Anda di halaman 1dari 19

DASAR K3

HAZARD KIMIA DEBU LOGAM BERAT

DISUSUN OLEH:
1. ALIVA IKMA Y.
2. FATHUL FITRIA
3. IDA NADIA SAUMI
4. INA ISNA SAUMI
5. NOPI EKAYANTI
6. NOVI ANDRIANA
7. PRIHARSI YUDHITA
8. PUTRI KHRISNA S.
9. ULFA AMELIA
10. WAHYU WIDI S.

TINGKAT 2 DIV
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN JAKARTA II
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
DIPLOMA IV KESEHATAN LINGKUNGAN
2013
1. Debu
Menurut Departemen Kesehatan RI (2003) debu ialah partikel-partikel kecil
yang dihasilkan oleh proses mekanis. Jadi pada dasarnya, pengertian debu adalah
partikel yang berukuran kecil sebagai hasil dari proses alami maupun mekanis.

Jenis Debu

Debu dalam industri terbagi dalam 2 kelompok,yaitu :


Kelompok kimia organik yang berasal dari tumbuhan, hewan tau bahan sintis
Kelompok

bahan

kimia

anorganik

terdiri

dari

golongan

logam

(Pb,As,Mn,Cd,Cr,dan Hg) dan non logam (tergantung ada tidaknya silica)

Penggolongan Debu
Berdasarkan sifatnya, yaitu :
1) Sifat permukaan basah, yaitu debu yang sifatnya selalu basah oleh karena
dilapisi oleh air yang sangat tipis.
2) Sifat pengendapan, yaitu debu yang cenderung selalu mengendap karena
gaya gravitasi bumi (deposit particulated matter)
3) Sifat penggumpalan, yaitu memiliki sifat yang selalu basah, maka debu
satu dengan yang lain cenderung menempel membentuk gumpalan.
4) Sifat opsis, yaitu partikel yang basah/lembab lainnya dapat memancarkan
sinar yang dapat terlihat didalam kamar gelap.
5) Debu listrik statik, yaitu debu mempunyai sifat listrik statis yang dapat
menarik partikel lain yang berlawanan.
Berdasarkan macamnya, yaitu :
1) Debu fibrogenik : debu ini dapat menyebabkan penyakit seperti
pneumokoniosis. Contoh : batubara, asbes dan silika
2) Debu inert : dianggap tidak berbahaya bila jumlah partikel yang masuk
sedikit. Ada efek penimbunan tergantung jumlah partikel yang masuk
3) Debu alergen : biasanya berasal dari tumbuh-tumbuhan dan garam platina
4) Debu iritan : debu yang dapat mengakibatkan iritasi pada mata dan saluran
napas, terutama berasal dari logam berat. Contoh : Cd, Cr, Mn, Ni dan
Vanadium pentoksida
5) Debu toksik : Debu yang menyebabkan racun bagi tubuh, biasanya juga
berasal dari logam berat. Contoh : Pb, Cr, Hg, Cd dan Mn. Debu
Karsinogenik: radiasi ion-ion, asbes, As, Cr dan Ni.
Dari karakter zatnya, debu terdiri dari:
1) Debu fisik, seperti debu tanah, batu mineral, dan lain-lain.
2) Debu kimia, terbagi atas debu organik dan anorganik.
3) Debu biologis, yaitu virus, bakteri, dan lain-lain.

4) Debu radioaktif. Ditempat kerja, jenis-jenis debu ini dapat ditemui pada

kegiatan pertanian, keramik, batu kapur, batu bata, pengusaha kasur.


Dampak debu terhadap pencemaran udara
Partikel debu dapat menyebabkan gangguan sebagai berikut:
1) Gangguan aestetik dan fisik seperti terganggunya pemandangan dan
pelunturan warna bangunan dan pengotoran.
2) Merusak kehidupan tumbuhan yang terjadi akibat adanya penutupan pori
pori tumbuhan sehingga mengganggu jalannya fotosintesis.
3) Merubah iklim global regional maupun internasional.
4) Menganggu perhubungan/ penerbangan yang akhirnya menganggu
kegiatan sosial ekonomi di masyarakat.
Debu industri terbagi menjadi 2, yaitu :

1) Deposit Particulate Matter: partikel debu yang hanya sementara di udara.


Partikel ini akan segera mengendap karena daya tarik bumi.
2) Suspended Particulate Matter: debu yang tetap berada di udara dan tidak
mudah mengendap.

Ukuran debu dan hubungannya dengan struktur saluran pernapasan


adalah sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.

