Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH METODOLOGI PENELITIAN

ANALISA DATA PENELITIAN


"Pengaruh Penambahan Telur Terhadap Kandungan Zat Gizi, dan Uji
Kesukaan Blondies Garut (Marantha arundinacea) Sebagai Makanan
Alternatif Bagi Sindrome Autisme"
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Metodologi Penelitian

Dosen:
Arya Ulilalbab, S.TP., M.Kes.

Penyusun:
Andhika Sendy Permatasari
2013.05.005

AKADEMI GIZI
KARYA HUSADA

TAHUN AKADEMIK 2014/2015KATA PENGANTAR


Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
hidayah-Nya, makalah yang kami tulis dengan judul Analisa Data Penelitian
dapat terselesaikan dengan baik.
Terima kasih kami ucapkan kepada :
1. Ibu Enggar Anggraeni, S.ST. Direktur Program Studi Akademi Gizi.
2. Bapak Arya Ulilalbab, S.TP., M.Kes. dosen pengajar Mata Kuliah
Metodologi Penelitian, yang telah memberi bimbingan dalam pembuatan
makalah ini.
3. Bapak/Ibu staf karyawan Program Studi Akademi Gizi Stikes Karya
Husada Kediri.
4. Teman-teman yang ikut serta membantu dalam proses pembuatan makalah
ini, baik dalam pemberian gagasan maupun dalam pemberian sarana dan
prasarana.
Semoga makalah yang kami tulis ini dapat bermanfaat, memberikan
tambahan wawasan bagi teman-teman mahasiswa gizi dan semoga bisa menjadi
bahan referensi untuk pembelajaran kita bersama.
Kediri, 25 Juni 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL......................................................................................i
KATA PENGANTAR........................................................................................ii
DAFTAR ISI......................................................................................................iii
DAFTAR TABEL..............................................................................................iv
BAB I : ANALISA DATA
Cara Analisi Data.......................................................................................1
BAB II: HASIL dan PEMBAHASAN
Kadar Protein Blondies Garut....................................................................3
Kadar Lemak Blondies Garut....................................................................4
Kadar Serat Kasar Blondies Garut.............................................................5
Kadar Karbohidrat Blondies Garut............................................................6
Uji Kesukaan Blondies Garut....................................................................7
BAB III PENUTUP
Kesimpulan..............................................................................................12
Saran........................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................13
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Analisis Data Rancangan Acak Lengkap...........................................1
Tabel 2.1 Hasil Analisis Protein Blondies Garut dengan Formulasi
Penambahan Telur.......................................................................................3
Tabel 2.2 Hasil Analisis Lemak Blondies Garut dengan Formulasi
Penambahan Telur.......................................................................................4
Tabel 2.3 Hasil Analisis Kadar Serat Kasar Blondies Garut dengan
Formulasi Penambahan Telur.....................................................................5
Tabel 2.4 Hasil Analisis Kadar Karbohidrat Blondies Garut dengan
Formulasi Penambahan Telur.....................................................................6
Tabel 2.5 Uji Kesukaan Terhadap Aroma Blondies...........................................7
Tabel 2.6 Uji Kesukaan Terhadap Warna Blondies............................................8
Tabel 2.7 Uji Kesukaan Terhadap Rasa Blondies...............................................9
Tabel 2.8 Uji Kesukaan Terhadap Tekstur Blondies.........................................10
BAB I
ANALISA DATA
1.1 Cara Analisis Data
Untuk mengetahui adanya perubahan penambahan jumlah telur
pada pembuatan blondies garut terhadap kandungan gizi dan volume
pengembangan menggunakan one-way ANOVA. Sedangkan untuk hasil
uji kesukaan untuk mengetahui daya terima dilakukan uji Friedman.
Data yang diambil ditabulasikan seperti pada tabel 1.1 untuk uji
kesukaan :
Tabel 1.1 Analisis Data Rancangan Acak Lengkap
Replikasi
I
II
III
IV
V
VI
Jumlah

50
A1
A2
A3
A4
A5
A6
50

Proporsi penambahan telur (%)


