Anda di halaman 1dari 32

PT.

ADHI
CAHYA

Rencana Kerja Jaminan Mutu


Martabak Telor

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:

KEBIJAKAN DAN KOMITMEN


MANAJEMEN

Halaman 1dari 32

Visi :
Menjamin Peningkatan Mutu dalam Upaya Pencapaian Visi PT. ADHI CAHYA
dengan Berkomitmen pada mutu, keamanan, kesehatan produk dan kepuasan
konsumen
Misi :
1. Menjunjung tinggi kualitas produk
2. Menyediakan produk yang bergizi tinggi
3. Penerapan sanitasi dan higieni produk dari awal produksi hingga sampai ke
tangan konsumen
4. Penerapan Good Manufactured Practices (GMP)
Manajemen dan seluruh karyawan PT. ADHI CAHYA khususnya devisi
Martabak Telor dalam rangka menjamin keamanan pangan produk-produk yang
dihasilkan, mempunyai komitmen untuk menerapkan GMP dan HACCP dalam
lingkungan produksinya.
Untuk menghasilkan produk yang bermutu, seluruh pasokan bahan baku dari
pemasok telah terseleksi dan disetujui oleh manajemen. Penerapan HACCP
dilakukan pada setiap tahapan produksi. Program ini akan ditinjau ulang setiap 12
bulan.

Disetujui oleh:

Jabatan
Pimpinan Perusahaan

Tanggal:
17 Oktober 2015

Mirsa Ita Dewi Adiana

Page 1 of 32

PT. ADHI
CAHYA

Wakil Direktur
(Tino Yazid A)
Resource

Manager RD
(Ari Prayudha)

Rencana Kerja Jaminan Mutu


Martabak Telor

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:

STRUKTUR ORGANISASI

Halaman 2 dari 32

Direktur (Mirsa Ita D.A)

Sekretaris Direktur
(Alvina Dyah)

General Manager (Imam Jalaludin)


Manager Pemasaran (M. Pendik)
Manager Adm. Dan Keuangan (Wahyu)
dan keuangan
Manager Produksi (Dedik S)

QA/QC Manager
(Cyta S)

Teknisi (Arif Rahman)

KETERANGAN:
a) Direktur :
Kewajiban seorang Direktur di PT. ADHI CAHYA:
- Memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan.
- Memilih, menetapkan, mengawasi tugas dari karyawan dan kepala bagian
(Manajer).
- Menyetujui anggaran tahunan perusahaan.
- Menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja perusahaan.
- Bertanggungjawab atas segala pelaksanaan dan hasil dari perusahaan.
b) Wakil Direktur :
Kewajiban seorang Wakil Direktur:
- Membantu dan menggantikan tugas Direktur Utama suatu perusahaan.
c) Sektretaris Direktur :
Kewajiban seorang Sekretaris Direktur :
- Mendampingi segala pelaksanaan Direktur Utama suatu perusahaan.
Disetujui oleh:

Jabatan

Pimpinan Perusahaan

Tanggal:

17 Oktober 2015

Mirsa Ita Dewi Adiana

Page 2 of 32

Rencana Kerja Jaminan Mutu


Martabak Telor

Nomor:
RJKM/17/10/2015
Revisi:

PT. ADHI
STRUKTUR ORGANISASI
Halaman 3 dari 32
CAHYA
d) General Manager
Kewajiban seorang General Manajer:
- Menetapkan kebijakan perusahaan dengan menentukan rencana dan tujuan
perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang sesuai Persetujuan
Direktur.
- Mengkoordinir dan mengawasi seluruh aktivitas yang dilaksanakan di dalam
perusahaan.
- Memperbaiki dan menyempurnakan segi penataan agar tujuan Perusahaan
- Membimbing bawahan dan mendelegasikan tugas-tugas yang dapat dikerjakan
oleh bawahan secara jelas
e) Manager Pemasaran
Kewajiban seorang Manajer Pemasaran:
- Bertanggung-jawab terhadap manajemen bagian pemasaran
- Bertanggung-jawab terhadap perolehan hasil penjualan dan penggunaan dana
promosi
- Manajer pemasaran sebagai koordinator manajer produk dan manajer penjualan
f) Manager Reseach And Development
Kewajiban seorang Manajer R&D:
- Mengkoordinir dan memonitor proses perkembangan produk, riset dasar, dan
riset konsumen yang dilakukan oleh unit-unit yang bersangkutan.
- Membantu para karyawan pabrik untuk mengatasi masalah yang berkaitan
dengan perumusan/ resep, bahan baku, proses secara teknis, material
pengemasan, danproses sanitasi.
g) Manager Adm. Dan Keuangan
Kewajiban seorang Manager Adm. dan Keuangan:
- Mengkoordinasi perencanaan anggaran di tingkat Sekretariat Eksekutif
- Mengembangkan format-format pengajuan dan pertanggungjawaban keuangan.
- Melakukan rekonsialisi keuangan dan mengkoordinasi pelaksanaan audit.
- Melakukan sistem pencatatan keuangan di tingkat Sekretariat.
Disetujui oleh:

Jabatan
Pimpinan Perusahaan

Tanggal:
17 Oktober 2015

Mirsa Ita D.A


Rencana Kerja Jaminan Mutu
Martabak Telor

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:

Page 3 of 32

STRUKTUR ORGANISASI

Halaman 4 dari 32

P
T. ADHI CAHYA
h) Manager Produksi
Kewajiban seorang Manager Produksi:
- Desain produk dan jasa, yakni bertanggung jawab terhadap masalah barang
atau jasa apakah yang seharusnya ditawarkan dan bagaimana mendesain
produk atau jasa tersebut.
- Manajemen mutu, yakni bertanggung jawab terhadap kualitas dan bagaimana
mendefinisikan kualitas.
- Manajemen rantai pasokan (supply-chain management), yakni bertanggung
jawah terhadap keputusan membuat atau membeli, siapakah pemasoknya dan
seterusnya.
- Persediaan, perencanaan kebutuhan bahan dan JIT (just-in time), yakni
bertanggung jawab terhadap seberapa banyak persediaan setiap barang yang
harus dimiliki dan kapan seharusnya memesan kembali.
i) Teknisi
Kewajiban seorang Teknisi:
- Merawat dan memperbaiki alat produksi dan melaporkan kepada pimpinan.
- Membuat laporan kebutuhan alat praktek, dan bahan-bahan pendukung lainnya
untuk kegiatan produksi
- Menjaga dan merawat kebersihan ruangan produksi
- Mengelola inventaris perusahaan dengan memberi nomor kode barang
- Melaksanakan tugas lain yang relevan dari atasan.
j) Manager Qa/Qc
Kewajiban seorang Manager QA/QC:
- Mengawasi pelaksanaan semua POB apakah telah dijalankan dengan benar
sesuai dengan ketentuan yang dibuat.
- Menganalisa kegagalan produksi, mendiskusikannya dengan bagian-bagian
terkait serta mencari sebab sebab dan jalan keluarnya.
- Mengevaluasi dan menetapkan stabilitas produk/bahan dan menetapkan standar
sesuai dengan data-data yang ada.
- Menjalin jejaring kerja dengan instansi pemerintah terkait.
Disetujui oleh:

Jabatan

Pimpinan Perusahaan

Tanggal:

17 Oktober 2015

Mirsa Ita D.A


Rencana Kerja Jaminan Mutu

Nomor: RJKM/17/10/2015

Page 4 of 32

Revisi:

Martabak Telor
PT
. ADHI CAHYA

ORGANISASI PROFIL USAHA

Halaman 5 dari 32

Kontor Pusat dan unit pengelolaan


Alamat
: Perumahan Istana Gajayana, B6 blok F1, Malang.
No. Telepon/ HP
: (0341) 888543/ 081946367797
Email
: 135050100111189@mail.ub.ac.id
Penanggung Jawab
: Mirsa Ita Dewi Adiana
Berdiri pada (Bulan, Tahun)
: Oktober, 2015
Jumlah karyawan
: 9 orang
Sertifikat halal
: 291229881229
Sertifikat NKV
: 291229881229
Pemasaran
: Wilayah Indonesia
Logo
:

PT. ADHI CAHYA merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang
produk olahan hasil ternak. Produk unggulan yang dimiliki oleh PT tersebut adalah
Martabak Telor yang dikenal dengan Martabak Blame. Jenis martabak ini sudah
digemari oleh masyarakat baik lokal maupun manca negara karena memiliki cita rasa
yang berbeda dengan jenis martabak telor lainnya. Perusahaan ini telah berdiri sejak
tahun 1982 yang dirintis oleh Bapak Munif selaku mantan pemilik perusahaan tersebut.
Martabak Blame yang disajikan memiliki berbagai jenis atau varian seperti jenis daging
serta topping yang unik, sehingga sangat memikat hati pelanggan serta tidak mudah
bosan jika ingin terus mencicipinya.
Disetujui oleh:

Jabatan

Pimpinan Perusahaan

Tanggal:

17 Oktober 2015

Mirsa Ita D.A


Rencana Kerja Jaminan Mutu
Martabak Telor
PT. ADHI
CAHYA

ORGANISASI TIM HACCP

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:
Halaman 6 dari 32
Page 5 of 32

No.
No.
1.
1.
2.
3.
2.
4.
5.
3.

Nama
Jabatan
Mirsa Ita Dewi Adiana
Ketua
Tino
Yazid Azmi
Ardan Legenda
Plant
Manager
Ari
Prayudha
Arif Rahman
Production Manager

4.

Quality Qontrol Manager

5.

HRD Manager

Disetujui oleh:

Jabatan
Dekripsi
Kerja
Ketua
Bertanggung
Jawab
terhadap
Plant Manager
keseluruhan
kegiatan perusahaan
Production Manager
Bertanggungjawab
terhadap
Quality Qontrol Manager
keseluruhan operasional processing
H.R.D Manager
Bertanggungjawab terhadap proses
produksi
Bertanggungjawab terhadap kualitas
produk
Bertanggungjawab terhadap
pengelolaan SDM

Jabatan

Tanggal:

Pimpinan Perusahaan

17 Oktober 2015

Mirsa Ita D.A

Rencana Kerja Jaminan Mutu


Martabak Telor
P
T. ADHI CAHYA

ORGANISASI PERSONIL DAN


PELATIHAN

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:
Halaman 7 dari 32

Tim HACCP PT. ADHI CAHYA merupakan kelompok orang yang


bertanggungjawab untuk menyusun rencana HACCP dan terdiri dari berbagai disiplin
ilmu. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan pengolahan data yang baik sehingga
dapat dibuat keputusan yang baik. Sebagai ketua tim adalah Assistant Quality Manager.
Ketua tim adalah orang yang mempunyai pengalaman tentang teknik HACCP. Anggota
tim terdiri dari team leader produksi, engineer, spesialis quality control dan
development. Team leader produksi dipilih karena dia terlibat langsung dengan proses
yang sedang dipelajari dan darinya diharapkan keterangan tentang apa yang terjadi di

Page 6 of 32

jalur produksi dan semua kelompok kerja secara mendetil. Engineer dipilih karena
memahami secara mendalam tentang disain peralatan yang higienis dan operasi dan
peralatan yang sedang dipelajari. Spesialis quality control dipilih karena mengerti akan
kemungkinan bahaya yang dapat muncul. Karyawan dari bagian development
membantu penyusunan HACCP plan karena mengetahui bahan-bahan yang digunakan
untuk martabak dan proses yang terlibat selama produksi.
Tugas dari anggota tim adalah menyusun HACCP plan yang efektif dengan
lingkup mulai dari penerimaan bahan sampai produk akhir didistribusikan kepada
konsumen. Hasilnya dinyatakan dalam dokumen formulir HACCP. Tim HACCP
bertanggung jawab dalam menyusun, mengembangkan, menerapkan, memutakhirkan,
merevisi dan mendistribusikan RKJM atau HACCP Plan di lingkungan pabrik.
Manajemen perusahaan PT. ADHI CAHYA bertanggung jawab untuk
memastikan bahwa seluruh karyawan telah mengikuti pelatihan Higiene, Sanitasi dan
GMP sebagai persyaratan dasar pelaksanaan HACCP. Tujuan pelatihan tersebut
adalah untuk memberikan pengetahuan kepada karyawan tentang cara berproduksi
yang baik dan keamanan pangan. Pelatihan dilakukan dalam bentuk in house
training dengan instruktur dari personil pabrik atau instruktur dari lembaga lain.

