Anda di halaman 1dari 12

10/17/2015

EkaAwliantPuspita"STIKESMANDALAWALUYAKENDARI":AsuhanKeperawatanKusta
1

Lainnya BlogBerikut

selymadona55@gmail.com Dasbor Keluar

EkaAwliantPuspita"STIKES
MANDALAWALUYAKENDARI
"
Takpeduliseberapajauhkitaakanmencari.Kitapastiakanmenemukannya..keepsmile
Cari
Rabu,24September2014

KATASUKSES

AsuhanKeperawatanKusta

Setiappeluangadahambatannya,dandari
setiaphambatanpastiadapeluang.Semua
tergantungbagaimanacarakita
menyikapinya..."AWLIANT"

KONSEPDASARMEDIS
A.DevinisiPenyakitKusta
Istilah kusta berasal dari bahasa sansekerta, yakni kushtha berarti

AllaboutAwLiant

kumpulan gejalagejala kulit secara umum. Penyakit kusta disebut juga


MorbusHansen,sesuaidengannamayangmenemukankumanyaituDr.

ekadwiPuspita

GerhardArmauwerHansenpadatahun1874sehinggapenyakitinidisebut
MorbusHansen.

Lihatprofillengkapku

Menurut Depkes RI (1996) diacu dalam Hutabarat (2008) penyakit


kustaadalahpenyakitmenularyangmenahundandisebabkanolehkuman
kusta (Mycobacterium leprae) yang menyerang syaraf tepi, kulit dan
jaringantubuhlainnya.MenurutDepkesRI(2006)diacudalamHutabarat
(2008) penyakit kusta adalah salah satu penyakit menular yang
menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Masalah yang dimaksud
bukan hanya dari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial,
ekonomi,danpsikologis.
Permasalahan penyakit kusta ini bila dikaji secara mendalam
merupakan permasalahan yang sangat kompleks dan merupakan
permasalahan kemanusiaan seutuhnya. Masalah yang dihadapi pada
penderita bukan hanya dari medis saja tetapi juga adanya masalah
psikososial sebagai akibat penyakitnya. Dalam keadaan ini warga
masyarakat berupaya menghindari penderita. Sebagai akibat dari
masalahmasalahtersebutakanmempunyaiefekataupengaruhterhadap
kehidupan bangsa dan negara, karena masalahmasalah tersebut dapat
mengakibatkan penderita kusta menjadi tuna sosial, tuna wisma, tuna
karya dan ada kemungkinan mengarah untuk melakukan kejahatan atau
gangguandilingkunganmasyarakat.
Kustatampildalamduajenisbentukklinisutamayaitukustabentuk
kering ( tuberkuloid ) dan kusta bentuk basa ( lpromatosa ) dan bentuk
ketigayaitubentukperalihan(borederline)(wimdeJongetAl2005)
1.Kustabentukkering
Tidak menular, kelainan kulit berupa bercak keputihan sebesar uang
logam atau lebih besar, sering timbul di pipi, punggung, paha dan
lengan.Bercaktampakkering
2.Kustabentukbasah
Bentukmenularkarnakumannyabanyakterdapatdiselaputlendirkulit
dan organ tubuh lainnya, dapat berupa bercak kemerahan kecilkecil
http://awlianteka.blogspot.co.id/2014/09/asuhankeperawatankusta.html

Ikuti

128

ArsipBlog

2014(16)
September(4)
Sep24(4)
AsuhanKeperawatan
DemamThypoid
AsuhanKeperawatanKusta
AsuhanKeperawatanRabun
Senja
AsuhanKeperawatan
ASTIGMATISMA
Juni(6)
Januari(6)
2013(6)

E2KEP.D'BEST:)

KELUARGABESARE2KEPERAWATAN
STIKESMANDALAWALUYAKENDARI

1/12

10/17/2015

EkaAwliantPuspita"STIKESMANDALAWALUYAKENDARI":AsuhanKeperawatanKusta

tersebar di seluruh badan, berupa penebalan kulit yang luas sebagai

Mypictures

infiltrateyangtampakmengkilatdanberminyak,dapatberupabenjolan
marah sebesar biii jagung yang tersebar di badan, muka dan daun
telinga.Disertairontoknyaairmatadanmenebalnyadauntelinga
3.Kustatipeperalihan
Merupakan peralihan antara kedua tipe utama. Pengobatan tipe ini di
masukkankedalamjenistipebasah
B.EtiologiPenyakitKusta
PenyakitinisebenarnyadisebabkanolehbakteripathogenMycobacterium
leprae yang ditemukan oleh seorang ahli fisika Norwegia bernama Gerhard
ArmauerHansen,padatahun1874lalu.Mycobacteriumlepraemerupakansalah
satukumanyangberbentukbasildenganukuran38Umx0,5Um.
Penelitian dengan mikroskop electron tampak bahwa M. leprae
mempunyaidindingyangterdiriatas2lapisan,yaknilapisanpadatterdapatpada

Keepsmile

bagiandalamyangterdiriataspeptidoglikandanlapisantransparanpadabagian

Google+Followers

luar yang terdiri atas lipopolisakarida dan kompleks proteinlipopolisakarida.


