Anda di halaman 1dari 28

FISIOLOGI HEWAN AIR

SISTEM PEREDARAN DARAH IKAN


MAKALAH

Kelompok 3
Imas Siti Nur Halimah

230110140084

Ayunani Agustina

230110140095

Lena Lutfina

230110140104

Rifqi Abdurohman
Adi Prasetyo

230110140114
230110140135

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI PERIKANAN
JATINANGOR

2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul Sistem Peredaran Darah Ikan.
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Fisiologi Hewan Air.
Makalah ini membahas mengenai sistem peredaran darah ikan meliputi
komposisi dan fungsi darah ikan, diagram jantung ikan, serta diagram sistem
peredaran darah ikan. Selain pada ikan, makalah ini juga membahas sistem peredaran
darah katak dan sistem peredaran darah udang.
Pada kesempatan ini kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dosen mata kuliah Fisiologi Hewan Air ;
2. Seluruh anggota kelompok 3 ;
3. Pihak-pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Demikianlah harapan kami, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami
dan juga pembaca tentunya. Adanya saran yang membangun dari pembaca untuk
perbaikan makalah selanjutya sangat dihargai, kami ucapkan terima kasih.

Jatinangor, September 2015

Penyusun

Fisiologi Hewan Air

DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR ............................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................iii
BAB I
PENDAHULUAN...................................................................................................1
BAB II
PEMBAHASAN.....................................................................................................2
2.1 Sistem Peredaran Darah Ikan ........................................................................2
2.2.1 Komposisi dan Fungsi Darah Ikan............................................................9
2.2.2 Diagram Jantung Ikan.............................................................................15
2.2.3 Diagram Peredaran Darah Ikan...............................................................17
2.2 Sistem Peredaran Darah Katak....................................................................18
2.3 Sistem Peredaran Darah Udang...................................................................21
BAB III
KESIMPULAN ................................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................24

Fisiologi Hewan Air

BAB I
PENDAHULUAN
Indonesia yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari perairan (laut dan
tawar) memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Komoditas perikanan sangat
strategis untuk dikembangkan baik saat ini maupun di masa yang akan datang. Selain
sebagai sumber protein yang relatif murah, sebagai sumber devisa negara dari sektor
non migas, selain hal tersebut kegiatan perikanan berdampak positif terhadap
penyerapan tenaga kerja serta kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya.
Dalam pengembangan komoditas perikanan, perlu diketahui proses-proses
yang terjadi di dalam tubuh biota ini (proses fisiologis) karena semua faktor yang
akan berpengaruh terhadap biota perairan harus diarahkan kepada proses-proses yang
pada akhirnya dapat meningkatkan tingkat kesehatan, pertumbuhan, dan efisiensi
pakan bahkan mutu.
Salah satu proses fisiologi yang terjadi baik dalam tubuh ikan maupun biota
perairan lainnya adalah sistem peredaran darah. Sistem peredaran darah pada semua
organisme merupakan proses fisiologis yang sangat penting. Untuk melakukan
aktivitas, sel, jaringan, maupun organ membutuhkan nutrisi dan oksigen. Bahanbahan ini dapat disuplai hanya bila peredaran darah berjalan normal. Karenanya,
semua fungsi dari setiap organ dalam tubuh kadang-kadang dapat dilihat pada darah.
Bagaimana sistem peredaran darah dalam tubuh ikan dan beberapa hewan air
lainnya ? Apa komposisi dan fungsi darah ? Lalu bagaimana diagram jantung dan
diagram peredaran darah dari beberapa hewan air ? Pertanyaan-pertanyaan itulah
yang menjadi dasar kami dalam penulisan makalah ini.

Fisiologi Hewan Air

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sistem Peredaran Darah Ikan


Sistem peredaran darah melayani banyak fungsi, namun secara umum
sebagai alat transpor antara lain, transpor oksigen, karbondioksida, sari-sari
makanan, maupun hasil metabolisme. Selama beraktivitas, peredaran darah akan
mengangkut lebih banyak oksigen ke otot, karena tanpa peningkatan ketersediaan
oksigen akan segera menghabiskan sistem energi anaerobik dan akhirnya
menyebabkan keletihan akibat terbentuknya asam laktat. Hasil-hasil pencernaan
ditranspor dari usus ke hati dan sel somatis. Bahan-bahan asing atau yang tidak
dibutuhkan oleh tubuh diangkut ke ginjal dan dikeluarkan melalui urin, atau
dipagositasi.
Sistem peredaran darah ikan disebut peredaran darah tunggal dan
tertutup. Disebut tunggal berarti bahwa darah mengalir dari jantung ke insang
kemudian ke seluruh tubuh dan akhirnya kembali ke jantung. Sedangkan disebut
peredaran darah tertutup karenan darah tidak pernah keluar dari pembuluhnya,
jadi tidak ada hubungan langsung dengan sel tubuh sekitarnya. Darah yang kaya
akan oksigen memasok bagian kepala melalui arteri carotid, dan memasok
bagian badan melalui percabangan aorta dorsalis.

