Anda di halaman 1dari 29

Pengertian

Penyakit menular langsung yang


disebabkan oleh kuman
Mycobacterium biasanya terjadi
di sistem respirasi manusia.
Penyakit infeksi kronis dengan
karakteristik terbentuknya
tuberkel granuloma pada paru.

Etiologi
Infeksi mycobacterium tbc
dimulai dari inhalasi kuman ini
melalui udara pernapasan dari
orang yang menderita TB paru

Manifestasi klinis
Gejala Klinis
1. Demam (subfebris, kadang-kadang 40 - 41 C,
seperti demam influensa.
2. Batuk kering, produktif, kadang-kadang
hemoptoe (pecahnya pembuluh darah).
3. Sesak napas, jika infiltrasi sudah setengah bagian
paru.
4. Nyeri dada, jika infiltrasi sudah ke pleura.
5. Malaise , anoreksia, badan kurus, sakit kepala,
meriang, nyeri otot, keringat malam

International Standard For


Tuberculosis Care (ISTC)
Point :
2. Semua pasien TB Paru (anak yang dapat keluarkan dahak) harus
menjalani pemeriksaan sputum secara Mikroskopis
3. Semua pasien TB ekstra Paru (anak) harus menjalani
pemeriksaan bahan yang di dapat dari kelainan yang dicurigai
.histopatologi
6. Diagnosis TB Intra toraks (paru, pleura, KGB hilus / mediastinal)
pada anak dengan BTA negatif berdasarkan foto toraks yang
sesuai dengan TB dan terdapat riwayat kontak atau uji tuberkulin /
interperon gamma release assay positif. Bila ada fasilitas harus
dilakukan pemeriksaan biakan dari bahan yang berasal dari batuk,
bilasan lambung atau induksi sputum.
10.Respon terapi semua pasien harus di monitor.penilaian respons
terapi pada anak-anak, paling baik dinilai secara klinis,
pemeriksaan foto toraks untuk evaluasi tidak diperlukan dan
dapat menyesatkan (misleading)
16. Kontak dengan pasien TB terutama Balita.evaluasi
(pemeriksaan TB laten maupun aktif)

Tuberkulosis ( T B )
-

TBC, flek paru, Paru basah


Masalah kesehatan utama dunia
TB anak = TB dewasa
TB anak: TB Primer Reservoir penyakit masa
mendatang

Gejala TB anak tidak khas


- Masalah Diagnosis
- Masalah terapi = kapan sembuh ?

Infeksi TB

Sakit TB

Kompetensi Sist Imun

Resist Multiplikasi M.TB

- Daya Tahan Rendah : HIV, Malnutrisi


- Turun Temporari

: Campak, Pertusis

Inhalasi Mycobacterium tuberculosis


Fagositosis oleh

Kuman mati

makrofag alveolus paru

Masa inkubasi
(2-12 minggu)

Pembentukan fokus primer


Penyebaran limfogen
Penyebaran hematogen

Uji tuberkulin (+)

Kompleks primer
Terbentuk imunitas seluler spesifik

Sakit TB

TB Primer

Kuman hidup
berkembang biak

Infeksi TB

Komplikasi kompleks primer


Komplikasi penyebaran hematogen
Komplikasi penyebaran limfogen

Imunitas optimal

Meninggal
Imunitas turun
Reaktivasi / reinfeksi
Sembuh

Sakit TB
8

Kalender perjalanan penyakit Tuberkulosis primer


Kompleks Primer
Sebagian besar
sembuh sendiri
(3-24 bulan)

Erosi Bronkus
(3-9 bulan)
Pleural effusion
(3-6 bulan)

INFEKSI

HIPERSENSIVITAS

TB Tulang
(dalam 3 tahun)
Meningitis
TB Milier
(dalam 12 bulan)

TB Ginjal
(setelah 5 tahun)

KEKEBALAN

1 tahun
2-12 minggu
(6-8 minggu)

Risiko tertinggi untuk


Risiko menurun
Komplikasi Lokal dan Diseminasi
9

DIAGNOSIS
Pasti : M. Tuberkulosis
Sulit : - Pengambilan sampel
- Jumlah Kuman Sedikit

Diagnosis Kerja :
- Klinis, Radiologis
- Tuberkulin
- Laboratorium lain

(Tidak Spesifik)

10

Gejala dan tanda umum atau nonspesifik


tuberkulosis anak :
1. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas atau
tidak naik dalam 1 bulan dengan penanganan gizi.
2. Nafsu makan tidak ada (anorexia) dengan gagal
tumbuh dan berat badan tidak naik dengan
adekuat (failure to thrive).
3. Demam lama dan berulang tanpa sebab yang jelas
(bukan tifus, malaria atau ISPA), dapat disertai
keringat malam.
4. Pembesaran kelenjar limfe superfisial yang tidak
sakit dan biasanya multipel.
5. Batuk lama lebih dari 30 hari.
6. Diare persisten yang tidak sembuh dengan
pengobatan diare.