75
100
B1
C1
B2
C2
B3
C3
B4
C4
B5
C5
B6
C6
75
100

125
D1
D2
D3
D4
D5
D6
125

Rata-rata

X50

X75

X100

X125

1. Analisa untuk kadar Protein, lemak, serat kasar, dan karbohidrat


dengan menggunakan oney-way ANOVA dengan tingkat ketelitian
=0,01 dan menggunakan SPSS 10.
2. Analisa daya terima (uji Duncan ) dapat dianalisa menggunakan

SPSS dengan tingkat ketelitian

=0,05

dan menggunakan

SPSS 16.
3. Penarikan kesimpulan :
Interpretasi Uji Anova
Jika nilai sig > 0,01 H0 diterima artinya tidak ada pengaruh
proporsi penamabahan telur terhadap kandungan zat gizi

dan uji kesukaan blondies garut.


Jika nilai sig < 0,01 H0 ditolak artinya ada pengaruh
proporsi penambahan telur terhadap kandungan zat gizi dan

uji kesukaan blondies garut.


Jika H0 ditolak artinya minimal ada sepasang hasil
perlakuan yang berbeda maka dilanjutkan dengan uji
Turkey.

Interpretasi Uji Friedman

Jika nilai sig > 0,05 H0 diterima artinya tidak ada pengaruh
proporsi penamabahan telur terhadap kandungan zat gizi

dan uji kesukaan blondies garut.


Jika nilai sig < 0,05 H0 ditolak artinya ada pengaruh
proporsi penambahan telur terhadap kandungan zat gizi dan
uji kesukaan blondies garut.

BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
2.1 Kadar Protein Blondies Garut
Hasil uji Kadar Protein Blondies Garut dengan formulasi penambahan
telur yang memiliki kadar protein tertinggi adalah blondies dengan
penambahan telur 125%. Sedangkan kadar pretein terendah adalah
blondies dengan penambahan telur 50%. Secara keseluruhan kadar protein
blondies meningkat seiring dengan meningkatnya persentase penambahan
telur. Hal ini didukung dengan uji statistik kadar protein blondies yang
menunjukan bahwa ada pengaruh penambahan persentase telur terhadap
peningkatan kadar protein dengan p=0.000. Hasil analisa kadar protein
dengan penambahan telur secara singkat dapat dilihat pada tabel 2.1
Tabel 2.1 Hasil Analisis Protein Blondies Garut dengan Formulasi
Penambahan Telur.
Formulasi penambahan telur (%)
50
75
100
125

Kadar Protein (% berat basah)


4,06 0,32c
4,86 0,37bc
6,79 0,26ab
7,44 2,35a

Hasil penelitian menunjukan kadar protein blondies garut makin


meningkat bersamaan dengan meningkatnya persentase penambahan telur.
Hal ini dikarenakan kadar protein telur (12,8%) yang lebih tinggi
dibandingkan dengan kadar protein tepung garut (1,78%). Selain itu
komposisi asam amino dalam telur cukup lengkap sehingga dapat
melengkapi asam amino dalam tepung garut.
Meskipun demikian, masih terjadi kehilangan protein sebesar 0,49%
pada penambahan telur 50% dan 0,87% pada penamabahan telur 75%,
yang disebabkan karena proses pengolahan (cooking loss) blondies garut.
Kerusakan karena cooking loss dapat terjadi karena reaksi Maillard, yaitu
reaksi antara gula reduksi dengan protein pada suhu 150-260C yang
membentuk warna coklat pada makanan. Pada reaksi ini asam-asam amino
terutama lisin berikatan dengan glukosa dan fruktosa membentuk produk
akhir melanoidin, protein termodifikasi dan senyawa aromatik seperti
trimetil pirazin, tetrametil pirazin, serta senyawa lainnya merupakan