Fisiologi Hewan Air

Gambar 1. Sistem Peredaran Darah Ikan

Secara umum sistem peredaran darah pada ikan mirip sistem hidraulis
yang terdiri atas sebuah pompa, pipa, katup, dan cairan. Meskipun jantung
teleostei terdiri atas empat bagian. Namun pada kenyataanya mirip dengan satu
silinder atau pompa piston tunggal. Untuk menjamin aliran darah terus
berlangsung, maka daerah dipompa dengan perbedaan tekanan. Tekanan jantung
lebih besar dari tekanan arteri, dan tekanan arteri lebih besar dari tekanan
arterionale. Akibat adanya perbedaan tekanan maka aliran darah dapat terjadi.
Ada tiga komponen utama dalam sistem peredaran darah yaitu jantung,
pembuluh darah, dan darah.
a. Jantung
Jantung terletak di bagian posterior lengkung insang. Umumnya
terdapat di belakang insang, di bagian depan rongga badan, dan di atas
ithmus. Organ jantung dilapisi oleh selaput tipis yang disebut perikardium.
Kontrol terhadap jantung didasarkan pada dua mekanisme, yakni adrenergik
dan cholinergik. Adrenergik merangsang otot jantung berkontraksi sehingga
jantung memompa darah dengan menguncupkan jantung (pengosongan
darah di jantung = sistole) sedangkan cholinergik menyebabakan relaksasi
yaitu pengenduran otot jantung (pengisian darah ke jantung = diastole).

Fisiologi Hewan Air

Kedua proses yang saling bertentangan ini menyebabkan jantung dapat


memompa darah dan mengisinya kembali.
Seperti halnya pada organ-organ lain, jantung membutuhkan oksigen.
Dalam hal ini jantung menerima darah yang kaya akan oksigen melalui dua
kelompok arteri koronari, yaitu:
1. Arteri koronari anterior yang berasal dari pembuluh hipobrankial
(cabang bawah dari arteri brankial eferent). Arteri ini memasok konus
arteriosus dan ventrikel.
2. Arteri koronari posterior yang berasal dari arteri korokoid atau dari
arteri subklavian dan masuk ke dalam jantung melalui bagian
belakang. Arteri ini berfungsi untuk memasok darah pada bagian
dinding jantung.
Ikan yang relatif sedenter dan lamban bergerak mempunyai bobot
jantung yang kurang dari seperseribu bobot tubuh, sedangkan ikan perenang
cepat seperti tuna sebesar 1,2 per seribu, dan jantung ikan terbang
mempunyai bobot 2,1 per seribu bobot tubuh.
b. Pembuluh Darah

Gambar 2. Pembuluh Darah Ikan

Ada tiga bentuk pembuluh darah ikan yaitu arteri (pembuluh nadi),
vena (pembuluh balik), dan kapiler. Arteri adalah pembuluh yang dilalui oleh
Fisiologi Hewan Air

darah yang berasal dari insang. Vena adalah pembuluh darah yang dilewati
oleh darah yang menuju jantung. Dua pembuluh ini mengalir di sepanjang
tubuh ikan. Kapiler adalah bagian dari percabangan pembuluh darah yang
merupakan tempat terjadinya pertukaran zat (gas dan nutrien) antara darah
dengan jaringan atau sel.
1) Sistem Arteri
Pembuluh darah arteri merupakan pembuluh yang dilewati
darah yang keluar dari insang dan menuju ke bagian-bagian tubuh.

Gambar 3. Penampang Pembuluh Darah Arteri

Pembuluh ini terdiri dari tiga lapisan yaitu bagian dalam (intima)
yang memiliki lapisan endotelium dan sub-endotelium; media yang
mengandung sejumlah otot licin atau otot polos; dan adventris yang
merupakan bagian terluar. Arteri dikelompokkan berdasarkan
posisinya pada tubuh, yaitu arteri brankial, arteri sefalik, arteri pada
bagian badan, dan arteri pada bagian ekor.
Arteri Brankial
Arteri brankial adalah arteri yang terletak di sekitar

insang.
Arteri Sefalik
Arteri sefalik adalah arteri yang terdapat di bagian
kepala. Arteri ini meliputi efferent hioidean, orbital, orbito

Fisiologi Hewan Air

nasal, pseudobrankial efferent, optalmik, optik, serebral,


mandibular, dan hipobrankial.