Dinding polisakarida ini adalah suatu arabinogalaktan yang diesterifikasi oleh

ekadwiPuspita

asam mikolik dengan ketebalan 20nm (9,10). Tampaknya peptidoglikan ini

+kelingkaran

mempunyai sifat spesifik (11) pada M.leprae , yaitu adanya asam amino
glisin,sedangkanpadabakterilainmengandungalanin.M.lepraeini merupakan
basil gram positif karena sitoplasma basil ini mempunyai struktur yang sama
denganbasilgrampositifyanglainyaitumengandungDNAdanRNA
C.Patofisiologi
Kuman Mycobacterium leprae masuk ke dalam tubuh melalui saluran
pernafasan (Sel Schwan) dan kulit yang tidak utuh. Sumber penularan adalah
penderitakustayangbanyakmengandungkuman(tipemultibasiler)yangbelum

128memilikisayadilingkaran Lihatsemua

diobati. Kuman masuk ke dalam tubuh menuju tempat predileksinya yaitu saraf
tepi.SaatMycobacteriumlepraemasukkedalamtubuh,perkembanganpenyakit
kusta bergantung pada kerentanan seseorang. Respons tubuh setelah masa

Pengikut

tunasdilampauitergantungpadaderajatsistemimunitaspasien.Mycobacterium
lepraeberpredileksididaerahdaerahyangrelatiflebihdingin,yaitudaerahakral

Jointhissite

dengan vaskularisasi yang sedikit. Derajat penyakit tidak selalu sebanding


denganderajatinfeksikarenaresponsimunpadatiappasienberbeda.
Setelah mikobakterium leprae masuk kedalam tubuh, perkembangan
penyakit kusta bergantung pada kerentanan seseorang. Respon setelah masa
tunasdilampauitergantungpadaderajatsistemimunitasseluler(celulermidialet
immune) pasien. Kalau sistem imunitas seluler tinggi, penyakit berkembang
kearah tuberkoloid dan bila rendah berkembang kearah lepromatosa.
Mikobakterium leprae berpredileksi didaerahdaerah yang relatif dingin, yaitu
daerahakraldenganvaskularisasiyangsedikit.
Derajatpenyakittidakselalusebandingdenganderajatinfeksikarenaimun
pada tiap pasien berbeda. Gejala klinis lebih sebanding dengan tingkat reaksi
selulerdaripadaintensitasinfeksiolehkarenaitupenyakitkustadisebutpenyakit
imonologik.
Caracara penularan penyakit kusta sampai saat ini masih merupakan
tanda tanya. Yang diketahui hanya pintu keluar kuman kusta dari tubuh si
penderita, yakni selaput lendir hidung. Tetapi ada yang mengatakan bahwa
penularanpenyakitkustaadalah:
1. Melalui sekret hidung, basil yang berasal dari sekret hidung
penderitayangsudahmengering,diluarmasihdapathidup27
x24jam.
2. Kontak kulit dengan kulit. Syaratsyaratnya adalah harus
dibawah umur 15 tahun, keduanya harus ada lesi baik
mikoskopismaupunmakroskopis,danadanyakontakyanglama
danberulangulang.

withGoogleFriendConnect

http://awlianteka.blogspot.co.id/2014/09/asuhankeperawatankusta.html

Therearenomembersyet.
Bethefirst!