Disetujui oleh:

Jabatan

Tanggal:

Pimpinan Perusahaan

17 Oktober 2015

Mirsa Ita D.A

Rencana Kerja Jaminan Mutu


Martabak Telor
DISKRIPSI PRODUK

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:
Halaman 8 dari32

PT. ADHI
CAHYA
PT. ADHI CAHYA memproduksi berbagai olahan hasil ternak dan salah
satunya yaitu memproduksi martabak telur siap konsumsi. Martabak telor tersebut
diberi nama Martabak Blame yang memiliki bahan dasar telor ayam. Berdasarkan SNI
01-3926-1995, telur ayam konsumsi adalah telur ayam yang belum mengalami
proses fortifikasi, pendinginan, pengawetan dan proses pemeraman. Persyaratan
tingkatan mutu fisik, meliputi kondisi kerabang, kondisi kantung udara, kondisi putih
telur, kondisi kuning telur dan bau. Penyimpanan telur konsumsi pada temperatur
kamar dengan kelembaban 80% dan 90%, maksimum setelah 14 hari ditelurkan atau

Page 7 of 32

pada kelembaban 60% dan 70% maksimum setelah ditelurkan Merek dagang
Martabak Blame memiliki spesifikasi sebagai berikut :
1.
2.
3.

4.
5.

6.
7.

Nama Produk
: Martabak Blame
Jenis Produk
: Martabak Telur Ayam
Uraian singkat produk:
Telur yang telah lolos uji dari departement Quality control (QC) diterima oleh
Ketua Produksi kemudian disimpan di dalam gudang penyimpanan bahan baku.
Telur ini kemudian digunakan untuk memasak martabak ketika ada pelanggan yang
membeli martabak. Martabak menjadi siap dikonsumsi oleh pelanggan.
Penggunaan produk
: Produk siap dikonsumsi
Jenis pengemas :
Pengemas primer berupa kertas kardus dari karton yang berwarna putih
Pengemas sekunder berupa kertas minyak sebagai pelapis martabak sebelum
kertas kardus karton.
Penyimpanan
: Simpan di tempat kering dan dikonsumi pada hari itu
juga
Metode pengawetan
: Proses Pemanasan (Penggorengan)

Disetujui oleh:

Jabatan

Tanggal:

Manager Produksi

17 Oktober 2015

Ardan Legenda
1.

Rencana Kerja Jaminan Mutu


Martabak Telor

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:

Halaman 9 dari 32
P
DISKRIPSI PRODUK
T. ADHI CAHYA
kadaluwarsa
1 hari setelah pembuatan
2. Sasaran konsumen:
Masyarakat umum yang tidak memiliki alergi pada telur ayam
3. Metode penjualan:
Dijual langsung ke konsumen dan tersedia di kantor pusat dan cabang mulai
jam 16:00 WIB 23.30 WIB
4. Cara distribusi:
Tidak memerlukan penanganan khusus
5. Label Kemasan:

M
a
s
a

Page 8 of 32

Tidak ada label kemasan khusus


6. Karakteristik produk: Kandungan gizi
telur/100 gram
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Parameter
Energi
Protein
Lemak
Karbohidrat
Kalsium
Fosfor
Zat besi
Vitamin A
Vitamin B1
Vitamin C

Nilai
162 kkal
12,8 gram
11,5 gram
0,7 gram
54 mg
180 mg
3 mg
900 IU
0,1 mg
0 mg

7. Asal bahan baku:


Telur ayam, tepung cakra, garam dan daun bawang
8. SNI Syarat Mutu Telur Ayam Konsumsi (lampiran)

Disetujui oleh:

Jabatan

Tanggal:

Manager Produksi

17 Oktober 2015

Ardan Legenda

PT. ADHI
CAHYA

Rencana Kerja Jaminan Mutu


Martabak Telor

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:

PERSYARATAN DASAR SOP


SANITASI

Halaman 10 dari 32

1. Keamanan Air
- Air sebagai sarana untuk mencuci peralatan
- Sumber air (PAM, dan BOR)
- Syarat air bersih (ALT maks 100, Coliform 0)
- Monitoring kualitas (eksternal) air minimal 6 bulan 1 kali (kodisional)
- Pengujian kualitas air di laboratorium
- Tidak ada hubungan silang antara air berish dan air kotor
- Menyiapkan pengawas instalasi air dan bertanggung jawab atasnya

Page 9 of 32

2. Kondisi dan Kebersihan Permukaan yang Kontak dengan Pangan


- Permukaan peralatan yang kontak langsung produk terbuat dari bahan yang
tahan korosi dan tidak bereaksi dengan produk, tidak merusak produk dan
mudah dibersihkan.
- Pakaian kerja termasuk alat-alat seperti pisau harus dijamin kebersihannya
- Wadah seperti keranjang plastik, blong, pisau dicuci dengan air klorin, kadar :
100 150 ppm
- Semua peralatan/wadah disimpan di tempat bersih
- Alat-alat yang digunakan dibersihkan dan disenfeksi atau diganti dengan alat
yang bersih dan higienis
- Apabila bahan sanitasi diluar ketentuan segera diganti dengan yang baru
3. Pencegahan Kontaminasi silang
- Konstruksi, desain dan lay out unit pengolahan
- Higiene karyawan, termasuk pakaian kerja
- Aktivitas dan perilaku dari karyawan
- Pisahkan produk masak dan produk mentah
- Kondisi sanitasi unit pengaolahan dan peralatannya
- Peyimpanan dan perawatan bahan pengemas
- Cara dan kondisi penyimpanan produk

Disetujui oleh:

Jabatan

Tanggal:

Pimpinan Perusahaan

17 Oktober 2015

Mirsa Ita D.A

PT. ADHI
CAHYA

Rencana Kerja Jaminan Mutu


Martabak Telor

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:

PERSYARATAN DASAR SOP


SANITASI

Halaman 11 dari 32

4. Pencegahan dari kontaminasi (Protection from Adulterants)


- Menyiapkan tempat sampah dan jauh dari processing produk
- Rutin dilakukan pembuangan sampah ke tempat pembuangan Akhir
- Memisahkan sampah organik dan non-organik
5. Pemeliharaan Fasilitas Cuci Tangan, sanitasi tangan dan toilet
- Meliputi fasilitas cuci tangan, sanitasi tangan & toilet yg digunakan.
- Kondisi fasilitas cuci tangan, sanitasi tangan dan toilet harus baik dan berfungsi
- Dilengkapi dengan sabun cair pencuci tangan dan alat pengering tangan
(mesin)

Page 10 of
32

Mencakup prosedur, penjadwalan, petugas pembersihan & jenis pembersihan.