sumber aroma khas dalam produk reaksi Maillard dan cenderung bersifat
volatil sehingga dapat menguap dan menyebabkan cooking loss.
Protein sebagai zat pembangun memiliki fungsi utama untuk
membentuk jaringan dan mempertahankan jaringan yang telah ada.
Pembentukan jaringan ini merupakan proses penting yang menunjang
masa pertumbuhan dan perkembangan pada bayi serta anak. Selain itu,
protein digunakan sebagai bahan bakar apabila kebutuhan energi tubuh
tidak terpenuhi oleh karbohidrat dan lemak.sumbangan blondies garut
dengan penambahan persentasi telur sebanyak 125% terhadap AKG
protein untuk anak usia 4-6 tahun sebesar 19,07% dan untuk anak usia 7-9
tahun sebesar 16,53%.
2.2 Kadar Lemak Blondies Garut
Blondies garut dengan formulasi penambahan telur yang memiliki
kadar lemak tertinggi adalah blondies dengan penambahan telur 50%,
sedangkan kadar lemak terendah adalah blondies dengan penambahan
telur 100%. Hasil uji statistik menunjukkan ada pengaruh persentase
penambahan telur terhadap kadar lemak dengan p=0,008. Hasil analisa
kadar lemak blondies dengan penambahan telur secara singkat dapat
dilihat pada tabel 2.2.
Tabel 2.2 Hasil Analisis Lemak Blondies Garut dengan Formulasi
Penambahan Telur
Formulasi penambahan telur (%)
50
75
100
125

Kadar Protein (% berat basah)


2,417,194 1,25
15,90 0,29
15,61 0,44
15,66 0,84

Penambahan telur terbukti berpengaruh terhadap penurunan lemak


pada blondies. Penambahan telur menyebabkan meningkatnya kadar air
dan berat pada setiap formulasi sehingga persentase lemak semakin
menurun. Selain itu penurunan lemak kemungkinan disebabkan rusaknya
lemak pada saat proses pengolahan dengan pemanasan. Semakin banyak
penambahan telur dan semakin tinggi panas yang digunakan saat
pengolahan maka kemungkinan terjadinya hidrolisis semakin besar.

Dengan demikian semakin banyak asam lemak bebas dan gliserol


yang terbentuk. Gliserol mempunyai sifat dapat larut dalam air dan tidak
larut dalam eter dan hexane sehingga tidak terhitung dalam proses
pengujian lemak. Lemak makanan berperan penting dalam pencernaan,
absorbsi dan transportasi vitamin larut lemak, serta senyawa fitokimia
seperti karotenoids dan lycopenes. Konsumsi lemak yang cukup dapat
memenuhi kebutuhan energi anak-anak sehingga protein tidak ikut dipecah
menjadi energi dan obesitas dapat dihindari.
2.3 Kadar Serat Kasar Blondies Garut
Kadar serat kasar pada blondies garut dengan formulasi penambahan
telur yang tertinggi adalah blondies dengan penambahan telur 75%,
sedangkan kadar serat kasar terendah adalah blondies dengan penambahan
telur 50%. Hasil uji kadar serat kasar blondies dengan menggunakan uji
statistik menunjukan bahwa tidak ada pengaruh peentase penambahan
telur terhadap kadar serat kasar dengan p=0,817. Hasil analisa kadar serat
kasar blondies dengan penambahan telur secara singkat dapat diliat pada
tabel 2.3.
Tabel 2.3 Hasil Analisis Kadar Serat Kasar Blondies Garut dengan
Formulasi Penambahan Telur.
Formulasi penambahan telur (%)
50
75
100
125

Kadar Protein (% berat basah)


2,44 0,95
2,99 0,93
2,94 0,36
2,82 1,67

Penambahan telur pada pembuatan blondies garut tidak berpengaruh


terhadap kadar serat kasar blondies. Secara statistik tidak ada perbedaan
yang bermakna pada kadar serat semua perlakuan. Hal ini disebabkan
karena telur tidak memiliki serat sehingga kadar serat hanya berasal dari
tepung umbi garut saja yaitu sekitar 2,59%.
Sumbangan blondies garut terhadap kebutuhan serat untuk anak yaitu
sebesar 18,65% per 100 gram sajian. Konsumsi serat yang dianjurkan
untuk anak-anak adalah 15 gram sehari sesuai kebutuhan. Pada anak
dengan sindrome autisme serat dalam pencernaan berfungsi untuk

