN 8.7 Dengan MUSIcool, penggunaan energi tsb dapat dihemat

LINGKUNGAN ATMOSFIR BUMI

LINGKUNGAN ATMOSFIR BUMI Refrigerant sintetik “Freon” (yang mengandung unsur Chlor dan Fluor) harus dihentikan

Refrigerant sintetik “Freon” (yang mengandung unsur Chlor dan Fluor)

harus dihentikan penggunaannya karena memiliki potensi merusak lapisan ozon dan penyebab pemanasan global.

dan Fluor) harus dihentikan penggunaannya karena memiliki potensi merusak lapisan ozon dan penyebab pemanasan global.
dan Fluor) harus dihentikan penggunaannya karena memiliki potensi merusak lapisan ozon dan penyebab pemanasan global.

Menunjang kebijakan pemerintah :

1. Di bidang Energi

- Inpres No. 10 / 2005 tentang penghematan energi

- Peraturan Menteri ESDM No. 031 / 2005 tentang tata cara

sanaan penghematan energi.

No. 031 / 2005 tentang tata cara sanaan penghematan energi. - Inpres No. 2 / 2008

- Inpres No. 2 / 2008 tentang penghematan energi dan air

2. Penghapusan BPO & GRK - Keppres RI No. 23 / 1992 (perlindungan lapisan ozon)

- UU No. 17 / 2004 (Pemanasan Global)

- Peraturan Menteri Perdagangan No. 24/2006 tentang ketentuan impor BPO

- Peraturan Men Perin. No 33/2007 (larangan produksi BPO dan barang yang menggunakan BPO

- Peraturan Men KLH No. 2/2007 (mengatur teknisi AC)

3. Pengutamaan penggunaan produk dalam negeri

- Nota Nesepakatan antara Menteri Perindustrian & Menteri Negara BUMN No. 581/MBU/2005

- Surat edaran Meneg BUMN kepada Direksi BUMN hal

penggunaan produk lokal

& Menteri Negara BUMN No. 581/MBU/2005 - Surat edaran Meneg BUMN kepada Direksi BUMN hal penggunaan
& Menteri Negara BUMN No. 581/MBU/2005 - Surat edaran Meneg BUMN kepada Direksi BUMN hal penggunaan

Pemilihan bahan refrigerant

Pemilihan bahan refrigerant R u s a k O 3 Global Warming Tidak ada bahan pendingin

Rusak O3

Global Warming

Tidak ada bahan pendingin yang sempurna, masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan

u s a k O 3 Global Warming Tidak ada bahan pendingin yang sempurna, masing-masing memiliki
u s a k O 3 Global Warming Tidak ada bahan pendingin yang sempurna, masing-masing memiliki

KEUNGGULAN MUSIcool

a. Ramah Lingkungan (Atmosfir Bumi)

b. Dapat menghemat energi sampai rata-rata 20 %

c. Lebih irit pemakaiannya (30 % dari berat Freon)

d. Memperpanjang usia kompresor dan komponen utama lainnya pada mesin AC

e. Produksi dalam negeri

(30 % dari berat Freon) d. Memperpanjang usia kompresor dan komponen utama lainnya pada mesin AC
(30 % dari berat Freon) d. Memperpanjang usia kompresor dan komponen utama lainnya pada mesin AC

Penyerahan Piagam penghargaan

Ozon Award 2008

dari Meneg LH kepada Pertamina tgl 26 Maret 2008

Penyerahan Piagam penghargaan Ozon Award 2008 dari Meneg LH kepada Pertamina tgl 26 Maret 2008
Penyerahan Piagam penghargaan Ozon Award 2008 dari Meneg LH kepada Pertamina tgl 26 Maret 2008
Penyerahan Piagam penghargaan Ozon Award 2008 dari Meneg LH kepada Pertamina tgl 26 Maret 2008

Produk Musicool

Produk Musicool MC-12  Pengganti R-12 MC-22  Pengganti R-22 MC-134  Pengganti R-134a Memenuhi