Ukuran 5-10 mikron, akan tertahan oleh saluran pernafasan bagian atas.
Ukuran 3-5 mikron, akan tertahan oleh saluran pernafasan bagian tengah.
Ukuran 1-3 mikron, sampai dipermukaan alveoli.
Ukuran 0,5-1 mikron, hinggap di permukaan alveoli/selaput lendir

sehingga dapat menyebabkan terjadinya fibrosis paru.


e. Ukuran 0,1 0,5 mikron, melayang dipermukaan alveoli
f. Menurut WHO (1996), ukuran debu partikel yang membahayakan manusia
adalah debu yang memiliki ukuran 0,1-5 mikron atau 10 mikron.
g. Departemen Kesehatan RI mengisyaratkan bahwa ukuran debu yang
membahayakan berkisar 0,1 sampai 10 mikron. Inhalable 100 Thoracic
10 Respirable 4 3.

2. Pengertian Logam Berat


Logam berat adalah unsur alami dari kerak bumi. Logam yang stabil dan tidak
bisa rusak atau hancur, oleh karena itu mereka cenderung menumpuk dalam tanah
dan sedimen.

Logam berat adalah komponen alamiah lingkungan yang mendapatkan


perhatian berlebih akibat ditambahkan ke dalam tanah dalam jumlah yang
semakin meningkat dan bahaya yang mungkin ditimbulkan.
Logam berat adalah unsur-unsur kimia dengan berat jenis lebih besar dari 5
g/cm3, terletak di sudut kanan bawah sistem periodik, mempunyai afinitas yang
tinggi terhadap unsur S dan biasanya bernomor atom 22 sampai 92 dari periode 4
sampai 7.
Jadi dapat disimpulkan, logam berat adalah unsur kimia dengan berat jenis
lebih dari 5 g/cm3 yang berasal dari kerak bumi dan termasuk bahan penyusun
lapisan tanah bumi . Logam Berat tidak dapat diurai atau dimusnahkan dan dapat
masuk ke dalam tubuh mahluk hidup melalui makanan, air minum, dan udara.
Beberapa logam berat yang beracun tersebut adalah As, Cd. Cr, Cu, Pb, Hg,
Ni, dan Zn. Secara umum logam berat telah digunakan secara luas terutama dalam
bidang kimia dan industri.

Penggolongan Logam Berat


Menurut Vouk (1986) yang mengatakan bahwa terdapat 80 jenis dari 109

unsur kimia di muka bumi ini yang telah teridentifikasi sebagai jenis logam berat.
Berdasarkan sudut pandang toksikologi, logam berat ini dapat dibagi dalam dua
jenis, yaitu:
1) Jenis pertama adalah logam berat esensial, di mana keberadaannya dalam
jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh organisme hidup, namun dalam jumlah
yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun. Contoh logam berat ini
adalah Zn, Cu, Fe, Co, Mn dan lain sebagainya.
2) Jenis kedua adalah logam berat tidak esensial atau beracun, di mana
keberadaannya dalam tubuh masih belum diketahui manfaatnya atau bahkan
dapat bersifat racun, seperti Hg, Cd, Pb, Cr dan lain-lain.
Menurut Kementrian Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (1990)
sifat toksisitas logam berat dapat dikelompokan ke dalam 3 kelompok, yaitu :
a. Bersifat toksik tinggi yang terdiri dari atas unsur-unsur Hg, Cd, Pb, Cu, dan Zn.
b. Bersifat toksik sedang terdiri dari unsur-unsur Cr, Ni, dan Co.
c. Bersifat tosik rendah terdiri atas unsur Mn dan Fe.

3. Pengertian Debu Logam Berat/ Debu Metal


Debu metal adalah debu yang di dalamnya terkandung unsur-unsur
logam (Pb, Hg, Cd, dan Arsen).
4. Macam-Macam Logam Berat
Logam berat ditunjukkan kepada logam yang mempunyai berat jens lebih
besar dari 5 g/cm3.Inilah beberapa contoh logam-logam berat, diantaranya :
1. Timbal (Pb)
Timbal merupakan sejenis logam yang lunak dan berwarna coklat
kehitaman.Pb mempunyai sifat bertitik lebur rendah, mudah dibentuk dan
dapat digunakan untuk melapisi logam untuk mencegah perkaratan.Logam Pb
banyak digunakan pada industri baterai, kabel, cat (sebagai zat pewarna), dan
yang paling banyak digunakan sebagai zat anti letup pada bensin.Logam Pb
dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan,pencernaan dan kulit.Bahaya
yang ditimbulkan oleh penggunaan Pb ini adalah sering menyebabkan
keracunan.Pb dapat menyebabkan penyakit anemia, nefritis kronis, serta
kerusakan susunan saraf pusat dan ginjal bila terakumulasi logam berat dengan
kadar yang tinggi.
2. Merkuri (Hg)
Merkuri atau air raksa adalah logam yang ada secara murni, merupakan
satu-satunya logam yang pada suhu kamar berwujud cair.Bila dipanaskan
sampai suhu 3570c, Hg akan menguap.Selain untuk kegiatan penambangan
emas, logam Hg juga digunakan dalam produksi gas klor dan soda kaustik,
termometer, bahan tambak gigi dan baterai.Logam ini dapat masuk melalui
kulit,