11

Gejala dan tanda spesifik sesuai organ yang


terkena :
1. TB kulit / skrofuloderma
2. TB tulang dan sendi
- Tulang punggung (spondilitis) : gibbus
- Tulang panggul (koksitis) : pincang
- Tulang lutut : pincang dan / bengkak
Dengan gejala pembengkakan sendi, gibbus, pincang, sulit
membungkuk
3. TB otak dan saraf
- Meningitis : iritabel, kaku kuduk, muntah muntah dan
kesadaran menurun.
4. TB mata
- Conjunctivitis phlyctenularis
- Tuberkel koroid (hanya terlihat dengan funduskopi)
5. TB organ organ lainnya

12

Perbedaan TB Anak dan


Dewasa
TB anak lokasinya pada setiap bagian
paru, sedangkan pada dewasa di daerah
apeks dan infra klavikuler
Terjadi pembesaran kelenjar limfe regional
sedangkan pada dewasa tanpa
pembesaran kelenjar limfe regional
Penyembuhan dengan perkapuran
sedangkan pada dewasa dengan fibrosis
Lebih banyak terjadi penyebaran
hematogen, pada dewasa jarang

Foto Rontgen :
- Rontgen tidak khas kecuali Milier
- Non sugestif : infiltrat minimal (flek paru)
- Sugestif :
- Pembesaran kelenjar hilus atau paratrakeal dgn / tanpa
infiltrat
- Konsolidasi segmental / Lobar
- Milier
- Kalsifikasi
- Bronkiektasis
- Kavitas
- Efusi pleura,
- destroyed lung

15

Foto Paru :
- PA & LATERAL
- Rontgen Paru tidak jelas CT Scan thoraks

16

Uji Tuberkulin

Positif
1. Infeksi TB alamiah
a. Infeksi TB tanpa sakit
b. Infeksi TB dan sakit TB
c. Pasca terapi TB
2. Imunisasi BCG (Infeksi
buatan)

3. Infeksi M. Atipik / M. Leprae


Negatif
2. Tidak ada infeksi TB
3. Masa inkubasi infeksi TB
4. Alergi

17

Petunjuk WHO untuk Diagnosis Tuberkulosis


Anak
a. Dicurigai Tuberkulosis
1. Anak sakit dengan riwayat kontak penderita tuberkulosis
dengan diagnosis pasti
2. Anak dengan :
. Keadaan klinis tidak membaik setelah menderita campak atau
batuk rejan
. Berat badan menurun, batuk dan mengi yang tidak baik dengan
pengobatan untuk penyakit pernapasan
. Pembesaran kelenjar superfisial yang tidak sakit
b. Mungkin Tuberkulosis
Anak yang dicurigai tuberkulosis ditambah :
. Uji tuberkulin positif (10 mm atau lebih)
. Foto rontgen paru sugestif tuberkulosis
. Respons yang baik pada pengobatan dengan OAT
c. Pasti Tuberkulosis (confirmed TB)
Ditemukan hasil tuberkulosis pada pemeriksaan langsung atau
biakan
Identifikasi Mycobacterium tuberculosis pada karakteristik biakan
18

Parameter

Sistem
Skoring 1Diagnosis TB Anak
0
2

Kontak TB

Tidak jelas

Uji tuberkulin

Negatif

Laporan keluarga
(BTA negatif atau
tidak jelas)

BB/TB<90% atau
BB/U<80%

Demam tanpa
sebab jelas

> 2 minggu

Batuk

= 3 minggu

Pembesaran
gelenjar limfe
kolli, aksila,
inguinal

> 1cm, jumlah .1,


tidak nyeri

Pembengkakan
tulang / sendi
panggul, lutut,
falang

Ada pembengkakan

Normal/kelahir
an tidak jelas

BTA (+)

Positif (=10mm,
atau = 5 mm pada
keadaan
imunosupresi)