memberi sifat bulky dalam feses, sehingga membantu mengurangi gejala


diare yang sering terjadi.
2.4 Kadar Karbohidrat Blondies Garut
Kadar karbohidrat tertinggi pada blondies adalah dengan penambahan
telur 50%, sedangkan kadar karbohidrat terendah adalah blondies dengan
penambahan telur 100%. Hasil uji statistik menunjukan ada pengaruh
persentase penambahan telur terhadap kadar karbohidrat dengan p=0,000.
Hasil analisa kadar karbohidrat blondies dengan penambahan telur secara
singkat dapat dilihat pada tabel 2.4.
Tabel 2.4 Hasil Analisis Kadar Karbohidrat Blondies Garut dengan
Formulasi Penambahan Telur
Formulasi penambahan telur (%)
50
75
100
125
Secara

umum

karbohidrat

Kadar Protein (% berat basah)


43,39 0,73
37,03 0,55
27,42 0,78
31,14 2,05
dalam

blondies

garut

mengalami

penurunan. Hal ini disebabkan kadar karbohidrat tepung garut sebesar


64,39% yang lebih tinggi dibandingkan dengan karbohidrat telur yaitu
0,7%. Penurunan ini juga dapat dipengaruhi oleh perhitungan by
difference dimana seiring dengan peningkatan kadar protein, kadar air dan
perubahan kadar lemak, kadar karbohidrat yang merupakan hasil selisih
perhitungan akan semakin menurun.
Kebutuhan energi untuk anak-anak

ditentukan

berdasarkan

metabolisme basal, status pertumbuhan dan aktivitas anak. Pada anak-anak


yang masih dalam masa pertumbuhan dan disertai dengan aktivitas yang
cukup tinggi, karbohirat merupakan sumber zat gizi yang penting untuk
dipenuhi kecukupannya. Sebagai sumber energi utama, kecukupan
karbohidrat berfungsi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan
anak-anak, seperti mencegah terjadinya pemecahan protein yang
berlebihan untuk diubah menjadi energi.
2.5 Uji Kesukaan
Uji kesukaan dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan suatu
produk oleh konsumen. Faktor yang mempengaruhi uji kesukaan suatu
produk adalah aroma, warna, tekstur dan rasa.
9

2.5.1

Aroma
Uji kesukaan panelis terhadap aroma secara keseluruhan cukup

baik dan disukai. Aroma blondies yang paling disukai adalah


blondies dengan penambahan telur 100%

sedangkan aroma

blondies yang paling rendah tingkat kesukaaannya adalah blondies


dengan penambahan telur 125%. Uji statistik dengan nilai p=0,162
menunjukan persentase penambahan telur tidak berpengaruh
terhadap uji kesukaan aroma blondies. Uji aroma kesukaan
blondies dapat dilihat pada tabel 2.5
Tabel 2.5 Uji Kesukaan Terhadap Aroma Blondies
Formulasi penambahan

Kadar Protein
(% berat basah)

Keterangan

3,95

Suka

75

4,10

Suka

100

4,15

Suka

125

3,80

Suka

telur (%)
50

Uji kesukaan aroma blondies garut menurun pada penambahan


telur paling banyak, meskipun demikian secara umum aroma
blondies disukai oleh panelis. Semakin banyak penambahan telur,
semakin amis aroma blondies. Aroma amis ini disebabkan oleh
penguraian berbagai senyawa yang berasal dari hasil penguraian
asam-asam amino. Penambahan esens aroma pandan bertujuan
untuk mengurangi bau amis dari telur, sehingga panelis dapat
menerima aroma blondies garut yang dibuktikan dengan hasil uji
penambahan

telur

terhadap

uji

kesukaan

aroma

blondies

menunjukan tidak ada pengaruh yang signifikan.


