Anda di halaman 1dari 7

MOLIBDENUM

1. Pengertian

Molibdenum adalah salah satu logam pertama yang ditemukan oleh para ahli
kimia modern. Ditemukan pada tahun 1778 oleh kimiawan Swedia Carl Wilhelm
Scheele. Molibdenum adalah logam transisi, sehingga menempatkannya di tengahtengah tabel periodik, dengan nomor atom 42. Tabel periodik itu sendiri adalah suatu
bagan yang menunjukkan bagaimana unsur-unsur kimia yang terkait antara satu
dengan yang lain. Molibdenum bersifat keras, seperti logam perak dengan titik leleh
sangat tinggi. Molibdenum biasanya digunakan untuk menjadi campuran dengan
logam lain. Campuran sendiri akan memiliki sifat berbeda dari unsur logam yang
pertama, Molibdenum biasanya sering dicampur dengan baja untuk meningkatkan
kekuatan, ketangguhan, ketahanan terhadap kehausan dan korosi, dan kemampuan
untuk mengeraskan baja.
a) Struktur Atom Molibdenum

No. atom

Jari jari atom

Volum Atom

Konfigurasi Elektron

Elektron/Tingkat Energi

Jumlah Elektron

Jumlah Neutron

Jumlah Proton

: 42
: 2.01
: 9.4cm3/mol
:1s2 5s1 2s2p6 3s2p6d10 4s2p6d5
: 2,8,18,13,1
: 42
: 54
: 42

b) Sifat Kimia Molibdenum


* Kesetimbangan Elektrokimia
* Elektron Fungsi Kerja
* Elektronegativitas
* Energi Ionisasi
Pertama
Kedua
Ketiga
* Potensi Elektron Valensi (-eV)

: 0.8949g/amp-h
: 4.6 eV
: 2.16 (Pauling); 1.3

(Rochow Allrod)

: 7,099
: 16,461
: 27,16
: 88,6

c) Sifat fisik dan mekanik Molibdenum


Warna
Fasa
Massa Atom Rata-rata
Koefisien lineal termal expansion/K-1
Konduktivitas
Listrik
Thermal
Kepadatan
Modulus elastik
o Massal
: 261.2/GPa
o Kekakuan : 125.6/GPa
o Youngs
: 324.8/Gpa
Entalpi atomisasi
Entalpi Fusion
Entalpi Penguapan
Skala Kekerasan
o Brinell
: 1500 m MN-2
o Mohs
: 5,5
o Vickers
: 1530 MN m-2
Panas Penguapan
Titik Leleh
Molar Volume
Bentuk (pada 20 C & 1atm): Solid
Spesifik Panas
Tekanan Uap

: Putih perak
: Solid
: 95,94
: 5.43E-6
: 0,187 106/cm
: 1,38 W / cmK
: 10.22g/cc @ 300K
:

: 653 kJ / mol @ 25 C
: 27,61 kJ / mol
: 594,1 kJ / mol

: 598kJ/mol
: 2890K 2617 C 4743 F
: 9,41 cm3/mole
: 0.25J/gK
: 3.47Pa @ 2617 C

d) Reaksi Kimia Molibdenum


Reaksi dengan air
Tidak bereaksi dengan air pada suhu ruangan
Reaksi dengan oksigen
Tidak bereaksi dengan oksigen pada suhu ruangan/normal. Pada
temperature tinggi
membentuk Molibdenum (VI) trioxide.
Reaksi:
2Mo(s) + 3O2(g) 2MoO3(S)
Reaksi dengan halogen
Pada temperatur ruangan Mo breaksi dengan fluorine membentuk
Molibdenum (VI) fluoride.
Reaksi
Mo(S) + 3F2(g) MoF6(l)
2. Fungsi Molibdenum
Molibdenum berfungsi sebagai metaloenzim xantin oksidase, aldehida
oksidase, dan sulfit oksidase. Sampai saat ini belum diketahui sistem metabolisme
kecuali bentuk heksavalen yang larut air diabsorpsi dengan baik melalui usus. Urin
adalah jalan utama ekskresi molibdenum. Terdapat beberapa bukti bahwa
molibdenum dapat mempengaruhi metabolisme tembaga dengan mengurangi
efisiensi penggunaan tembaga dan bahkan mungkin mobilisasi tembaga dari
jaringan. Pemberian ransum dengan defisien molibdenum pada ayam menyebabkan
kelambatan pertumbuhan, khususnya ketika ransum mengandung level rendah
natrium tungstate.
Molibdenum terutama banyak digunakan di industri, diantaranya adalah:
o Baja,
o Pesawat,
o Rudal,
o Filamen di pemanas listrik,
o Pelumas,
o Lapisan pelindung pelat boiler,
o Pigmen,
o dan katalis.
Sekitar 75 persen dari Molibdenum yang digunakan di Amerika Serikat pada
tahun 1996 dijadikan campuran untuk baja dan besi. Hampir setengah dari
campuran ini digunakan untuk membuat stainless dan baja tahan panas. Hasilnya
dapat digunakan dalam pesawat terbang, pesawat ruang angkasa, dan rudal bagian.
Penggunaan penting lainnya adalah campuran Molibdenum dalam produksi alat-alat
khusus, seperti: busi, shaft baling-baling, senapan barel, peralatan listrik digunakan
pada temperatur tinggi, dan boiler pelat.
Penggunaan penting lainnya adalah sebagai katalis Molibdenum. Katalis adalah
zat yang digunakan untuk mempercepat atau memperlambat suatu reaksi kimia.

Katalis tidak mengalami perubahan wujud selama reaksi. Katalis Molibdenum


digunakan dalam berbagai operasi kimia, dalam industri minyak bumi, dan dalam
produksi polimer dan plastik.
Molibdenum digunakan pada alloy tertentu yang berbasis nikel, seperti Hastelloy
, yang mana tahan panas dan tahan korosi bahan kimia. Molibdenum
mengoksidasi pada suhu yang meningkat. Penerapan terbaru molibdenum adalah
sebagai elektroda untuk tungku pembakaran kaca yang dipanaskan dengan listrik.
Molibdenum juga digunakan dalam nuklir, dan dalam pembuatan suku cadang rudal
dan pesawat terbang. Molibdenum merupakan katalis penting dalam pemurnian
minyak bumi. Juga diterapkan sebagai bahan filamen dalam dunia elektronik.
Molibdenum adalah unsur esensial dalam jumlah sedikit yang dibutuhkan oleh
tanaman; beberapa daerah tandus karena kekurangan unsur ini dalam tanah.
Molibdenum sulfida adalah pelumas yang sangat berguna, khususnya pada suhu
tinggi di mana oli mudah terurai. Hampir semua baja yang sangat kuat, dengan
minimum daya tampung 300.000 psi mengandung molibdenum sejumlah 0.25
hingga 8%. Secara biologis, molibdenum sebagai unsur penting dalam pengikatan
nitrogen dan proses metabolisme lainnya
Paduan Molibdenum
TZM (Mo (~ 99%), Ti (~ 0,5%), Zr (~ 0,08%) dan beberapa C)
Tahan terhadap korosi
molibdenum superalloy tahan garam fluorida cair pada suhu diatas
13000C
memiliki sekitar dua kali kekuatan Mo murni
lebih ulet
MoW (Molibdenum-Tungsten)
ketahanan korosi lebih baik
kekuatan lebih tinggi
Aplikasi: komponen untuk pengolahan seng, misalnya pompa komponen,
nozel, sarung termokopel, pengaduk untuk industri kaca.

Molybdenum disulfide (MoS2)


Digunakan sebagai pelumas yang tahan tekanan-tinggi suhu tinggi
(HPHT)
Molybdenum disilicide (MoSi2)
Penggunaan primer di elemen pemanas beroperasi pada suhu di atas
1500 C dalam udara.
Molybdenum trioksida (MoO3)
Sebagai perekat
Lead molibdat (wulfenite)
diendapkan dengan kromat timah dan timbal sulfat merupakan pigmen
terang-oranye digunakan untuk industri keramik dan plastik.
Heptamolybdate Amonium
digunakan dalam prosedur pewarnaan biologi.

