Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( S A P )

Pokok Bahasan

: Kekambuhan

Sub Pokok Bahasan

: Peran keluarga dalam penanganan kekambuhan pada


pasien gangguan jiwa.

Sasaran

: Pasien dan Keluarga Pasien

Hari / Tanggal

: Rabu, 17 Desember 2013

Waktu

: Pukul 08.00 WIB

Tempat

: Aula RSJ Kelawa Atei

A. Latar Belakang
Keperawatan jiwa merupakan bentuk pelayanan profesional yang
didasarkan pada ilmu keperawatan jiwa bentuk pelayanan Bio-Psiko-Sosio-Spritual
yang komperhensif. Klien dapat berupa individu, keluarga dan komunitas baik dalam
keadaan sakit maupun sehat. Bentuk Asuhan keperawatan jiwa meluputi pencegahan
primer adalah pendidikan kesehatan, pengubahan lingkungan dan dukungan sistem
sosial.
Keluarga sebagai orang terdekat dengan klien merupakan sistem
pendukung utama dalam memberikan pelayanan langsung pada saat klien berada
dirumah. Oleh karena itu keluarga memiliki peran penting didalam upaya pencegahan
kekambuhan penyakit pada klien jiwa. Melihat fenomena diatas, maka keluarga perlu
mempunyai pemahaman mengenai cara perawatan anggota keluarga yang mengalami
gangguan jiwa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah perawat dapat melaksanakan
penyuluhan guna memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Memberikan pendidikan tentang peran keluarga dalam merawat anggota
keluarga yang mengalami gangguan jiwa.
2. Tujuan Khusus

Memberikan pendidikan kesehatan tentang :


a.
b.
c.
d.

Pengertian Kekambuhan
Tanda dan gejala kekambuhan klien gangguan jiwa
Faktor-faktor yang mempengaruhi kekambuhan klien.
Peran klien dan keluarga dalam pencegahan kekambuhan.

C. Pelaksanaan
a. Hari / Tgl

: Selasa, 17 Desember 2013

b. Waktu: 30 Menit
c. Sasaran

: Pasien dan Keluarga

d. Tempat

: Aula RSJ Kalawa Atei

D. Pembagian Tugas
a. Presentator

: Roby Kristian, Theo Andika

b. Moderator

: Rusdiandi

c. Observer

: Hendra Gustiano

d. Notulen

: Erry Yuliandani

e. Fasilitator

1.
2.
3.
4.
5.

Emily Tanusaputra
Kristiya L. Nandeng
Saiful Rahman
Inda Koti
Septia Rinda

f. Metode

: Ceramah, Diskusi

g. Media

: Laptop, LCD

h. Materi

a.

Pengertian Kekambuhan

b.

Tanda dan gejala kekambuhan klien gangguan jiwa

c.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kekambuhan klien

d.

Peran klien dan keluarga dalam pencegahan kekambuhan.

i. Seting Tempat
Peserta duduk dikursi, anggota kelompok duduk berbaur dengan pasien dan
keluarga pasien, penyaji didepan.

j. Rencana Kegiatan
Kegiatan
1. PEMBUKAAN

Waktu

Respon Keluarga

5 Menit

Menjawab salam

Memberi salam
Memperkenalkan diri
Menjelaskan Tujuan
Memberikan kesempatan untuk bertanya

Mendengarkan
Mendengarkan
Bertanya

2. KEGIATAN INTI

Menjelaskan pengertian dari kekambuhan 20 menit


Menjelaskan tanda dan gejala kekambuhan

Mendengarkan

klien gangguan jiwa


Menjelaskan
faktor-faktor

Mendengarkan

mempengaruhi kekambuhan klien


Menjelaskan peran klien dan keluarga

Mendengarkan

dalam pencegahan kekambuhan


Memberikan kesempatan klien

Mendengarkan

yang

atau

keluarga untuk bertanya


Bertanya
3. PENUTUP

Melakukan evaluasi
Memberikan reinforcement
Menyimpulkan kegiatan
Salam penutup

5 Menit

Menjawab
Mendengarkan
Menyimpulkan
bersama.
Menjawab salam

j. Evaluasi
Pertanyaan :

Apa yang dimaksud dengan kekambuhan ?