Berat
badan/keadaan
gizi

Foto toraks

Gambaran sugestif
TB*

Klinis gizi buruk atau


BB/TB <70% atau
BB/U<60%

Catatan :
Diagnosis dengan sistem skoring ini ditegakan oleh dokter.
Bila dijumpai gambaran milier atau skrofuloderma, langsung didiagnosis TB.
Berat badan dinilai saat datang (moment opname)
19
Demam dan batuk tidak ada respons terhadap terapi sesuai baku
Foto toraks bukan alat diagnostik utama pada TB anak

Tatalaksana
1. Medika Mentosa
2. Penataan Gizi
3. Lingkungan : TB anak tidak menular
TB dewasa ! (sentrifetal
sentrifugal)
. Obat utama ( first line ) :
INH,ripamfisin,PZA,ETB,Strep
. Obat lain ( second line ) : RAS, viomisin,
siklosepin,
etionamid, kanamisin, kapriomisin.
20

RESISTEN GANDA
(MULTI DRUG RESISTANCE / MDR)

M. Tuberkulosis resisten terhadap rifampisin &


INH dengan atau tanpa OAT lainnya

21

Tabel 1.Obat antituberkulosis yang biasa dipakai dan dosisnya


Nama obat

Dosis harian
(mg/Kg BB/hari)

Dosis maksimal
(mg per hari)

Efek samping

Isoniazid

5 15*

300

Hepatitis, neurit is
perifer,
hipersensitivitas

Rifampisin**

10 20

600

Gastrointestinal,
hepatitis,
peningkatan enzim
hati, cairan tubuh
oranye kemerahan

Pirazinamid

15 30

2000

Toksitas hati,
artralgia,
gastrointestinal

Etambutol

15 20

1250

Neuritis optik,
ketajaman mata
berkurang, buta
warna merah
hijau

Streptomisin

15 40

1000

Ototoksik,
nefrotoksik

**Rifampisin tidak boleh diracik dalam satu puyer dengan OAT lain, bioavailabilitas terganggu
22

Tabel Panduan OAT


2 bl

6 bl

9 bl

12 bl

INH
RIF
PZA
EMB
STREP
PRED
Panduan Obat
-Fase intesif : 2 bulan ( 3 obat )
-Fase lanjutan : > 4 bulan ( 2 obat)

23

Tabel 2. Dosis kombinasi pada TB anak

Berat badan (kg)

2 bulan

4 bulan

RHZ (75/50/150 RHZ (75/50 mg)


mg)
59

1 tablet

1 tablet

10 14

2 tablet

2 tablet

15 19

3 tablet

3 tablet

20 32

4 tablet

4 tablet

Catatan
Bila BB > 33 Kg, dosis di sesuaikan dengan tabel 1 (perhatikan dosisi maksimal).
Bila BB < 5 kg sebaiknya dirujuk ke RS.
Obat Tidak Boleh diberikan setengah dosis tablet.
Anak dengan BB antara 9 10 diberikan 1 tablet.
24

Evaluasi Terapi
Penting : Keadaan Klinis
- Rontgen hanya penunjang
- Tuberkulin tes : (+) tetap (+)
- LED tidak spesifik

26

Strategi DOTS atas 5 komponen


(WHO) :
1. Komitmen politis pada para pengambil
keputusan, termasuk dukungan dana.
2. Diagosis TB dengan pemeriksaan dahak secara
mikroskopis*
3. Pengobatan dengan panduan OAT jangka
pendek dengan pengawasan langsung oleh
Pengawas menelan obat (PMO).
4. Kesinambungan persediaan OAT jangka pendek
dengan mutu terjamin.
5. Pencatatan dan pelaporan secara baku untuk
memudahkan pemantauan dan evaluasi
program penanggulangan TB.*
Masalah :
Poin 2 : Sulit ( ganti Tuberkulin ? )
Poin 5 : Format > 15 th ( < 15 th ? )

27

PENCEGAHAN
- Imunisasi BCG
- Kemoprofilaksis
INH 5-20 mg/kg bb/hari
- Primer
: cegah infeksi, kontak tidak akti (BTA -)
- Sekunder : cegah aktifitas infeksi (Mt + ,klinis & rontgen - )
* Balita
* Morbili
* Varisela
* Pertusis
* Imunosupresi lama
- Hindari kontak
- Diagnosis / obati kasus TB dengan benar (DOTS)

28