Arteri pada Bagian Badan dan Ekor


Aorta dorsalis merupakan pembuluh darah utama
mengalirkan darah beroksigen tinggi ke badan dan ekor.
Penjuluran ini mengarah ke bagian belakang hingga ke bagian
ekor melalui bagian bawah vertebra. Secara khusus aorta pada
bagian ekor disebut aorta kaudalis.
Percabangan dari aorta dorsalis tersebut antara lain
meliputi arteri subklavian, coeliac, mesentarik, iliac, dan
segmenter. Arteri coeliac merupakan arteri yang berukuran
besar dan pendek. Arteri ini paling sedikit terdiri atas dua
cabang utama yang menuju ke organ-organ dalam. Cabang
pertama adalah gastro-hepato splenik yang mengirimkan satu
cabang ke hati dan kemudian bercabang-cabang dalam limpa
dan dinding lambung. Cabang kedua adalah arteri intestinal
anterior, yang cabang-cabangnya keluar secara mendatar ke
dinding bawah usus, lambung, dan limpa.
Arteri mesenterik muncul di bagian belakang kepala dan
percabangannya menuju gonad dan sisi usus bagian atas. Arteri
iliac menuju ke arah belakang, mengaliri rektum dan kloaka.
Arteri segmenter menempel pada aorta dorso-kaudal dan
menyebar ke dalam mioseptum untuk memasok otot bagian
ekor. Percabangannya masuk ke dalam ruas vertebra dan
mengaliri duri tulang dan yang lainnya menuju ke sirip tunggal.

2) Sistem Vena

Fisiologi Hewan Air

Gambar 4. Penampang Pembuluh Darah Vena

Struktur vena sama halnya dengan arteri, namun mempunyai


dinding yang lebih tipis dan rongga yang lebih besar dibandingkan
arteri pada ukuran diameter yang sama. Bagian dalam vena yang
mendapat tekanan hidrostatik tinggi umumnya kaya akan jaringan
elastis dan otot polos, serta memiliki klep-klep (lipatan endotelium
yang pada bagian tengahnya mengandung kolagen dan elastik).
Disamping itu dinding vena umumnya dapat berkontraksi secara aktif
tidak hanya untuk mempertahankan tekanan darah dalam sistem
vena, tetapi juga menolong memompakan darah dari dinding ke
jantung.
Vena pada bagian kepala seperti vena fasial dan vena orbital,
menyatu pada duktus cuvieri dan dari sini melalui sinus venosus
menuju ke jantung. Darah dari ekor berkumpul pada vena kaudalis.
Vena kaudal ini berhubungan dengan dua vena kardinal posterior
yang keluar dari sinus venosus. Pertemuan antara vena yang satu
dengan vena lainnya dapat terjadi secara langsung atau melalui
perantara suatu jaringan kapiler yang terletak dalam organ ginjal.
Keadaan ini menghasilkan suatu sistem porte renal. Pertemuan antara
vena pada organ hati menghasilkan suatu sistem porte hepatik. Kedua
sistem ini (porte renal dan porte hepatik) menyaring darah dalam
vena sebelum kembali ke jantung. Vena kardinal posterior

Fisiologi Hewan Air

berhubungan dengan vena kardinal anterior atau vena jugularis yang


membentuk pengumpul pada bagian badan dari vena sefalik.
3) Sistem Limfatik (Getah Bening)
Getah bening (lymph) dikumpulkan dari semua bagian tubuh
oleh suatu sistem ductus dan sinus berpasangan dan tidak
berpasangan yang akhirnya kembali ke aliran darah utama. Tidak
seperti vertebrata yang lebih tinggi, ikan tidak mempunyai tonjolan
limfatik (lymph nodes). Ikan bertulang sejati memiliki pembuluh
limfatik subcutane, submuscular, dan viseral yang betul-betul
berbeda dari sistem vena.
c. Darah
Darah merupakan suspensi berwarna merah yang terdapat dalam
pembuluh darah. Warna merah ini dapat berubah-ubah, kadang-kadang
berwarna merah tua dan kadang-kadang berwarna merah muda. Hal ini
tergantung pada kadar oksigen dan karbon dioksida yang terkandung di
dalamnya.
Darah adalah salah satu komponen sistem transport yang sangat vital
keberadaannya. Fungsi vital darah di dalam tubuh antara lain sebagai
pengangkut zat-zat kimia seperti hormon, pengangkut zat buangan hasil
metabolisme tubuh, dan pengangkut oksigen dan karbondioksida. Selain itu,
komponen darah seperti trombosit dan plasma darah memiliki peran penting
sebagai pertahanan pertama dari serangan penyakit yang masuk ke dalam
tubuh.
Gambaran darah suatu organisme dapat digunakan untuk mengetahui
kondisi

kesehatan

yang

sedang

dialami

oleh

organisme

tersebut.