Alreadyamember?Signin

Digitalclock

16:43:44
EkaanAti

2/12

10/17/2015

EkaAwliantPuspita"STIKESMANDALAWALUYAKENDARI":AsuhanKeperawatanKusta

3. Penyakit kusta dapat ditularkan dari penderita kusta tipe multi


basiler kepada orang lain dengan cara penularan langsung.
Sebagian besar para ahli berpendapat bahwa penyakit kusta
dapat ditularkan melalui saluran pernapasan dan kulit. Masa
inkubasinyayaitu35tahun
D.ManifestasiKlinik
MenurutWHO(1995)diagnosakustaditegakkanbilaterdapatsatudaritanda
kardinalberikut:
1.Tandatandapadakulit
Lesi kulit dapat tunggal atau multipel biasanya hipopigmentasi
tetapi kadangkadang lesi kemerahan atau berwarna tembaga
biasanya berupa: makula, papul, nodul. Kehilangan sensibilitas
padalesikulitmerupakangambarankhas.
Kulitmengkilat
Bercakyangtidakgatal
Adanyabagianbagianyangtidakberkeringatatautidakberambut
2.Tandatandapadasyaraf
Rasakesemutan,tertusuktusukdannyeripadaanggotabadan
Gangguangerakanggotabadan/bagianmuka
Adanyacacat(deformitas)
Luka(ulkus)yangtidakmausembuh
E.PencegahandanPenatalaksanaanPenyakitKusta

EkaaWithNidar

Beberapapencegahanyangdapatdilakukanyaitusebagaiberikut:
1.PencegahanPrimodial
Tingkat pencegahan ini adalah tingkat pencegahan yang paling
baru dikenal. Tujuan dari pencegahan primordial adalah untuk
menghindari kemunculan dan kemapanan di bidang social, ekonomi,
dan pola kehidupan yang diketahui mempunyai kontribusi untuk
meningkatkan resiko penyakit. Pencegahan primordial yang efektif itu
memerlukan adanya peraturan yang keras dari pemerintah dan
ketentuantentangfiscalagardapatmelaksanakankebijaksanaanyang
ada.
Pemerintah dengan berbagai macam program dan kebijakan.
Program yang terkenal dalam menangani penyakit ini adalah
Pemberantasan Penyakit Menular Langsung Kusta. Perlu adanya
kebijakan yang keras pada penerapan program ini di setiap daerah
agarprograminidapatberjalandenganefektifdandiharapkanmampu
menanggulangidanmengurangipenderitakustadiIndonesia.
Likethis:)

2.PencegahanPrimer
Pencegahanprimeradalahpencegahantingkatpertama,tujuannya
adalah untuk mengurangi insidensi penyakit dengan cara
mengendalikan penyebabpenyebab penyakit dan faktorfaktor

EkaanAnti

resikonya,pencegahaniniterdiridari:
a.Promosikesehatan
Yaitu dengan cara penyuluhanpenyuluhan tentang penularan,
pengobatan dan pencegahan penyakit kusta, serta pentingnya
makanan sehat dan bergizi untuk meningkatkan status gizi tiap
individumenjadibaik.
MenurutDepkesRI(2005a)diacudalamHutabarat(2008)
pencegahan primer dilakukan pada kelompok orang sehat yang
belum terkena penyakit kusta dan memiliki risiko tertular karena
berada di sekitar atau dekat dengan penderita seperti keluarga
penderita dan tetangga penderita, yaitu dengan memberikan
penyuluhan tentang kusta. Penyuluhan yang diberikan petugas
kesehatan tentang penyakit kusta adalah proses peningkatan
http://awlianteka.blogspot.co.id/2014/09/asuhankeperawatankusta.html

Barengmereka

3/12

10/17/2015

EkaAwliantPuspita"STIKESMANDALAWALUYAKENDARI":AsuhanKeperawatanKusta

pengetahuan, kemauan dan kemampuan masyarakat yang belum


menderita sakit sehingga dapat memelihara, meningkatkan dan
melindungikesehatannyadaripenyakitkusta.Sasaranpenyuluhan
penyakit kusta adalah keluarga penderita, tetangga penderita dan
masyarakat).
b.PemberianImunisasi
Sampaisaatinibelumditemukanupayapencegahanprimer
penyakit kusta seperti pemberian imunisasi (Saisohar,1994). Dari
hasilpenelitiandiMalawitahun1996didapatkanbahwapemberian
vaksinasi BCG satu kali dapat memberikan perlindungan terhadap
kusta sebesar 50%, sedangkan pemberian dua kali dapat
memberikan perlindungan terhadap kusta sebanyak 80%, namun
demikian penemuan ini belum menjadi kebijakan program di
Indonesia karena penelitian beberapa negara memberikan hasil
berbeda pemberian vaksinasi BCG tersebut (Depkes RI, 2005a
dalamHutabarat,2008).
3.PencegahanSekunder
Pencegahan ini meliputi diagnosis dini dan pemberian pengobatan
(prompttreatment).
a. Diagnosis dini yaitu diagnosis dini pada kusta dapat dilakukan
dengan pemeriksaan kulit, dan pemeriksaan syaraf tepi dan