Pemantauan dilakukan superviser dan didokumentasikan.
Jumlah : 10 15 orang tiap toilet
Gayung, sabun
Ada ventilasi
Pintu tidak menyerap air dan tahan karat
6. Kondisi kesehatan Karyawan
- Kondisi kesehatan karyawan dimonitor oleh pihak perusahaan
- Bagi karyawan yang menderita sakit dan diduga dapat mencemari produk
dilarang bekerja di unit proses.
- Karyawanyang bekerja di unit pengolahan yang sakit kecil dialihfungsikan ke
pekerjaan yang tidak mengontaminasi produk.
- Jenis penyakit yang mungkin mengkontaminasi seperti : Batuk/pilek, Flu,
diare,penyakit kulit
Koreksi
- Pengendalian kondisi kesehatan karyawan yang dapat mengakibatkan
kontaminasi mikrobiologi pada pangan, bahan kemasan pangan dan
permukaan peralatan yang dipakai langsung untuk pangan.
- Ketentuan bagi karyawan yg sakit, jadwal pemeriksaan kesehatan rutin,
imunisasi & pengujian penyakit- penyakit tertentu.
Disetujui oleh:

Jabatan

Tanggal:

Pimpinan Perusahaan

17 Oktober 2015

Mirsa Ita D.A


Rencana Kerja Jaminan Mutu
Martabak Telor

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:

DIAGRAM ALIR PRODUKSI

Halaman 12 dari 32

PT. ADHI
CAHYA
Manager
Produksi

Quality
Control

Penerimaan
Bahan Baku

Seleksi
Bahan Baku

CCP 1

Penerimaan
Bahan Baku

STRELISASI
FISIK

CCP 1

CCP 2

Manager

Page 11 of
32

Produksi

Mixing

Pengadonan

Penggorengan

Penggemasan

Martabak
Telur

Disetujui oleh:

Jabatan

Tanggal:

Pimpinan Perusahaan

17 Oktober 2015

Mirsa Ita D.A


Rencana Kerja Jaminan Mutu
Martabak Telor
PT. ADHI
CAHYA

DIAGRAM ALIR PRODUKSI

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:
Halaman 13 dari 32

Keterangan proses diagram alir


1. Telur
Didapatkan dari peternak dengan menyeleksi tingkat manajemen
pemeliharaan ternak ayam tersebut, dipilih dengan mutu dan kualitas
standar nasional Indonesia (SNI) dengan kualifikasi telur yang tingkat
residu yang rendah.
2. Seleksi Telur
Menggunakan uji organoleptik yang fokus pada fisik kondisi luar, karena
kondisi fisik telur yang baik menunjukkan isi telur yang baik juga. Telur yang
lolos seleksi disimpan pada suhu kamar sekitar 27 0C-300C, maksimal waktu
simpan telur selama 7 hari.

Page 12 of
32

3. Mixing
Proses mixing untuk mencampurkan semua bahan.
4. Pengadonan
Bertujuan untuk membuat adonan kulit martabak yang akan diisi bahan
pengisi maaartabak.
5. Penggorengan
Setelah semua bahan tercampur, digoreng kulit martabak terlebih dahulu
setelah itu di tuangkan adonan martabak kemudian kulit martabak ditutupkan
ke adonan. Martabak digoreng pada suhu 250 0C selama 15 menit hingga
martabak menjadi warna kecoklatan.
6. Pengemasan
Martabak dipotong-potong menjadi ukuran 3 cm kemudian dimasukkan
secara perlahan ke dalam kertas kardus karton. Sebelumnya pada kertas
kardus dilapisi kertas minyak terlebih dahulu.

Disetujui oleh:

Jabatan

Tanggal:

Pimpinan Perusahaan

17 Oktober 2015

Mirsa Ita D.A


Rencana Kerja Jaminan Mutu
Martabak Telor
PT. ADHI
CAHYA

PENETAPAN BATAS KRITIS

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:
Halaman 14 dari 32

Batas kritis merupakan satu atau lebih toleransi yang harus dipenuhi yang dapat
menjamin bahwa CCP yang ditetapkan dapat mengendalikan secara efektif bahaya
yang mungkin terjadi. Batas kritis yang terlewati menunjukkan bahwa bahaya dapat
terjadi atau produk tidak diproduksi pada kondisi yang menjamin keamanan.Pengujian
yang terkait dengan batas kritis bagi CCP untuk martabak adalalah
1. Proses Produksi (pengolahan bahan, pencampuran, penyimpanan bahan,
sterilisasi alat, penyimpanan produk, kemasan)
2. Waktu

Page 13 of
32

3. Kondisi tempat pengolahan


4. Kebersihan

Disetujui oleh:

Jabatan

Tanggal:

Pimpinan Perusahaan

17 Oktober 2015

Mirsa Ita D.A

PT. ADHI
CAHYA

Rencana Kerja Jaminan Mutu


Martabak Telor

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:

PROSEDUR PENGADUAN ATAU


KELUHAN KONSUMEN

Halaman 15 dari 32

Setiap keluhan dari pelanggan baik lisan maupun tertulis, akan ditangani dengan baik.
Keluhan atau pengaduan pelanggan atau konsumen tersebut dapat berkaitan dengan
produk yang dihasilkan maupun proses produksinya dan menjadi tangung jawab
manajer QA.
Prosedur penanganan keluhan
1. Pemasangan layanan konsumen pada kemasan
2. Kunjungan langsung ke konsumen
3. Pengaduan bisa melalui email perusahaan
4. Konsumen dapat langsung mengadu ke posko pelayanan perusahaan
5. Saran/kritikan akan produk yang diterima posko pelayanan baik melalui telepon,
email dan lain-lain langsung disampaikan ke Tim HACCP