Penyimpangan fisiologis ikan akan menyebabkan komponen-komponen


darah juga mengalami perubahan. Perubahan gambaran darah dan kimia
darah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, dapat menentukan kondisi
kesehatannya.
2.1.1

Komposisi dan Fungsi Darah Ikan

Fisiologi Hewan Air

Darah merupakan gabungan dari cairan, sel-sel, dan partikel yang


menyerupai sel yang mengalir dalam arteri, vena, dan kapiler, yang
mengirimkan oksigen dan zat-zat gizi ke jaringan dan membawa
karbondioksida serta hasil limbah lainnya (Mayhoneys, 2008). Darah
mengangkut bermacam bahan, termasuk ion anorganik dan sejumlah
senyawa organik seperti hormon, vitamin, dan beberapa protein plasma
yang mencapai 2-6 g per 100 ml (Bond, 1979).

Gambar 5. Komponen Penyusun Darah

Darah tersusun atas plasma dan tersusun atas sel darah. Sel darah
mencakup eritrosit, leukosit, dan trombosit; sedangkan plasma darah
mengandung sekitar 90% air dan berbagai zat terlarut atau tersuspensi di
dalamnya.
Plasma Darah
Plasma adalah cairan bening yang mengandung bagian dari
sel-sel darah, mineral terlarut, hasil serapan dari proses
pencernaan, produk sisa jaringan, hasil sekresi khusus, enzim,
antibodi, dan gas-gas terlarut. Plasma darah mengandung sekitar
90% air dan berbagai zat terlarut atau tersuspensi di dalamnya.
Zat tersuspensi berikut mencakup beberapa jenis bahan
berikut:
- Protein plasma, yaitu albumin, glubolin, dan fibrinogen.
- Sari makanan, yaitu glukosa, monosakurida, asam amino,
-

lipid.
Bahan untuk dibuang dari tubuh, antara lain urea dan
senyawa hidrogen.

Fisiologi Hewan Air

Berbagai ion, misalnya natrium, kalium, ulur, fosfat,


kalsium, sulfat, dan senyawa bikarbonat.
Kandungan bahan terlarut dalam suatu larutan termasuk

plasma ditunjukkan oleh penurunan titik bekunya (), yang juga


suatu ukuran tekanan osmotik. Naiknya tekanan osmotik cairan
tubuh akan meningkatkan kecenderungan air berdifusi melalui
selaput semi-permeabel untuk mengencerkan cairan tersebut. Nilai
plasma ikan air tawar berkisar dari 0,5oC (Telestoi) sampai 1,0oC
(beberapa ikan Elasmobranchii), dan ikan laut antara 0,6o-1,0oC
(Telestoi) hingga 2,17oC (Elasmobranchii laut); sedangkan nilai
air laut adalah 2,08 oC.
Ikan mempunyai kadar protein plasma yang rendah
dibandingkan dengan vertebrata lain yang tingkatnya lebih tinggi.
Protein plasma darah ikan adalah albumin (pengendali tekanan
osmotik), lipoprotein (pembawa lemak), globulin (pengikat heme),
ceruloplasmin (pengikat Cu), fibrinogen (bahan pembeku darah),
dan ioduroforin (hanya pada ikan, pengikat yodium anorganik).