2.5.2
Warna
Warna blondies yang paling disukai adalah blondies dengan
penambahan telur 100%, sedangkan warna blondies yang paling
rendah tingkat kesukaannya adalah blondies dengan penambahan
telur sebanyak 50%. Uji statistik menunjukan bahwa persentase
penambahan telur berpengaruh terhadap uji kesukaan warna

10

blondies yang ditunjukan dengan nilai p=0,000. Uji kesukaan


terhadap warna blondies dapat dilihat pada tabel 2.6.
Tabel 2.6 Uji Kesukaan Terhadap Warna Blondies
Formulasi penambahan

Kadar Protein
(% berat basah)

Keterangan

3,60c

Suka

75

4,10ac

Suka

100

4,65a

Sangat suka

125

4,15ab

Suka

telur (%)
50

Dalam uji organoleptik, rasa tertarik akan timbul setelah


melihat warna suatu produk. Apabila suatu produk memiliki warna
yang tidak baik, maka tingkat ketertarikan seseorang untuk
mengkonsumsinya pun akan menurun. Uji kesukaan aroma
blondies garut cenderung menurun pada penambahan telur paling
banyak, akan tetapi secara umum warna blondies cenderung
disukai oleh panelis, terutama blondies dengan penambahan telur
100%. Semakin sedikit telur yang ditambahkan mengakibatkan
warna blondies semakin gelap dan pucat. Pada penambahan telur
terbanyak uji kesukaan panelis kembali menurun disebabkan warna
yang dihasilkan terlalu muda dan pucat.hal ini terjadi karena essens
yang digunakan jumlahnya tetap, sedangkan dengan penambahan
telur kandungan air dalam adonan akan semakin meningkat,
sehingga warna yang dihasilkan semakin muda. Warna yang terang
dan menarik lebih disukai oleh panelis, dbuktikan dengan hasil uji
penambahan

telur

terhadap

uji

kesukaan

warna

blondies

menunjukan pengaruh yang signifikan.


2.5.3
Tekstur
Tekstur blondies yang paling disukai adalah blondies dengan
penambahan telur 100%, sedangkan tekstur blondies yang paling
rendah tingkat kesukaannya adalah blondies dengan penambahan
telur sebanyak 75% akan tetapi secara keseluruhan tekstur blondies
disukai oleh panelis. Persentase penambahan telur berpengaruh

11

terhadap uji kesukaan teksture blondies dibuktikan dengan nilai


p=0,049. Uji kesukaan tekstur blondies dapat dilihat pada tabel 2.7.
Tabel 2.7 Uji Kesukaan terhadap Tekstur Blondies
Formulasi penambahan

Kadar Protein
(% berat basah)

Keterangan

4,00d

Suka

75

4,30c

Suka

100

4,50a

Suka

125

4,40b

Suka

telur (%)
50

Blondies merupakan salah satu sponge cake yang memiliki


tekstur lembut. Uji kesukaan tekstur blondies garut cenderung
menurun pada penambahan telur paling banyak, meskipun begitu
panelis cukup menyukai tekstur blondies garut. Pada blondies
dengan penambahan telur 50% tekstur yang dihasilkan agak keras
dan cenderung berpori. Penurunan uji kesukaan pada penambahan
telur terbanyak disebabkan karena tekstur blondies menjadi terlalu
lembek. Hal ini disebabkan karena lemak berfungsi memberi
tekstur yang empuk, sehingga seiring dengan penambahan tekstur
terjadi peningkatan lemak yang berasal dari kuning telur dan
semakin lembut pula tekstur yang dihasilkan. Selain itu kadar air
yang tinggi karena penambahan telur dan proses pengukusan serta
penggunaan tepung garut dalam jumlah yang sama dalam setiap
formulasi menyebabkan air dalam penambahan telur menempati
rongga-rongga adonan sehingga tekstur blondies semakin lama
semakin lembut dan terasa lembab. Tekstur yang cukup empuk
lebih disukai oleh penelis, dibuktikan dengan hasil uji penambahan
telur terhadap uji kesukaan tekstur blondies ada pengaruh yang
signifikan.
2.5.4
Rasa
Uji kesukaan panelis terhadap rasa blondies secara keseluruhan
cukup baik dan disukai. Rasa blondies yang paling disukai adalah
blondies dengan penambahan telur 100%, sedangkan rasa blondies
yang paling rendah tingkat kesukaannya adalah blondies dengan
12

penambahan telur sebanyak 50%. Uji statistik menunjukkan bahwa


persentase penambahan telur tidak berpengaruh terhadap uji
kesukaan rasa blondies dengan nilai p=0,184. Uji kesukaan rasa
blondies dapat dilihat pada tabel 2.8.
Tabel 2.8 Uji Kasukaan terhadap Rasa Blondies
Formulasi penambahan