Shinta,anty,ekaantuty

fungsinya.
b. Pengobatan yang diberikan pada penderita kusta adalah DDS
(diaminodifenilsulfon),
klofazimin,
rifampisin,
prednisone,
sulfatferrosusdanvitaminA.PengobatanlainadalahdenganMulti
drug treatment (MDT) yaitu gabungan pemberian obat refampicin,
ofloxacin dan minocyclin sesuai dengan dosis dan tipe penyakit
kusta. Pengobatan kusta ini dilakukan secara teratur dan terus
menerusselama69bulan.
Menurut Depkes RI (2006) diacu dalam Hutabarat (2008)
pencegahan sekunder dilakukan dengan pengobatan pada penderita
kusta untuk memutuskan mata rantai penularan, menyembuhkan
penyakit penderita, mencegah terjadinya cacat atau mencegah
bertambahnyacacatyangsudahadasebelumpengobatan.Pemberian
MultidrugtherapypadapenderitakustaterutamapadatipeMultibaciler
karena tipe tersebut merupakan sumber kuman menularkan kepada
oranglain.

4.PencegahanTersier
Pencegahantersierdimaksudkanuntukmengurangikemajuanatau
komplikasipenyakityangsudahterjadi,danadalahmerupakansebuah
aspek terapatik dan kedokteran rehabilitasi yang paling penting
.Pencegahantersiermerupakanusahapencegahanterakhir
Penatalaksanaan
Padapenatalaksanaanpadapenyakitkustaadabeberapaobatyangdi
gunakansebagaiberikut:
1. Rifampicin, dapat membunuh bakteri kusta dengan menghambat
perkembangbiakanbakteri(dosis600mg)
2.VitaminA(untukmenyehatkankulityangbersisik).
3. Clofamizine(CLF),menghambatpertumbuhandanmenekanefek
bakteri perlahan pada Mycobacterium Leprae dengan berikatan
padaDNAbakteri
4. Ofloxacin, synthetic fluoroquinolone, yang bereaksi menyerupai
penghambatbacterialDNAgyrase
5. Minocycline, semisynthetic tetracycline, menghambat sintesis
http://awlianteka.blogspot.co.id/2014/09/asuhankeperawatankusta.html

4/12

10/17/2015

EkaAwliantPuspita"STIKESMANDALAWALUYAKENDARI":AsuhanKeperawatanKusta

proteinpadabakteri
Secaraumumterdapatempatjenisobatantikusta,yaitu:
1.Sulfon
2.Rifampisin
3.Klofazimin
4.Prototionamidedanetionamide

PANDANGANISLAMTENTANGPENYAKITKUSTA
sabda Rasulullah, "Tidak ada penyakit menular, tidak ada ramalan, tidak
ada kegundahan dan tidak ada bahaya di bulan Shafar." (Muttafaqun
'Alaihi)Bagaimanahukumnyamenolakhaditsini?Bagaimanamemadukan
haditsinidenganhadits"Larilah kamu dari orang yang berpenyakit kusta
sepertilarimudarimacam?
AlAdwa' (penyakit menular) adalah penyakit yang berpindah dari
orang sakit kepada orang sehat. Seperti yang terjadi pada penyakit
penyakitinderawi,penularanjugaterjadipadapenyakitpenyakitmaknawi.
MakadariituNabiShallallahuAlahiwaSallammengabarkanbahwaorang
yang duduk bersama orang buruk seperti orang yang meniup bara api
baik akan membakar bajunya sendiri atau akan mencium bau yang tidak
sedap.SabdaRasulullah,"penyakitmenular"mencakuppenyakitmenular
yangbersifatfisikinderawidanmaknawi.
"AthThairah" adalah merasa pesimis karena melihat, mendengar atau
mengetahuisesuatu.
Sebagian manusia ada yang membuka mushaf AlQur'an untuk
mendapatkan optimisme, jika dia membaca ayatayat tentang neraka,
maka dia berkata ini pertanda tidak baik, dan jika membaca ayatayat
tentang surga, ini pertanda baik. Tindakan seperti ini sebenarnya sama
dengantindakanorangorangjahiliyahyangmengundinasibdengananak
panah.
sabda Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam, "Larilah kamu dari
orang yang berpenyakit kusta seperti kamu lari dari macan." Penyakit
kusta adalah penyakit ganas yang menular dengan cepat dan dapat
mematikan penderitanya, bahkan ada yang mengatakan bahwa penyakit
kusta itu adalah wabah, maka diperintahkan agar menjauh supaya tidak
terjadipenularan.Dalamhaditsituditegaskantentangadanyapenularan,
tetapipenularanitubukansesuatuyangpastisehinggamenjadi'illahyang
pastipula.TetapiNabiShallallahuAlahiwaSallammemerintahkanuntuk
menjauhipenderitakustadantidakmendekatkanorangyangsakitdengan
orangsehat,dilihatdarisudutpandangmenjauhisebabsebabbukandari
bab pengaruh sebab itu sendiri. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Janganlahkalianmenjerumuskandirikaliansendirikepadakebinasaan."
(AlBaqarah:195).
Tidak dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam
mengingkariadanyapengaruhpenyakitmenular,karenainiadalahperkara
yangrealistisdanmasihadahaditshaditsyanglain.
Ketika Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, "Tidak ada penyakit
menular", seorang lelaki bertanya, "Ya Rasulullah, tidak tahukah engkau
bahwajikadipadangpasiradaseekorontabetina,laludikawinolehonta
jantan yang sakit kudis maka onta betina itu akan kudisan juga? Nabi
menjawab,"Lalusiapayangmenulariontayangpertama?"
Jawaban Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam dengan sabdanya,
"Siapa yang menulari onta yang pertama?" mengisyaratkan bahwa
penyakit itu pindah dari onta yang sakit kepada onta yang sehat atas
aturan Allah. Penyakit yang menimpa pada onta yang pertama tidak ada
http://awlianteka.blogspot.co.id/2014/09/asuhankeperawatankusta.html