makanan,minuman

dan

pernafasan.Mekuri

dapat

menyebabkan

kerusakan hati dan ginjal, sebab timbunan Hg yang paling banyak dalam organ
tubuh manusia terdapat pada hati dan ginjal.Selain itu garam organik merkuri
HgCl2 bersifat korosif terhadap usus dan paling berbahaya untuk merusak
jaringan otak.
3. Kadmium (Cd)
Kadmium ditemukan dalam pembuatan baterai, plastik PVC, pigmen cat,
pupuk, rokok yang berada di sekitar lingkungan pabrik.Kadmium dapat masuk
melalui pernafasan, pencernaan dan kulit.Apabila kadar Cd melebihi 10 g/l
maka akan menimbulkan gangguan kesehatan seperti sakit kepala, mual,

radang paru-paru, nekrosis hati dan ginjal serta menurunnya kemampuan


mencium.
4. Nikel (Ni)
Nikel terdapat di udara, menetap di tanah atau dikeluarkan dari udara
dalam hujan.Sumber utama nikel adalah asap tembakau, knalpot mobil, pupuk,
pembakaran bahan bakar minyak dsb.Efek yang ditimbulkan dari logam nikel
adalah serangan asma, bronkitis kronis, sakit kepala, sesak nafa, muntah, nyeri
dada, batuk, kejang bahkan kematian.
5. Arsen (As)
Arsen (As) merupakan bahan kimia beracun, yang secara alami ada di
alam. Selain dapat ditemukan di udara, air maupun makanan, arsen juga dapat
ditemukan di industri seperti industri pestisida, proses pengecoran logam
maupun pusat tenaga geotermal.Paparan arsen di tempat kerja terutama dalam
bentuk arsenik trioksid dapat terjadi pada industri pengecoran Pb (timbal),
coper (tembaga), emas maupun logam non besi yang lain.Arsenik trioksid
dapat bercampuran dengan debu, sehingga udara dan air di industri pestisida
dan kegiatan peleburan mempunyai risiko untuk terpapar kontaminan arsen.
Bahan kimia arsen dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan
makanan, saluran pernafasan serta melalui kulit walaupun jumlahnya sangat
terbatas. Arsen yang masuk ke dalam peredaran darah dapat ditimbun dalam
organ seperti hati, ginjal, otot, tulang, kulit dan rambut.Dampak dari Arsen
adalah mual, muntah, nyeri perut, gangguan hati, gangguan ginjal, keratosis
telapak tangan maupun kaki, hiperpigmentasi kulit dan dermatitis
6. Tembaga (Cu)
Tembaga biasa digunakan sebagai bahan instalasi listrik serta dibutuhkan
di dalam makanan dan minuman, oleh karena itu logam berat ini merupakan
salah satu logam esensial yang dibutuhkan oleh manusia untuk metabolisme
besi dalam Hb.Akan tetapi karena Cu dapat terakumulasi di dalam jaringan
tubuh maka apabila konsentrasi logam ini sangat besar maka akan meracuni
manusia.Pengaruh racun yang ditimbulkan yaitu muntah, rasa panas di daerah
lambung dan mencret, kemudian disusul dengan nekrosis hati dan koma.
7. Timah (Sn)
Timah bersumber dari pabrik plastik, percetakan, peleburan timah pabrik
karet, pabrik baterai, kendaraan bermotor, pabrik cat dan tambang
timah.Logam Sn dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan,pencernaan
dan kulit sehingga nantinya timah akan terdistribusi terutama ke darah,

jaringan lunak (ginjal, otak, sumsum tulang, liver) dan jaringan dengan
mineral (tulang dan gigi). Efek yang ditimbulkan bila tepapar Sn melebihi
kadar normal yaitu terjadinya gangguan pada saraf perifer dan sentral, sel
darah, gangguan metabolisme vitamin D dan kalsium sebagai unsur
pembentuk tulang, gangguan ginjal secara kronis, dapat menembus plasenta
sehingga mempengaruhi pertumbuhan janin.
8. Kromium (Cr)
Kromium digunakan dalam pembuatan baja, batu bata dalam tungku,
pewarna, serta penyamakan kulit dan kayu. Penjualan produk atau bahan
kimia yang mengandung kromium dan bahan bakar fosil menyebabkan
terjadinya pembakaran ke udara, tanah, dan air. Partikel menetap di udara
dalam waktu kurang dari 10 hari, akan menempel pada partikel tanah, dan
dalam air dengan sedikit larut Efek racun akan timbul, jika menghirup udara
tempat kerja yang terkontaminasi, misalnya dalam pengelasan stainless steel,
kromat atau produksi pigmen krom, pelapisan krom, dan penyamakan
kulit.Selain itu, jika menghirup serbuk gergaji dari kayu yang mengandung
kromium akan menimbulkan efek keracunan. Efek toksik kromium dapat
merusak dan mengiritasi hidung, paru-paru, lambung, dan usus.Dampak
jangka panjang yang tinggi dari kromium menyebabkan kerusakan pada
hidung dan paru-paru.Mengonsumsi makanan berbahan kromium dalam
jumlah yang sangat besar, menyebabkan gangguan perut, bisul, kejang, ginjal,
kerusakan hati, dan bahkan kematian.