Kadar Protein
(% berat basah)

Keterangan

4,30

Suka

75

4,50

Suka

100

4,65

Suka

125

4,43

Suka

telur (%)
50

Rasa merupakan parameter uji kesukaan panelis terhadap suatu


produk, meskipun parameter lain dinilai cukup baik tetapi apabila
rasa tidak disukai maka produk tersebut tidak akan dikonsumsi lagi.
Uji kesukaan rasa blondies garut cenderung menurun pada
penambahan telur paling banyak, akan tetapi secara keseluruhan
rasa blondies disukai oleh panelis. Hal ini dapat disebabkan karena
penambahan madu dengan jumlah yang sama pada setiap formulasi
yang menyebabkan rasa menis yang semakin berkurang seiring
dengan penambahan telur, sehingga pada penambahan telur
terbanyak blondies terasa kurang manis. Hasil uji penambaha telur
terhadap hasil uji kesukaan rasa panelis tidak ada pengaruh yang
signifikan.

13

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Penambahan telur pada pembuatan blondies garut secara bermakna
berpengaruh terhadap kadar protein dan uji kesukaan panelis warna
dan tekstur.
2. Penambahan telur pada pembuatan blondies garut secara bermakna
berpengaruh terhadap penurunan kadar lemak dan karbohidrat.
3. Penambahan telur pada pembuatan blondies garut tidak
berpengaruh terhadap kadar serat kasar dan uji kesukaan penelis
akan rasa dan aroma.
4. Berdasarkan nilai kandungan zat gizi dan uji kesukaan, blondies
terbaik adalah blondies dengan penambahan telur sebanyak 100%.
3.2 Saran
Penambahan telur dapat dilakukan secara parsial dengan memisahkan
putih dan kuning telur agar didapatkan volume pengembangan yang lebih
baik.

14

DATAR PUSTAKA
Dewi, Marsella Temala. 2012. Pengaruh Penambahan Telur Terhadap
Kandungan Gizi, Volume Pengembangan dan Uji Kesukaan Blondies
Garut (Marantha arundinacea) Sebagai Alternatif Makanan Bagi
Sindrome Autisme.

15

Lampiran 1. Data Hasil Uji Protein, Lemak, Serat Kasar dan Karbohidrat
a. Protein (%)
Formulasi
Penambahan
Telur
50%
75%
100%
125%

Ulangan
4
4,109
4,401
6,800
5,999

(%)
5
3,803
5,370
6,746
9,547

1
4,695
5,088
6,796
5,518

2
3,874
4,963
7,232
6,494

3
3,953
4,894
6,387
5,884

6
3,949
4,467
6,834
11,220

Mean
4,06
4,86
6,79
7,44

1
18,061
16,393
15,247
15,797

2
17,882
15,510
15,119
17,147

3
17,050
15,745
15,734
14,565

Ulangan (%)
4
5
17,380
18,033
15,830
16,041
16,049
16,190
15,295
15,674

6
14,772
15,926
15,341
15,494

Mean
17,19
15,91
15,60
15,66

3
2,018
3,410
2,534
1,193

Ulangan
4
3,241
4,063
2,945
5,711

6
2,728
2,757
2,778
2,720

Mean
2,44
2,99
2,94
2,82

b. Lemak (%)
Formulasi
Penambahan
Telur
50%
75%
100%
125%
c. Serat Kasar (%)
Formulasi
Penambahan
Telur
50%
75%
100%
125%

1
0,744
1,415
2,971
1,782

2
2,686
2,694
3,621
1,811

16

(%)
5
3,267
3,632
2,802
3,761

d. Karbohidrat (%)
Formulasi
Penambahan
Telur
50%
75%
100%
125%
\

1
0,744
1,415
2,971
1,782

2
2,686
2,694
3,621
1,811

3
2,018
3,410
2,534
1,193

17

Ulangan
4
3,241
4,063
2,945
5,711

(%)
5
3,267
3,632
2,802
3,761

6
2,728
2,757
2,778
2,720

Mean
43,39
37,03
27,42
31,14

Lampiran 2. Uji Kesukaan


No Nomer
Paneli
s
1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
Total
Rata-rata