5/12

10/17/2015

EkaAwliantPuspita"STIKESMANDALAWALUYAKENDARI":AsuhanKeperawatanKusta

yang menularinya, melainkan turun dari sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.


Adasesuatuyangdisebabkanolehsesuatutertentudanadasesuatuyang
tidak disebabkan oleh sesuatu tertentu. Kudis yang menimpa onta yang
pertamatidakdiketahuipenyebabnya,melainkankarenasudahditakdirkan
olehAllah,sedangkankudisyangmenimpasetelahnyakarenaadasebab
tertentu dan jika Allah berkehendak tidak menular. Maka dari itu kadang
ada onta yang terkena penyakit kudis kemudian sembuh dan tidak mati.
Begitu juga wabah penyakit dan kolera merupakan penyakit menular,
kadang masuk rumah sehingga menimpa sebagian anggota keluarga
hingga mati, kadang ada yang bisa diselamatkan dan kadang ada yang
tidak terkena sama sekali. Manusia harus bersandar kepada Allah dan
bertawakalkepadaNya.
Penyakit kusta dalam Islam dari Al Quran dan Fatwa Majelis Ulama
Indonesia(MUI).
1.Alquraan:
AliImranayat49.
Dan(sebagai)RasulkepadaBaniIsrail(yangberkatakepadamereka):
"Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa
sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk
kamudaritanahberbentukburungkemudianakumeniupnya,makaia
menjadi seekor burung dengan seizin Allah dan aku menyembuhkan
orangyangbutasejakdarilahirnyadanorangyangberpenyakitsopak
dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah dan aku
kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu
simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah
suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh
sungguhberiman.(QS:AliImranAyat:49).
AlMaidahayat110.
(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah
nikmatKu kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan
kamudenganruhulqudus.Kamudapatberbicaradenganmanusiadi
waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa dan (ingatlah) di
waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan
(ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk)
yang berupa burung dengan ijinKu, kemudian kamu meniup
kepadanya,lalubentukitumenjadiburung(yangsebenarnya)dengan
seizinKu. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang
buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak
dengan seizinKu, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang
mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizinKu, dan (ingatlah) di
waktuAkumenghalangiBaniIsrail(darikeinginanmerekamembunuh
kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan
keterangan yang nyata, lalu orangorang kafir diantara mereka
berkata:"Initidaklainmelainkansihiryangnyata".
(QS:AlMaidahAyat:110)
2.FatwaMUItentangkusta
FatwaMUIjugaberdasarkanSurahAliImranayat49danAlMaidah
ayat 110 ditambah dengan Hadis Rasulullah SAW: Berobatlah, hai
hamba Allah karena sesungguhnya Allah SWT tidak mengadakan
penyakit kecuali mengadakan pula obat baginya. Hanya satu penyakit
yang tidak ada obatnya yaitu penyakit tua. (Hadis riwayat Ahmad
dalam Musnadnya riwayat Abu Daud. Tirmizi, Nasai dan Ibnu Majah.
LihatkitabFathalQadiIIIhal238).
DariSurahAliImran49danAlMaidah110,AlQuranmenjelaskan
bahwadiduniainiadasuatupenyakityangdisebutsofak(kusta).Nabi
http://awlianteka.blogspot.co.id/2014/09/asuhankeperawatankusta.html

6/12

10/17/2015

EkaAwliantPuspita"STIKESMANDALAWALUYAKENDARI":AsuhanKeperawatanKusta

IsaASdapatmenyembuhkankustahanyadenganseizinAllahartinya
berupamukjizatyangdiperolehdariAllahSWT.