Sel Darah
Sel darah meliputi sel darah merah (eritrosit), sel darah
putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).
a) Sel darah merah (Eritrosit)

Fisiologi Hewan Air

10

Gambar 6. Sel Darah Merah (Eritrosit)

Sel darah merah pada ikan berbentuk lonjong dan


berinti dengan diameter 7 36 mikron (tergantung spesies
ikannya). Sel darah merah mengandung beberapa substansi
yaitu glukosa, enzym katalase, enzym karbonik anhydrase,
dan garam organik serta anorganik.
Sel darah merah pada ikan stadia dewasa berbentuk
oval dan tipis. Elasmobranchii mempunyai sel darah merah
besar, panjang berkisar 20-27 , dan lebar antara 14-20 .
Sel darah merah ikan bertulang sejati mempunyai panjang
berkisar 12-14 dan lebar 8,5-9,5 . Umumnya terdapat
hubungan berlawanan antara ukuran dan jumlah sel darah
merah. Ikan yang mempunyai jumlah sel per mm3 lebih
banyak biasanya mempunyai ukuran yang lebih kecil.
Warna

merah

dari

darah

disebabkan

oleh

hemoglobin yang terdapat dalam eritrosit. Jumlah eritrosit


tiap mm3 darah berkisar antara 20.000 3.000.000.
Pengangkutan oksigen dalam darah bergantung kepada
komponen Fe pada hemoglobin (pigmen pernapasan) yang
terdapat di dalam eritrosit. Kemampuan mengikat oksigen

Fisiologi Hewan Air

11

pada tingkat kejenuhan 95%, kandungan besi dalam darah


dan jumlah sel darah merah sangat bervariasi bergantung
pada

stadia

hidup,

kebiasaan

hidup

dan

kondisi

lingkungan. Jumlah sel darah merah juga dipengaruhi oleh


musim, suhu, serta status gizi, dan kesehatan ikan.

Tabel. 1 Perbandingan beberapa Sifat Sel Darah Merah Ikan

b) Sel darah putih (Leukosit)


Selain mengandung sel darah merah, darah ikan
juga mengandung beberapa tipe sel darah yang tidak
berwarna (sel darah putih atau leukosit). Seluruh tipe sel
darah ini berbentuk lonjong hingga membulat. Jumlah sel
darah putih antar spesies bervariasi antara 20.000-150.000
per mm3.

Fisiologi Hewan Air

12

Gambar 7. Sel Darah Putih (Leukosit)

Sel darah putih mencakup empat jenis yakni


granulosit, trombosit, limfosit, dan monosit. Berdasarkan
reaksi pewarnaannya granulosit terdiri atas neutrofil
(paling umum), asidofil (eosinofil), dan basofil (jarang
ditemukan pada ikan, kecuali pada sedikit ikan laut).
Granulosit bersifat fagosit, terlibat dalam melawan
penyakit, dan meningkat jumlahnya bila ikan terinfeksi
oleh bakteri.
Trombosit berukuran kecil dan berjumlah kira-kira
setengah dari seluruh leukosit ikan dan berperan dalam
proses pembekuan darah. Trombosit mengandung suatu
bahan kimiawi yang mendorong konversi protrombin
menjadi trombin.
Limfosit berbentuk lonjong. Limfosit bervariasi
ukurannya. Limfosit membentuk dua kelompok; kelompok
pertama berkaitan dengan pmbentukan antibodi dan
kelompok yang lain berkaitan dengan kekebalan sel.
Monosit berbentuk lonjong. Monosit berperan sebagai
makrofagus terhadap partikel asing.

Fisiologi Hewan Air

13

Sebagai salah satu komponen sistem transport yang sangat vital


keberadaannya, darah mempunyai beberapa fungsi penting sebagai
berikut:

Mengedarkan sari makanan (nutrisi) dari sistem pencernaan

makanan ke seluruh sel-sel tubuh


Transportasi oksigen dari paru-paru ke sel-sel seluruh tubuh, dan
transportasi karbon dioksida dari sel-sel seluruh tubuh ke paru-

paru
Mengangkut zat buangan (sisa metabolisme) dan substansi
beracun menuju hati untuk didetoksifikasi (dinetralkan) atau ke

ginjal untuk dibuang


Pengangkutan hormon dari kelenjar endokrin ke sel-sel atau

jaringan target
Membantu keseimbangan asam-basa cairan tubuh
Mengatur suhu tubuh melalui aliran darah
Mencegah hilangnya darah melalui mekanisme pembekuan darah
Melindungi tubuh dari bakteri dan virus dengan mensirkulasikan
antibodi dan sel darah putih.