Page 14 of
32

Pada setiap keluhan akan dicatat : tanggal keluhan atau pengaduan, identitas pelapor,
isi keluhan. Penerima keluhan, dan penanganan yang dilakukan terhadap keluhan
tersebut.
Apabila keluhan tersebut menyangkut produk, maka jika memungkinkan pelapor
menyertakan sampel produk yang dikeluhkan dan kode produksinya.
1. Rekamanan pengaduan
2. Rekaman kompensasi
3. Rekaman tindak koreksi

Disetujui oleh:

Jabatan

Tanggal:

Pimpinan Perusahaan

17 Oktober 2015

Mirsa Ita D.A


Rencana Kerja Jaminan Mutu
Martabak Telor
PROSEDUR VERIFIKASI

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:
Halaman 16 dari 32

PT. ADHI
CAHYA
Verifikasi mencakup dua kegiatan, yakni validasi dan verifikasi. Validasi merupakan
kegiatan memperoleh bukti bahwa unsur-unsur dari rencana HACCP berjalan efektif.
Verifikasi adalah aplikasi metode, prosedur, pengujian, dan bentuk evaluasi lainnya
sebagai tambahan terhadap kegiatan monitoring untuk memastikan kesesuaian dengan
rencna HACCP. Jadi kegiatan verifikasi bertujuan untuk memastikan bahwa rencana
HACCP yang didokumentasikan sudah sesuai dan akan efektif untuk
diimplementasikan dalamrangka menjamin diproduksinya pangan yang aman.
Tahapan yang umum dilakukan untuk melaksanakan verifikasi system HACCP
adalah :
1. Review rencana HACCP
2. Kesesuaian dengan titik kendali kritis (CCP) yang sudah ditetapkan

Page 15 of
32

Peninjauan atas hasil monitoring terhadap CCP dan tindakan koreksi yang ada
atau jika ada tindakan koreksi dilakukan setiap hari oleh operator, super viser
dan manager. Rekaman hasil pemantauan diidentifikasi dan didokumentasikan
3. Konfirmasi kesesuaian prosedur penanganan deviasi dan rekaman
Pengujian produk dilakukan secara berkala terhadap bahan baku, produk dalam
proses dan produk akhir. Dalam pengujian ini dapat pula dikonfermasi bahwa
batas kritis yang telah ditetapkan pada kenyataannya memang dapat
mengendalikan bahaya.
Verifikasi terhadap produk akhir harus dapat
memperlihatkan bahwa produk telah memenuhi persyaratan pelanggan dan atau
parameter kemanana pangan. Hal ini termasuk pengujian produk terhadap
mikroorganisme, residu kimia, kontaminasi fisik, berat, ukuran, penampakan, pH,
suhu, kadar air, berat tuntas, rasa dan tekstur
4. Inspeksi visual proses produksi
5. Penulisan laporan

Disetujui oleh:

Jabatan

Tanggal:

Manager QA

17 Oktober 2015

Cyta S
Rencana Kerja Jaminan Mutu
Martabak Telor
MANUAL PROSEDUR VERIFIKASI

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:
Halaman 17 dari 32

PT. ADHI
CAHYA
Tujuan
Menjamin prosedur yang dilakukan dalam pembuatan martabak telur sesuai
dengan prosedur
Ruang Lingkup
Manual prosedur ini mengatur segala aktivitas yang berkaitan dengan verifikasi
pembuatan martabak telur
Definisi
1. Martabak telur adalah produk olahan telur yang dihomogenkan dengan bahan
pelengkap martabak telur dan digoreng hingga kecoklata.
2. HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) suatu sistem untuk mencegah,
menganalisa dan mengontrol Hazard (biologis, bahan kimia, dan benda-benda

Page 16 of
32

lainnya) yang dapat mempengaruhi kesehatan makanan.


3. CCP (Critical Control Point) adalah suatu titik,tahap, atau prosedur dimana
bahaya yang berhubungan dengan pangan dapat dicegah, dieliminasi atau
dikurangi hingga ke titik yang dapat diterima (titik aman).
Rujukan : Garis Besar Prosedur
1. Operator, super viser dan manager meninjau atas hasil monitoring terhadap
CCP (TKK) dan tindakan koreksi yang ada serta mengidentifikasi dan
mendokumentasi rekaman hasil pemantauan.
2. Produk diuji secara berkala terhadap bahan baku, produk dalam proses
dan produk akhir.
3. Pengujian produk akhir mencakup pengujian terhadap mikroorganisme,
residu kimia, kontaminasi fisik, berat, ukuran, penampakan, pH, suhu,
kadar air, berat tuntas, rasa dan tekstur. Produk akhir memperlihatkan
bahwa produk telah memenuhi persyaratan pelanggan dan atau parameter
keamanan pangan.
4. Auditor internal yang sudah terlatih melakukan audit terhadap semua
elemen HACCP dalam HACCP plan secara internal dan eksternal
sekurang-kurangnya 2 kali setahun
Disetujui oleh:

Jabatan

Tanggal:

Manager QA

17 Oktober 2015

Cyta S
Rencana Kerja Jaminan Mutu
Martabak Telor
PT. ADHI
CAHYA

DIAGRAM MANUAL PROSEDUR


VERIFIKASI

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:
Halaman 18 dari 32

Page 17 of
32

M M Me n e g n u i n j i j a u
SU M e l a k u k a n
pea l u r doj i dih t ua k ks e i ls e m u a
Lp smr eo ocd na u ir t a o r i n g
e le m e n H A C C P
A b et k e r kr ha al a d a p
(s 2 a l i s e t a h u n )
Ia Ck hC i P r ( T K K )
a i

Operator, Super
viser dan
Manajer

DaftarHasil
Monitoring

Daftar Rekaman
Mutu

Quality Control

Daftar Pengujian
Produk

Quality
Asessment

Jadwal Audit

Disetujui oleh:
Cyta S

Auditor Internal

Jabatan

Tanggal:

Manager QA

17 Oktober 2015

Rencana Kerja Jaminan Mutu


Martabak Telor
PT. ADHI
CAHYA

SISTEM PENYIMPANAN
CATATAN

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:
Halaman 19 dari 32

Page 18 of
32

Sistem pencatatan:
Pencatatan
yang
tepat
merupakan
bagian
tak
terpisahkan
lagi
suksesnyaimplementasi HACCP. Alasan dokumentasi HACCP berkaitan dengan
buktikeamanan produk (prosedur dan proses dilakukan sesuai dengan prinsip
HACCP),jaminan pelaksanaan peraturan, kemudahan dalam pelacakan produk dan
reviewdokumen. Dokumentasi seluruh prosedur setiap tahapan proses yang terkait
denganproduksi Martabak Blame dapat membantu tim HACCP untuk memperbaiki
setiap programdalam studi HACCP selanjutnya.
Selama pelaksanaan audit, dokumentasi perusahaan bisa jadi merupakan
satusatunya sumber yang sangat penting untuk mereview data dan
memberikankemudahan pada auditor untuk memastikan kecukupan proses dan
prosedur yangdilakukan perusahaan.
Dokumentasi harus dapat mencakup data-data teknis hasil studi yang meliputi :
1. Bahan baku dan bahayanya
2. Resiko bahaya atau keamanan produk
3. Tahapan proses dan kemungkinan bahayanya
4. Titik kendali kritis (CCP)
5. Batas kritis terhadap penyimpangan
6. Tindakan koreksi
7. Modifikasi system HACCP
Semua dokumen dikendalikan dengan pemberian nomor dokumen, status revisi,
tanda tangan pengusaha dan nomor halaman pada setiap HACCP plan sistem
penyimpanan catatan ini menjadi tanggung jawab manager QA selaku sekretaris TIM
HACCP.

Disetujui oleh:

Jabatan

Tanggal:

Manager QA

17 Oktober 2015

Cyta S
Rencana Kerja Jaminan Mutu
Martabak Telor
PT.
ADHI CAHYA
1.

Tujuan

MANUAL PROSEDUR SISTEM


PENYIMPANAN CATATAN

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:
Halaman 20 dari 32

: Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pendaftaran

Page 19 of
32

dokumen
2.

Referensi

: MANUAL PROSEDUR PENGENDALIAN


DOKUMEN DAN REKAMANFAKULTAS ILMU
ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG 2011

3.

Pihak-pihak yang
Terkait

4.

Sistem Pengendalian
Intern
Unit Organisasi yang
Terkait
Dokumen yang
Digunakan

: Pimpinan Perusahaan, QC. Kabag, QC. Asisten


Kabag,
QC. Staff, Kepala Produksi, Technica
:
- Penanggung Jawab: Kepala Produksi
- Pelaksanaan Teknis: QC. Staff
: Perusahaan (subbag)

5.
6.

7.

Lampiran

Disetujui oleh:

: Daftar nomor dokumen, dafter distribusi, daftar


rekaman mutu, daftar perubahan dokumen, daftar
dokumen terkendali
:

Jabatan

Tanggal:

Manager QA

17 Oktober 2015

Cyta S

PT.
ADHI CAHYA

Rencana Kerja Jaminan Mutu


Martabak Telor

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:

MANUAL PROSEDUR SISTEM


PENYIMPANAN CATATAN

Halaman 21 dari 32

Prosedur :
1. Staff QA menyerahkan dokumen
2. Pimpinan perusahaan mengesahkan dokumen dimana harus ada daftar nomor
dokumen dalam dokumen tersebut
3. QC. Kabag menerbitkan dokumen

Page 20 of
32

4. QC. Asisten Kabag menggandakan dokumen dan mendistribusikan dokumen


yang mana harus terdapat daftar distribusi
5. QA. Staff mengganti dokumen lama dengan dokumen yang baru serta
mengendalikan data dimana harus terdapat daftar rekaman mutu
6. QA. Staff merevisi isi yang terdapat daftar perubahan dokumen
QA. Staff menyerahkan kembali dokumen kepada manager QA dimana terdapat daftar
dokumen yang terkendali

Disetujui oleh:

Jabatan

Tanggal:

Manager QA

17 Oktober 2015

Cyta S

PT.
ADHI CAHYA

Rencana Kerja Jaminan Mutu


Martabak Telor
DIAGRAM MANUAL PROSEDUR
SISTEM PENYIMPANAN
CATATAN

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:
Halaman 22 dari 32

Page 21 of
32

Staff QA

Penyerahan Dokumen

Penyerahan kembali ke
manager QA

Disetujui oleh:
Cyta S

Jabatan
Manager QA
Rencana Kerja Jaminan Mutu
Martabak Telor

PT. ADHI
CAHYA

PROSEDUR VERIFIKASI

Tanggal:
17 Oktober 2015
Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:
Halaman 23 dari 32

Page 22 of
32

Pengembangan prosedur verifikasi oleh perusahaan bertujuan agar dapat


menjamin bahwa keseluruhan rencana HACCP dapat berjalan secara efektif. Dengan
adanya sistem verifikasi ini perusahaan dapat menjamin bahwa rencana HACCP telah
berjalan dalam kegiatan operasional sehari-hari untuk menghasilkan produk yang
aman.
Implementasi prosedur verifikasi ini menjadi tanggungjawab ketua atau
koordinator TIM HACCP .
Kegiatan yang tercakup dalam prosdur Verifikasi ini terdiri atas :
A. Validasi HACCP Plan atau RKJM. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan
bahwa rencana HACCP telah benar sebelum diimplementasikan. Hal tersebut
dilakukan perusahaan dengan cara antara lain:
Melakukan konfirmasi bahwa :
1. Semua bahaya telah diidentifikasi,
2. Tindakan koreksi telah disiapkan, untuk setiap bahaya,
3. Batas kritis telah mencakupi untuk menghilangkan bahaya,
4. Semua prosedur monitoring dan peralatan yang digunakan telah mencukupi
dan terkalibrasi.
B. Melakukan pengawasan independen terhadap pemasok untuk menjamin
bahwa bahan baku yang dipasok telah memenuhi standar.

