Anda di halaman 1dari 5

EFEK HALL

Vika Marcelina (140310130020)


Program Studi Fisika FMIPA Universitas Padjadjaran
6 Oktober 2015
Dosen Pembimbing : Dr. Annisa Aprilia, M.Si
Abstrak
Efek Hall adalah peristiwa membeloknya arus listrik dalam pelat konduktor karena adanya
pengaruh medan magnet peristiwa ini pertama kali ditemukan oleh ilmuan bernama Edward H. Hall
pada tahun 1879. Prinsip utama efek Hall adalah gaya Lorentz. Gaya Lorentz akan terjadi ketika
sebuah bahan konduktor berbentuk pelat dan medan magnet yang dialiri arus listrik. Permukaan atas
pelat konduktor tersebut akan sejajar dengan muatan positif yang arahnya keatas, sedangkan bagian
bawah konduktor akan sejajar dengan muatan negatif yang mengarah kebawah. Oleh karena itu,
akan timbul medan listrik dan beda potensial pada penghantar yang disebut tegangan atau potensial
Hall (UH). Dari hasil pada praktikum Efek Hall kali ini adalah hubungan arus yang mengalir pada
kumparan atau coil yang berbanding lurus dengan medan magnet yang dihasilkan. Nilai konstanta
Hall (R ) secara grafik hubungan tegangan Hall (U ) dengan arus yang mengalir (I ) adalah 1,7
H

-6

-1

48. 10 m C dan konsentrasi pembawa muatan (p) untuk bahan tungsten adalah 3,5756 x 10 24 m3
.
(Kata Kunci : Efek Hall, gaya Lorentz, medan magnet, arus, tegangan Hall, konstanta Hall dan
konsentrasi pembawa muatan)
I.

Pendahuluan

Gejala efek Hall dapat dilihat dengan


mngalirkan arus pada suatu penghantar
sekaligus menempatkannya dalam medan
magnet secara tegak lurus, maka akan timbul
tegangan pada penghantar yang tegak lurus
terhadap medan magnet dan arus. Tegangan
itu disebut tegangan Hall. Dari adanya efek
Hall tersebut kita akan menentukan konstanta
Hall dan pembawa muatan pada bahan perak
dan tungsten.
II.

Teori Dasar

Efek Hall adalah peristiwa membeloknya arus


listrik dalam pelat konduktor karena adanya
pengaruh medan magnet. Peristiwa ini
pertama kali ditemukan oleh ilmuan bernama
Edward H. Hall pada tahun 1879. Beliau
menemukan bahwa jika medan magnet
sebuah magnet akan tegak lurus dengan suatu
permukaan pelat emas yang dialiri arus listrik.
Sehingga terbentuk beda potensial pada
ujung-ujung pelat yang saling berlawanan.
Prinsip utama efek Hall adalah gaya Lorentz.
Gaya Lorentz akan terjadi ketika sebuah
bahan konduktor berbentuk pelat dan medan
magnet yang dialiri arus listrik. Permukaan

atas pelat konduktor tersebut akan sejajar


dengan muatan positif yang arahnya keatas,
sedangkan bagian bawah konduktor akan
sejajar dengan muatan negatif yang mengarah
kebawah. Oleh karena itu, akan timbul medan
listrik dan beda potensial pada penghantar
yang disebut tegangan atau potensial Hall
(UH).
Tegangan atau potensial Hall (UH). terjadi
karena adanya gaya Lorentz pada pembawa
muatan yang sedang bergerak dalam medan
magnet (B).
F=q . V B

. (1)

Dimana : F = Gaya Lorentz


q = Pembawa muatan
V = Kecepatan muatan
B = Medan magnet
Tegangan Hall akan menyebabkan medan
Hall (EH), sehingga gaya Coulomb yang
dihasilkan[1]
Fc

= q . EH . (2)

Dimana : EH = Medan Listrik Hall

Besaran konstanta RH dapat juga ditentukan


secar grafik dari kurva antara UH dan Bz
dengan RH slope kurva tersebut.[2]
RH =

Slope x
d
. (7)
IX
AH
BZ

Slope x =

P=

1
RH q

. (8)

. (9)

P = Konsentrasi pembawa muatan


III.