Fisiologi Hewan Air

14

2.1.2

Diagram Jantung

Gambar 8. Diagram Jantung Ikan

Jantung pada ikan terdiri dari dua ruangan yang terletak di bagian
posterior lengkung insang, di bagian depan rongga badan dan di atas
Ithmus. Kedua ruang tersebut ialah atrium yang berdinding tipis dan
ventricle yang berdinding tebal. Ruangan ini berurutan dari belakang ke
depan, yaitu:
Sinus venosus
Adalah ruang tambahan atau kantung yang berdinding tipis, hampir tidak
mengandung jaringan otot. Darah dari seluruh tubuh masuk di sinus
venosus melalui sepasang ductus Cuvieri yang masuk di bagian lateral,
dan sepasang sinus hepaticus yang masuk pada dinding posterior dari

Fisiologi Hewan Air

15

sinus venosus. Vena coronaria yang datang dari dinding otot jantung, juga
masuk dari sinus venosus. Dari sini darah melalui lubang sinus atrial
masuk ke dalam atrium. Atau dengan kata lain bahwa kantung berdinding
tipis ini berfungsi untuk menampung darah dari duktus cuvieri dan vena
hepatika, dan kemudian mengirimkan darah tersebut ke atrium.
Atrium
Antara sinus venosus dan atrium terdapat katup yang dinamakan katup
sinuatrial. Katup ini berfungsi untuk mengatur aliran darah dari sinus
venosus ke atrium dan mencegah aliran tersebut berbalik. Atrium adalah
ruang tunggal yang dindingnya relatif tipis, terletak di bagian anterior dari
sinus venosus. Atrium relatif lebih luas daripada sinus venosus. Dinding
atrium juga sedikit lebih berotot dibandingkan sinus venosus. Darah dari
atrium melalui lubang atrioventrikular diteruskan ke dalam rongga
ventrikel. Lubang ini dijaga oleh klep atau katup atrioventrikular, supaya
aliran darah tidak kembali ke rongga atrium.
Ventrikel
Adalah ruang berdinding tebal, berotot, dan kuat. Dinding ini dibentuk
oleh dua lapisan otot yaitu lapisan otot luar yang disebut korteks dan
lapisan otot dalam yang dinamai miokardium spongi. Korteks adalah otot
jantung yang relatif tebal dan sangat berkembang pada spesies ikan yang
aktif seperti tuna (Ethynnus pelamis). Ventrikel menerima darah hanya
dari atrium saja dan memompakan darah melalui aorta ventral ke insang.
Bagian ini menerima darah dari atrium melalui atrioventricular. Ujung
anterior dari ventrikel tumbuh memanjang dan berdinding tebal, di
dalamnya terdapat suatu seri klep semilunar.
Conus Arteriosus

Fisiologi Hewan Air

16

Pada Elasmobranchii, conus arteriosus berkembang denga baik, tetapi


tidak mempunyai bulbus arteriosus. Pada sebagian ikan Teleostei conus
arteriosus sudah tereduksi menjadi suatu struktur yang sangat kecil,
sedangkan bulbus arteriosus (perluasan sebagian dari aorta ventralis)
berkembang dengan baik.

Gambar 9. Diagram Jantung Ikan Trout (Teleostei) dan Shark (Elasmobranchii)

2.1.3

Diagram Sistem Peredaran Darah Ikan

Gambar 10. Diagram Peredaran Darah Ikan


*Keterangan :

1.
2.
3.
4.
5.

Atrium
Ventrikel
Aorta ventralis
Arteri branhialis afferent
Insang

Fisiologi Hewan Air

8. Kepala
9. Vena jugularis
10. Vena cardinal
11. Aorta dorsalis
12. Aorta dorsalis
17

15. Hati
16. Vena hepatica
17. Arteri caudalis
18. Arteri renalis
19.Vena portae renalis

6. Arteri branhialis afferent


7. arteri carotid

13. Usus
14.Vena portae hepatica

20. Ginjal
21. Vena renalis

Sistem peredaran darah ikan bersifat tunggal, artinya hanya


terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. Start dari jantung, darah
menuju insang untuk melakukan pertukaran gas. Selanjutnya, darah
dialirkan ke dorsal aorta dan terbagi ke segenap organ-organ tubuh
melalui saluran-saluran kecil. Selain itu, sebagian darah dari insang
kadang langsung kembali ke jantung. Hal ini terjadi bilamana tidak
semua output cardiac dibutuhkan untuk menuju ke dalam dorsal aorta dan
pembuluh eferen yang lain.
Dorsal aorta adalah sumber darah terbesar pada tubuh. Dari sini
darah di suplai ke kepala, otot badan, ginjal dan semua organ pencernaan
melalui pembuluh kapiler. Ada tiga rute pengembalian jantung, yakni
pertama, dari otak, darah kembali ke jantung melalui vena cardinal
anterior yang berhubungan dengan vena cardinal anterior yang
berhubungan dengan vena cardinal umum. Di sini, juga bertemu darah
dari vena cava posterior, yakni darah dari vena caudal yang telah melalui
sistem renal portal. Kedua, dari organ visceral, darah kembali ke jantung
melalui vena hepatik. Terakhir, dari insang, darah dikembalikan ke
jantung melalui vena branchial.