Aroma
Penambahan Telur(%)

Warna
Penambahan Telur(%)

Rasa
Penambahan Telur(%)

Tekstur
Penambahan Telur(%)

50

75

100

125

50

75

100

125

50

75

100

125

50

75

100

125

5
5
5
4
5
5
4
3
3
4
5
4
3
5
2
2
4
5
3
3
79
3,95

5
5
5
5
5
5
4
2
4
5
5
4
5
5
2
2
2
5
3
4
82
4,1

5
5
5
5
5
5
4
4
4
3
4
4
4
5
2
2
4
5
3
5
83
4.15

5
5
5
4
5
5
4
2
3
2
5
4
4
4
2
2
2
5
3
5
76
3,8

5
4
3
2
4
5
4
3
4
4
5
2
2
3
2
3
4
4
3
5
72
3,6

5
5
3
5
4
4
4
2
5
5
5
3
4
4
2
4
5
5
3
5
82
4,1

5
5
4
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
4
2
5
5
5
3
5
93
4,65

5
5
3
5
5
5
4
2
5
5
5
3
4
4
2
5
5
4
3
4
83
4,15

5
5
5
5
5
3
4
3
4
5
5
5
3
5
4
4
4
4
3
5
86
4,3

5
3
5
5
5
5
5
4
4
5
4
5
5
4
5
5
4
4
3
5
90
4,5

5
5
5
4
5
5
5
4
4
4
5
5
5
5
5
4
4
5
4
5
93
4,65

5
3
4
5
5
4
4
4
4
4
4
4
5
4
5
5
4
5
3
3
85
4,25

5
5
5
5
4
3
2
5
4
3
5
5
3
4
4
2
4
3
4
5
80
4

5
5
5
5
5
5
4
3
4
4
5
5
4
4
5
2
4
3
4
5
86
4,3

5
4
5
5
5
5
3
2
4
4
5
5
5
5
5
5
5
4
4
5
90
4,5

5
3
4
5
5
4
3
3
4
5
5
5
5
4
5
5
5
4
4
5
88
4,4

18

Keterangan : 1. Sangat tidak suka, 2. Tidak suka, 3. Netral, 4. Suka, 5. Sangat suka.

19

Lampiran 3. Hasil Uji Statistik Kandungan Gizi


Tests of Normality
perlakua
n
protein

lemak

serat_kasar

KolmogorovSmirnova
Statistic

50%

Sig.

Statistic

df

Sig.

.098

.773

.033

.937

.636

75%

.199

100%

.282

.148

.894

.341

125%

.323

.050

.807

.068

50%

.287

.134

.755

.022

75%

.160

.200*

.978

.943

.200

.909

.430

100%

.230

125%

.270

.196

.920

.503

.200

.857

.180

.200

50%

.266

.200

75%

.207

.939

.648

100%

.302

.093

.869

.221

.200

.896

.349

.200

.971

.898

125%
karbohidrat

.300

df

ShapiroWilk

50%

.229
.150

75%

.203

.200

.927

.556

100%

.190

.200*

.954

.770

.901

.382

125%

.222

.200

ANOVA
SumofSquares
protein

lemak

serat_kasar

karbohidrat

df

MeanSquare

BetweenGroups

45.543

15.181

WithinGroups

29.395

20

1.470

Total

74.937

23

BetweenGroups

10.005

3.335

WithinGroups

12.874

20

.644

Total

22.880

23

1.100

.367

WithinGroups

23.556

20

1.178

Total

24.656

23

880.599

293.533

28.398

20

1.420

908.997

23

BetweenGroups

BetweenGroups
WithinGroups
Total

20

Sig.