KONSEPASUHANKEPERAWATAN
A.Pengkajian
1.Biodata
Umurmemberikanpetunjukmengenaidosisobatyangdiberikan,anak
anak dan dewasa pemberian dosis obatnya berbeda. Pekerjaan,
alamat menentukan tingkat sosial, ekonomi dan tingkat kebersihan
lingkungan. Karena pada kenyataannya bahwa sebagian besar
penderitakustaadalahdarigolonganekonomilemah.
2.Riwayatpenyakitsekarang
Biasanyakliendenganpenyakitkustadatangberobatdengankeluhan
adanya lesi dapat tunggal atau multipel, neuritis (nyeri tekan pada
saraf) kadangkadang gangguan keadaan umum penderita (demam
ringan)danadanyakomplikasipadaorgantubuh.
3.Riwayatkesehatanmasalalu
Padakliendenganreaksinyamudahterjadijikadalamkondisilemah,
kehamilan,malaria,stres,sesudahmendapatimunisasi.
4.Riwayatkesehatankeluarga
kusta merupakan penyakit menular yang menahun yang disebabkan
oleh kuman kusta ( mikobakterium leprae) yang masa inkubasinya
diperkirakan 25 tahun. Jadi salah satu anggota keluarga yang
mempunyaipenyakitmorbushansenakantertular.
5.Riwayatpsikologi
Klienyangmenderitapenyakitkustaakanmalukarenasebagianbesar
masyarakatakanberanggapanbahwapenyakitinimerupakanpenyakit
kutukan, sehingga klien akan menutup diri dan menarik diri, sehingga
klien mengalami gangguan jiwa pada konsep diri karena penurunan
fungsitubuhdankomplikasiyangdiderita.
6.Polaaktivitasseharihari
Aktifitasseharihariterganggukarenaadanyakelemahanpadatangan
dankakimaupunkelumpuhan.Klien mengalami ketergantungan pada
orang lain dalam perawatan diri karena kondisinya yang tidak
memungkinkan
PemeriksaanFisik
Keadaanumumklienbiasanyadalamkeadaandemamkarenareaksiberatpada
tipe I, reaksi ringan, berat tipe II morbus hansen. Lemah karena adanya
gangguansaraftepimotorik.
1.Sistempenglihatan
Adanya gangguan fungsi saraf tepi sensorik, kornea mata anastesi
sehingga reflek kedip berkurang jika terjadi infeksi mengakibatkan
kebutaan, dan saraf tepi motorik terjadi kelemahan mata akan
lagophthalmos jika ada infeksi akan buta.Pada morbus hansen tipe II
reaksi berat, jika terjadi peradangan pada organorgan tubuh akan
mengakibatkan irigocyclitis. Sedangkan pause basiler jika ada bercak
padaalismatamakaalismataakanrontok.
2.Sistemsyaraf
Kerusakanfungsisensorik
Kelainan fungsi sensorik ini menyebabkan terjadinya kurang/ mati
rasa.Akibatkurang/matirasapadatelapaktangandankakidapat
terjadi luka, sedang pada kornea mata mengkibatkan kurang/
hilangnyareflekkedip
Kerusakanfungsimotorik
http://awlianteka.blogspot.co.id/2014/09/asuhankeperawatankusta.html