Disetujui oleh:

Jabatan

Tanggal:

Manager QA

17 Oktober 2015

Cyta S
Rencana Kerja Jaminan Mutu
Martabak Telor
MANUAL PROSEDUR VERIFIKASI

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:
Halaman 24 dari 32

PT. ADHI
CAHYA

Page 23 of
32

Tujuan
Menjamin bahwa keseluruhan rencana HACCP dapat berjalan secara efektif dan
telah berjalan dalam kegiatan operasional sehari-hari untuk menghasilkan produk yang
aman.
Ruang Lingkup
Manual prosedur ini Validasi HACCP plan yang bertujuan untuk memastikan
bahwa rencana haccp telah benar sebelum diimplementasikan serta melakukan
pengawasan independen terhadap pemasok untuk menjamin bahwa bahan baku yang
dipasok telah memenuhi standar.
Definisi
1. RKJM (Rencana Kerja Jaminan Mutu) adalah
2. Pemasok adalah seseorang atau lembaga yang menyediakan bahan baku untuk
perusahaan untuk diolah sampai kepada konsumen.
3. Bahan baku adalah bahan dasar yang didapatkan dari pemasok untuk diproduksi
oleh perusahaan.
Rujukan : Garis Besar Prosedur
1. HACCP Plan diterima dari hasil koreksi dari operator, super viser dan manajer.
2. Melakukan validasi HACCP Plan dan RKJM oleh auditor internal terlatih.
3. Melakukan pengawasan independen terhadap pemasok bahan baku oleh

Disetujui oleh:

Jabatan

Tanggal:

Manager QA

17 Oktober 2015

Cyta S
Rencana Kerja Jaminan Mutu
Martabak Telor
PT. ADHI
CAHYA

DIAGRAM MANUAL PROSEDUR


VERIFIKASI

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:
Halaman 25 dari 32

Page 24 of
32

MSM MM
Unuu
e
Li vl p m
Ae aH
I HC
s
Pa b
Pi R
n
b

DaftarDokumen
HACCP Plan

DaftarDokumen
HACCP Plan

DaftarPengawasanT
erkendali

e ee l l a a k k
e k k ra a n n
a e al n i d g a
w A s ai s
Ca A n C
C
P aP hl a a n
l Ka n
J M
a
k
u

Disetujui oleh:
Cyta S

Operator,
Super viser dan

Auditor internal

Manajer
Produksi

Jabatan

Tanggal:

Manager QA

17 Oktober 2015

Rencana Kerja Jaminan Mutu


Martabak Telor
PROSEDUR RECALL

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:
Halaman 26 dari 32

PT. ADHI
CAHYA

Page 25 of
32

Untuk menjaga kepuasan pelanggan dan menghindari konsumen dari


mengkonsumsi produk yang tidak aman, maka perusahaan mempunyai kebijakan untuk
melakukan, penarikan produk atau produk recall. Informasi yang menjadi alasan untuk
melakukan penarikan produk terutama adalah keluhan atau komplain dari pelanggan,
dan adanya kesalahan bahan baku atau proses produksi.
PROSEDUR PENARIKAN KEMBALI (PRODUCT RECALL)
1. Apabila konsumen yang melapor akan produk yang rusak atau tidak memenuhi
standar perusahaan produk akhir maka tim HACCP mengecek langsung pada
produk yang rusak tersebut.
2. Lalu dilakukan pemeriksaan lanjutan pada produk yang rusak di Laboratorium
3. Apabila hasil lab diperoleh ternyata tidak memenuhi standar perusahan maka
produk ditarik dari pasaran
Produk yang telah ditarik selanjutnya dikumpulkan pada tempat yang terpisah
dan telah ditentukan. Informasi dan data penarikan produk akan didokumentasikan dan
ditindak lanjuti. Tidakkan lanjut yang dilakukan dengan adanya penarikan produk
antara lain dapat berupa :
1. Pengehentian proses produksi sampai diperoleh hasil perbaikan yang memenuhi
persyaratan konsumen.
2. Menyeldiki penyebab masalah dan menyusun tindakan koreksi agar tidak
terulang kembali.
3. Penanganan terhadap produk yang ditarik.
Pelaksanaan Penarikan produk ini dilakukan dibawah tanggung jawab plant
manager.
Rekaman
1. Rencana notifikasi
2. Jumlah produk yang ditarik
3. Sumber masalah dan tindak koreksi
Disetujui oleh:

Jabatan

Manager QA

Tanggal:
17 Oktober 2015

Cyta S
Rencana Kerja Jaminan Mutu
Martabak Telor
MANUAL PROSEDUR RECALL

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:
Halaman 27 dari 32

PT. ADHI
CAHYA
Tujuan

Page 26 of
32

Untuk menjaga kepuasan pelanggan dan menghindari konsumen dari mengkonsumsi


produk yang tidak aman.
Ruang Lingkup
Manual prosedur ini mengatur segala aktivitas yang berkaitan dengan prosedur
penarikkan produk atau produk recall akibat adanya keluhan atau komplain dari
pelanggan, dan adanya kesalahan bahan baku atau proses produksi.
Definisi
1. Produk recall adalah proses mengambil barang cacat dari konsumen (oleh
produsen) dan memberikan mereka (konsumen) dengan kompensasi.
Biasanya sering terjadi sebagai akibat dari masalah keamanan atas cacat
manufaktur pada produk yang dapat membahayakan penggunanya.
2. Keluhan/pengaduan adalah keberatan atas suatu ketidaksesuaian yang terjadi.
3. Pelanggan adalah masyarakat umum yang menkonsumsi martabak telur ayam.
Garis Besar Prosedur
1. Adanya keluhan pelanggan dapat disampaikan melalui kotak saran Martabak
Blame
2. Manager Quality Control merekap data keluhan pelanggan pada form yang
telah disediakan.
3. Manager Quality Control menyampaikan hasil rekap keluhan pelanggan kepada
tim HACCP perusahaan Martabak Blame saat mengadakan rapat besar.
4. Tim HACCP mengecek langsung pada produk yang rusak tersebut.
5. Lalu dilakukan pemeriksaan lanjutan pada produk yang rusak di Laboratorium
6. Dan apabila hasil lab diperoleh ternyata tidak memenuhi standar perusahan
maka produk ditarik dari pasaran.