10.329

.000

5.181

.008

.311

.817

206.729

.000

Multiple Comparisons
TukeyHSD
Dependent
Variable

(I)
(J)
perlakuaperlakuaMeanDifference
n
n
(IJ)

protein

50%

75%
100%
125%

75%

50%
100%
125%

100%

125%

50%

50%

125%

75%

100%

125%

.699935

.004

4.69441

.77626

.699935

.001

5.33891

1.42076

.699935

.668

1.15907

2.75907

1.935333
2.735333

.699935

.054

3.89441

.02374

.699935

.007

4.53891

.62076

.699935

.004

.77626

4.69441

.02374

3.89441

125%

.644500

.699935

.794

2.60357

1.31457

.699935

.001

1.42076

5.33891

.699935

.007

.62076

4.53891

.644500

.699935

.794

1.31457

2.60357

1.288833

50%

3.379833

75%

2.579833

75%

50%

1.583000
1.534333
1.288833

.463217

.052

.00768

2.58535

.463217

.013

.28649

2.87951

.463217

.017

.23782

2.83085

.463217

.052

2.58535

.00768

100%

.294167

.463217

.919

1.00235

1.59068

125%

.245500

.463217

.951

1.05101

1.54201

.463217

.013

2.87951

.28649

50%

1.583000

75%

.294167

.463217

.919

1.59068

1.00235

125%

.048667

.463217

1.000

1.34518

1.24785

.463217

.017

2.83085

.23782

.245500

.463217

.951

1.54201

1.05101

50%
100%

50%

1.15907

.800000

2.579833

UpperBound

2.75907

.054

75%
serat_kasar

3.379833

LowerBound
.668

.699935

125%

100%

2.735333

Sig.

.699935

1.935333

100%
75%

Std.Error

.800000

75%

100%
lemak

95%ConfidenceInterval

1.534333

.048667

.463217

1.000

1.24785

1.34518

75%

.547833

.626575

.818

2.30158

1.20591

100%

.494500

.626575

.858

2.24824

1.25924

125%

.382333

.626575

.928

2.13608

1.37141

50%

.547833

.626575

.818

1.20591

2.30158

100%

.053333

.626575

1.000

1.70041

1.80708

125%

.165500

.626575

.993

1.58824

1.91924

50%

.494500

.626575

.858

1.25924

2.24824

75%

.053333

.626575

1.000

1.80708

1.70041

125%

.112167

.626575

.998

1.64158

1.86591

50%

.382333

.626575

.928

1.37141

2.13608

51

75%

.165500

.626575

.993

1.91924

1.58824

100%

.112167

1.86591

1.64158

karbohidrat50%75%

6.368833
100%

15.979000

125%

12.259167

75%50%

6.368833

100%
125%
100%50%

9.610167
5.890333
15.979000

75%
125%
125%50%

9.610167
3.719833
12.259167

75%
100%

5.890333
3.719833

.626575

.998

.687966

.000

4.44326

8.29441

.687966

.000

14.05343

17.90457

.687966

.000

10.33359

14.18474

.687966

.000

8.29441

4.44326

.687966

.000

7.68459

11.53574

.687966

.000

3.96476

7.81591

.687966

.000

17.90457

14.05343

.687966

.000

11.53574

7.68459

.687966

.000

5.64541

1.79426

.687966

.000

14.18474

10.33359

.687966

.000

7.81591

3.96476

.687966

.000

1.79426

5.64541

*.Themeandifferenceissignificantatthe0.05level.

Lampiran 4. Hasil Uji Statistik Tingkat Penerimaan

Friedman Test Aroma


Ranks

MeanRank
aroma50%

2.40

aroma75%

2.68

aroma100%

2.70

aroma125%

2.23

Test
Statisticsa
N
ChiSquare
df
Asymp.Sig.
a.FriedmanTest

20
5.137
3
.162

Friedman Test Warna


Ranks
MeanRank
warna50%

1.75

warna75%

2.48

warna100%

3.23

warna125%

2.55

Test
Statisticsa
N

20
23.384

ChiSquare

df

.000

Asymp.Sig.
a.FriedmanTest

Friedman Test Tekstur


Ranks
MeanRank
tekstur50%

2.03

tekstur75%

2.55

tekstur100%

2.80

tekstur125%

2.63

Test
Statisticsa
N
ChiSquare
df
Asymp.Sig.
a.FriedmanTest

20
7.853
3
.049

Friedman Test Rasa


Ranks
MeanRank
rasa50%

2.30

rasa75%

2.63

rasa100%

2.83

rasa125%

2.25

Test
Statisticsa
N
ChiSquare
df
Asymp.Sig.
a.FriedmanTest

20
4.838
3
.184