7/12

10/17/2015

EkaAwliantPuspita"STIKESMANDALAWALUYAKENDARI":AsuhanKeperawatanKusta

Kekuatan otot tangan dan kaki dapat menjadi lemah/ lumpuh dan
lamalama ototnya mengecil (atropi) karena tidak dipergunakan.
Jarijari tangan dan kaki menjadi bengkok dan akhirnya dapat
terjadi kekakuan pada sendi (kontraktur), bila terjadi pada
mata akan mengakibatkan mata tidak dapat dirapatkan
(lagophthalmos).
Kerusakanfungsiotonom
Terjadi gangguan pada kelenjar keringat, kelenjar minyak dan
gangguan sirkulasi darah sehingga kulit menjadi kering, menebal,
mengerasdanakhirnyadapatpecahpecah.
3. System Musculoskeletal Adanya gangguan fungsi saraf tepi motorik
adanya kelemahan atau kelumpuhan otot tangan dan kaki, jika
dibiarkanakanatropi.
4. SystemIntegumenTerdapatkelainanberupahipopigmentasi(seperti
panu), bercak eritem (kemerahmerahan), infiltrat (penebalan kulit),
nodul (benjolan). Jika ada kerusakan fungsi otonom terjadi gangguan
kelenjar keringat, kelenjar minyak dan gangguan sirkulasi darah
sehingga kulit kering, tebal, mengeras dan pecahpecah. Rambut:
seringdidapatikerontokanjikaterdapatbercak.
B.DiagnosaKeperawatan
1.Nyerikronikberhubungandenganagenagenpenyebabcedera
Tujuandankriteriahasil

Intervensi

(NOC)

(NIC)

Setelah di lakukan tindakan


1.
keperawatan

1x24

Kaji tingkat nyeri termasuk

jam termasuk

kriteriahasilyaitu
karakteristik,kualitas,durasi
1. Menyatakan secara verbal frekwensi

dan

pengetahuan tantang cara


2.Observasitandatandavital.
alternatif untuk meredakan
3.

Ajarkan dan anjurkan kilien

nyeri
melakukantehnikrelaksasi
2. Tidakmenunjukkanadanya
4.Aturposisisenyamanmungkin.
nyerimeningkat
3.Nyeriteratasi

5.

Kolaborasi dalam penberian

analgetik

2. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan lesi dan proses


inflamasi
Tujuandankriteriahasil

Intervensi

(NOC)

(NIC)

Setelah di lakukan tindakan


1.

keperawatan 1x24 jam kriteria Kaji/catatwarnalesi,perhatikanjika


1.

hasilyaitu
ada jaringan nekrotik dan kondisi
menunjukkan regenerasi sekitarluka

jaringan

2. Berikan perawatan khusus pada

2.tidakadalepuhataumaserasi daerahyangterjadiinflamasi
padakulit
3. Evaluasi warna lesi dan jaringan
3. eritema kulit dan eritema di yang terjadi inflamasi, perhatikan
sekitarlukaminimal

adakah penyebaran pada jaringan


sekitar.
4.Bersihkanlesidengansabunpada
waktudirendam.
5. Istirahatkan bagian yang terdapat
lesidaritekanan.
6. Konsultasi pada dokter tentang
implementsi pemberian makanan
dan nutrisi untuk meningkatkan

http://awlianteka.blogspot.co.id/2014/09/asuhankeperawatankusta.html

8/12

10/17/2015

EkaAwliantPuspita"STIKESMANDALAWALUYAKENDARI":AsuhanKeperawatanKusta

potensipenyembuhanluka
3.Intoleransiaktifitasberhubungandengankelemahanotot
Tujuandankriteriahasil
(NOC)

Intervensi
(NIC)

Setelah di lakukan tindakan


1.Kajitingkatkemampuanklien
keperawatan

1x24

jam
2. Anjurkanperiodeuntukistrahatdan

kriteriahasilyaitu
1.

2.

aktivitassecarabergantian

Menunjukan toleransi
3. Bantu klien untuk mengubah posisi
aktivitas
secaraberkala
Menampilkan aktifitas
4.

kehidupanseharihari

Lakukanlatihanrentanggeraksecara
konsisten, diawali dengan pasif
kemudianaktif
5. Kolaborasidenganahliterapidalam
memberikanterapiyangtepat

4.Gannguancitratubuhberhubungandengan
Tujuandankriteriahasil

Intervensi

(NOC)

(NIC)

Setelah di lakukan tindakan


1.

Kaji respon verbal dan

keperawatan 1x24 jam kriteria nonverbal

klien

terhadap

hasilyaitu
dirinya
1. Mampu mengidentifikasi
2.Jelaskantentangpengobatan,
kekuatanpersonal
2.

perawatan, kemajuan dan

Menentukan penerimaan prognosispenyakit


penampilan
3. Beri dorongan kepeda klien

3.Memeliharainteraksisosialyang dan
dekatdanhubunganpersonal

keluarga

untuk

mengungkapkanperasaannya
4. Bantukliendalammengatasi
masalahnya

5.Isolasisosialberhubungandenganperubahanstatusmental
Tujuandankriteriahasil

Intervensi

(NOC)

(NIC)