5. Sumber Debu Logam Berat

Kemajuan sektor industri di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun,


peningkatan ini sejalan dengan peningkatan taraf ekonomi negara. Dengan
pesatnya perkembangan dan kemajuan pembangunan di bidang industri
memberikan dampak positif dan negatif. Dampak negatif pada tenaga kerja salah
satunya adalah timbulnya gangguan pada saluran pernafasan karena terpapar oleh
bahan yang dihasilkan selama proses produksi seperti debu logam berat.
Logam berat di atmosfer berdasarkan sumber alamiahnya berasal dari:

1.

Debu debu dari kegiatan gunung berapi

2.

Erosi dan pelapukan tebing dan tanan

3.

Asap dari kebakaran hutan

4.

Aerosol dan partikulat dari permukaan laut

Udara kotor akibat polusi kendaraan bermotor dan polusi asap pembuangan
industri

ke

udara

merupakan

beberapa

contoh

dari

sumber

B3

di

perkotaan. Seperti halnya logam yang lain, logam berat secara alamiah bisa
ditemukan secara luas dipermukaan bumi dari tanah, batuan, perairan, dan bahkan
di lapisan atmosfir.
Yang paling rawan menimbulkan bahaya keracunan adalah logam berat yang
berwujud debu atau uap karena mudah terserap kedalam tubuh baik secara
langsung (melalui air minum) maupun melalui ikan atau binatang air lainnya yang
dikonsumsi manusia. Karena itu perlu diwaspadai aktifitas yang bisa
menghasilkan debu, uap maupun partikel logam berat yang larut dalam air.
Banyak industri yang menghasilkan logam berat sehingga limbahnya tidak
boleh dilakukan sembarangan. Tembaga misalnya, digunakan antara lain dalam
industri cat, insektisida, fungisida, katalis, dan batu baterai. Kadmium banyak
digunakan dalam industri pesawat terbang, zat warna, baterai, fotografi, dan
sebagai stabilizer pipa PVC.
Khromium banyak digunakan dalam industri pelapis peralatan, campuran
pembuatan baja anti karat, kawat-kawat tahan listrik, dan alat-alat pemotong.
Sedangkan timbal digunakan dalam industri baterai, kabel telepon, kabel listrik,
cat, dan konstruksi pabrik-pabrik kimia.
Selain industri juga masih ada aktifitas lain yang menghasilkan debu atau
partikel logam berat. Sebagai contoh asap-asap kendaraan bermotor mengandung
Pb yang berasal dari senyawa tetrametil-Pb dan tetraetil-Pb yang biasanya
ditambahkan dalam bahan bakar kendaraan bermotor sebagai anti ketuk (antiknock) mesin kendaraan bermotor. Air minum juga bisa mengandung Pb jika
disimpan atau dialirkan melalui pipa-pipa yan terbuat dari campuran logam Pb.

Demikian juga makanan dan minuman kalengan bisa mengandung Pb bila


menggunakan campuran logam Pb sebagai kalengnya.
Akibat yang ditimbulkan dari bahan berbahaya dan beracun tersebut
diantaranya adalah gangguan kesehatan mulai dari iritasi mata, asma, gangguan
kesehatan, bronkitis, emphysema, dan kanker paru paru.Polusi kendaraan
bermotor menghasilkan polusi timbal yang terbesar.
Kondisi timbal (Pb) di daerah perkotaan dapat mencapai 5 hingga 50 kali
daerah pedesaan. Timbal yang mencemari udara ini dalam bentuk gas dan debu.
Gas timbal berasal dari pembakaran bahan aditif bensin dari kendaraan bermotor
yang terdiri dari Tetra Etil Lead (TML) dan Tetra Metil Lead (TML). Beberapa
komponen timbal yang dibuang melalui asap mobil bahkan ada yang meningkat
meskipun telah melebihi 18 jam.

Komponen Pb Persen dari total partikel Pb di dalam asap


Segera setelah starter 18 jam setelah starter
PbBrCl

32,0

12,0

PbBrCl.2PbO

31,4

1,6

PbCl2

10,7

8,3

Pb(OH)Cl

7,7

7,2

PbBr2

5,5

0,5

PbCl2.2PbO

5,2

5,6

Pb(OH)Br

2,2

0,1

PbOx

2,2

21,1

PbCO3

1,2

13,8

PbBr.2PbO

1,1

0,1

PbCO3.2PbO

1,0

29,6

Timbal yang terkandung dalam bensin ini sangatlah berbahaya, sebab


pembakaran bensin akan mengemisikan 0,09 gram timbal tiap 1 km. Bila di
Jakarta, setiap harinya 1 juta unit kendaraan bermotor yang bergerak sejauh 15 km
akan mengemisikan 1,35 ton timbal per hari. Efek yang ditimbulkan tidak mainmain. Salah satunya yaitu kemunduran IQ dan kerusakan otak yang ditimbulkan
dari emisi timbal ini.