2.2 Sistem Peredaran Darah Katak

Fisiologi Hewan Air

18

Gambar 11. Sistem Peredaran Darah Katak

Sistem peredaran darah katak berupa sistem peredaran darah tertutup dan
peredaran darah ganda. Pada sistem peredaran darah ganda, darah melalui
jantung dua kali dalam satu kali peredaran. Pertama, darah dari jantung menuju
ke paru-paru kemudian kembali ke jantung. Kedua, darah dari seluruh tubuh
menuju ke jantung dan diedarkan kembali ke seluruh tubuh.

Gambar 12. Jantung Katak

Fisiologi Hewan Air

19

Jantung katak terdiri dari tiga ruang, yaitu dua atrium (atrium kanan /
atrium dekster dan atrium kiri / atrium sinister) dan sebuah ventrikel (bilik) yang
berdinding tebal dan letaknya di sebelah posterior. Selain itu, di jantung katak
juga terdapat sinus venosus yang berbentuk segitiga dan terletak di sebelah dorsal
dari jantung serta terdapat trunkus arteriousus (pembuluh bulat yang keluar dari
bagian dasar anterior bilik). Untuk mencegah berbaliknya aliran darah, di antara
serambi dan bilik terdapat katup (valve) sedangkan antara serambi kanan dan kiri
terdapat sekat (septum). Di dalam trunkus arteriosus terdapat katup spiralis.
Darah katak terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah. Plasma darah
mengandung air, protein, darah, dan garam-garam mineral. Sel-sel darah terdiri
dari eritrosit (sel darah merah) dan leukosit (sel darah putih). Eritrosit pada katak
memiliki inti dan mengandung hemoglobin untuk mengikat oksigen. Leukosit
pada katak juga memiliki inti.

Gambar 13. Sel Darah Merah Katak

Proses Sirkulasi pada Katak

Fisiologi Hewan Air

20

Gambar 14. Diagram Peredaran Darah Katak

Menurut Campbell (2000), ventrikel akan memompakan darah ke dalam


sebuah arteri bercabang yang mengarahkan darah melalui dua sirkuit: sirkuit
pulmokutaneus dan sirkuit sistemik. Sirkuit pulmokutaneus mengarah ke jarigan
pertukaran gas (dalam paru-paru dan kulit pada katak), dimana darah akan
mengambil oksigen sembari mengalir melalui kapiler. Darah yang kaya oksigen
kembali ke atrium kiri jantung, dan kemudian sebagian besar di antaranya
dipompakan ke dalam sirkuit sistemik.
Sirkuit sistemik membawa darah yang kaya oksigen ke seluruh organ
tubuh dan kemudian mengembalikan darah yang miskin oksigen ke atrium kanan
melalui vena. Skema ini, yang disebut sirkulasi ganda, menjamin aliran darah
yang kuat ke otak, otot, dan organ-organ lain karena darah itu dipompa untuk
kedua kalinya setelah kehilangan tekanannya dalam hamparan kapiler pada paruparu dan kulit. Keadaan ini sangat berbeda dari sirkulasi tunggal dalam ikan,
dimana darah mengalir secara langsung dari organ respirasi (insang) ke organ lain
dengan tekanan yang semakin berkurang.
Pada katak dikenal adanya sistem porta yaitu suatu sistem yang dibentuk
oleh pembuluh balik (vena) saja. Vena mengumpulkan darah dari pembuluh
kapiler dari suatu sistem porta yang terbagi menjadi anyaman-anyaman di dalam
alat tubuh yang lain sebelum kembali ke jantung. Barulah kemudian masuk ke
dalam vena yang menuju jantung. Sistem porta yang penting adalah sistem porta
hepatika pada hati dan sistem porta renalis pada ginjal (Pratiwi, 2007:98).

Fisiologi Hewan Air

21

2.3 Sistem Peredaran Darah pada Udang


Sistem peredaran darah udang adalah sistem peredaran darah terbuka,
artinya peredaran atau distribusi darah ke seluruh tubuh (jaringan) yang tidak
selalu melewati pembuluh darah. Kadang darah secara langsung menuju jaringan
tubuh tanpa melalui pembuluh. Dalam sistem peredaran darah terbuka, tidak
dapat dibedakan antara darah dan cairan intersisial (cairan yang mengisi ruang
antarsel). Darah pada udang tidak mengandung hemoglobin melainkan
hemocyanin (komponen yang mengandung Cu) yang daya ikat O2 nya sangat
rendah.
Sistem peredaran darah pada udang terdiri dari jantung, sejumlah arteri
yang mengedarkan darah ke organ utama, tidak memiliki vena (pembuluh balik),
dan terdapat sejumlah sinus. Hemolymph masuk jantung melalui ostia dan keluar
melalui arteri kemudian ke sinus. Aliran balik diatur oleh klep flap. Hemolymph
terdiri dari mineral anorganik (Na+, K+, Ca2+, Mg2+, dll), material organik
(gula, protein, dan lemak), hemocyanin, dan hemocyte.