Setelah

di

lakukan

tindakan
1. Bina hubungan teraupetik

keperawatan1x24jamkriteriahasil dengan
pasien
yang
yaitu
mengalami
kesulitan
1.Menunjukkanketerlibatansosial

berinteraksidenganoranglain

2. Dapat berinteraksi baik dengan


2. Bantu pasien membedakan
masyarakat
antara
persepsi
dan
3.

Berpartisipasi dalam aktivitas kenyataan

denganoranglain

3.Kurangistigmaisolasidengan

4. Mengembangkan hubungan satu menghormatimartabatpasien


samalain
4. Fasilitasi kemempuan
individuuntuk

berinteraksi

denganoranglain
5. Fasilitasi dukungan kepada
pasien oleh keluarga, teman,
dankomunitas

http://awlianteka.blogspot.co.id/2014/09/asuhankeperawatankusta.html

9/12

10/17/2015

EkaAwliantPuspita"STIKESMANDALAWALUYAKENDARI":AsuhanKeperawatanKusta

6.Ansietasberhubungandenganperubahanstatuskesehatan
Tujuandankriteriahasil

Intervensi

(NOC)

(NIC)

Setelah

di

lakukan

tindakan
1.Kajitingkatkecemasan

keperawatan1x24jamkriteriahasil
2. Gunakan pendekatan yang
yaitu
menenangkan
1. Klienmampumengidentifikasidan
3.Jelaskansemuaprosedurdan
mengungkapkangejalacemas

apa yang di rasakan selama

2.Mengidentifikasi,mengungkapkan prosedur
dan menunjukkan tehnik untuk
4. Dorond pasien untuk
mengontrolcemas
mengungkapkan
perasaan,
ketakutandanpersepsi
5. Kolaborasidalampemberian
obatpenuruncemas

7.Kurangpengetahuanberhubungandenganinformasiinadekuat
Tujuandakkriteriahasil

Intervensi

(NOC)
Setelah

di

(NIC)

lakukan

tindakan
1.

Kaji tingkat pengetahuan

keperawatan 1x24 jam kriteria pasien


hasilyaitu
2.Beriinformasitentangpenyakit
1.Pasiendankeluargamenyatakan danpengobatankepedapasien
pemahaman tentang penyakit,
3. Berikan motivasi pada klien
kondisi, prognosis dan program tentangkesembuhannya
pengobatan
4.Diskusikansetiaptindakanyang
2. Pasien dan keluarga mampu berhubungan

dengan

melaksanakan prosedur yang di penyakitnya.


jelaskansecarabenar
3. Pasien dan keluarga mampu
menjelaskan kembali apa yang di
jelaskan

DAFTARPUSTAKA
JudithMWilkikson,NancyR.Ahern.BukuSakuDiagnosaKeperawatan.
JakartaEGC,2011
Amiruddin,Muh.Dali.IlmuPenyakitKulit.Jakarta:PenerbitHipokrates,2000.
Mansjoer,ArifM.Kapitaselektakedokteran,jilid1.Mediaaesculapius.Jakarta:
2000
http://tugaspbw.comuf.com/penyakittropis/index.php/kusta/penularankusta

http://awlianteka.blogspot.co.id/2014/09/asuhankeperawatankusta.html

10/12

10/17/2015

EkaAwliantPuspita"STIKESMANDALAWALUYAKENDARI":AsuhanKeperawatanKusta

DiposkanolehekadwiPuspitadi08.09
+1 Rekomendasikan ini di Google

lucu (0)

Reaksi:

menarik (0)

keren (0)

1komentar:
SutopoSasuke 10Februari201517.13
thanksmbaktulisanya..
wah
jadi
tambah
referensi
lagi
setelah
disinihttp://www.tanyadok.com/kesehatan/kustaapakahbisadisembuhkan..
salam

baca2

Balas

MasukkankomentarAnda...

Berikomentarsebagai:

Publikasikan

_Ly_`spageS(Google)

Beritahusaya

Pratinjau

PostingLebihBaru

Keluar

Beranda

PostingLama

Langganan:PoskanKomentar(Atom)

TotalTayanganLaman

63,120

Adakesalahandidalamgadgetini

http://awlianteka.blogspot.co.id/2014/09/asuhankeperawatankusta.html

11/12

10/17/2015

EkaAwliantPuspita"STIKESMANDALAWALUYAKENDARI":AsuhanKeperawatanKusta

AWLIANT

anakCantiip:)

awliantcantipp

Awliant&Nhoppy

TemplateEthereal.Gambartemplateolehluoman.DiberdayakanolehBlogger.

http://awlianteka.blogspot.co.id/2014/09/asuhankeperawatankusta.html

12/12