Pada orang dewasa umumnya ciri ciri keracunan timbal adalah pusing,
kehilangan selera, sakit kepala, anemia, sukar tidur, lemah, dan keguguran
kandungan. Selain itu timbal berbahaya karena dapat mengakibatkan perubahan
bentuk dan ukuran sel darah merah yang mengakibatkan tekanan darah tinggi.
Berbagai industri berpotensi menghasilkan debu-debu

yang banyak

menghasilkan logam berat. Pada industri besi dan baja akan mengeluarkan debu
Fe2O3 dan Fe2O4, sedangkan industri semen akan mengeluarkan debu asbestos,
industri elektronika mengeluarkan debu timbal, besi, seng, nikel, krom, tembaga
dan lain-lain.
Logam-logam berbahaya di atas sangat berbahaya apabila terkontaminasi
langsung melalui pernapasan dan juga kontak langsung dengan kulit. Bahaya
logam berat itu juga akan semakin berlipat ganda dan besar apabila terakumulasi
di dalam rantai makanan dan terakumulasi di dalam tubuh.
Polusi udara lainnya adalah asap rokok. Resiko penyakit yang ditimbulkan
asap rokok bagi perokok pasif dan aktif sama saja, karena penyebab dari 87 %
dari seluruh kematian adalah akibat dari kanker paru paru. Penyakit lain akibat
dari merokok adalah jantung koroner, kanker kerongkongan, stroke, kanker mulut,
kanker esophagus, gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan dan penurunan
berat bayi yang baru lahir.
Tabel 1 Pembakaran Fosil yang mengeluarkan B3 di udara (Juwito, 1996)
Unsur

Sumber

Pengaruhnya pada kesehatan

Kadmium

Pembakaran

batu

penambangan

seng,

bara, Penyakit
pipa

jantung

dan

pembuluh

dan darah serta hipertensi pada manusia

peralatan air, asap tembakau


Timbal

Gas buang kendaraan bermotor, Kerusakan


baterai kendaraan (aki)

Air

Raksa/ Pembakaran

Merkuri

dalam listrik,

bentuk

batu

industri

bara,
minyak

kejang-kejang,

gangguan sikap dan kematian


baterai Kerusakan syaraf dan kematian,
diesel, kanker paru paru.

metil minyak resida, pembakaran batu

merkuri & nikel bara, asap rokok, bahan kimia,


dalam

otak,

bentuk katalisator, alkil pada batu baja dan

Nikel karbonil

non besi, aditif bensin.

Berilium

Pembakaran batu bara, beberapa Penyakit saluran napas kronis dan


industri (PLTN)

akut, kanker paru paru.

Antimon

Industri barang enamel

Jantung

Arsen

Pembakaran batubara dan minyak, Beracun pada tingkat akumulasi


deterjen, pestisida, limbah tambang

Selenium

tinggi dan kanker

Pembakaran batu bara, minyak dan Merusak syaraf


belerang, industri kertas

6. Nilai Ambang Batas (NAB)

NAB debu
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1405/Menkes/SK/XI/2002. Kandungan rata-rata debu didalam udara ruangan
dalam pengukuran rata-rata 8 jam adalah 0,15 mg/m3.

NAB logam berat


Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor
Per.13/Men/X/2011 Tahun 2011 tentang nilai ambang batas faktor fisika dan
faktor kimia di tempat kerja. Nilai ambang batas logam berat adalah:

No.

PARAEMETER

KONSENTRASI
MAKSIMAL(mg/m3)

1.

Alumunium(Al)

10

2.

Arsen(Ar)

0,01

3.

Berilium(Be)

0,002

4.

Cadmium(Cd)

0,002-0,01

5.

Chrom(Cr)

0,5

6.

Cobalt(Co)

0,002

7.

Mangan(Mn)

0,2

8.

Merkuri(Hg)

0,025

9.

Nikel(Ni)

1,5

10.

Timbal(Pb)

0,15

7. Dampak Terhadap Manusia Dan Lingkungan

Pengaruh Logam Berat Terhadap Kesehatan Manusia


Beberapa jenis logam yang termasuk katagori logam berat antara lain sebagai

berikut : Alminium (Al), Antimony (Sb), Cadmium (Cd), Chromium (Cr), Cobalt
(Co), Cufrum (Cu), Ferrum (Fe), Manganese (Mn), Merkuri (Hg), Molybdenum
(Mo), Salenium (Se), Silver (Ag), Tin (Sn), Plumbum (Pb), Vanadium (V) dan
Zinc (Zn).
Logam berat seperti ; Merkuri (Hg), Cadmium (Cd), Plumbum (Pb),
Chromium (Cr), Cufrun(Cu), Cobalt (Co) sangat berbahaya bila kadarnya yang
terlarut dalam tubuh manusia cukup tinggi atau melebihi ambang batas baku.
Logam-logam berat ini bersifat sangat toxic (beracun) yang dapat masuk ke tubuh
manusia melalui beberapa cara yaitu dari makanan, melalui pernafasan dan
penetrasi melalui kulit.
1.