Bagaimana Tanda/Gejala dari kekambuhan ?
Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kekambuhan
Apa yang dapat dilakukan keluarga untuk mencegah kekambuhan ?

PERAN KELUARGA DALAM PENANGANAN KEKAMBUHAN


PASIEN GANGGUAN JIWA
A. Kekambuhan
Kekambuhan adalah kembalinya suatu penyakit setelah tampaknya mereda
(Dorland, 2002).
Kekambuhan yaitu kembalinya gejala gejala penyakit sehingga cukup parah
dan mengganggu aktivitas sehari hari dan memerlukan rawat inap dan rawat jalan
yang tidak terjadwal (Boyd dan Nihart, 1998).
B. Tanda tanda kekambuhan
Tahap I :
penderita memperlihatkan ketegangan yang berlebihan (overextension), sering
mengeluh cemas terus menerus, tak dapat konsentrasi, lupa kata kata dalam
pertengahan kalimat, adanya hambatan mental dalam aktivitas dan penampilan diri
yang menurun.
Tahap II :
memperlihatkan keterbatasan tingkat kesadaran (retriction conciusness), depresi,
mudah bosan, apatis, obsesional dan fobia, mengeluh sakit di seluruh tubuh
(somatisasi), menarik diri dari aktivitas sehari hari dan membatasi stimulus
eksternal.
Tahap III :
Gangguan persepsi, gangguan isi pikir dan gagal memakai mekanisme pembelaan
yang matang
Tahap IV :
memperlihatkan gejala psikotik yang jelas, adanya halusinasi dan waham secara
terus menerus
Tahap V :
penderita tidak lagi mengenal keluarga dan menganggap keluarga sebagai penipu.
Dapat pula penderita mengamuk.

Tahap VI :
penderita nampak seperti robot dn bingung serta gelisah.
Jika muncul tanda tanda di atas segera :
Bantu klien untuk mengungkapkan apa yang dirasakan.
Segera kontrol ke RS, sehingga segera mendapat pertolongan.
C. Penyebab kekambuhan
Faktor faktor yang menyebabkan kekambuhan :
1. Tidak teratur minum obat, pemakaian obar neuroleptik yang lama dapat
2.
3.
4.

menyebabkan efek samping tardive dyskinesia (gerakan tidak terkontrol).


lingkungan dengan stressor tinggi.
Keluarga dengan ekspresi emosi yang tinggi.
Kurangnya aktivitas dan latihan serta suplai nutrisi.

D. Perawatan penderita di rumah


Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh keluarga dan lingkungan dalam merawat
pasien di rumah antaralain :
1. Memberikan kegiatan/ kesibukan dengan membuatkan jadwal sehari hari.
2. Selalu menemani dan tidak membiarkan penderita sendiri dalam melakukan
suatu kegiatan, misalnya : makan bersama, bekerja bersama, bepergian dll.
3. Meminta keluarga atau teman untuk menyapa klien, jik klien mulai
menyendiri atau berbicara sendiri.
4. Mengajak ikut aktif dan berperan serta dalam kegiatan masyarakat, misalnya
: pengajian, kerja bakti dll.
5. Memberikan pujian, umpan balik atau dukungan untuk ketrampilan sosial
yang dapat dilakukan pasien.
6. Mengontrolkepatuhan minum obat secara benar sesuai dengan resep dokter.
7. Jika klien malas minum obat, anjurkan untuk minum obat secara halus dan
emapti. Hindari tindakan paksa yang menimbulkan trauma bagi pasien.
8. Kontrol suasana lingkungan / pembicaraan yang dapat memancing
terjadinya marah.
9. Mengenali tanda tanda yang muncul sebagai gejala kekambuhan.
10. Segera kontrol ke dokter/RS jika muncul perubahan perilaku yang
menyimpang atau obat habis.