3. Sumber Molibdenum
Molibdenum dapat ditemui di alam bebas. Sebaliknya, walaupun ia masih
menjadi bagian dari suatu senyawa. Selain molybdenite, biasanya Molibdenum
terjadi sebagai mineral wulfenite (PbMo0 4) dan Powellite (CaMoO4). Dapat ditemukan
di kerak bumi yang diperkirakan sekitar 1 hingga 1,5 bagian per juta. Sekitar duapertiga dari semua Molibdenum di dunia berasal dari Kanada, Chili, Cina, dan
Amerika Serikat. Di Amerika Serikat, bijih Molibdenum ditemukan terutama di Alaska,
Colorado, Idaho, Nevada, New Mexico, dan Utah.
Molibdenum ditemukan dalam sayuran berdaun hijau
gelap, susu, kacang-kacangan, kacang polong, dan bijibijian sereal. Jumlah aktual dari molibdenum dalam bijibijian dan sayuran tergantung pada jumlah dalam tanah
ketika produk itu tumbuh, tetapi kebanyakan orang
mendapatkan cukup nutrisi ini dalam diet mereka.

Ekstraksi Molibdenum
Logam Molibdenum murni dapat diperoleh dari Molibdenum trioksida
(Mo0 3) dalam berbagai cara. Molibdenit ini pertama dipanaskan sampai suhu 700
C (1292 F) dan sulfida yang teroksidasi menjadi oksida (VI) molibdenum melalui
udara:
2MoS2 + 7O2 2MoO3 + 4SO2
Bijih teroksidasi kemudian dipanaskan sampai 1.100 C (2010 F) untuk
menghaluskan oksida, atau pencucian dengan amonia yang kemudian bereaksi
dengan oksida (VI) molibdenum untuk membentuk molybdate yang larut dalam air:
MoO3 NH4OH + 2(NH4) 2(MoO4) + H2O

Tembaga merupakan pengotor yang kurang larut dalam amonia sehingga


digunakan hidrogen sulfida untuk mengendapkannya.

4. Molibdenum Dalam Tubuh Manusia


Pada manusia, molybdenum dikenal berfungsi sebagai kofaktor untuk tiga enzim:
Sulfit oksidase mengkatalisis transformasi sulfit ke sulfat, reaksi yang
diperlukan untuk metabolisme kandungan asam amino (metionin dan sistein).
Xanthine oksidase mengkatalisis pemecahan nukleotida (prekursor untuk
DNA dan RNA) untuk membentuk asam urat, yang berkontribusi terhadap
kapasitas antioksidan plasma darah.
Oksidase Aldehyde dan xanthine oksidase mengkatalisis reaksi hidroksilasi
yang melibatkan beberapa molekul yang berbeda dengan struktur kimia yang
sama. oksidase Xanthine dan oksidase aldehida juga berperan dalam
metabolisme obat dan racun.
Nilai ambang batas Mo dalam tubuh manusia:
Anak-anak 1-3 tahun 300 g / hari
Anak-anak 4-8 tahun 600 g / hari
Anak-anak 9-13 tahun 1.100 g / hari (1,1 mg / hari
Remaja 14-18 tahun 1.700 g / hari(1,7 mg / hari
Dewasa 19 tahun dan lebih tua 2.000 (2,0 mg / hari)
Molibdenum diperlukan untuk oksidasi belerang, suatu komponen dari protein.
Molibdenum terdapat dalam susu, buncis, roti dan gandum.

5. Kekurangan Molibdenum
Kekurangan molibdenum yang disebabkan karena asupan yang tidak
memadai pada orang yang sehat, belum pernah diteliti. Tetapi kekurangan
molibdenum terjadi pada keadaan tertentu misalnya jika seorang malnutrisi yang
menderita penyakit Chron mendapatkan makanan parenteral dalam waktu yang
lama tanpa tambahan molibdenum.
Gejalanya berupa:
denyut jantung yang cepat
sesak nafas
mual
muntah
Disorientasi
koma.
Penyembuhan total bisa diperoleh dengan pemberian molibdenum.
6. Kelebihan Molibdenum

Orang yang mengkonsumsi molibdenum dalam jumlah besar dapat


mengalami gejala yang menyerupai penyakit gout, termasuk peningkatan kadar
asam urat dalam darah dan nyeri sendi.
Penambang yang terpapar debu molibdenum bisa mengalami gejala-gejala
yang tidak spesifik.