Merkuri (Hg)
Minamata, adalah teluk yang berada di sebelah Barat Daya Kyushu
Jepang. Pada tahun 1953 , banyak masyarakat nelayan di wilayah tersebut
menderita penyakit aneh seperti ; terjadi kelemahan otot , kehilangan
penglihatan, daya dengar menurun, mulut terasa tersumbat, gusi membengkak,
ketidakseimbangan fungsi otot, lumpuh, bahkan banyak yang meninggal
mendadak. Merkuri dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal, sebab
timbunan Hg yang paling banyak dalam organ tubuh manusia terdapat pada
hati dan ginjal. Selain itu garam organik merkuri HgCl2 bersifat korosif
terhadap usus dan paling berbahaya untuk merusak jaringan otak.
Radang paru-paru (pnemonitis), Bronchitis, Rasa sakit pada dada (dada
sesak), Batuk, Rasa seperti logam, Mual, Sakit pada bagian abdomen, Daire
dan muntah, Sakit kepala, Garis gelap pada gusi (karena merkurium sulfida),
Gigi lepas (copot), Luka pada bibir dan dagu, Gejala-gejala psikopatologis,
Otot gemetar .

2.

Cadmium (Cd)
Tahun 1947, masyarakat Jepang yang berdiam di pinggiran sungai Jintsu,
Toyama, juga terjangkit penyakit yang aneh semacam penyakit rematik.
Biasanya penyakit nyeri tulang ini disebut penyakit Ita-ita .
Racun Cadmium (Cd) awalnya dimulai dengan perubahan warna kuning
pada gigi, kemudian diikuti gangguan pada rongga hidung, bersin, hilangnya
indra penciuman, dan mulut menjadi kering. Tanda-tanda yang paling khas
dari penyakit ini adalah nyeri pada punggung dan otot kaki. Logam berat
Cadmium paling banyak dalam bentuk Cd bervalensi H, yang berikatan
dengan gugus anorganik (halida, oksida, sulfida). Cadmium (Cd) dengan
gugusan karbonat, sulfida dan hidroksida mempunyai kelarutan yang sangat
rendah sehingga Cadmium (Cd) di lingkungan perairan banyak terdapat dalam
sedimen.
Cadimium (Cd) biasanya dihasilkan sebagai produk industri seng dan
keperluan industri tambang lainnya dan dapat ditemukan pada : (1) endapan
sulfide terutama biji seng;(2) endapan biji timbal dan tembaga ;(3) batu bara
yang mengandung belerang tinggi.

3.

Timbal (Pb)
Timbal atau timah merupakan salah satu logam berat yang beracun bagi
manusia. Timbal dapat masuk ke tubuh manusia melalui pernafasan dan air
yang terkontaminasi dengan Plumbum (timbal). Keracunan Plumbum (Pb)
biasanya diakibatkan oleh terjadinya akumulasi logam berat tersebut di dalam
tubuh manusia yang akan menyebabkan penyakit anemia, kerusakan susunan
saraf pusat dan ginjal. Tanda klasik dari kercunan logam Plumbum (Pb) adalah
ataxia, koma dan gangguan pada pergerakan. Di samping pengaruh-pengaruh
di atas racun Plumbum (Pb) diketahui juga berpengaruh terhadap sistem
reproduksi. Plumbum(Pb) digunakan untuk Industri peralatan yang berbahan
kuningan, pipa air minum, produk mainan dan lapisan kaca keramik dan
porselin.

4.

Chromium (Cr)

Logam Chromium (Cr) juga beracun bagi manusia. Pengaruh racun ini
menderita penyakit kanker paru-paru. Awalnya penyakit ini tidak diketahui
penyebabnya, setelah melalui penelitian ternyata penyakit tersebut diketahui
sebagai akibat dari masyarakat menghirup limbah debu Industri tersebut di
atas yang mengandung Chromium Bervalensi IV (Cr+4) dan (Cr+6).
5.

Cufum (Cu) / Tembaga


Logam berat ini merupakan salah satu logam esensial yang dibutuhkan
oleh manusia untuk metabolisme besi dalam hemoglobin, akan tetapi karena
logam Cu dapat terakumulasi di dalam jaringan tubuh maka apabila
konsentrasi logam ini sangat besar akan meracuni manusia. Pengaruh racun
yang ditimbulkan yaitu muntah-muntah, rasa panas di daerah lambung dan
mencret, kemudian disusul dengan nekrosi hati dan koma.