MC-12

Pengganti R-12

MC-22

Pengganti R-22

MC-134

Pengganti R-134a

 Pengganti R-22 MC-134  Pengganti R-134a Memenuhi Spesifikasi dan persyaratan SNI sebagai bahan

Memenuhi Spesifikasi dan persyaratan

SNI sebagai bahan refrigerant

60

Pengganti R-22 MC-134  Pengganti R-134a Memenuhi Spesifikasi dan persyaratan SNI sebagai bahan refrigerant 60

SNI TERKAIT REFRIGERAN HIDROKARBON

(APLIKASI, HANDLING & PRODUK)

SNI 06-6500-2000

SNI 06-6501.1-2000

SNI 06-6501.2-2000

SNI 7647 : 2010

Refrigeran :

Pemakaian pada Instalasi Tetap

Refrigeran Kelompok A3 : Istilah Hidrocarbon dalam SNI (Flamable) Keamanan Pengisian, Penyimpanan dan Transportasi.

Refrigeran Kelompok A3 :

Pemakaian pada Mesin Tata Udara Kendaraan Bermotor.

Refrigeran Hidrokarbon

dan Transportasi. Refrigeran Kelompok A3 : Pemakaian pada Mesin Tata Udara Kendaraan Bermotor. Refrigeran Hidrokarbon
dan Transportasi. Refrigeran Kelompok A3 : Pemakaian pada Mesin Tata Udara Kendaraan Bermotor. Refrigeran Hidrokarbon

FILLING PLANT MUSIcool

FILLING PLANT MUSIcool
FILLING PLANT MUSIcool
FILLING PLANT MUSIcool

Retrofit MUSIcool di lapangan

Retrofit MUSIcool di lapangan
Retrofit MUSIcool di lapangan
Retrofit MUSIcool di lapangan

Sosialisasi & Pelatihan Teknisi

Sosialisasi & Pelatihan Teknisi
Sosialisasi & Pelatihan Teknisi
Sosialisasi & Pelatihan Teknisi

Bangunan yang sudah menggunakan MUSIcool

Bangunan yang sudah menggunakan MUSIcool
Bangunan yang sudah menggunakan MUSIcool
Bangunan yang sudah menggunakan MUSIcool

Perkantoran Pertamina

Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina

Gedung Annex Kantor Pusat Pertamina

Gedung Kwarnas

Gedung M&T Jakarta

Gedung M&T Semarang

Gedung M&T Palembang

RU IV Cilacap

Dll

Kwarnas • Gedung M&T Jakarta • Gedung M&T Semarang • Gedung M&T Palembang • RU IV
Kwarnas • Gedung M&T Jakarta • Gedung M&T Semarang • Gedung M&T Palembang • RU IV

MUSIcool telah diterima oleh KLH dan secara internasional sebagai alternatif pengganti refrigeran sintetik yang merusak ozon.

MUSIcool, merupakan Refrigeran Hidrokarbon memiliki sifat ramah lingkungan dan bisa menghemat energi.

Refrigeran Musicool, memiliki Kinerja yang lebih baik dibandingkan refrigerant sintetik.

Refrigeran Musicool kompatibel dengan komponen & pelumas yang

ada pada mesin AC & Refrigerasi.

Dalam mengaplikasikan refrigeran hidrokarbon harus selalu memperhatikan SOP, SMP dan Instruksi Kerja (IK)

Teknisi Pelaksana Retrofitting dengan MUSIcool harus oleh Teknisi

yang kompeten

SOP, SMP dan Instruksi Kerja (IK) • Teknisi Pelaksana Retrofitting dengan MUSIcool harus oleh Teknisi yang
SOP, SMP dan Instruksi Kerja (IK) • Teknisi Pelaksana Retrofitting dengan MUSIcool harus oleh Teknisi yang
SOP, SMP dan Instruksi Kerja (IK) • Teknisi Pelaksana Retrofitting dengan MUSIcool harus oleh Teknisi yang

PEMBUDAYAAN HEMAT ENERGI

PEMBUDAYAAN HEMAT ENERGI
PEMBUDAYAAN HEMAT ENERGI
PEMBUDAYAAN HEMAT ENERGI

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH
TERIMA KASIH
TERIMA KASIH