Gambar 1. Skema Efek Hall


Apabila arus mengalir dalam batang
konduktor yang ditempatkan dalam sebuah
medan magnet yang tegak lurus Bz, efek Hall
ditandai oleh kehadiran tegangan Hall pada
batang konduktor seperti diperlihatkan pada
gambar 1. Besarnya potensial Hall UH
sebanding dengan kerapatan arus yang
melalui batang (Jx) dan intensitas medan
magnet Bz, seperti digambarkan oleh
persamaan 1. Konstanta pembanding RH
dikenal sebagai konstanta Hall.
EH = Ix Bz . (3)
EH = RH Jx Bz . (4)
Konstanta Hall (RH) yang dapat ditentukan
dari kemiringan (slope) kurva medan Hall
(EH) dan medan magnet (Bz) memiliki besaran
:
RH =

EH
JxB

. (5)

Tegangan Hall (UH) adalah l x (EH), dengan l


adalah lebar batang dan rapat arus, Jx adalah
Ix/ A dengan Ix adalah arus yang melewati
batang dan A = I.d adalah luas permukaan
batang, dengan d adalah tebal sampel.
Sehingga persamaan dapat ditulis sebagai :
UH =

RH
I
d x

Bz . (6)

Percobaan

b. perubahan tegangan Hall


Pertama mengamati bahan dengan sumber
arus konstan (IB) dimana arus maksimal yang
diberikan
adalah
5
A,
kemudian
menempatkannya pada medan magnet yang
arahnya tegak lurus terhadap arus yang
mengalir (Ix) pada bahan yang diuji.
Kemudian mengukur tegangan yang terjadi
menggunakan
microvoltmeter
sebagai
tegangan Hall (UH). Setelah itu harga arus
diubah-ubah sehingga diperoleh data yang
menggambarkan perubahan Hall terhadap
arus pada medan magnet tetap.
IV.
IV.1

Data dan Analisa Data


Data

IB = 1 A

IB = 3,16 A

IB = 2,03 A

IB = 4 A

menghitung berapa nilai medan magnet B


yang dihasilkan kumparan. Dari hasil
percobaan dan plot data pada grafik, diperoleh
grafik yang cenderung linier, artinya
perubahan arus berbanding lurus dengan
perubahan medan magnet sehingga ketika
arus yang diberikan semakin besar maka
medan magnet yang dihasilkan akan semakin
besar.
Percobaan selanjutnya mengenai perubahan
tegangan Hall. Dimana bahan yang diamati
adalah tungsten, lalu dihubungkan pada suber
arus yang tegak lurus bahan (Ix) dan arus juga
diberika kepada kumparan yang akan
menghasilkan medan magnet (Bz) sehingga
tegangan Hall yang terjadi (UH) dapat diamati
dengan menggunakan microvoltmeter. Dapat
dilihat dari hasil percobaan dan pengolahan
data bahwa semakin besar arus (Ix) yang
diberikan, maka akan semakin besar tegangan
Hall (UH) yang dihasilkan hal ini sesuai
dengan rumus
UH =

Konstanta Hall secara Grafik


RH =

0,3496
5 105
10

RH = 1,7 48. 10-6 m3 C-1


Konsentrasi Pembawa Muatan Tungsten
P = 3,5756 x 1024 m-3
IV.2

Analisa

Pada praktikum kali ini yang berjudul Efek


Hall dilakukan percobaan untuk menentukan
kurva
kalibrasi
IB

B
dengan
menghubungkan sumber arus 10 A kepada
kumparan dan menyalakan tesla meter untuk

RH
I
d x

Bz

Namun karena ampere meter yang digunakan


sangat sensitif dan arus yang terus berubahubah maka perubahan arus yang diberikan
tidak bisa kelipatan 0,5 A tetapi hanya
mendekati saja. Lalu nilai konstanta Hall RH
yang dihasilkan untuk bahan tungsten dari
percobaan kali ini dengan menghubungkan
nilai kemiringan grafik kalibrasi IB B
adalah 1,7 48. 10-6 m3 C-1 dan konsentrasi
pembawa muatannya adalah 3,5756 x 1024m-3.
V.

Kesimpulan

Simpulan pada praktikum Efek Hall kali ini


adalah hubungan arus yang mengalir pada
kumparan atau coil berbanding lurus dengan
medan magnet yang dihasilkan. Nilai
konstanta Hall (RH) secara grafik hubungan
tegangan Hall (UH) dengan arus yang
mengalir (I ) adalah 1,7 48. 10-6 m3 C-1 dan
x

konsentrasi pembawa muatan (p) untuk bahan


tungsten adalah 3,5756 x 1024 m-3 .
Daftar Pustaka

[1] Laboratorium Fisika Eksperimen. 2015.


Panduan dan Kumpulan Modul Praktikum
Fisika Eksperimen II A. Universitas
Padjadjaran : Program Studi Fisika FMIPA
Unpad.

[2] Tri Nugraheni, Novi. Efek Hall.


Unair.ac.id/admin/file/f_41146_m2m.pdf.
(diakses tanggal 15 September 2015 Pukul
21:00 WIB)