6.

Cobalt (Co)
Logam Cobalt sebenarnya dibutuhkan manusia dalam jumlah yang sangat
sedikit untuk proses pembentukan butir darah merah. Cobalt (Co) dalam
jumlah tertentu dibutuhkan tubuh melalui Vitamin B12 yang masuk ke tubuh
manusia. Cobalt (Co) dalam jumlah yang besar yang masuk ke dalam tubuh
akan merusak kelenjar gondok, sel darah merah menjadi berubah, tekanan
darah menjadi tinggi, pergelangan kaki menjadi bengkak, penyakit gagal
jantung, sesak nafas, batuk-batuk dan kondisi badan yang lemah.

7. Arsen
- Toksisitas Akut
Toksisitas akut arsen biasanya memperlihatkan gejala sakit perut, gejala
tersebut disebabkan oleh adanya vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah)
yang akan mengakibatkan terbentuknya vesikel (lepuh) pada lapisan
submukose lambung dan usus. Gangguan tersebut mengakibatkan rasa mual,
muntah, diare (kadang bercampur darah) dan sakit perut yang sangat. Gas
arsenik dapat mengakibatkan hemolisis dalam waktu 3-4 jam dan
mengakibatkan nekrosis tubulus ginjal akut sehingga terjadi kegagalan ginjal.
Tanda-tanda toksisitas As yang akut juga terlihat jelas ialah dengan
ditemukannya gejala rambut rontok kebotakan (alopesia) , tidak berfungsinya

saraf tepi yang ditandai dengan kelumpukan anggota gerak bagian bawah,kaki
lemas,persendian tangan lumpuh, dan daya reflex menurun
- Toksisitas kronis
Gejala akan timbul dalam waktu 2 - 8 minggu sejak penderita mulai
mengonsumsi air yang terkontaminasi tersebut. Gejala yang jelas terlihat
adalah adanya kelainan pada kulit dan kuku, terciri dengan adanya
hyperkeratosis, hiperpigmentasi, dermatitis dengan terkelupasnya kulit dan
adanya warna putih pada persambungan kulit dan kuku. terjadinya kanker
pada kulit, paru-paru, hati, kantung kencing, ginjal, dan kolon.
Dampak bagi lingkungan
Pada saat industri yang berlokasi di pinggiran sungai membuang limbah maka
akan terbawa oleh aliran sungai menuju perairan dan akan mengalami
pengendapan di kawasan muara sungai. Hal tersebut mengakibatkan konsentrasi
bahan pencemar dalam sedimen meningkat. Dan hasilnya, logam berat yang
terendapkan akan terdispersi dan akan diserap oleh organisme yang hidup
diperairan tersebut. Jika terus dibiarkan maka akan berdampak pada penurunan
kualitas perairan, tercemarnya sedimen , dan terkontaminasinya berbagai
tumbuhan dan biota di sana.

8. Pencegahan Debu Dan Debu Logam Berat


Pengendalian debu di lingkungan kerja dapat dilakukan terhadap 3 hal yaitu
pencegahan terhadap sumbernya, media pengantar (transmisi) dan terhadap
manusia yang terkena dampak.

Pencegahan Terhadap Sumbernya


a) Isolasi sumber agar tidak mengeluarkan debu diruang kerja dengan Local
Exhauster atau dengan melengkapi water sprayer pada cerobong asap.
b) Substitusi alat yang mengeluarkan debu dengan yang tidak mengeluarkan
debu.

Pencegahan Terhadap Transmisi

a) Memakai metode basah yaitu,penyiraman lantai dan pengeboran basah


(Wet Drilling).
b) Dengan alat berupa Scrubber,Elektropresipitator,dan Ventilasi Umum.

Pencegahan Terhadap Tenaga Kerja


Antara lain dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker.

9. Pengendalian
Pencegahan terjadinya debu di area kerja juga dapat diterapkan. Meskipun
dalam proses produksi yang massal, dimana bahan baku atau produk yang
digunakan menghasilkan debu, maka tentu saja sistem pencegahan hampir tidak
mungkin dilakukan. Namun jika proses tersebut dirancang secara baik untuk
meminimalkan debu, misalnya dengan menggunakan sistem penanganan yang
tidak menimbulkan debu, maka emisi debu dapat dikurangi.
Sistem kontrol
1.

Terhadap Sumbernya
Pengontrolan debu di ruang kerja terhadap sumbernya antara lain :
a. Isolasi sumber agar tidak mngeluarkan debu di ruang kerja dengan Local
Exhauster atau dengan melengkapi Water Sprayer pada cerobong asap.
Teknik ini adalah dengan cara memisahkan pekerja dengan udara yang
terkontaminasi, pemisahan bisa dilakukan dengan mengisolasi pekerja
kemudian di suplai dengan udara bersih dari luar. Contoh Supplier Air
System.
b. Subtitusi alat yang mengeluarkan debu dengan yang tidak mengeluarkan
debu.