Disetujui oleh:

Jabatan

Manager QA

Tanggal:
17 Oktober 2015

Cyta S

PT. ADHI
CAHYA

Rencana Kerja Jaminan Mutu


Martabak Telor

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:

DIAGRAM MANUAL PROSEDUR


RECALL

Halaman 28 dari 32

Page 27 of
32

M MM e e r ne gk ia s pi
MP eM emel a ne k ir nsi kad sna a ak a k n a n
US e PFD ro ao r tdma u k d i t a r i k d a r i
Rl a Lan apj una tjt au bnt ie ds ia r
Ll e KK eep ll auu shh a aa r nna n b i l a t i d a k
PL aK bTe .ol uHr ha u ta so nar id u a
AsP ae ml a ne gm g e a n n u h i s t a n d a r
A
b
a
d
i
PI e l a n m gp ge ar un s a h a n
i
Form Keluhan

Pelanggan

Daftar Rekapan
Data Keluhan

Manager Quality
Control

Daftar Rekapan
Data Keluhan

Seluruh Anggota
organisasi PT. Husada
Abadi

Daftar Rekaman
Mutu

TIM HACCP

Daftar Rekaman
Mutu

TIM HACCP

Daftar Data
Penarikan Produk

TIM HACCP

Disetujui oleh:

Jabatan
Manager QA

Tanggal:
17 Oktober 2015

Cyta S
Rencana Kerja Jaminan Mutu
Martabak Telor
PT. ADHI
CAHYA

PERUBAHAN REVISI ATAU


AMANDEMEN DOKUMEN

Nomor: RJKM/17/10/2015
Revisi:
Halaman 29 dari 32

Page 28 of
32

TABEL ANALISA
Halaman
MARTABAK BLAME
BAHAYA ATAU ANALISIS
30 DARI 32
RESIKO
Perusahaan
menjamin bahwa semua dokumen dan data yang terkait dengan HACCP
Prinsip 1
plan
meliputi: Potensi
identitas, danPenyebab
peninjauan pengesahan
Tahap/inp
Risk Sev. untuk
Sign menjamin
Tindakan kemutahiran
pencegahan alat
kendali
kualitas
produk.
Setiap
perubahan
terhadap
dokumen
harus
diperiksa dan
ut
bahaya
disetujui
oleh Fisik
managemenPenangana
atau wakil managemen
dan dilaporkan
Penerimaa
H
H yang
M ditunjuk
Penyuluhan
terhadappada
TIM
HACCP
agar
dapat
didokumentasikan.
Kegiatan
perubahan
atau
revisi
atau aman
n bahan
Pest
n di
peternak
demen
dokumen
ini berada
dibawah tanggung jawab manager
QA terhadap
selaku sekretaris
baku Telur
Kotoran
peternak
Training
HACCP
yang kurang
personil yang
baik
QUALITY CONTROL
Pemeriksaan pada prosedur pembuatan martabak
Jika terdapat
maka
amandemen
prosedur
Kimia prosedur yang tidak tepat,
H
H dilakukan
M
Penyuluhan
terhadap
pembuatan
martabak
Residu
Pemberian
peternak
Apabilaantibiotik
prosedur pembuatan
martabak terlalu panjang Training
dan dapat
diperpendek
pakan yang
terhadap
namunResidu
tidak mempengaruhi
kualitas sehingga mengurangi
biaya
maka
mengandun
personil
yang
dilakukan
amandemen
detergen
g antibiotik
menangani di
Apabila bahan-bahan
yangtinggi
digunakan ingin diganti dengan
bahan-bahan
terlalu
RSOURCE
AND lain
DEVELOPMENT
yang lebih baik dan murah, maka dilakukan amandemen
Mikrobiolo
gi
Penangana
Salmonella n di
E. coli
peternaK
kurang baik

Disetujui oleh:

Penyuluhan terhadap
peternak
Training terhadap
personil yang
menangani di
RSOURCE AND
DEVELOPMENT

Jabatan

Tanggal:

Manager QA

17 Oktober 2015

Cyta S

Lampiran 4. Tabel Analisis Bahaya dan Penentuan CCP Produksi


Martabak Telur

Page 29 of
32

Potensi
bahaya
Fisik
Metal
Kimia: Mikrobiologi

Penyebab
Risk
Jabatan
Penanganan H
yang kurang
baik

Seleksi
Bahan Baku

Fisik: Kimia: Mikrobiologi

Kondisi telur
yang retak

Mixing

Fisik
Metal
Kimia
Mikrobiologi:

Tingkat
kebersihanal
at
penggilingan

Tahap/input
Penerimaan
Bahan Baku

Pengadonan

Penggoreng
an

32

Pengemasan

Sev.

Sign

Tindakan pencegahan
Tanggal:
Melakukan
pemeriksaan terhadap
telur ketika
pengambilan

Keamanan yang ketat


ketika distribusi telur

Pengecekan alat
sebelum dipakai
Pelatihan personil
prosesing
Kadar
dankebersihanbhandice
kterlebihdahulu
Pelatihan staff produksi

Fisik:
Terlalu encer

Kesalahan
teknik ketik
pengadonan

Mikrobiologi:
Salmonella
E. coli

cross
contaminatio
n
padaalat
yang
digunakan

Pengontrolanbahantam
bahan

Fisik

Menjadi
padat

Pelatihan staff produksi

Mikrobiologi

Kurang
maksimal
proses
penggorenga
n

Minyak yang
sudah
digunakan
berkali-kali
Kontaminasi
dari operator

Mikrobiologi

Pengkontrolan bahan
pendukung

Page 30 of
M

Sterelisasi operator

Disetujui oleh:

Cyta S
MARTABAK BLAME

MANAGER QA
Rencana Kerja Jaminan
Mutu
MARTABAK TELUR

17 Oktober 2015
Nomor:RKJM/17/10/2015
Revisi: 0

TABEL PEMERIKSAAN
ANALISA BAHAYA

Halaman 32 dari 32

Tahap Proses
1. Penerimaan bahan baku
telur
1.1 Fisik
1.2 Kimia
1.3 Mikrobiologi
2. Seleksi bahan baku
2.1 Fisik
2.2 Kimia
2.3 Mikrobiologi
3. Mixing
3.1 Fisik
3.2 Kimia
3.3 Mikrobiologi
4. Pengadonan
4.1 Fisik
4.2 Kimia
4.3 Mikrobiologi
5. Penggorengan
5.1 Fisik
5.2 Kimia
5.3 Mikrobiologi
6. Pengemasan
6.1 Fisik
6.2 Kimia
6.3 Mikrobiologi
Disetujui oleh:

Cyta S

P1

P2

P3

Y
Y
Y

Y
Y
Y

CCP
CCP
CCP

CCP
N
CCP

Y
N
Y

N
N
N

Y
N

Y
Y

Y
Y
Y

N
N
Y

N
N
Y

P4

CCP/No

N
N
N

Y
CCP
CCP
N
N
N
N
CCP

Jabatan

Tanggal:

MANAGER QA

17 Oktober 2015

Page 31 of
32

Page 32 of
32