Proses Sirkulasi pada Udang

Fisiologi Hewan Air

22

Gambar 15. Diagram Peredaran Darah Udang

Mula-mula darah dipompa dari jantung melalui pembuluh darah menuju bagian
bawah tubuh, seperti bagian kaki. Darah dari bagian kaki mengalir menuju
insang bagian kiri dan kanan tanpa melalui pembuluh. Di insang, darah mengikat
O2 dan kemudian kembali ke jantung.

Fisiologi Hewan Air

23

BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan uraian yang telah dijabarkan dalam pembahasan diatas dapat


diketahui bahwa sistem peredaran darah pada semua organisme merupakan proses
fisiologis yang sangat penting. Untuk melakukan aktivitas, sel, jaringan, maupun
organ membutuhkan nutrisi dan oksigen. Bahan-bahan ini dapat disuplai hanya bila
peredaran darah berjalan normal. Ada tiga komponen utama dalam sistem peredaran
darah yaitu jantung, pembuluh darah, dan darah.
Sistem peredaran darah ikan disebut peredaran darah tunggal dan tertutup.
Disebut tunggal berarti bahwa darah mengalir dari jantung ke insang kemudian ke
seluruh tubuh dan akhirnya kembali ke jantung. Sedangkan disebut peredaran darah
tertutup karena darah tidak pernah keluar dari pembuluhnya, jadi tidak ada hubungan
langsung dengan sel tubuh sekitarnya.
Sistem peredaran darah katak berupa sistem peredaran darah tertutup dan
peredaran darah ganda. Pada sistem peredaran darah ganda, darah melalui jantung
dua kali dalam satu kali peredaran. Pertama, darah dari jantung menuju ke paru-paru
kemudian kembali ke jantung. Kedua, darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung
dan diedarkan kembali ke seluruh tubuh. Keadaan ini sangat berbeda dari sirkulasi
tunggal dalam ikan, dimana darah mengalir secara langsung dari organ respirasi
(insang) ke organ lain dengan tekanan yang semakin berkurang.
Dan yang terakhir adalah sistem peredaran darah udang. Sistem peredaran
darah udang adalah sistem peredaran darah terbuka, artinya peredaran atau distribusi
darah ke seluruh tubuh (jaringan) yang tidak selalu melewati pembuluh darah. Darah
pada udang tidak mengandung hemoglobin melainkan hemocyanin (komponen yang
mengandung Cu) yang daya ikat O2 nya sangat rendah.
Jadi, dapat diketahui bahwa hewan-hewan air memiliki sistem peredaran
darah yang berbeda-beda. Ada yang sistem peredaran darah terbuka, tertutup, tunggal,
maupun ganda. Masing-masing sistem tersebut memiliki bentuk sirkulasi yang
berbeda namun mempunyai fungsi yang sama yaitu sebagai alat transportasi.
Fisiologi Hewan Air

24

DAFTAR PUSTAKA
Rahardjo, M.F., dkk. 2011. IKTIOLOGY. Bandung: Lubuk Agung.
Affandi, Dr. Ir. Ridwan., dan Dr. Ir. Usman Muhammad Tang, MS. 2002. FISIOLOGI
HEWAN AIR. Pekanbaru: Unri Press.
Campbell. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid Tiga. Jakarta: Erlangga.
Pratiwi, dkk. 2007. Biologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
Anonim. 2014. Sistem Peredaran Darah Katak.
http://www.materibiologi.com/sistem-peredaran-darah-pada-amphibi-lengkapkatak/ diakses pada 10 September 2015.
A.Yani, SMA Islam. 2009. Peredaran Darah Crustacea.
http://smayani.wordpress.com/2009/05/13/peredaran darah crustacea/. diakses
pada 10 September 2015.
Irfanto. 2009. Darah Ikan. https://zonairfanto.wordpress.com/2009/02/20/darah-ikan/
diakses pada 08 September 2015.

Fisiologi Hewan Air

25