2.

Pencegahan Terhadap Transmisi


Setelah semua usaha pencegahan dilakukan secara maksimal, dan jika
masih terdapat debu dari proses tersebut, maka barulah dilakukan
pengendalian atau pengontrolan terhadap debu tersebut. Beberapa teknik
pengendalian yang dapat dilakukan adalah seperti Dust Collection Systems,
Wet Dust Suppression Systems, And Airborne Dust Capture Through Water
Sprays.

a.

Dust Collection Systems Menggunakan prinsip ventilasi untuk


menangkap debu dari sumbernya. Debu disedot dari udara dengan
menggunakan pompa dan dialirkan kedalam dust collector, kemudian
udara bersih dialirkan keluar.

b. Wet Dust Suppression Systems Menggunakan cairan (yang banyak


digunakan adalah air, tapi bisa juga bahan kimia yang bisa mengikat debu)
untuk membasahi bahan yang bisa menghasilkan debu tersebut sehingga
bahan tersebut tidak cenderung menghasilkan debu.
c.

Airborne Dust Capture Through Water Sprays Menyemprot debu


-debu yang timbul pada saat proses dengan menggunakan air atau bahan
kimia pengikat, semprotan harus membentuk partikel cairan yang kecil
(droplet) sehingga bisa menyebar di udara dan mengikat debu yang
berterbangan membentuk agglomerates sehingga turun ke bawah.

d. Dilution Ventilation Teknik ini adalah untuk mengurangi konsentrasi


debu yang ada di udara dengan mendilusi udara berdebu dengan udara
tidak berdebu atau bersih. Secara umum sistem ini masih kurang baik
untuk kesehatan karena debu pada dasarnya masih terdapat di udara, akan
tetapi sistem ini bisa digunakan jika sistem lain tidak diijinkan untuk
digunakan.
3. Pencegahan Terhap Tenaga Kerjanya
Antara lain menggunakan Alat

Pelindung

Diri

(APD)

dengan

menggunakan masker. Untuk proteksi bagi pekerja dengan kondisi lingkungan


yang potensial menghasilkan debu yang banyak, diharuskan memakai alat
pelindung diri terutama alat pelindung pernafasan berupa masker. Masker
yang digunakan hendaknya disesuaikan dengan ukurannya sehingga
pemakaian masker tidak mengganggu aktivitas dan kenyamanan pemakainya.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Sembiring (1999) dalam Khumidal,
(2009) bahwa penggunaan masker dengan ukuran 3-5 dapat menurunkan
kadar debu yang masuk ke paru-paru pekerja hingga 87,6%. Alat pelindung
pernafasan yang digunakan dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar Alat Pelindung Pernafasan


Pemeriksaan secara medis juga perlu dilakukan yakni dengan cara
pemeriksaan status kesehatan pekerja yang terpapar secara teratur dan
biasanya dilakukan oleh dokter perusahaan. Upaya ini merupakan suatu
langkah untuk mengetahui dan memonitor kondisi kesehatan pekerja serta
sebagai suatu deteksi awal terhadap masalah kesehatan yang mungkin ditemui.
Pemeriksaan kesehatan yang lengkap akan memberikan bukti yang akurat dari
pekerja yang terpapar sehingga dapat membantu dokter dalam menentukan
diagnosa penyakit yang timbul akibat kerja.

Referensi:

http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/56475/BAB%20II
%20TINJAUAN%20PUSTAKA.pdf?sequence=2

http://yusartea.wordpress.com/category/uncategorized/page/4/

http://achmadmarzoeki.blogspot.com/1996/11/mewaspadai-logam-berat.html

http://siklus.lmb.its.ac.id/?p=254

http://perpustakaan.depkes.go.id:8180/bitstream/123456789/1793/2/BK2012398.pdf

http://www.scribd.com/doc/72997827/PER-13-MEN-X-2011-NAB-Faktor-Fisikadan-kimia-di-tempat-kerja

http://prodiaohi.co.id/index.php?
option=com_content&view=article&id=54&Itemid=62

http://0ekintaro.wordpress.com/2012/12/06/dmsa-untuk-penanganan-keracunanlogam-berat/

http://oseanografihangtuah.files.wordpress.com/2012/07/pencemaran-logamberat-dalam-sedimen-di-muara-sungai.pdf

http://lansida.blogspot.com/2012/09/pengendalian-limbah-b3.html

http://healthsafetyprotection.com/mengenal-debu-dust-dan-pengendaliannya-dustcontrol/

http://k3pelakan.blogspot.com/2011/10/bahaya-debu.html

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28644/4/Chapter%20II.pdf

http://www.slideshare.net/eldeea/potensi-bahaya#btnNext

http://mychemistryblogg.blogspot.com/2012/12/bahaya-logam-berat-bagikesehatan_27.html

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27896/4/Chapter%20II.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28644/4/Chapter%20II.pdf